@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Penelitian Tindakan Kelas – LPM UNJ

86 Comments

dwitagamaptk.jpgGairah kerja di SMK Negeri 3 Jakarta makin terasa berkat kehadiran Peneliti dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kandidat Doktor Bapak Ucu Cahyana dan Ibu Diana Vifanti, M.Si … mereka ditemani Pak Iman dan Pak Ali berbagi ilmu tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Awalnya teman-teman kami berkerut dahi … tapi lama kelamaan benyak pertanyaan menghujam ke nara sumber … semangat ingin tahu muncul, direspon pula secara cekatan oleh penyaji … Ibu Binaryati berkomentar “Wah, sebelum ini kami kira terlalu sulit untuk naik pangkat ke IV.b … ternyata setelah ikut kegiatan ini kami jadi yakin bahwa itu bisa kami capai, ditindaklanjuti ya Pak Dedi …”

Ini bagian dari upaya yang dilakukan secara sadar untuk terus meningkatkan kualitas guru di SMK Negeri 3 Jakarta … terima kasih teman-teman, terima kasih Pak Ucu, Bu Fanti, juga UNJ … Januari nanti kita adakan kegiatan Workshop PTK dengan audience yang lebih banyak ya … Anda mau ikut? daftar ke Dwi Ariyani di 021 4209629.

Apakah PTK itu? … silahkan simak tulisan berikut ini:

Apakah Penelitian Tikdakan Kelas (PTK) itu ?

  

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.

  

Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.

 

PTK memeliki sejumlah karakteristik sebagai berikut :

  • Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.

  • Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan “sekali tembak” selesai pelaksanaannya.

  • Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.

  • Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.

  • Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti.

  • Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.

  • Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar.

  • Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian.

  • Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana, bukan yang rumit.

  • Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.

Tujuan PTK sebagai berikut :

  • Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.

  • Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

  • Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.

  • Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.

  • Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

  • Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.

  • Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

Manfaat PTK

  • Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.

  • Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme dan karir guru.

  • Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.

  • Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.

  • Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.

  • Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

Prosedur Pelaksanaan PTK

 

1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok, yaitu; (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara, (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media, atau kiat tertentu, (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya, (4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan, (5) memilih dan menyusun persfektif, konsep, dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK, (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan, (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK, (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.

 

2. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan, bahkan bersamaan. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.

 

3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan, pelaksnaan tindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran.

 

4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoritis. Inilah laporan PTK.

 Implementasi PTK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.
Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.

A. Diagnosis dan Penetapan Masalah
Masalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Oleh karena itu, diagnosis masalah hendaknya tidak dilakukan oleh dosen lalu ”ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkan tetapi sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. Pada kenyataannya dosen dapat mengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen.
Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. Dosen baru-boleh mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya.
Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru dan dosen harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu, misalnya 2 minggu atau satu bulan, rumusan masalahnya, atau hipotesis tindakannya, atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. Dalam kegiatan di kelas, guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan pengelolaan kelas, proses belajar-mengajar, pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar, maupun sebagai wahana peningkatan personal dan profesional.
PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar, 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar, 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif, dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar, 2) mengembangkan kurikulum, 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar, dan 4) memperbaiki metode evaluasi. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga, 2) sumber-sumber lingkungan, dan 3) peralatan tertentu. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa, guru, dan orang tua, 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar, 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa, serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. Jadi, masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”, dapat “ditindaki”, dan “ditindaklanjuti”. Contoh permasalahan ada di Lampiran 1.
Dari sekian banyak kemungkinan masalah, guru bersama dosen perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan pemecahannya dalam penelitian yang akan dilakukan bersama itu.
Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama oleh dosen dan guru setelah menganalisis seluruh pilihan masalah, minat, dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan bersama antara guru dan dosen dapat berupa rumusan sebagai berikut: Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar?
Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa:
• Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut;
• Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik, aktif berpikir)?
• Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya?
• Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi?
• Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif?
Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut.
Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan.
Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah.
Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan.
Tujuan penelitian:Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini.
Misalnya dipilih masalah sebagai berikut.
Isu : Siswa kurang aktif di kelas, cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya.
Masalah : Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas, aktif secara utuh (sedapat mungkin ”hands on” atau ”minds on”, bahkan juga kalau mungkin ”hearts on”).
Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas?
Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk ”Masalah apa yang terjadi di kelas, bagaimana upaya mengatasinya, apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu, di kelas, dan sekolah mana hal itu terjadi?”
Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara ”hands on”, ”minds on” maupun ”hearts on” ?
Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian
Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara ”hands on”, ”minds on” maupun ”hearts on”..

Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu, dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah.
B. Bentuk dan Skenario Tindakan
Gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih.
Dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru.
Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep, penggunaan lingkungan sekitar sekolah, penggunaan sungai, dan seterusnya), atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau STAD atau TGT atau GI, strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem posing .
Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Dalam makalah ini dilampirkan (Lampiran 2) contoh salah satu RP untuk pembelajaran dengan Problem Posing (Chotimah dkk., 2005).
C. Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Keberhasilan Tindakan
Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati.
1. Dari sisi proses
Dari sisi proses (bagan alirnya), instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal), proses (saat berlangsung), dan output (hasil).
a. Instrumen untuk input
Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. Di samping itu, mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan, misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal, buku teks dalam kondisi awal, dst.
b. Instrumen untuk proses
Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. Akan tetapi, format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih.
c. Instrumen untuk output
Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal, nilai peserta didik berkisar pada angka 50), maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

2. Dari sisi Hal yang Diamati
Selain dari sisi proses (bagan alir), instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. Dari sisi hal yang diamati, instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers), instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom), dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann,1992).

a. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers)
Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas, misalnya, tentang organisasi kelas, respon siswa terhadap lingkungan kelas, dsb. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record).
Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. Sejauh mungkin, catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri, yaitu:
1) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas,
2) tujuan, batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas,
3) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati, dan
4) pengamatan harus dilakukan secara objektif.

Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events),
b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form),
c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns),
d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation),
e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model),
f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions),
g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-, Whilst-, and Post-Teaching Activities) ,
h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students), dsb.

b. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)
Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. Di samping itu, pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas, tata letaknya, dan manajemen kelas.
Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization),
b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map),
c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms),
d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment),
e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews),
f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies), dsb.

c. Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students).
Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum, saat berlangsung, dan sesudah usai pembelajaran. Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati, dalam kurun waktu tertentu, mulai dari sebelum dilakukan tindakan, saat tindakan diimplementasikan, dan seusai tindakan.
Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) ,
b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students),
b) Format Bayangan (Shadowing Form),
c) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students),
d) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart),
e) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons),
f) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory),
g) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection),
h) Sosiogram, dsb

Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud:

(1) Pedoman Pengamatan.
Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format, daftar cek), catatan lapangan, jurnal harian, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas, alat perekam elektronik, atau pemetaan kelas (cf. Mills, 2004: 19). Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya perilaku, aktivitas, dan proses lainnya. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif, kasus istimewa, atau untuk melukiskan suatu proses .

(2) Pedoman Wawancara
Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi, tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru, siswa, kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap, pendapat, atau wawasan .
Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal, wajar, dan peneliti berperan sebagai mitra. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang, dapat pula dilakukan secara bebas. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi.

(3) Angket atau kuesioner
Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali.

(4) Pedoman Pengkajian Data dokumen
Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir, silabus, hasil karya peserta didik, hasil karya guru, arsip, lembar kerja dll.

(5) Tes dan Asesmen Alternatif
Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan, sikap, bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. Tim PGSM, 1999; Sumarno, 1997; Mills, 2004).

Dalam Lampiran 3—17 dicontohkan beberapa macam instrumen yang dapat digunakan oleh peneliti (Chotimah dkk. 2005; Tim Biologi SMA Lab. UM 2005)

Instrumen ini dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan.

Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian, demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal, nilai peserta didik berkisar pada angka 50), maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

D. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian

Dalam PTK, perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter.

1. Analisis Data Penelitian.
Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi:
a. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi, triangulasi, atau jika memang perlu uji statistik);
b. interpretasi dengan acuan teori, menumbuhkan praktik, atau pendapat guru;
c. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas.
Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Misalnya, dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian bersama dengan dosen. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi, apa yang kemudian terjadi, mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan, apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan, dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut
2. Validasi hipotesis
Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis.
Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan, maka perlu dilakukan validasi. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. Validasi hipotesis tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi, triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. Saturasi, apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. Triangulasi, mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu, jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek, recek, dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif.

3. Interpretasi Data Penelitian
Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. Hal ini dilakukan dengan acuan teori, dibandingkan dengan pengalaman, praktik, atau penilaian dan pendapat guru. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria, norma, dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan.

