@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Laporan Penelitian Tindakan Kelas – PKn

134 Comments

aston-ngajar.jpgFoto di samping tampak suasana saat Pak Aston Lumbantoruan berinteraksi dengan siswa saat berproses tuntaskan Penelitian tindakan kelas.

BAB I

PENDAHULUAN

  • A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, perlu ditingkatkan terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.

Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan yang memasung hak-hak asasi manusia, hak-hak warganegara untuk dapat menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Kehidupan yang demokratis didalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-organisasi non pemeritahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi serta demi peningkatan martabat kemanusian, kesejahteraan, kebahagiaan, kecerdasan dan keadilan.

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara yang baik, yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Pendidikan Kewarganegaraan (Citizenship Education) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (KBK 2004 dan Standar Isi 2006) ditegaskan bahwa :

  • I. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan :

Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya

  • II. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan

Standar isi Pendidikan Kewarganegaraan SMA/SMK/MA :

  • 1. Memahami hakekat Bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia
  • 2. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hokum, peradilan nasional, dan tindakan anti korupsi
  • 3. Meganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun luar negeri
  • 4. Menganalisis peran dan hak warganegara dan system pemerintahan Negara Kesatuan Repbulik Indonesia
  • 5. Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi, kedaulatan Negara, keterbukaan dan keadilan di Indonesia
  • 6. Mengevaluasi hubungan Internasional dan sistem hokum internasional
  • 7. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan pancasila dan UUD 1945
  • 8. Mengaalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan Internasional, regional dan kerjasama Global lainnya
  • 9. Menganalisis sistem hokum internasional, timbulnya konflik internasional, dan mahkamah internasional.

Dari Standar Isi dan Standar Kompetensi tersebut diatas, penulis memilih butir ketiga yaitu meganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun di luar negeri, sebagai landasan judul penelitian tindakan kelas ini.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Anak cenderug tidak begitu tertarik dengan pelajaran PKn karena selama ini pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar PKn siswa di sekolah.

Banyak faktor yang menyebabkan hasil belajar PKn siswa rendah yaitu faktor internal dan eksternal dari siswa. Faktor internal antara lain: motivasi belajar, intelegensi, kebiasan dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang terdapat di luar siswa, seperti; guru sebagai Pembina kegiatan belajar, startegi pembelajaran, sarana dan prasarana, kurikulum dan lingkungan.

Dari masalah-masalah yang dikemukakan diatas, perlu dicari strategi baru dalam pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran yang mengutamakan penguasaan kompetensi harus berpusat pada siswa (Focus on Learners), memberika pembelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual dalam kehidupan nyata (provide relevant and contextualized subject matter) dan mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa.

Disinilah guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi, baik dalam ranah kognitif, ranah afektif maupun psikomotorik siswa. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan peciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn. Dalam hal ini penulis memilih model “pembelajaran berbasis masalah (PROBLEM BASED LEARNING) dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn.

Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu proses belajar mengajar didalam kelas dimana siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul, setelah itu tugas guru adalah merangsang untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas guru mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan persfektif yang berbeda diantara mereka.

Menurut E. Mulyana Pembelajaran aktif dengan menciptakan suatu kondisi dimana siswa dapat berperan aktif, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator. [1]  Pembelajaran harus dibuat dalam suatu kondisi yang menyenangkan sehingga siswa akan terus termotivasi dari awal sampai akhir kegiatan belajar mengajar (KBM). Dalam hal ini pembelajaran dengan Problem Based Learning sebagai salah satu bagian dari pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru disekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn.

Berdasarkan uraian diatas maka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, dirancang untuk mengkaji penerapan pembelajaran model “Problem Based Learning” dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn

  • B. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

  • 1. Apakah pembelajaran model Problen Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam masalah PKn?
  • 2. Bagaimana penerapan pembelaran model Problem Based Learning di kelas dalam mata pelajaran PKn?
  • 3. Sejauh manakah pendekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
  • C. PEMECAHAN MASALAH

PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral, banyak memuat materi sosial. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission, saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education), yakni aspek akademis, aspek kurikuler dan aspek sosial budaya.

 Secara akademis PKn dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2].

Implementasiya sangat dibutuhkan guru yang profesional, guru yang profesional dituntut menguasai sejumlah kemampuan dan keterampilan, antara lain :

  • 1. Kemampuan menguasai bahan ajar
  • 2. Kemampuan dalam mengelola kelas
  • 3. Kemampuan dalam menggunakan metode, media dan sumber belajar
  • 4. Kemampuan untuk melakukan penilaian baik proses maupun hasil

Selanjutnya UNESCO dalam Soedijarto (2004 : 10-18) mencanangkan empat pilar belajar dalam pembelajaran (termasuk model Problem Based Learning) :

  • 1. Learning to Know ( penguasaan ways of knowing or mode of inquire)
  • 2. Learning to do ( controlling, monitoring, maintening, designing, organizing)
  • 3. Learning to live together
  • 4. Learning to be [3]

Berdasarkan uraian analisis permasalahan diatas, pendekatan model Problem Based Learning apabila diterapkan di kelas akan dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn.

  • D. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan Penelititan Tindakan Kelas ini adalah meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn khususnya kelas X Ak pada SMKN 3 Jakarta, sehingga pembelajaran PKn menjadi lebih menyenangkan dan menimbulkan kreatifitas.

  • E. MANFAAT HASIL PENELITIAN

Secara teoritis dan praktis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :

  • 1. Memperbaiki proses belajar mengajar dalam pelajaran PKn di Sekolah Menengah Kejuruan.
  • 2. Mengembangkan kualitas guru dalam mengajarkan pedidikan kewarganegaraan di Sekolah Menengah Kejuruan.
  • 3. Memberikan alterntif kegiatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan
  • 4. Menciptakan rasa senang belajar Pendidikan Kewarganegaraan selama pelajaran berlangsung dengan adanya “The Involvement of Participaton melalui Problem Based Learning.”

BAB II

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

•A.   KAJIAN TEORI

  • 1. Hakekat Pembelajaran PKn
  • a. Pengertian belajar

Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan ( reinforcement), sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience), demikian pendapat John Dewey, salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach.

Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif, megarah kepada kesmpurnaan, misalnya dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, baik mencakup aspek pengetahuan (cognitive domain), aspek afektif (afektive domain) maupun aspek psikomotorik (psychomotoric domain). Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan[4]

Ada empat pilar belajar yang dikemukakan oleh UNESCO, yaitu :

  • 1. Learning to Know, yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tekhnik menemukan pengetahuan dan bukan semata-mata hanya memperoleh pengetahuan.
  • 2. Learning to do adalah pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan Controlling, Monitoring, Maintening, Designing, Organizing. Belajar dengan melakukan sesuatu dalam potensi yang kongkret tidak hanya terbatas pada kemampuan mekanistis, melainkan juga meliputi kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dengan orang lain serta mengelola dan mengatasi koflik
  • 3. Learning to live together adalah membekali kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi, saling pengertia dan tanpa prasangka.
  • 4. Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran yang untuk mencapai tingkatan ini diperlukan dukungan keberhasilan dari pilar pertama, kedua dan ketiga. Tiga pilar tersebut ditujukan bagi lahirnya siswa yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahua yang mampu memecahkan masalah, bekerjasama, bertenggang rasa, dan toleransi terhadap perbedaan. Bila ketiganya behasil dengan memuaskan akan menumbuhkan percaya diri pada siswa sehingga menjadi manusia yang mampu mengenal dirinya, berkepribadian mantap dan mandiri, memiliki kemantapan emosional dan intelektual, yang dapat mengendalikan dirinya dengan konsisten, yang disebut emotional intelegence (kecerdasan emosi).
  • 5.
  • b. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan, watak dan karakter warganegara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelajaran PKn dalam rangka “nation and character building” :

Pertama : PKn merupakan bidang kajian kewarganegaraan yang ditopang berbagai disiplin ilmu yang releven, yaitu: ilmu politik, hukum, sosiologi, antropologi, psokoliogi dan disiplin ilmu lainnya yang digunakan sebagai landasan untuk melakukan kajian-kajian terhadap proses pengembangan konsep, nilai dan perilaku demokrasi warganegara.

Kedua : PKn mengembangkan daya nalar (state of mind) bagi para peserta didik. Pengembangan karakter bangsa merupakan proses pengembangan warganegara yang cerdas dan berdaya nalar tinggi. PKn memusatkan perhatiannya pada pengembangan kecerdasan warga negara (civic intelegence) sebagai landasan pengembangan nilai dan perilaku demokrasi.

Ketiga : PKn sebagai suatu proses pencerdasan, maka pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah yang lebih inspiratif dan partisipatif dengan menekankan pelatihan penggunaan logika dan pealaran. Untuk menfasilitasi pembelajaran PKn yang efektif dikembangkan bahan pembelajaran yang interaktif yang dikemas dalam berbagai paket seperti bahan belajar tercetak, terekam, tersiar, elektronik, dan bahan belajar yang digali dari ligkungan masyarakat sebagai pengalaman langsung (hand of experience).

