@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Tarempa yang eksotis

20120710-054534.jpg
Tarempa atau Terempa di gugusanKepulauan Anambas dikenal sebagai daerah dengan pantai-pantainya yang eksotik dan pulau-pulau kecil nan indah yang masih perawan. bagaimana mengunjungi gugusan kepulauan di laut China Selatan ini, apa saja objek wisata yang patut dikunjungi, serta bagaimana dengan akomodasinya.

Jika posisi anda sekarang berada di Jakarta, anda bisa mencapai Anambas lewat beberapa alternatif. Anda bisa terlebih dahulu mengambil penerbangan ke Batam, dan dari Batam silakan mengambil hanya flight yang disedikan Sky Aviation tujuan Matak (Anambas). Penerbangan setiap hari Senin, Rabu, Jum’at dan Sabtu sekitar pukul 11.00 wib. Harganya tiketnya flat tarif sekitar 1,3 juta Rupiah. Dari Matak anda akan dijemput oleh minibus, kemudian naik ferry lebih kurang 30 menit ke Tarempa (Ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas. Alternatif lain anda bisa ambil flight Jakarta-Tanjung Pinang(ibukota Provinsi Kepri), kemudian dari Tanjung Pinang anda naik ferry VOC Batavia tujuan Tarempa (Anambas), lama perjalanan kurang lebih delapan jam, dan berlayar ke Anambas setiap hari Senin dan Jum’at, dengan harga tiket sekitar Rp.300.000. Pilihan lainnya dari Tanjung Pinang (lewat pelabuhan Kijang) silakan naik KM.Bukit Raya (kapal Pelni berkapasitas 900 penumpang) tujuan Tarempa. Lama perjalanan kurang lebih 17 jam dengan harga tiket sekitar Rp.150.000,dan berlayar ke Anambas pada hari Sabtu setiap dua minggu sekali.

Mengenai objek wisata, jika anda menginginkan tema berwisata yang serba langkap dan ramai seperti di Bali atau Phuket, Anambas bukanlah tempat yang pas, tapi jika anda mengidamkan pantai-pantai putih bersih yang masih asri, atau keheningan yang menyejukkan hati serta kicau burung dan gemericik air terjun dengan bebatuan yang menantang, maka berkunjunglah ke Anambas.

Disini ada beberapa tempat menarik yang wajib anda kunjungi, diantaranya adalah pulau Durai, pulau yang hanya dihuni satu keluarga itu menawarkan alam yang menawan, di pulau yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi penyu itu anda bisa mengintip penyu-penyu bertelur, atau ikut melepaskan tukit (anak-anak penyu) ke habitatnya. Selain pulau Durai ada juga pulau Penjalin dan pulau Temawan yang pasir pantainya bersih putih seperti tepung. Jika anda petualang yang cukup berani, berkemah di kedua lokasi itu adalah tawaran yang pas.

20120710-055419.jpg
Tak jauh dari pusat kota di Tarempa, anda bisa mengunjungi air terjun Temburun yang bertingkat tujuh, suasana hutan sekitar yang masih perawan akan menambah ketakjuban anda pada alam Anambas. Tempat lain yang juga tak boleh di lewatkan adalah pulau Bawah. Pulau tak berpenghuni itu, menawarkan alam bawah laut yang memikat, anda bisa diving dan snorkeling sepuasnya. Jika menginginkan hamparan pantai panjang yang seolah tak habis sepanjang mata memandang, anda bisa mengunjungi pantai Padang Malang, di pulau Jemaja.

Capek bekeliling pulau, rehatkan saja diri anda didalam kota. Sewa motor atau ojek dan silakan meluncur ke Arung Hijau kira-kira hanya 20 menit dari Tarempa, nikmati hamparan laut China Selatan sambil menyeruput segarnya air kelapa muda, atau makan jajanan mpek-mpek dan bakso khas desa Tiangau. Jika anda ingin berenang di dermaga dengan suasana yang lebih privat jangan datang di hari Sabtu atau Minggu, maka nikmatilah hijau dan bersihnya air laut Arung Hijau tanpa malu ditatap pengunjung lain. Didalam kota kunjungi juga Masjid Jami’Baiturrahim dan Kelenteng/ Vihara Gunung Dewa Siantan, bangunan bersejarah yang menyejukkan dan membuat kita ingat bersyukur, dengan panorama laut yang indah.

Mau merasakan kuliner lokal, hmmm…tak usah risau kunjungi kedai kopi Mak Alang, tepat didepan pasar ikan Tarempa, sajian khasnya adalah Lakse yang terbuat dari sagu yang dibentuk seperti mie instan dan dimakan bersama kuah kental dari ikan dan rempah-rempah khas. Sila santap bersama cekong, minuman khas dari kacang tanah. Kunjungi juga Loka untuk memenyantap mie goreng khas Tarempa, pesan mie goreng basah dengan cabe jeruk, hmm..rasakan kekhasannya. Kalau mau sajian yang lebih komplit boleh mampir di RM.Siantanur, atau kafe Laluna.

di Anambas meski objek wisatanya indah, tapi hingga kini belum terlalu banyak paket tur di kawasan ini. Jadi jika anda ingin berkunjung ke Anambas saya rekomendasikan untuk datang bekelompok 4-5 orang, karena akan memudahkan anda serta membuat biaya lebih irit karena anda harus menyewa spead boat secara privat. Untuk mendapatkan informasi mengenai hotel, rental spead boat, atau motor, tak perlu risau. Tarempa kotanya kecil, cukup dengan dengan berjalan kaki dan cari kedai kopi terdekat, macam ragam informasi bisa diperoleh disana, atau tanyakan saja pada resepsion hotel atau tukang ojek tak jauh dari pelabuhan laut. Selamat berkunjung, selamat mencoba…

Sumber: Putra Anambas


Leave a comment

Liburan sambil cari kerja di Job Matching SMK DKI Jakarta di STEKPI Kalibata Jakarta Selatan

20120623-110058.jpg

20120623-110120.jpg

20120623-110133.jpg

20120623-110145.jpg

20120623-110153.jpg

Hari ini dan besok 24 Juni 2012 berlangsung kegiatan Job Matching SMK DKI Jakarta di STEKPI Kalibata Jakarta Selatan, alumni SMK atau yg kls XI silahkan datang utk cari tahu profil tamatan yg dicari 120 Perusahaan yg ikut kegiatan itu, sata lakukan livetweet fr: Job Maching SMK DKI Jkt @STEKPI di @dwitagama with happy.

20120623-110642.jpg


Leave a comment

dikunjungi Bapak H. A. Sholeh Dimyati, MM, dan Bapak H. Akhmad Rohadi, MM

20120314-085420.jpg
Senang sekali saya dikunjungi Bapak H. A. Sholeh Dimyati, MM, dan Bapak H. Akhmad Rohadi, MM, merka Pengawas Paket Sudin Dikmen Jakarta Selatan, sempat berposes dekat Pesawat Rakitan SMKN 29 Jakarta di lapangan basket kami, tk Sir.


