@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

di Program Inovasi Dalam Pembelajaran – IDE

Leave a comment

Kini menjangkau 1.000 Sekolah Dasar, melibatkan 300.000 murid dan 15.000 guru di empat provinsi

IDE (Inovasi Dalam Edukasi) adalah program berkesinambungan dalam Pembelajaran-Interaktif-Menyenangkan dengan mempergunakan alat peraga, yang ditujukan kepada murid Sekolah Dasar (SD). Kehadiran program IDE sejak 5 tahun belakangan ini juga dimaksudkan agar memperbesar arti dan peranan para guru sebagai duta pendidikan. Menurut Seto Mulyadi, ketua Dewan Penasihat IDE, untuk tahun ajaran 2006-2007, program IDE kini telah menjangkau 300.000 murid, 15.000 guru pada 1.000 SD yang tersebar di empat provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

 Sharring: “Teknologi ada untuk mempermudah”, pesertanya 100 guru SD,  Hotel Nikita Surabaya 17 Maret 2009

Program IDE yang bergulir sejak awal 2002, diprakarsai oleh PT Unilever Indonesia, Tbk yang kemudian menunjuk Interact Carlson Marketing Group (ICMG) sebagai mitra. Program ini dimulai dengan sebuah pilot project yang bersifat non-komersial, dan didukung oleh para praktisi dunia pendidikan termasuk Dinas Pendidikan, serta disponsori oleh Unilever. “Program IDE adalah sebuah terobosan yang perlu diapresiasi dan menunjukkan kepedulian yang tinggi dari dunia usaha mengenai pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” tutur Seto Mulyadi, Ketua Dewan Penasihat program IDE.

Pada awalnya, 13 SD diseleksi dan proses pembelajaran baru yaitu “interactive, fun learning” diperkenalkan. Materi pembelajarannya tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, namun telah dirancang sedemikian rupa sehingga tampil lebih menarik dalam bentuk alat bantu pembelajaran seperti misalnya poster atau flip chart.

Setelah setahun berjalan yang diikuti dengan pemantauan yang ketat, maka dilakukan evaluasi, baik dari manfaat dari proses pembelajaran interaktif menyenangkan serta penggunaan alat bantu mengajarnya. Studi banding juga dilakukan, antara sekolah peserta program IDE dan non-peserta. Hasilnya sangat menggembirakan. Program bernuansa pendidikan ini dapat diterima dan disukai, dan mendorong pilot project ini dikembangkan lebih meluas ke lebih banyak sekolah di kota-kota lainnya pada tahun-tahun berikutnya.

Seiring perkembangan program IDE yang melibatkan lebih banyak sekolah, Dewan Penasihat program ini melihat bahwa proses pemantauan dan pengukuran efektivitas program IDE perlu lebih ditingkatkan, sehingga ditunjuk biro riset untuk melaksanakan survei berskala besar pada sekolah peserta dan non-peserta. Berdasarkan hasil riset independen dari AcCis pada 2006, mayoritas responden memberikan persepsi positif terhadap metode baru yang dilakukan program IDE, diantaranya pemahaman yang lebih mudah terhadap materi pelajaran; belajar lebih menyenangkan dan menarik; para siswa dapat lebih menikmati aktivitas di sekolah; proses mengajar dapat lebih aktif karena peran gambar; dan membuat para siswa lebih mudah menyerap topik yang dibahas. Riset tersebut melibatkan responden sebanyak 650 siswa, 100 guru dan 100 orang tua murid.

“Kini yang menjadi tantangan bagi kami adalah bagaimana mengajak semua pihak untuk ikut peduli pada pendidikan dan mengoptimalkan program IDE sesuai dengan kapasitas yang ada, dengan harapan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, khususnya murid-murid SD,” jelas Esti Sofwan, Project Manager Program IDE. “Untuk itu kami ingin mendapatkan berbagai masukan dari semua pihak demi pengembangan program IDE. Kami percaya bahwa berbagai lapisan masyarakat akan mendukung program ini agar mencapai hasil yang maksimal dengan menjangkau lebih banyak murid di Indonesia”, tambah Esti.

Dukungan dari mitra koalisi
Unilever, sebagai penggagas utama dalam program ini, telah mengikutsertakan beberapa brand guna mendukung pembelajaran di dalam kelas yaitu: Rinso, Kotex, Lifebuoy, Pepsodent, Wall’s dan Sariwangi. Beberapa brand lain dari Unilever yang mendukung program aktivasi di luar kelas (ekstrakurikuler) adalah Taro dengan story telling ‘Dewi Bumi’ – untuk cinta lingkungan; Lifebuoy – ‘Berbagi Sehat’ cuci tangan; Komik ‘Aji Pemboros’ – mendidik untuk rajin menabung dan tidak boros.

Untuk tahun ini, Unilever memperkenalkan subyek lingkungan yang berkonsep ‘Green and Clean’. Konsep ini lebih menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan praktik dan implementasi secara langsung. Diawali dengan sosialisasi pemisahan sampah organik & anorganik, proses pembuatan kompos dan proses lebih lanjut. Dalam implementasi tersebut melibatkan seluruh stakeholder yang terdiri dari pihak donor, dinas pendidikan wilayah, dewan penasehat, pihak sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, komite dan pihak-pihak pendukung sekolah) serta program manajemen program IDE. “Melalui ‘Green and Clean’ sebagai bagian dari Program IDE, kami ingin mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan sejak usia dini. Tidak hanya berhenti di sekolah, anak-anak juga akan menjadi agen perubahan dengan membawa kesadaran lingkungan tersebut ke rumah dan lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Okti Damayanti, General Manager Unilever Peduli.

Pada tahun ajaran 2006 – 2007 ini, IDE menggandeng mitra koalisi baru yaitu Frisian Flag Indonesia (FFI) – pemimpin pasar industri susu di Indonesia yang ahli di bidang nutrisi – dengan konsep Get Ready for Life! Konsep ini menitik-beratkan pada kesiapan anak untuk menyongsong masa depan. HR & General Affairs Director FFI Hendro Harijogi Poedjono menyatakan, keterlibatan FFI juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk turut serta membantu meningkatkan tingkat kesehatan dan gizi di Indonesia melalui berbagai aktivitas termasuk pendidikan terhadap stakeholders dan konsumen pada umumnya.

Sekilas tentang Interact Carlson Marketing Group (ICMG)
Interact Carlson Marketing Group (ICMG), sebagai bagian dari Carlson Marketing Worldwide, adalah perusahaan spesialis yang berkiprah di dalam bidang usaha “membangun kemitraan antara korporasi dengan para stakeholder” melalui program khusus. Salah satu keunggulannya adalah merencanakan dan merealisasikan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). ICMG merupakan perintis dalam bidang Relationship Marketing di Indonesia. Bermarkas di Minneapolis (Amerika Serikat), Carlson Marketing Worldwide adalah perusahaan pemasaran utama yang telah sukses selama 70 tahun membangun kemitraan bagi beberapa perusahaan ternama di dunia. Kini jaringan bisnisnya mencakup 37 cabang di 21 negara, mulai dari Amerika, Kanada, EMEA dan Asia Tenggara, hingga Australia.

Sumber: Antara

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,700 other followers