Karena anda layak diberitakan Sebab kerja yang sudah anda lakukan

20120129-061111.jpg
Nama dan wajah anda pernah masuk koran?
Gimana rasanya? Senang sekali, bangga, biasa2 aja atau tak suka?

Ada yang ingin namanya masuk koran,
Sehingga dia rela lakukan apa saja dan bayar berapa saja agar bisa masuk koran
Tahukah anda bahwa untuk seperempat halaman iklan di koran nasional
Berbiaya ratusan juta rupiah?
Koq mahal yah?
Itulah dunia pencitraan
Mahaaaaaaal booo

Biaya yang mahal itu
Cuma dinikmati sekian menit
Paling lama sehari …
Koran itu lalu jadi pembungkus sayur di pasar
Kemudian diambil pemulung,
Ditumpuk di lapak Pengepul.
Di lebur jadi bahan kertas baru
Dan berita bernilai ratusan juta itu hilang

Selamat pagi pembaca
Berbuat aja semampu anda
Pencari berita akan datang pada anda
Tak berbiaya alias gratis
Karena anda layak diberitakan
Sebab kerja yang sudah anda lakukan

Sebaik-baiknya manusia
Adalah yang bermanfaat buat manusia lainnya
Happy deh

Mau nikmati SMKN 29 Penerbangan Jakarta dari ketinggian, pls watch this

20120128-203916.jpg
Perkantoran Jl. Sudirman latar belakangnya

20120128-204017.jpg
Hanggar Pesawat tempat BOEING 737-200 dan temannya di belakang sekolah. Fotografernya Danan Tri, peserta didik SMKN 29 Penerbangan Jakarta …. Bagus yah …

Menikmati wajah-wajah serius berlatih aeromodelling bertarget Juara Nasional

BERSIAP BUAT LOMBA

DI MEGA KUNINGAN JAKARTA

BU LELA MEMOTIVASI

Mereka peserta didik SMKN 29 Penerbangan Jakarta ditemani Pembinanya, Ibu Lela…. Targetnya Juara Nasional dan dapat Beasiswa Bebas Iuran Bulanan hingga Lulus SMK … cayooooo

eh, kalo Pengawas di Kota Mungil di tengah Pulau Sumbawa sukses di Dunia Maya, bagaimana Guru & Pengawas di Kota Besar?

BAPAK SUAIDI USMAN

Di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat ada Pengawas yang sukses berkat dunia maya, begini cerita lengkapnya:

Profesi saya adalah pengawas sekolah SMA/SMK di Kota Mungil di tengah-tengah Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Dompu, NTB, yang penuh dengan segala keterbatasan. Internet baru bisa diakses dengan baik mulai tahun 2009, itu pun sangat terbatas. Bisa dibayangkan  apa yang terjadi sebelum tahun 2009 itu. Guru-guru, kepsek, dan pengawas sekolah yang memahami IT sangat langka saat itu. Praktis pekembangan dunia pendidikan di luar hanya bisa diikuti melalui koran yang yang boleh dibilang sudah basi.

Sebagai seorang pengawas, aku dituntut untuk membina, memantau, dan menilai kinerja guru saat itu. Keterbatasan selalu menghantu pikiranku. Apa yang bisa aku lalukan? Sementara guru-guru dan kepsek binaanku saat itu membutuhkan teman kolaborasi.
Continue reading

Eh, sejak tahun enam puluhan ternyata di Garut Jabar banyak Perajin Sutra, happy deh

20120127-134351.jpg

20120127-134430.jpg

20120127-134454.jpg
Sejak tahun enampuluhan perajin tenun sutra di Garut mehasilkan sarung sutra dipimpin oleh Bapak H. Aman Sahuri (alm) … Kini kembali bergairah lewat stimulan dari CITA TENUN INDONESIA -CTI yang dipimpin oleh Ibu Oke Hatta Rajasa dan Perusahaan Gas Negara sejak 2010.

