@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Surat Guru untuk Presiden Baru RI

sumber: google.com

sumber: google.com


Selamat Bapak Jokowi & Bapak JK yang terpilih sebagai Presiden & Wakil Presiden RI
Saya berharap di era kepemimpinan Bapak berdua anak-anak Indonesia bisa bergembira
Belajar sesuai dengan bakat, minat dan potensi dirinya
Anak-anak yang suka musik gembira belajar musik sejak kecil,
Anak-anak yang suka olah raga belajar olahraga sejak kecil,
Anak-anak yang suka bisnis belajar wira usaha sejak kecil,
Anak-anak yang suka meneliti belajar meneliti sejak kecil,
Anak-anak yang suka alam belajar menjaga alam sejak kecil,
anak-anak yang suka memimpin belajar memimpin sejak kecil

Agar negeri ini tak sulit mencari
Pemain musik yang handal,
Atlit yang jago dan sering juara,
Pengusaha yang jujur dan lihai mencari peluang,
Peneliti yang terbiasa mengurai persoalan penting,
Pelestari alam & penjaga keseimbangan hewan & hutan,
Pemimpin daerah hingga pemimpin negeri

Saya bayangkan negeri yang luas ini
tak perlu impor pemusik dari luar negeri,
tak perlu impor atlit dari luar negeri,
tak perlu CEO beda warna kulit,
tak perlu heboh karena penelitian orang luar negeri,
tak perlu disemprot aktifis LSM Dunia karena hutan habis & hewan punah,
tak perlu ibukota impor pemimpin dari kota lain

Jangan lagi anak Papua diukur kemampuan otaknya dengan soal sejenis dengan anak Jakarta,
hasil pendidikan di Papua harus disesuaikan dengan potensi alam disana.
Jangan lagi ada anak sekolah yang mati dibunuh anak sekolah lain saat tawuran,
anak-anak sekolah disalurkan hobby lewat ekstra kurikuler, pembawa senjata tajam kirim ke penjara.
Jangan lagi jadikan sekolah cuma jadi institusi pemberi ijazah,
sekolah harus jadi tempat menyenangkan buat anak & menajamkan keterampilan sesuai bakat.


Leave a comment

Anak negeri tak dilatih percaya diri & tak dibiasakan mengeksplorasi budaya sendiri

Kenapa anak muda Indonesia ga bangga akan kebudayaannya?
Mungkin mreka ga tahu bahwa Indonesia begitu kaya budayanya
Mreka juga ga punya rasa percaya diri buat belajar
Dan menampilkqn budaya negeri semdiri

Mereka lebih suka ikut trend
Gabung dengan komunitas
Tampil seperti kebanyakan yang mereka lihat
Tak biasa mengeksplorasi potensi negeri

Karena sekolah tak ajarkan
Bagaimana jadi percaya diri
Cara menikmati kekayaan budaya negeri
Yang jadi target cuma lulus Ujian Nasional
…..

Itu sebagian isi talkshow saya di Universitas Budi Luhur Jakarta di kegiatan Commdays 14 Okyober 2014


Leave a comment

Kabarkan smua peristiwa di kelas, di sekolah, di sekitar rumah, ide guru, ide murid dan apa aja deh

Teknologi yang menjadi alat komunikasi guru dengan muridnya lewat medai:
– facebook
– twitter
– youtube
– blog
– instagram
– edmodo
– dsb

Kabarkan smua peristiwa di kelas, di sekolah, di sekitar rumah, ide guru, ide murid dan apa aja deh.


Leave a comment

Mendokumentasikan layar berwajah

Mba Ratih, teman di BNN RI upload foto di atas di instagramnya, saya repost aja buat mengingat suasana Training BNN RI di Hotel Fave Jakarta Timur beberapa waktu yang lalu, nikmati dokumentasi training-training saya disini.


