Halaman ini berisi tulisan teman, sahabat dan kerabat tentang Saya
13. hanny arianty gultom di blognya, 13 Juni 2009.
Outbound to Experience

thx hanny gultom
Yesterday, i had to accompany my student Viany to join the Outbound as the preparation of her and other DKI Jakarta continents for the National Competition in Jogjakarta. Viany said that it is a must for her and me as her guidance to join the activity to build up a great mental and good relationship as one family from DKI Jakarta to compete others provinces. But iritatetingly, as we arrived there i found the fact that only the participants that would take the training, and for the guidance teacher, we only had to observe them in distance.. haiiaahhh, what a boring saturdayyyy.. hehehe.. But thanks God, that day wasn’t end boringly as i met two great people there. (though there are so many pejabat who’s coming from the head of dikmenti and friends), they are Pak Dedi Dwitagama and Lao tse Susanto Sastro. So, who are they exactly? and what made them great among the great ones?. ^^, Well,to make a long story short i met someone that i once read about him in an article winning a creative IT teacher and had my first education blog sources through his brother, pak Agus (from creative teacher) and that someone happened to be Pak Dedi Dwitagama. For Lao tse Susanto Sastro, i got mezmerized as i walked through the hall, since he is the oldest man around, we talked and found he is 78 years old man that brought his students five times in a row winning the national mandarine competition. I talked to those man about teaching and life and then got inspiration. I’m happy.. ^^
12. Nessy Oktavia, Guru SMK Jaya Jakarta Utara, pada posting di blognya yang berjudul “Guruku Pahlawanku”, 6 Februari 2009.
Ada seorang guru yang semenjak aku dididik oleh beliau dan sampai sekarang aku terus mengidolakannya. Dan dari beliau jugalah aku mengenal dunia maya. Beliau pun belum lama ini menjadi juara di kompetisi e-Learning award Pustekkom Depdiknas RI, Jakarta, Oktober 2008 (Juara ke-2) + Kompetisi blog “I Love Mobile Blogging”: XL dan Dagdigdug, FKI – JHCC Jakarta, Juni 2008. Prestasi ini hanyalah secuil dari prestasi beliau yang lain.
Beliau adalah Dedi Dwitagama
Terimakasih ku
ku ucapkan
pada guruku yang tulus
……………………………….
Terimakasihku Pak Dedi (Mr. D)
11. Hary, SMK Negeri 3 Jakarta pada posting di blognya yang berjudul “Dari Titik 10 Km, Cerita sebuah Perjalanan Karir”, 15 Januari 2009.
Dua kali diisukan akan mutasi dari SMK 3, ternyata tidak terbukti, namun tanpa ada desas desus sama sekali saat sedang menikmati liburan semester kemarin saya memdapat berita bahwa di Dikmenti telah terjadi pelantikan Kepala Sekolah sebagai bagian dari mutasi di lingkungan Dinas Dikmenti termasuk Kepala Sekolah saya, DEDI DWITAGAMA. Sedikit terkejut karena memang tidak ada rumors sebelumnya, tetapi melihat waktu yang sudah dijalaninya sudah saatnya memang beliau mengahkiri tugas kepsek di SMK 3.
Profil beliau pernah saya tulis dua kali, pertama, awal tahun 2008 yang lalu ketika diisukan akan dipindah dan yang kedua saat menjadi juara kedua kompetisi Blog Edukatif tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PUSTEKKOM DEPDIKNAS. Mengikuti perjalanan beliau selama memimpin sekolah siapapun akan mengakui bahwa SMK 3 sekarang jauh berbeda dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu. Ibarat sebuah perjalanan, saat pertama datang SMK 3 ada pada titik 10 KM namun saat ini sudah ada pada titik 90 KM artinya banyak kemajuan yang telah dicapai di bawah nahkoda beliau. Sebagai seorang pemimpin yang visioner, titik pencapaian ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan karena masih banyak mimpi yang belum diwujudkan karena sejatinya “kesuksesan seseorang bukan dillihat dari apa yang sudah dicapaianya melainkan dari usaha dalam mewujudkan mimpi-mimpinya (Khalil Gibran)” dan “Sukses adalah suatu perjalanan bukan tujuan akhir (Kata-kata Muitara)”.
Pencapaian kesuksesan kepemimpinan beliau di SMK 3 saya identifikasi kedalam beberapa hal :
A. SARANA DAN PRASARANA
Jujur harus diakui bahwa telah terjadi perubahan yang sangat signifikan atas sarana dan prasarana sekolah baik gedung sekolah maupun peralatan lab. Awal saya datang atas kepindahan di sekolah ini gedung dan prasarana peralatan pembelajaran meskipun sudah ada tapi masih kurang memadai. Di bagian depan sekolah berdiri bangunan peninggalan gudang SMK Grafika yang kotor dan kumuh tetapi sekarang berubah menjadi bangunan yang indah yang difungsikan sebagai Aula, dan unit produksi penjualan (masih rencana). Ruang kelas di bagian timur berhasil direnovasi sehingga nampak lebih bersih dan indah. Dari sisi peralatan sebagai unsure penunjang dalam proses pembelajaran sudah terpenuhi dan terwujudlah ruang praktek akuntansi, Perkantoran , penjualan, KKPI, Internet dan multi media.
B. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKOLAH
Ibarat sebuah keluarga, beliau berpandangan bahwa kemajuan sekolah tidak harus dilakukan oleh pemimpinnya saja tapi seluruh masyarakat sekolah. Oleh karena itu beliau sangat konsen sekali terhadap masalah empowerment ini. Sangat sering belaiu mendatangkan para pakar dalam mengupgrade pengetahuan para guru dalam rangka meningkatkan kompetensinya terutama kompetensi professional. Dan dalam hal pengelolaan manajemen sekolah berkaitan dengan kegiatan penanganan proyek bantuan pemerintah, beliau tidak segan membentuk panitia dari para guru meskipun kendali tetap pada dirinya. Sepanjang saya menjadi guru biasanya kalau ada bantuan semacam ini hanya dikelola orang-orang di lingkaran kepsek. Dalam menerapkan manajemen sekolah dalam hal “Decision Making” beliau menganut prinsip “Bottom Up” bukan “Top down” artinya meminta saran/masukan dari bawah meskipun kadang juga ada yang mutlak dari belaiu sebagai pemegang hak preogratifnya. At least but not all, sudah banyak yang dapat dirasakan oleh guru dan masyarakat sekolah yang lain terkait pemberdayaan ini seperti penin gkatan kemampuan IT, manajemen sekolah dan kompetensi yang lain dari pelatihan-pelatihan yang sudah diikuti. Masalahnya, apakah guru mau berubah dengan pencapaian yang telah diperolehnya? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
C. ICT Center
Salah satu berkibarnya nama SMK 3 di dunia pendidikan SMK, tidak terlepas dari statusnya sebagai ICT Center Jakarta Pusat meskipun peran yang seharusnya dijalankan belum optimal sebagai node jaringan pendidikan nasional di Jakarta Pusat. At least, sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan seperti pelatihan Jardiknas 300 guru, pustakawan dan TU SMA/SMK, SMP dan SD se Jakarta Pusat, Pelatihan bagi Kepala SMP yang tergabung dalam MKKS Jakarta Pusat dan member I pelatihan pada MGMP.
Perjalanan beliau memimpin SMK 3 sudah berakhir dan beliau akan melanjutkan perjalanan mengabdi pada dunia pendidikan ini sebagai kepasa SMK 36 yang berlokasi di Cilincing Jakarta Utara. Kiprah beliau yang sudah berhasil membangun SMK 3 menjadi pertimbangan pejabat Dikmenti menempatkan beliau disana. Diharapkan SMK 36 bisa lebih baik lagi di bwah kepemimpin beliau sehingga menjadi sekolah unggulan berbasis keunggulan local karena jurusan yang ada sangat dekat dengan kehidupan masyarkat pantai. Selamat jalan pak Dedi yang sudah saya anggap sebagai Guru, Motivator dan sekaligus inspirasi. Mengutip ucapan Mario Teguh “ Jadilah petarung atas mimpi-mimpimu karena dengan mimpi akan memberikan kekuatan bagi anda untuk mewujudkannya”. Selamat bertugas dan terima kasih atas segala bimbingan anda. Keep Fight Sir, for Better Generations like your Motto.
10. Unno W Purbo, di Fesbuk akhir Januari 2009.
Saya dah cerita dikit ke beliaunya bahwa Pak Dedi aktifis di guru. Aktif bikin blog, aktif di FB termasuk pembaharu yang suka kasi masukan buat guru-guru dalam bentuk training ke sekolah-sekolah lain dll …
9. Erliawati Suci siswi SMK Negeri 3 Jakarta, 12 Januari 2008, dibacakan saat melepas Saya sebagai Kepala SMK Negeri 3 Jakarta
Tetes peluh dari dahi mu
Adalah kumpulan sungai ilmu
Ilmu yang setinggi bintang
Kan ku dapat dari tiap kata yang mengalun lembut dari bibir pahlawan mu
Sinar hamgat yang selalu payungi tiap langkah jasa mu
Kami harap tak kan pernah redup dalam hidup mu
Serangkaian nasehat selalu terucap dari mu
Nasehat tuk tutun kami agar lebih maju
Tuk jadikan sekolah kami “ TERPADU “
Tertib .. Prestasi .. Andalan dan majU.
Sosokmu yang begitu wibawa
Tak tau mengapa
Telah buat diri ini tak henti berucap kata “ BANGGA “
Satu Kata yang mungkin sederhana
Yang terucap dari mulut kami , manusia
Namun terselib banyak makna
Itulah kata yang luapkan segala rasa
Didikan disiplin dan keras mu
Telah jadikan pribadi penuh percaya diri..