4. Penyusunan Laporan Penelitian
Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I, dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan, hasil observasi kegiatan guru, observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data.
Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal.
Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi. Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2, termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1.
Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data), saturasi dan triangulasi.
E. Penutup
PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini, guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya.
Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan, kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. Saran lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian, artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas.
Di hadapan para bapak ibu dosen yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru maupun dosen sains seluruh Indonesia yang melaksanakan PTK.
Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu dosen dan guru tidak hanya sekedar melaksanakan, tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru dan dosen lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru dan dosen untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru dan dosen bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi, pengalaman, dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru dan dosen.
Akhir kata, saya ingatkan kembali bahwa profesi guru dan dosen adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus, karenanya setiap guru dan dosen harus selalu siap, mau, dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru dan dosen yang mau mengembangkan keprofesionalannya.

Daftar Rujukan

Chotimah, Husnul, dkk. 2005. “Laporan Koordinator Bidang Studi Biologi Semester II Tahun Pelajaran 2004-2005”. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang: SMA Laboratorium UM.
Depdikbud. 1999. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Jakarta: Depdikbud, Dirjen Dikdasmen, Dikmenum.
Mills, Geoffrey. 2003. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher. New Jersey: Prentice Hall.
Reed, A. J. S. & Bergermann, V.E. 1992. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. Connecticut: The Dushkin Publishing Group, Inc.
Stringer, Ernie. 2004. Action Research in Education. Columbus: Pearson, Menvi Prentice Hall.
Tim Biologi SMA Lab UM. 2005. “Jurnal Belajar Biologi Kelas X”. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Tim PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Proyek PGSM, Dikti.

Images: Omen

Source:

1. http://pakguruonline.pendidikan.net/penelitian_tindakan_kelas.html

2. IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Oleh: Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Kisyani Laksono

http://www.ekofeum.or.id/artikel.php?cid=26

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

86 thoughts on “Penelitian Tindakan Kelas – LPM UNJ

  1. Pak,
    minta makalahnya dari beliau-beliau untuk saya menyusun proposal MGMP Penelitian Tindakan Kelas di tahun 2008 nanti.
    Sekaligus undangan untuk Pak Aston atau Pak Ilman, tgl 4 hari Selasa jam 08.00 ada Pelatihan Penulisan KTI dari LPMP di SMKN 14.

    Terima kasih banyak….

  2. Ma’af Pak, tidak jadi setelah saya baca, cukup untuk refensinya. Trims, Salam buat Pak Aston dan Pak Ilman

    Ok deh kaka :D

  3. Bravo LPM UNJ, semoga menjadi rujukan yang bermanfaat. Kalau bisa semakin sering ada artikel tentang PTK akan semakin baik buat teman-teman guru yang akan meneliti. Terima kasih.

    Nuhun Pak Mulyadi tos mampir … Januari nanti kami akan adakan workshop PTK, mau ikut? mangga :D

  4. kasih contoh PTK yang pernah dibuat seseorang donkk…

    Saya akan minta dua teman yang sudah lakukan PTK utk di posting di blog beliau atau di blog sy, thx 4 comming

  5. mi8nta contoh PTK ya pak…

  6. Contoh PTK nya sangat bagus, disajikan dengan lengkap pada setiap siklus sehingga saya tambah pengetahuan tentang PTK, kalau bisa LPM UNJ ke Kolaka Sulawesi Tenggara bagi-bagi pengetahuan tentang PTK

    Sy akan sampaikan pada teman di LPM UNJ

  7. tolong dimuat contoh hasil penelitian tindakan kelas

    Naf’an Abu Mansur

    Sy sudah posting contoh laporan PTK … akan Sy tambah lagi ya

  8. ma’af…boleh minta tlg untuk contoh PTK untk SD(kelas 5) yang sudah ada (JAdi) untuk dijadikan pembanding.terima kasih. jika dikirim ke e-mail sy sgt terima kasih

    Akan Sy usahakan

  9. apakah ada contoh penelitian tindakan kelas yang membahas penulisan naskah drama melalui pembelajaran kolaboratif? saya ingin mengetahuinya? ato tolong berikan saya contok penelitian tindakan kelas tentang bahasa dan sastra Indonesia! terimakasih

    Saya cari dulu ya Bu

  10. pak, sebagai perbandingan PTK yang sudah saya lakukan tolong beri contoh Proposal/laporan jadi PTK
    trimakasih

  11. contoh proposal PTK yang sudah jadi di kelas 3

  12. pa tolong kirimi sy contoh proposal PTK yang sudah jadi, dan contoh PTK pelajaran ipa kelas 5, tlong dikirim ke e-mail sy Pa : duan_dpk@yahoo.com

  13. saya pelajaar sma yang disuruh oleh guru saya yang agak tidak waras untuk membuat PTK. padahal aya tidak paham itu apa..deritanya hidup ini…mohon bantuannya..

