Dedi Dwitagama

Kepala SMK Negeri 36 Jakarta – Cilincing Jakarta Utara, Trainer, Nara Sumber, Motivator, Blogger, Photografer

guru, PAHLAWAN & kuli (pencitraan)

fickr.com

flickr.com

“terpujilah wahai engkau
ibu bapak guru
namamu akan selalu hidup
dalam sanubariku
……………….
engkau patriot
pahlawan bangsa
tanpa tanda jasa

Jakarta tahun 80-an

guru-guru gajinya pas-pasan
mereka nyambi kerja lain
atau ngajar di banyak sekolah

transport harian dibayar
jumlah jam mengajar dihitung
membuat soal bertagih
lembar koreksi dikalikan
mengawas ujian menagih
seminar & pelatihan berhitung “pity”
insentif ini itu diburu

kuli-kuli dibayar harian
mereka kerja serabutan
dimanapun ada proyek

Jakarta tahun 90-an

guru-guru mulai dapat tunjangan pemda
mereka tak boleh ngajar di beberapa sekolah
harus lima hari di sekolah

transport harian dibayar
jumlah jam mengajar dihitung
membuat soal bertagih
lembar koreksi dikalikan
mengawas ujian menagih
seminar & pelatihan berhitung “pity”
insentif ini itu diburu
gaji, tunjangan dari pemerintah
seperti tak ada, selalu merasa kurang

kuli-kuli dibayar harian
mereka kerja serabutan
dimanapun ada proyek

Jakarta tahun 2000-an

guru-guru bermobil sangat biasa
tunjangan daerah plus sertifikasi menimbun
tambahan TUNDA (tunjangan daerah yang baru)
didepan mata

transport harian dibayar
jumlah jam mengajar dihitung
membuat soal bertagih
lembar koreksi dikalikan
mengawas ujian menagih
seminar & pelatihan berhitung “pity”
insentif ini itu diburu
gaji, tunjangan dari pemerintah
seperti tak ada, selalu merasa kurang

kuli-kuli dibayar harian
mereka kerja serabutan
dimanapun ada proyek

Selamat diang pembaca, anda guru yang rajin menghitung?

Filed under: guru, pencitraan , , ,

geng motor itu ANAK SMP – dimana polisi?

tolong hentikan ini pak polisi (1.bp.blogspot.com)

tolong hentikan ini pak polisi (1.bp.blogspot.com)

Masih tentang sepeda motor dan anak sekolah … saat mereka mulai belajar motor, berkendara, membentuk geng hingga perkelahian … pasti mereka terlihat di jalan raya … kenapa polisi tak bertindak, pepatah klasik mencegah lebih baik dari pada mengobati mungkin semua kita tahu … apa kabar polisi?

Perkelahian antargeng motor kembali terjadi. Kali ini berlangsung di Tasikmalaya, Jawa Barat. Perkelahian antara geng motor Kil dan BSC itu terekam dalam gambar video yang menyebar lewat telepon seluler. Polres Kota Tasikmalaya pun sigap bertindak.

Setelah mendapatkan laporan korban yang bernama Hari, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tasikmalaya memburu pelaku. Dalam video itu terekam, Hari dipukuli anggota geng motor. Polisi mendatangi satu-persatu rumah para pelaku pemukulan. Empat pelaku langsung dibawa ke  Markas Polres Kota Tasimkmalaya untuk menjalani pemeriksaan.

Mereka adalah Rizki, Saeful, Randi dan Axel. Semua masih pelajar SMP kelas tiga. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa telepon seluler yang dipakai untuk merekam serta jaket Brigez yang dikenakan oleh korban.