Keempat: kelas PKn sebagai laboratorium demokrasi. Melalui PKn, pemahaman sikap dan perilaku demokratis dikembangkan bukan semata-mata melalui ‘mengajar demokrasi” (teaching democracy), tetapi melalui model pembelajaran yang secara langsung menerapkan cara hidup secara demokrasi (doing democracy). Penilaian bukan semata-mata dimaksudkan sebagai alat kedali mutu tetapi juga sebagai alat untuk memberikan bantuan belajar bagi siswa sehingga lebih dapat berhasil dimasa depan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh termasuk portofolio siswa dan evaluasi diri yang lebih berbasis kelas.

  • B. KERANGKA BERPIKIR
  • 1. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui model Problem Based Learning

Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas, bertanggung jawab bagi diri sendir, masyarakat, bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia, keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif, subsumatif dan sumatif), unjuk kerja (performance), penugasan (Proyek), hasil kerja (produk), portofolio, sikap serta penilaian diri.

Untuk meningkatkan hasil belajar PKn, dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar, guru mengutamakan proses daripada hasil. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi, cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran, pendengaran, penglihatan, dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based Learning. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai, siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul, serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Setelah itu, tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka.

Dari uraian diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa dibandingkan dengan pendekatan tradisional (metode ceramah).

  • 2. Pendekatan dan penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran PKn

Pembelajaran model Problem Based Learning berlangung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, menemukan dan mendiskusikan masalah serta mencari pemecahan masalah, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Siswa megerti apa makna belajar, apa manfaatya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Siswa terbiasa memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang bergua bagi dirinya dan bergumul dengan ide-ide.

Dalam pembelajaran model Problem Based Learning tugas guru mengatur strategi belajar, membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pngetahuan baru, dan memfasilitasi belajar. Anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya.

Dari pembahasan diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar efektif dan kreatif, diaman siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya, menemukan pengetahuan dan keterampilannya sendiri melalui proses bertanya, kerja kelompok, belajar dari model yang sebenarnya, bisa merefleksikan apa yang diperolehnya antara harapan dengan kenyataan sehingga peningkatan hasil belajar yang didapat bkan hanya sekedar hasil menghapal materi belaka, tetapi lebih pada kegiatan nyata (pemecahan kasus-kasus) yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran (diskusi kelompok dan diskusi kelas)

  • C. HIPOTESIS TINDAKAN

Dengan demikian dapat diduga bahwa:

  • 1. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa kelas X Ak SMKN 3 Jakarta
  • 2. Pedekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran efektif, aktif dan kreatif.

BAB III

Pelaksanaan Penelitian

A. Perencanan Penelitian

    

  • 1. Desain penelitian

Penelitian ini merupakan pengembangan metode dan strategi pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research) yaitu suatu penelitian yang dikembangkan bersama sama untuk peneliti dan decision maker tentang variable yang dimanipulasikan dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan.

Alat pengumpul data yang dipakai dalam penelitian ini antara lain : catatan guru, catatan siswa, rekaman tape recorder, wawancara, angket dan berbagai dokumen yang terkait dengan siswa.

Prosedur penelitian terdiri dari  4 tahap, yakni  perencanaan, melakukan tindakan, observasi,dan evaluasi. Refleksi dalam tahap siklus dan akan berulang kembali pada siklus-siklus berikutnya.

Aspek yang diamati dalam setiap siklusnya adalah kegiatan atau aktifitas siswa saat mata pelajaran PKn dengan pendekatan Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) untuk melihat perubahan tingkah laku siswa, untuk mengetahui tingkat kemajuan belajarnya yang akan berpengaruh terhadap hasil belajar dengan alat pengumpul data yang sudah disebutkan diatas.

Data yang diambil adalah data kuantitatif dari hasil tes, presensi, nilai tugas seta data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa, antusias siswa, partisipasi dan kerjasama dalam diskusi, kemampuan atau keberanian siswa dalam melaporkan hasil.

Instrument yang dipakai berbentuk : soal tes, observasi, catatan lapangan. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengukur indikator keberhasilan yang sudah dirumuskan.

  • 2. Tempat

            Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Jakarta pada siswa kelas I AK, dengan jumlah siswa 37 orang, yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 34 orang perempuan. Penelitian dilaksanakan pada saat mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan berlangsung dengan pokok bahasan “Peran Serta dalam Penghormatan dan Penegakan HAM”.

  • 3. Waktu Penelitian

Penelitian direncanakan selama 4 (empat) bulan dimulai pada pertengahan bulan Agustus sampai dengan pertengahan bulan Desember 2007.

  • 4. Prosedur Penelitian

Siklus I

  • A. Perencanaan
  • Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah.
  • Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar.
  • Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  • Memilih bahan pelajaran yang sesuai
  • Menentukan scenario pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah. (PBL).
  • Mempersiapkan sumber, bahan, dan alat Bantu yang dibutuhkan.
  • Menyusun lembar kerja siswa
  • Mengembangkan format evaluasi
  • Mengembangkan format observasi pembelajaran.
  • B. Tindakan
  • Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran.
  • Siswa membaca materi yang terdapat pada buku sumber.
  • Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang terdapat pada buku sumber.
  • Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang dipelajari.
  • Siswa berdiskusi membahas masalah (kasus) yang sudah dipersiapkan oleh guru.
  • Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusi.
  • Siswa mengerjakan lembar kerja siswa (LKS).
  • C. Pengamatan
  • Melakukan observasi dengan memakai format observasi yang sudah disiapkan yaitu dengan alat perekam, catatan anekdot untuk mengumpulkan data.
  • Menlai hasil tindakan dengan menggunakan format lembar kerja siswa (LKS).
  • D. Refleksi
  • Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasai mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.
  • Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evalusi tentang scenario pembelajaran dan lembar kerja siswa.
  • Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan pada siklus berikutnya.

       Siklus II

  • A. Perencanaan
  • Identifikasi masalah yang muncul pada siklus I dan belum teratasi dan penetapan alternative pemecahan masalah.
  • Menentukan indikator pencapaian hasil belajar.
  • Pengembangan program tindakan II.
  • B. Tindakan

Pelaksanaan program tindakan II yang mengacu pada identifikasi masalah yang muncul pada siklus I, sesuai dengan alternative pemecahan maslah yang sudah ditentukan, antara lain melalui:

  • 1. Guru melakukan appersepsi
  • 2. Siswa yang diperkenalkan dengan materi yang akan dibahas dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.
  • 3. Siswa mengamati gambar-gambar / foto-foto yang sesuai dengan materi.
  • 4. Siswa bertanya jawab tentang gambar / foto.
  • 5. Siswa menceritakan unsure-usur Hak Asasi Manusia yang ada pada gambar.
  • 6. Siswa mengumpulkan bacaaan dari berbagai sumber, melakukan diskusi kelompok belajar, memahami materi dan menulis hasil diskusi untuk dilaporkan.
  • 7. Presentasi hasil diskusi.
  • 8. Siswa menyelesaikan tugas pada lembar kerja siswa.
  • C. Pengamatan (Observasi)
  • Melakukan observasi sesuai dengan format yang sudah disiapkan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.
  • Menilai hasil tindakan sesuai dengan format yang sudah dikembangkan.
  • D. Refleksi
  • Melakukan evaluasi terhadap tindakan pada siklus II berdasarkan data yang terkumpul.
  • Membahas hasil evaluasi tentang scenario pembelajaran pada siklus II.
  • Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai dengan hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus III
  • Evaluasi tindakan II

Indikator keberhasilan yang dicapai pada siklus ini diharapkan mengalami kemajuan minimal 10% dari siklus I.

          Siklus III (bila diperlukan).

Kriteria keberhasilan penelitian ini dari sisi proses dan hasil. Sisi proses yaitu dengan berhasilnya siswa memecahkan masalah melalui ” Pembelajaran berbasis masalah ” dengan mengadakan diskusi kelompok belajar, dimana para siswa dilatih untuk berani mengeluarkan pendapat dan / atau berbeda pendapat tentang masalah Hak Asasi Manusia, khususnya :

  • Hak Hidup (pasal 9 UU no 39/1999)
  • Hak Wanita (pasal 45 – 51 UU no 39/1999 )
  • Hak Anak (pasal 52 – 66 UU no 39/1999)
  • HAka Berkeluarga dan Melanjutkan Ketuunan ( pasal 10 UU no. 39/1999)
  • Hak Mengembangkan Diri (pasal 11 – 16 UU no 39/1999)
  • Hak Memperoleh Keadilam (pasal 17 – 19 UU no 39/1999)
  • Hak Atas Kebebasan Pribadi (pasal 20 – 27 UU no 39/1999)
  • Hak Atas Rasa Aman ( pasal 28 – 35 UU no 39/1999)
  • Hak Atas Kesejahteraan (pasal 36 – 42 UU no 39/1999)
  • Hak Turut Serta dalam Pemerintah (pasal 43 – 44 UU no 39/1999)

Belajar PKn serasa lebih menyenagkan, meningkatkan motivasi / minat siswa, kerjasama dan partisipasi siswa semakin meningkat.

