
EKSKUL TAIKO SMKN 36 JAKARTA
Pake tenaga alumni? … asyik, murah meriah dan umumnya bagus, karena senior merasa dapat kehormatan … tapi yang berbuntut jelek juga tak sedikit …. banyak bumbu kekerasan dan perkelahian.
Saya tak izinkan alumni membina ekskul di SMKN 36 Jakarta, cuma karena satu alasan, yaitu: Bahwa tujuan SMK adalah menyapkan tenaga kerja, alumni yang mandiri atau bisa lanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi …. oleh sebab itu alumni harus kerja, wirausaha atau kuliah …. dan itu pasti habiskan waktunya setiap hari, sulit untuk bisa bolak balik ke sekolah ….

TAMPIL DI DEPAN TEMAN SEBELUM LOMBA
Pernah ada yang menjawab: “Kami berjihad membina yunior kami”.
Saya beri pengertian kepada peserta didik itu, berjihadlah mensejahterakan dirimu sendiri, lalu ayah ibumu, setelah itu kakak adikmu … jika sangat sejahtera, bantulah anak yatim, dirikan masjid dan madrasah …. itu jihad yang lebih bermakna dibanding bolak-balik ke sekolah dengan status pengangguran.
Ternyata, hari-hari ini di media terungkap bahwa ….
wahh setujuh pak
bukanya ga mau bantu tapi sya juga punya kerjaan yang lain, jadi kadang susah tentuin waktu klo disuru2 ke sekolah ..
byar saya alumni tapi sya tetep peduli sama Sekolah.. bantu support semangat aja yah pak …hehe
semangat terus buat SMKN 36
trm ksh uya … bekerjalah yg baik, agar hidumu sejahtera
kalau yang membina alumni yang sudah bekerja bagaimana pak ?
saya tertarik dengan pernyataan terakhir pak dedi, tentu sangat terkait dengan statemen Sidney Jones yg mengingatkan untuk berhati-hati dengan kegiatan rohis di sekolah2, kaitannya dengan proses pengkaderan terorisme
saya sebagai alumni rohis merasa sedih dengan statemen Sidney Jones tersebut, dari pada membantah banyak2 disini
saya hanya ingin membuat logika sederhana
berapa banyak anak rohis yang terekrut teroris ?
dan berapa banyak anak rohis yang justru bisa menumbuhkan kegiatan postiif di sekolahnya ? unggul dalam prestasi ? tidak terlibat tawuran ?
maaf pak itu hanya logika sederhana saja
saya hanya takut, nanti ada teroris dari takmir masjid atau remaja masjid .. nanti ada statement lagi hati2 dengan takmir masjid dan remaja masjid
lalu mau jadi apa bangsa ini, jika setiap yang kegiatan islami dicurigai ?
oya, terakhir bapak sebagai Kepala Sekolah
tentu bapak yang paling berhak menentukan siapa yang membimbing kegiatan kerohanian di sekolah bapak …
bapak bisa melakukan fit and propes test , atau bahkan meminta utusan organisasi islam yang bapak anggap mumpuni dan bersih dari ideologi terorisme ..
yang penting .. kegiatan rohis tetap berlanjut tanpa kecurigaan lagi
alumni yang sudah bekerja boleh membina ekskul kami …. sy tak curiga, hanya mendorong pserta didik untuk hidup sejahtera dan bisa berjihad dengan cara yg lebih elegan …. ekskul kami maju, krn pserta didik yakin jika brprestasi, beasiswa hingga lulus bakal mereka terima …. biarlah para senior kelas XII dan XI membimbing adik-adiknya, agar terjadi pembelajaran leadership dan peningkatan percaya diri, trm ksh telah berkomentar