eh … slamat istirahat yah

eh … slamat istirahat yah ,,, tidur di malam hari sangat bagus kualitasnya krn seisi alam istirahat juga, begadang bikin tubuh meradang .,,, smg anda happy slalu

By Dedi Dwitagama Posted in Entah Tagged

Kemendiknas Tetapkan PP 66/2010 pengganti PP 17/2010 ttg Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan

Kementerian Pendidikan Nasional resmi menetapkan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2010.

Menurut M NUH Menteri Pendidikan Nasional, PP ini merupakan pengganti PP 17 yang sebelumnya tertuang dalam Undang-Undang Badan Hukum pendidikan (UU BHP) pasca pencabutan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Maret lalu. “PP No. 66 Tahun 2010 ini resmi berlaku sejak ditetapkan, yakni 28 September 2010 lalu. Pemerintah membuat peraturan ini setelah MK membatalkan UU BHP yang memberikan amanah dan konsekuensi untuk menyiapkan dua hal, yang salah satunya perubahan PP ini. Sumber: Kopertis12.or.id

Perlu download silahkan klik .PP.66-2010 dan PP17-2010

full day full happy full friends

28 Nopember 2011, setelah mencium dan dicium anak istri saya ke SMKN 29 Jakarta selesaikan beberapa kerja plus koordinasi dengan teman, ke SMKN 37 jumpai ibu guru yang cantik2 Pengurus dan anggota MGMP tata busana SMK Jakarta berdialog ttg beberapa hal.

Rapat di Dinas Pendidikan lantai 5 adalah agenda berikutnya membahas persiapan kwgiatan hari rabu hingga jumat di cibubur buat peserta didik SMK se DKI bertajuk Ketahanan Sekolah hingga pk 16 … set itu menuju Cisarua.

Kluar tol di ciawi dah mulai trasa merayap … ternyata arus dari atas jauh lebih padat yang membuat sulit berbelok ke hotel gondangdia krn padat mobil dan motor.

Perjumpaan dengan Pengurus Komite Sekolah SMP se Jakarta Barat sangat menyenangkan, kami bermain, tertawa, berdialog secara bersemangat hingga hampir pk 22 … kembali pulang temui keluarga tercinta hampir tengah malam … letih yg menyenangkan, banyak teman baru …. thx and love u all.

dia tak tahu bahwa kelinci itu menyenangkan dan asik buat dibelai dan diajak main

seorang bayi menangis tersedu melihat kelinci … dia nangis histeris berlari kesana kemari … dia tak tahu bahwa kelinci itu menyenangkan dan asik buat dibelai dan diajak main.

ada guru yang histeris, omong sana omong sini … tersedu alirkan air yang sulit mengalir bertemu kepala sekolah baru … dia tak tahu bahwa kepala sekolah itu menyenangkan dan asik buat dibelai dan diajak main.

setelah bicara langsung dengan kepala sekolah barunya mereka tenang, senyum dan kembali mendidik anak negeri dengan serius.

rejeki, jodoh dan umur Allah yang atur, bukan kepala sekolah …. berbuat baik aja, sisanya Dia yang atur, love u friends.

foto taruna dan taruni SMKN 29 Penerbangan Jakarta di depan Pesawat Esperimental JABIRU J 430 di Pameran LKS Nasional 2011

20111126-094130.jpg

20111126-094139.jpg
Jurnal LKS Pameran Karya SMK 2011 edisi hari pertama 22 Nop 2011 pada cover halaman paling depan memuat foto taruna dan taruni SMKN 29 Penerbangan Jakarta di depan Pesawat Esperimental JABIRU J 430, gagah deh … bangga deh.

Di halaman enam juga dimuat proses penurunan pesawat dari truk pengangkut untuk si setting di lokasi pameran… terima kasih buat semua guru, karyawan dan taruna taruni yang support, love u all.

Bangga deh … DKI Jakarta kembali jadi Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK tk Nasonal 2011 yang diselenggarakan di Jakarta 20 – 24 Nopember 2011, lewat kerja keras semua

FOTO BY MRS AZIZAH SMKN 38 JKT

CANGRATULATION

PREPARE FOR NEXT YEAR

Kepala Disdik dan Kabid PSMK DKI Jkt

Bangga deh … DKI Jakarta kembali jadi Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK tk Nasonal 2011 yang diselenggarakan di Jakarta 20  - 24 Nopember 2011, lewat kerja keras para peserta didik yang hebat-hebat, papar orang tua yang berdoa tetap , guru pembimbing yang mantaaaap, support duni industri dan relasi yang tak berhenti, kepala sekolah yang kompak, teman di dinas yang bernas … alhamdulillah deh.