Hal ini dapat diketahui melalui hasil pengamatan yang terekam dalam catatan anekdot dan jurnal harian, serta melalui wawancara tentang sikap siswa terhadap PKn. Bila 70% siswa telah berhasil , permasalahan kasus-kasus bentuk-bentuk HAM dari pasal 9 uu no 39 tahun 1999 s/d pasal 66 uu no 39 tahun 1999 melalui metode Problem Based Learning, maka tindakan tersebut diasumsikan sudah berhasil.

Kriteria hasil penelitian tentang penguasaan materi ” Masalah HAM ” dan aktivitas siswa ditetapkan sebagai berikut :

Table 1. Kriteria nilai penguasaan materi / kasus HAM (Hak Hidup, Hak Wanita, Hak Anak)

No

NIlai

Kriteria

1

< 5,9

Kurang

2

6,0 – 7,50

Sedang

3

7,51 – 8,99

Baik

4

9,00 – 10

Baik Sekali

Table 2. Kriteria aktivitas siswa yang relevan

No

NIlai

Kriteria

1

< 50

Kurang

2

60 – 69

Sedang

3

70 – 89

Baik

4

90 – 100

Baik Sekali

      

  

BAB IV

Hasil Penelitian dan Pembahasan

  • A. Hasil Penelitian

Pembelajaran PKn dikelas I SMK Negeri 3 Jakarta ini dilakukan dalam dua siklus.

Pada setiap siklus, data yang diambil adalah aktivitas dan nilai evalusi pada akhir siklus.

Hasil Observasi aktivitas siswa dari siklus ke siklus dapat dilihat pada table-tabel berikut ini :

Table 3. Data aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran.

No

Indikator

Ketercapaian

Siklus I

Siklus II

1 Keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat 52,75% 69,44%
2 Motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran ( meyelesaikan tugas mandiri atau tugas kelompok ) 63,82% 83,35%
3 Interaksi siswa dalam mengikuti diskusi kelompok 72,25% 88,32%
4 Hubungan siswa dengan guru selama kegiatan pembelajaran 75,00% 91,66%
5 Hubungan siswa dengan siswa lain selama pembelajaran  ( Dalam kerja kelompok) 77,65% 86,11%
6 Partisipasi siswa dalam pembelajaran  (memperhatikan), ikut melakukan kegiatan kelompok, selalu mengikuti petunjuk guru). 80,55% 94,45%
Rata -Rata 70,33% 85,55%

Berdasarkan tabel 3 diatas, terlihat bahwa aktivitas siswa yang relevan dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus1 yaitu sebesar 12,42%.

Selanjutnya  data aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran terlihat pada table 4.

Table 4. Data Aktivitas Siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran.

No

Indikator

Ketercapaian

Siklus I

Siklus II

1 Tidak memperhatikan penjelasan guru 27,75% 13,88%
2 Mengobrol dengan teman 19,44% 8,33%
3 Mengerjakan tugas lain 16,60% 5,50%
Rata – rata 21,26% 9,25%

Berdasarkan tabel 4 diatas terlihat bahwa aktivitas siswa yang kurang relevan dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 mengalami penurunan dibandingkan dengan siklus 1 yaitu sebesar 12,01%.

Data pemahaman Siswa tentang masalah HAM dan ketuntasan belajar dari siklus ke siklus dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut.

Tabel 5. Data Pemahaman Siswa tentang masalah HAM dan ketuntasan belajar siswa .

No

Aspek yang diamati

Ketercapaian

Siklus I

Siklus II

1 Nilai Rata-rata pemahaman HAM 7,01% 7,80%
2 Siswa yang telah tuntas 74,82% 89,96%
3 Siswa yang belum tuntas 16,52% 7,88%

Berdasarkan tabel 5 diatas, nilai rata-rata pemahaman siswa tentang masalah HAM mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2, begitu juga prosentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari siklus 1 ke siklus2 sebesar 15,14%.

  • B. Pembahasan

          Siklus pertama dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Siswa dibagi menjadi delapan kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4 – 5  orang. Setiap anggota kelompok  diberi lembaran kasus yang telah disediakan oleh guru. Tiap-tiap kelompok melakukan pembahasan  dengan mengacu kepada buku pegangan dan Undang-Undang no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta Undang Undang Dasar 1945 (yang telah diamandemen).

Hasil pengamatan guru menunjukan pada pembahasan siklus pertama dengan judul hak hidup (pro dan kontra masalah pengguguran kandungan/aborsi), terlihat para siswa sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan memberikan argumentasi.

Berdasarkan tabel 3 diatas terlihat keberanian siswa bertanya dan mengemukakan pendapat, rerata perolehan skor pada siklus pertama 52,75 % menjadi 69,44 %, mengalami kenaikan 16,69 %. Begitupun dalam indikator motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran pada siklus pertama rata-rata 63,82 % dan pada siklus kedus 83,35 % mengalami kenaikan 19,53 %. Dalam indikator interaksi siswa selama mengikuti diskusi kelompok pada siklus pertama 72,25 % dan pada siklus kedua 88,32 % mengalami kenaikan sebesar 16,07 %. Dalam indikator hubungan siswa dengan guru selama kegiatan pembelajaran, pada siklus pertama 75 % dan pada siklus kedua 91,66 % mengalami kenaikan sebesar 16,66 %. Dalam indikator hubungan siswa dengan siswa, pada siklus pertama 77,65 % sedangkan pada siklus kedua 86,11 % mengalami kenaikan sebesar 8,46 %. Dalam indikator partisipasi siswa dalam pembelajaraan terlihata pada siklkus pertama 80,55 %, sedangkan pada silklus kedua 94,45 % mengalam kenaikan sebesar 13,9 %.

Melalui model Problem Based Learning ini terlihat hubungan siswa dengan guru sangat signifikan karena guru tidak dianggap sosok yang menakutkan tetapi sebagai fasilitator dan mitra untuk berbagi pengalaman sesuai dengan konsep creatif learning yaitu melalui discovery dan invention serta creativity and diversity sangat menunjol dalam model pembelajaran ini. Dengan model problem based learning guru hanya mengarahkan strategi yang efektif dan efisien yaitu belajar bagaimana cara belajar ( learning how to learn). Dalam metode learning how to learn guru hanya sebagai guide (pemberi arah/petunjuk) untuk membantu siswa jika menemukan kesulitan dalam mempelajari dan menyelesaikan masalah. Melalui metode learning how to learn siswa dapat mengeksplorasi dan mengkaji setiap persoalan, setiap kasus Hak Asasi Manusia yang meliputi:

  • 1. Hak untuk hidup (membahas tentang pro dan kontra pengguguran kandungan/aborsi)
  • 2. Hak wanita (Hak perempuan) membahas tentang pro dan kontra perkawinan dibawah tangan ( nikah syiri)
  • 3. Hak anak (membahas tentang peluang anak yang cacat untuk memperoleh pendidikan serta untuk memperoleh perlakuan bahwa setiap orang baik yang normal maupun yang cacat dilindungi oleh hukum

Dalam model Problem Based Learning melalui diskusi kelompok guru dapat mengamati karakteristik atau gaya belajar masing-masing siswa. Ada kelompok siswa yang lebih suka membaca daripada dibacakan kasusnya oleh orang lain. Siswa yang lebih suka membacakan kasus dalam hal ini tergolong kepada siswa yang memiliki potensi atau modalitas visual (gaya belajar visual). Sedangkan siswa yang lebih suka berdialog, saling mngajukan argumentasi dengan cara mendengarkan siswa yang lain sewaktu menyampaikan pendapatnya baru kemudian menyampaikan pendapatnya tergolong kepada siswa yang memiliki potensi atau modalitas Auditorial (gaya belajar Auditorial). Dan siswa yang dengan lugas, lincah dan fleksibel, selain melihat, mendengar uraian dari siswa yang lain, dia juga mengakomodir semua permasalahan, mampu membuktikan teori kedalam praktek,  mampu memecahkan masalah secara rasional, tergolong kepada kelompok belajar yang memiliki potensi atau modalitas Kinestetik (gaya belajar Kinestetik). Kelompok kinestetik ini tergolong kepada tipe belajar konvergen dimana siswa memiliki kekuartan otak kiri lebih dominan dan cenderung bertanya dengan menggunakan kata tanya “How” (bagaimana).

Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas diatas prosentasi ketercapaian pada siklus npertama mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus kedua, maka dapat disimpulkan bahwa temuan pada penelitian menjawab hipotesis yang dirumuskan pada bab II bahwa melalui model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah Hak Asasi Manusia dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa SMK Negeri 3 Jakarta.

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

  • A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV diatas, ada beberapa temuan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu:

  • 1. Skor rerata aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus pertama sampai siklus kedua. Pada siklus pertama keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat meningkat dari 70.33 % menjadi 85,55 % mengalami kenaikan sebesar 15,22 %
  • 2. Skor rerata aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran mengalami penurunan dari siklus pertama sampai siklus kedua. Pada siklus pertama rerata skor aktivitas siswa yang tidak relevan sebesar 21,26 %, sedangkan pada siklus kedua sebesar 9,25 % mengalami penurunan sebesar 12,01 %
  • 3. Skor rerata pemahaman siswa tentang masalah Hak Asasi Manusia, pada siklus pertama sebesar 7,01 % dan pada siklus kedua pada siklus kedua 7,80 %, tergolong baik demikian juga tentang penuntasan belajar pada siklus pertama 74,82 % dan pada siklus kedua menjadi 89,96 %

 Berdasarkan temuan hasil penelitian ini dapat dismpulkan bahwa model Problem Based Learning  dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah Hak Asasi Manusia dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa SMK Negeri 3 Jakarta.