Tegas dan bijak
Itulah sifat mu yang jadikan kami semakin menanjak
Menanjak menuju prestasi
Menanjak menjadi mandiri
Dan menanjak tuk ciptakan kebanggaan bagi sekolah kami ..
Namun kini.
Kini kau harus pergi
Bukan tuk mengasingkan diri
Melainkan mengemban amanat suci
Membina pemuda – pemudi
Tuk jadi generasi mandiri
bakal calon penerus bangsa yang berbakti untuk negeri ..
Apa ?
Apa yang bisa kami lakukan tuk membalas semua budi mu ?!
Sebelum kau berlalu .
Maaf.
Maafkan raga kami yang tak bisa memberi lebih
Yang tak bisa membalas semua budi
Karena sungguh ..
Begitu terpuji pengabdianmu
Hingga lidah ini Kaku.
Kaku tak mampu tuk ucapkan kata–kata rayu ..
Hanya bisa berucap ..
“Terima kasih” ..
Terima kasih atas semua pengabdian mu
Sungguh ..
Semua jasa mu kan selalu melekat di angan
Tak kan sirna di pikiran
Dan tak kan pernah pudar dalam sanubari ..
“Selamat Bertugas di tempat yang baru, Pak Dedi“
8. Sudarma, Guru SMKN 1 Cikampek Jawa Barat
Ketika seorang Sahabat sekaligus sebagai kakak mengirimkan email tentang Anugrah Elerarning Award 2008 dari Pustekom Depdiknas RI, jujur saya terperangah ….! Hebat … decak kagum saya terhadap sosok seorang anak bangsa yang bernama DEDI DWITAGAMA. Luar biasa memang, rajin menuliskan di Blog berbuah hasil manis, sebuah pengakuan dari Bangsa ini terhadap hasil kreatifitasnya.
DEDI DWITAGAMA, saya kenal beliau sekitar tahun 1996 ketika saya masih menjadi mahasiswa di IKIP Jakarta (sekarang UNJ), saat itu saya melaksanakan Praktek Pengajaran Lapangan (PPL) di SMKN 8 Cempaka Putih (sekarang SMKN 39). Beliau sebagai sosok guru yang punya visi dan misi yang jelas dan tegas. Sering saya berdiskusi dengan beliau disaat saya “disisihkan” oleh Kepsek saat itu apalagi ketika ada penggalangan “politik” untuk mengusung Partai Politik Tertentu saat itu (era ORBA).
Tahun 1998 seiring dengan lulusnya masa studi saya tinggalkan Jakarta dengan segudang kenangan, saya memilih Kota Kecil Karawang di Jawa Barat, dengan memulai kehidupan baru sebagai seorang Pendidik baru. Saya jalani beranikan mengajar di Perguruan Tinggi di Politeknik dan STMIK dan akhirnya menjadi PNS di SMKN 1 Cikampek. Pengetahuan dan wawasan yang saya dapatkan dari mengajar di Perguruan Tinggi saya bawa ke Sekolah untuk mulai mengembangkan IPTEK.
Tahun 2004 saya mulai mengaktifkan internet di sekolah, dan pertemuan dengan DEDI DWITAGAMA kembali terjadi walaupun hanya di dunia maya. Saya coba klak sana klik sini di internet untuk bisa membuat website dan Blog. Hasilnya beberapa website yang saya buat dengan CMS di Freehosting menjadikan inspirasi untuk menuangkan kedalam Buku dan diterbitkan secara nasional.
Masih teringat dalam memori saya sewaktu itu saya minta informasi untuk bisa sekolah lewat program beasiswa. Berkat support dan keyakinan yang diberikan beliau saat itu, akhirnya saya berhasil juga mendapatkan Beasiswa melalui Porgram Beasiswa Unggulan Depdiknas RI di ITB Bandung pada program upgrading Diploma 4 atau disebut Sarjana Sains Terapan pada program studi Otomasi Industri Teknik Elektro.
April 2008 saya kembali ketemu darat secara kebetulan pada kegiatan Seminar & workshop Nasional ICT yang diselenggarakan oleh program Pasca Sarjana UNJ. Kami hadir sama-sama sebagai Pembicara, Pak DEDI di acara Seminar, sedangkan saya di acara Workshop nya, mengajarkan bagaimana mudah nya memiliki website di Free Hosting secara instant dan gratis.
Adanya acara penganugrahan Elearning Award membuat saya terpacu untuk mengaktifkan Blog ini dan memulai menulis secara rutin dan teratur.
Terima Kasih Pak DEDI DWITAGAMA, Anda adalah salah satu inspirasi saya dalam berkreasi…….
