Menyedihkan sekali mengetahui di Yogyakarta seekor kuda betina mati di Jalan Malioboro Yogyakarta. Diduga kuda tersebut mati lemas bersama janin yang dikandungnya akibat kelelahan setelah menarik andong di musim liburan.
Kuda milik Sutarso, warga Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, itu tewas Kamis (1/5/2008) di Jl Malioboro. Saat itu, si kuda baru saja menarik penumpang wisatawan berkeliling Yogyakarta.
Namun saat berjalan di depan pusat perbelanjaan Ramayana Dept Store, tiba-tiba kuda terjatuh dan menggelepar-lepar. Andong yang ditarik kuda juga nyaris roboh.
Begitu mengetahui kudanya terjatuh, sang kusir langsung turun dan memberikan pertolongan. Beberapa pengemudi becak dan kusir andong yang ada di dekat kawasan itu juga langsung memberi pertolongan.
Beberapa tali kekang kuda dilepas satu persatu. Andong juga ditarik menjauh dari tempat kuda terjatuh. Namun karena kesakitan, kuda terus menggelepar dan meringkik keras. Berkali-kali kaki depan dan belakang menendang-nendang sambil mengeluarkan air kencing dan kotoran seakan
nyawanya hampir melayang.
Kusir andong bersama beberapa rekannya memberikan pertolongan dengan
menggosokkan beberapa botol minyak kayu putih di bagian hidung, leher,
perut dan dada kuda. Adapula yang memijat-mijat bagian leher agar si
kuda segera siuman.
Namun setelah selama satu jam diberikan pertolongan, kuda semakin lama
semakin lemas. Setelah dipegang bagian hidung dan perutnya, kuda itu
sudah tidak bernafas lagi sekitar pukul 13.00 WIB. Kuda itu mati.
Beberapa orang langsung menutupi bagian kepala kuda dengan selembar
koran. Saat dilakukan pertolongan hingga mati, kuda itu sempat menjadi
tontonan warga yang berada di Malioboro.
Salah seorang kusir andong, Hardi kepada detikcom mengatakan kuda betina
itu berumur lebih kurang 10 tahun dan sudah lama menjadi kuda penarik
andong milik Sutarso. Kuda dalam keadaan bunting 7 bulan.
( bgs / asy )
Sumber: Millis Kompas
















hhmmm…
saya baru tau ternyata minyak kayu putih juga bisa dipake buat kuda.hehehe
wah terima kasih ya pak udh mampir ke acara juminten kami di jogjakarta…
Terima kasih Pak Dedi sudah berkenan mampir ke Juminten, semoga liburannya berkesan
Yogyakarta, sebuah nama yang selalu menjadi pemicu untuk beberapa perubahan besar di negeri ini.
Selamat berlibur di Yogya, selamat berdiskusi dengan blogger Yogya.
Matur sembah nuwun … dihaturkan kepada blogger penggemar Juminten
atas kunjungan balasan, merespon kunjungan dadakan Saya … berharap bisa diskusi lebih lama lagi … walah … tanduk meneh
ada foto kudanya gak pak? ini kan yang di minta mas iwan piliang dari FPK.
Sy Punya foto kuda dan kusir andong malioboro, tapi foto kuda matinya ga punya, maaf
ini mah yg keterlaluan yg punya kuda. Udah tahu kuda lg hamil, dipaksa narik jg. Benar2 tidak berperi-kehewanan.
W PERTAMA KALI KE YOGYA W SENENG BANGET
GILA KOTA”A UUAPIKK TENAN……..
BY :IBONK DARI BOGOR KANADA
suatu peringatan keras bagi kuda kuda lain, eh..bagi kusir andong bahwa kuda itu meskipun tenaganya rosa, kata mbah marijan..tetap perlu istirahat cukup, pola makan teratur gizi seimbang, rajin berolahraga dan hindari stres berlebihan..