  14. bapak ……. MOHON contoh PTK IPA yang sudah jadi (action”nya) ke Email sim kuring. HaturNuhun Pisannnnn BAPAK.

    WASSALAM

  15. pak mohon bantuannya, saya mahasiswa tingkat 8 fkip biologi unri, pengen penelitian ptk. tapi saya bingung, sekarang ptk yang sedang hangat2 nya dibicarakan, mudah dan cepat menelitihnya
    masalah apa ?

  16. pak mohon bantuannya, saya disuruh membuat PTK biologi, tp saya bingung nyari judul yg sedang hangat2 dibicarakan. mohon bantuannya dunk!trima kasih ya pak..klo bisa bls ke emailku dengan cepat. soalnya waktu nya cuma dikit.

  17. Mungkin Anda bisa coba teliti hasil belajar siswa dalam bidang pengolahan limbah dengan membandingkan dua kelompok, satu yang praktek langsung di halaman sekolah dan satu lagi di rumah.

    Ide lain tentang global warming; satu kelompok belajar melalui internet … satu lagi terjun ke lapangan … selamat mencoba, semoga sukses

  18. minta contoh laporan ptk yang sudah jadi dan lengkap trims. ya.,,

  19. minta bantuannya…. saya minta contoh PTK IPA kelas 4 SD yang sudah jadi…..terima kasih pak kirim ke wahyoe_14@yahoo.co.id

  20. mohon minta contoh PTK Matematika SD . Jazzakumlullah atas bantuannya.

    kirim ke mas_ciek@yahoo.com

  21. pak minta tolong, mohon dikirimkan contoh ptk sd, ipa kelas 4. trima kasih atas bantuannya. fika.ulansari@yahoo.com

  22. Ass.Wr.Wb
    Tolong saya perlu Contok PTK Biologi SMA yang sdh jadi, nuhun kalau ada 2 or 3 buat bahan perbandingan.
    tolong saya benar-bener perlu
    trims. smga Allah membalas kebaikan bapak2/ibu2

  23. Ass, Wr, Wb.
    matursembahnuwun pak, sudilah kiranya saya diperbolehkan untuk ikut mengcopy makalahnya.
    nuwun.

  24. pak saya minta contoh PTK SD yang sudah jadi..
    mhn krm ke email niesa_rf@yahoo.com
    terima kasih sebelumnya..

  25. Mohon contoh proposal PTK Matematika SD & SMP
    Terimakasih !

  26. Assalamualaikum, Wr, Wb.

    Saya mahasiswi pendidikan kimia yang akan membuat proposal penelitian, dan saya tertarik untuk membuat proposal penelitian tentang PTK, kira-kira masalah apa yang bisa saya jadikan bahan proposal saya ya… dan kalau bisa saya minta contoh penelitian PTK sesuai dengan bidang saya… atas perhatian bapak/ibu saya ucapkan banyak terima kasih…

  27. lanjutan…

    saya ingin membuat proposal penelitian PTK untuk bidang studi Kimia SMA.
    kalau ada bahan untuk itu, mohon kirimkan ke alamat e-mail berikut ini, saya ingin mengetahiu contoh yang sudah jadi sebagai panduan dan bahan perbandingan saya nanti.

    chemilution_26@yahoo.com

    sekali lagi terima kasih.

  28. Pak,tolong saya dikasih contoh ptk sd yang baik dan benar untuk dijadikan dasar dalam saya membuat tugas akhir…….Thanks!!!!penting BGTSSS……..

