@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Kecelakaan SEPEDA MOTOR, waspadalah!

6 Comments

dwitagamahelm.jpgSore hari  … jika pulang berkegiatan di atas pk. 16.00 WIB, Saya lebih suka lewat jalan tol … walau macet dan mungkin lebih lama … Saya lebih suka … kenapa Saya tak memilih jalan arteri atau non tol … penyebab utamanya adalah “malas untuk terus memelas lihat gaya berkendara pengguna sepeda motor” … mereka zig zag tak kenal waktu dan suasana … suara kenalpot bising memekakkan telinga …. lampu merah tak punya makna …. mungkin karena peroleh SIMnya dengan “nembak” … berapa persen ya, pemilik SIM yang peroleh SIM dengan cara “nembak”? … bagaimana dengan Anda?

Membaca email teman tentang sahabatnya yang kritis karena kecelakaan sepeda motor mengiris nurani …. semoga bisa jadi perhatian Anda … untuk lebih hati-hati berkendara … karena sikap kita dijalan akan berakibat fatal untuk diri kita dan orang lain.

Foto diatas mungkin standar perlengkapan pengendara motor yang baik … sementara foto di bawah mungkin tak seharusnya Anda ikuti ……

dwitagamamotor.jpgAstagfirullah…

Hari ini tepat jam 7.00 sahabat teman satu kantor, teman dekat saya
kecelakaan motor, dia terdapat kecelakaan yang parah dengan kondisi helm
yang retak, dan saat ini dalam kondisi kritis, dimana tengkorak kepalaya
retak, dan hasil scaning RS Siloam, Cikarang menunjukan terdapat udara pada
otaknya. sampai saat ini belum sadarkan diri.

Saya tidak percaya, kemarin saya masih berdiskusi, dan “nongkrong bareng”
dengan sahabat tersebut, walau saya melihat ada perbedaan saat diskusi saya
tidak terlalu mempedulikannya, memang benar, bahwa manusia adalah rentan.
dan yang paling dekat dengan kita adakalah Musibah dan kematian.

Banyak hal yang terlintas ketika mengalami kejadiaan ini, yang pertama,
manusia bisa terkena musibah kapan saja, mungkin manusia bisa meninggal
sewaktu-waktu, tanpa ada pemberitahuaan terlebih dahulu, maka saya
mengingatkan terutama apda diri sendiri, kita harus dekat kepada tuhan,
agar siap bila kapan saja di panggil Sang Maha pencipta. tidak peduli dengan
segala Atribut ke duniaan. bagaimana bijak pun kita, bagaimana kuat pun
kita, bagaimana kaya pun kita, kita masih tidak dapat lari dari kematiaan….
Kematiaan pasti akan tiba juga.

Dan saya teringat sahabat saya itu baru 3 bulan istrinya melahirkan
putranya, dan sahabat tersebut memiliki 2 orang putra, saya sempat terpikir
bagaimana dengan istrinya, bagaimana dengan biaya kehidupan istrinya
kelak….? saya pun termenung memikirkan adakah yang bisa saya lakukan
meringankan keluarganya…? dan saya tersadar walau bagaimana pun kita harus
memiliki cadangan keuangan atau tabungan, untuk keluarga jika sewaktu-waktu
kita mendapat musibah, dan pada saat ini saya baru terfikir tentang
pentingnya sebuah asuransi, entah asuransi pribadi, pemerintah, atau dari
perusahaan.

Dan juga dengan keadaan ini saya berternyuh untuk dapat mengkordinasi
bantuan dari perusahaan atau pun sumbangan dari para rekan di perusahaan
untuk dapat membantu meringankan beban keluarga, disini di tuntut kepekaan
sosial, untuk dapat membantu, hanya dari sebuah pikiran, bagaimana jika saya
yang mengalami kecelakaan…?, saya menyarankan agar kita bisa meningkatkan
rasa kesetiakawanan dan rasa kepekaan.