  • B. Saran

Berdasarkan temuan-temuan diatas, dapat diasarankan agar:

  • 1. Pembelajaran pengetahuan IPS pada umunya dan Pendidikan Kewarganegaraan pada khususnya dapat menggunkan mdel Problem Based Learning sebagai salah satu alternatif dalam proses penyampaian pembelajaran di Sekolah.
  • 2. melalui pembelajaran model Problem Based Learning, gurur dapat dengan mudah merespon potensi atau modalitas siswa daoam setiap kelompok belajar, apakah tergolong kepada kelompok Visual, atau kelompok Auditorial atau kelompok Kinestetik. Dengan demikian seorang guru yang profesional dapat elbih efektif dapat melakuakn kegiatan proses belajar mengajar, serta dengan mudah dapat merespon perbedaan0perbedaan potensi yang dimiliki peserta didiknya
  • 3. Bersyukurlah kita senantiasa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berbanggalah kita menjadi seorang guru yang dilibatkan (diikut-sertakan) dalam kegiatan penelitian kegiatan kelas tahun 2007 ini. Berbuat lebih baik lagi, agar kita dapat menuntut yang lebih baik. Bekerjalah hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dan besok harus lebih baik daripada hari ini. Dengan demikian, maka kita termasuk orang-orang yang sukses.

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdullah, H. Rozali, dan Syamsir, 2002, Perkembangan Hak Asasi Manusia dan Keberadaan Peradilan Hak Asasi Manusia di Indonesia, Jakarta, PT. Ghalia Indonesia

Affan Gaffar, 2002, Politik Indonesia, Transisi menuju Demokrasi, Jogjakarta, Pustaka Pelajar

Alfian, 1980, Politik, Kebudayaan dan Manusia Indonesia, Jakarta, LP3ES

Anonim, 1993, Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 50 tahun 1993 tentang Kominsi Nasional Hak Asasi Manusia

             , 2006, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Jakarta

Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Bina Aksara

Asshiddiqie, Jimly, 2005, Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan dalam UUD 1945, Jogjakarta, FHUII Press

BP7 Pusat, 1995, UUD 1945, P4, GBHN, Bahan Penataran P4, Jakarta, BP7 Pusat

Budimansyah, Dasim, 2002, Model Pembelajaran dan Penelian Portofolio, Bandung, PT. Genesindo

Budiardjo, Prof. Miriam, 1995, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta, Gramedia

Depdiknas, 2006, Standar Kompetensi Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan tahun 2006, Jakarta, Depdiknas

Gabriel A. Almond dan Sidney Verba, 1984, Budaya Politik, Jakarta, Bina Aksara

Kaelan, MS, 2004, Pendidikan Pancasila, Jogjakarta, Edisi reformasi, penerbit Paradigma

Lemhanas, 2001, Pendidikan Kewarganegaraan., Jakarta, Gramedia Pustaka Umum

Magnis-Suseno, Franz, 200, Etika Politik, Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern, Jakarta, Gramedia

Malian, Sobirin dan Marzuki Suparman, 2003, Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia, Jogjakarta, UII Press

Republik Indonesia, Undang-undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Tilaar, HAR, et, al, Dimensi-Dimensi Hak Asasi Manusia dalam Kurikulum Persekolahan Indonesia, Bandung, PT. Alumni

 Lampiran 1

PEDOMAN OBSERVASI

  • A. Data Aktivitas Siswa yang Relevan dengan Pembelajaran
No. Indikator Ketercapaian
Ya Tidak
1. Keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat
2. Motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran (menyelesaikan tugas mandiri dan aktif mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru)
3. Interaksi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran  kelompok
4. Hubungan siswa dengan guru selama pembelajaran
5. Hubungan siswa dengan siswa lain selama pembelajaran ( dalam kerja kelompok
6. Partisipasi siswa dalam pembelajaran (melihat, ikut melakukan kegiatan kelompok, selalu mengikuti petunjuk guru)
  • B. Data Aktivitas Siswa yang Kurang Relevan dengan Pembelajaran
No. Indikator Ketercapaian
Ya Tidak
1. Tidak memperhatikan penjelasan guru
2. Mengobrol dengan teman
3. Mengerjakan tugas lain

FORMAT PENILAIAN KELOMPOK

No.

Nama.

Keberanian

Kerjasama

Penguasaan Materi

Ketepatan Jawaban

 

 

5

7

9

5

7

9

5

7

9

5

7

9

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

18

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

23

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

24

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

26

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

27

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

28

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

29

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

31

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

32

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

33

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

34

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

35

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

36

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

37

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama  :

Kelas   :

Lampiran 2LEMBARAN KASUS 1

HAK UNTUK HIDUP

Martina seorang gadis berusia 19 tahun berpacaran dengan pria bernama Anton berusia 25 tahun. Mereka sudah berhubungan lebih kurang 1 tahun, sehingga dalam hubungan mereka yang begitu akrab mereka melakukan hubungan suami istri yang mengakibatkan Martina hamil. Pacarnya Anton tidak menghendaki kehamilan tersebut karena Anton belum punya pekerjaan tetap dan belum siap untuk menikah. Saat itu Anton menyuruh Martina menggugurkan kandungannya.

Pertanyaan untuk didiskusikan:

  • 1. Apakah sikap Anton melanggar Hak Asasi Manusia
  • 2. Bagaiman tindakan Martina seharusnya?
  • 3. Dalam hal keadaan bagaimana seorang dokter dapat melayani pengguguran kandungan?
  • 4. Kemukakan dampak negatif dari perbuatan Aborsi bagi seorang wanita!
Nilai :                                   Paraf Guru:

 

Nama  :

Kelas   :

LEMBARAN KASUS 2HAK WANITA

Banyaknya kasus pernikahan dibawah tangan karena rendahnya sanksi hukum di Jakarta, ternyata banyak para suami yuang memiliki istri lebuih dari satu dengan cara dnikah di bawah tangan. Menurut ketua Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jakarta, Ismail, maraknya perkawinan dibawah tangan karena dalam undang undang perkawinan tersebut tidak ada sanksi hukum yang cukup berat. Menurut Ismail, secara keagamaan, pernikahan yang dilakukan di bawah tangan itu tetap syah. Hanya saja secara hukum normatif, kegiatan perkawinan itu tidak tercatat. Dampaknya istri maupun anak-anak dari hasil perkawinan dibawah tangan itu tidak memiliki hak kepedataan misalnya, hak waris atau hak memperoleh nafkah. (Sumber: Republika 28 Mei 2004)

Pertanyaan:

  • 1. Bagaimana pendapat anda menganai praktek pernikahan di bawah tangan?
  • 2. jika anda seorang perepuan, apakah anda setuju dengan praktek pernikahan di bawah tangan?
  • 3. Bagaimana perlindungan Hak-hak istri serta anak dari hasil pernikahan di bawah tangan?
  • 4. Pendapat apa yang dapat anda berikan untuk melindungi istri dan anak-anak dari hasil pernikahan di bawah tangan?
Nilai :                                   Paraf Guru:

 
Lampiran 3

DATA HASIL PENELITIAN

Data Aktivitas Siswa yang Relevan dengan Pembelajaran

No.

Indikator

Jumlah Siswa

Prosentase

Siklus 1

Siklus 2

Siklus 1

Siklus 2

1. Keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat

19

28

52,77

69,44

2. Motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran (menyelesaikan tugas mandiri dan aktif mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru)

23

30

63,88

83,33

3. Interaksi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran  kelompok

26

32

72,22

88,32

4. Hubungan siswa dengan guru selama pembelajaran

27

33

75,00

91,66

5. Hubungan siswa dengan siswa lain selama pembelajaran (dalam kerja kelompok)

28

32

77,65

86,11

6. Partisipasi siswa dalam pembelajaran (melihat, ikut melakukan kegiatan kelompok, selalu mengikuti petunjuk guru)

29

34

80,55

94,55

Rerata

25,33

31,00

70,34

85,55

Data Aktivitas Siswa yang Kurang Relevan dengan Pembelajaran

 

No.

Indikator

Jumlah Siswa

Prosentase

Siklus 1

Siklus 2

Siklus 1

Siklus 2

1. Tidak memperhatikan penjelasan guru

10

5

27,75

13,88

2. Mengobrol dengan teman

7

3

19,44

8,33

3. Mengerjakan tugas lain

6

2

16,60

5,50

Rerata

7,66

3,33

21,26

9,23

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEROLEHAN SKOR HASIL BELAJAR SISWA

TENTANG HAK ASASI MANUSIA

No.