Saya bisa rasakan betapa perjuangan berat lebih setahun bersiap … latihan panjang, pengorbanan waktu, biaya dan banyak hal dari para peserta didik, Orang tua, guru pembimbing, Kepala Sekolah, Industri, Perguruan Tinggi dan berbagai fihak yang mendukung persiapan Tim LKS DKI Jakarta terbayar malam itu, semua larut dalam syukur dan gembira …. terima kasih

Saya jadi ingat saat menjadi bagian tim yang memberi motivasi, dimana peserta dan pembimbing disatukan dalam banyak permainan sejak pagi hingga petang di SMKN 57 Jakarta, ini salah satu cuplikannya …. trima kasih smuaaaaaaaaah, love u all, happy deh.

anak sekolah yang saat sekolah terbiasa tidak rapih, enggan berorganisasi … tak terbiasa berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain … ketika sudah lulus sekolah tak memiliki rasa percaya diri buat melamar pekerjaan atau enggan bekerja dan senang nganggur, nongkrong sana nongkrong sini … dengan penampilan lusuh, kucel wajah tak bergairah

AKRAB BERTEMAN

jumlah uang yg beredar di Jakarta skitar 70 % dr total uang negeri kalo ada anak muda miskin, nganggur atau hidup susah itu seperti tikus kelaparan di gudang beras … belajar serius, berorganisasi dan berbuat baik bisa dekatkan ke sumber hidup sejahtera.

anak sekolah yang biasa berpenampilan rapih, sering berkomunikasi dengan teman dan guru lewat organisasi atau kegiatan ekstra kurikuler membentuk diri menjadi pribadi yang menyenangkan buat orang sekitar dan bisa diajak bekerjasama dan selesaikan pekerjaan dengan baik.

anak sekolah yang saat sekolah terbiasa tidak rapih, enggan berorganisasi … tak terbiasa berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain … ketika sudah lulus sekolah tak memiliki rasa percaya diri buat melamar pekerjaan atau enggan bekerja dan senang nganggur, nongkrong sana nongkrong sini … dengan penampilan lusuh, kucel wajah tak bergairah.

“terus gimana dong pak? saya tak suka organisasi?”
setiap manusia pasti punya kegemaran … dari ratusan hingga ribuan teman di sekolah pasti ada yang sama hobinya … selama di SD, SLTP dan SLTA kumpullah bersama teman-teman yang sama hobbynya … latihan bersama dan ikut lomba dimana-mana … itu akan membentuk pribadi dan mental jadi siap berinteraksi dengan dunia luar.

anak-anak muda dari luar daerah atau yang jauh dari ibukota, bersemangat datang ke jakarta untuk bekerja apa saja … pekerjaan yang kotor dan berat dijalani, peningkatan karir berlangsung lewat perjuangan dan kerja keras hingga dapat kerja yang ringan dan besar penghasilannya … tingkat kesejahteraan meningkat seiring bertambah usia … happy deh.

menikmati kecanggihan iPhone merekam video dan langsung upload ke YouTube … itu sebabnya anda sering menkmati ekspose video di blog saya


Saya sedang menikmati kecanggihan iPhone merekam video dan langsung upload ke YouTube … itu sebabnya anda sering menkmati ekspose video di blog ini … selamat menikmati dokumentasi wawancara saya dengan Reza dan Tamimah peserta didik jurusan Agribisnis SMKN 36 Jakarta tentang jurusan yang dipelajari dan rancana ke depan mereka … love u all, smg sukses yah.

Tim Jabiru SMKN 29 Penerbangan Jakarta memamerkan pesawat swayasa yang sedang dalam proses perakitan di Pameran Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional 2011


Semalam saya menemani Tim Jabiru SMKN 29 Penerbangan Jakarta memamerkan pesawat swayasa yang sedang dalam proses perakitan di Pameran Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional 2011 di PArkir Timur Senayan Jakarta … Bu Eni, Pak Abud, Bu Lela, Pak Maruli, Pak Sugeng, Pak Gatot, Bu Tini, Bu Kori, guru-guru ainnya dan peserta didik yang berusaha jadi tuan rumah yang baik, menjawab dan puaskan keingintahuan semua pengunjung, termasuk Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Direktur PMSK spt yang terlihat pada dokumentasi di atas, yang sudah diunggah ke YouTube, … thx and love u all.

20111123-081148.jpg
SMKN 29 Penerbangan Jakarta, BISAAAAAAAA !!!!

kembali hadir di SMKN 36 Jakarta mendampingi peserta dan panitia lomba Nautica LKS Nasional 2011

20111122-175313.jpg
hari ini saya kembali hadir di SMKN 36 Jakarta mendampingi peserta dan panitia lomba Nautica LKS Nasional 2011 … sy berfoto bersama utusan DKI Jakarta.

