Dedi Dwitagama

Kepala SMK Negeri 36 Jakarta – Cilincing Jakarta Utara, Trainer, Motivator, Blogger, Photografer

Sikat GIGI di halaman SMK 3 Jakarta

Sekitar seratus anak perempuan berkumpul di lapangan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebelah tangan mereka masing-masing memegang sikat gigi yang sudah diolesi pasta gigi, sebelah tangan lainnya menggenggam gelas berisi air putih.

Setelah mendapatkan aba-aba, serentak teman-teman kalian — anak-anak perempuan — itu memasukkan sikat gigi ke dalam mulut. Yup, bersamaan mereka lalu menggosok gigi.

Begitulah aksi sikat gigi bareng anak-anak perempuan yang bertempat tinggal di sekitar stasiun Kemayoran, Jakarta Pusat. Hari itu, Ahad (20/4), persis sehari menjelang Hari Kartini.

Karena itu, kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Yayasan Dana Sosial Al Falah (LAZNAS YDSF), bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah, Jakarta Pusat, itu bertajuk Kartiniku Sehat.

Acara ini, kata Kak Wawan Kurniawan, selaku koordinator acara, dinamakan Aksi Sehat Indonesia (AkSI) dengan tema Kartiniku Sehat. Hal ini, kata dia, merupakan upaya memasukkan pencapaian target pemerintah untuk mencapai sekitar 50 persen anak Indonesia bebas gigi berlubang di tahun 2010.

Pernyataan Kak Wawan itu bukan tanpa alasan. Dia bilang, “Berdasarkan data yang kami peroleh, pada 2007 sekitar 90 persen anak Indonesia mengalami masalah gigi berlubang.”

Jumlah itu sangat mengkhawatirkan mengingat kesehatan gigi anak dapat berimplikasi pada kesehatan tubuh. Masalah gigi berlubang, selain akibat malas sikat gigi, juga bisa diakibatkan oleh makanan yang sarat dengan gula dan coklat.

Lebih parah lagi, masalah yang sama tidak hanya dialami anak-anak. Kata Kak Wawan, sampai Agustus 2007, diperkirakan ada 77 persen orang Indonesia malas sikat gigi. Angka prosentasi ini bukan hanya di desa, tetapi juga di kota-kota besar. Wouw, seram, kan?

Karies gigi
Sayangnya, belum banyak yang menyadari pentingnya kesehatan gigi. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2004 menunjukkan, penyakit gigi dan mulut masih menjadi persoalan di Indonesia. Tingkat prevalensi karies gigi mencapai 90,05 persen.

Data di Departemen Kesehatan juga menunjukkan, angka keluhan sakit gigi cukup tinggi, yaitu 1,3 persen atau 2.620 penduduk perbulan. Namun, sebagian besar atau 87 persen penduduk yang mengeluh sakit gigi tidak berobat, 69,3 persen berupaya mengobati sendiri sakit giginya.

Padahal, kondisi kesehatan gigi dan mulut yang tak terawat dapat memicu terjadinya berbagai penyakit berbahaya lainnya. Itu karena gigi dan mulut merupakan tempat ideal bagi perkembangan bakteri.

Jika tidak dibersihkan dengan sempurna, maka racun, sisa kotoran, dan mikroorganisme yang tertinggal pada gigi bisa masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada mata, ginjal, bahkan jantung.

Kartini
Lalu, kenapa hanya anak-anak perempuan yang mengikuti acara sikat gigi bareng di Kemayoran? Kata Kak Wawan, itu karena kegiatan diselenggarakan untuk menyambut Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April. Jadi, moment inilah yang diambil.

Toh, dia berharap para peserta nantinya akan dapat mengerti bagaimana merawat gigi dan mulut dengan baik, sehingga semuanya memiliki gigi yang sehat dan kuat.

Karena itu, dalam acara tersebut tidak hanya diadakan kegiatan sikat gigi bareng. Saat bersamaan, YDSF dan BSMI Jakarta Pusat juga menggelar penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis untuk 200 pasien, serta peluncuran Kartu Sehat YDSF.

Selain itu, diselenggarakan pula lomba ekspresi gigi sehat dan pemberian makanan tambahan bergizi berupa bubur kacang hijau dan susu. “Kami berharap para peserta nanti dapat mengerti bagaimana merawat gigi yang sehat dan kuat,” tutur Wawan.