Selamat Berjuang Sahabat….. Tetap Menulis Demi Kemajuan Dunia Pendidkan Indonesia !!
salam dari kota kecil di Jawa Barat : KARAWANG
Satu lagi torehan prestasi digoreskan pak Dedi dalam hidupnya. Sosok pekerja keras dan selalu tidak puas akan sesuatu ini tadi malam mendapatkan penganugerahan E-learning Award 2008 sebagai juara 2. Ajang ini diadakan oleh Pustekkom Depdiknas dalam rangka penghargaan kepada guru/sekolah yang telah memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran. Bersama pak Urip (juara 3) dan pak Rudi Hilkya (juara pertama), mereka menjuarai ajang ini dalam katagori Blog Edukatif. Penjuariannya dilakukan tanggal 27 Oktober yang lalu (laporan bisi di klik disini)
Hal ini tentunya merupkan kebanggaan kami sebagai warga SMKN 3, khusus untuk saya tentunya menjadi inspirasi dan teladan bahwa prestasi bisa kita peroleh dengan kerja keras, kesungguhan dan perjuangan.
” Jangan takut untuk kalah, yang penting bisa tampil dan ikut berkompetisi. Soal kalah dan menang adalah hal yang berbeda”. Begitu perkataan beliau setiap kali menawarkan kepada anak buahnya bila ada undangan untuk mengikuti suatu perlombaan. Berani berkompetisi ini yang selalu beliau anjurkan kepada kami karena memangn hidup ini penuh dengan persaingan.
Tidak mudah menyerah dan selalu belajar serta berusaha mestinya kita jadikan moto untuk bisa meraih prestasi setinggi-tinginya. Terima kasih pak Dedi, kesuksesanya mudah-mudahan menjadi teladan bagi kami semua. Untuk itu saya mengucapkan Selamat atas keberhasilannya.
Walaupun terlihat letih, karena baru saja memimpin rapat dewan guru, beliau menerima kami dengan ramah. Banyak ide yang muncul dalam pertemuan itu. Tanpa terasa kami mengobrol sampai magrib. Banyak ilmu yang saya dapatkan, bahkan teman saya Suja’i bilang kalau kita telah bertemu orang super dengan segudang prestasi.
Semoga pertemuan ini dapat berlanjut kepada tindakan yang dapat mengangkat martabat guru dalam dunia pendidikan kita. Teruslah berjuang wahai saudaraku dalam mempersiapkan tenaga kerja bermutu.
5. Haryanto, 22 Juli 2008
Seperti yang pernah saya tulis di sini, pak Dedi adalah kepala sekolah yang senantiasa memberikan kesempatan anak buahnya untuk terus mengembangkan diri dalam mencapai kompetensi sebagai seorang guru terutama kompetensi professional. Cara yang beliau lakukan tidak hanya sebatas mengirimkan guru pada pelatihan-pelatihan yang memang rutin diselenggarakan oleh Dinas DIKMENTI baik tingkat kota maupun propinsi tetapi sering juga mendatangkan para pakar yang kompeten seperti hari Jum’at kemarin. Dalam rangka workshop penyusunan program kerja guru, Pak Dedi mendatangkan Kusnandar, S.Pd, M.Si, seorang widyaswara di LPMP DKI Jakarta.
Berkaitan dengan guru sebagai profesi maka presentasi beliau membahas tugas dan peranan guru dalam menggapai Guru Profesional. Hal ini disadari bahwa selama ini banyak guru yang terjebak pada “pola rutinitas” yang hanya datang, ngajar, pulang. Padahal dalam konteks pendidikan abd 21 ini, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar (teacher) tetapi beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing (counselor) dan manajer belajar (learning manager). Disamping itu untuk tugas guru juga semakin berat terkait dengan portofolio yang harus dibuat dalam rangka sertifikasi yang merupakan bagian dari penilaian terhadap kompeten dan tidaknya sebagai seorang guru. Portofolio yang harus dibuat adalah Silabus, RPP, Program tahunan dan semester, evaluasi dan analisis soal. Ketika semua itu sudah dibuat kemudian diaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelas dengan menerapkan prinsip pembelajaran konstektual maka diharapkan 4 tujuan belajar seperti yang direkomendasikan UNESCO dari peserta didik bisa terwujud.
Kesan yang diperoleh dari proses pencerahan ini yaitu komunikatif, konstruktif dan inspiratif. Terjadi komunikasi aktif dua arah antara beliau dan kami karena terkadang cakupan bahasanya melebar pada persoalan-persoalan riil yang kami hadapi di lapangan. Jawaban beliau sangat konstruktif sekali dalam membangun kesadaran bahwa proses pembelajaran itu harus komprehensif artinya ada banyak aspek yang terlibat di dalamnya. Apalagi kalau dikaitkan dengan 8 standar pendidikan seperti yang terdapat pada beberapa permendiknas sebagai implementasi dari UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan pengalaman hidupnya yang bergerak dari nol tidak lupa juga beliau menceritakan perjalanan hidupnya dimana disamping menjadi guru juga pernah ngojek sampai kemudian beliau berhasil menempuh pendidikan S2, sekarang jadi widyaswara di LPMP dan calon doctor pendidikan. Sungguh sebuah pencerahan yang inspratif yang bisa dijadikan teladan bagi kita semua. Mudah-mudahan.