Panitia terlihat sangat kompak, kepala sekolah Bapak H. Asari, M,Pd mendampingi panitia yang dikomando Pak Husaeni Laawu, Pak Bernardi Sugoro, Kaprog Nautika Kapal Penangkap Ikan SMKN 36 Jakarta, Pak Erman Zeni, banyak Guru dan Karyawan saling bantu sukseskan hajat naaional … happy deh, love u all.

eh … happy deh

eh … bersikaplah apa adanya, ga usah sandiwara atau pura-pura lakukan aja sesuai hati nurani, karena hidup sudah sandiwara … be yourself, happy deh

eh … Satu alasan untuk Anda melakukan sesuatu adalah karena itu baik dan membuat Anda bahagia. Jangan takut untuk bertindak, happy deh

eh .. ada ribuan peserta didik dan guru SMK seluruh Indonesia yang praktekkan karakter juara sambil nikmati sea games di Jakarta ikuti LKS tk Nasional 2011, ke parkir timur dan beberpa SMK di Jakarta deh, happy pasti

jika kini peroleh imbalan yang setimpal, impas dong pak … kenapa kami harus berubah dan jadi lebih baik?

Pagi ini saya jumpa dengan seorang guru pegawai negeri yang kerja di Jakarta, setelah pembicaraan perkenalan, kami masuk ke topik yang serius, tantang dugaan saya yang ini:

“Sepuluh tahun lagi, penduduk Jakarta yang berpendidikan baik yang menjadi kelas menengah Jakarta enggan menyekolahkan anaknya ke SD Negeri”

Guru SD itu membenarkan, karena beberpa teman di sekolahnya saat ini sudah merasakan hal yang sama … kemudian guru itu menambahkan begini:

“Kami tenang aja pak … kan masih banyak masyarakat yang pengen sekolah gratis, saat Penerimaan Peserta Didik Baru setiap awal tahun ajaran pasti kami masih dapat murid baru …”

Dia pun menyadari bahwa di Sekolah Dasar tak sedikit guru yang enggan berubah walau pemerintah kini lebih memperhatikan kesejahteraan guru plus tunjangan dari pemda yang tak sedikit.

“Dulu kita sebagai guru tak dipedulikan, dibayar murah … jika kini peroleh imbalan yang setimpal, impas dong pak … kenapa kami harus berubah dan jadi lebih baik? … “

 

Apakah itu alasan anda tak mau berubah jadi lebih baik sebagai pendidik ….? atau anda merasa sudah berubah lebih baik kini sebagai pendidik … selamat mendidik anak negeri … bersediakan anda jika anak kandung anda dididik oleh guru-guru yang berprinsip “IMPAS” seperti guru di atas?

peserta didik SMKN 29 Penerbangan Jakarta persiapkan pameran Pesawat Swayasa Jabiru di lokasi LKS Nasional 2011

20111120-182552.jpg

20111120-182602.jpg
terima kasih yang tak hingga kepada ibu eni yang ditemani putranya, ibu lela, pak abud, pak maruli, pak gatot abdullah, pak sugeng yang sore itu didampingi istri dan putrinya dan para peserta didik SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang persiapkan pameran Pesawat Swayasa Jabiru di lokasi LKS Nasional 2011 di parkir timur senayan … love u all, happy deh liat keseriusan mereka.

Menikmati sapaan & penghargaan peserta didik yang mulai sukses, Taufik Maulana

  • November 8

    Taufik Maulana

    • TAUFIK

      1 kata yg masih jelas teringat dalam otak saya dari diri anda adalah “kerja” kerja, kerja, dan kerja, suatu ketika anda memimpin sebuah upacara di smkn 36,


      “setelah lulus dari sini elu semua harus kerja, kerja apa aja sikat bo …! “

       

      Sebuah kata singkat tp bermanfaat bagi banyak orang, hingga sekarang saya bisa membiayai kuliah saya sendiri, merangkak sedikit demi sedikit menuju kesuksesan, sungguh anda seorang yg WAH!

      Anda dengan ikhlas membimbing orang menuju kesuksesan walau sebenarnya tidak semuanya ingin sukses (murid 36) terima kasih atas semua bimbingan dan ilmu yg telah anda ajarkan kepada saya, dr yg entah saya tau menjadi sangat tau, terima kasih banyak ayah, guru, sekaligus sahabatku, sampai kapanpun kata ini “kerja apa aja sikat bo!” Akan selalu ada di kepala saya,

      maafkan jika selagi menjadi murid anda saya melanggar peraturan atau tidak disiplin, maafkan juga jika teman2 saya berlaku tidak sopan terhadap anda, saya cuma bisa berharap suatu saat kelak, kita akan bertemu lagi dikehidupan yg jauh lebih baik dr skrg.. Amin

  • Dedi Dwitagama

    • mantaaaap … selamat, kamu dah dapat karakter yang harus dimiliki semua anak muda … kesuksesan bakal hampiri kamu … slamat berjuang bro … Allah bersama orang-orang yang sabar dan kerja keras … love u .. salam wat org tua dan man temanmu

Menikmati Indonesia Proud beritakan SMKN 29 Jakarta rakit pesawat swayasa Jabiru

INDONESIA PROUD

Ini adalah tampak depan halaman Blog Indonesia Proud yang dikelola Bung Mappesangka Mustafa … kabarkan banyak hal yang membangakan Indonesia, bangga bangets, SMKN 29 Penerbangan Jakarta jadi salah satu isi blog bagus itu … terima kasih Bung Angka, sukses selalu buat anda.