Leave a comment

Hai nak anak SMK … sudah terfikirkah kamu saat tua sepertinya mau jadi apa? mau jual bubur ayam, dengan bibir terus hisap rokok sebab kecanduan yg sukar dihentikan …?

20120311-162729.jpg
Saya sering jumpai beliau lepas tengah hari di sekitar Gandaria Kby Baru … Memikul bubur ayam … Menjajakan sambil memukul mangkuk dengan sendok alumunium …. Ting, ting, timg, ting …… Usianya sepuh sangat … Senyumnya slalu muncul saat bicara … Merokok tak henti saat layani pelanggannya … Semoga sehat slalu yah kek …. Bisa berhenti merokok ngga?
Di foto itu tampak beliau menawarkan rokok kepada saya sesaat menerima mangkuk buburnya … Dan saya menolak … Krn saya tak merokok.

Hai nak anak SMK … sudah terfikirkah kamu saat tua sepertinya mau jadi apa? mau jual bubur ayam, dengan bibir terus hisap rokok sebab kecanduan yg sukar dihentikan …?


3 Comments

Memotret mereka yang berbuat sesuatu yg bermanfaat

20120205-205817.jpg
Pak Durahman Sembiring, Alam dan Ullan

20120205-205930.jpg
Komendan

20120205-210018.jpg
Lutfi memotret pembaca

20120205-210100.jpg
Menunggu giliran tabuh Taiko

20120205-210147.jpg
Ullan prepare Youtube

20120205-210235.jpg
Mas Teguh diantara nak anak hebat

20120205-210317.jpg
Ucapan selamat buat Nikko … Kenangan 17 Agustus 2011 di SMK Negeri 36 Jakarta.


4 Comments

Saya kangen mereka: Alam, Ullan dan Lutfi, semoga kamu semua sukses yah

20120203-045824.jpg
Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2011, berempat kami membuat skenario, menikmati upacara yang dahsyat di SMKN 36 Jakarta …. berkelebat diantara hampir seribu peserta didik, guru dan karyawan, dokumentasikan foto dan video … Saya kangen mereka: Alam, Ullan dan Lutfi, semoga kamu semua sukses yah.

20120203-050707.jpg

20120203-051514.jpg

Dua foto pilihan dari ribuan foto yang kami hasilkan, beberapa video sudah bisa anda nikmati di youtube, miss u all … Para pemotret dan yang dipotret…


Leave a comment

hai para peserta didik, belajar yang baik yah, spy dpt kerja bagus, hidup sejahtera dan ga jadi pengemis, selamat hari ibu

20111222-070247.jpg
kenapa makin banyak pengemis di Jakarta, apalagi saat-saat tertentu?.

apakah dulu para ibu melahirkan anaknya dan terfikir mau jadi apakah anaknya kelak? ….

hai para peserta didik, belajar yang baik yah, spy dpt kerja bagus, hidup sejahtera dan ga jadi pengemis, selamat hari ibu.


1 Comment

di SMKN 29 Penerbangan Jakarta, peserta didik bangga berseragam, naikkan rasa percaya diri dan mendidik karakter

20111212-170842.jpg
Saya happy lihat peserta didik bangga berseragam, naikkan rasa percaya diri dan mendidik karakter yang baik untul siap gunalan seragam yang baik di tempat kerjanya.

Perusahaan besar yang bagus merancang pakaian seragam karyawannya dengan pertimbangan yang masak dan filosofi sesuai karakter perusahaan. Semoga sejahtera hidup kalian kelak anak negeri.


Leave a comment

Menikmati diri sendiri

DI PONTIANAK, MARET 2011

Bersyukur atas sehat, nikmat perjalanan yang mencerahkan, kegiatan yang semoga bisa memberi manfaat buat manusia lain … saya sortir foto-foto minggu ini sambil bincang banyak hal dengan istri dan memeluk Daffa… kadang notebooknya dikuasai si bungsu untuk eksplorasi memotret gunakan kamera di notebook …. ini salah salah satu foto pilihan hasil jepretan anak muda yang sangat hebat Mas Adikta Suryaputra, sama hobbynya dengan saya, sehingga kami sangat menikmati kebersamaan saat sessi di berbagai tempat … thx Bro … semoga sukses pernikahanmu dan happy ending.

Selamat pagi pembaca … ada foto berkesan anda dapat hari ini? nikmati foto-foto training saya disana dan hasil hunting di banyak lokasi disini.


1 Comment

Asesoris Batu Mulia di Jatinegara

ANEKA BROS

MEMILIH

Anda sedang mencari asesoris bros, kalung, cincin atau gelang yang warna-warni? silahkan ke Pasar Batu Mulia di Rawa Bening, Jatinegara Jakarta Timur, jangan terlalu nafsu, karena koleksinya memang dahsyat … bersabar dan pandailah menawar … foto-foto lainnya ada disana dan disini.


Leave a comment

Ambon Manise & Bersihe, Damailah selalu

PANTAI NATSEPA

MEMANDANG AMBON BERSAMA CRISTINA MARTA TIAHAHU

Menikmati Ambon … saya terkesima, betapa indah alamnya, berbukit, hijau, kaya lautnya, bersih, ramah penduduknya, nikmat makanannya dan masih banyak lagi. 

Dikabarkan dahulu; saat Natal para penduduk muslim menjadi panitia perayaan Natal, demikian juga saat Iedul Fitri para penduduk Nasrani menjadi panitianya … saya berharap suasana itu masih ada kini walau pernah ada peristiwa yang tak perlu diulangi sepanjang usia.

Saat disana Saya sering terbayang wajah Bapak Alpisahar Lewenussa, beliau putra Ambon yang pernah memimpin sektor pendidikan di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, lalu saya berkali-kali nyanyikan lagi favorit beliau, Sio Mama;

B’rapa puluh tahun lalu
Beta masih kacileee.
Beta ingat tempo itu,
Sio mama gendong, gendong betaeee…

Sambil mama bakar sagu,
mama manyanyi lah bujuk-bujuk
Lah sampai basar bagini
Beta tra lupa mama..eee…

Sio mama e….beta rindu mau pulangeeee
Sio mama e….beta so lia…kurus lawange
Beta balum balas mama…
Mama pung cape sio dolo dolo
Sio Tete Manisee, jaga beta pung mama.ee.

Selamat pagi pembaca, semoga Natal kali ini bisa dinikmati dalam damai dan sukacita buat semua warga Ambon, Indonesia dan Dunia seperti Iedul Fitri tahun ini di Ambon yang berlangsung dalam damai di Ambon … love u all.


6 Comments

Pelaut SMKN 36 Jakarta Shooting utk Metro TV & TV One

PEMBUATAN JARING

PRAKTEK DI KAPAL

MANTAAAAP

inilah wajah Bayu dan beberapa teman SMK N 36 Jakarta yang kereeen,
thx smua teman yg support kegiatan hingga malam hari, love u all.
Direncanakan tayang di Metro TV dan TV One tgl 2 Nopember 2010.

