@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Perlu PENYIAR atau TENAGA MULTIMEDIA? SMK punya

6 Comments

dwitagamamic.jpgUntuk mengikuti kebutuhan pasar kerja, sekolah menengah kejuruan membuat program-program keahlian baru. Namun, kemunculan program keahlian baru tersebut menghadapi kendala, antara lain fasilitas, tenaga pengajar ahli, dan masih terbatasnya kerja sama dengan industri. Saat ini ada sekitar 140 program keahlian di SMK. Program keahlian yang terbilang baru antara lain penyiaran radio, televisi, teknik informatika, dan teater.

Di SMKN 42 Jakarta Barat, misalnya, sejak dua tahun lalu dibuka program keahlian penyiaran radio. Ada radio komunitas Four Two yang bisa didengar di sekitar Cengkareng.
Wakil Kepala SMKN 42 Bidang Humas dan Urusan Dunia Usaha dan Industri Priatno mengatakan, saat ini media elektronik berkembang pesat dan mereka butuh tenaga berketerampilan spesifik. Harapannya, lulusan SMK dapat terserap di pasar.
”Di sekolah ini sekitar 7 persen melanjutkan pendidikan, 70 persen bekerja, dan 20 persen berwirausaha,” ujarnya. Peminat jurusan itu cukup besar. Dari sekitar 400 pendaftar, 36 diterima.
Lintas program keahlian

SMKN 6 Jakarta Selatan—dulu bernama SMEA—sejak tiga tahun lalu membuka program keahlian multimedia. ”Sejak awal tahun 2000-an, pemerintah membolehkan SMK membuka program lintas bidang keahlian. Sekolah ini dulu bidang keahliannya bisnis,” ujar penanggung jawab program keahlian multimedia SMKN 6, Abd Madjid.
Dua tahun pertama, sekolah itu hanya membuka satu kelas 36 orang. Pendaftar yang semula 100 orang telah menjadi 200 orang. Di sekolah rintisan sekolah bertaraf internasional (SBI) itu terdapat tiga laboratorium komputer dan hotspot di sejumlah titik.

Keterbatasan
Priatno mengakui, untuk memantapkan program keahlian baru masih dibutuhkan dukungan dari industri dan pemerintah. Sementara tenaga pendidik di SMK umumnya berlatar belakang pendidikan guru, bukan praktisi bidang keahlian. Dunia industri dibutuhkan karena dapat menyediakan tempat praktik sesuai tuntutan. Mereka juga bisa memberi masukan materi.
Kendala lain ialah keterbatasan sarana yang tak dapat dipenuhi melalui iuran orangtua murid. ”Di SMK, misalnya, tidak ada guru ahli siaran. Akhirnya, orang- orang radio direkrut. Itu butuh biaya minimal setara upah minimum regional,” ujar Priatno.

”Para lulusan perguruan tinggi bidang teknik informatika tentu lebih memilih menjadi pekerja di industri atau perusahaan dan jarang berminat menjadi guru SMK. Guru SMK sebagian besar lulusan Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Di sana belum ada jurusan multimedia,” ujarnya. (INE)

SSabtu, 2 Februari 2008 | 07:56 WIB Jakarta, Kompas –

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

6 thoughts on “Perlu PENYIAR atau TENAGA MULTIMEDIA? SMK punya

  1. wah ane tertarik dengan paragraf yang terakhir ini mr.dedi

    ” ”Para lulusan perguruan tinggi bidang teknik informatika tentu lebih memilih menjadi pekerja di industri atau perusahaan dan jarang berminat menjadi guru SMK. Guru SMK sebagian besar lulusan Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Di sana belum ada jurusan multimedia,” ujarnya. (INE)”

    wah kapan yah guru yang mengajar produktif multimedia bisa mendapatkan honor yang sama dengan upah minimum regional yang ada sekarang adalah mengajar produktif multimedia sama dengan mengajar sejarah …… tanya kenapa ( cape dech )

    hehe he …… padahal kemampuan sama dengan yang di bidangnya waktu kuliah yahh…
    sorry pak …. ane mengeluh teruzzzz maaf pak

    Thx Bung

    Balasan atas kerja kita tak selalu bisa kita rasakan sgera … bahakan lebih sering jauh sangat lama dari yg kita inginkan … ga perlu mengeluh … kerja aja dengan bersemangat dan ikhlas … yakinlah bahwa Allah mencatat, melihat kerja kita … suatu saat Beliau akan membalas lebih dari yg kita inginkan … Saya dah sering alami hal itu.