 

Silahkan simak kabar yang membangakan ini:

 

Keinginan Romi Agasty sejak pertengahan tahun ini akhirnya terwujud. Dia bekerja di bengkel perakitan pesawat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 29 Jakarta untuk merakit Swayasa atau Jabiru J430.

Merakit pesawat Jabiru memang telah menjadi impian Romi sejak dia naik ke kelas XII. Siswa Program Studi Airframe Powerplant di sekolah kejuruan tersebut tekun memeriksa pinggiran pintu putih berukuran hampir 1 meter persegi, lalu menempelkannya di bingkai pesawat Jabiru J430, yang dirakit sejak dua bulan lalu.

“Pintu harus menempel pas di badan pesawat supaya tidak terjadi drag (hambatan angin) dan vibration (getaran),” ujar Romi.

Bersama sembilan rekan lainnya, Romi memperoleh kesempatan langka merakit pesawat ringan eksperimen buatan Australia tersebut sejak didatangkan Agustus lalu. Setiap orang diberi tugas menyelesaikan urusan sesuai dengan kompetensi, seperti masalah jaringan kabel, mesin, hingga rangka pesawat. Romi, misalnya, bertanggung jawab merampungkan pemasangan pintu kiri depan dari empat pintu yang terpasang di badan pesawat selama sepekan ke depan.

Romi dan teman-temannya di SMK 29 Jakarta beruntung bisa merakit pesawat sebagai alat eksperimen siswa. Bambang Sudibyo, Menteri Pendidikan Nasional pada kabinet lalu, memang berjanji akan mendatangkan pesawat eksperimen untuk sejumlah sekolah. Selain sekolah Romi, SMK Negeri 12 Bandung mendapat bantuan pesawat J430.

Pesawat rakitan itu tidaklah murah. Pembelian bagian-bagian pesawat, seperti rangka dan badan, mesin, hingga suku cadang, membutuhkan biaya Rp 700 miliar. Selain itu, biaya ekspedisi dan pajak untuk setiap komponen mencapai Rp 300 miliar. Meski digunakan untuk kegiatan belajar, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai masih menganggap pesawat ini sebagai barang mewah yang harus dikenai pajak.

Tepat pada Agustus, seluruh komponen pesawat sampai di sekolah dan siap dirakit siswa. Sekolah menamakan pesawat ini Swayasa, yang berarti karya rakitan sendiri.

Menurut guru pembimbing perakitan pesawat, Ahmad Budiman, siswa SMK penerbangan dilatih merawat dan memperbaiki pesawat. Dalam prakteknya, siswa juga dimungkinkan merakit pesawat.

Tak kurang dari tiga pesawat pernah dirakit di bengkel sekolah yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi ini. Namun pesawat-pesawat rakitan tersebut hanya bisa dikendarai di darat alias tak bisa terbang. “Baru sekarang kami mendapatkan pesawat yang belum jadi agar bisa dirakit,” katanya saat ditemui di bengkel SMK Negeri 29 Jakarta.

Pesawat rakitan itu sebenarnya bisa selesai dalam tiga bulan, tapi sekolah ingin sebanyak mungkin siswa ikut terlibat dalam pengerjaan Swayasa. Targetnya, 80 persen siswa bekerja dalam proyek tersebut.

Para siswa dibagi dalam beberapa kelompok, yang beranggotakan 20 orang. Selama sepekan tiap kelompok itu mendapat jatah bekerja di bengkel dalam dua shift, pagi dan siang. “Pembagian ini diharapkan membantu proses belajar setiap siswa,” kata Ahmad. “Tapi efek sampingnya, waktu perakitan mundur menjadi empat bulan.”

Tahap pertama pengerjaan Swayasa dilakukan sepanjang September, dengan target menyelesaikan pemasangan bagian-bagian utama pesawat, seperti roda pendarat dan pemasangan mesin. Para siswa juga mempersiapkan dua bagian utama pada pesawat, yaitu badan dan sayap pesawat yang terbuat dari serat komposit ringan serta kuat.

Meski semua bagian pesawat telah tersedia, tak berarti pekerjaan Romi dan kawan-kawan lancar. Serat komposit kiriman pabrik yang terpisah menjadi bagian-bagian kecil harus disambung dengan perekat khusus yang tak dijual di Indonesia.

Namun impor resin sebagai perekat harus dilakukan bertahap akibat batasan yang diterapkan perusahaan ekspedisi, sehingga penyambungan badan pesawat sering tertunda. Jika stok benar-benar habis, sekolah harus meminjam resin ini dari peminat olahraga dirgantara lokal.

Romi dan teman-temannya juga harus mengatasi ketidaksempurnaan komponen pesawat. Permukaan serat komposit kiriman pabrik sering kali masih kasar sehingga mengganggu aerodinamika pesawat. Sebagai contoh, sambungan panel stabilisator horizontal dan elevator di ekor pesawat sedikit melengkung ke atas sehingga membuat aliran udara tak merata.

