@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


4 Comments

Praktek Pendidikan Karakter melalui Pembuatan Film


Tekun mengamati tingkah laku kepala sekolah, berkreasi merencanakan, shooting dan editing adalah suatu proses kerja keras peserta didik bernama Asri Pratiwi Wulandari dan Achmad Alamsyah yang mendedikasikan videonya melepas kepergian saya, ini salah satu cara mendidik karakter …. happy deh, thx Ullan dan Alam … love u all … juga buat semua aktor dan aktris yang terlibat.


Leave a comment

Menatap baju dan tanpa baju, foto yang bicara … happy deh lihatnya

SMG SUKSES KELAK

DIAMANKAN

Saya suka dengan dua foto diatas, wajah tak berbaju dan baju yang digantung … dijaga, agar tak kotor dan rusak … ungkapan rasa cinta terhadap alam dan almamater .. Lutfi, Peserta Didik Kelas X TKPI yang mendokumentasikan … goodjob bro, thx


2 Comments

Two Days Fishing SMKN 36 Jakarta @ Pulau Damar with happy

PERSIAPAN DI SEKOLAH

TANGANI MESIN KAPAL

ON THE WAY

FISHING

HELPING FRIENDS

Peserta didik Kelas XI Jurusan Teknika Kapal Penangkap Ikan-TKPI belajar menangani Mesin Kapal, Kemudikan Kapal, Menjaring ikan, Menyelamatkan diri, bekerja sama, dan lainnya dibimbing oleh Ketua Jurusan, Bapak Suryanto, S.Pi dan Bapak, Ibu Guru … terima kasih atas kerja keras semua, semoga bermanfaat.


2 Comments

Dialog blogger SMKN 36 Jakarta; 200 posting buat pelengkap Ujian Nasional

DISUPPORT GURU-GURU

DIALOG

DI AULA

DEDE MEMIMIN DOA

Dialog dengan peserta didik kelas 12 SMKN 36 Jakarta saya lakkan minggu lalu, memotivasi dan sampaikan beberapa info persiapan ujian nasional, termasuk diantaranya kewajiban semua peserta didik untuk memiliki blog dan posting tulisan, pada bulan Februari diharapkan mereka sudah menuntaskan isi 200 posting untuk jurusan Teknik Komputer Jaringan dan 100 posting untuk peserta didik jurusan lainnya. Agar semua alumni SMKN 36 Jakarta  mampu bekerja memanfaatkan teknologi terkini sehingga bermanfaat buat institusi tau perusahaan dimana mereka bekerja … endingnya, anak negeri itu hiduo sejahtera … love u all.


Leave a comment

Peserta didik kangen Kepala Sekolahnya, saling sapa di Facebook

Rumokoy Juana Sayoughh

hellow pak .
bagaimana kabarnya .
kangen aku sama bapa :)

Like ·  · See Friendship · Yesterday at 12:35am

    • Dedi D Dwitagama alooo jean, senangnya sy disapa kamu, sy kg kangen bgt jg, trm ksh km dah jadi anak baik selama di smk 36, smg sukses d t4 yg baru

      15 hours ago · Like
    • Rumokoy Juana Sayoughh ia pak .meski smua beda tak seindah dan tak seperti dlu,tpi jean jalani .cinta jean pak sma 36 dan smua yg ada ddlamnya.

      12 hours ago · Like
    • Rumokoy Juana Sayoughh apalagi setiap ingat omongan bapak ”siapa yang ingin sukses?”sya lngsung mnggapai tngan sya keatas ,sdih saya ingatya,:(

      12 hours ago · Like
    • Dedi D Dwitagama sabar ya jean, Allah akan kabulkan usaha dan niat baik, yg serius dan rajin belajarnya, smg sjahtera hidupmu kelak

      12 hours ago · Like
    • Rumokoy Juana Sayoughh iia pak .terima kasih tapi saya masih bolehkan pak datang atau mgunjungi 36,trkadng saya amat kangen sekali sma smua d36

      12 hours ago · Like
    • Dedi D Dwitagama wah seneng banget lo km datang, gpp, smg pas sy da d skl, tman2 juga kehilangan km jean

"SAYAAAAAAAAAAAA!!!!"

Beginilah suasana ketika anak 36 ditanya; “Siapa yang mau sukseeees?”


2 Comments

Pentas Taiko SMKN 36 di LKS DKI diekspos Majalah Gema Widyakara

TAUFIK PALING KANAN PEMIMPINNYA

COVER

Majalah Gema Widyakara adalah majalah bulanan yang diterbitkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia – PGRI Jakarta, Oktober 2011 … terima kasih buat Taufik dan teman-teman, Eka Semsei, Ratih Sensei, Bapak Engkos, Bapak Totong Koswara dan semua yang support.


2 Comments

apa masih bisa rakyat diminta berjuang bagi Bangsa dan Negara?

Dulu, zaman merebut kemerdekaan kebanyakan penduduk negeri miskin … negarapun belum makmur, para pemimpin jelas terlihat setiap hari bekerja dan berjuang buat bangsa dan negara, sehingga dengan sukarela rakyat bersedia berjuang demi bangsa dan negara. Pada setiap ulang tahun negeri atau peristiwa tertentu, rakyat berbondong datang untuk menjumpai dan mendengar pidato pemimpinnya.

VETERAN

Sekarang rakyat tahu bahwa negara makin makmur, banyak uangnya, setiap hari rakyat melihat bagaimana para pemimpin bekerja, berbagai fasilitas dinikmati … tapi tak sedikit yang kemudian terbukti menodai kepercayaan rakyatnya dengan memperkaya diri sendiri dan keluarga seolah tak peduli terhadap anggota masyarakat yang susah.

Saat kegiatan kenegaraan masih banyak penduduk negeri datang berkumpul, biasanya karena tugas dari institusi atau organisasinya, … bahkan untuk kumpul-kumpul demo ini itu mereka dibayar sejumlah uang sekedar buat makan siang atau beli sehelai baju di kakilima, … jarang lagi yang datang karena idealisme.