Sumber: metronews.com

Filed under: Foto, Up grade, guru ,

nikah – SEPEDA MOTOR – anak sekolah

otak itu tak berfungsi lagi (geocities.com)

apa hubungannya?

ada batas usia sesorang untuk menikah
ada batas usia seseorang untuk peroleh Surat Izin Mengemudi (SIM)
adakah batas usia anak sekolah naik sepeda motor?

kenapa ada batas usia menikah dan peroleh SIM?
pasti karena ada fakta, data dan hasil riset yang membuat negeri membatasi usia dua hal di atas

seseorang yang sudah dewasa
akan lebih cermat memutuskan
ttg gaya atau cara
mengendarai kendaraan bermotor
dengan baik dan benar

sementara anak-anak sekolah
SD hingga SLTA
masih belum bisa berfikir jernih ttg resiko
ngebut, ngepot, nyalib, tak berhelem, dsb

sehingga saya menerima SMS dari murid saya spt ini:

“Aslmkm.
Arif dz kcelakaan
d rmh skt koja lt 8 kmr 808
ada bagian tubuh yang patah
jahitan di muka tak sedikit
kakinya belum bisa di gerakkan
Sbrkn”


Selamat pagi pembaca, Anda senang keluarga atau saudara anda pandai bersepeda motor sejak kecil?

Filed under: Foto, Info, SMK Negeri 36 Jakarta, guru , ,

GAPTEK ITU BUKAN BAKAT, lalu kenapa?

belajar yuuu

belajar yuuu

Selesai meeting di sebuah pusat keramaian di utara jakarta, saya dihentikan seorang pria perseragam biru dengan logo perusahaan taxi bergambar burung.

Dia setengah berlari menghampiri saya dan menyapa:

“Pak Dedi ya? … saya murid bapak di SMK 39 tamat tahun 2006″

Saya menghentikan langkah dan menyalaminya, kami berlebaran … lalu berbincang tentang berbagai hal… dia sudah bekerja hampir dua tahun di perusahaan itu … dan menjadi tulang punggung biayai kehidupan keluarganya.

Saya bertanya:

“Apa yang kamu ingat dari pelajaran dengan saya di SMK 39?”

Dia menjawab begini:

“Saya belajar internet dengan serius ketika bapak beri tugas, hingga pernah menyewa komputer di rental selama satu … hari sampai bisa … dan saya sangat senang ketika suatu kali ada teman saya yang minta diajari mengakses internet, saya sudah bisa”

Tiba-tiba saya ingat tulisan di t-shirt seorang pengunjung toko buku yang begini isinya:

GAPTEK
ITU
BUKAN
BAKAT

Barangkali betul … seseorang gagap teknologi atau gaptek bukan karena bakat, tapi karena malas .

Ayo belajar pada teman, saudara, tetangga, kerabat, anak kita atau siapa saja yang anda bisa ajak belajar tentang teknologi, apalagi jika Anda adalah guru.

Selamat malam pembaca, Anda masih gaptek?

Filed under: Up grade, guru ,

contoh CHARLIE ST 12 HARGaI GURU, bangsa jadi besar

Selebritis ulang tahun di panti asuhan, atau buka puasa atau bersama di suatu lokasi atau kantong-kantong orang tak mampu sudah biasa.

Charly ST 12 memberikan contoh bagus dengan runi mengunjungi sekolah dasar dimanadia dulu pernah belajar …terlihat betapa dia terharu dan berterima kasih pada guru-guru yang mendidiknya ketika anak-anak.

Cerita bagaimana dulu dia mencari pinjaman gitar kesana kemari untuk ikuti perlombaan, menyebut nama guru, mencium tangan para pendidik yang beranjak renta … terlihat wajah haru, dan ungkapan terima kasih meluncur dari mulut penyanyi terkenal negeri.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargi guru-gurunya.

Selamat siang pembaca, kapan andaberkunjung ke sekolah Anda?

Filed under: Info, Up grade, guru , ,

Setelah lebaran MASIH GA MAU BELAJAR?

bayi aja membaca

bayi aja membaca

Salah satu yang sering diungkap saat puasa adalah perintah Allah kepada manusia untuk IQRA, membaca … belajar.

Puasa dah berlalu, setelah lebaran kita kembali ke kehidupan rutin. Jika anda sebagai pendidik atau peserta didik, mengajar-belajar seperti saat sebelum puasa … TAK ADA YANG BERUBAH.

Tak ada perubahan untuk LEBIH BERGAIRAH MEMBACA, BELAJAR tentang apa saja … anda hanya jalani hai-hari seperti biasa, sekedar jadi peserta didik, jadi guru yang biasa-biasa aja …. ga perlu baca koran, majalah apalagi langganan internet atau membeli CD-CD pembelajaran … atau apapun …. intinya membuat pegetahuan dan keterampilan kita BERTAMBAH dari kemarin.