SAAT JEDA SHOOTING, NIKMATI KEBERSAMAAN


Yang motret murid saya yang keren dan hebat namanya M. Taufik Hidayat, thx Bro


1 Comment

SMKN 36 Jakarta Bersolek

LEBIH OK

AKAN LEBIH BAIK

Pintu gerbang dan pagar sekolah akan berganti wajah. Terima kasih untuk Bagian Sarana Sidin Dikmen Jakarta Utara, Bapwko Jakarta Utara, Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan semua fihak yang mensupport sehingga angan bisa tergapai


1 Comment

Sarapan Pagi anti Anarkis & Sporadis

Daripada parno terhadap kondisi Jakarta yang Rawan Potensi Tindakan Anarkis & Sporadis, saya menikmati foto-foto mengenang perjalanan saya ke beberapa tempat minggu kemarin, inilah salah satunya.

MAK NYUS

 

Omlet telur mata sapi beralas roti tawar dan lidah sapi di Restorant Tip Top Medan yang berlokasi di Jl. Kesawan Medan … terkenal sejak zaman Belanda. Foto-foto lainnya bisa anda nikmati disana.

Selamat siang pembaca, apa menu makan siang anda hari ini?


Leave a comment

Guru sebagai Fasilitator, SMKN 36 Jakarta menerapkan

Anca Ardiansyah mendapat giliran

Lihatlah … Bp. Jumari MA mendampingi peserta didik berlatih berbicara di depan publik, memberi Kultum sepanjang Ramadhan, kami menerapkan …. agar anak negeri lebih percaya diri dan siap jadi pemimpin.

Gunawan, dia pandai melucu

Memimpin Tadarus

Selamat siang pembaca, masih senang berteori??


Leave a comment

Bermotor di SMKN 36 Jakarta harus punya SIM, kurangi kematian anak negeri

owhhhh …. ada lagi anak muda negeri ini yang mati gara-gara naik sepeda motor, begini beritanya yang bersumber dari detik.com

Seorang pelajar mengalami kecelakaan lalu lintas di Jl Daan Mogot, Jakarta Barat. Motor yang dikendarainya kehilangan keseimbangan sehingga  terjatuh di ruas jalan itu.

“Terjadi kecelakaan di Jalan Daan mogot, korban tewas dan menyebabkan kemacetan di ruas jalan itu,” kata Fadlul, salah seorang pengguna jalan kepada detikcom, Selasa (24/8/2010).

TMC Polda Metro Jaya menyatakan, kecelakaan itu terjadi pada pukul 07.10 WIB. Lokasi kecelakaan itu terletak di depan pabrik gelas di Jl Daan Mogot KM 13 mengarah ke Taman Kota.

“Pengendara sepeda motor seorang pelajar dan tewas di TKP,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya Briptu Yoka.

Tak dijelaskan apakah korban sudah punya SIM atau belum?. Kami di SMK Negeri 36 Jakarta peserta didik yang membawa sepeda motor ke sekolah harus memberikan dokumen-dokumen: fotokopi SIM, fotokopi STNK, dan surat izin orang tua.

BAMBU DI AREA PARKIR

Satpam kami memeriksa setiap orang yang membawa kendaraan bermotor ke Sekolah, peserta didik yang tak tak dilengkapi dokumen di atas akan peroleh SP, yang jika berulang hingga SP 3 akan berakibat dikembalikan ke orang tua … itu kami lakukan karena kami mencintai mereka, agar tak mati sia-sia di muda usia.

SEBELUM ADA ATURAN BANYAK SEKALI, KINI TINGGAL SEDIKIT

Membiarkan peserta didik yang belum memiliki SIM membawa sepeda motor ke sekolah memeberi pelajaran yang tak mendidik, ajarkan peserta didik MELANGGAR ATAU PATUH HUKUM YANG BERLAKU DI SELURUH DUNIA, juga terbukti telah MENINGKATKAN KEMATIAN ANAK MUDA DI INDONESIA.

PARKIR RODA 4


2 Comments

Merdeka … merdeka di SMKN 36 Jakarta

Setelah upacara ditanya; "Siapa yang mau hdup sejahtera???" ... begini cara mereka menjawabnya

Anak Negeri merancang penampilan,
menyusun rencana dan jadwal,
latihan lalu gladi resik

ASEP HILMAN - KOMANDAN UPACARA

MEREKA KELAK HIDUP SEJAHTERA

HASIL MOPDB/MOS, THX FRIENDS LOVE U ALL

BPK. DIDING WAHYUDIN, PEMBINA UPACARA

Nikmat melihat mereka bernyanyi
dan menghormati negeri
selain Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Mars sekolahnya juga dinyanyikan

EMPAT PRESTASI JUMBHARA TK DKI JAKARTA

ALHAMDULILLAH, BERES DAH TUGAS SAYA .. HE HE HE

Thx for everybody who has already kontribute to our happyness …. love u all


6 Comments

Peserta Didik Tanpa SIM, Ga urus ..!!

Ilustrasi: 5 Agustus 2010 - Ratusan Rek

Ilustrasi

Di sebuah negeri yang bahasa pengantarnya mirip dengan bahasa negeri Pak Besut ada cerita, begini; setiap hari ratusan peserta didik di sekolah negeri itu membawa sepeda motor, alasannya beragam … padahal usia mereka belum genap 17 tahun, yang menurut UU Lalu Lintas di negara itu baru boleh punya SIM, ketika ditanya kepada para fihak, begini jawabnya:

Satpam bilang peserta didik bawa motor urusan Guru,
Guru-guru bilang urusan Guru Pembina,
Guru Pembina bilang urusan Wakil Kesiswaan,
Wakil Kesiswaan bilang urusan Kepala Sekolah,
Kepala Sekolah bilang urusan Kepala Dinas Pendidikan,
Kepala Dinas Pendidikan bilang urusan Polsek,
Polsek bilang urusan Polres,
Polres bilang urusan Polda,
Polda bilang urisan Mabes POLRI,
Mabes POLRI bilang itu urusan Satpam.

wallah dallah … Mbulet Rek …
ga ono sing urus …
rak urusan ku …
sing penting arek-arek Lulus UN,
ditompo di Perguruan Tinggi …
Wiiiiiis!!!!!

Gak perlu mendidik,
termasuk mendidik arek-arek taat hukum
lha wong ….
soale …..
…….
…….

Saya nyanyi aja ya: “Mau dibawa kemana, negara ini …?

Bukankah pengendara Sepeda Motor itu harus sdh berusia 17 tahun dan memiliki SIM? …. Peserta Didik Tanpa SIM, Ga urus ..!!


2 Comments

Foto Diri Saya

am happy

Ini foto diri Saya, menikmati pasir Tanjung Ann Lombok membuat saya tak kenakan alas kaki, agar butir-butir pasir terasa menggerus telapak, basah air jadi lebih meresap ke semua pori di kaki … menemani keluarga berlibur saya eksplorasi Lombok dalam bidik kamera … silahkan nikmati di Photoblog Dedi Dwitagama … am happy


Leave a comment

Gelar Prestasi Bela Negara – GPBN SMK

TIM GPBN DKI JAKARTA 2009

GBPN = Gelar Prestasi Bela Negara, apakah itu dan apa saja kegiatannya?