Foto-foto di atas adalah benang sutra sebelum diolah hingga beberapa model hasil kerajinan di Garut dengan alat tenun yang dibuat sendiri … Kalau ke Garut jangan lupa beli kain tenun sutra yah ….

angkutan kota penduduk kota kata-kata

kasian deh penduduk kota kata-kata,
naik angkot diperkosa,
naik kereta penuh berjuta,
naik ojek ujan becek kaya jalan dikaca,
naik mobil macet tak terkira,
naik sepeda hirup asap membara,
jalan kaki ditabrak sopir pake narkoba,

kapan yah ada kereta bawah tanah kaya di kota tetangga???

belajar di kabin pesawat boeing 737-200 ada di hanggar SMKN 29 Penerbangan Jakarta

20120126-123224.jpg
menyenangkan sekali jumpai peserta didik yang sedang belajar di kabin pesawat boeing 737-200 ada di hanggar SMKN 29 Penerbangan Jakarta, smg sukses dan sejahtera kelak hidupmu, trm ksh kepada Bapak Rivai dari TNI AU yang serius membimbing anak negeri.

bersiap kembali ke hanggar SMKN 29 Penerbangan Jakarta dikawal para parakitnya

Epicentrum Walk Kuningan Jakarta, 23 Januari 2012

Mendokumentasikan Jabiru SMKN 29 Penerbangan Jakarta & banjiri youtube

Saya sedang sangat menikmati memproduksi video dan upload ke youtube, hanya dengan alat yang sangat sederhana

menikmati blog

hari saya bersama dengan teman MGMP PAI bicarakan blog

Bercengkrama dengan MGMP PAI SMP DKI Jakarta di SMPN 216 Jakarta, Kreatif Mengelola Blog

20120124-100815.jpg
Menyenangkan sekali saya bisa berjumpa dengan teman-teman Guru PAI SMP se DKI Jakarta sharring tentang Pengelolaan Bahan Ajar berbasis ICT di SMPN 216 Jakarta ,,, mereka sangat serius merespon sessi Saya.

Terima kasih kepada Bapak Hasyim, Ketua MGMP PAI SMP DKI Jakarta yang berkali kontak Saya, Pak Nasrudin, Kepala SMPN 288 Pulau Seribu,, Ibu DR. Hj. Ajisarni, Kepala SMPN 216 Jakarta sebagai tuanrumah, dan semua Guru PAI yang serius tingkatkankualitas diri … Semoga bernabfaat.

Saya menulis ini saat Bapak. Bp. H. Moh Arief, M.Pd, Kepala Dbidang SMP – SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta memeberikan arahan … Diantaranya beliau beeharap Guru PAI terus meningkatkan profesionalismenya lewat berbagai kegiatan dan tak lupa bersyukur serta selalu bersikap positif.

SMS saya kepada teman-teman setelah Jabiru tinggalkan Epicentrum Walk utk tampil live di TV ONE pagi ini:

20120123-170453.jpg

20120123-170522.jpg
Begini SMS saya kepada teman-teman setelah Jabiru tinggalkan Epicentrum
Walk utk tampil live di TV ONE pagi ini:

“dear friends, trm ksh atas kerja sama yang baik & semangat dahsyat ekspose jabiru, smg finishing bisa slesai sauai jadwal, salam buat kel”

saat Jabiru akan diboyong kembali untuk finishing di Hanggar SMKN 29 Penerbangan Jakarta, berharap Februari bisa mulai menghias udara Jakarta

20120123-164257.jpg
Saya sangat senang, bangga dan bahagia menikmati auta semangat membara teman-teman guru, peserta didik dan alumni yang mendampingi Pesawat Rakitan SMKN 29 Penerbangan Jakarta Jabiru J430 di display di Epicentrum Walk Kuningan Jakarta, pagi ini 23 Januari 2012.

