@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

MEMPERTANYAKAN upacara senin

6 Comments

Hari Senin, Upacara jadi suatu kewajiban, kenapa? jawabannya bisa beragam; tradisi, tata tertib, melatih disiplin, menghormati negeri, mengingat pahlawan, sosialisasi macam-macam, program sekolah, … dan masih banyak jawaban lainnya.

Saya terhenyak bangga dan ingin berkunjung ke SMA Negeri 8 Bogor yang dikabarkan menjuarai tata upacara tingkat kota. Tertib seperti pada foto setiap upacara atau saat lomba saja … ?

Berhenti sejenak … atau cobalah anda amati dari lantai dua atau tiga, bahkan lantai yang paling atas disekolah Anda dalam tiga minggu berturut-turut sambil merenung, “apakah tujuan upacara bisa tercapai atau timbulkan dampak positif untuk warga sekolah anda?”

Guru harus menggiring siswa dan berteriak dengan tempo yang tak sebentar agar barisan cepat terbentuk, barisan sulit terbentuk bagus karena lahan yang sempit, peserta upacara asyik berbicara saat pembina sampaikan amanat, mengheningkan cipta jarang benar-benar hening, celetukan liar sering muncul, tak sedikit peserta upacara yang ayik ngobrol berdua tak peduli sekitarnya … lalu untuk apa kita upacara, apakah tak ada cara lain lebih kreatif dan tepat untuk mencapai tujuan diatas?

Mungkin karena sejak TK hingga PT rakyat negeri ini lakukan atau dibiasakan hal yang salah … rasa cinta tanah air jadi tipis, kedisiplinan mengendor, coba lihat dijalan raya, saat antri sesuatu, penggunaan sarana umum, … pengorbanan untuk negara? … ach seperti mimpi.

Mempertanyakan upacara senin, mencoba cari cara yang terbaik, bagaimana dengan Anda?

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

6 thoughts on “MEMPERTANYAKAN upacara senin

  1. Hmmm tradisi yang dibawa pemerintah Jepang waktu pendudukan di Indonesia. Bahkan bukan hanya upacara saja , saya pernah mengalami setiap hari harus menghadap ke bendera merah-putih kecil di atas lemari dan memberi hormat waktu SMP.
    Ada gunanya? Ada bagi saya…. sekarang…
    Karena meskipun ada usaha-usaha untuk mengacaukan keheningan upacara, masih ada banyak yang mau taat. Apakah saya lalu disiplin terus di kemudian hari? saya harap ya, tapi bukan hanya didapat dari upacara saja. Percuma upacara disiplin tapi tidak disiplin dalam keseharian yang lain. Usaha mendisiplinkan bangsa meskipun kelihatannya sia-sia, amat sangat perlu dilaksanakan. Itu menurut saya pak.

  2. Ada upacara saja disiplin cenderung menurun, bagaimana jika tidak ada upacara. Yang harus dievaluasi adalah :
    1. Guru (Penjas dan Pembina OSIS) dalam menerapkan kedisiplinan saat upacara.
    2. Materi LDKS sudah dilaksanakan dengan benar atau tidak (menurut saya di dalamnya harus ada materi PBB dan TUB/Tata Upacara Bendera)
    3. Satu kata dari semua guru (bukan Pembina OSIS saja) dalam hal menerapkan kedisiplinan
    4. Keteladanan dari guru, saat upacara sudahkah para guru mengikuti sesuai dengan yang Pak Dedi tuliskan di atas ???Tidak ada yang ngobrol, berdiri sikap sempurna, serius mendengarkan amanat pembina, dsb (termasuk kedisiplinan dalam antrian, naik-turun kendaraan umum).
    Kalau dari keempat yang saya kemukakan tadi sudah terlaksana, Insya Allah apa yang ada di SMA 8 Bogor bukan suatu yang sulit…
    Bagaimana menurut Pak Dedi sendiri ??

  3. saya juga sering berfikir, untuk apa kita melaksanakan upacara, selesai upacara korupsi lagi, mark up lagi. saya juga bingung, sebenarnya yang ingin didisiplinkan itu apa sih atau siapa sih?

    (komennya udah dulu, mau ikut apel sore, khan udah jam stengah 3)

    Komentarnya Saya terima, silahkan kembali apel sore :D

  4. Pak Dedi, menurut saya pelaksanaan upacara hari senin itu harus ditinjau ulang agar pemnfaatannya really alias nyata. Tidak sekedar ritual saja apalagi cuma mencari ‘muka’ buat label disiplin. Yo kita sama-sama mengkajinya dengan tepat. Apakah harus selalu setiap senin pagi wajib upacara?

    Mempertanyakan dan mengkaji sesuatu yang ada atau belum ada merupakan salah satu ciri Sarjana … bukankah syarat guru harus S1? … trm kasih atas komentarnya yang berfoto :D

  5. klo menurut saya upacara tu penting….!

  6. UPACARA SENIN INI BUDAYA YANG HARUS KITA JAGA DAN JALANKAN DENGAN BAIK KITA DIDIDIK PATRIOTISME , BELA NEGARA, DISIPLIN, SERIUS DAN BANYAKLAH YANG BISA KITA DAPATKAN DARI KEGIATAN INI, TETAP SEMANGAT , MERDEKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,076 other followers