Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendapatkan mandat negeri untuk menyiapkan generasi muda menjadi tenaga kerja tingkat menengah atau hidup mandiri dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan di SMK harus bermuara pada mandat tersebut.
SMK Negeri 36 Jakarta beralamat di Jl. Baru Cilincing Jakarta Utara memiliki program studi keahlian yang khas di Indonesia, yaitu Nautika Perikanan Laut, Nautika Perikanan Laut, Agribisnis Perikanan, disamping program studi keahlian Teknologi Industri, yang terdiri dari Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif), Teknik Alat Berat, Teknik Pemesinan dan Teknik Komputer Jaringan.
Murid Sebagai Subjek
Peserta Didik SMK sejak awal harus dibiasakan dengan suasana kerja di dinia usaha dan dunia industri. Tenaga karja di perusahaan harus mampu mnempilkan citra positif tempatnya bekerja ditunjukkan dengan penampilan yang rapi dan sikap disiplin yang berkualitas.
Setiap kegiatan di SMK Negeri 36 Jakarta berusaha menempatkan peserta didik sebagai subjek yang pada akhirnya memberikan kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang siap kerja atau hidup mandiri.
Pada suasana puasa ini misalnya, di SMK Negeri 36 Jakarta setiap pagi dilakukan Tausiyah atau Kuliah Tujuh Menit (Kultum), dimana secara bergiliran beberapa orang siswa berperan sebagai Moderator, Pembaca Al-quran, Pembaca Sari Tilawah dan Penyaji Kultum, mereka menjadi pembicara dihadapan lebih kurang 600 peserta didik. Betapa hal itu akan menjadi kenangan tak terlupakan seumur hidup bagi peserta didik yang menjadi pembicara dihadapan ratusan teman-temannya ketika di SMK. Hal ini akan membentuk mental berani dan rasa percaya diri yang akan sangat bermanfaat di kehidupan masa dewasa peserta didik di masysrakat dan dunia usaha dan industri.
Sehari-hari, peserta didik SMK Negeri 36 Jakarta harus tampil rapi dengan seragam khas yang bernuansa militer bahari dengan berbagai atribut yang membuat anak muda terlihat gagah dan berwibawa. Kedisiplinan peserta didik dipayakan dengan penerapan sistem “SP dan BEASISWA” .
SP dan BEASISWA
Peserta didik SMK Negeri 36 Jakarta yang membolos dan tidak hadir di sekolah, Orang Tua atau Walinya langsung dipanggil oleh Wali Kelas secara lisan dan tertulis untuk diberikan Peringatan Pertama, jika perbuatan membolos atau tidak hadir, masih diulangi maka orang tua/wai dipanggil lagi untuk menerima Peringatan Kedua, jika perbuatannya masih diulangi, maka orang tua/wali dan peserta didik dipanggil oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) untuk menandatangai Surat Pernyataan I (SPI).
Jika kelakuannya masih berulang, maka akan ditingkatkan menjadi SP2 hingga SP3. Andai perilaku bolos dan tak hadir di sekolah tak berubah, maka dilakukan KONFERENSI KASUS yang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ketua Program Studi Keahlian, Wali Kelas dan Guru BP yang targetnya memutuskan apakah peserta didik yang bermasalah masih akan dibina dengan strategi perlakuan yang disepakit pada konferensi kasus tersebut atau dikembalikan kepada orang tua/wali peserta didik.

Siswa sebagai Subjek. Setuju pa.
Dengan seringnya siswa dilibatkan dalam kegiatan ex-kurikuler, siswa semakin terlatih untuk belajar mandiri.
Saat ini, dengan bimbingan Tim guru TKJ, siswa sedang merancang buletin dan membuat media pembelajaran.
Sukses untuk siswa SMK N 36 Jakarta Utara.
alhamdulillah pak..
sangat setuju dengan konsep tersebut..
saya sudah memulai di smk tempat saya mengajar di semarang…
anak-anak.. saya kondisikan untuk menjadi manusia global..
sehingga pada saat mereka lulus nanti, benar2 mengetaui dunia global..
salah satu upaya saya adalah di
http://www.tamanmedia.com
itu adalah karya anak2 saya pak..
salam
hamrowi(semarang)
assalamu’alaikum Pak Dedi…
Apa kabarnya..?
semoga SMK yang lainya meniru budaya positif SMK 36 guna menggairahkan pendidikan kejuruan
salam semangat seluruh keluarga SMK 36
Siswa harus menjadi dirinya sendri dengan motivator terus menerus dari para guru
Be the leader, Indonesia!