Gelar Prestasi dan bela negara yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan citra SMK melalui unjuk kemampuan dan pengukuran puncak-puncak prestasi bagi siswa SMK.

Secara umum Gelar Prestasi dan Bela Negara Siswa SMK Tingkat Nasional bertujuan :

  1. Mendorong siswa berpikir kritis, rasional dan kreatif sebagai warganegara;
  2. Menanamkan sikap nasionalisme demi membangun dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara;
  3. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta anti kuropsi, narkoba, kenakalan remaja dan perilaku tidak terpuji lainnya;
  4. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya;
  5. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;
  6. Memotivasi para siswa untuk menerapkan etika dan budi pekerti;
  7. Mengaktifkan siswa SMK untuk menularkan dan memberi teladan penerapan budi pekerti kepada siswa lainnya;
  8. Meningkatkan citra SMK melalui unjuk kemampuan dan pengukuran puncak-puncak prestasi bagi siswa SMK;
  9. Sebagai sarana promosi potensi siswa SMK kepada dunia usaha dan industri sebagai calon pengguna tamatan;
  10. Meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan dan potensi SMK sebagai tempat diklat berkualitas, penyedia teknisi industri tingkat menengah dan mitra usaha;
  11. Memupuk persahabatan dan kerjasama secara nasional dalam membangun dan mengembangkan SMK baik saat sekarang maupun yang akan datang.

Kegiatan Kompetisi GPBN mencakup: Tes Teori Kemampuan Akademik, Penguasaan ISU-ISU TERKINI, Presentasi keunggulan daerah, Fisik (Peraturan Baris Berbaris, Outbond), Pameran Foto keunggulan daerah, Napak Tilas, dan Pentas Seni.

Saat diselenggarakan perlombaan GPBN yang pertama di Malang 2007 Jawa Timur, tim Kepemimpinan dan Bela Negara Provinsi DKI Jakarta belum mencapai prestasi yang maksimal atau memuaskan, walaupun dari tahun ke tahun mengalami peningkatan prestasi.

Pada lomba GPBN ke-dua di Bandung 2008 Tim Bela Negara DKI hanya mampu urutan ke-tujuh, di Jogyakarta 2009 tim Bela Negara DKI hanya mampu pada ururtan ke-lima. Pada GPBN yang ke-empat tahun 2010 tahun ini kita punya target menjadi juara pertama pada bidang lomba Kepemimpinan dan Bela Negara.

Selengkapnya tentang GPBN, silahkan download disini GBPN DKI JKT 2010


3 Comments

KARAKTER terlihat dari SEPATU

Perhatikan Sepatu anda, jika model sepatu dan warna yang anda miliki memiliki model dan warna yang hampir sama … mungkin anda berkarakter konservatif dan konsisten.

Jika model dan warna sepatu anda berbagai macam … mungkin anda berkarakter mudah berubah tergantung situasi dan kondisi.

Jika model dan warna sepatu anda “aneh-aneh” … mungkin anda berkarakter “aneh-aneh”, sering tak nyaman dengan diri sendiri … sulit menyesuaikan diri, cenderung tak peduli terhadap sekitar.

Jika model sepatu anda sangat bagus dipandang walau tak nyaman dikenakan … hingga anda rela berkorban sakit otot dan tulang … mungkin anda tipe yang sadis, suka menyakiti diri sendiri demi keinginan yang hendak dicapai.

Jika anda tak peduli dengan model sepatu dan warna … tak peduli dengan suasana sekitar …. mungkin anda punya karakter percaya diri yang tinggi dan berorientasi pada hasil kerja, bukan penampilan semata …

Selamat siang pembaca, berapa banak koleksi sepatu anda?


1 Comment

KOMUNITAS PENDIDIKAN DKI JAKARTA sumbang gedung SD untuk KORBAN GEMPA PADANG

This slideshow requires JavaScript.

Sabtu  17 April 2010 di Padang Pariaman Sumater Barat, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta meletakkan batu pertama pembangunan gedung SD Patamuan 1 sumbangan komunitas pendidikan DKI Jakarta untuk korban gempa disana tahun lalu.


4 Comments

Selamat Jalan Pak Bindri

Rekan kami,
guru Olah Raga SMK Negeri 3 Jakarta,
Bapak Bindri Pardomuan telah berpulang
pagi ini Sabtu 9 Juni 2007, karena sakit …

kami semua merasa kehilangan
dan mendoakan beliau
semoga diterima disisiNya

Banyak kenangan
yang pernah kami lalui bersama …
biarlah akan menjadi catatan
yang terbawa bersama zaman


78 Comments

BORObudur



Borobudur adalah sebuah “buku tua” yang terbuka. Banyak yang mencoba membacanya. Namun, seperti buku lain, kebenarannya jadi probabilistik ketika diolah oleh pikiran manusia.

Dalam terang pemahaman seperti ini, tidak ada niat sepercik pun untuk menempatkan keping-keping keindahan dalam tulisan ini sebagai satu-satunya keindahan. Untuk itu, izinkan tulisan ini melaksanakan tugas probabilistiknya.

Seperti mau diolah arsiteknya, dalam kawasan Borobudur terbentang garis lurus yang menghubungkan tiga candi: Mendut, Pawon, Borobudur. Hampir semua pengunjung biasa maupun peziarah spiritual memulai kunjungan atau setidaknya melewati Candi Mendut lebih dulu.

Kendati tidak besar, Mendut menyimpan banyak pesan. Di bagian luar, ada relief kura-kura menggigit kayu yang diterbangkan dua burung. Melihat keindahan ini, sejumlah anak berteriak gembira: “duh burung betapa indahnya ide kalian!”. Kontan saja kura-kura menjawab: “bukan ide burung, ideku!”. Dan setelah jatuh, matilah kura-kura dengan badan berantakan berkeping-keping.

Setiap orang boleh punya penafsiran, namun perjalanan suci menuju Borobudur seperti diingatkan di pintu awal, hati-hati dengan ego. Membuka mulut atas nama ego, berisiko begitu besar.

Kelembutan vs ketekunan

Di dalam Candi Mendut, tersimpan tiga patung megah: Buddha diapit kelembutan Avalokiteshvara dan ketekunan Vajrapani. Seperti mau berpesan, setelah sadar akan bahayanya ego, temukan kebuddhaan di Borobudur dengan dua spirit: lembut pada orang lain, penuh ketekunan pada diri sendiri.

Dapur (pawon) adalah tempat memasak. Bahannya jelas, hati-hati membuka mulut atas nama ego, untuk orang lain hanya ada kelembutan, untuk diri tersedia ketekunan. Ini yang dimasak matang di Candi Pawon.

Beda dengan makanan sebenarnya yang diolah sekali waktu di tempat tertentu, makanan batin diolah setiap saat di tiap tempat. Itu sebabnya orang-orang Zen menyebut meditasi sebagai makan ketika lapar, tidur saat mengantuk. Atau keseharian itulah meditasi. Keseharianlah tempat kita memasak makanan-makanan batin.

