Dedi Dwitagama

Kepala SMK Negeri 36 Jakarta – Cilincing Jakarta Utara, Trainer, Motivator, Blogger, Photografer

SERAGAM, Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir & bekerja standar

KORUPTOR berseragam
Jaksa, pembela dan hakim beseragam
Polisi berseragam

Murid TK berseragam
Murid SD berseragam
Murid SMP berseragam
Murid SMA berseragam
Murid SMK berseragam
Murid Madrasah berseragam
Pekerja pabrik berseragam
Guru berseragam
Kepala Sekolah berseragam
Pegawai Dinas Pendidikan berseragam
Pegawai Pemda berseragam

Ke sekolah berseragam
Ke tempat kerja berseragam
Ke Pengajian berseragam
Ke resepsi (panitianya) berseragam
Ke upacara kemerdekaan berseragam

Lalu, apakah kita seragam bersama mensejahterakan negeri … ?

Menurut Wiki; Seragam adalah seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi sewaktu berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut. Pelaksana kegiatan keagamaan telah menggunakan kostum standar sejak dulu. Contoh lain penggunaan seragam yang pertama adalah pakaian tentara Kekaisaran Romawi dan peradaban-peradaban lainnya. Seragam modern dikenakan oleh angkatan bersenjata dan organisasi paramiliter seperti polisi, layanan darurat, satpam, di beberapa tempat kerja, sekolah, dan penghuni penjara. Di beberapa negara, pejabat negara juga dapat menggunakan seragam, contohnya seragam PNS di Indonesia.

Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir dan bekerja standar, … biasa-biasa saja … enggan bekerja diluar standar atau luar biasa, … berprestasi jadi kata yang asing, … hingga pemilihan siswa, guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi miskin peserta …

Gambar: Ndoro Kakung

Filed under: Puisi , , , , ,

4 Responses

  1. Ikkyu_san mengatakan:

    Seragam membuat orang tidak bisa “tampil dengan dirinya sendiri” dan menekan kreatifitas. Meskipun seragam merupakan solusi bagus untuk “menyamaratakan kedudukan dan status”. Tinggal bagaimana kita mengatur kapan perlunya ada seragam, kapan tidak.

    Di Jepang malah banyak yang tidak berseragam, tapi “pribadi dan tindakannya” seragam. Karena dihilangkannya kompetisi antar pribadi untuk menyamaratakan kedudukan itu. Dan “seragam invicible” ini lebih gawat daripada baju seragam yang terlihat.

    salam pak.
    EM

    Ach … kita tampaknya sependapat … Saya cuma ingin bangsa ini lebih kreatif dan tak selalu berfikir dan bertindak sama, karena kita sesungguhnya punya banyak beda; suku, pulau, sosial, budaya, politik, ekonomi, dll … saat-saat tertentu berseragam bolehlah … bukan setiap hari … thx

  2. Dimas Gandhi mengatakan:

    ajarin donk bikin puisinya

  3. Dimas Gandhi mengatakan:

    bales comment donk ke blog saya

Leave a Reply

Dedi Dwitagama

Kepala SMK Negeri 36 - Teknologi Industri, Kelautan dan Teknik Komputer Jaringan di Cilincing Jakarta Utara, Nara Sumber, Trainer dan Motivator bidang pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK/ICT, pencegahan penyalahgunaan narkoba, leadership. Ngeblog merupakan salah satu hobinya selain Fotografi. Tentang kegiatan pelatihan, seminar atau training Saya silahkan kunjungi http://trainerkita.blogspot.com. Fofo-foto Saya di http://fotodedi.wordpress.com Principal at SMK Negeri 36 Jakarta, Indonesia. Olso as Trainer and Motivator on Education, ICT, Drug Abuse Prevention, Leadership. About My Training, please visit http://trainerkita.blogspot.com. See my foto's at http://fotodedi.wordpress.com
Dedi Dwitagama's Facebook profile

Pengunjung saat ini

website counter

Blog Juara

+ e-Learning award Pustekkom Depdiknas RI, Jakarta, Oktober 2008 (Juara ke-2) + Kepala Sekolah Berprestasi DKI Jakarta Juli 2008 (Juara ke-3) + Kompetisi blog “I Love Mobile Blogging”: XL dan Dagdigdug, FKI - JHCC Jakarta, Juni 2008

Kalender

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Internet Sehat


Click to view my Personality Profile page

Kategori

Kenangan

dwitagama sylvi

ONO

dwitagamayos2

dwitagamafoke2

dwitagamafoke

dwitagamayos

with president SBY

SPEAKER

SMINAR  H SULTAN (25)

SMINAR  H SULTAN (22)

More Photos

Silahkan berkunjung

Slide Dedi Dwitagama

Negeri Pengunjung