4. Abdul Madjid Nasution, 28 April 2008
Terima kasih Pak Dedi atas responnya terhadap tulisan saya, dan salut atas concern bapak terhadap TI, gimana ya kalau seperti bapak di sekolah yang ada di DKI, kayaknya TI akan maju pesat.
3. Haryanto, 23 April 2008
Ide tulisan ini muncul ketika pertengahan Januari lalu ada desas desus bahwa Kepala SMK 3 termasuk salah satu kepala sekolah yang dirolling untuk penyegaran. Dan kembali sekarang ini muncul desas desus bahwa Beliau akan dirolling pasca Ujian. Tulisan ini merupakan bentuk apresiasi saya secara pribadi terhadap beliau atas apa yang sudah diperoleh selama kepemimpinannya. Tidak ada maksud apapun atas tulisan ini, misalnya mempromosikan karena secara pribadi beliau sudah dikenal luas di kalangan dunia pendidikan baik birokrat maupun praktisinya . Tulisan ini hanya sebatas “sekali lagi” apresiasi dan conclusi dari sekian banyak pembicaraan yang beliau lakukan baik dalam konteks formal seperti rapat-rapat maupun obrolan pribadi.
Keberhasilan sebuah institusi biasanya dilandasi oleh 3 faktor yaitu, kerja keras dan saling berkolaborasi semua warganya, komitmen untuk maju, dan pimpinan yang visioner. Dan untuk mencapai tahap keberhasilan yang diinginkan tidaklah mudah karena menyamakan persepsi/visi, mengajak orang untuk maju dan mengubah mentalitas yang sudah mengakar memerlukan kesungguhan dan komitmen yang kuat dari pemimpinnya. Terkadang muncul resistensi atas respon sebuah perubahan yang tidak bisa kita hindari. Tidaklah heran ketika sebuah kebijakan pimpinan dibuat pelaksanaan dilapangan terkadang akan berbenturan dengan bawahan. Untuk kondisi semacam ini tentunya memerlukan gaya kepemimpinan yang dapat mendorong perubahan menuju pada keberhasilan. Mengutip tulisanya Yohannes Surya pada harian Media Indonesia , hukum/fenomena Newton (3 hukum gerak) dapat digambarkan dalam merumuskan konsep kepemimpinan.
hukum gerak yang pertama, benda cenderung mempertahankan keadaannya (malas berubah) jika tidak ada yang mengganggunya. hukum yang kedua, benda bisa berubah bila mendapatkan gaya. hukum yang ketiga, benda yang mendapatkan gaya aksi akan memberikan gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya aksi yang diberikan.
Konsep kepemimpinan yang mengacu pada hukum newton yang pertama memiliki ciri pemimpin hanya berfikir bahwa yang penting kedudukannya aman, suasana institusi kondusif sehingga dia tidak berani melakukan perubahan sehingga cenderung malas miskin kreasi dan inovasi. Sehingga jalannya institusi hanya melanjutkan kebiasaan yang lama. Padahal untuk menjadikan sebuah institusi ini berkembang dan maju perlu keberanian dari seorang pemimpin untuk melakukan sebuah perubahan.
Hukum Newton yang kedua menggambarkan bahwa sebuah institusi/organisasi membutuhkan pemimpin yang tegas, keras mempunyai visi jelas dan terukur serta mempunyai daya dobrak. Visi menjadi suatu faktor pendorong untuk mempercepat kemajuan institusi. Hukum Newton yang kedua inilah yang melekat pada sosok seorang pemimpin yang bernama Dedi Dwitagama, dan pola ini yang dikembangkan di SMK 3 Jakarta dibawah kepemimpinannya. Menikmati keberhasilan seperti yang ditulis disini, merupakan buah dari konsep kepemimpinan yang dikembangkan oleh beliau. Sebagai kepala sekolah, beliau memahami betul fungsinya yang dikenal dengan istilah EMAS (eksekutif, manager, administrator dan supervisor) dan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS). Sebagai pemimpin, visinya begitu jauh ke depan. Beliau menyadari betul bahwa SMK sebagai satuan pendidikan yang diharapkan bisa menghasilkan tenaga kerja berkualitas harus didukung sarana dan prasarana yang memadai dan sesuai dengan tuntutan jaman. Berkat pergaulan yang supel dan kemampuan lobynya, 3 tahun kepemimpinan beliau sarana praktek untuk 3 jurusan sekarang ini sudah terpenuhi. Dan Satu perubahan yang sangat fundamental adalah keterlibatan semua warga sekolah dalam setiap event/kegiatan tanpa membeda-bedakan apakah PNS, PTT atau Honorer. Beliau tidak meng”anak emas”kan atau mempercayakan seseorang sebagai ”tangan kanan” atas kebijakan – kebijakan sekolah.