Selamat pagi pembaca, apa yang ingin anda pelajari hari ini?

Filed under: Info, guru , ,

Kegiatan OSIS SMK Negeri 36 Jakarta, siswa di garis depan, GURU FASILITATOR & MOTIVATOR

Bayu, kanan

Bayu, kanan

Bayu Sutrisno, peserta didik SMK Negeri 36 Jakarta yang jadi Ketua OSIS menulis di blognya seperti ini:

“Mata gue terbuka ketika mendatangi Acara buka puasa bersama di SMA 75 JAKARTA, kenapa kebuka? yah memang kan selama ini sipit ternyata di SMA sewaktu acara Buka Puasa berasama itu, hampir 70% acara di pegang sama guru.

whow. dan setelah memastikan. acara pensi pesantren kilat dan lain lain di pegang sama guru pula. hal itu gak biasa bagi gue, setiap ada acara dan gue jadi panitianya seperti kemarin pesantren kilat TIGA hari berturut turut,
dari mulai bikin propsal, nyari dana, minta tanda tangan kepala sekolah, nyari donatur, itu di kerjain sendiri.
Juga sewaktu acara berlangsung. ga ada guru sama sekali yang bantu acara.
kita masih kelas 2, itu tiga hari berturut-turut menangai 300 lebih siswa SMK yang isinya cowo semua.

wogh. gue merasa campur campur..
dan 2 alasan muncul:
1. apakah sekolah gue yang gak peduli sama acara siswa kaya gini?
2. kita memang sengaja di buat mandiri seperti ini?

ternyata, gue ngambil alasan yang kedua.
“SMK, GERBANG MENUJU DUNIA KERJA”
got it?”

Jawab Saya di blog Bayu begini:

“pak haji tuan dan pak ujang sutiana  serta guru-guru SMK Negeri 36 Jakarta sudah faham, bahwa peserta didik harus dilatih di setiap kesempatan utk mengerjakan apapun … nanti peserta didik akan memiliki rasa percaya diri yang baik sehingga bisa menjadi tenaga kerja yang trampil dan punya insiatif krn dah sering melakukan apa aja … selamat menikmati pendidikan yang mensejahterakan.

Selamat siang pembaca, masih tak memberi kepercayaan kepada peserta didik? … Anda akan lelah dan tak punya waktu belajar hal-hal baru sementara peserta didik tak makin bersinar

Filed under: SMK Negeri 36 Jakarta, Up grade, guru, pencitraan ,

NyoNtek: Kejujuran yang Ramai-ramai Digadaikan

venimoenif.files.wordpress.com

venimoenif.files.wordpress.com

Menyambung posting Saya terdahulu tentang Nyontek, Saya dikontak Bp.Otto Hartono melalui Fesbuk lalu Saya kopi tulisan sahabat dari Belanda … selamat menikmati.

Pernah menyontek? Jujur, aku pernah. Masih tergambar jelas dalam ingatanku, ketika ibu guru matematika SMP ku menghampiri tempat dudukku.”Buka!” Ketusnya. Gemetaran, aku ambil lembar kertas paling atas di depanku. “Buka lagi!” Suaranya makin galak. Aku ikuti perintahnya sambil mengutuki degup jantungku yang bunyinya makin keras. “APA INI?!” Teriaknya. Tubuhku seketika lemas. Mati aku! SRET…SRET…! Ibu guru yang galak itu merobek-robek kertas contekanku. Uuh wajahku mendadak  bersemu merah bak kepiting rebus. Ingin rasanya aku berlari sekencang-kencangnya keluar kelas, agar terhindar dari tatapan mata teman-temanku.

Read the rest of this entry »

Filed under: Up grade, guru ,

Pendidik & Pemudik Bermotor

mendidik

mendidik

Menurut Kepolisian, diperkirakan 3,9 juta pemudik menggunakan sepeda motor akan melakukan perjalanan dari Jakarta ke berbagai kota di Jawa dan Sumatera. Anda bisa bayangkan, berapa panjang untaian bebek beroda dua yang berbaris pulang ke kandang hantarkan penunggangnya menemui kerabat dan handai tolan di kampung halaman setelah bertahun mencari nafkah di belantara Ibukota. Perjalanan ratusan kilometer dalam waktu tempuh belasan jam di tenah cuaca panas atau dinginnya malam tak membuat jumlah pemudik bermotor makin berkurang, walau tak sedikit yang memaketkan tunggangan roda dua melalui kereta atau model paket lainnya.