Wajah pemimpin, ucapan dan tindakan bisa disimak di media cetak dan TV … jika rakyat sudah tahu tentang ini itunya sang pemimpin … dia jadi tak menarik lagi … berjumpa langsung pun, pimpinan itu tak disapa rakyatnya … apalagi jika beliau dipagari pengawal dan raungan sirine … tak peduli rakyat yang antri dalam lapar,  susah beli nasi karena kerja yang sulit didapat. Banyak pemimpin yang berjuang buat diri sendiri, keluarga dan kelompoknya saja, ….

Dalam kondisi di atas, apa masih bisa rakyat diminta berjuang bagi Bangsa dan Negara?

Di SMKN 36 Jakarta saya selalu bilang, jika para peserta didik ikut kompetisi atau kejuaraan dan meraih prestasi bukan untuk Sekolah, … apalagi buat Bangsa dan Negara … prestasi yang dicapai adalah untuk kebanggan diri sendiri … harga diri pribadi … tingkatkan rasa percaya dan martabat diri sendiri, baru kemudian teman mereka, keluarga, sekolah, lingkungan, hingga Bangsa dan Negara ikut bangga dan bahagia.

Kami di sekolah berusaha membekali peserta didik dengan skill, dan karakter yang baik untuk siap bekerja, kuliah atau bekerja mandiri menuju hidup sejahtera …. jika rakyat sejahtera, mereka tak perlu lagi berjuang cari sesuap nasi … perjuangan berikutnya ke tingkat yang lebih tinggi, untuk bela Bang sa dan Negara.

Lalu, ketika ada  fakta Malaysia mencaplok wilayah RI di Kalimantan Barat. Di Camar Bulan, tanah RI hilang 1.400 Ha dan di Tanjung Datu pantai RI hilang 80.000 meter persegi, siapa yang harus berjuang membela?


4 Comments

Mendokumentasikan Kurikulum Pemesinan SMKN 36 Jakarta

NAK ANAK BAT HEBAT DEH

Saya sedang belajar mendokumentasikan kerjaan teman-teman di blog, siapa tahu bisa bermanfaat buat guru seantero negeri, isinya tentang KURIKULUM PEMESINAN 2010 di SMK Negeri 36 Jakarta.

Foto di atas tak berhubungan dengan posting artikel ini … cuma saya lagi senang aja nikmati wajah dan penampilan anak negeri yang gagah dan semangat sambut masa depan yang sejahtera … salah satu dari mereka bernama Tri Wahyudi, (yang manakah? ada yang bisa bantu?).


4 Comments

Hari Batik Nasional; semua warga sekolah bebas pakai batik warna dan corak apa saja sesuai selera dan kemampuan daya beli

Saya lihat di timeline twitter saya bahwa hari ini 2 Oktober adalah hari Batik Nasional, kemarin saya posting dua artikel berisi foto-foto anak muda berbatik; tentang dokumentasi training saya di BNN RI dengan Remaja Ceria DKI Jakarta, bertajuk Remaja Ceria Happy Motivation Training at BNN RI dan sebagian besar pria berbusana batik … karena batik memang khas Indonesia … kalau tak kita lestarikan … apa mau diambil bangsa lain?

Kami di SMKN 36 Jakara kenakan batik setiap hari kamis, bukan seragam, karena semua warga sekolah bebas pakai batik warna dan corak apa saja sesuai selera dan kemampuan daya beli masing-masing. Di bawah ini foto pada suatu kamis bersama anak muda yang hebat-hebat, love u all … lets we love batik.

WITH PASSION


1 Comment

sebagian besar pria berbusana batik … karena batik memang khas Indonesia … kalau tak kita lestarikan … apa mau diambil bangsa lain?

BERGAYA DENGAN TEMAN

Saya senang lihat anak-anak negeri mematut diri, mereka bersekolah kenakan pakaian batik kebanggaan negeri sesuai selera dan pilihan masing-masing, jadilah tampak aslinya mereka; rapih, gagah, maco, keren, dan masih banyak lagi.

Kenapa harus berbatik bebas? agar saat bekerja nanti mereka sudah punya skill memilih batik yang sesuai dengan karakter, warna kulit dan suasana … lihatlah ditempat-tempat umum pada hari Jumat di Jakarta, sebagian besar pria berbusana batik … karena batik memang khas Indonesia … kalau tak kita lestarikan … apa mau diambil bangsa lain?


Leave a comment

Marawis SMKN 36 Jakarta pentas di Dinas Pendidikan DKI Jakarta

OPENING

KHUSYU

PEDE BANGETS

TUGAS KAMI SELESAI

Selasa 27 September 2011 pada kegiatan Halal Bi Halal Komunitas Pendidikan dengan Gubernur DKI Jakarta … bangga banget lihatnya … mereka jadi berkarakter percaya diri, tekun latihan, bisa kerjasama, bersabar nunggu giliran, kompak sesama anggota tim dan pelatih … love u all … Achmad Alamsyah mendokumentasikan, thx Bro.


2 Comments

PELAJAR nulis tentang tawuran PELAJAR – Blog Vita Muzarofah

Forum Diskusi antar OSIS SMK se-Jakarta Utara di SMK N 36 mengenai “Tawuran siswa SMU N 6 dengan wartawan” 

Kamis, 22 September 2011 sekitar jam 10.00 pagi ..
di SMK N 36 mengadakan Forum Diskusi antar OSIS SMK se-Jakarta Utara yang membahas tentang tawuran siswa SMU N 6 dengan wartawan ..
om Boy mengajukan pertanyaan kpada para peserta forum diskusi tersebut “mengapa siswa bisa tawuran ??”
JAWABAN :
-Ardiansyah (SMK N 36 sekaligus Ketua Umum Forum Osis SMK se-Jakarta Utara) mejawab : karena tidak ada peraturan yang bagus dan regas di sekolah tersebut .
-M.Aji C.A : karena kurangnya pengawasan dari guru di sekolah tersebut dan tergantung hati nurani masing-masing siswa.
-Pak Sugiono (SMK N 12) : Karena kurangnya peran guru di swkolah tersebut .
-Tri Wahyudi S (SMK Al-Khairiyah) : karena kurangnya pengawasan dan tegasnya dari guru, dan kurangnya wadah untuk menuangkan kreatifitas masing-masing siswa tersebut .
-Diana Mayangsari (SMK N 36) : karna rasa ketidak senangan, dan kurangnya peran guru dalam menumbuhkan dan menanmkan rasa kasih sayang terhadap murid-murid nya .