Ahmad menyatakan permasalahan seperti ini menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan teknis dan kreativitas dalam memecahkan masalah. Maklum saja, dalam teknologi pesawat yang bekerja pada kecepatan tinggi, kesalahan sedikit saja bisa mengakibatkan kecelakaan penerbangan.

Untuk mengatasi masalah melengkungnya sambungan di ekor pesawat, para siswa tengah mendiskusikan opsi untuk mengikis bagian yang menonjol atau menebalkan permukaan di sekitar tonjolan hingga rata dengan seluruh bidang panel.

Oktober lalu, perakitan pesawat memasuki tahap kedua, yaitu menyatukan komponen pesawat. Pekerjaan krusialnya adalah memasang mesin J3300 enam silinder ke badan pesawat. Mesin 4 tak ini memiliki banyak komponen penunjang yang juga harus diletakkan di dalam ruang mesin. Nantinya, mesin ini disambungkan ke baling-baling kayu penggerak pesawat.

Modifikasi besar juga dilakukan pada tahap ini. Perubahan mendasar terjadi pada sayap karena rancangan yang diberikan pabrik memiliki kelemahan berupa celah pada sambungan sirip sayap. Ini dapat menyebabkan terjadinya hambatan udara.

Siswa SMK 29 menyiasati celah ini dengan menambalnya memakai bilah komposit tipis tanpa harus mengorbankan sistem gerak sirip tersebut. Perubahan itu justru meningkatkan kecepatan maksimal pesawat hingga 10 knot dari kecepatan semula 120 knot.

Modifikasi lain dilakukan dengan memperbaiki aerodinamis perut pesawat, memperbaiki sistem ventilasi, dan memindahkan posisi lengan pengendali pada kokpit.

Sejak awal November ini, siswa memasuki tahap ketiga berupa penghalusan seluruh bagian pesawat. Pekerjaan ini melibatkan pengaturan halus pada sistem kabel dan mekanika panel penggerak.

Badan pesawat juga diperiksa ulang dan dihaluskan sebelum dicat. Pemasangan panel pengendali pesawat dilakukan pada tahap ini. Panel elektronik kompleks ini berfungsi sebagai pemantau kondisi penerbangan.

Tahap terakhir berupa pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada Desember. Sekolah menargetkan Swayasa bisa melakukan penerbangan percobaan pada pertengahan Desember di Pangkalan Udara Pondok Cabe.

Selain dibimbing oleh guru pendamping, para siswa dibantu tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia selama mengerjakan pesawat. Kehadiran pembimbing ini sangat penting untuk menjaga kualitas pesawat, sekaligus membantu pengurusan surat izin terbang.

Jika penerbangan percobaan berlangsung mulus, Swayasa akan guru yang telah memiliki sertifikat sebagai penerbang. Para siswa juga dapat menerbangkan pesawat asalkan telah mengantongi sertifikat khusus ini.

Perombakan Tingkatkan Aerodinamika Swayasa

Dalam membuat Swayasa, Romi Agasty dan kawan-kawan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 29 Jakarta tak sekadar merakit pesawat. Mereka melakukan sejumlah modifikasi pada pesawat rakitan tersebut.

Jabiru Aircraft, perusahaan Australia pembuat pesawat terbang J430, memang memberi keleluasaan bagi pelanggan memodifikasi pesawat tersebut. Para siswa memanfaatkan kebebasan ini untuk berkreasi, termasuk melakukan lima perubahan pada tubuh pesawat.

Modifikasi lumrah dilakukan pada pesawat eksperimen seperti Jabiru J430. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi terbang pesawat dan meningkatkan kenyamanan pengendara.

Swayasa yang sudah dirombak ini diperkirakan bisa melaju hingga 130 knot. Kecepatan ini lebih tinggi daripada angka yang ditetapkan pabrik 120 knot. Selain itu, kemampuan climbing pesawat meningkat drastis dari semula 800 feet per menit menjadi 1.200 feet per menit.

Perbaikan aerodinamis pesawat menjadi penunjang utama perbaikan fungsi ini.

Modifikasi pada Swayasa:

1. Penambahan bilah penutup celah antara sirip sayap dan sayap utama. Dua bilah komposit setebal 2 milimeter direkatkan pada tiap panel untuk menutup aliran udara ke celah perbatasan. Tambahan bilah ini tak mengganggu pergerakan sirip yang berfungsi mengendalikan daya angkat pesawat sehingga butuh panjang lintasan lebih kecil.

2. Memperkecil jarak elevator dan stabilisator horizontal pada bagian ekor pesawat. Celah yang terlalu lebar tak terlalu dibutuhkan karena pemuaian material komposit tak terlalu ekstrem. Hambatan udara berkurang oleh modifikasi ini.

3. Penambahan lapisan dempul untuk memuluskan penutup pengendali pesawat yang terletak di ekor pesawat. Penutup yang mulus memastikan berkurangnya hambatan udara sehingga menambah aerodinamis.