Foto di atas adalah saat Jabiru akan diboyong kembali untuk finishing di Hanggar SMKN 29 Penerbangan Jakarta, berharap Februari bisa mulai menghias udara Jakarta dan sekitarnya, terima kasih Bu Eni, Pak Abud, Pak Asep, Pak Maruli, Pak Sentot, Pak Gatot, Pak Raharjo, Bu Lela dan guru lain, TU serta peserta didik, love u all.

saksikan Pesawat Jabiru parkir di Epicentrum Walk, SIARAN LANGSUNG TV ONE pagi hari ini pk 8 hingga 11 di acara Indonesia Pagi, semoga bermanfaat buat semua … selamat menikmati

20120123-054854.jpg

SAYAP KIRI SUDAH TERPASANG

20120123-054911.jpg

GURU & PESERTA DIDIK SMKN 29 PENERBANGAN JKT BEKERJA SAMA

20120123-054950.jpg

PAK ASEP, PAK SUGENG, PAK ABUD, PAK MARULI, IBU ENI, IBU LELA & PESERTA DIDIK DI SAMPING PESAWAT

terima kasih kepada Guru-guru SMKN 29 Jakarta, tim Jabiru yang bersemangat antarkan pesawat ke Studio TV ONE tadi malam untuk SIARAN LANGSUNG pagi hari ini pk 8 hingga 11 di acara Indonesia Pagi, semoga bermanfaat buat semua … selamat menikmati.

trm kah kpd Pak Maruli yang report via foto2 di facebook dan SMS, love u all.

Libur, peluk keluarga yuuu, bahagia bersama .. urus pekerjaan terus, ga ada habisnya, siapa tahu umur kita tak paNjang lagi

GEMBIRA BERSAMA

Ada peserta training saya yang bertanya:

“Apakah seseorang dikatakan sukses, jika dia sudah bermanfaat buat banyak manusia, … tapi keluarganya tak terurus …”

Saya menjawab, bahwa sebelum seseorang bermanfaat buat orang lain, dia harus memberi manfaat buat keluarganya …  seorang yang bermanfaat buat keluarganya akan menimbulkan suasana menyenangkan, harmonis sehingga menumbuhkan kebahagiaan dan mengurus dengan baik keluarganya.

Hari ini libur … peluk keluarga yuuu … bahagia bersama, saat ada waktu … urus pekerjaan terus, ga ada habisnya … siapa tahu umur kita tak panjang lagi …. semoga Allah ampuni dosa kita dan permudah semua rencana kita …. selamat bermesra dengan keluarga.

mereka sangat serius kerjakan soal ujian dan saya juga serius memotret pertajam skill fotografi saya

20120121-214334.jpg
“terima kasih bapak telah memotret saya”, demikian komentar salah satu yang ada di foto itu, saya jadi ingat … mereka sangat serius kerjakan soal ujian dan saya juga serius memotret pertajam skill fotografi saya, happy deh

seneng banget deh ketemu anak didik yang sukses

20120121-213727.jpg
namanya Robi, alumni SMKN 39 Jakarta kini jadi Polisi Udara di Pondok Cabe, dia mampir ke SMKN 29 Penerbangan Jakarta bernostalgia masa SMK yang menyenangkan dikenang …. bangga jika anak didik sudah mandiri dan berguna buat diri serta org lain .., selamat ya Robi, saya bangga banget, trm ksh kemarin kamu bersedia datang jumpa saya … senang banget saya bisa memeluk anak didik yang sudah sukses

menikmati peserta didik SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang beesemangat

20120121-213215.jpg
pagi itu kami jumpa di hanggar pesawat SMKN 29 Penerbangan Jakarta, bincang sejenak lalu shooting video pendek untuk diunggah ke youtube, kemudian saya memotret mereka kelas XII EA, smoga smua sukses dan sejahtera kelak, love u all.

Mau lihat pesawat parkir Mall? Silahkan datang ke Epicentrum Walk Kuningan Jakarta Selatan Senin, 23 Januari 2012 pagi

20120121-070309.jpg
Mau lihat pesawat parkir Mall? Silahkan datang ke Epicentrum Walk Kuningan Jakarta Selatan Senin, 23 Januari 2012 pagi hari … Pesawat yang dibangun di SMKN 29 Jakarta bakal bisa anda sentuh disana disela siaran langsung TV ONE, see u

Pasti mereka rasakan nikmatnya transportasi massal rakyat negeri dimana yang dikunjungi, kenapa koq di negeri Paman Besut tak kunjung nyaman … Macet, berjubel, tak tapat waktu, tak nyaman … Beraneka deh

20120119-135018.jpg
Cerita, kabar, laporan studi banding para pejabat eksekutif, legislatif dan bergam jenis pejabat ke luar negeri jika dihitung dah berjuta banyaknya … Singapura, Malaysia tak terhitung banyak penduduk negeri Paman Besut yang sudah kesana … Eropa, Amerika dan belahan bumi lainnya juga sudah buanyaaaaak sekali.

