@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


20 Comments

Channel Youtube & Album @dwitagama

Hampir 700 video Saya bisa dinikmati disana.

This slideshow requires JavaScript.


Blog ini mencatat apa yang saya fikirkan, kerjakan dan mimpi-mimpi saya … makin banyak anak negeri yang percaya diri, berani, berprestasi, bisa memimpin dan punya kebanggaan pada diri dan Negerinya.

Ribuan foto-foto training saya bisa disimak disana, lebih dari 2.000 foto saya di instagram, video saya di Youtube ada ratusan bisa dinikmati disini.


3 Comments

Goyang oplosan kalahkan pendidikan agama, sebuah fakta di desa

20140726-122344.jpg

di sebuah desa tak jauh dari pantura, puluhan anak-anak ABG dengan penampilan seperti remaja kota; mengenakan topi, kacamata warna-warni , kaos, celana dan sepatu distro bergoyang oplosan diiringi lagu dan musik oplosan, puluhan anak-anak balita ditemani otangtuanya mengikuti group itu menyusuri jalan kampung.

suatu model pendidikan oplosan sukses menyebar dari TV ke pelosok desa, orang” tua di desa itu seolah tak peduli, walau anak” ABG itu merokok, makan & minum seenaknya di siang hari bulan puasa.

Apa kabar presiden baru & Mentri Pendidikan negeri?


Leave a comment

begini cara anak Kapal SMKN 29 Jakarta mengenang kebersamaan dengan teman-temannya

ini contoh pemanfaatan gadget di dunia pendidikan, murid membuat dokumentasi suasana belajar di STM PENERBANGAN atau SMKN 29 Jakarta, anak” kapal itu mengenang kebersamaan mereka selama tiga tahun secara visual, diupload ke Youtube sehingga bisa dinikmati orang se dunia.

Ketika akan reuni film ini bisa jadi media mengenang kebersamaan puluhan tahun lalu.

Jika setiap guru menugaskan satu murid tingkat SD, SLTP, SLTA membuat satu video setiap mata pelajaran dan diunggah ke Youtube, berapa juta video berisi kandungan pendidikan bisa dihasilkan Indonesia setiap bulan?


Leave a comment

TUJUH HARI LAGI

Dedi Dwitagama:

Puisi Bu Guru Andi Maryam, SMAN 84 Jakarta Barat

Originally posted on andimaryam:

Waktu berjalan perlahan dan pasti

Waktu bawa ku ke awal dan akhir

waktu di awal menanti akhir

waktu di akhir bergulir tak berbalik

 

Ya Allah, tujuh hari lagi aku dalam dekapan suci-Mu

Ya Allah, tujuan bulan-MU bagi ku jauh dari harap-Mu

Ya Allah, tujuh hari lagi Ramadhan berakhir

Ya Allah, tugasku meraih rakhmat-Mu kan berakhir

 

 

 

 

 

 

View original


Leave a comment

Di Negeri Paman Besut: Si Anggaran Negara tahu bahwa para politikus berpesta menghisapnya tanpa memberi kesempatan tumbuh

Di Negeri Paman Besut
Penduduknya gemar sekolah buat jadi Pegawai Negeri yang dibayar Anggaran Negara
Elit politik bersaing jadi bupati, gubernur, presiden buat boroskan Anggaran Negara
Rakyat jelata barter suara minta pendidikan & kesehatan gratis dibiayai Anggaran Negara
Pegawai pemerintah dimanja terima tunjangan ini itu dari Anggaran Negara
Pengusaha rela membayar upeti mahal untuk dapat proyek dari Anggaran Negara

Mau pulang kampung lebaran minta gratisan dari Anggaran Negara
Melahirkan dan sakit penduduk negeri minta gratis atas biaya Anggaran Negara
Sekolah gratis tak bayaran tiap bulan, biaya sekolah dari Anggaran Negara
Murid yang sekolah dengan surat bohong dari kelurahan dapat beasiswa dari Anggaran Negara

Mahasiswa tak mau membayar, menuntut gratis kuliah atas biaya Anggaran Negara
Mereka masih menuntut biaya beli buku, transport dari pemerintah atas biaya Anggaran Negara
Lucunya, saat mereka mau jadi pegawai atau anggota militer dan polisi rela menyogok banyak walau tau negara membiayai dari Anggaran Negara

Ada pembelajaran yang nyaring bahwa hidup ini gratis, semua ditanggung Anggaran Negara
Tak perlu berjuang untuk memperoleh apapun karena ada Anggaran Negara
Cukup rakyat beri dukungan pada politikus untuk jadi apa yg dia mau, maka politikus itu akan gratiskan smuanya dari Anggaran Negara
Saat bekerja, pegawai tak perlu serius karena pasti dibayar dari Anggaran Negara
Mental rakus timbuhkan korupsi luar biasa manfaatkan habiskan Anggaran Negara dan apapun yang bisa dikorupsi

Si Anggaran Negara merasa lelah dan terlalu berat menanggung beban
Si Anggaran Negara merasa tak ditambah dalam jumlah yang cukup
Si Anggaran Negara merasa harus menanggung semua beban penduduk negeri atas perintah politikus
Si Anggaran Negara tahu bahwa para politikus berpesta menghisapnya tanpa memberi kesempatan tumbuh

Saat si Anggaran Negara menghilang
Sementara rakyat sudah terbiasa gratis
Pegawai pemerintah apatis tak kreatif
Apakah Negeri Paman Besut jadi bangkrut?
Apa yang terjadi di sana?