Kegiatan tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Untuk memonumenkan program tersebut, Herman Susilo selaku YDSF Regional Manager Jabodetabek, menjelaskan bahwa tahun 2008 YDSF akan melakukan program serupa secara berkala dan dipantau perkembangannya selama kurang lebih 5 bulan ke depan.

“Salah satu upaya ke arah tersebut, YDSF akan memberikan kartu sehat kepada keluarga yang membutuhkan,” tuturnya.

Rencananya, kata dia, akan digelar 19 kali pengobatan lagi setelah ini. Kegiatan serupa akan rutin dilakukan, seperti penyuluhan gigi dan mulut, serta pengobatan gratis. “Kami berharap pada acara-acara berikutnya kami bisa bekerjasama dengan lebih banyak pihak, karena manfaatnya sangat terasa bagi masyarakat,” ucapnya.

Tentu saja, kalian yang tidak ikut dalam kegiatan itu tidak perlu berkecil hati. Toh, kalian kan bisa melakukan sendiri di rumah masing-masing. Nah, untuk mendapatkan gigi yang sehat, lakukanlah langkah-langkah berikut:

- Sikat gigi pagi dan malam sebelum tidur.
- Kurangi jajanan manis dan lengket.
- Periksakan gigi 6 bulan sekali.
- Mulai membiasakan berkunjung ke dokter gigi sedini mungkin.
- Hentikan kebiasaan minum susu di botol sambil tidur.
- Hindari ke dokter gigi pertama kali dalam keadaan sakit.
- Hindari pemakaian bersama sikat gigi.
- Ingat, jangan lupa menyikat gigi sebelum tidur malam!

Apabila kalian memperhatikan langkah-langkah tersebut, akan bisa mendapatkan gigi yang sehat. Selain itu, berbagai jenis penyakit pun bisa dicegah. Ayo, jadilah anak yang memiliki gigi sehat dan kuat.

(burhanuddin bella)

Judul berita di Republika Minggu, 27 April 2008 Mari Jadi Kartini Cilik Bergigi Sehat”

Filed under: Info , , , , ,

2 Responses

  1. LIA mengatakan:

    BAGUS sekali kegiatan ini,,,saya selaku anak SMK 3 merasa bangga….
    karena SMK 3 selalu melakukan kegiatan yg bermanfaat bagi semua warga lingkungan SMK 3….

  2. dedidwitagama mengatakan:

    Dear Lia
    Alhamdulillah, Sy juga bangga dan senang Lia kunjungi dan kasih komment blog Sy.
    Sekolah yang baik harus sering terhubung dengan lingkungan sekitarnya … agar manfaat sarananya berguna bagi semua

Leave a Reply

Dedi Dwitagama

Kepala SMK Negeri 36 - Teknologi Industri, Kelautan dan Teknik Komputer Jaringan di Cilincing Jakarta Utara, Nara Sumber, Trainer dan Motivator bidang pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK/ICT, pencegahan penyalahgunaan narkoba, leadership. Ngeblog merupakan salah satu hobinya selain Fotografi. Tentang kegiatan pelatihan, seminar atau training Saya silahkan kunjungi http://trainerkita.blogspot.com. Fofo-foto Saya di http://fotodedi.wordpress.com Principal at SMK Negeri 36 Jakarta, Indonesia. Olso as Trainer and Motivator on Education, ICT, Drug Abuse Prevention, Leadership. About My Training, please visit http://trainerkita.blogspot.com. See my foto's at http://fotodedi.wordpress.com
Dedi Dwitagama's Facebook profile

Pengunjung saat ini

website counter

Blog Juara

+ e-Learning award Pustekkom Depdiknas RI, Jakarta, Oktober 2008 (Juara ke-2) + Kepala Sekolah Berprestasi DKI Jakarta Juli 2008 (Juara ke-3) + Kompetisi blog “I Love Mobile Blogging”: XL dan Dagdigdug, FKI - JHCC Jakarta, Juni 2008

Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Internet Sehat


Click to view my Personality Profile page

Kategori

Kenangan

dwitagama sylvi

ONO

dwitagamayos2

dwitagamafoke2

dwitagamafoke

dwitagamayos

with president SBY

SPEAKER

SMINAR  H SULTAN (25)

SMINAR  H SULTAN (22)

More Photos

Silahkan berkunjung

Slide Dedi Dwitagama

Negeri Pengunjung