@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

YANG BERPRESTASI: Apakah prestasinya berhenti setelah Agustus, lalu jadi orang yang biasa-biasa aja

Leave a comment

“Ada berapa Guru Hebat di Negerimu?”
Sering hanya ada satu nama yang muncul
dari hampir empat juta jumlah guru yang ada
kenapa?

SEPERTI SENDIRI DAN MENGHILANG


Di Negeri Paman Besut ada Pemilihan Para Teladan setiap Agustus
Ada Guru Teladan, Kepala Sekolah Teladan, Dosen Teladan,
Perawat Teladan, Dokter Teladan, … dan masih banyak para teadan lainnya
Rezim di Negeri berganti, kini namanya menjadi Para Berprestasi

Ada Guru Berprestasi, Kepala Sekolah Berprestasi, Pengawas Berprestasi, …
Andai setiap tahun ada tiga orang berprestasi tingkat kota atau kabupaten
Maka di sebuah Ibukota yang terdiri dari enam kabupaten
memiliki enam guru berprestasi, enam kepala sekolah berprestasi dan enam pengawas berprestasi

Jika sejak tahun tujuh puluhan hingga 2012 ada pemilihan itu
maka sudah terpilih ratusan orang-orang berpretasi di Ibukota
lalu dimana mereka setelah terpilih jadi yang berprestasi
kenapa kemudian mereka seperti menghilang?

Apakah prestasinya berhenti setelah Agustus
lalu jadi orang yang biasa-biasa aja
padahal saat pemilihan memotret perjalanan karier
sekian tahuan sebelumnya … apakah ada sistem kompetisi yang salah?

Apakah target para pemenang itu hanya jadi juara
dengan obsesi yang beragam jika jadi juara
lalu setelah juara target berprestasi tak lagi ada
kerja biasa saja cukup sudah

Ada banyak dari mereka yang tetap berprestasi
tapi tak ada media yang kabarkan tentang prestasi mereka
Mungkin pegawai Dinas Pendidikan terlalu sibuk tak tahu ada yang berprestasi
dan tak sempat membuat media kabarkan orang-orang berprestasi yang selalu ada

Para Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas berprestasi terlalu lugu
Sibuk dengan tugas rutin sehari-hari
hingga tak sempat kabarkan kerja yang berprestasinya
tenggelam … hilang … meninggal tak tinggalkan bekas

lalu gimana dong?
mungkin sebaiknya setiap yang berprestasi
diajarkan memotret dan menulis di blog
agar setiap kegiatan berprestasinya bisa dipublish dan diketahui sedunia
ada cara lain? anda punya ide?

atau kontes2 berprestasi itu dihilangkan aja
karena dari ratusan yang pernah juara selama puluhan tahun
sedikit sekali bekasnya berjejak
atau memang para pedidik itu hanya orang2 biasa yg tak berprestasi

aloo pak presiden, menteri …
eh, maaaf …
sedang sibuk urus partai ya …
mau pilkada, pemilu dan pipres lagi? :(

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; http://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,067 other followers