@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Mencoba Memberi Arti buat Orang sekitar

1 Comment

Reza Pahlevi menuliskan pesan kepada Saya melalui Facebook, begini:

Assalamu’alaikum pak Dedi,

Terima kasih atas diuploadnya foto2 event Pembuatan Blog Untuk Guru bbrp bulan yg lalu. Highly appreciated.

Semenjak kenal bapak saya semakin semangat menjadi guru. Hari ini adalah genap setahun sudah saya resign dari kantor untuk terjun ke dunia pendidikan. Sudah 1 bulan ini saya hampir menjadi guru terbang, 3 kali ikut diklat/workshop. 2 diantaranya atas undangan Bailtbang Kemdiknas bekerja sama dengan ALCoB.

Insya Allah Senin nanti saya ada flight ke Palembang utk lanjutan workshop Balitbang & ALCoB.

CU somewhere..

Wassalam

Saya menjawabnya dengan:

Alhamdulillah, sy happy … Anda punya potensi … Khusnuzon aza … Allah akan atur rejeki buat kita, yg penting jaga kesehatan dan jangan punya utang … Kita bisa ktemu kapan saja, kunjungi blog2 sy … Tk, smg sukses slalu

Kami jumpa di Workshop Nasional Penulisan Blog di Purbalingga Jawa Tengah. Senang, bangga dan sangat bahagia jika perbuatan masa lalu berdampak pada masa kini untuk orang-orang disekitar.

Selamat berjuang Bp.   Negeri ini membutuhkan guru yang punya skill dan komitmen seperti Anda

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

One thought on “Mencoba Memberi Arti buat Orang sekitar

  1. Pak Dedy yang sy hormati, terima kasih telah memberikan wawasan trainer di Malang.Saya salah satu peserta dari dari acara tsb.

    Oh ya pak ,pertama saya ingin curhat tentang famili saya yang suka gali lobang dan tutup lobang ,intinya pengeluaran tdk sebanding dengan pemasukan , dan suka ngemplang( tdk mau bayar hutang ) sana sini ,itupun dilakukan berulang -ulang tanpa rasa malu.

    Yang kedua sy punya anak perempuan sdh berumur 18 th, dia cuek bebek ,suka bohong dan kalau dibilangi malah marah2, kurang peduli pada orang tua.

    Pertanyaan sy bagaimana cara menyadarkan famili sy tadi spy tdk mengulangi pebuatannya. Dan bagaimana supaya anak saya tersebut berakhlak mulia. Padahal tiap hari kami membiasakan sholat jamaah, dan memeberi contoh hal2 lain ang baik .
    Trim, sy tunggu sarannya .

    Dear Ibu
    Trm ksh telah berkunjung dan komment di blog sy.

    Sy ikut prihatin thd apa yg sedang Ibu alami, salah satu caranya mungkin sebaiknya ibu kemukakan dengan semua anggota keluarga pada saat yang sama dalam situasi tepat. Termasuk masalah gali lobang tutup lobang .. segeralah tutup lobang2 yg ada … usahakan tak menambah lubang yg ada … prioritaskan pengeluaran yg sangat urgent, berikan pengertian ttg kondisi keuangan keluarga anda kepada semua anggota agar mereka tak memaksakan keinginan utk hal2 yang tak urgen.

    Mhn maaf jika da yang tak berkenan, smg ibu dan kel dalam damai dan sejahtera selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,882 other followers