Demikian juga dalam hal peningkatan kualitas keilmuan dan pengetahuan para gurunya, beliau tidak segan–segan mendatangkan pakar-pakar untuk meng up to date warga sekolah dan semuanya diberi kesempatan yang sama dan didorong untuk berkembang bagi mau. Beliau menyadari betul bahwa profesionalime guru bisa terwujud jika guru mampu mengembangkan kompetensinya secara terus menerus.
Pergaulannya yang supel dan kemampuan intelektual yang memadai (sekarang sedang menempuh pendidikan S3 di UNJ), tenaga beliau banyak digunakan oleh instansi-insatansi tidak hanya di lingkungan dinas Dikmenti tetapi juga Depdiknas seperti Pusat Kurikulum. Dari keterlibatan tersebut, beliau kemudian merekomendasikan rekan-rekan guru untuk bisa terlibat juga dalam kegiatan tersebut. Beberapa rekan yang tenaganya sudah dimanfaatkan oleh Pusat Kurikulum sebagai team monitoring dan evaluasi KTSP ke beberapa propinsi yaitu Pak H.Bustamam ke NTT dan Bu Pormina ke Sumbar. Dengan latar belakang beliau yang aktif dalam sebuah LSM, beliau faham betul arti pentingnya sebuah pencitraan. Dan untuk membangun citra memerlukan waktu dan konsistensi. Itulah yang ditunjukan beliau di masa kepemimpinannya di SMK 3 Jakarta sekarang ini. Satu hal yang dapat saya ambil dari Beliau adalah sikap tidak mudah puas atas sebuah pencapaian dan juga tidak mudah menyerah. Beliau sangat tidak suka ketika sebuah tantangan/pekerjaan yang harus dilakukan oleh anak buahnya kemudian direspon negatif dengan alasan-alasan yang menurut beliau tidak bisa diterima. Mengikuti speednya yang cepat kadang-kadang kita merasa lelah tetapi di balik itu sesungguhnya begitu banyak nilai tambah yang bisa kami peroleh.
Sebagai bagian dari warga SMK 3 saya cukup bangga melihat perubahan yang terjadi . Terpenuhinya sarana dan prasarana praktek merupakan hasil yang bisa dirasakan saat ini. Namun demikian Ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Bahwa kita masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Citra positif dari luar janganlah membuat takabur dan lupa diri, yang terpenting dan menjadi tugas pokok dari sebuah lembaga pendidikan adalah bagaimana out put yang dihasilkan menjadi manusia-manusia yang unggul baik hardskill maupun softskillnya. Mudah-mudahan visi “SIAPKAN TENAGA KERJA BERMUTU” bisa terwujud. Beliau sudah meletakan dasar yang kuat dalam pemberdayaaan warga sekolah, semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita semua. Amiin.
2. Kelik M. Nugroho, 10 Oktober 2007
Pak guru Dedi Dwitagama, dari Sekolah Menengah Kejuruan 3 Jakarta Pusat, Blognya berisi catatan kegiatan dan opini ringan pak guru Dedi, khususnya menyangkut program Teknologi Informasi bagi para guru. Contohnya, tulisan berjudul Mentalitas Guru, Kepala SD dan SMP sangat antusias, Blog Guru SMK 3 Jakarta dan lain-lain. Blog ini dilengkapi foto-foto kegiatan yang relevan dengan tulisan, dengan kualitas foto yang memenuhi standar foto dokumenter.
Di antara kritik untuk blog ini bahwa isinya (content) belum terfokus pada satu bidang, sehingga pembaca bisa memperoleh subyek tertentu secara terfokus. Contohnya, blog ini masih memuat kliping artikel tentang pemanasan global yang diambil dari situs wikipedia, soal renovasi gedung sekolahnya, parkir plasa Ambassador, penjambret bermotor, dan lain-lain. Mungkin saya terlalu berharap banyak kepada blog guru yang bisa mempercepat proses pencerdasan murid di bidang masing-masing, sehingga kritik saya sangat tendensius untuk serius.
Untuk kelengkapan data pengelola blog dedidwitagama.wordpress.com, berikut kembali diungkapkan identitas pak guru Dedi. Dia Kepala Sekolah Menengah Kejuruan 3 Jakarta Pusat dan pelatih (trainer) untuk topik pencegahan penyalahgunaan narkoba, HIV-AIDS, leadership, dan pendidikan. Blog yang dibuka sejak Januari 2007 ini hingga 9 Oktober 2007 telah diklik oleh 5.562 pengunjung. Blog ini dilengkapi dengan daftar tautan (blogroll), biodata pribadi yang diletakkan di halaman utama sehingga pembaca langsung mengetahui kompetensi pengelola blog*.
1. Murni Ramli, 17 Mei 2007
Hari-hari terakhir penelitian saya di Indonesia berlangsung di Jakarta. Atas jasa baik Pak Dedi Dwitagama, Kepala Sekolah SMK 3 jakarta yang sangat energik dan padat jadwal kesehariannya, saya berhasil mewawancarai Kepala Diknas Provinsi DKI, Bpk Margani M. Suatu kesempatan yang tak pernah saya pikir akan mulus jalannya. Saya selalu merasa enggan atau bahkan segan berbicara dengan para pejabat, mungkin karena saya selalu memposisikan diri sebagai rakyat tak berdaya. Tapi kesempatan saya pulang kemarin, benar-benar menyadarkan saya bahwa orang-orang di atas perlu mendengar suara rakyat. Dan salah satunya melalui keberanian rakyat untuk bersuara tidak melalui `teriakan` di demonstrasi-demonstrasi tetapi melalui diskusi yang cerdas.