Di area permukiman Anda tentu sering melihat orang tua yang sedang mengajarkan anak remajanyamengendarai sepeda motor, bahkan tak sedikit yang masih duduk di Sekolah Dasar. Atau Anda sendiri pernah mengajarkan putra/putri Anda yang sangat belia kendarai bebek besi?.  Apakah motivasi Anda?

Ingin membuat rasa percaya diri anak tumbuh, untuk keperluan mengantar ibunya ke pasar, agar bisa membawa motor ke sekolah sehingga tak perlu diantar atau lebih irit dalam ongkos dibanding harus naik angkutan umum berganti beberapa kali.

Parkir sepeda motor di berbagai sekolah di Jakarta cenderung makin banyak penghuninya. Remaja berseragam putih abu-abu, putih biru hingga putih merah atau Sekolah Dasar tak sedikit yang pulang pergi membawa bebek Jepang, padahal umur mereka belum memenuhi persyaratan mengemudikan kendaraan bermotor, karena belum melampaui batas umum persyaratan peroleh Surat Izin Mengemudi (SIM).

Manajemen sekolah mungkin merasa persoalan diatas adalah ranah tugas kepolisian. Sekolah hanya mengurus persoalan belajar mengajar yang berujung pada Ujian Nasional. Sebagai lembaga pendidikan, seharusnya sekolah memberi perhatian dan melakukan berbagai upaya mendidik pelajar untuk menjadi warga negara yang taat hukum negeri.

Kami pernah berencana menambah area parkir sepeda motor karena daya tampungnya semakin tak mencukupi. Setelah mengamati beberapa hari, Saya melihat mayoritas pengendara sepeda  motor di sekolah kami belum memiliki SIM. Padahal sekolah kami berada di pusat kota tak jauh dari Pasar Baru Jakarta yang bertetangga dengan Istana Negara.

Saya bersama staf mulai merancang strategi, sistem penanganan parkir kendaraan di sekolah kami. Kegiatan sosialisasi, urun pendapat dilakkan beberapa kali, pro dan kontra menyambut rencana yang berujung pada “Larangan Peserta Didik atau Guru/Tenaga Pedidikan yang tidak memiliki SIM ke Sekolah”. Satpam kami memeriksa kelengkapan setiap kendaraan yang masuk ke area parkir di Sekolah kami, yang tidak memiliki SIM diberi surat peringatan untuk tidak membawa motor lagi. Jika setelah mendapatkan peringatan masih membawa sepeda motor, maka Satpam kami akan mlaukan tindakkan mengikat roda sepeda motor pelanggar dengan rantai dan memanggil orang tua/wali peserta didik untuk datang ke sekolah dan mengambil sepeda motornya.

Ternyata, strategi itu berhasil. Jumlah sepeda  motor menurun drastis dan rencana menambal luas area parkir sekolah tak jadi dilakukan, hal yang lebih pentig dari itu adalah bahwa peserta didik dibiasakan untuk mematuhi aturan hukum negeri yang berlaku. Manfaat lainnya adalah meminimalisasi peluang kerjadinya kecelakaan lalu lintas yang bisa menimbulkan cedera atau kematian.

Selamat pagi pembaca, mau mudik naik motor?

Filed under: SMK Negeri 36 Jakarta, guru , , , , ,

Pendidik & blog

dit kredit

dit kredit

Malam ini Saya berjumpa dengan seorang Doktor, setelah berbicara beberapa topik, beliau bertanya:

“Menulis di blog mendapat angka kredit untuk kenaikan pangkat?”

Wah, Saya cukup terkejut dengan pertanyaan seseorang yang berpendidikan sangat tinggi … apakah demikian sempitnya pandangan seorang guru yang hebat dan mengajar di sekolah paling hebat di Jakarta (kabarnya). Menulis dengan tujuan peroleh angka kredit untuk kenaikan pangkat …. sangat duniawi.

