Saat sudah duduk di pesawat “B” di bandara Palu, tiba-tiba kami diminta turun ke ruangtunggu bandara … dikabarkan ada pemeriksaan dari Dephub … berbagai reaksi penumpang, dari yang senyum hingga memaki. Alhmdulillah akhirnya kami tibadi Jakarta dengan selamat.
Hari ini ramai dikabarkan tentang hasil kegiaan yang sama dengan yang saya alami berbuag larangan terbang …. bravo Dephub, lindungi penumpang adalah hal yang utama ….
Pengecekan terhadap pesawat terbang (ramp check) oleh Dephub di lima bandara yang dimulai hari ini membuahkan hasil. Banyak ditemukan pelanggaran oleh maskapai.
Di Bandara Polonia Medan misalnya, ditemukan pilot Sriwijaya Air telah kadaluwarsa lisensinya. Sementara di Bandara Cengkareng, pintu bagasi pesawat Batavia Air diikat dengan tali rafia. Bahkan, ditemukan pesawat kargo di Bandara Cengkareng yang harus di-grounded lantaran sudah tidak layak terbang.
“Satu kapten Sriwijaya Air di Medan ditemukan lisensinya sudah kadaluwarsa. Seharusnya tiap 6 bulan cek keterampilan. Tapi dia tidak, karena pada hari yang ditentukan dia tidak ikut. Akhirnya dia nggak boleh terbang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi Muliawan Suyitno kepada detikcom, Jumat (6/6/2008).
Akibat kejadian tersebut, menurut Budhi, pihak Sriwijaya Air akhirnya memanggil pilot dari Jakarta yang masih punya lisensi. “Pesawatnya akhirnya menunggu hingga tiga jam untuk terbang,” kata Budhi.
Pesawat kargo Airfast ditemukan sudah tak layak terbang di Bandara Cengkareng akibat mengalami getaran yang kuat. “Itu sudah empat kali dicatat oleh pilot. Akhirnya diperintahkan di-grounded,” jelas Budhi.
Masih di Bandara Cengkareng, di pesawat Batavia Air ditemukan tali rafia dipakai untuk membuka bagasi pesawat.
“Rafianya untuk membuka cargo door. Supaya tetap terbuka, disangkutkanlah ke tali rafia. Kemudian diganjal sama tong plastik. Seharusnya, ada hidroliknya, tapi hidroliknya sudah tak berfungsi,” jelasnya.
“Ada mekanisme yang lain, bukan dengan rafia yang digandul dengan tong plastik. Kalau kesenggol kan nutup lagi pintunya. Itu sebenarnya bukan hal urgen, oleh karena itu mereka diberi waktu untuk memperbaiki,” tambahnya.
Namun demikian, menurut Budhi, secara keseluruhan telah terjadi kemajuan. Maskapai sudah mulai lebih memperhatikan keselamatan penumpang.
“Secara umum sudah mulai membaik dibanding yang lalu. Tapi dokumen pesawat banyak yang kurang. Kita juga sudah meminta dalam waktu dekat dokumen harus segera diperbaiki,” tandasnya
Source: detik
















Komentar Terbaru