Nama

Nilai Siklus 1

Nilai Siklus 2

1

Abdurrahman Saleh

8,00

8,50

2

Agung Novianto

8,00

8,25

3

Agustia Ardila

7,50

8,00

4

Allisa Septia Indriani

5,25

6,.50

5

Aprilia Rulis

8,50

8,50

6

Dessy Lestari

4,75

6,00

7

Dini Tri Rulita Sari

9,00

9,50

8

Eka Novita Sari

5,50

7,00

9

Elysa Andelany A

6,75

7,50

10

Erliawati Suci

9,75

9,75

11

Evany Rodhiyah

7,75

8,75

12

Fina Nurfitriana

6,25

7,00

13

Fitria Aprilliani

6,00

7,00

14

Fitria Nurtiani

9,75

9,75

15

Ika Ayu Puji Lestari

9,00

9,00

16

Kuni Julita Sari

6,50

7,50

17

Mentari

4,75

6,00

18

Nungki Saraswati

4,75

6,00

19

Okti Marina

8,00

8,50

20

Putri Dina Sulistiyani

8,00

9,00

21

Resti Pratiwi

8,25

8,50

22

Ris Triadi

-

-

23

Septiasih

9,00

9,00

24

Siti Lutfiah

7,50

8,00

25

Sri Wahyuni

4,00

6,00

26

Syadat Faillah Syaifatul

8,00

8,50

27

Syawallyyah Handayani

4,00

6,00

28

Tia Ashari

5,25

6,75

29

Tria Oktarianti

8,75

9,00

30

Ulfah Nurillah

6,00

7,50

31

Umanti

7,75

8,00

32

Wenny Wulandari

6,00

7,00

33

Wike Widowati

7,25

7,75

34

Wina Waskilah Dewi

9,00

9,00

35

Wisika

5,50

6,50

36

Wulandari

6,50

7,50

37

Yuli Yana Wulansari

6,00

7,25

Rerata

7,01

7,80

Diketahui oleh:

Kepala SMK Negeri 3 Jakarta

 

 

 

Drs. Dedi Dwitagama, MM, Msi.

NIP. 131765462

Jakarta, November 2007

Peneliti

 

 

 

Drs. Aston L. Toruan SH.

NIP. 130523414

Lampiran 4

TIPE GAYA BELAJAR ANDA

PETUNJUK PENGISIAN

  • 1. Baca pernyataan/pertanyaan, pilih jawaban yang paling cocok dan paling natural pada anda!
  • 2. Pertanyaan yang mungkin perlu anda perhatikan adalah, “Manakah yang paling cocok dengan diri saya saat ini?”
  • 3. Anda boleh memilih dua atau bahkan semua pilihan jawaban yang tersedia dengan catatan demikianlah adanya diri anda !
  • 4. Tulis jawaban anda di lembar soal yang telah disediakan
  • 5. Apabila anda tidak menjawab dengan akurat maka hasil tes ini tidak akan menggambarkan diri anda yang sesungguhnya.

SELAMAT MENGERJAKAN

  • 1. Jika anda bertemu dengan teman baru, apa yang biasanya anda perhatikan pertama kali?
  • a. penampilan dan cara berpakaiannya
  • b. cara berbicara saat mengucapkan kata-kata atau suaranya
  • c. cara mereka bertingkah laku atau berperilaku
  • 2. beberapa hari setelah anda bertemu dengan orang baru, apa yang biasanya paling anda ingat dari orang tersebut?
  • a. wajah
  • b. nama
  • c. sesuatu yang anda lakukan bersamanya meski lupa nama dan wajahnya
  • 3. saat anda memasuki ruangan yang baru apa yang paling anda perhatikan
  • a. keadaan ruangan
  • b. suara ataupun diskusi yang berlangsung di ruangan tersebut
  • c. aktifitas yang sedang berjalan yang dilakukan diruangan tersebut
  • 4. Jika anda mempelajari sesuatu yang baru, cara mana yang paling anda sukai?
  • a. diberui bahan untuk dibaca dan ditunjukkan buku-buku, gambar, grafik, peta, bagan atau objek
  • b. diberikan penjelasan melalui diskusi dan kesempatan bertanya, tetapi tidak diberikan sesuatu untuk dilihat, dibaca, ditulis atau dikerjakan
  • c. diberikan kesempatan untuk mengerjakan sebuah projek, simulasi, percobaan, permainan, eksplorasi dan penemuan-penemuan yang memungkinkan anda bergerak bebas dalam belajar
  • 5. Saat anda harus mengajar orang lain, manakah yang akan anda lakukan?
  • a. memberikan sesuatu kepada mereka untuk dihormati seperti suatu objek, gambar atau bagan
  • b. anda akan menjelaskan dengan berbicara, tetapi tidak memberikan materi visual apapun
  • c. anda mendemonstrasikan dan mengajak mereka melakukan secara bersama-sama
  • 6. Jenis buku apa yang paling anda suka?
  • a. buku yang berisi penjelasan untuk membantu memahami situasi
  • b. buku yang berisi informasi faktual, sejarah atau dialog-dialog
  • c. buku saku yang berisi tips olahraga, hobi, atau cara mengembangkan bakat
  • 7. Jenis aktivitas apa yang akan anda lakukan dalam waktu senggang anda?
  • a. membaca buku atau majalah
  • b. mendengarkan pelajaran lewat kaset atau radio
  • c. berolahraga atau melakukan permainan yang membutuhkan gerakan tubuh
  • 8. Berikut ini situasi mana yang anda anggap paling enak untuk membaca atau mempelajari sesuatu
  • a. anda tetap bisa belajar dengan diiringi musik atau suara-suara bising disekelling anda
  • b. anda tidak akan bisa belajar bila ada musik atau kebisingan di sekeliling anda
  • c. anda harus merasa nyaman, tetap bisa belajar baik dengan atau tanpa musik tapi aktivitas dan kegiatan yang berlagsung di ruangan bisa mempengaruhi proses belajar anda
  • 9. Saat anda berbicara dengan seseorang kemanakah arah pandangan mata anda?
  • a. anda merasa harus melihat tepat diwajah orang yang anda ajak berbicara dan iapun harus melihat wajah anda
  • b. anda memandangnya hanya sekilas saja dan kemudian mata anda melihat dari satu sisi ke sisi yang lain, ke kanan atau kekiri
  • c. anda sering memandangnya dan melihat ke bawah atau ke arah lain, tetapi jika ada suatu gerakan maka anda akan mengalihkan pandangan ke arah gerakan tersebut
  • 10. Pernyataan manakah yang paling pas menggambarkan diri anda
  • a. anda senang mengamati warna, bentuk, dan desain
  • b. anda tidak biasa tinggal diam dan jika sekeliling anda begitu sunyi maka anda akan bersenandung atau menghidupkan tv agar diruangan tersebut selalu ada suara
  • c. Anda merasa kesulitan bila harus duduk berlama-lama dan harus banyak bergerak dan bila anda harus duduk anda akan membungkuk, bergeser-geser, atau sering menggerak-gerakkan kaki

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 5

RENCANA PEMBELAJARAN

Nama Sekolah             : SMK Negeri 3 Jakarta

Mata Pelajaran            : Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas                                      : I (satu) SMK

Semester                      : 1 (satu)

Waktu                            : 2 X 45 menit (1 x pertemuan)

Kompetensi Dasar                : Kemampuan Menganalisis Penegakan HAM dan Implikasinya

  • I. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat menganalisis pengertian HAM, macam-macam HAM dan perkembangan Hak Asasi Manusia

  • II. Materi Ajar

Penegakan Hak Asasi Manusia dan Implikasinya:

  • 1. Pengertian Hak Asasi Manusia
  • 2. Macam-macam Hak Asasi Manusia
  • 3. Perkembangan Hak Asasi Manusia dalam piagam Hak Asasi Manusia
  • III. Media/Metode Pembelajaran
  • 1. Kliping tentang Hak Asasi Manusia
  • 2. Kasus yang berhubungan dengan Hak Asasi Manusia
  • 3. Lembar pengamatan/skala sikap
  • 4. Kertas
  • 5. Alat tulis
  • IV. Langkah-Langkah Pembelajaran

Langkah Pembelajaran 1 (Apersepsi):

  • Melakukan tanya jawab dengan siswa tentang Hak Asasi Manusia
  • Menunjukkan gambar-gambar tokoh-tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia

Kegiatan Inti:

  • Membagi siswa dalam kelompok belajar, masing-masing kelompok belajar terdiri dari 4 – 5 orang :
  • a. siswa 1 membahas hak untuk hidup
  • b. siswa 2 membahas hak wanita
  • c. siswa 3 membahas hak anak
  • d. siswa 4 membahas hak turut serta dalam pemerintah
  • e. siswa 5 membahas hak memperoleh keadilan
  • Siswa-siswa dengan nomor yang sama membentuk kelompok baru membahas hak asasi sesuai tugas pada nomornya
  • Memastikan semua siswa memiliki catatan hasil diskusi tersebut, sehingga dalam waktu yang bersamaan semua siswa akan mendapat jawaban dari kelima kasus
  • Salah satu siswa melaporkan hasilnya didepan kelas dan yang lainnya menyimak laporan tersebut
  • Guru memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap laporan dan jawaban siswa

Kegiatan Akhir:

Penilaian

Data kemajuan belajar siwa diperoleh dari:

  • 1. Partisipasi siswa dalam kerja kelompok
  • 2. Lembar kerja pengumpulan daftar kerja kelompk
  • 3. Cara siswa menyampaikan usul deskriptif secara lisan
  • 4. Hasil laporan siswa terhadap kasus yang dibahas
  • 5. Lembar pengamatan/skala sikap
  • 6. Sikap dan perilaku selama kerja kelompok

Catatan:

Dilakukan refleksi diakhir pembelajaran:

  • 1. Bertanya kepada siswa apakah senang dengan kegiatan belajar yang baru saja diikuti?
  • 2. Apakah melalui kegiatan belajar demikian anda lebih memahami Hak Asasi Manusia?

