@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Ferdi, Iwan dan Pendidikan Gratis

4 Comments

ferdi dan iwan sama dilahirkan di kota megapolitan ibukota negeri paman besut
ayah dan ibu fredi keturunan asli kota megapolitan
sementara iwan ayah ibunya merantau dari propinsi tetangga
mereka satu sekolah di SMA
stelah tamat mereka bekerja
fredi tak kuliah, menikah dan punya anak kemudian
iwan bekerja sambil kuliah dan menikah sbelum lulus sarjana

anak-anak fredi dan iwan lahir pada rentang waktu tak jauh beda
ferdi senang pemerintah daerahnya menggratiskan biaya sekolah hingga SLTA
tiga anak ferdi disekolahkan di sekolah yang gratis terdekat rumah
saat anak pertama ferdi sekolah ferdi tak punya tabungan
buat beli seragam dia dibantu mertua dan famili
ferdi merasa terbantu sekali oleh pemerintah daerahnya
dia merasa tak perlu kerja keras karena merasa tak perlu siapkan uang sekolah
hari-hari dia lalui dengan riang
hobby mancing dan nongkrong masih dilakukan
walau anaknya sudah bujang dan gadis

tak terasa anak pertamanya lulus SMA
ketik anaknya bilang mau kuliah ferdi terperanjat
karena mahalnya biaya kuliah di kampus yg baik sesuai minat anaknya
ferdi tak punya tabungan
akhirnya tak satupun anak ferdi mengecap pendidikan tinggi
semua kerja di sektor informal dengan gaji sekedar tanpa jaminan plus pensiun
kini mereka telah berkeluarga dan mengontrak rumah tak jauh dari rumah ferdi

saat anak pertama sekolah, iwan sudah selesaikan sarjananya
dia sudah menabung siapkan biaya sekolah anaknya
iwan menyekolahkan anaknya di sekolah yang masih harus membayar
ketik anaknya SMA dimasukkan ke bimbel utk persiapkan masuk perguruan tinggi
iwan bekerja keras untuk menabung hingga tak sempat lakukan hobi atau nongkrong
ketiga anak iwan tamat dari perguruan tinggi negeri
kini anak-anak iwan bekerja di Departemen Pemerintah dan Perusahaan Multinasional
mereka bergaji besar hidup mandiri berumah tangga miliki rumah sendiri2

belasan tahun kemudian
ferdi tua renta menderita
anak cucunya menolak rawat ferdi
karena pekerjaan anak2 ferdi tak menentu
cucu2 ferdipun bersekolah di skolah gratis
tak ada kegembiraan dan kebahagiaan
yg ada penderitaan berkepanjangan
krn harga2 makin tinggi

iwan jalani pensiun di kampung halaman
rumah masa tua yg sudah disiapkan jadi tempat kumpul anak cucu
merek datang bergantian saat libur
cucu2nya kini kuliah di dalam dan di luar negeri
kadang kakek nenek plus anak cucu
berlibur ke luar kota atau luar negeri

saat kumpul iwan sering berpesan pada anak cucunya
agar memilih sekolah yang baik, walau dengan konsekwensi harus membayar mahal
karena di negeri paman besut mau pipis aja bayar
kok mau belajar gratis?

apa yg terjadi dengan jutaan ferdi plus anak cucunya di negeri paman besut?

20120622-170207.jpg

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

4 thoughts on “Ferdi, Iwan dan Pendidikan Gratis

  1. apa yg terjadi dengan jutaan ferdi di negeri paman besut? Pertanyaan super nan menggelitik

    salam
    Omjay

  2. Sekolah gratis ternyata membuat orang tua statis, hidup semakin tidak dinamis dan cara berpikir kurang kritis … Thanks alot … info yg up todate …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,067 other followers