@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Etika Menerima Telepon

2 Comments

HARUS ADA OPERTOR

Bisa dilihat dari kondisi atau kebersihan pesawat telepon di ruang kerja, kalau pesawat telepon nya bersih terlihat dirawat, bisa dipredikasi cara penerimaan teleponnya baik.

Etika menerima telepon sering tak diperhatikan, sehingga kadang penelpon merasa kurang nyaman dengan cara menerima telepon suatu institusi … padahal, kredibilitas suatu institusi bisa dilihat dari cara penerimaan telepon.

Kami membuat standar penerimaan telepon begini:

Sebelum RING yang ketiga berbunyi, gagang telepon harus sudah diangkat.
“SMK Negeri 36 Jakarta, selamat pagi … ada yang bisa kami bantu?” … dst.

Bagaimana di tempat anda?

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

2 thoughts on “Etika Menerima Telepon

  1. klo di tempat saya kurang lebih sama pak.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,031 other followers