Atau barangkali Saya yang terlalu “gila”, menulis ratusan artikel sejak Novenber 2005 di tiga blog saya principal & trainer, photoblog dedi dan blog ini tanpa pernah memikirkan apa yang akan saya dapat.

Saya hanya ingin mendokumentasikan berbagai hal yang saya lakukan dalam peran saya sebagai pendidik, membantu anak negeri untuk hidup lebih sejahtera. Saya berharap tulisan Saya bermanfaat buat orang lain yang sedang memiliki persoalan yang hampir serupa dengan pengalaman yang saya tuliskan, kalaupun tidak … dari berbagai tulisan yang saya publikasikan, orang tua peserta didik di sekolah Saya mengetahui bahwa anak-anak mereka sedang disiapkan ke arah yang kebih baik.

Blog, sebagai dokumentasi berbagai kegiatan, ide, keresahan, kegembiraan atau lainnya akan memberi manfaat untuk pemilik dan pembacanya. Sebagai pendidik, seorang guru harus terbiasa menulis dan mengabarkan apa yang sedang dan akan dilakukan agar bisa jadi bahan evaluasi diri dan menjadi lebih baik.

Menulis memang bukan hal yang mudah, demikian juga ketika kesulitan ide atau topik yang akan ditulis. Pada saat seperti itu biasanya Saya menulis dalam bentuk puisi, walau hanya sebait. Menulis akan lancar bagaikan air mengalir manakala kita telah membiasakan diri menulis setiap hari. Dari pada tertidur karena tak tahan melawan ngantuk, kita bisa menulis saat menghadiri pertemuan, sebelum tidur, atau kapan saja dan dimana saja asalkan membuat diri kita bisa berbagi kepada orang lain. Hal itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Apalagi bila banyak komentar yang datang memberikan tanggapan. Sungguh sangat menyenangkan karena bersifat interaktif. Terjadi komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca setianya.

Sahabat Saya di dunia maya Riri Satria menulis di blognya begini:

“Nge-blog memungkinkan seseorang untuk mengubah tacit knowledge yang ada di dalam pikirannya, menjadi explicit knowledge, yang bisa dipelajari oleh orang lain. Dalam kerangka knowledge management, proses pengubahan tacit knowledge menjadi explicit knowledge ini sangat penting, karena dengan itulah pengetahuan akan berkembang, dan berbagai ide, wacana, atau pemikiran baru akan dibahas, diperbincangkan, bahkan diuji oleh khalayak ramai, sehingga menambah khazanah ilmu pengetahuan. Semakin banyak orang nge-blog, semakin banyak tacit knowledge yang berubah menjadi explicit knowledge, dan akhirnya akan terbentuk suatu learning society.”

Om Jay, Guru SMP Labshool Rawamangun Jakarta Timur yang sering keliling Indonesia menjadi nara sumber akibat tulisan-tulisan di blognya, beliau sahabat Saya di dunia nyata menulis begini:

“Jasad kita boleh terkubur, tetapi tulisan kita akan kekal dan terus dibaca oleh anak cucu kita. kalau sudah begitu, Yuk kita menulis sebelum tidur. Tidur kita yang panjang, tidurnya mbah Surip dan mbah Willy. S Rendra. Di kenang karena karya tulisnya yang mencerahkan.”

Selamat malam pembaca, Anda butuh kredit?

Filed under: Up grade, guru

belajar ON THE SPOT

SMK 36 Jakarta belajar di laut & darat

SMK 36 Jakarta belajar di laut & darat

Sekitar tahun 1997 Saya sering mengajak Siswa SMK untuk menjadi aisten ketika Saya menjadi Trainer atau Nara Sumber di berbagai tempat di Jakarta maupun diluar kota. Tugasnya menyiapkan peralatan presentasi, mendokumentasikan.

Kenapa Saya lakukan itu?. Berdasarkan pengamatan Saya, rasa percaya diri peserta didik, termasuk mahasiswa di Indonesia sangat rendah, sehingga diperlukan berbagai rangsangan atau tindakkan yang bisa meningkatkan PEDE mereka.