Pasti mereka rasakan nikmatnya transportasi massal rakyat negeri dimana yang dikunjungi, kenapa koq di negeri Paman Besut tak kunjung nyaman … Macet, berjubel, tak tapat waktu, tak nyaman … Beraneka deh … Anda pernah studi banding ke luar negeri, apa perubahan yang sudah anda lakukan, kapan transportasi negeri berpenduduk banyak ini bisa dinikmati

Kantor Berita Indonesia Antara beritakan Jabiru SMKN 29 Penerbangan Jakarta

20120118-213519.jpg
KEPALA DINAS PENDIDIKAN DKI JAKARTA MEMOTIVASI PESERTA DIDIK SMKN 29 PENERBANGAN JAKARTA MERAKIT PESAWAT SWAYASA JABIRU J430

“Saya suka serem sama anak STM, takut kalau lihat mereka bergerombol. Takut tiba-tiba ketemu musuhnya lalu tawuran,” kata Mersita Sari, mahasiswi pada satu perguruan tinggi swasta di Jakarta..

Sebagian besar orang yang ditanya, menyuarakan kesan serupa dengan Mersita tentang STM (Sekolah Teknik Menengah) yang bersama SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) dan semua sekolah kejuran lain kini menjadi satu nama saja, Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK.

Sepanjang 2011, tawuran yang melibatkan anak SMK memang masih terjadi, tapi statistiknya jauh lebih rendah dibanding masa-masa sebelumnya.

Banyak kalangan yang mengapresiasi perkembangan ini.

“Dulu STM yang senang tawuran. tapi sekarang jarang tuh mendengar mereka tawuran. Saya justru bangga sama STM yang sekarang produktif,” kata Rifki Amirullah, petugas keamanan di sebuah rumah sakit, yang tetap menyebut SMK bidang teknik dengan STM.

Rifki menunjuk prestasi-prestasi besar yang memang berhasil diciptakan SMK belakangan ini, mulai memproduksi laptop, motor, mobil, sampai pesawat terbang.

Di mulai dari heboh yang diciptakan anak-anak SMK 2 Surakarta sukses membuat mobil Sport Utility Vehicle (SUV) berkapasitas mesin 1500 cc yang dinamai mereka dengan “Kiat Esemka”, sampai inovasi-inovasi lain yang diciptakan SMK lainnya, seperti SMKN 29 Jakarta yang sukses merakit pesawat terbang.

Sepertinya SMK telah menanggalkan embel-embel suka berkelahi dan tawuran. Banyak dari mereka bisa dengan cepat mengubah citra seperti dilakukan SMKN 29 Jakarta yang pada 1990an hingga 2000 tak bisa melepaskan diri dari predikat tawuran.

ANTARA News berusaha menyelami atmosfer baru nan positif itu dengan menyambangi SMKN 29 Jakarta.

Bersua Jabiru

Seperti umumnya SMK bagian teknik, mayoritas penghuni SMKN 29 adalah laki-laki. Namun tak ada kesan sangar seperti dulu digambarkan orang-orang mengenai siswa-siswa STM.

Begitu memasuki pintu gerbang berpayungkan pohon rindang, seorang satpam berseragam hitam menyapa ANTARA News. Senyum menyertainya.

Masuk area sekolah, para pelajar pria duduk bergerombol. Mereka membaca buku, majalah, tapi ada juga yang cuma mengobrol.