Dari penglihatan saya, helm yang dikenakan sahabat saya adalah helm semi
standar sebuah helm half face. dan saat kecelakaan helm itu retak dengan
penuh darah. menurut informasi yang pernah saya baca Salah satu alasan
mengapa banyak pengendara sepeda motor yang meninggal atau mengalami luka
parah, karena sepeda motor hanya memberikan perlindungan yang sangat minimal
terhadap pengendaranya.

Tidak seperti halnya mobil, sepeda motor tidak memiliki “bantalan” untuk
menahan benturan. Mobil mempunyai bodi yang terbuat dari metal, ada
instrumen peredam, sabuk keselamatan (safety belt) dan kantong udara (air
bag). Mobil juga mempunyai kipas untuk menyeka air hujan sehingga pengendara
dapat melihat jelas pada waktu hujan. Mobil lebih stabil karena mempunyai
empat roda dan dari ukurannya lebih mudah dilihat oleh pengemudi maupun
pengendara lainnya

Ukuran sepeda motor yang kecil, membuat pengemudi sangat mudah untuk melaju
dan bergerak di keramaian lalu lintas. Namun hal ini juga membuat mereka
mudah terlibat dalam kecelakaan dan meskipun pengemudinya salah ataupun
tidak, biasanya pengendara sepeda motor yang sering mengalami luka serius.

Saya juga mengingatkan diri sendiri dan para sahabat sekalian, agar lebih
hati-hati berkendara, karena, kita dijalan raya sangat rawan terhadap
kecelakaan, hanya saran jangan lah kita egois dengan kendaraan kita dijalan
raya, karena jalan raya adalah kepentingan bersama. memang sering dijalan
raya karena jalan yang macet, membuat kita capai, lelah, emosi, tapi
keselamatan diri adalah segalaya, ingat keluarga kita menunggu dirumah…
ayo tanamkan gerakan Safety Riding.

maaf tulisan in hanya bercerita tentang kecelakaan sahabat saya, dan saya
berusaha mengambil hikmah dari kejadian ini. Mohon bantuan doa dari rekan sahabat semua untuk sahabat saya
Saudara Eman Sutarman yang sedang terbaring kritis, agar dapat pulih dari
kecelakaan dan mendapat perlindungan dari Allah SWT. Amin..

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

6 thoughts on “Kecelakaan SEPEDA MOTOR, waspadalah!

  1. Turut prihatin atas musibah tersebut,semoga keluarga pak eman di kasih kesabaran…..

    Pak,yang nmanya di jalan ,buat para riders adalah suatu pertaruhan begitu pun juga buat pengemudi semuanya..tinggal kita sebelum berangkat membaca do’a dan serahkan semuanya kepada ilahi ( pencipta ) kita.

    Selain itu juga ,jangan lupa mengecek kendaraan yang digunakan secra periodik ke bengkel yang terpercaya…..

    Suatu perjalanan menuju ke kantor ataupun pulang adalah perjuangan ( jihad ) di mata Allah SWT…

  2. Innalillahi wa innailaihi rojiun….Hanya kata itu yang dapat saya ucapkan. Saya termasuk yang setiap hari menggunakan sepeda motor…Cipinang Muara-Tanah Abang pp. Saya setuju pendapat mas Willy 31, sebelum berangkat kita berdo’a lalu ihtiar dan tawakal.