menurut saya sendiri, kenapa sih mesti tawuran..???
kita kan seorang pelajar dan tugas kita kan belajar bukan berkelahi …. giamana kita mau jadi penerus bangsa yang baik kalo kita aja masih berkelahi dengan orang-orang yang masih tinggal di bangsa kita …???….seharusnya kita menyatu bukan malah terpecah belah ….

seperti Vita Muzarrofah (saya) dan Asri Pratiwi Wulandari, kita “CINTA DAMAI”….

jadi, mulai sekarang wahai para pelajar atau pemuda pemudi indonesia STOP TAWURAN !!! dan katakan TIDAK !! pada TAWURAN ….
lebih baik kita melakukan hal-hal positif dari pada tawuran yang hanya merugikan diri kita sendiri ….
kita BISA…..pasti BISA …. harus BISA ….karena SMK BISA !!!

Silahkan berkunjung ke Blognya Vita.


1 Comment

PELAJAR nulis tentang tawuran PELAJAR – Blog Baha

Diskusi antar seluruh OSIS di Jak-Ut  yang di dampingi dengan guru masing-masing. Diskusi itu dilakukan di aula SMKN 36 . Dan hadir juga dari perwakilan wartawan yaitu pak boy. Diskusi itu membicarakan tentang tawuran di SMA 6 bulungan , jakarta selatan (19/9/2011).

Dan foto di atas adalah Bapak Dedi Dwitagama yang memimpin diskusi antar OSIS. Pak Dedi Dwitagama adalah kepala sekolah dari smkn 36 jakarta.

Pada Saat Diskusi 1/1 perwakilan dari sekolah ditanya untuk memberi pendapat . Kenapa sih pelajar bisa berkelahi dan tawuran dengan wartawan?. Dan 1/1 siswa/i dari perwakilan sekolah  memberi pendapatnya. Dan saya pun berada disana saat forum diskusi di laksanakan.

BAHA

Kalau menurut saya sih simple . Terjadinya tawuran pada pelajar mungkin karna peraturan yang sangat di sepelekan oleh pelajar dan menurut pelajar itu biasa. Dan itu juga karna tidak ada perhatian dari orang tua pelajar yang sama sekali tidak memperhatikan anaknya. Coba untuk para orang tua menanamkan aqidah-qidah agama pada anak senjak kecil dan diajar kan untuk saling menyayangi sesama muslim . Pasti dihari tua nya nanti akan bisa menjadi orang yang bisa menghargai dan menyayangi sesama satu sama lain.

Faktor terjadinya tawuran oleh anak SMA 6 dengan wartawan. Pada saat itu sebelum terjadinya kerusuhan antara pelajar dengan wartawan yaitu pada saat SMA 6 tawuran dengan SMA70 dan diliput oleh salah satu wartawan tv swasta. Dan siswa dari SMA 6 tidak terima karna wartawan meliput terjadinya tawuran itu . Mungkin dia takut akan dilaporkan sehingga memaksa mengambil kaset dari rekaman kamera wartawan tersebut . Dan wartawan tidak menerima dan meminta utk di kembalikan kaset tsb. Karna wartawan memaksa siswa SMA 6 lansung memukul pihak wartawan . Dan pada hari selanjutnya para wartawan demo ke sekolah SMA 6 dan langsung tiba-tiba datang dari belakang lansung menghajar para wartawan . Semenjak itu berita pelajar VS wartawan menyebar luas se-DKI jakarta.

Nikmati blog Baha disana.


Leave a comment

PELAJAR nulis tentang tawuran PELAJAR – Blog Dewi Pradipta Iskandar Dinata

Ini satu dari beberapa tulisan Dewi Pradipta Iskanadardinata di blognya.

Pagi kurang lebih pukul 10.00 WIB,di smk 36 mengadakan Forum antar siswa smk se-Jakarta utara .

Kurang lebih 80 orang kita membahas permasalahan Tawuran di SMA 6 jakarta,diskusi di lakukan dgn “BEBAS TAPI SOPAN” itulah yang ada di Forum diskusi pagi di smk 36 yang bertempat di Aula smk 36.

Dengan adanya program ini(orum yang ada siswa/siswi dapat mengenal 1 sama yang lain….

Dewi memperkenalan diri

acara tersebut terlihat sedehana karna hanya siswa dan perwakilan  sekolah laen yang datang, wartawan tak segan” untuk meliputi kegiatan tersebut ni lah  Wartawan kita

sedang menjelaskan pertanyaan yang ada dan di berikan pertanyaan dari siswa/siswi
inti dari kegiatan tersebut adalah untuk membangun kehidupan yang lebih layak tanpa “TAWURAN”
TAWURAN = NO ! ! !

HIDUP SEJAHTERA = YES ! ! !


Leave a comment

PELAJAR nulis tentang tawuran PELAJAR – Blog Miril Apriansyah

MIRIL BERKOPIAH

Ini yang ditulis Miril, aktifis ROHIS SMKN 36 Jakarta di blognya:

kenapa tawuran pelajar bisa terjadi??

Beberapa hari terakhir ini kita di hebohkan oleh tawuran pelajar yaitu antara pelajar SMAN 6 dengan wartawan.sebuah hal yang memilukan di kalangan pelajar. dimana seorang pelajar yang baik harus menujukan sikap dia sebagai pelajar.ini membuat dunia pendidikan indonesia tercoreng seolah pelajar indonesia hanya bisa berkelahi ….
sungguh sangat mengherankan,,.,.,
Apa yang membuat ini terjadi ???

sistem sekolahkah yang tidak baik???
atau siswa sma tidak bisa di atur……
atau ada faktor lain???.

sebuah sistem sekolah yang menerapakan disiplin tinggi akan menghasilkan pelajar-pelajar yang berkualitas. tidak pandang bulu dia anak pejabat bahkan anak presiden , jika dia bersalah tetap di hukum..