Beberapa saat kemudian, karena waktu duhur tiba, seluruh siswa laki-laki yang beragama Islam memenuhi satu musola. Setiap istirahat kedua pada pukul 12.00 WIB dan pada saat jam pulang sekolah pukul 15.00 WIB, mereka selalu salat berjamaah.

Ketika bersua dengan guru, para remaja ini selalu memberi sapa. Cium hormat pada punggung tangan sang guru selalu menyertai sapa mereka.

“Sopan santun, budi pekerti, kedisiplinan kami terapkan di sekolah ini,” kata Maruli Tua, alumnus SMK 29, yang mengajar Gasturbin Engine dan Maintenance Practice. Maruli juga staf humas sekolah itu.

Agak sulit menemukan pelajar perempuan di sekolah yang 95 persen pelajarnya laki-laki itu, apalagi corak seragam mereka sama. Atasan menyerupai kemeja TNI Angkatan Udara dan celana berwarna biru kehitaman adalah seragam mereka.

“Saya senang bersekolah di sini, tidak ada perbedaannya kok,” ujar Salsabila, siswi kelas 10 AP1.

Salsabila adalah satu dari beberapa pelajar perempuan yang ikut membidani Jabiru. Ya Jabiru, pesawat yang ramai dibicarakan orang itu. Pesawat yang bisa memuat empat orang ini masih dipercantik di sebuah garasi tertutup di halaman belakang sekolah.

“Yang merakit pesawat Jabiru J430 ini seratus persen siswa siswi kami,” ujar Ahmad Budiman, guru mata pelajaran Aircraft System yang juga Ketua Pelaksana Perakitan Jabiru.

Mereka bekerjasama dengan tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), maskapai penerbangan, dan TNI AU.

Keinginan sekolah untuk praktik dengan pesawat asli berbuah manis setelah Direktorat Pengembangan dan Pembinaan SMK memodali sekolah ini.

Hampir seluruh siswa kelas X hingga XII berperan serta dalam perakitan pesawat berbahan komposit ini. “Ada 200 siswa yang merakit Jabiru. 20 siswa setiap harinya, terbagi dalam dua shift atau jadwal perakitan,” papar Ahmad.

Proses penyelesaian Jabiru sudah pada tahap 95 persen. Tanggal 29 Januari nanti, Jabiru akan ditunjukkan kepada Gubernur DKI Jakarta.

“Kami juga akan memamerkan Jabiru di Monas, supaya masyarakat dapat melihatnya secara langsung,” ujar Ahmad.

Maruli berharap, Jabiru nanti menjadi wahana transportasi antarpulau kecil di Indonesia.

Jadi mekanik

Seperti pada SMK-SMK lainnya, SMK 29 juga menekankan praktik. “Tujuh puluh persen mata pelajaran di sekolah ini adalah mata pelajaran produktif,” ujar Maruli.

Sisanya adalah mata pelajaran normatif dan adaptif sebagai pengetahuan dasar umum untuk siswa.

SMK 29 sendiri memiliki beberapa bengkel produksi baik untuk praktik, dan 30 ruang kelas yang setiap kelas menampung 36 anak. Total siswa yang belajar di sekolah ini adalah 850.

Mereka diwajibkan mengenakan seragam “montir” saat praktik di bengkel. “Tidak boleh masuk bengkel kalau tidak pakai seragam montir,” kata Maruli.

Selesai berpraktik di bengkel, siswa akan membereskan dan membersihkan kembali ruang bengkel, sehingga kelas selanjutnya bisa menggunakannya.

“Kedisiplinan dan tanggung jawab inilah yang harus terus dijaga, untuk menjauhkan mereka dari tawuran,” ujar Laelasari, guru pengasuh ekstrakurikuler Aeromodeling.

Ternyata ini bukan hanya keinginan guru dan sekolah, siswa-siswanya juga begitu. “Saya nggak mau ikut tawuran, saya ke sini ingin mengejar mimpi. Jadi seorang mekanik pesawat terbang,” ujar Ramdan Sugara, siswa kelas 10 AP4.

Teman sekelasnya, Ramdan, Adhitia Topan Rizky menyambung, “Saya ingin jadi pilot yang tahu mesin pesawat.”