    Tapi saat-saat bete … break aja, dengan tetap memberi pelayanan terbaik untuk anak didik … biasanya kita bete bukan dengan anak …. layani aja mereka dengan keterbatasan yang ada … karena dimanapun ente kerja ga ada tempat yg smoooth … selalu ada kurangnya, nikmati lebihnya … cuekkin minusnya … dan ente akan jadi makin hebat … karena kehebatan seseorang bukan karena keluhannya tapi PRESTASI KERJA, … LEWAT BUKTI KINERJA DAN HASIL KARYA … keep fight bro :D

  2. Kuncinya Always Keeping Your Soul. Kenapa ? Kalo ngeluh gak ada solusinya, tetap kreatif membuka terobosan. Ditempat saya awalnya kita gak punya PC..kursi cuma plastik warung makan.. sekarang alhamdulilah dapat banyak PC dan sayangnya perkembangan PC-PC tersebut pada gak dukung dgn spek tinggi program saat ini. Tapi Kita enjoy aja.

    Kedua, SDM Guru kita juga gak spesial banget.. Tapi Alhamdulilah anak-anak sekolah kami 18 orang Insya Allah jadi artist Film / Sinetron. Ke depan mau kita satu sekolah ini jadi artis dan pemain film layar lebar. Agar bangsa ini gak sumpek dengan Pengangguran..*Walaupun skg Masih berproses.

    Kreatiflah membuka peluang, dengan gaya budaya huruf dan jangan angka, semoga ini berhasil.

    Capek pasti, tapi sekali lagi enjoy aja..
    —————

    >Setyohendro – Ka.Prog.Multimedia SMKN7 Smd

    Bravo Pak Hendro

    Salut utk kerja keras Anda dan teman2 di Smd … semoga enjoynya ga sambil merokok ya … thx 4 comment :D

  3. selamat ciank…………………
    kita adalah siswa smp yang mau melanjutkan pendidikan ke smk negeri denfgan jurusan multi media,
    bagaimana cara kita untuk bisa mendaftar ke sekolah anda??????????
    thx……….

  4. ass pak ..

    duhh .. senangnya sekolah saya dan jurusan saya di kutip di tulisan bapak ..
    sedikit bangga sihh ..
    tapi ..

    sebenarnya saya masih kecewa dgn sekolah saya ..
    mereka hanya mementingkan keunggulan di fasilitas …
    dan nama baik sekolah ..
    tapi sesungguhnya , dibalik nama (yang katanya) baik itu menyimpan sebuah borok yang menganga ..
    (duh .. bahasanya )
    kepentingan anak peserta didik tidak dipenuhi , terlalu banyak peraturan dan tenaga pendidik yang menurut saya tidak qualified ..

    saya bingung sekolah di sekolah ini ..
    saya dan teman2 saja menjadi takut untuk berada di lingkungan sekolah ..
    kita sama sekali tdk bisa berkutik dengan peraturan2 tersebut ..

    mohon solusinya ..

    Coba fungsikan MPK dan OSIS … lewat jalur pembina OSIS dan Wakil Kesiswaan, atau buat surat secara resmi dari OSIS untuk Kepala Sekolah … liat deh responnya … seharusnya sekolah jadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi

  5. wahh ..
    thx pak idenya ..
    nanti setelah saya selesai pkl, saya akan diskusi dgn tmen2 di osis lainnya ..
    sekali lgi thx iah pak ..

  6. Selamat pagi khususnya untuk Dedi Dwitagama
    Saya Abdul Ghofur dari Smk Cyber Media, apakah tempat ini bisa menerima PKL.Terima kasih apabila di jawab, saya kira sekian dari saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,017 other followers