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri 3 Jakarta

 

 

 

Drs. Dedi Dwitagama, MM, MSi.

NIP. 131765462

Jakarta, November 2007

Guru Yang Bersangkutan

 

 

 

Drs. Aston L. Toruan SH

NIP. 130523414

 

 

Lampiran 6

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PERSONALIA PENELITIAN

  • Nama Lengkap dan Gelar : Drs. Aston L. Toruan SH
  • Pangkat/Golongan : Pembina/IV/A
  • NIP : 130523414
  • Jabatan Fungsional : Guru
  • Bidang Keahlian : Pendidikan Kewarganegaraan
  • Tempat Kerja : SMK Negeri 3 Jakarta
  • Agama : Kristen
  • Umur : 56 tahun
  • Alamat Rumah : Jl. Bambu Wulung Rt. 003/05

  No.14 Bambu Apus Cipayung

  Jakarta Timur

  • Riwayat Pendidikan :

1. SMA Negeri Siborong-borong                           Lulus tahun 1969

2. IKIP Negeri Jakarta (S1)                                    Lulus tahun 1978

3. Fakultas Hukum Universitas Indonesia (S1)   Lulus tahun 1987

  • Penelitian yang dilakukan : -
  • Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan : -

Jakarta, November 2007

 

 

 

Drs. Aston L. Toruan SH

 

Lampiran 7

FOTO-FOTO KEGIATAN PEMBELAJARAN

 

Guru Sedang Menjelaskan pengertian Hak Asasi Manusia dengan metode Problem Based Learning

 

 

 

 

 

 

Murid-murid sedang memperoleh penjelasan dari guru tentang masalah HAM dan model pembelajaran Problem Based Learning

 

Siswa-siswi sedang sibuk mendiskusikan materi dibawah bimbingan guru

Guru menjelaskan dan mengarahkan pemecahan masalah.

Para siswa sedang mendiskuskan materi/kasus dengan metode Problem Based Learning

Para siswa sedang mendiskuskan materi/kasus dengan metode Problem Based Learning

Kelompok diskusi sedang menyampaikan kesimpulan dari hasil kerja kelompok mereka dengan bimbingan guru

Guru sedang menulis pokok-pokok masalah HAM sesuai UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (gambar atas),

Guru sedang memberikan pertanyaan kepada salah seorang siswa tentang masalah Hak Asasi Manusia (gambar bawah)

 

 

Kelompok diskusi sedang menyampaikan kesimpulan dari hasil kerja kelompok mereka dengan bimbingan guru

Para siswa melalui kelompok belajar (diskusi kelompok) mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas dibawah bimbingan dan arahan guru


[1] E. Mulyana, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteistik dan implementasi ( Bandung, Remaja Rosda Karya, 2003) Halaman 45

[2] NADIROH, Profesionalisme Guru PKn sebagai esensi dari Social Studies, dalam JURNAL DIAMIKA PENDIDIKAN ( Jurnal Pasca Sarjana UNJ) Volume 1, No.1, Sept. 2007, p. 1-2

[3] NADIROH, Loccit

[4] Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Jakarta, Bina Aksara, 1998, h. 2

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

134 thoughts on “Laporan Penelitian Tindakan Kelas – PKn

  1. Salut buat Pak Aston….Barvo !

    Akan segera disampaikan, trm ksh … salam juga buat pengganti Ibu Win …

  2. kalau boleh saya di hibahkan contoh PTK yang sudah jadi dari proposal sampai laporan…..Tq

    Saya akan usahakan Boss !!! :D

  3. Asw. Kalau boleh saya minta dpostingkan contoh PTK pelajaran TIK SMP.
    Trim’s.
    Was.

    Saya akan mengusahakan

  4. saya sedang mencari bahan tugas untuk kelas PKn. Sebagai test awal, tugasnya cukup jelas Apa Mengapa dan Bagaimana PKn? Tapi sayang tak dapat pun 1 artikel yang mendukung.
    Mohon bantuannya.
    Terimakasih!

    Mungkin Anda bisa kunjungi pustaka maya … atau pelajari KTSP … di lnk DOWNLOAD

  5. yes ok, yang penting pesenan dah q terima. thx.
    tolong aku punya teman perlu ptk ips/.

  6. HARAP HATI-HATI !!! Lihat di kolom kanan “Inspiring Me” anda menuliskan Allah SWT dibawah Agus Sampurno. Keterlaluan !!! Kalau ingin selamat dunia akherat, sebaiknya saran saya lebih baik tak usah bikin kolom Inspire Me. Tulis aja di kolom teratas : Dengan Nama Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

    Harap hati-hati! … jangan terlalu cepat berfikir negatif, :D tak bermaksud menempatkan secara keliru … cuma masalah alphabetis … karena hamba tak bisa bahasa html atau bahsa lain utk disain web … anyway, terima kasih telah berkunjung ke blog Saya … ini tak keterlaluan malah menyenangkan :D, … semoga amal ibadah Anda diterima Allah SWT

  7. Wow siip … contoh yang bagus.

  8. Asw. Kalau boleh saya ingin dipostingkan contoh PTK pelajaran PKN khusus pembahasan UUD 1945. terima ksih

  9. KALAU BOLEH TOLONG DIPOSTING PTK PKn UNTUK KELAS VI SD

  10. Postingan Bapak bagus dan bermanfaat sekali. Kalau boleh apakah saya bisa minta copy-an postingan PTK PKN. Jika iya saya mohon ke alamat email saya. Semoga bisa bermanfaat bagi semua. Terimakasih

  11. saya mahasiswa akta IV, postingan bapak tentang PTK sangat bermanfaat buat saya. Kalo bleh saya minta dipostingkan ke email saya, tentang PTK bidang studi PKn selain yang sudah dipostingkan Bapak. terimakasih

  12. ASS, pak bisa bantu contoh PTK untuk SMK, misal pelajaran instalasi sisten operasi berbasis GUI..
    semoga ada..

  13. makasi pak, ini dapat membantu saya dalam belajar mengajar PKN, kalo boleh ada contoh kasus lain? saat ini kami sedang membahas masyarakat madani dan organisasi internasional.
    thank you so much.

  14. apa itu trianggulasi pak?
    Thanx

  15. Tolong masukkan juga contoh PTK untuk Pendidikan Agama Islam

  16. Salam Kenal,

    Sebelumnya terimakasih banyak, dan saya juga mohon izin untuk menjadikan PTK Bapak sebagai reperensi PTK saya. PTK Bapak sangat-sangat membantu untuk mempelajari PBL, saya pribadi sangat tertarik mengetahui lebih dalam. selebihnya saya mohon bimbingan. trimaksih

  17. Salut, di tengah kesibukan Bapak masih sempat menyusun PTK. Mohon dapat dikirimkan PTK yang utuh melalui email ini.

  18. Bapak telah memberikan inspirasi bagi saya, namun saya mohon Bapak dapat meluangkan waktu untuk membantu saya dengan mengirimkan PTK yang utuh ke email saya

  19. Beruntunglah bapak ditengah kesibukan mengajar tapi masih sempat untuk menulis tindakan kelas, saya ingin sekali melakukan hal yang telah dilakukan bapak.mohon diberikan ptk yang lengkap kealamat email saya.
    terima kasih

  20. makasih atas dimuatnya HJasil penelitian tindajan ini kami di daerah ini sangat membutuhkan demi kemajuan pendidikan

  21. PTK yang dibuat bermanfaat ya at least untuk membakar sedikit keinginan para guru yang lain untuk lebih berkiat dalam dunia pendidikan. thx for inspiring me.

  22. Salam kenal semoga , tulisan ini sangat bermanfaat bagi saya. mudah2an dapat saya pergunakan dalam aktifitas saya baik sebagai mahasiswa maupun pendidik.terimaksih dan tulisan selanjutnya saya tunggu

  23. salam kenal pak
    saya minta tolong dibuatkan judul untuk ptk saya?
    dengan pokok bahasan
    peran serta dalam sistem politik di indonesia
    di tunggu balasannya ke email saya
    terima kasih….

  24. Apa dalam pembuatan PTK tidak usah menggunakan rumus2 seperti pembuatan skipsi

  25. Apa dalam pembuatan PTK tidak usah menggunakan rumus2 seperti pembuatan skipsi?

  26. Terimakasih, saya telah membaca dan menelaah Penelitian tindakan Kelas yang di buat oleh bapak. Mudah-mudahan Bapak bisa lebih bersemangat lagi untuk melakukan penelitian dan membuat laporan PTK tersebut. Namun apakah setiap PTK yang kita buat akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah, atau hanya sekedar memberikan motivasi/ semangat agar guru sekolah menengah kebawah bisa menjadi seorang peneliti?