Leave a comment

Kangen anak Kapal SMKN 29 Jakarta, salam jempol kelingking yaaaa, miss u all

Model anak kapal

Model anak kapal


Tiba-tiba saya nemu foto ini
saya inget pada suatu ketika
saya dipilihkan belasan anak-anak ganteng-ganteng dan cantik
mereka siap jadi model untuk difoto buat materi penerbitan sekolah
beberapa hari kami berasa jadi modelling agency
jeprat-jepret di banyak tempat di sekolah
mereka semangat dan kasih banyak ide
hingga menghasilkan ratusan capture
dua diantaranya sedang anda nikmati saat ini
Saya bersama anak" hebat

Saya bersama anak” hebat


salam ibu jari dan kelingking buat anak” muda yang hebat”
semoga smua anak kapal hidup sehat dan sukses slalu, love u all


2 Comments

Rokok ngga papa, Narkoba? Seberapa pedulikah kita?

Sering kita tak peduli terhadap masalah di sekitar kita
Hingga keluarga kita sendiri mengalami masalah itu
Andai kita peduli terhadap banyak hal
Dan berusaha memcari tahu tentang hal itu
Disertai berbagai aspek dari hal yang kita pedulikan
Maka kita akan lebih siap menghadapi masalah

Demikian juga dengan Narkoba
Anda tak peduli ketika ada tetangga yang mengalami masalah narkoba
Melihat rokok yang sudah menjadi biasa seolah tak apa
Tak peduli juga ketika kebiasaan merokok
Mengantarkan seseorang untuk menyalahgunakan narkoba

Ketika anak anda sudah mulai susah dikendalikan
Sering berbohong, mencuri barang-barang di rumah, dsb
Anda baru mulai sadar bahwa anda sedang bermasalah
Dan mulai mencari tahu tentang narkoba
Serta mencari pertolongan
Mungkin anda terlambat …

Tapi lebih baik terlambat daripada anak anda
Keburu mati karena kecanduan narkoba


1 Comment

Selamat: Wakil Rakyat Kampungan Jadi ‘Trending Topic’

foto: twitter.com

foto: twitter.com

Tapi Saya malu, seperti inikah Bangsaku? sampai Kamis 2 Oktober 2014 Pk. 10.04 saat posting ini ditulis trendingnya masih belum berubah … cian deh yang udah milih mreka jadi anggota DPR, fotonya aja yang bagus, kelakuannya ….?


3 Comments

Sekolah dalam tempurung: Murid = Katak, Gurunya apa?

Ilustrasi

Ilustrasi


Saya tiba-tiba teringat peribahasa “Bagai katak di dalam tempurung”, seseorang atau sekelompok orang yang merasa hebat di lingkunganya sendiri tapi tak pernah mengamati lingkungan sekitarnya, dan mereka amat terkejut saat keluar dari lingkungannya ternyata dirinya sangat kecil, orang-orang lain jauh lebih hebat darinya.

Anda guru? coba perhatikan sekolah anda, apakah yang menjadi fokus pembicaraan sehari-hari di ruang kerja, koridor, lobby atau ruang rapat sekolah? jika topik pembicaraan & kegiatan di sekolah anda setiap hari berkisar pada:
konsumsi pagi, snack, menu makan siang hari ini,
pakaian seragam murid & guru,
murid nakal, murid sakit,
upacara,
perolehan juara sedikit,
cemburu liat teman guru lain,
ujian nasional,
pentas seni sekolah,
kedatangan tamu cuma dari dinas dan guru lain sekolah,
jarang mengundang nara sumber dari luar kedinasan,
sedikit murid yang aktif di kegiatan ekskul,
murid dan gurunya jarang jadi juara atau menang kompetisi,
kebanyakan guru tak peduli alumninya kuliah atau kerja dimana,
hari sabtu & minggu sekolah sepi, …
fix ya, sekolah anda berada dalam tempurung.

Sekolah yang hebat:
membiarkan muridnya berusaha sendiri untuk lulus ujian nasinal, karena itu standar minimal,
obsesi sekolah mengantarkan murid ke perguruan tinggi hebat di dalam maupun di luar negeri,
antarkan alumninya kerja di perusahaan hebat,
prosentase murid yg terlibat ekskul banyak,
murid & guru bergairah kompetisi,
sering jadi juara di tingkat daerah, propinsi, nasional & internasional,
sering mengundang nara sumber berbagai keahlian,
hari saabtu & minggu sekolah ramai kegiatan murid & guru, …

Jika murid = katak, Gurunya apa?


Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.


Ribuan foto-foto lainnya bisa dinikmati disini.


Ratusan video saya lainnya bisa dinikmati disana.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,882 other followers