Meminjam pesan sejumlah guru, dalam keadaan mata tertutup maupun terbuka, jadilah saksi penuh kasih (compassionate witness) terhadap apa saja yang muncul saat meditasi. Baik-buruk, suci-kotor, sukses-gagal semuanya disaksikan dengan penuh kasih.

Siapa pun yang lama berlatih penuh ketekunan menjadi saksi kasih, mengisi keseharian dengan kelembutan, akan merasakan kalau Borobudur menyimpan jauh lebih dari sekadar tumpukan batu-batu yang diukir. Sebagai rangkaian makna, Borobudur kerap diceritakan sebagai gunung kehidupan, berisi alam nafsu di bawah, alam bentuk di tengah, alam
tanpa bentuk di atas. Namun, setelah membaca tanda-tanda awal di Mendut, mengolahnya dalam keseharian berisi ketekunan dan kelembutan, tersedia penafsiran lain. Borobudur adalah perjalanan pembersihan batin dari segala kekotoran (serakah, benci, bodoh, dan lainnya).

Di bagian bawah terpampang kekotoran batin yang kasar ala nafsu badaniah. Di atasnya, terpampang kisah-kisah indah Siddharta Gautama. Dari kelahiran, pencerahan sampai menjadi guru manusia sekaligus dewa. Namun, tanpa kewaspadaan cukup, kisah-kisah para suci bisa menjadi sumber kekotoran batin. Terutama jika kisah para suci digunakan untuk menghakimi kehidupan. Guru ini salah, aliran itu salah, dan jadilah kisah para suci sumber amarah, permusuhan. Mempelajari kisah para suci tentu baik, membadankannya dalam keseharian lebih baik lagi, namun waspada jika kesucian juga bisa menjadi awal kekotoran batin adalah praktik meditasi yang membuat keseharian jadi bersih.

Kesucian yang dijaga kewaspadaan inilah lalu membukakan pintu pemahaman tanpa kata. Persis seperti bagian atas Borobudur yang tidak lagi berisi relief. Hanya lingkaran sempurna, diisi stupa, di tengahnya berisi Buddha dengan mudra memutar roda Dharma. Tanpa kata, tanpa penghakiman, hanya gerak keseharian yang melaksanakan kesempurnaan ajaran.

Mudah dipahami jika Dr Rabindranath Tagore (pemenang Nobel pertama dari luar Eropa), yang datang ke Borobudur 23 September 1927, lalu menulis rangkaian kesempurnaan ala Borobudur di Visva Bharati News.

Tiap rangkaian kalimat indah Tagore tentang Borobudur selalu diakhiri dengan, “let Buddha be my refuge”. Biarlah kuberlindung pada sifat-sifat bajik di dalam diri. Artinya setiap batin yang bersih akan mengambil perlindungan hanya pada sifat-sifat bajik di dalam diri.

Perhatikan puncak perjalanan Tagore saat menulis Borobudur. Bila waktunya tiba, digapainya keheningan suci itu, yang berdiri diam di tengah gelora abad-abad keriuhan, sampai dia dipenuhi keyakinan, dalam ketidakterbatasan, ada makna kebebasan tertinggi, yang bergumam sekaligus bergetar: “biarlah kuberlindung pada sifat-sifat bajik di dalam diri’.

Soal ego, ketekunan, kelembutan Tagore, prestasi hidupnya sudah memberikan jawaban. Dan perjalanan Tagore ke Borobudur memberi inspirasi, siapa yang egonya terkendali, tekun berlatih, lembut sikapnya, maka tersedia sebuah tempat berlindung yang mengagumkan: sifat-sifat bajik di dalam diri.

Seperti pesan Dalai Lama: compassion is the best protection. Atau pesan tetua Jawa, orang bodoh kalah sama orang pintar. Yang pintar kalah dengan yang licik. Namun, ada yang tidak terkalahkan, yakni orang yang beruntung! Dan keberuntungan tertinggi tercapai ketika kebajikan membuat semuanya terlihat baik. Orang baik terlihat baik,
orang jahat terlihat baik karena kita cukup bajik.

Mungkin itu sebabnya stupa terbesar, teratas di Borobudur di dalamnya kosong (tanpa pesan) karena tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.

Selamat hari Waisak. Semoga semua memperoleh perlindungan dalam kebajikan.

Ditulis oleh: Gede Prama Tinggal di Desa Tajun, Bali Utara
Sumber: Kompas


2 Comments

Komite Sekolah MANDIRI



Kepala SMK Negeri se Jakarta berkumpul di Wisma tugu Cisarua melakukan Workshop Komite Sekolah hari Rabu hingga jumat 30 Mei – 1 juni 2007, dibuka oleh Kabag TU dinas Dikmenti DKI Jakarta, Drs. H. Thahir Husein.

Materi yang dibahas mencakup AD & ART Komite Sekolah, Teknis Manajemen Komite Sekolah, AD & ART K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah).

Dalam pengamatan Saya, berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir ini tampaknya Dinas Dikmenti DKI Jakarta berupaya lebih memberikan keleluasaan bergerak kepada Komite Sekolah, setelah sekian lama berupaya memberi “arahan”, contoh, model atau petunjuk tentang pengelolaannya.

Selanjutnya masyarakat dan sekolah kini memegang kendali, apakah Komite Sekolah hanya akan menjadi alat menghimpun pembiayaan dari orang tua murid atau mampu mendorong kearah optimalisasi pendidikan, menuju masyarakat yang lebih cerdas dan sejahtera …. yuuuk

Tampak Pak Wurdono Kepala SMK Negeri 29 Jakarta serius sampaikan ide sambil acungkan tangan ditatap Bu Elfrida Kepala SMK Negeri 44 Jakarta, Pak yayat Hidayat Kepala SMK Negeri 4 Jakarta, Pak Waluyo Kepala SMK Negeri 6 Jakarta dari kejauhan … serius sekali …


3 Comments

Mimpi Indonesia


Mari kita bermimpi dan berhitung. Melalui Visi 2030 apa yang kira-kira dialami anak Indonesia yang lahir tahun 2007? Ketika berumur 23 tahun nanti, mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, kalau mendapatkan pekerjaan akan membentuk angkatan kerja dengan pendapatan per kapita 18.000 dollar AS per tahun. Mereka akan berpenghasilan Rp 15 juta per bulan, atau Rp 500.000 per hari dengan kurs Rp 10.000. Merekalah sebagian dari 285 juta jiwa penduduk Indonesia.