  27. pak, saya sangat kagum dengan penelitian anda di atas, tetapi bisakah bapak membantu saya untuk mengirimkan penelitian tersebut ke E-mail saya? Karena saya sedang membutuhkannya untuk bahan acuan penelitian saya. Terima kasih.

  28. Berikut ini contoh Laporan Penelitian Tindakan Kelas dari berbagai Mata Pelajaran ( Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Bahasa Jawa, PKn, IPA Fisika, IPA Biologi, IPA Kimia, Matematika, IPS Sejarah, IPS Ekonomi, IPS Geografi, IPS Akuntansi, Pendidikan Jasmani/PENJAS, Seni Tari) dengan penerapan multi metode (CTL, Inquiri, Lesson Study, Learning Cycle, Jigsaw, STAD, TGT, NHT, Role Play, Permainan Ular Tangga, Permainan Dadu, Mind Mapping, Peta Konsep, Drill)

  29. Salam kenal &bravo buat Bapak.
    kita satu profesi dan bidang kita sam yaitu PKn.Kalau bisa saya mohon Bapak bisa posting LPTK yang Bpk buat ke
    alamat email saya atau ke website sekolah kami http.//www.sman2bekasi.com.
    Terimakasih

  30. LPTK anda sangat berguna bagi kami di Kalimantan Timur, sebagai reference pembuatan LPTK yang sekarang sedang ngetop dikalangan para guru dalam persiapan sertifikasi.

  31. tolong kirimkan PTK yang utuh ke email saya, ardi_kdg73@yahoo.co.id, trims

  32. pak saya minta tolong PTK – PKn kls v sd

  33. saya salut pada ptk yang bapak tayangkan,dan saya mohon pada bapak untuk menayangkan ptk lain terutama kelas XI terutama semester 2.Mohon bantuan bapak.dan saya ucapkan terima kasih.

  34. wah panjang

  35. OK’s bgt, boleh ga ya kirimin ke email saya…. thanks bgt

  36. Artikel ini begitu sangat bagus dan sangat membantu dan memotivasi saya untuk membuatnya dalam tema yang lain. Bisa bapak kirimkan secara utuh tentang PTK yang bapak buat ke email saya.
    Thanks

  37. pak saya mintak tolong contoh PTK ekonomi SMA,,tlg kirim dong ke email sya ghazy_08@yahoo.com

  38. wouuu bagus, adakah PTK untuk ekonomi smp ,met kalau ada kirim ke email ku insyaallah ada imbalannya ? segera ya ? thank

  39. Terimakasih info nya sekarang saya jadi punya pijaka untuk melangkah membuat PTK maklum bukan dari jurusan pendidikan waktu kuliahnnya dulu, hanya sekarang secara kebetulan bisa mengajar……

  40. Asw, Pak minta contoh PTK IPA atau yang lain , tolong diposke ke E-mailku atau blok saya dilink ke blog Bapak . Terima kasih alias matur nuwun

  41. mohon bantuan format laporan ptknya Trims sebelumnnya

  42. makasih, PTK bagus dan lengkap.
    sayang tabel siklus terpotong, atau dipotong ?
    kalo postingnya ditambah… mungkin akan lebih rame n seruu……

  43. lebih hot kalo pake abstrak pak ……

  44. lepas ada kekurangan masalah layout atau dll. yang jelas saya salut untuk bapak. share with blog or be a wise blogger. anda akan dapat wariskan ilmu untuk siapa saja.

    harusnya pemerintah membuat satu persyaratan baru untuk sertifikasi. BUKAN karya tulis yang banyak nyontek atau beli. piagam yang bisa cetak sendiri atau titip teman-teman. ijazah s-1 atau s-2 yang seharga 4-12 juta, tanpa kuliah, seminggu daftar langsung wisuda. jam ngajar yang tambal sana, sulam sini. rekomendasi dengan biaya semir yang seharusnya cuma 5rb perak. meninggalkan jam ngajar demi alasan sertifikasi. pelatihan yang ujung-ujungnya pasti lulus. serta menghamburkan anggaran negeri yang seharusnya untuk membelikan buku paket atau lks bagi siswa yang tidak mampu.

    Cukup dengan BLOG yang berisi segala aktivitas pembelajaran yang dijalani. Baik di rumah, sekolah, atau lingkungan masyarakat. sebab guru bukanlah gambaran dari setumpuk lembaran kertas yang serba bisa disiasati. guru adalah resi yang cinta ilmu dan pengabdian. bukan yang membiarkan dirinya mengajar, TANPA MURIDNYA PERNAH MENGERTI atau PAHAM. dengan apa yang dijarkan oleh sang guru.

    sebab SANG GURU telah menjelma menjadi PENGUSAHA PORTOFOLIO.

    Dear Bp/Ibu

    Thx for ur comment.

    Am not web designer, am just math teacher, principal, trainer, blogger and photografer … I just use a template at wordpress … some body can help me, for make good blog lay out?.

    It’s like my diary … cause I’m enjoy be a teacher.

    thx again

  45. Terima kasih,PTK sudah saya baca sehingga dapat menjadi motifasi dan panduan untuk mencoba berlatih membuat PTK .

  46. TERIMA KASIH ATAS KESEDIAAN BAPAK MEMBERIKAN CONTOH PTK, SAYA MERASA SANGAT TERBANTU, SEBELUMNYA SAYA INGIN BERKENALAN TERLEBIH DAHULU, SAYA MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNJ, SAYA INIGN BERTANYA APAKAH BAPAK BISA MEMBANTU SAYA BAGAIMANA MEMBUAT PTK UNTUK PELAJARAN SOSIOLOG
    TERIMA KASIH

  47. saya udah lama nyari contoh laporan PTK wat tugas kuliah, alhamdulillah keteu…maksih y pak..

  48. saya sedang mencari referensi untuk membuat tugas akhir (skripsi), apakah bapak bisa membantu untuk posting contoh ptk matematika kelas X sma ke email saya,terimakasih

  49. saya juga ingin berbagi pengalaman tentang penelitian, mohon bimbingannya n kerja samanya!!
    terima kasih

  50. tolong dong…pa buat tugas nih bisa di kirim sample ptk ips sd

  51. Profisciat pak….bagus pak PTK nek… menarik di baca. Mohon pak kirim sya contoh proposal n hasil PTK yang sudah jadi lewat email saya. Tahks ya pak….

  52. saya salut

  53. PTKNYA SANGAT BAGUS, SANGAT BERMANFAAT BAGI SAYA KARENA MASIH BELAJAR. Tolong pak bisa dikirimi PTK yang lain. Moga bapak sukses selalu……

  54. Pingback: Laporan Penelitian Tindakan Kelas … « Sistem Informasi Sekolah SMPN 9 Cimahi

  55. Sy sudah baca laporan PTK Bapak. Tlng saya dikirimin Laporan PTK, PKn Kelas V SD. Terima kasih sebelumnya….

  56. SAYA INGIN MEMILIKI BEBERAPA CONTOH PTK YANG BAPAK MILIKI, MOHON DIKIRIM DONG……. MAKSIH.

  57. terima kasih bapak.. sy dapat referensi baru untuk ptk yg sedang sy kerjakan..

  58. thanks a lot. it’s for my reference.

  59. Ass.Wr.Wb.Salut Pak .Terima kasih atas tulisannya.Mudah-mudahan mendapat balasan dari Allah S.W.T Amin!Cukup menambah wawasan saya.

  60. terima kasih pak ptknya, saya dapat referensi tentang ctl

  61. ass…
    nyuwun ngapunten sak derengipun kula badhe mempelajari proposal penelitian e panjenengan, lan kula nyuwun izin menawi badhe copy bab punika. matur nuwun….
    wass..

  62. tolong dikirimi contoh judul judul proposal peniltian tindakan kelas mapel PPKN/PKN untuk SMK dan laporan PTK tentang mapel PKN. trims

  63. keren bgt pak,,,
    boleh saya minta yang utuh,,,,
    buat referensi,,, Hak cipta bapak saya jamin,, makasih ya pak,,,,,
    terus berkarya,,,,

  64. Tolong kirimi saya Laporan PTK Kelas VI komplit. Terima kasih

  65. Terimakasih, Pak atas Contoh PTKnya Jarang orang mau menerbitkan secara online karyanya. Demikian juga denga lembaga-lembaga pemerintah macam Depdiuknas dan Pusat bahasa yang seharusnya gencar memuplikasikan karya ilmiah. rata-rata mereka pelit

  66. terimakasih atas ilmunya pak, sudah saya baca PTK nya moga saya bisa membuat laporan PTK nanti

  67. kirimin yang banyak donk om ptk nya

  68. Mudah-mudahan Allah memuliakan Bapak & orang-orang yang berkenan berbagi ilmu.Aamiiin.

  69. saya ambil atau copy paste yah buat referensi, dan saya pesan agar selalu menampilkan PTK dengan judul atau mapel yang berbeda. sukses untuk anda

  70. pak boleh ggak saya minta dikirim contoh PTK PKn buat referensi

  71. Tanks ya pak,,,, mudah2an ilmunya bermanfaat buat saya,,,,

  72. trimakach ya pak, moga sukses…..