Saya sebenarnya `membonceng` rombongan guru-guru SMK 3 Jakarta yang hendak menunjukkan prestasi mereka berblog kepada Pak Margani. Tapi Pak Dedi mengatakan dalam perjalanan pulang bahwa sebenarnya mereka juga memanfaatkan kedatangan saya ketika mengontak sekretaris Pak Margani. Ah, Pak Dedi bisa saja `membuat jalan `sehingga kami bisa masuk ke ruang Pak Margani. Jadilah wawancara singkat saya dengan Pak Kadiknas plus diakhiri dengan presentasi rekan-rekan dari SMK 3 yang memamerkan blog sekolah. Surprise juga karena berita kedatangan saya di SMK3 dimuat di halaman pertama. Bapak/Ibu guru sudah berbuat sangat banyak untuk saya sementara saya hanya berbagi cerita saja. Semoga Allah membalas kebaikan anda semua.
Perbincangan dengan Pak Margani membawa saya pada kesimpulan akan kebagusan strategi beliau mengelola pendidikan ibukota. Walaupun tidak merincinya secara detil, tetapi berbagai kebijakan yang diutarakannya adalah kebijakan yang diambil berdasarkan adanya masalah di lapang, bukan kebijakan yang asal mengikut pemerintah pusat. Salah satu yang menarik adalah sebelum isu sertifikasi guru melalui uji portofolio, Jakarta telah melakukan uji tes kompetensi, yang menurut saya lebih bagus dan tepat dibandingkan uji portofolio. Pemerintah kota pun memberikan gaji yang mencukupi dan tunjangan yang membuat prestise guru Jakarta terangkat. Gaji teman saya bahkan lebih tinggi daripada gaji dosen PTN. Dengan kebijakan ini banyak orang yang ingin menjadi guru di Jakarta (^_^).
Program lain yang menarik adalah rencana mengembangkan Educational Based IT di Jakarta, dimulai dari proses pendaftran sekolah SMA melalui internet/HP, lalu pendataan tenaga kependidikan dan sekolah-sekolah melalui situs DIKNAS Provinsi, dan komunikasi atau pemberitahuan kedinasan kepada sekolah-sekolah melalui akses internet. Secara iseng saya sempat bilang ke Pak Dedi, bahwa akan sangat bagus lagi jika surat menyurat kedinasan termasuk permohonan ijin mengikuti seminar/workshop oleh staf di bawah DIKNAS dapat dilakukan melalui elektronik mail. Jadi tidak usah berpayah-payah datang ke kantor DIKNAS hanya sekedar untuk mendapatkan cap dan tanda tangan. Apalagi jika harus menempuh `rimba lalu lintas` Jakarta.
Ya, sebagai ibukota, sudah selayaknya Jakarta menjadi contoh bagi daerah lainnya. Makanya secara bergurau kami pun mengajak Pak Margani untuk membuat blog, dan menshare pemikirannya yang cemerlang di dunia maya.
Kunjungan kali ini menambah satu pelajaran berharga bagi saya untuk lebih baik tidak sekedar mengkritik, tetapi harus mencoba memahami gaya kebijakan seseorang, melalui bertanya dan konfirmasi lebih lanjut.


















wah pak kepala sekolah yg proaktif. salut pak!
Alhamdulillah, trm ksh
Wah… hebat…
Salam kenal dari pinggiran Pak
Popop
Trm ksh Pak, berupaya optimalkan setiap detik … coretannya mantap banget, Saya suka …
salam kenal…
ijinkan saya bisa mendulang ilmu dari blog ini…
wassalaam,
Salam kenal, juga ..
Kita saling mendulang
Kesan saya tentang Pak Dedi adalah orang yang memandang dan menerapkan dalam kehidupan bahwa semua manusia sama, tanpa memandang derajat dan golongan. Orang tentu tidak akan menyangka bahwa saya sedang berjalan bersama dengan seorang Kepala Sekolah yang menguasai TI, seorang kandidat Doktor di UNJ. Mudah-mudahan Allah memanjangkan umur Pak Dedi dalam iman dan taqwa, selalu berbagi ilmu dan pengetahuan, tetap rendah hati dan memiliki waktu luang bagi siapa saja yang membutuhkan. Amiiiin
Selamat atas penghargaan yang diperolehnya Pak Deddy! Anda layak mendapat bintang! Saya bangga bisa mengenal Anda (meski secara virtual).
Selamat berjuang tanpa lelah!