Inilah yang sudah di terapkan di sekolah SMKN 36… ada beberapa hal yang bila ia melanggarnya bisa di keluarkan saat itu juga yaitu
1. Berkelahi
2. Mengedarkan Narkoba
3. Mencuri
4. Lompat pagar

Inilah sebuah peraturan yang ketat untuk mendidik sebuah pelajar yang bisa di harapkan oleh bangsa. Banyak preman-preman di sekolah kami… namun mereka semua terkendali akaibat peraturan-pertauran tersebut. dan ini akan terbiasa saat kita sudah Bekerja…

Budayakan kreatifitas Bukan budaya berkelahi


2 Comments

PELAJAR nulis tentang tawuran PELAJAR – blog Asri Wulandari

Diskusi “Tawuran SMA 6 dengan Wartawan” di SMK 36

ASRI (KIRI)

Kita semua tentunya turut prihatin akan apa yang terjadi di dunia pendidikan kita. Pelajar dari sebuah sekolah favorite di DKI Jakarta melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan yang mencoreng nama baik pelajar dan membuat pertanyaan besar terhadap dunia pendidikan.

Tapi, meski sama-sama pelajar, tidak semua pelajar melakukan tindak kekerasan. Semua manusia memiliki potensi yang sama untuk melakukan kebaikan maupun kejahatan, namun hati nurani dan akal yang menuntun kita kemudian.

Hari ini, kami berkumpul. Di SMK 36 Jakarta.

SMK 36Diskusi masalah kekerasan fisik antara wartawan dengan anak SMA 6

Anggota Forum Osis Jakarta Utara (FOSJU), Blogger, Anggota Penegak Disiplin SMK 36, dan beberapa perwakilan murid dan guru dari beberapa sekolah melakukan diskusi yang dipimpin oleh Pak Dedi Dwitagama yang merupakan Kepala Sekolah SMK 36. Om Boy yang merupakan wartawan dari PGRI juga turut hadir dan mendokumentasikan kegiatan ini. Selain Om Boy, 2 murid dari SMK 36 juga turut menjadi seksi dokumentasi dan memotret berlangsungnya kegiatan (Achmad Alamsyah dan Supri Zaki).

omboy padedOm Boy dan Pak Dedi Dwitagama

Kegiatan ini menunjukan bahwa tidak semua pelajar itu buruk dan kami sebagai pelajar yang menggunakan akal dan hati nurani turut prihatin akan apa yang terjadi, maka dari itu di kesempatan kali ini kami sangat senang dan antusias untuk mengemukakan pendapat kami. Bahkan guru-gurunya pun antusias.

Di diskusi ini saya mendapat banyak sekali pengetahuan dan opini-opini yang hebat, salah satunya dari Pak E’ef yang merupakan guru di SMK Nusantara.

Guru SMK NusantaraPak E’ef dari SMK Nusantara dalam diskusi

Beliau mengatakan, kita tidak boleh melupakan sejarah, kita harus mengingat kembali pancasila dan apa yang terkandung di dalamnya. Landasan moral kita ya dari sana, sekarang pancasila seolah-olah dilupakan. dan hal ini membuat generasi muda mudah dipengaruhi apabila diserang arus-arus negatif dunia. harusnya pendidikan moral dan agama lebih ditingkatkan.

Beliau benar, yang benar-benar memahami arti dari kelima sila itu sedikit. Tentu saja dengan ketidakpahaman itu kita menjadi tidak berandaskan dengan kuat sehingga kita tidak stabil dan mudah jatuh. Ke kanan atau ke kiri jatuhnya, itu faktor eksternal. Landasan lah faktor internalnya dan merupakan hal pertama yang harus diperhatikan.

Ada juga murid yang menceritakan pengalamannya mengenai kekerasan yang dilakukan oleh sesama pelajar yang bergerombol dan ketahuilah ini merupakan bentuk Physical Bullying. Sangat disayangkan hal ini masih terjadi di sekitar kita setiap hari. Saya sebagai duta Learn Without Fear mendapatkan banyak sekali informasi bermanfaat dari diskusi ini.

Kalau dididik dengan baik di sekolah maupun di rumah pasti kami generasi muda tumbuh dengan baik juga. Kasus pelajar SMA 6 itu coba diselidiki lebih dalam apakah lingkungan para tersangka baik atau tidak, adakah faktor-faktor yang membuat mereka bertindak seperti itu, apakah metode pengajaran moral terhadap mereka baik atau tidak. karena buktinya tidak semua pelajaar seperti itu. dan kami yang hadir dalam diskusi hari ini tidak seperti itu. Kami sangat menyukai berorganisasi. Menjalin relasi dan apabila ada masalah lebih baik diurai dengan jalur musyawarah atau diplomasi.

Kami pelajar cinta damai.

Damai itu IndahAsri Pratiwi Wulandari (saya) dan Vita Muzarrofah “kami cinta damai”

Untuk para wartawan, jangan cap semua pelajar jelek ya. Sehabis diskusi ini kami berencana untuk membuat sebuah surat pernyataan bahwa kami prihatin. Dan berencana untuk mengontak beberapa media cetak untuk mempublikasikannya.

Asri adalah peserta didik SMKN 36 Jakarta, Duta Indonesia ke Jerman untuk misi Learn without Fear, 2011.