Berada di tempat acara tertentu, apalagi di depan ruangan membutuhkan penguasaan emosi dan mental yang mumpuni. Pembiasaan bekerja di banyak event akan menaikkan rasa percaya diri. Pada akhirnya Saya berharap generasi muda negeri ini punya PEDE yang bagus.

Hari ini, Saya mengajak tak sedikit guru dan murid untuk bekerja pada kegiatan Peningkatan Kewaspadaan Dini Komunitas Pendidikan DKI Jakarta sebagai tim Sekretariat, penerima tamu, dokumentasi, IT dan Nasyid.

Semoga bermanfaat.

Filed under: SMK Negeri 36 Jakarta, Up grade, guru ,

membiarkan anak nyontek?

nak-anak 36

nak-anak 36

ada peserta didik yang bertanya lewat febuk, begini:

“Apakah Bapak membiarkan anak yang nyontek?”

saya jawab:

“Tidak”

Hari ini Saya lakukan sesuatu dibantu tim saya yang solid … PLAN, DO, REFLECTION … jika masih berlangsung … sy sudah siapkan langkah … let makes better world

Filed under: Up grade, guru ,

Pencitraan DIRI, guru & Sekolah, ciptakan LINGKUNGAN PEMBELAJAR

merasa kucing?

merasa kucing?

Anda sebagai guru, atau kepala sekolah?. Bagaimana anda membentuk citra diri Anda?

Sebagai guru Saya selalu datang tepat waktu, selalu berseragam, berdiri di dekat gerbang sekolah menyalami siswa dan teman yang datang, tepat waktu masuk dan keluar kelas di setiap jam pelajaran, membuat RPP dan Silabus dan laksanakan instruksi atau tugas dari kepala sekolah, yang salah satunya mencapai 100 % kelulusan peserta didik.

Sebagai Kepala Sekolah Saya selalu datang tepat waktu, selalu berseragam, berdiri di dekat gerbang sekolah menyalami siswa dan teman yang datang, tepat waktu masuk dan pulang dari sekolah, membuat Renstra dan Program Kerja dan laksanakan instruksi atau tugas dari kepala dinas pendidikan di daerah kami, yang salah satunya mencapai 100 % kelulusan peserta didik.

Sudah cukupkah anda membuat citra yang positif untuk diri Anda?

Silahkan jawab pertanyaan di bawah ini:

- Siapa teman guru atau peserta didik yang Anda sapa hari ini?
- Apa prestasi yang Anda raih tahun ini?
- Buku apa yang Anda baca minggu ini?
- Langganan penerbitan apa Anda saat ini?
- Saat ikut rapat yang terakhir, ide apa yang Anda sampaikan?
- Apa yang Anda tulis dan publikasikan minggu ini?
- Siapa yang Anda dorong untuk berprstasi minggu ini?
- Kapan terakhir Anda bertanya tentang kekurangan diri Anda  kepada sahabat atau tentang Sekolah Anda kepada Sekolah tetangga?
- Kapan terakhir Anda mengundang fihak lain ke ruang kerja atau ke sekolah Anda?
- Apa yang Anda pelajari hari ini?
- Masih punya kartu nama saat ini?

Sering citra diri atau lembaga dianggap bagus berdasarkan penampilan fisik … rehab tiada henti, hingga atap sekolahpun dicat dengan tulsan nama sekolah … kalau Anda sudah sempurakan penampilan diri plus asesorisnya hingga sekolah plus aneka taman dan hiasan …. baguuuuuus, tapi itu baru ”JASAD” belum cukup.

Pertanyaan-pertanyaan diatas lebih banyak bersifat ”ROH” bukan ”JASAD”. Citra diri Anda atau Sekolah Anda harus dibagn dalam jangka waktu yang panjang …. puluhan tahun, sangat berat menjaganya … satu kali demo peserta didik menghancurkan citra sekolah dan manajemen sekolah … pemulihannya pun butuh waktu yang tak sedikit.