Visi Indonesia 2030 itu ketika dipertemukan dengan realitas aktual, terbentang jurang besar, kata Romo Pujasumarto. Pada tahun 2006, misalnya, dengan penduduk lebih dari 220 juta orang, kondisi kehidupan ekonomi Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Kemiskinan adalah kenyataan hidup. Sampai Februari 2005, misalnya, 35,10 juta warga negara, artinya 15 persen dari 97 juta penduduk—membengkak menjadi 35,1 juta orang (15,97 persen) dari jumlah penduduk Indonesia—menderita kemiskinan. Jumlah itu meningkat menjadi 39,05 juta (17,97 persen) pada bulan Maret 2006. Merekalah orang miskin dengan biaya hidup di bawah Rp 14.000 per hari per orang, artinya per bulan Rp 420.000. Ketika kemiskinan diukur dengan biaya hidup sekitar Rp 18.000 per orang per hari, jumlah orang miskin Indonesia menjadi 108,78 juta atau sekitar 49 persen penduduk Indonesia.


Kalau data di atas disandingkan dengan data pengangguran, dua entitas yang punya relasi saling memengaruhi, dijumpai betapa negeri ini secara kualitatif merosot. Laporan PBB yang terakhir, Mei 2007, menyebutkan tingkat pengangguran di Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara-negara ASEAN. Sepanjang tahun 2000-2006 tingkat pengangguran di sebagian besar negara ASEAN stabil atau menurun, sebaliknya di Indonesia naik dari 6 persen menjadi 10,4 persen.

Jurang besar visi dan realitas itulah yang dihadapi. Visi Indonesia 2030 tidak memperhitungkan tantangan riil yang dihadapi. Visi memang mimpi. Sehingga ketika dibuat dengan mengabaikan faktor ruang kontekstual, visi menjadi utopia. Ngawang-awang di langit takkan tercapai. Padahal ada hitung-hitungan yang dibuat Tujuan Pembangunan Abad Milenium (Millenium Development Goals/MDGs). MDGs dengan rinci menegaskan tingkat capaian pembangunan sampai 2015.

Mengenai bidang pendidikan yang tidak dirumuskan Visi 2030, MDGs menargetkan pada 2015 semua anak di mana pun dapat menyelesaikan pendidikan dasar. “Saya melihat rumusan MDGs realistis dan terukur baik dalam hal menanggulangi kemiskinan dan kelaparan maupun pendidikan,” kata Tukiman Taruna. Dengan tidak menyebutkan pendidikan dan semata-mata capaian ekonomi, rupanya Visi 2030 beranggapan,
“Sejauh perekonomian membaik apalagi estimasi pendapatan 50 dollar AS sehari, sejauh itu pula pendidikan semakin mencerdaskan bangsa.”

MDGs mencantumkan 41 indikator. Semua indikantor terukur dengan jelas, misalnya, target menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya pada tahun 2015. Indikatornya, prevalensi anak balita kurang gizi, proporsi penduduk yang berada di bawah garis konsumsi minimal 21.000 kalori per kapita per hari. Sementara dalam Visi 2030 masih sangat global dan umum.

Bicara mengenai angkatan kerja berarti juga bicara tentang pendidikan. Artinya, apakah angkatan kerja nanti sudah siap dan sudah dengan baik dipersiapkan. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan sebuah fakultas Universitas Gadjah Mada, menunjukkan ketika kita berbicara tentang perkembangan anak, 76 persen keberhasilannya sangat tergantung dari program intervensi yang kita lakukan. Intervensi antara lain dilakukan lewat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diluncurkan
pemerintah tahun 2006.

Ketika program intervensi dilakukan terhadap kesejahteraan keluarga, kontribusinya hanya 50 persen bagi perkembangan anak. Sementara pendapatan 18.000 dollar AS per tahun menurut Visi 2030 mau digenjot. Berdasar penelitian ini sumbangannya terhadap perkembangan anak hanya 50 persen.

Pendidikan = jembatan

Hitung-hitungan logis diskusi sehari itu menegaskan persyaratan yang disampaikan kepala negara. Mengutip Presiden, “bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mewujudkan mimpi yang besar”, perwujudan itu memerlukan sejumlah syarat. Salah satu jembatan yang perlu mendapat perhatian serius adalah pendidikan; bagaimana mempersiapkan anak didik agar mengalami “impian 2030″ itu.

Sebaliknya pada saat yang sama, kita memang bangsa gampang lupa, pengidap amnesia.

Dalam konteks pengidap amnesia, tahun 1957 Presiden Soekarno pernah kecewa. Dia kecewa atas pengembangan pembangunan nasional yang perlu diberi basis pada pengembangan sumber daya manusia. Dua puluh lima tahun kemudian kondisi itu tidak jauh berbeda. Menurut Soedijarto, panelis, di tengah kondisi semakin tertinggal jauh dari perkembangan global, tahun lalu Indonesia belum termasuk dalam 10 besar ekonomi .

Menurut Soedijarto, dalam kondisi mencemaskan itu, Indonesia Forum meramalkan tahun 2030 Indonesia akan muncul sebagai salah satu lima besar ekonomi dunia. Perkembangan pesat itu menurut Soedijarto disebabkan keberhasilan mengembangkan pendidikan tinggi.

India, misalnya, yang pada 2005 berada di luar 10 besar diramalkan pada 2040 masuk menjadi nomor tiga. India diramalkan menghasilkan hampir 700.000 sarjana IPA dan teknik yang pada tahun 1990-1991 baru lebih kurang 200.000 sarjana. China yang pada 1990-1991 menghasilkan 200.000 sarjana IPA dan teknik, tahun 2004 menghasilkan lebih dari 500.000 sarjana. AS yang pada 1990-1991 menghasilkan lebih dari 300.000 sarjana IPA dan teknik, tahun 2004 telah menghasilkan 400.000 sarjana.

Cerita sukses mereka menunjukkan bahwa pendidikan, utamanya pendidikan tinggi, merupakan faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan negara, terutama ekonomi. Karena itu, menarik dipersoalkan Visi Indonesia 2030 kurang mendudukkan peran pendidikan tinggi. Memang tidak langsung disebutkan, pada 2030 Indonesia masuk 10 besar dunia, tetapi bagaimana “jembatan” itu dikembangkan tidak dijelaskan rinci.

Pertanyaannya, bagaimana strategi pendidikan nasional Indonesia menghadapi tantangan ke depan itu. Selain menyangkut dana pendidikan yang belum mencapai 20 persen, AS pada tahun 2005 menyediakan beasiswa 100 miliar dollar AS, di samping dana-dana lain untuk meningkatkan jumlah lulusan bermutu dan kompeten.

Belum ketemu

Kalau segala ketentuan dalam Pasal 31 UUD 1945, terutama yang terkait Pasal 31 Ayat 2: “setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya,” Pasal 31 Ayat 5: “pemerintah berkewajiban memajukan iptek” dilaksanakan secara konsekuen, perkiraan visi Indonesia 2030 bukanlah mimpi besar.

Menurut Soedijarto, pasal-pasal dengan konsekuensi anggaran 20 persen itu mengarahkan, kalau Indonesia akan membangun kehidupan bangsa yang cerdas, amat tergantung keberhasilan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang bermutu dan merata. Hal itu tercermin dari keberhasilan Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang yang didasarkan atas keberhasilannya membangun infrastruktur sebagai bagian
dari fase awal industrialisasi. Infrastruktur dimaksud meliputi fisik, teknologi, SDM, dan kewirausahaan/usaha kecil. Keempatnya prasyarat keberhasilan pembangunan ekonomi.