5 Comments

Pelajar nulis tentang tawuran pelajar – blog Dhieka Prasetyo

Dhika Prasetyo, blogger SMKN 36 Jakarta menulis posting berjudul: Sekolah elite berbuat tak elite “kasus SMA 6 dan SMA 70″:

DHIEKA

baru baru ini kalo temen temen update timeline di twitter atau juga sering baca detik.com atau media online lainnya, pasti temen temen tau deh berita terhangatnya apa ?, yap benar sekali tawuran sma 6 dengan sma 70, emang sih tawuran sering banget terdengar tapi coba deh dua sekolah diatas itu kan sekolah sekolah ELITE dan isue isue yang beredar juga anak anak dari pejabat tinggi banyak bersekolah di 2 sekolah itu, hemm tapi bukan soal tawurannya aja yang bakal dibahas ada satu lagi, ketika 2 sekolah itu sedang yah kaya perang gitu deh ada seorang pers yang merekam kejadian tawuran tersebut tapi anak anak sma itu gasuka sama pers yang merekam kejadian itu, alhasil sekolompok pelajar itu merebut kamera dan mengambil kaset dari wartawan yang merekam kejadian tawuran tersebut, dan lebih parahnya lagi! wartawan itu dipukuli sama sekelompok pelajar itu bzzz parah banget kan,

sumber VIVAnews

dan sehari sesudah kejadian tidak ELITE itu sekelompok pihak PERS menggelar aksi damai di depan SMA 6 sekaligus meminta pertanggung jawaban dari pihak sekolah tapi apa hasilnya setelah para siswa dipulangkan siswa SMA 6 malah menyerang pihak PERS yang bisa dibilang sedang berunjuk rasa di depan sekolah mereka, ada salah satu siswa yang tertangkap kamera memukuli pihak PERS menggunakan mangkuk

sumpah miris banget deh kayanya, dan ini dia korban pengeroyokan yang tidak lain dan tidak bukan adalah wartawan yang sedang meminta pertanggung jawaban dari pihak sekolah

perbuatan murid murid sekolah ELITE tersebut memang sudah diluar kendali, mereka bergerak membabi buta, tingkah laku mereka sekarang berasal dari banyak faktor dan ini berdasarkan apa yang pernah saya dengar dan menemukannya di ketika sedang berseluncur

1. kurangnya perhatian dari orang tua, walaupun mendapat perhatian yang cukup juga mereka akan menganggap orang tua mereka berkuasa jadi mereka tidak segan segan melakukan perbuatan yang seperti ini
2. kurangnya kontrol dari pihak sekolah, sebenernya pihak sekolah bertanggung jawab besar atas kejadian ini, pihak sekolah juga dinilai tidak dapat mendidik siswa siswanya untuk menghilangkan kebiasaaan itu yang memang sudah turun temurun menjadi kebiasaan premiere sekolah elite itu “TAWURAN”
3. sekolah juga dinilai tidak mempunyai peraturan yang benar benar membuat sang murid mematuhinya, dan mungkin juga, selama ini sekolah ELITE tersebut tidak pernah memberikan sanksi yang tegas terhadap muridnya

coba kaya di SMKN 36, di SMK Negeri 36 jakarta terdapat 4 peraturan yang jarang banget bahkan mungkin ga ditemuin di sekolah lain. yaitu
1. Berkelahi
2. Mencuri
3. Lompat Pagar
4. Mengkonsumsi, Menjual dan Mengedarkan Narkoba
apabila siswa 36 kedapatan melakukan satu saja 4hal terlarang diatas maka hari itu juga dia resmi di pecat dari sekolah,
kebayang ga ? coba deh semua sekolah menerapkan 4 peraturan tsbt, jelas itu akan meredam dan meminimalisir terjadinya tindak kriminal siswa, di 36 sendiri tahun ajaran 2010-2011 sudah memecat 66 siswa yang sebagian diantaranya memang melanggar 4 hal diatas itu,

tapi kayanya kalo sekolah elite yang emang udah punya kebiasaan tawuran gitu, tindak pemukulan gitu rada susah untuk diobatinya, soalnya pihak sekolah juga takut sama murid2 nya sendiri yah pasti taulah kan mereka anak anak pejabat macem2 dikit lapor papa mama deh,

dalam suatu masalah pasti ada jalur penyelesaiannya,
DEAR orang orang yag membaca artikel ini coba deh berfikir positive gada gunanya kan kalian adu fisik, lagian adu fisik gitu juga bukan jalan yang terbaik buat menyelesaikan satu masalah
dan buat temen2 dari SMA 6 dan SMA 70 semoga ada salah satu dari kalian yang membaca artikel ini dan cobalah berubah, bukan maskud diriku ini untuk jadi sok ceramah tapi kalian kan siswa elite jadi berbuat elite bisakan, masalah tradisi kalian yang sering tawuran itu lupakan sajalah, mulailah hari baru yang bersih dari nafsu untuk adu fisik itu, lagian kita kan pelajar jadi jangan bikin nama pelajar jelek di mata dunia

mungkin segini dulu yang ditulis nanti kalo ada info update nya pasti di post, dan kabarnya SMA 6 meliburkan siswanya 5 hari kedepan dan melarang siswanya masuk sampai tanggal 29 september.


2 Comments

Pelajar nulis tentang tawuran pelajar – blog Sophian Nugroho

Namanya Sophian Nugroho, dia menulis di blognya seperti ini:

Tawuran sering terjadi di ibukota jakarta. apa penyebabnya dan apa masalahnya ?. semua yang terjadi pasti ada sebab dan ada akibat.

Semua yang terjadi berawal dari masalah yang sepele. mereka pelajar ?. ya jelas mereka pelajar tetapi hal yang mereka lakukan adalah hal yang bukan seharusnya mereka kerjakan.

Menurut saya yang juga seorang pelajar, kemungkinan semua yang mereka lakukan lantaran kejenuhan bersekolah. mengapa ?. kalian semua pasti juga pernah menjadi pelajar kan. semua yang terjadi lantaran karena kejenuhan yang hadapi mereka dengan persoalan nilai masalah di sekolah dan mungkin keluarga.

Mayoritas pelajar yang bertawuran mereka adalah pelajar yang jeduh akan kehidupan mereka sehari hari. di karenakan tidak ada kegiatan yang mereka lakukan.tapi ada juga yang tidak sedikit dari mereka yang berfikir dengan bertawuran mereka merasa hebat.merekapun di dukung sepenuhnya oleh alumni mereka dan tidak jarang mereka wajib mengikutinya.