Lingkungan Pembelajar

Agar Anda atau sekolah Anda memiliki citra yang baik, usahakan untuk jadi lingkungan pembelajar dimana semua unsur di dalamnya selalu belajar, diantaranya dengan melakukan hal-al sebagai berikut:

- Menyapa dan berdialog dengan ikhlas tanpa hierarkhi dengan semua orang disekitar Anda
- Mengikuti dan mendorong anggota komunitas untuk berkompetisi sesuai bidang keahliannya
- Membeli dan membaca buku sesuai minat
- Langganan koran, majalah dan internet
- Menyampaikn ide yang konstruktif saat rapat
- Mendorong orang-orang disekitar untuk berprestasi
- Bersilaturahmi ke teman dan tetangga sambil berdialog dan mita input
- Mengundang fihak lain ke sekolah agar sekolah selalu berbenah, siap menerima tamu
- Belajar tentang sesuatu yang manarik perhatian dengan siapa saja, tak perlu malu bertanya pada peserta didik
- Membuat kartu nama untuk bersosialisasi dan lebih menunjukkan profesionalisme Anda
- Dan lain-lain

Selamat sore pembaca, bagaimana citra diri Anda

Filed under: Up grade, guru , , , ,

alasan OM JAY ngeblog; INDAHNYA JADI BLOGGER

dua saudara

dua saudara

Banyak teman saya seprofesi menanyakan kepada Om Jay, Guru SMP Labschool Rawamangun Jakarta Timur, kenapa beliau jadi blogger.

Begini tulisan beliau selengkapnya:

“Jadi blogger itu kan nggak ada duitnya”.

Itulah omongan teman-teman guru yang membuat saya tersenyum sambil mencari jawabnya.


Pikiran saya pun melayang ketika untuk pertama kalinya saya diperkenalkan blog oleh pak Dedi Dwitagama. Seorang kepala sekolah hebat, dan merupakan teman kuliah di pascasarjana UNJ.

Saya buka kembali tulisan-tulisan saya di tahun 2007. Tepatnya bulan Agustus 2007. Itulah saat pertama kali saya memposting tulisan saya di blog, dan saya rasakan betapa bodohnya saya kala itu karena tak pandai dalam menulis. Saya pun tak pernah menyangka, kalau hasil ngeblog saya selama 2 tahun itu, dalam blog pribadi saya di sini, telah membuat saya menjadi seorang penulis harian yang konsisten. Di mana setiap bulannya, saya telah memposting beberapa tulisan yang tanpa saya sadari, tulisan-tulisan itu telah membuat saya terkenal baik di dunia maya maupun dunia nyata. Saya pun menjadi sering dipanggil sebagai pembicara memberikan motivasi kepada para guru agar rajin menulis dan membaca.

Menjadi blogger adalah sebuah pilihan. Pilihan hati untuk saling berbagi. Berbagi informasi dengan orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Bisa berbagi melalui blog sudah merupakan sebuah kesenangan tersendiri. Apalagi, bila tulisan kita ternyata membawa manfaat bagi orang yang membacanya. Setidaknya, mereka menjadi tercerahkan setelah mereka membaca tulisan-tulisan kita yang dibuat dengan hati yang ikhlas. Hati yang tak mengharapkan imbalan apapun selain ridho dari Allah pemilik langit dan bumi.

Dengan menjadi blogger, anda sebenarnya telah dilatih untuk menjadi seorang penulis handal oleh diri anda sendiri. Tak ada cara efektif untuk bisa menulis selain memulai menulis dan terus menerus menulis. Dengan menulis, ada pesan yang ingin anda sampaikan, dan anda pun tertantang untuk menyampaikan pesan itu dalam bahasa yang komunikatif. Ketika proses komunikatif terjadi, maka terjadilah apa yang disebut interaksi. Dimana penulis dan pembaca saling memberikan komentar atau tanggapan.

Awalnya, menulis itu memang terasa sulit, tetapi karena setiap hari terus menerus menulis, kesulitan itu lama kelamaan menjadi hilang. Bahkan, bila sehari saja saya tidak menulis, maka saya akan merasakan seperti tidak makan nasi hari ini. Itulah sisi positif dari seorang blogger yang rajin menulis di blog pribadinya. Berusaha untuk komitmen dan senantiasa konsisten untuk terus menerus menulis. Melawan kemalasan diri dan rajin membaca buku dan tulisan orang lain yang sudah menjadi santapan sehari-hari. Terus terang, saya banyak belajar dari mas Hernowo sang penulis buku “mengikat makna”.