Sumber: Antara

“Ternyata Sekolahnya bersih dan nyaman ya … walau ini STM …. ” demikian Mas Akbar punya kesan, diucapkan beberapa kali

20120118-153252.jpg

20120118-153319.jpg

20120118-153349.jpg
Mas Akbar, jurnalis dari Republika berkunjung ke SMKN 29 Penerbangan, wawancara saya, Kaprog AP Bp Ahmad Budiman, Tim Ahli dari FASI, Bp Sugeng dan Peserta didik yang sedang finishing Pesawat Jabiru kami.

“Ternyata Sekolahnya bersih dan nyaman ya … walau ini STM …. ” demikian Mas Akbar punya kesan, diucapkan beberapa kali, semoga bermafaat kerja hari ini buat smu

biasanya jari tengah tangan dinaikkan ke atas adalah suatu simbol tertentu, tahukah anda?

20120117-142216.jpg
saya sedang berfikir apa yg ada dalam fikiran orang yang pasang stiker di bagian belakang mobil bagian bawah dekat knalpot.

biasanya jari tengah tangan dinaikkan ke atas adalah suatu simbol tertentu, tahukah anda?

Menikmati Kompas membanggakan Jabiru SMKN 29 Penerbangan Jakarta

Beberapa hari lalu saya dikunjungi jurnalis dan fotografer muda dari berbagai media, kami berbincang santai dan akrab …. bicarakan tentang heboh jilid sekian yang diletupkan Bapak Joko Wi, inilah tulisan di Kompas selengkapnya oleh Luki Aulia, dimuat di Kompas hari ini, Senin 16 Januari 2012 … Semoga bermanfaat buat banyak fihak … Anak negeri makin semangat, guru makin giat, birokrat menggeliat … dan smua deh.

20120117-075135.jpg
PESERTA DIDIK SMKN 29 PENERBANGAN JAKARTA DIDIDIK KREATIF DAN PERCAYA DIRI

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan 29 Penerbangan Jakarta selama bertahun-tahun hanya ikut membantu merakit pesawat milik klub penerbangan di Bandara Pondok Cabe melalui program magang. Kini, siswa SMK 29 Penerbangan bisa merakit sendiri pesawat ringan eksperimental bernama Jabiru J430.

Meski hampir semua bahan didatangkan dari Australia, siswa dengan dibantu instruktur juga melakukan sejumlah rekayasa teknologi. Bagian sayap dan moncong, misalnya, dimodifikasi untuk mengatasi hambatan udara sehingga pesawat bisa melaju dengan kecepatan 130 knot atau sekitar 240 kilometer per jam. Pesawat berbobot 340 kilogram ini bisa terbang tujuh jam sejauh 1.600 kilometer atau setara Jakarta-Bali.

Begitu pula bahan bakar dimodifikasi agar tidak perlu menggunakan avtur, tetapi cukup menggunakan pertamax plus.

Namun, pesawat bermesin 3.300 cc yang terbuat dari komposit ini tidak langsung jadi sekaligus. Perakitan pesawat dilakukan secara bertahap.

Semula datang tantangan untuk merakit pesawat dari Kementerian Pendidikan Nasional ketika diadakan pameran Lomba Keterampilan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2008 di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada waktu itu pemerintah mempunyai program nasional perakitan pesawat.

Sebelum merakit Jabiru J430, SMK 29 Penerbangan pernah membangun pesawat dengan rangka pipa yang kini menjadi monumen di halaman depan sekolah. Pengalaman selanjutnya diperoleh melalui program magang membantu perakitan pesawat dua tempat duduk di Bandara Pondok Cabe. Pesawat dua tempat duduk yang dirakit tahun 2007 itu diberi nama Jabiru J230.

”Kini pesawat Jabiru J430 dengan empat tempat duduk ini murni dikerjakan siswa kami dengan pendampingan tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), TNI AU, dan maskapai penerbangan,” kata Kepala SMK 29 Penerbangan Dedi Dwitagama.

