Kasihan anak negeri Paman Besut
Masuk sekolah karena iklan
SML adalah Sekolah Menengah Lulus semua
SMB adalah Sekolah Menengah Belum tentu kuliah
Gencar iklan SML di media, berduyun masuk SML
SMB makin kehilangan peminat
Sekolah swasta berlomba membuka SML
Yang tak diterima di SML kemudian masuk SMB
Lima tahun yang lalu sebaliknya
Yang tak diterima di SMB masuk SML
Penduduk negeri tak tahu
Bahwa menurut perundangan negeri
SML bertujuan antarkan alumni ke dunia kerja
SMB antarkan alumni ke perguruan tinggi
Mental dan skill anak negeri tak digarap baik di sekolah
Sehingga lulus SML tak mau kerja,
Tak berani melamar pekerjaan, tak bisa kerja berat,
Tak mau kerja yang jauh, tak bisa kerja serius,
Sulit bekerja sama, tak tahan persaingan, tak mau cape,
Yang mengenaskan, … Pakai baju apa saat melamar kerja, mereka bingung
Sementara yang lulus SMB tak kuliah krn langka biaya
Lamar kerja amat tak siap
Karena tiga tahun tak dibekali kesiapan kerja
Akhirnya bekerja sekenanya
Dibilang kerja, hasilnya tak cukup buat hidup
Dibilang nganggur juga tidak
Beruntunglah anak negeri
Yang sadar masuk SML untuk bekerja
Sehingga sejak awal serap banyak ilmu dan strategi buat kerja
Beruntung setelah kerja dia kuliah lagi
Buat tingkatkan posisi dan penghasilan
Atau almuni SMB yang bermental baik siap kerja
Kemudian bisa bersaing dengan alumni SML
juga bisa lanjut ke perguruan tinggi
Setelah pulang kerja
Pertanyaannya,
Berapa persen di sekolah
Peserta didik yang punya kesadaran di atas
Sehingga mereka menjadi peserta didik yang haus ilmu dan informasi
Senang mendapat tantangan mencerahkan
Berapa persen guru dan tenaga kependidikan
Yang sadar akan missi sekolahnya
Coba tanyakan pada mereka tentang keseriusan dan target mereka
Umumnya cuma konsen target lulus ujian nasional
Pantas mereka tak bisa bersaing rebut kerja
Sulit hidup sejahtera keluar dari kemiskinan
Kerja diluar negeri dengan pemalsuan ini itu jadi jalan pintas
Wajah-wajah hitam, bermata cekung,
kurus berhibur asap bernikotin
makin banyak di negeri paman
0.000000
0.000000