Kini, setelah dua tahun menjadi blogger, dan terus menerus menulis, saya telah menghasilkan empat buah buku. Ya, 4 buah buku dalam dua tahun. Keempat buku itu dapat anda temui dengan mudah di toko buku Gramedia. Saya pun kini menjadi penulis tetap di Tabloid pendidikan GOCARA yang terbit setiap 2 minggu sekali dan menjadi kontributor lepas di berbagai majalah pendidikan. Saya pun kini terpilih untuk mengelola jurnal pendidikan dan website IPTPI, hanya karena rajin ngeblog.

Menjadi blogger sekarang ini bukan hanya pekerjaan sambilan, tetapi merupakan pekerjaan tetap yang menghasilkan karya tulis berkualitas melalui blog. Bila anda seorang blogger sejati, anda akan menemukan kekuatan maha dahsyat yang membuat anda selalu tersenyum dan mengatakan “INDAHNYA MENJADI BLOGGER”. Apalagi, bila anda menuliskannya di rumah sehat kompasiana.

Salam Blogger Kompasiana

Filed under: Sahabat, Up grade, guru , , , , , ,

bersahabat dengan orang besar

sahabatku dengan Pak Onno

sahabatku dengan Pak Onno

Namanya Bapak H. Wijaya Kusumah, beliau mengajar di SMP Labschool Rawamangun Jakarta Timur, kami berjumpa di Pasca Sarjana UNJ … kini berbuah empat kali naik cetak buku Penelitian Tindakan Kelas diterbitkan PT Indeks dan keliling Indonesia. Di blognya sahabat Saya menuliskan begini:

“Saya tak pernah menduga kalau hasil kolaborasi saya dengan pak Dedi Dwitagama menghasilkan sebuah buku yang bermutu bagi para guru. Awalnya hanya sekedar berbagi informasi antar sesama blogger, dan tiba-tiba kami merasakan hal yang sama bahwa banyak guru yang belum memahami penelitian tindakan kelas (PTK).

Waktu itu, pak Dedi mengatakan kalau di blog pribadinya banyak teman-teman guru yang sering mampir dalam postingan PTK. Itulah awal yang membuat blog pak dedi digemari oleh para guru.

Filed under: guru ,

statistik

  • 385,672

Dedi Dwitagama

Kepala SMK Negeri 36 - Teknologi Industri, Kelautan dan Teknik Komputer Jaringan di Cilincing Jakarta Utara, Nara Sumber, Trainer dan Motivator bidang pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK/ICT, pencegahan penyalahgunaan narkoba, leadership. Ngeblog merupakan salah satu hobinya selain Fotografi. Tentang kegiatan pelatihan, seminar atau training Saya silahkan kunjungi http://trainerkita.blogspot.com. Fofo-foto Saya di http://fotodedi.wordpress.com Principal at SMK Negeri 36 Jakarta, Indonesia. Olso as Trainer and Motivator on Education, ICT, Drug Abuse Prevention, Leadership. About My Training, please visit http://trainerkita.blogspot.com. See my foto's at http://fotodedi.wordpress.com

Kontak Saya

Tel: +628128534836

Email: dwitagama@yahoo.com

Dedi Dwitagama's Facebook profile

Peta Pengunjung

Tak Merokok

anti-narkoba.jpg

Pengunjung saat ini

website counter

Blog Juara

+ e-Learning award Pustekkom Depdiknas RI, Jakarta, Oktober 2008 (Juara ke-2) + Kepala Sekolah Berprestasi DKI Jakarta Juli 2008 (Juara ke-3) + Kompetisi blog “I Love Mobile Blogging”: XL dan Dagdigdug, FKI - JHCC Jakarta, Juni 2008

Kalender

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Internet Sehat


Click to view my Personality Profile page

Kenangan

dwitagama sylvi

ONO

dwitagamayos2

dwitagamafoke2

dwitagamafoke

dwitagamayos

with president SBY

SPEAKER

SMINAR  H SULTAN (25)

SMINAR  H SULTAN (22)

More Photos

Silahkan berkunjung

Slide Dedi Dwitagama

Negeri Pengunjung