Dalam hal infrastruktur teknologi yang terkait dengan penyiapan SDM, terlihat jelas hubungan universitas dan produktivitas universitas utamanya bidang iptek. Pada abad ke-21 ini universitas merupakan mesin utama lembaga pendidikan dan riset, dan pembangunan ekonomi berdasar iptek. Karena itu, AS menyediakan anggaran belanja untuk pendidikan tinggi 2,5 persen PDB-nya, sedangkan dana pendidikan bagi SD hingga
universitas di Indonesia hanya 0,2 persen PDB. Akibatnya, walau lulus, tak ada hubungannya dengan dunia industri.

Strategi dan sistem pendidikan di Indonesia terlihat tidak gayut (ketemu), dengan Visi 2030. Praksis pendidikan tidak relevan dengan pembangunan ekonomi, tidak relevan dengan pembangunan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai sebab atau akibat, hal itu terlihat belum dibiayainya secara penuh penyelenggaraan pendidikan dasar, sehingga sekitar 30 persen anak usia SD tidak dapat menyelesaikan pendidikan tingkat SD, hanya 60 persen lulusan SD meneruskan ke jenjang SMP. Dari sisi hukum terlihat tidak dilaksanakannya ketentuan Pasal 12 Ayat 6 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang hak anak untuk memperoleh pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat dan kemampuannya.

Penyelenggaraan ujian nasional mempersulit upaya menjadikan sekolah sebagai tempat pembelajaran segala kemampuan, nilai, dan sikap yang diperlukan. Padahal, lembaga pendidikan bukanlah untuk memilih dan memilah mereka dari segi kemampuan kognitif, suatu praksis pendidikan yang a-demokratis. Lebih parah lagi, mereka berasal dari keluarga tidak mampu. Apalagi dengan kelalaian Indonesia membiayai pendidikan
tinggi, semakin terlihat sulit merealisasikan Visi 2030.

Karena berbagai ketentuan dalam UUD 1945, dan UU No 3/2003 tidak dilaksanakan, artinya perlu tinjauan budaya politik di Indonesia. Tidak dilaksanakannya ketentuan mendasar untuk masa depan bangsa, masih menjadi salah satu karakteristik praktik politik di Indonesia; menunjukkan belum cerdasnya kehidupan bangsa ini.

Diskusi menawarkan jalan keluar. Satu di antaranya bagaimana partai tidak hanya berkutat pada persoalan hak-hak politik, tetapi juga hak-hak dasar sebagai hak asasi manusia, di antaranya hak memperoleh pendidikan baik dan kompeten.

Dengan fokus itu politisi dan birokrat Indonesia memperjuangkan secara serius dalam wacana maupun eksekusi tentang terealisasinya pasal-pasal UUD berikut turunannya, termasuk terealisasinya 20 persen anggaran nasional untuk pendidikan. Kalau tidak, gagal pernyataan Presiden, bahwa “bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa mewujudkan mimpinya”.

Visi Indonesia 2030 tetap jadi mimpi besar.

Sumber: Kompas


7 Comments

TI dan Anak KITA

Liputan dari Seminar Kiat Orang Tua Mempersiapkan Anak Menghadapi Era Informasi yang Kian Canggih, Libra Room Hotel The Sultan, Jakarta 12 Mei 2007 Kerja Sama Komite Sekolah SDN P Menteng 01 Jakarta dengan Dewan Pendidikan Jakarta Pusat


Seto Mulyadi, mengungkapkan bahwa orang tua ketika mendidik anak harus dilakukan dengan hati melalui pemberian contoh, membuka wawasan anak lebih luas melalui media elektronik dengan bimbingan orang tua, biarkan mereka memutuskan kemana arah yang dituju ketika dewaasa, orang tua hanya memberi gambaran tentang berbagai profesi yang ada di masyarakat. Ada kemampuan yang harus dikembangkan agar dimasa dewasa anak mempunya parasit-parasit cadangan sehingga mampu berperan di lingkungannya. Beliau memberi contoh seorang Doktor di bidang musik yang eksis di bisnis jamu. Menekankan bahwa pendidikan sarjana bukan menjadi hal utama yang mebawa kesuksesan, banyak orang sukses yang tak melalu pendidikan sarjana.

Roy Suryo, pakar TI dan Multi Media mengungkap berbagai hal yang berkembang di dunia dan mendorong kewaspadaan orang tua untuk waspada agar anak-anak tak terbawa pengaruh negatif IT tetapi mampu mendorong pemanfaaatan ke arah yang positif … paparannya sangat interaktif dengan berbagai rekaman peristiwa disekitar rekayasa wajah Presiden hingga video mesum anggota lagislatif yang terhormat.

Prof. Dr Arief Rahman mengedepankan agama dan moral sebagai landasan utama pengembangan diri anak-anak dimana orang tua harus memberi contoh terlebih dahulu sebelum menuntut anaknya melakukan suatu, keikhlasan. Watak yang perlu dikembangkan mencakup Bertaqwa, Fleksibel, Keterbukaan, Ketegasan, Berencana, Percara Diri/Mandiri, Toleransi, Disiplin, Berani ambil resiko, Orientasi masa depan-penyelesaian tugas.

Penyaji terakhir dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si yang ssampaiakan betapa pentingnya zat besi untuk pertumbuhan anak


7 Comments

Trik diTILANG polisi


Melanggar rambu lalu lintas? … ditilang? damai di tempat … atau disuruh push up? ha ha ha ….

Silahkan simak trik dari millis kompas:

Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja Slip Biru. Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru. Kalau Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum. Kalau kita dapat Slip Merah , berarti kita akan disidang. Dan SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat. Tapi ngerti sendiri kan prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom lagi calo2 yang bejibun. Tetapi kalau Slip Biru kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. kita tinggal transfer dana ke nomer rekening tertentu (BNI kalo ga salah). Abis gitu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.

Misalnya, kita ditilang di Perempatan Mampang-Kuningan, kita tinggal ambil SIM kita di Polsek Mampang. Dan denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya itu tidak melebihi Rp. 50.000,- dan dananya Resmi, masuk ke Kas Negara. Jadi, kalau ada Polantas yang sampe minta undertable Rp. 75.000,- atau Rp. 100.000,- Biasanya di Bunderan HI arah Imam Bonjol tuh, (sorry) but it’s Bu**S**t! Pasti masuk kantong sendiri.