4. Penutupan cekungan pada perut pesawat menggunakan material komposit ditambah lapisan dempul agar permukaan menjadi mulus.

5. Corong ventilasi udara pada bagian depan pesawat dicopot agar mengurangi hambatan udara. Saluran tetap mengalirkan udara melalui lubang kecil yang dibuat di samping kokpit.

Spesifikasi Swayasa (Jabiru J430)

Mesin: J3300, 4 tak, 6 silinder

Kapasitas bahan bakar: 140 liter

Waktu jelajah: mencapai 7 jam penerbangan

Lintasan lepas landas: 500 meter (hasil modifikasi)

Bobot: 250 kilogram

Kecepatan jelajah: 130 knot (hasil modifikasi)

Climbing: 1.200 feet per menit (hasil modifikasi)

Siap Terbang, Sulit Lepas Landas

Kendala teknis merakit Swayasa atau Jabiru J430 mungkin bisa diatasi bersama oleh para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 29 Jakarta. Namun ada masalah lain yang bakal menghalangi pesawat itu mengudara. Izin terbang dan birokrasinya adalah urusan yang sulit dan lama.

Tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Sugeng Sukarsono, menyatakan, mendapatkan surat izin terbang dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan bukan perkara mudah. Pengalamannya menekuni hobi dirgantara menunjukkan permasalahan utama birokrasi terjadi akibat ketidakjelasan prosedur dan dokumen perizinan. Meski dokumen telah diperoleh, perlu waktu satu-dua tahun agar pesawat bisa lepas landas.

“Bikin surat lebih lama daripada bikin pesawat,” ujar Sugeng sambil terkekeh.

Tak ayal lagi, Swayasa dikhawatirkan gagal terbang. Padahal perakitan pesawat ini diperkirakan rampung pada pertengahan Desember 2011, dan diikuti dengan terbang perdana di Pangkalan Udara Pondok Cabe.

Menanggapi kemungkinan gagal terbang ini, Sugeng siap menempuh risiko. Ia percaya pengujian yang dilakukan sekolah dan FASI sudah cukup memastikan kelaikan terbang pesawat tersebut. Bahkan Sugeng akan turut berada di kokpit saat Swayasa meluncur pertama kali.

“Kami akan tetap terbang, biarpun izin belum turun,” kata Sugeng.

PAK SUGENG DENGAN PESERTA DIDIK SMKN 29 PENERBANGAN JAKARTA

Sumber: Indonesia Proud ..

308937_321290537886115_100000155138912_1548467_363920554_n

SMKN 29 Penerbangan Jakarta merakit Pesawat Swayasa: Jabiru J430, tunggu saat terbangnya

Keinginan Romi Agasty sejak pertengahan tahun ini akhirnya terwujud. Dia bekerja di bengkel perakitan pesawat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 29 Jakarta untuk merakit Swayasa atau Jabiru J430.

Merakit pesawat Jabiru memang telah menjadi impian Romi sejak dia naik ke kelas XII. Siswa Program Studi Airframe Powerplant di sekolah kejuruan tersebut tekun memeriksa pinggiran pintu putih berukuran hampir 1 meter persegi, lalu menempelkannya di bingkai pesawat Jabiru J430, yang dirakit sejak dua bulan lalu.

“Pintu harus menempel pas di badan pesawat supaya tidak terjadi drag (hambatan angin) dan vibration (getaran),” ujar Romi.

Bersama sembilan rekan lainnya, Romi memperoleh kesempatan langka merakit pesawat ringan eksperimen buatan Australia tersebut sejak didatangkan Agustus lalu. Setiap orang diberi tugas menyelesaikan urusan sesuai dengan kompetensi, seperti masalah jaringan kabel, mesin, hingga rangka pesawat. Romi, misalnya, bertanggung jawab merampungkan pemasangan pintu kiri depan dari empat pintu yang terpasang di badan pesawat selama sepekan ke depan.

Romi dan teman-temannya di SMK 29 Jakarta beruntung bisa merakit pesawat sebagai alat eksperimen siswa. Bambang Sudibyo, Menteri Pendidikan Nasional pada kabinet lalu, memang berjanji akan mendatangkan pesawat eksperimen untuk sejumlah sekolah. Selain sekolah Romi, SMK Negeri 12 Bandung mendapat bantuan pesawat J430.

Pesawat rakitan itu tidaklah murah. Pembelian bagian-bagian pesawat, seperti rangka dan badan, mesin, hingga suku cadang, membutuhkan biaya Rp 700 miliar. Selain itu, biaya ekspedisi dan pajak untuk setiap komponen mencapai Rp 300 miliar. Meski digunakan untuk kegiatan belajar, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai masih menganggap pesawat ini sebagai barang mewah yang harus dikenai pajak.

Tepat pada Agustus, seluruh komponen pesawat sampai di sekolah dan siap dirakit siswa. Sekolah menamakan pesawat ini Swayasa, yang berarti karya rakitan sendiri.