20120117-075106.jpg
FINISHING

Perakitan pesawat dengan panjang 6,5 meter dan lebar rentang sayap 9,6 meter itu melibatkan 200 siswa kelas X-XII jurusan Airframe Power Plane (bodi, rangka, dan mesin pesawat) dan Electrical Avionics (sistem kelistrikan, elektronika, dan instrumen pesawat) di garasi tertutup dekat hanggar di halaman belakang sekolah.

Untuk proyek percontohan ini, sekolah tidak membentuk tim khusus. Semua siswa di kedua jurusan itu terlibat agar memiliki kesempatan belajar yang sama. Caranya, setiap hari secara bergantian ada 20 siswa yang merakit pesawat dengan pembagian kerja pagi (pukul 07.00-12.00) dan siang (pukul 13.00-18.00). Paling tidak ada 11 guru dan tenaga ahli perakit yang setiap hari bertugas mendampingi siswa.

”Tujuannya bukan hanya membuat pesawat, melainkan juga memberikan kesempatan siswa belajar,” kata Ahmad Budiman, marketing Jabiru yang juga guru di SMK 29 Penerbangan.

Hanya dalam tiga bulan, perakitan sudah 95 persen. Tenaga ahli dari FASI, Raharjo, mengatakan, perakitan sudah masuk tahap finishing seperti pendempulan dan pengecatan. Dalam waktu paling tidak sebulan, Jabiru J430 sudah bisa uji mesin dan terbang di Bandara Pondok Cabe. ”Pesawat ini tidak akan dijual karena masih proyek percontohan. Akan dipakai untuk siswa SMK sendiri sebagai pesawat latih,” ujarnya.

20120117-075246.jpg
KEPALA DINAS PENDIDIKAN DKI JAKARTA MEMOTIVASI

Produksi massal

Pesawat Jabiru J430 dikenal memiliki daya jelajah yang jauh dan mampu terbang hingga tujuh jam berbekal 135 liter bahan bakar AVGAS 100/300 MOGAS dengan oktan rating 95 RON (setara pertamax plus) di bagian sayap dan 6 liter di bawah kursi belakang.

Pesawat ini dinilai potensial sebagai alternatif transportasi antarpulau. Dedi mengatakan, dia sudah didekati individu-individu yang ingin dibuatkan pesawat. Namun, semua masih menanti hasil uji mesin dan uji terbang Jabiru J430.

Pemerintah juga diharapkan tetap memberikan dukungan dalam perizinan dan pembelian komponen pesawat. Ketika membeli komponen Jabiru J430, pemerintah harus mengeluarkan biaya Rp 700 juta karena semua komponen diimpor dari Australia. Adapun biaya untuk pajak sebesar Rp 350 juta dan operasional perakitan harus ditanggung sekolah. ”Untung didukung komite sekolah,” kata Dedi.

Jika sudah diproduksi massal, pesawat akan dilepas dengan harga minimal Rp 1,4 miliar. Keuntungan hasil penjualan, kata Budiman, akan kembali dialokasikan untuk perakitan selanjutnya, termasuk membayar gaji tenaga ahli.

Peran tenaga ahli sangat penting karena kemampuan guru masih harus ditingkatkan. Padahal, merakit pesawat tidak boleh ada kesalahan sama sekali karena jika mesin mogok, misalnya—berbeda dengan mobil—risiko pesawat sangat besar.

Saat ini sebagian guru memiliki lisensi (A1, A4, C2, C4) sebagai teknisi penerbangan dan sebagian lagi memiliki sertifikat Basic Aircraft Technical Knowledge, semacam kursus dasar pengetahuan pesawat terbang yang diselenggarakan PT Garuda Indonesia.

Kini SMK 29 Penerbangan juga berencana membuka sekolah penerbangan. Dengan empat jurusan, yakni Airframe Power Plane, Electrical Avionics, Electronical Industry, serta Teknik Pendingin dan Tata Udara, SMK 29 Penerbangan saat ini menampung 850 siswa.

”Jadi, siswa tidak hanya ahli merakit, tetapi juga bisa menerbangkan pesawat,” kata Dedi

Sumber: Kompas.com