1 Comment

Sebagian kecil untuk bisa dikenang nantinya

Dedi Dwitagama:

Umi sudah siapkan materi reuni sejak masih sekolah, bagaimana dengan kamu? upload video yg banyak ke youtube deh spy reuni kamu jadi seru nanti

Originally posted on Syarifa Umihani:

Video kegokilan diatas akan menjadi kenang kenangan yang bisa dinikmati ketika nanti gue udah lulus. Bukan zamannya lagi sekarang nyimpen video di memory card, ketika itu memory terjangkit virus ataupun ke format, lu bisa apa? Nangis darah palingan…..

Gak ada salahnya manfaatin media sosial deh buat hal hal yang positif. Gue bakal inget kata kata Pak Dedi yang pernah bilang ke gue “suatu saat nanti ketika reunian itu video bakalan jadi sesuatu yang luar biasa, ntar lu rasain deh, jadi inget deh lu sama temen temen lu dulu lucunya kaya apa” .

Persiapkan dari sekarang dan gue pengen ngebuktiin kalo suatu saat nanti video ini bakalan jadi sesuatu yang sangat luar biasa…

View original


1 Comment

Pengalaman berharga selama menjadi siswa SMKN 50 Jakarta

Dedi Dwitagama:

Begini salah satu cara murid mengenang sekolahnya, baca deh tulisan Umi

Originally posted on Syarifa Umihani:

CIMG9447

Begitu banyak pengalaman yang luar biasa ketika gue masih menjadi salah satu siswa SMKN 50 Jakarta, ya salah satunya adalah mengikuti berbagai macam perlombaan akuntansi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta & Tangerang. Disetiap perlombaan itu pasti ada yang menang dan ada yang kalah, begitu juga sama kaya apa yang gue alamin sewaktu lomba. Gue bakal ceritain dipostingan kali ini.

1. Accounting Competition Universitas Darma Persada Jakarta (15-16 Februari 2013)

15-16 februari 2013Lomba akuntansi di UNSADA ini pertim dimana waktu itu gue satu tim sama dito dan shabrina. Ini lomba juga pertama kalinya gue diikutin sama bu Jeanne. Berhubung ini lomba tingkat SMA/SMK se-Jabodetabek, udah ngebayangin awalnya kalo lawannya itu anak SMA ya pasti harus lebih diseriusin lagi belajar di materi ekonominya. Disini gue, dito sama shabrina dapet juara II, kalo ditanya seneng banget ya pasti lah karna waktu itu juga keadaannya gue masih kelas 11.

2. Zahir Competition…

View original 403 more words


Leave a comment

Pembiasaan kreatif dan produktif di Sekolah

Proses belajar kreatif sudah seperti keharusan di semua jenjang pendidikan, sebuah prose belajar yang mendorong murid untuk berani mengeluarkan ide-ide yang dihubungkan dengan materi pembelajaran hingga menghasilkan sesuatu, hasil proses kreatif dalam pembelajaran adalah sesuatu yang bisa dinikmati oleh murid yang menungkap ide kreatif, teman se kelasnya, guru kelas dan semua orang yang melihat hasil kerja krearif dalam proses belajar.

Hasil proses kreatif yang dilakukan berkali-kali menjadikan murid terbiasa produktif, ada hasil pada proses yang dikerjakan. Pada foto ilustrasi di atas terlihat hasil belajar murid yang didisplay oleh murid, dibantu guru, dinikmati oleh murid, guru, orang tua dan semua orang yang melihat suasana kelas.

Display model kelas seperti di atas prosesnya hanya bisa dinikmati oleh murid dan guru yang membuat karya kreatif, ikut mendisplay atau orang-orang yang datang ke ruang kelas itu.

Agar proses kreatif dan produktif bisa jadi contoh hingga bisa ditiru dan disempurnakan oleh murid dari luar sekolah bahkan dari seluruh dunia, sebaiknya saat karya kreatif itu dibuat sebaiknya didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di instagram, dalam bentuk video yang diunggah di youtube, atau proses cerita plus foto yang bisa diunggah di blog murid, blog guru, blog sekolah.

Saat karya kreatif itu didisplay bersama semua murid dan guru sebaiknya didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di instagram, dalam bentuk video yang diunggah di youtube, atau proses cerita plus foto yang bisa diunggah di blog murid, blog guru, blog sekolah, akan terlihat bagaimana proses kerjasama antar semua murid dan guru mendisplay karya kreatif di kelasnya.

Ketika karya kreatif itu sudah di display dan suasana kelas jadi baru dan semarak sebaiknya didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di instagram, dalam bentuk video yang diunggah di youtube, atau proses cerita plus foto yang bisa diunggah di blog murid, blog guru, blog sekolah, akan terlihat perbedaan kelas sebelum didisplay karya kreatif dan sesuadh didisplay hasil kerja murid.

Kesan-kesan proses produktif, dimana murid-murid diwawancara satu persatu tentang hasil kerja kreatifnya, didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di instagram, dalam bentuk video yang diunggah di youtube, atau proses cerita plus foto yang bisa diunggah di blog murid, blog guru, blog sekolah.

Murid Sekolah Dasar, sudah mampu melakukan berbagai hal di atas dengan menggunakan gadget, telepon genggam, laptop, dsb. Guru hanya mendorong, mengarahkan, mengontrol waktu agar semua kompetensi bisa dicapai murid dan banyak kenangan di blog, youtube, soundscloud, instagram bisa dinikmati oleh murid-murid hingga puluhan tahun yad, dan bisa jadi referensi bagi murid, guru-guru dan sekolah lain yang membutuhkan.

Video di bawah ini adalah salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi dihubungkan dengan pelajaran matematika di SMKN 50 Jakarta, anda dan semua orang sedunia bisa nikmati karya-karya mereka di Youtube.


Apa dokumentasi terakhir anda? di blog, intagram atau youtube?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,076 other followers