Kepala Sekolah SD dan SMP
dilarang lakukan pungutan ini itu
birokrat dan politikus kompleks itu
dengungkan pendidikan gratis
dikabarkan bahwa Pak Besut
mencukupi semua biaya sekolah warga
Saat Kepala Sekolah ditanya apakah cukup
biaya dari Pak Besut untuk operasional sekolah?
umumnya mereka menjawab;
“Cukup, jika untuk pencapaian kinerja reguler”
sementara jika ingin mencapai
sekolah nasional atau internasional
bahkan yang cemerlang
amat sangat tak cukup
Tetapi karena
memungut sedikit saja
bisa timbulkan benturan
dan “terbentur” tembok Pak Besut
banyak kepala sekolah memilih
meletakkan sekolah diposisi reguler
alias biasa-biasa saja tak perlu mikir
bersusah payah berkreasi, cari ide
jadikan pendidikan anak penerus bangsa
lebih berbobot
Sekolah negeri yang reguler jumlah muridnya
bisa tetap banyak, mutu tak dituntut tinggi
sementara sekolah hebat muridnya dibatasi,
kadang berhadapan dengan orang tua yang mau serba gratis,
Lima hingga sepuluh tahun mendatang
SD dan SMP Negeri di Kompleks Pak Besut
akan menjadi reguler kebanyakan
kepala sekolah dan guru enggan mengembangkan sekolah
karena kokohnya tembok mengekang
Sementara sekolah swasta
dibiarkan menggemukkan diri
dengan bayaran tinggi dan fasilitas menawan
dan orang-orang kaya itu makin
pintar merebut semua posisi terbaik negeri
Bagaimana dengan kaum miskin
mereka termakan dengan isu gratisan
dan hanya bisa sekolah level reguler
tak berkembang, tak makin pintar
dan terus tetap miskin
Saat Anda di terminal
dan harus ke toilet,
ada yang gratis?
Selamat malam pembaca, anak Anda sekolah di sekolah Reguler? gratiskah?
Filed under: Keluarga Pak Besut, Up grade , gratis, Negeri, Pak Besut, pendidikan, SD, smp

















Sekolah reguler, prestasi menonjol !
gimana caranya ya Pak …?
Sekolah menonjol, prestasi rata-rata !
kenapa ya pak …?
Sekolah reguler, prestasi rata-rata !
bagaimana jadinya ya pak ..?
Sekolah menonjol, prestasi menonjol !
itu harus !
Yuk kita duduk bareng, mimpi bareng …
To do,not to be or to have.
Bravo ! Pak Besut.