Salam
Satria
Assalammu’alaikum wr.wb.
Pak Dedi saya atas nama pribadi, keluarga, dan guru SMK Negeri 11 Jakarta mengucapkan “Selamat atas Penghargaaan” dari Pustekkom Depdiknas tahun 2008. Sebab jum’at pagi ini (31/10) saya mengadakan rapat koordinasi dengan dengan teman2 walikelas. kaprog dan wakasek, sengaja menampilkan blog bapak sedang menerma anugerah e-learning award. Adakah Inspirasi apa yang saya ambil ? Jawabnya : YESSS.. sebab di SMK 11 Jakarta tahun ini saya bertekad untuk bisa melakukan “akselerasi” pembelajaran bebasis IT di sekolah kami, dengan konsep : 1 kelas terdapat 1 unit PC terintegrasi internet, LCD/Infocus, ruang kelas AC, guru mengajar cukup bawa traveldrive/flashdisk, ruang yang resik, sejuk dan suasana belajar yang diidam-idamkan pelajar remaja.
ya, semua cita-cita itu memang saya dapat selagi saya masih menjadi guru di SMK 3 Jakarta. Bakal banyak tantangan memamg, tapi justru itulah seni dan manajemen mengelola sekolah, Pak Dedi bagi saya sangat banyak memberi inspirasi untuk bagaimana mengelola dan memajukan sekolah dari sisi-sisi non birokratis,alias administratif yang kaku. Saya mengalalmi 2 kali pergantian kepala sekolah di SMK 3 Jakarta, namun dari keduanya belum satu pun hingga hari ini memberi saya inspirasi. Lain dengan pak dedi…
Pak Dedi yth. Saya masih ingat bagaimana reaksi kawan-kawan saya ketika bapak menghilangkan jurang pemisah antara PNS dan non PNS baik promosi, karier dan kesempatan untuk berkembang ? Jarang lho ada kepala sekolah berani melangkah sejauh itu…sebelum orang lain melangkah bapak satu langkah sudah di depan,,,itu artinya pak dedi adalah “visioner leader”
Belum hilang dalam pikiran saya bagaimana bapak mem”push” saya untuk menghadapai tantangan talent scouting ? banyak meminta saya untuk banyak membaca, mencari tahu, dan menemukan hakiki dari suatu masalah…semuanya saya ikuti dengan ikhlas, dan berpikir positif dan hasilnya kini saya rasakan…bagaimana bapak ketika baru turun dari bandara Soetta selepas dari Malang dan alam itu saya menghubungi bapak saat butuh dana untuk diklat, dan langsung bapak meresponnya…adalah sesuatu keluhuran seorang kepala SMK 3.
Pak dedi,…penghargaan yang bapak terima adalah kerja keras, kesungguhan, dan jenius. Sehingga pengakuan komunitas pendidikan dalam hal ini Depdiknas terhadap apa yang telah bapak lakukan sejalan dengan cita2 pemerintah. Saya berharap inovasi-inovasi baru dalam ide, kreativitas, dan “Quantum” IT, ke depan memberi inspirasi guna memajukan pendidikan di tanah air tercinta…..
Sebagai penutup, sekali lagi selamat atas prestasinya. Semoga Allah SWT memberi kemudahan dalam segala hal, amin….
Pertama saya bertemu Bapak…(pada seleksi guru berprestasi …)
Guru yang tidak pernah “diam”…
Kedua saya bertemu Bapak …
Pada lepas sambut Kepala Sekolah SMK Negeri 3…
Haru,… ketika anda diminta memberi sambutan sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri 3 didampingi istri. Tidak banyak yang anda ucap ketika itu.
Ada “mimpi” yang akan terajut di sekolah yang akan anda pimpin khususnya. Dan “mimpi” dunia SMK yang nyata.
Selanjutnya bertemu dan “selalu bertemu” .
Saya banyak belajar dari Bapak setiap kali “bertemu”.
Bravo Pak !
pak dedi,,salam kenal,,walaupun blm ktemu,,lwat dunia maya jg sudah tampak kerja keras bpk memimpin sekolah,,,saya secara pribadi ingin banyak belajar tentang blog dan lain-lainnya,,,
alhamdulillah pak muamar, trm ksh, smg anda sukses dan sehat selalu
selamat buat teman sekolah ku di smp xix 29 thn yang lalu kita lalui mengejar cita cita bersama kita hadapi ujian sekolah dan byk lagi. sekarang kita dapat rasakan yang kita kerjakan dulu. dear dedi aku salut banget liat profile kamu dan usaha kamu dalam rangka memberikan kehidupan untuk lbh baik kpd byk orang. aku angkat dua jempol untuk suatu usaha keras di mulai dengan kerja yang keras dan itu ada di dedi dwitagama.kapan boleh kolaborasi untuk memberikan pelatihan ttg hiv aid , ditunggu kabarnya ?regards
I just wanna say that I can meet an amazing person like Pak Dedy. You are the real teacher ever. Bravo, Sir!