Tidak hanya itu saja, faktor daktor tawuran kerap terjadi karena masalah masalah lain. faktor adat, faktor ini adalah faktor terkuat untuk mereka bertawuran yang di sebabkan entah apa penyebabnya. mereka hanya mengetahui senior mereka melakukan itu dan mereka pun harus melakukan itu.

SHOPIAN

faktor lain adalah permasalahan antar perorangan. biasanya karena mereka tidak senang karena teman mereka kalah dengan yang lain mereka pun ikut membantu teman mereka tersebut yang bertengkar dengan sekolah lain dan terjadi pertarungan antar kelompok atau antar sekolah.

Semua faktor tersebut tidak lain penyebabya karena pendidikan yang tidak mementingkan masalah sosial.sekolah saat ini tidak sama dengan sekolah waktu IR.Soekarno menjabat. Nilai nilai dan lulus 100%.

itulah moto sekolah di jaman sekarang. sosial di era seperti ini sangat di pentingkan, karena untuk mencekah hal hal tersebut tidak terjadi lagi pelajar setidaknya di beri pelajaran bersosialisai.

Keluarga juga menjadi faktor terbesar.orang tua bertanya “mengapa kamu sampai Tawuran ?” dan anakpun menjawab “yah memang kalian peduli dengan saya ?”. moto orang tua jaman sekarang “Yang penting anak saya bisa makan, cukup segalagalanya kan dia udah di sekolahkan”. berarti orang tua telah menyerahkan anak sepenuhnya terhadap sekolah. tetapi mereka memang tau kurikumlum sekolah dan moto sekolah “YANG PENTING LULUS DEH 100%”.bagai mana mereka tau kalau mereka tidak memantau anaknya yang setiap hari pergi jam 07.00 anak sudah sekolah dan pulang 22.00 anaknya pun sudah tidur.

Jadi siapa yang harus di salahkan ?. polisi ? “emang anak saya, anak saya ajah ga tau gimana” guru ? “kan saya di gaji hanya absen dan mengajar” kepala sekolah “emang saya gak ada pekerjaan yang lebih penting” presiden ? “NO COMENT”.masa kpk ?

Peraturan ?. salah sendiri, banyak orang bilang “PERATURAN DI BUAT UNTUK DI LANGGAR” ya gimana pelajar gak itkutan orang yang lebih dewasa ajah seperti itu.semua yang terjadi semua faktor adalah SOSIAL.

Aktifitas, seperti yang sudah saya ungkap di atas aktifitas juga dapet menimbulkan masalah seperti di atas. berikan mereka aktifitas. setiap hari berangat sekolah jam 05.30 pagi pulang jam 04.00 – 5.00 sore. memang tidak jenuh ?. orang tua berkata “kalau pulang sekolah jangan kemana mana yah”. sang anak dalam hati nya “ya dari pada nanti pulang ga boleh kemana mana lagi mending ikut mereka tawuran”. sebenarnya jika mereka di biarkan melakukan aktifitas yang positif pasti mereka tidak akan seperti itu. “mah mau kewarnet” “janngan di rumah aja” sebenarnya anak di warnet juga belajar, semua yang di lihat oleh mereka adalah pelajaran. game online adalah pelajaran buat mereka. mengapa ? “pilih mana tawuran apa game ?” “game lah ga sakit lagi juga nanti siapa tau saya menang turnamen”. “mah mau main bola” “jangan nanti cape di rumah aja”. main bola yang jelas-jelas baik aja di larang. “mah mau ke rumah temen” “jangan ngerepotin ajah udah di rumah ajah”. main ke rumah teman adalah suatu bentuk SOSIALisasi, bersosialisasi aja di larang mimana mau belajar sosial.

MUNGKIN KAN KEJADIAN SEPERTI INI AKAN TERULANG KEMBALI ?

YA PASTI TERJADI LAGI

JIKA PENDIDIKAN TETAP SEPERTI INI

HENDAKNYA SEKOLAH DAN ORANG TUA IKUT SERTA DALAM SOSIAL ANAKNYA


Leave a comment

delapan puluh peserta didik, guru pembina OSIS dan Forum OSIS SMK Jakarta Utara bicarakan tentang masalah Tawuran Peserta didik SMA 6 Jakarta dengan wartawan di Aula SMKN 36 Jakarta

SUASANA DISKUSI

para orang tua pengelola negara saat ini sedang sibuk bicarakan masalah resufle kabinet dan korupsi …… saya pengelola sekolah dengan lebih dari delapan puluh peserta didik, guru pembina OSIS dan Forum OSIS SMK Jakarta Utara bicarakan tentang masalah Tawuran Peserta didik SMA 6 Jakarta dengan wartawan di Aula SMKN 36 Jakarta … tujuannya agar bisa ambil pelajaran kasus itu dan bisa selesaikan pendidikan untuk perbaiki kualitas hidup jadi lebib sejahtera.

AKTIF DISKUSINYA

umumnya para pengurus OSIS yang datang menyampaikan pendapat bahwa minimnya contoh baik atau panutan dari para orang tua dan lemahnya penanganan masalah kesiswaan/aturan, sistem punish and reward membuat peserta didik berani berbuat yang tak seharusnya.

faktor lain adalah minimnya kesempatan buat peserta diri untuk menunjukkan potensi, padahal peserta didik butuh diperhatikan dan menerima penghargaan, sehingga mereka mencari perhatian lewat tawuran.

aspek pendidikan moral yang diabaikan juga dibahas dalam diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam
…. happy deh ketemu peserta didik cerdas dan tahu kemana arah hidup dan tak siakan kesempatan peroleh sehat dan sejahtera …. love u all, thx untuk Kelompok Kerja Kepala SMK -’K3SK Jakarta Utara dan semua teman yang support.