  29. Artikel yang bagus pak…saya link di website saya…
    oh ya..bagi teman2 yang mau berdiskusi tentang PTK
    kunjungi http://www.baskoro1.blogspot.com
    ada contoh proposal PTK, artikel hasil penelitian PTK, juga artikel menyoal kebenaran ilmiah PTK

  30. Pa Mau tanya mengenai Metode Pembelajaran Stad Ato
    (Student Team Achievement Division)
    ditunggu ya pa Urgent kami sedang menempuh Akta IV

  31. pak tolong kirim contoh ptk untuk mata pelajaran matematika, supaya saya lebih paham antara konsep dengan praktek. trimakasih

  32. pak mohon bantuannya kirim contoh hasil PTK matematika SMP konsep dan pemahatolong ya pak

  33. assalamu’alaikum
    pak, saya moho batuan dikirimi contoh hasil ptk khusus pelajaran bahasa inggris di sekolah dasar.terimakasih atas bantuannya
    wasalamu’alaikum

  34. pak tlg muat laporan ptk di sekolah dasar ya…. terima kasih….

  35. mohon contoh laporan PTK IPA (Biologi) SMP….saya sangat membutuhkan untuk referensi penelitian saya. trima kasih

  36. bagus saya akan coba penelitian

  37. mohon dikirim contoh laporan PTK biologi SMA

  38. knp akhr2 ni banyak yg tertarik dgn PTK?
    apakah krn sebuah tunjangan semata? yang akhir2nya b’hubungan dengan material?

  39. Saya ingin melakukan PTK Matematika SMK teknik dengan metode baru saya ” belajar sebelum Pembeljaran ”
    Mohon bantuan untuk menyusun proposlnya.
    Terima kasih

  40. thanks infonya yang diberikan untuk penuhi tugas mata kuliah. bolehkan saya menghubungi Bapak agar dapat mendalami penelitian ini karena saya berkeinginan melanjutkan ke dalam tesis

  41. toliong kirim contoh ptk ekonomi sma ke email saya ya pak……….trims

  42. tolong kirim contoh ptk ekonomi sma ke email saya ya pak……….trims

  43. mohon dikirim contoh Makalah/laporan PTK biologi SMA. Termakasih !

  44. mohon dikirim cintoh proposal PTK dan ptk eksak dan non eksak…. trims ya pak

  45. mohon dikirim contoh laporan ptk ya pak….makasih

  46. mohon di kirim contoh laporan ptk sd ya pak..matur suwun / makasih

  47. minta contoh PTK BP pak , terimakasih dari daerah kelahiran SBY Paitan Jatim

  48. pak, ada ngak ya.. PTK yang menggunakan model pembelajaran MIND MAPPING? kalau ada saya minta tolong untuk dikirimin. saya perlu untuk menambah referensi saya?

  49. Bapak, Mohon bantuannya. Tolong saya dirimi contoh-contoh proposal PTK berikt contoh PTK yang sudah jadi untuk mapel Bahasa Inggris ke e-mail saya wiasti_handayani@yahoo.com sebagai bahan perbandingan. Terima kasih banyak. Semoga Allah membalas kebaikan bapak.Amin

  50. mohon direspon secepatnya ya pak. Thanks a lot

  51. pak bisa minta tolong, kirim ke email saya contoh ptk guru sd yang sudah jadi,thanks
    saya tunggu jawabannya di email saya

  52. pa tolong contoh pembikinan ptk untuk kelas IX

  53. suwun banyak Pak atas bagi ilmu ttg cara menyusun PTK

    Saran
    Gimana kalau Bapak bisa menyajikan jurnal PTK
    Saya nggak bayangin betapa lebih bergairahnya guru untuk menyusun PTK – ke IVB – tanpa harus beli 3-4 jt. Kecuali bagi guru yg tetap ingin bodoh abadi, biarin aja. Karena slogan dia ” sing penting tiap bulan bayaran “.

    Semoga niat baik Bapak dibalas oleh Alloh swt.

  54. pak saya ingin belajar melakukan ptk dengan metode “tutor sebaya”, mohon kiriman kerangka dasar dari metode ini,
    matur numun.

  55. CONTOH PTK SD KELAS 4 4,,,

    yang sudah jadi kaya gimana?

    triyono.yono42@yahoo.com

  56. pak, mohon dikirim contoh proposal PTK matematika. terimakasih. rimba_slaw@yahoo.com

  57. pak tolong kirimkan contoh laporan ptk fisika trim’s

  58. Pak mohon kirimkan contoh PTK untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia bagi Sekolah Dasar

  59. pak, tolong kirimkan saya contoh proposal untuk biologi.
    terimakasih.

  60. pak bisa minta tolong buatkan proposal penelitian tindakan kelas biologi. toloooooooooong ya pak.