Trust me guys, I’ve been doing this before. Waktu kena tilang di Bundaran Kebayoran (Ratu Plaza). Saya memotong garis marga. Karena dari arah senopati sebelumnya saya berfikir untuk ke arah Senayan, tetapi di tengah jalan saya berubah pikiran untuk lewat sudirman saja. Dan saya memotong jalan. Saya berhenti di lampu merah arah sudirman. Dan tiba-tiba Seorang polisi menghampiri dan mengetok kaca mobil. Dia tanya, apa saya tau kesalahan saya? Ya saya bilang nggak tau. Trus dia bilang kalau saya memotong Garis Marka (atau apalah namanya, garis yang bukan garis putus-putus). Saya cuman bilang, masa sih pak? saya nggak liat. Maafin deh pak. Tapi dia ngotot meminta SIM saya. Alhasil saya harus berhenti sejenak untuk bernegosiasi. Dia meminta Rp. 70.000,-. Dengan alasan, kawasan itu adalah Kawasan Tertib Lalulintas. “Nyetir sambil nelfon aja ditilang mbak!”. Dia bilang gitu. Saya kembali ke mobil, dan berbicara sama teman saya yang kebetulan menemani perjalanan
saya. Teman saya bilang, “Udah kasih aja Rp. 20.000,- kalo ga mau loe minta Slip Biru aja”. Dengan masih belum tau apa itu Slip Biru, saya kembali menghampiri pak polisi sambil membawa uang pecahan Rp. 20.000,-. “Pak, saya cuman ada segini.” Si polisi dengan arogannya berkata, “Yaahh.. segitu doang sih buat beli kacang juga kurang mbak”. Sambil tertawa melecehkan dengan teman2nya sesama `Polisi Penjaga`. “Ya udah deh pak, kalo gitu tilang aja. Tapi saya minta Slip yang warna Biru ya pak!”. Seketika saya melihat raut wajah ketiga polisi itu berubah. Dan dengan nada pelan salah satu temannya itu membisikkan, tapi saya masih mendengar karna waktu itu saya berada di dalam pos. “Ya udah, coba negoin lagi, kalo ga bisa ga papalah. Penglaris, Mangsa Pertama. Hahahaha…” . Sambil terus mencoba ber-nego. Akhirnya saya yang menjadi pemenang dalam adu nego tersebut. Dan mereka menerima pecahan Rp. 20.000,- yang saya tawarkan dan mengembalikan SIM saya. Dalam
perjalanan, teman saya baru menjelaskan apa itu Slip Biru.

So, kalo dititalng. Minta Slip Biru aja ya! Kita bisa membayangkan dong, bagaimana wajah sang polantas begitu kita bilang, “Saya tilang aja deh pak, Saya mengaku salah telah menerobos lampu merah.Tolong Slip Biru yah!”. Pasti yang ada dalam benak sang polisi “Yaahh… ngga jadi panen deh gue…”

Drive Save, Drive Carefully, & Cheers,
_________________________________________________________
Jolanda D Matakupan
The Jakarta Delirium Event Organizer, Production House, Architect & Interior Design, Export Import Delivery Services.
e-mail: : jolanda@jakarta- delirium. com
Phone : +6221.30730701
Mobile : +62811.176.706


4 Comments

Sahabat Sejati


Ketika kita letih
sedih berperih
air mata berbuih

sulit mencari teman
yang bisa diajak bicara
kecuali sahabat sejati
yang mendengar dengan empati
meringankan beban membasuh hati

beruntung sekali
saya punya sahabat
yang sudah teruji
dalam hitungan
tahun yang panjang

kami sering bertengkar
membahas ide yang tak seirama
mengkritik satu sama lain
mebantu ketika dibutuhkan
memberi saat tak diminta

kadang kita saling “jahil”
dalam batas yang konstruktif
selalu berakhir positif
untuk selalu menguatkan
agar tetap surfive
di lingkup kehidupan
masing-masing

selamat berjuang sahabat


6 Comments

Manusia PAKU

Bersepeda, mereka lalui jalan Jakarta … dari tempat tingalnya di sekitar Cipinang menuju lokasi mencari paku … hingga ke daerah Cideng, Mangga Besar, Kota dan lainnya …

berbekal peralatan magnet, pengki, ember yang dilubangi, sekop/cangkul kecil, kantong penampung … dan sepatu agar tak kena benda tajam dikali yang kelam … mereka mengais-ngais paku, besi, atau logam lainnya hingga logam mulia, satu kilogram besi bisa dijual seribu.

Sabtu pagi, 12 Mei mereka memilih lokasi kali disekitar komplek pertamina pulo gadung, tepi Jl. Pemuda Jakarta Timur, bertiga, berkubang di air buangan warga Jakarta … disekitar sampah berserak … memilah besi dan rongsokan, pagi itu
diantara mereka dapatkan cincin emas.

Seminggu setelah peristiwa banjir besar di Jakarta mereka peroleh logam mulia hingga perolehan uang hasil penjualannya berjumlah hampir satu setengah juta rupiah … fuiii betapa kerasnya hidup di Jakarta, mereka cari uang di hitamya kali Jakarta dari logam yang mengalir dengan nominal seribu rupiah per kilogram … dimana anda mencari nafkah?


8 Comments

Mengajar tanpa TEKNOLOGI … pantasKAH?


Kemarin, Saya menyaksikan kebesaran seorang Guru Fisika SMA Negeri 10 Malang Jawa Timur yang membuat alat peraga secara mandiri dengan biaya sendiri walau hidupnya tak berlebih (Metro TV, Mingu Siang), dan mengamati issu TIK di millis Dikmenjur Depdiknas … lahirlah email di bawah ini … selamat membaca

Dear All

Ada pemahaman berdasarkan penerapan selama ini, bahwa proses pembelajaran tak melibatkan atau menggunakan telknologi, jadi TIK masuk rumpun sendiri … padahal seharusnya mengajar mata pelajaran apapun kita harus menggunakan teknologi sesuai dengan kebutuhan materi yang kita ajarkan … so, sebagai guru apa masih terus mau gatek hari gini? … maaf

Saya trenyuh, salut dan bangga, sambil angkat jempol adn topi setinggi mungkin terhadap seorang guru fisika di SMA Negeri 10 Malang, (maaf saya lupa namanya), beliau rela mengeluarkan uang dari kantongnya untuk membuat peralatan teknologi yang mendukung siswa untuk memahami materi fisika yang diajarkan … dari benda-benda bekas … ratusan ribu rupiah … hebat kali beliau …. sementara ada guru di kota besar yang kesejahteraannya cukup lumayan dari pemdanya, tetapi yang masih menghitung lembaran kertas yang dikoreksi dikalikan sejumlah rupiah … fuiiiiii, atau berharap banyak terima honor macam-macam dari komite sekolahnya, yang nota bene dipungut dari siswa-siswa yang lebih miskin dari gurunya … ternyata miskin hati lebih parah ya ….

Keep Fight
Dedi Dwitagama

Find me more at:
http://dwitagama.blogspot.com/
http://trainerkita.blogspot.com/
http://dedidwitagama.wordpress.com/ (English Version)
http://dedidwitagama.4t.com/

SMK Negeri 3 Jakarta – Siapkan Tenaga Kerja Bermutu
Vocational Educational School on Business Manajemen
Program Keahlian: Adm Perkantoran, Akuntansi, Penjualan
Jl. Garuda 63 Kemayoran Jakarta Pusat
(T) 62 21 4209629 – 62 21 42889104
(F) 62 21 4209629
(E) smkn3@centrin.net.id
(S) http://smk3jakarta.net

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,067 other followers