    Take care … thx

  3. Saya bukan hanya sedih ada teman yg meninggal karena kecelakaan tapi saya seringkali sedih pengendara motor seperti saya selalu didiskreditkan, dipojokkan. Bahkan ada wacana jalan2 tertentu dijakarta akan steril dari motor. Di mall tempat parkir motor selalu ditempatkan dilokasi yang jauh (kelapa gading, suntermall, cempaka mas, carefour cempaka putih dan cakung, dll.. dll) atau dilokasi yang sama sekali susah dijangkau. Bahkan di cempaka mas kalo mobil bisa sampe pintu gerbang masuk, sementara pengendara motor yg membawa barang harus jalan ketempat parkir tidak bisa dijemput didepan pintu gerbang, dan yang lebih sedih lagi parkir motor di gedung parkir klapa gading motor harus dituntun tidak boleh dihidupkan.
    Buat Bapak yang punya sedikit uang lebih dan memiliki mobil apa lagi ber AC mungkin tidak merasakan “perihnya” naek motor, hujan, panas, asap knalpot, resiko terjatuh. Jadi jika kami memiliki tingkat stress lebih tinggi bisakan bapak maklumi?
    Please deh… sesunguhnya kamilah warga yang hidup paling ekonomis. setiap hari kami dijalan cuma menghabiskan jalan tidak lebih dari 1 Meter x 0.5 meter, sedang Bapak? Dan kami hanya menghabiskan BBM cuma 1Liter/20-30 KM

    kata EBIET :
    Apa yang dapat kubanggakan
    kata sesal ku pun belum kau mengerti
    dosa siapa?
    ini dosa siapa?
    jawabnya ada di relung hati ini

    Pak Endang Yth

    Posting di atas muncul dari perasaan Sayang Saya pada kehidupan dan manusia penghuninya … perhatikan, ada anjuran waspada di akhir judulnya … maaf, Saya tak merendahkan atau mendiskreditkan … “Saya miris” karena sangat khawatir dengan cara mereka berkendara yg sangat membahayakan dirinya sendiri … Anda dan Pak Kus, juga banyak pengendara lain mungkin tertib dan sadar berkendara dg cara yg safe … semoga prosentasenya banyak diantara komunitas rider … Saya maklum dengan apa yg dirasakan pengendara motor … tetapi apakah karenanya kemudian korbankan keselamatan diri sendiri? … Saya berempati juga untuk istri, suami atau anak-anaknya jika terjadi kecelakaan spt pada email di atas.

    Tak perlu mencari dosa siapa, mungkin berhemat dari sisi BBM, tetapi lebih banyak di biaya kesehatan hingga rumah sakit, tetapi itu bisa dimanage sesuai sikon … persoalannya ada pada model atau gaya hidup … kita cukup mendorong diri kita untuk tertib di jalan …

    Dan soal yang paling …. tak perlu dibandingkan … karena sesungguhnya kita sama dimata Tuhan dan Hukum :D … so, mari kita bangun negeri ini dengan rasa sama … saling memiliki, saling menjaga keselamatan … anak, istri kita menunggu kita pulang dengan selamat … thx telah berkomentar

  4. Promoting site http://www.jalanraya.net , please feel free to visit.

    To submit article you may send to redaksi@jalanraya.net

    Rgds.

  5. saya sedih mendengarnya , dan kemrn malam setelah saya pulang lia saya juga melihat kecelakaan di daerah cepaka putih depan trisakti sekitar jam 10 malam..
    pengendara sepeda berusha menyalip angkutan 43 dan setelah itu jatuh dah kepalanya nya di lindas oleh 43.. saya melihat isi kepalanya berserakan di jalan .. sampe saya tidak bisa tidur ..
    saya berharap buat pengendara sepeda buat berhati2 dan memakai helm saat berkendara

  6. Ikut prihatin mas. Kita juga merasakan kalo safety riding masih dianggap sebelah mata di Indonesia. Dan di sini kita lagi bikin movement yang fokus ke masalah helm anak. Kita ngeliat kalo anak banyak yang ga pake helm saat berkendara, biasanya sih karena ngga diditilang. Jadi kita tergerak untuk bikin movement bareng2 temen mahasiswa lain untuk mewajibkan anak pake helm saat berkendara..

    Makasih juga artikelnya sangat inspiratif, nohon ijinnya untuk share ke temen lain untuk pembelajaran.

    best regards.

    OK … Sy sangat concern thd masalah ini …. agar tak makin banyak anak negeri yg mati sia2, tk telah berkunjung, slhkan share …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,052 other followers