Membandingkan Guru yang Sarjana dengan Anak SD

ANAK SD

Lihatlah wajah anak-anak di atas, usianya tak lebih dari 10 tahun … betapa mereka serius menatap layar monitor, belajar atau mengerjakan sesuatu gunakan teknologi informasi.

“Itu anak SD di luar negeri Pak Dedi, jangan bandingkan dengan anak Indonesia”, begitu Guru Jadul langsung menepis spontan membaca alinea sebelum ini.

Saya tak ingin bandingkan anak-anak diatas dengan anak Indonesia, tetapi Saya bandingkan anak-anak di atas dengan Guru-guru yang minimal sarjana di Indonesia.

Guru Indonesia sudah dewasa, sarjana pula … tak sedikit yang mengaku senior … sekolahnya belasan tahun bahkan puluhan tahun hingga Magister dan Doktor …, gaji dan tunjangannya macam-macam.

Seberapa anda para guru negeri makmur ini serius berkerut dahi, melototkan mata menatap informasi kerjakan tugas dengan teknologi?

Lebih suka suruh karyawan tata usaha, berdalih berbagi rejeki.
Selagi masih ada teman  yang bisa membantu, kenapa tak kerja sama.
Merasa penuh koceknya, titip kerja di rental komputer sekitar rumah atau sekolah.
Banyak pelajar & mahasiswa siap membantu bertukar nilai akhir semester.
Sering lelah, mata buram, takut nambah plus dan enggan ganti kacamata.
Takut laptop sekolah/kampus pinjaman rusak terlalu sering dipakai.
Belum sanggup beli notebook, karena harus angsur rumah BTN.
Sebagai pimpinan tak perlu kerja, suruh anak buah saja.
…..

Dan masih sejuta alasan bisa Anda sebut.

Intinya Anda enggan belajar, segan berubah, merasa sudah paling pintar, dst …
Coba lihat buku bacaan Anda terakhir? … atau mungkin lama tak beli buku lagi, langganan media massapun tak ada apalagi langganan internet… karena merasa cukup lihat infotainment.

Selamat tahun baru bapak ibu guru …. masih terus mau jadi guru jaduuuul? saya senang lihat wajah-wajah guru serius seperti wajah anak-anak di atas. Agar anak negeri jadi lebih sejahtera karena gurunya mau terus belajar dan berubah lebih baik … love u friends.

Artikel lengkap tentang foto diatas bisa disimak disana.

Advertisement

3 thoughts on “Membandingkan Guru yang Sarjana dengan Anak SD

  1. ha ha ha ha,….tertawa saya membaca sepenggal kata “guru jadul”……….mudah2an kedepannya ga jadul lagi,…

    alooo To … begitulah, msh banyak guru yg enggan berubah dari sisi kompetensi, mungkin terlalu semangat nikmati perubahan kesejahteraan, jadi lupa tingkatkan profesionalisme … pa kabar Jeddah, smg kamu dalam sehat selalu … kapan kembali ke jakarta?

  2. Terima kasih … info yang baik dan up to date tuk disimak… Send my sweet regard to your family.

    sy senang bu hajjah simak curcol saya …. smg bermanfaat, salam sdh disampaikan, tk

  3. Kita sangat sependapat dg Bapak Narasumber,
    sebagaimana maksud yg terkandung pada pantun berikut ;

    Kayu cendana diatas batu
    Sudah diikat dibawa pulang, artinya;

    Adat dunia memang begitu
    Benda yang buruk memang terbuang(?).

    Nuhun kang … ditunggu mampir jeung komentarna …. salam buat sadaya di SMK 49
    Salam sukses selalu for kita semua!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s