  73. terima kasih contoh ptk nya selamat ber inovasi kutunggu PTK yang lain

  74. SELAMAT PAK ASTON ! JANGAN BERHENTI ILMU SELALU BERKEMBANG, DOAKAN SAYA SEGERA DAPAT MEMBUAT PTK SEPERTI BAPAK, SAYA JUGA GURU PKN. TRIM

  75. tolong kirimkan saya laporan PTK lengkap matematika dan IPS sd kelas VI. sebelumnya trima kasih.

  76. Bapak, boleh dikirim ke email saya Pak, hasil PTK PKNnya Sy dimintai tolong oleh ketua MGMP lampung untuk mencarikan hail PTK PKN dan PTK Taman Kanak-Kanak Pak

  77. saya minta ijin y pak,, untuk mencopy ptk anda sy hnya pingin bisa bagaimana caranya membuat proposal ptk yang baik dan benar.

  78. Trimakasih uraiannya… Salam knal…

  79. tolong dipostingkan PTK pkn kleas 4…..
    trims

  80. Bapak yang baik, mohon Bapak berkenan mengirimkan contoh PTK PKn yang lain…saya sangat membutuhkannya…nuwun…

  81. Pak,,,tolong kirimin PTK Mata Pelajaran SBK donk, Terima Kasih.

  82. apabila anda ingin PTK SD matematika maupun IPS Modern… silahkan kunjungi http://www.adibima.co.cc
    terimakasih bro !!!

  83. PTK Bapak sangat bagus, semoga guru-guru PKn se Indonesia yang lain terinspirasi dan termotivasi untuk membuat PTK yang sama bagusnya dengan PTK Bapak. Satu hal yang harus diingat adalah sebuah karya tulis harus harus dan harus merupakan karya yang realistis (merupakan potret realita pembelajaran di kelas) bukan hasil rekayasa kata-kata sang peneliti. ketika PTK hanyalah sekadar permainan kata atau kalimat, atau akal-akalan permainan data yang dikorelasikan dengan hasil penelitian yang juga direkayasa, yang terjadi adalah kita menjadikan penelitian menjadi sesuatu dongeng seribu satu malam semacam kisah Abunawas atau Alladin.
    terus berkarya pak aston.

  84. Aslm.Kang tolong krm PTK Ekonomi Kls Xi ,luar biasa midset nya tentang PTK,makan ana pingin belajar……

  85. tolong donk dikirimin di e-mailku PTK Pkn untuk SMK kelas 2 yang inovatif. Minta yang utuh untuk bahan referensi. Thanks sebelumnya.

  86. waduh knpa ya sulit banget membuat ptk

  87. ASS.. PAK, TOLONG KIRIMKAN KE EMAIL SAYA CONTOH PTK SMK KELAS 2 JURUSAN USAHA JASA PARIWISAT KHUSUSNYA UNTUK MATA PELAJARAN TIKET DOMESTIK. MAKASIH

  88. Hai, Pak.
    Posting Anda sangat menarik. Kebetulan saya sedang melakukan penelitian yang hampir serupa, dalam pendidikan HAM, dan butuh banyak sumber. Tulisan Bapak sangat membantu. saya boleh masukan sebagai salah satu sumber pustaka, kan? Dan bisa minta dikirimkan ke email saya penelitian Bapak ini? Alamat saya: just.me001@live.com.
    satu hal lagi, untuk keperluan referensi, tahun berapa penelitian ini dilakukan?
    terima kasih banyak.
    Putri

  89. terimakasih atas tulisannya, sangat membantu sekali sebagai bahan banding pembuatan PTK. Jarang ada yang mau menampilkan secara uth karyanya untuk dipelajari orang, semoga akan lebih banyak orang yang seperti bapak…. sukses selalu……….

  90. saya juga lagi belajar buat PTK, thanx ya pak dengan adanya PTK bapak saya jadi bisa belajar banyak nih ^^

  91. terima kasih untuk pengetahuan yang sudah anda berikan, tentang bagaimana cara membuat laporan yang baik dan benar…mudah – mudahan itu tidak membuat kita berbangga diri tapi justru tambah dalam pemikirian kita

  92. horas pak, minta tolong kirimkan ke email saya 1 buah contoh PTK yang sudah jadi ya lae?,terima kasih, horas….

  93. assalamu’alaikum.
    salam kenal
    pak sama mohon bantuannya, tolong kirimkan ke email saya hasil laporan bimbingan konseling yang sudah jadi ya pak, makasih sebelumnya pak

  94. Slm sejahra…Boleh dong saya kirimi PTK PKn kelas XI SMK, soalnya saya butuh sekali nee. Dan kirimkan ke E-mail saya, tapi PTKnya yg dah jadi ya pak. thank’s verymucht….

  95. bang dedy saya teman anda waktu di Jogya, waktu itu workshop guru berpretasi dan berdedikasi tahun 2005. semoga ingat and sehat selalu

  96. BISMILLAH. SYUKRON KATSIRON PAK, PROPOSAL PTK BAPAK BS JD BAHAN RUJUKAN BWT SY, KBTLAN SY LG CR CTNH PROPOSAL PKN DI SD YNG BERSIFAT PTK … KLO BLH MNT TLONG PAK BS DI KIRIMIN K ALMT EMAIL SY hilda_farista@ymail.com
    SBLM DN SSDAHX SY UCPKAN BAXK TRIMA KASIH

  97. tanks,karya bpk menambah wawasan saya ttg ptk pkn,tolong dong pak kalau ada contoh ptk pkn yang untuk sd juga

  98. Pak Aston adalah sosok guru yang perlu diteladani, diusia yang relatif sepuh masih aktif menulis sebagai cermin produktifitas dan profesionalitas, salam kami dari kota Tangerang, semoga menjadi inspirasi bagi guru-guru PKn yang muda-muda, tks

  99. TOLONG KIRIM CONTOH LAPORAN PTK EKONOMI-AKUNTANSI YANG SUDAH JADI UTUH KE EMAIL kasmuri88@yahoo.co.id.
    TRIMS

  100. thx masss….

    sekedar saran sja, mungkin bagus klw diberikan link download artikelnya dalam bentuk word…
    trims…

  101. Bapak Dedi< mohon bantuan untuk arsip yg serupa dengan judul yang lain pak, kususnya mapel PKn SMP. Sya sedang butuh banget. tolong sebisanya dikirim ke alamat email saya, atau sekedar pemberitahuan jika sudah di posting..trims

  102. Terimakasih pak, atas tampilan PTKnya, saya jadi termotivasi membuat PTK. horas…horas…horas.

  103. terima kasih pak atas tampilan yang diberikan pada teman-teman pendidik.

  104. TRIMA KASIH PAK GURU SMOGA MENJADI ILMU YANG BENAR-BENAR BERMANFAAT AMINNNNNNNNNNNNN………………………..

  105. Salam sejahtera ..
    Inspiratif sekali tampilan PTK PKn Bapak, saya termotivasi.
    Kalau berkenan boleh dong, saya mereferensi dan menunggu kiriman lengkapnya, saya butuh banget Pak Aston..
    Makasih banyak, Slamat berkarya..

  106. Terima Kasih Pak contoh PTK nya…
    Ini sangat membantu Saya.

  107. kalo bisa saya di kirim kan laporan nya yg untuk sd

  108. ijin ngopy ya pak……makasih.

  109. Bagai mana cara menerapkan model pembelajaran berbasis masahah pada mata pelajaran pkn untuk SMA kelas XI,,?
    materi apa yang cocok ??

  110. Salam sejahtera. Horas Pak ! Terima kasih posting bapak bagus sekali, saya mohon izin mencopy paste tulisan ini untuk dijadikan referensi, semoga Tuhan membalasi jasa bapak dan semoga bapak sehat selalu dan sukses.Amin.

  111. Ada banyak contoh makalah PTK di http://penelitiantindakankelas.blogspot.com yang dikumpulkan dari berbagai sumber free content. Semoga bermanfaat.

  112. Makalah PTKnya bagus,…mnambah inspirasi bagi saya,…..

  113. bpk ptk anda bagus tp itu sudah 10 tahun yng lalu apaakah ptk anda masih relevan ditahun 2015 yang akan datang ? terima kasih , karena saya tertarik dengan judul itu dengan demikian saya akan meneliti kembali atau merujuk ptk anda.

  114. Kenapa Tida ada Judul???

  115. bisakah dipostingkan juga PTK Pendidikan Agama Kristen untuk SMK, tks Bapak

  116. saya telah membaca PTK bapak, mudah-mudahan saya dapat belajar mebuat PTK dengan topik yg berbeda, karena saya guru bahasa Jerman.

  117. it doesn’t make a sense

  118. assalamualaikum pak dedi…….apakah bapak punya proposal kualitatif khusus untuk pkn???mkasihhh…..

  119. makasih banyak ya

  120. MAKASIH BANYAK BOS……..

  121. Pingback: penelitian tindakan kelas pkn | info pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 16,239 other followers