KORUPTOR berseragam
Jaksa, pembela dan hakim beseragam
Polisi berseragam
Murid TK berseragam
Murid SD berseragam
Murid SMP berseragam
Murid SMA berseragam
Murid SMK berseragam
Murid Madrasah berseragam
Pekerja pabrik berseragam
Guru berseragam
Kepala Sekolah berseragam
Pegawai Dinas Pendidikan berseragam
Pegawai Pemda berseragam
Ke sekolah berseragam
Ke tempat kerja berseragam
Ke Pengajian berseragam
Ke resepsi (panitianya) berseragam
Ke upacara kemerdekaan berseragam
Lalu, apakah kita seragam bersama mensejahterakan negeri … ?
Menurut Wiki; Seragam adalah seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi sewaktu berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut. Pelaksana kegiatan keagamaan telah menggunakan kostum standar sejak dulu. Contoh lain penggunaan seragam yang pertama adalah pakaian tentara Kekaisaran Romawi dan peradaban-peradaban lainnya. Seragam modern dikenakan oleh angkatan bersenjata dan organisasi paramiliter seperti polisi, layanan darurat, satpam, di beberapa tempat kerja, sekolah, dan penghuni penjara. Di beberapa negara, pejabat negara juga dapat menggunakan seragam, contohnya seragam PNS di Indonesia.
Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir dan bekerja standar, … biasa-biasa saja … enggan bekerja diluar standar atau luar biasa, … berprestasi jadi kata yang asing, … hingga pemilihan siswa, guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi miskin peserta …
Gambar: Ndoro Kakung
Filed under: Puisi , gupres, kepala sekolah berprestasi, koruptor, pengawas berprestasi, seragam
















Seragam membuat orang tidak bisa “tampil dengan dirinya sendiri” dan menekan kreatifitas. Meskipun seragam merupakan solusi bagus untuk “menyamaratakan kedudukan dan status”. Tinggal bagaimana kita mengatur kapan perlunya ada seragam, kapan tidak.
Di Jepang malah banyak yang tidak berseragam, tapi “pribadi dan tindakannya” seragam. Karena dihilangkannya kompetisi antar pribadi untuk menyamaratakan kedudukan itu. Dan “seragam invicible” ini lebih gawat daripada baju seragam yang terlihat.
salam pak.
EM
Ach … kita tampaknya sependapat … Saya cuma ingin bangsa ini lebih kreatif dan tak selalu berfikir dan bertindak sama, karena kita sesungguhnya punya banyak beda; suku, pulau, sosial, budaya, politik, ekonomi, dll … saat-saat tertentu berseragam bolehlah … bukan setiap hari … thx
puisinya keren
ajarin donk bikin puisinya
bales comment donk ke blog saya