UTUSAN SMKN 4 JAKARTA


1 Comment

Regen OSIS & penyerahan Piala di SMKN 36 Jakarta, Organisasi & Prestasi lebih baik dari Tawuran

GUNAWAN, KETUA OSIS SMKN 36 JKT 2011-2012

PARA JUARA

DISERAHKAN KE SEKOLAH UNTUK MOTIVASI TEMAN-TEMAN

SIAPA YANG MAU SUKSES & SEJAHTERAAA? DIJAWAB: SAYAAAA, & MENGANGKAT KEDUA TANGAN

Kami mendorong peserta didik biasa berorganisasi, jadi pemimpin dan berkarakter kompetitif … Senin, 19 September 2011 di hadapan lebih dari 900 peserta didk dan guru, kami melantik Ketua OSIS dan beri apresiasi kepada para peserta didik kami Juara Marawis, LKS DKI Jakarta dan Olimpiade Sains Bidang Matematika Teknik .. semoga sukses anak-anakku, love u all. … Regen OSIS dan penyerahan Piala di SMKN 36 Jakarta, …. Organisasi & Prestasi lebih baik dari Tawuran. Achmad Alamsyah mendokumentaskan, kereeen bro .. thx ya.


Leave a comment

Susan says: SAYA KANGEN PAKE SERAGAM KEBANGGAAN SMKN 36 LAGI, PAK”

Selamat malam, Pak Dedi :)

Saya mau sedikit laporan.
Seminggu ke depan saya dgn 3 rekan sedang mengikuti POSTAR (Pekan Orientasi Taruna) di Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya, yg langsung dilatih oleh Pelatih dr TNI-AL.
Pagi tadi sampe sore tadi, hari pertama POSTAR.

Saya merasa tidak asing lagi dgn kegiatan tsb karna sebelumnya saya sudah mempunyai bekal dari SMKN 36 saat BINTAL/MADA BINTAL, terutama basic PBB.

Saya merasa bangga karna kebanyakan dari alumni SPZ saja utk baris-berbaris masih ada yg bingung, Pak. Hehe

Nah, utk sepatu POSTARnya lebih berat dari PDH >.<
Sepatunya yg biasa digunakan TNI-AL, beratnyaaa itu loh Pak, gak nahaaan o.0

Tapi saya tetep bangga pake seragamnya walopun cuma seragam biasa tapi tetep aja keliatan berwibawa :)
DAN SAYA KANGEN PAKE SERAGAM KEBANGGAAN SMKN 36 LAGI, PAK.

Mudah2an saya dgn 3 rekan bisa mengikuti POSTAR sampe sah menjadi seorang taruna/i AMANJAYA :D
Selamat malam, Pak :)

SUSAN (TENGAH)


Leave a comment

Mencegah karakter gemar tawuran di SMKN 36 Jakarta

KEAKRABAN DI SMKN 36 JKT

SALING SAYANG

INDAH PADA AKHIRNYA

Saya sedih baca detik.com pagi ini, beberapa orang tewas akibat tawuran di Kendal Jawa Tengah … usia mereka sangat muda … berharap peserta didik terbiasa dalam damai, saling sayang dan mampu menyelesaikan masalah antar mereka, kami di SMKN 36 Jakarta punya sistem pantangan terhadap 4 hal, yaitu: Berkelahi, mencuri, lompat pagar dan edarkan narkoba … karena jika mereka kerja di dunia industri pun empat hal itu tak bisa ditolerir.

Setiap awal tahun ajaran mereka menandatangani perjanjian diatas materai diketahui orang tuanya utk tidak melakukan empat hal diatas, jika dilanggar maka yang bersangkutan akan dikembalikan kepada orang tua atau dkeluarkan … paling tidak kami berusahan tanamkan karakter baik pada hampir sembilan ratus pesera didik yang kami cintai.

Soal ada beberapa yang harus jadi korban dikeluarkan itu konsekwensi yang harus dinikmati …. beruntung semua peserta didik sudah faham itu, dan guru serta tenaga kependidikan kami juga mendukung … thx … love u all


4 Comments

Polda Imbau Sekolah Larang Siswa Bawa Kendaraan, di SMKN 36 Jkt langsung kena SP, diulang 3X bakal dikeluarkan

BIKIN SEHAT

Saya senang membaca berita di Kompas.com bahwa Polda Imbau Sekolah Larang Siswa Bawa Kendaraan … Sejak 2008 di SMKN 3 Jakarta kami melakukan aturan larangan membawa sepeda motor ke sekolah bagi siswa yang tak memiliki SIM dan izin orang tua … di SMKN 36 Jakarta sudah diterapkan sejak dua tahun lalu, siswa yang tak memiliki SIM dan izin dari orang tua dilarang membawa sepeda motor atau mobil, pelanggaran bisa berujung SP dan dikeluarkan … kami melakukannya untuk mendidik karakter taat hukum dan sayang diri hindarkan kematian.

Ini artikel lengkapnya:

Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris besar Latif Usman, mengimbau sekolah untuk melarang para siswanya membawa kendaraan bermotor. Hal ini perlu dilakukan karena faktor penyebab kecelakaan salah satunya adalah pengemudi yang di bawah umur dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Kalau belum punya SIM maka lebih baik pihak sekolah melarang. Upaya pencegahan di awal lebih baik daripada penindakan oleh polisi,” ungkap Latif, Sabtu (10/9/2011), di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Apabila masih ada saja siswa yang membandel membawa kendaraan tanpa SIM, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan berupa penyitaan kendaraan. Selanjutnya, pihak orang tua akan dipanggil untuk mengambil kendaraan tersebut tetapi dengan menukarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Karena mereka tidak punya SIM, maka kendaraan lebih dulu disita. Kalau ada STNK, maka STNK-nya kami tahan sebagai penggangi SIM untuk barang bukti penilangan,” ucap Latif.

Ia mengatakan, proses hukum terhadap pengemudi di bawah umur yang tidak memiliki SIM itu juga tetap akan dilanjutkan. Namun, proses persidangan tilang nantinya akan disesuaikan dengan aturan peradilan bagi anak di bawah umur.