Menurut guru pembimbing perakitan pesawat, Ahmad Budiman, siswa SMK penerbangan dilatih merawat dan memperbaiki pesawat. Dalam prakteknya, siswa juga dimungkinkan merakit pesawat.

Tak kurang dari tiga pesawat pernah dirakit di bengkel sekolah yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi ini. Namun pesawat-pesawat rakitan tersebut hanya bisa dikendarai di darat alias tak bisa terbang. “Baru sekarang kami mendapatkan pesawat yang belum jadi agar bisa dirakit,” katanya saat ditemui di bengkel SMK Negeri 29 Jakarta.

Pesawat rakitan itu sebenarnya bisa selesai dalam tiga bulan, tapi sekolah ingin sebanyak mungkin siswa ikut terlibat dalam pengerjaan Swayasa. Targetnya, 80 persen siswa bekerja dalam proyek tersebut.

Para siswa dibagi dalam beberapa kelompok, yang beranggotakan 20 orang. Selama sepekan tiap kelompok itu mendapat jatah bekerja di bengkel dalam dua shift, pagi dan siang. “Pembagian ini diharapkan membantu proses belajar setiap siswa,” kata Ahmad. “Tapi efek sampingnya, waktu perakitan mundur menjadi empat bulan.”

Tahap pertama pengerjaan Swayasa dilakukan sepanjang September, dengan target menyelesaikan pemasangan bagian-bagian utama pesawat, seperti roda pendarat dan pemasangan mesin. Para siswa juga mempersiapkan dua bagian utama pada pesawat, yaitu badan dan sayap pesawat yang terbuat dari serat komposit ringan serta kuat.

Meski semua bagian pesawat telah tersedia, tak berarti pekerjaan Romi dan kawan-kawan lancar. Serat komposit kiriman pabrik yang terpisah menjadi bagian-bagian kecil harus disambung dengan perekat khusus yang tak dijual di Indonesia.

Namun impor resin sebagai perekat harus dilakukan bertahap akibat batasan yang diterapkan perusahaan ekspedisi, sehingga penyambungan badan pesawat sering tertunda. Jika stok benar-benar habis, sekolah harus meminjam resin ini dari peminat olahraga dirgantara lokal.

Romi dan teman-temannya juga harus mengatasi ketidaksempurnaan komponen pesawat. Permukaan serat komposit kiriman pabrik sering kali masih kasar sehingga mengganggu aerodinamika pesawat. Sebagai contoh, sambungan panel stabilisator horizontal dan elevator di ekor pesawat sedikit melengkung ke atas sehingga membuat aliran udara tak merata.

Ahmad menyatakan permasalahan seperti ini menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan teknis dan kreativitas dalam memecahkan masalah. Maklum saja, dalam teknologi pesawat yang bekerja pada kecepatan tinggi, kesalahan sedikit saja bisa mengakibatkan kecelakaan penerbangan.

Untuk mengatasi masalah melengkungnya sambungan di ekor pesawat, para siswa tengah mendiskusikan opsi untuk mengikis bagian yang menonjol atau menebalkan permukaan di sekitar tonjolan hingga rata dengan seluruh bidang panel.

Oktober lalu, perakitan pesawat memasuki tahap kedua, yaitu menyatukan komponen pesawat. Pekerjaan krusialnya adalah memasang mesin J3300 enam silinder ke badan pesawat. Mesin 4 tak ini memiliki banyak komponen penunjang yang juga harus diletakkan di dalam ruang mesin. Nantinya, mesin ini disambungkan ke baling-baling kayu penggerak pesawat.

Modifikasi besar juga dilakukan pada tahap ini. Perubahan mendasar terjadi pada sayap karena rancangan yang diberikan pabrik memiliki kelemahan berupa celah pada sambungan sirip sayap. Ini dapat menyebabkan terjadinya hambatan udara.

Siswa SMK 29 menyiasati celah ini dengan menambalnya memakai bilah komposit tipis tanpa harus mengorbankan sistem gerak sirip tersebut. Perubahan itu justru meningkatkan kecepatan maksimal pesawat hingga 10 knot dari kecepatan semula 120 knot.

Modifikasi lain dilakukan dengan memperbaiki aerodinamis perut pesawat, memperbaiki sistem ventilasi, dan memindahkan posisi lengan pengendali pada kokpit.

Sejak awal November ini, siswa memasuki tahap ketiga berupa penghalusan seluruh bagian pesawat. Pekerjaan ini melibatkan pengaturan halus pada sistem kabel dan mekanika panel penggerak.

Badan pesawat juga diperiksa ulang dan dihaluskan sebelum dicat. Pemasangan panel pengendali pesawat dilakukan pada tahap ini. Panel elektronik kompleks ini berfungsi sebagai pemantau kondisi penerbangan.

Tahap terakhir berupa pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada Desember. Sekolah menargetkan Swayasa bisa melakukan penerbangan percobaan pada pertengahan Desember di Pangkalan Udara Pondok Cabe.