  61. pak tolong saya. saya butuh contoh ptk sebagai bahan perbandinagan mohon di kirim contoh ptk sekolah dasar.terimakasih

  62. Pak bisa tolong kirimkan beberapa contoh proposal PTK pelajaran matematika tingkat SD.
    Terima Kasih.

  63. pa minta conto ptk IPA untuk Kelas 6 SD makasih sebelumnya…

  64. Ada beberapa topik penelitian yang mungkin dapat menjadi ide penelitian anda, silahkan kunjungi situs kami
    http://repository.gunadarma.ac.id

  65. salam kenal pak

    fatkhul amin
    owner http://www.majumapan.com ,www.majumapan.info, http://www.digi-ti.com

  66. saya ingin contoh laporan PTK untuk sd, gimana caranya ya pak ?

  67. jika action research ini sudah dipahami dan diimplementasikan oleh setiap dosen yang secara rutin dapat jatah mengajar per semester, seharusnya tidak usah bingung lagi bagaimana kita melakukan penelitian dan mencari bahan artikel ilmiah. Riset seperti ini juga relatif murah dan mudah untuk dilaksanakan ya :)

  68. bisa dikirim contoh ptka bahasa inggris terima kasih

  69. Pak…
    Tolong tampilkan proposal PTK Biologi donk…

  70. pak.. tlg krmn contoh proposal ptk sd bahasa indonesia.. mksh pak.

  71. salam, mohon dikirim PTK SD yang lengkap dengan siklus – siklusnya, untuk pembelajaran dan perbandingan saya menyusun TA S1 PGSD, banyak teman2 yang betanya.mohon dikirim ke email saya.tq

  72. blog ini bagus untuk yang lebih lengkap ada di mana? tolong beri tahu, trims.

  73. terimakasih pak… salam kenal saya bekas murid bapak di smkn 39 jkt

    aloooooo, trm ksh dah brkunjung dan brkomentar, sapa namamu? smg sukses selalu

  74. Bravo !

    Mohon bila ada informasi tentang pendidikan dan inovasi terbaru dan PTK Bhs.Indonesia (untuk contoh pribadi),kiranya berkenan mengirimkan ke email saya.

    TQ.
    GBU !

  75. Pak apakah PTK itu harus dilakukan oleh guru dan dosen? Apakah tidak boleh guru dengan guru atau guru dengan widyaiswara dan sebagainya? Mohon informasinya sebab setahu saya antar guru boleh melakukan validasi atau sebagai validator instrumen. Terima kasih Pak.

  76. TRIMS ATAS INFO YANG PENTING MOGA – MOGA BERMANFAAT DAN DAPAT KTA TIRU

  77. pak tlg minta dikirim contoh proposal ptk dan laporan ptk kelas V SD. terimakasih pak

  78. pak tolong kirimin PTK yang sudah jadi ya untuk contoh saja….? saya tunggu kiriman PTK secepatnya dari bapak…..makasih sebelumnya.Gbu

  79. Assalamu alaikum
    Tolong Pak, saya perlu Contoh PTK Biologi SMA yang sdh jadi, kalau ada 2 or 3 judul buat bahan perbandingan.
    tolong saya benar-bener perlu
    Terimakasih banyak dan smga Allah membalas kebaikan bapak2/ibu2

  80. saya ingin berbagi pengalaman bagi teman-teman guru se-Indonesia yg kesulitan membuat ptk, baik proposal ataupun pelaporan, silakan hubungi saya di situs web http://ptk-tidak sulit.blogspot.com

  81. Good info, sangaaaat bermanfaat

  82. salut banget untuk Pak DWI
    sangat inspiratis tulisannya terutama untuk para guru.
    oy ijin mengkopi ya untuk bahan makalah hee…

  83. Assmulaikum…..
    Bpak tolong kirimin saya contoh PTK yah. buat tugas dari dosen nih pa??

  84. Assalamu’alaikum pak Dedi..
    Bagus sekali artikel ini, jadi bikin semangat saya menyala lagi buat bikin PTK setelah sempat padam berbulan-bulan lamanya. Boleh ga saya minta contoh PTK mapel Matematika SD sbg tambahan referensi saya.. :D
    Tolong kirim ke noor.zainab.333@facebook.com ya.. Terima kasih banyak, bapak.. :)

  85. Hebat UNJ, smg sukses slalu.
    Boleh nggak saya mendapatkan beberapa contoh PTK bidang study Seni /Kesenian

  86. tolong kirim contoh PTK seni musik SMA ya pak @ ranyevita@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,884 other followers