Selain dibimbing oleh guru pendamping, para siswa dibantu tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia selama mengerjakan pesawat. Kehadiran pembimbing ini sangat penting untuk menjaga kualitas pesawat, sekaligus membantu pengurusan surat izin terbang.

Jika penerbangan percobaan berlangsung mulus, Swayasa akan guru yang telah memiliki sertifikat sebagai penerbang. Para siswa juga dapat menerbangkan pesawat asalkan telah mengantongi sertifikat khusus ini.

Perombakan Tingkatkan Aerodinamika Swayasa

Dalam membuat Swayasa, Romi Agasty dan kawan-kawan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 29 Jakarta tak sekadar merakit pesawat. Mereka melakukan sejumlah modifikasi pada pesawat rakitan tersebut.

Jabiru Aircraft, perusahaan Australia pembuat pesawat terbang J430, memang memberi keleluasaan bagi pelanggan memodifikasi pesawat tersebut. Para siswa memanfaatkan kebebasan ini untuk berkreasi, termasuk melakukan lima perubahan pada tubuh pesawat.

Modifikasi lumrah dilakukan pada pesawat eksperimen seperti Jabiru J430. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi terbang pesawat dan meningkatkan kenyamanan pengendara.

Swayasa yang sudah dirombak ini diperkirakan bisa melaju hingga 130 knot. Kecepatan ini lebih tinggi daripada angka yang ditetapkan pabrik 120 knot. Selain itu, kemampuan climbing pesawat meningkat drastis dari semula 800 feet per menit menjadi 1.200 feet per menit.

Perbaikan aerodinamis pesawat menjadi penunjang utama perbaikan fungsi ini.

Modifikasi pada Swayasa:

1. Penambahan bilah penutup celah antara sirip sayap dan sayap utama. Dua bilah komposit setebal 2 milimeter direkatkan pada tiap panel untuk menutup aliran udara ke celah perbatasan. Tambahan bilah ini tak mengganggu pergerakan sirip yang berfungsi mengendalikan daya angkat pesawat sehingga butuh panjang lintasan lebih kecil.

2. Memperkecil jarak elevator dan stabilisator horizontal pada bagian ekor pesawat. Celah yang terlalu lebar tak terlalu dibutuhkan karena pemuaian material komposit tak terlalu ekstrem. Hambatan udara berkurang oleh modifikasi ini.

3. Penambahan lapisan dempul untuk memuluskan penutup pengendali pesawat yang terletak di ekor pesawat. Penutup yang mulus memastikan berkurangnya hambatan udara sehingga menambah aerodinamis.

4. Penutupan cekungan pada perut pesawat menggunakan material komposit ditambah lapisan dempul agar permukaan menjadi mulus.

5. Corong ventilasi udara pada bagian depan pesawat dicopot agar mengurangi hambatan udara. Saluran tetap mengalirkan udara melalui lubang kecil yang dibuat di samping kokpit.

Spesifikasi Swayasa (Jabiru J430)

Mesin: J3300, 4 tak, 6 silinder

Kapasitas bahan bakar: 140 liter

Waktu jelajah: mencapai 7 jam penerbangan

Lintasan lepas landas: 500 meter (hasil modifikasi)

Bobot: 250 kilogram

Kecepatan jelajah: 130 knot (hasil modifikasi)

Climbing: 1.200 feet per menit (hasil modifikasi)

Siap Terbang, Sulit Lepas Landas

Kendala teknis merakit Swayasa atau Jabiru J430 mungkin bisa diatasi bersama oleh para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 29 Jakarta. Namun ada masalah lain yang bakal menghalangi pesawat itu mengudara. Izin terbang dan birokrasinya adalah urusan yang sulit dan lama.

Tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Sugeng Sukarsono, menyatakan, mendapatkan surat izin terbang dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan bukan perkara mudah. Pengalamannya menekuni hobi dirgantara menunjukkan permasalahan utama birokrasi terjadi akibat ketidakjelasan prosedur dan dokumen perizinan. Meski dokumen telah diperoleh, perlu waktu satu-dua tahun agar pesawat bisa lepas landas.

“Bikin surat lebih lama daripada bikin pesawat,” ujar Sugeng sambil terkekeh.

Tak ayal lagi, Swayasa dikhawatirkan gagal terbang. Padahal perakitan pesawat ini diperkirakan rampung pada pertengahan Desember 2011, dan diikuti dengan terbang perdana di Pangkalan Udara Pondok Cabe.

Menanggapi kemungkinan gagal terbang ini, Sugeng siap menempuh risiko. Ia percaya pengujian yang dilakukan sekolah dan FASI sudah cukup memastikan kelaikan terbang pesawat tersebut. Bahkan Sugeng akan turut berada di kokpit saat Swayasa meluncur pertama kali.

“Kami akan tetap terbang, biarpun izin belum turun,” kata Sugeng.

PAK SUGENG DENGAN PESERTA DIDIK SMKN 29 PENERBANGAN JAKARTA

Sumber: Indonesia Proud ..