Tetapi, apabila aksi pengemudi di bawah umur yang tidak memiliki SIM itu sampai menyebkan korban meninggal dunia, maka penahanan terhadap yang bersangkutan bisa saja dilakukan.

“Kalau sampai menghilangkan nyawa orang, proses seperti biasa. Tetap akan ditahan, tetapi peradilannya seperti anak di bawah umur,” imbuhnya.

Latif melanjutkan, selama ini pihaknya memang telah melakukan pendidikan lalu lintas di sekolah-sekolah yang ada di Jakarta. Untuk mengurangi pelanggaran, pihaknya akan melakukan beberapa razia secara umum, tidak fokus pada pelajar. Namun, bila pihak sekolah masih terlihat membandel dan tidak mengambil tindakan maka pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan razia di sekolah.

“Kami akan intensifkan razia, kami harap ini juga bisa mengurangi angka kecelakaan,” tegasnya.

Seperti diketahui, beberapa kecelakaan terjadi dengan melibatkan pelajar yang belum memilki Surat Izin Mengemudi. Seperti yang terjadi pada tanggal 15 Agustus lalu. Lima orang pelajar terlibat kecelakaan di jalan Mampang Prapatan setelah menghadiri acara “sahur on the road”.

Dua penumpang kendaraan yang dikemudikan oleh pelajar kelas 3 sebuah SMA negeri di kawasan Jakarta Selatan tersebut tewas. Diduga, pengendara kendaraan tersebut melakukan kebut-kebutan dan kehilangan kendali yang akhirnya menabrak pembatas jalan.

Simak banyak tulisan saya tentang masalah ini disana.


2 Comments

wajah yang bergairah adalah ciri dia punya potensi sejahtera kelak

MENEBAR SENYUM

SENYUM BIKIN SEHAT

anak didik semangat datang ke sekolah setelah libur lebaran …. wajah yang bergairah adalah ciri dia punya potensi sejahtera kelak, sementara yang murung dan resah mungkin sedang bermasalah, Guru BK harus ngetreat spy ga keterusan … morning all.
Achmad Alamsyah mendokumentasikan, thx Bro.


2 Comments

Taiko SMKN 36 Jakarta perform di Senayan City

TAUFIK MEMIMPIN BERSEPAKAT IRAMA

MAN IN ACTION

WOMEN IN ACTION

PESERTA DIDIK DAN PEMBINA HEBAT

Di sebuah toko kosmetik … mereka rutin berlatih di sekolah sehingga siap pentas walau dalam kondisi libur Lebaran … trm ksh kepada Sensei Eka dan Sensei Ratih yang konsisten membina. Ini bagian dari pendidikan karakter anak nageri agar fokus pada tujuan baik, kerjasama, mental berani, percaya diri, kepemimpinan dan lainnya … love u all.


Leave a comment

bahagianya disapa & diapresiasi seorang yang alumni tak kenal saya & tak pernah jumpa

Ini dialog saya dengan alumni di Facebook, Beliau tamat tahun 2000, saya mulai berada di SMK 36 Jakarta tahun 2009 … bahagianya disapa dan diapresiasi seorang alumni tak kenal saya dan tak pernah jumpa, begini selengkapnya:

  • Endang Stevenson Wijaya

    • assalamualaikum…..maju terus pak, buat SMKN 36 menjadi salah satu SMK terbaik di jakarta. saya alumni tahun 2000 dan bangga menjadi salah satu lulusannya. Sekarang saya Trainer di PT AMX MOTOR/retail spare part sepeda motor ( ESSENZA KERAMIK GROUP). gak nyambung sama sekolah dulu ya pak dibidang tehnik otomotif karena kerja nya ngajar di kelas training….

  • Dedi D Dwitagama

    • wass, trm ksh mas endang, apa yg mmbuat anda bangga? berkunjunglah ke skolah atau nikmati foto2 skolah
      anda di http://dedidwitagama.wordpress.com/, smg mas endang dlm shat n sukses slalu

  • Endang Stevenson Wijaya

    • image sekolah dari dulu sampai sekarang sangat baik di masyarakat dan prestasi yang sekarang jauh lebih baik, Hal ini terdengar di telinga saya dari para pelajar SMK di JAKUT dan cukup disegani oleh mereka…..dan prestasi yang ditorehkan oleh bapak di dunia pendidikan membuat sekolah ini semakin cemerlang

  • Dedi D Dwitagama

    about an hour ago

    Dedi D Dwitagama

    • owh … alhamdulillah … terima kasih Mas Endang, smg anda dalam sehat dan sukses slalu


3 Comments

Latihan jurnalistik pelajar, bentuk PERS sekolah

DESIGN BY EVA

Mau gabung? silahkan datang or kontak kami, wartawan merupakan salah satu pilihan profesi yang latar belakang pendidikannya bisa apa aja, termasuk SMK atau SMA dan berguna ketika anda kerja di bidang apa saja :D


2 Comments

Menikmati wajah-wajah serius sekolah dalam dua edisi

GLADI RESIK 160811

UPACARA 170811

Edisi gladi resik dan edisi Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2011 di SMKN 36 Jakarta.


2 Comments

Menikmati keseriusan anak negeri di SMKN 36 Jakarta, EKSPRESINYA ITU LHOOO

ASRI IN ACTION

PAK TEGUH MENDOKUMENTASIKAN

ISTIRAHAT YANG SERIUS

NIKO KOMANDAN UPACARA

LUTHFI IN ACTION

ALAM & ASRIL BIDIK PAK DURAHMAN SEMBIRING

USTADZ ANDRE PEMBACA DOA

CALON SEJAHTERA

Lihat ekspresi wajah mereka atau bahasa tubuhnya, serius dan bertanggung jawab saat Upacara Kemerdekaan di SMKN 36 Jakarta 17 Agustus 2011, karakter penting buat hidup sejahtera … smg sukses anak-anakku.


2 Comments

Gladi resik bikin upacara lebih bisa dinikmati

PAK ZAENAL MENGAWASI

DIKA JADI OPERATOR SOUND

NIKO, KOMANDAN DI DEPAN TIM PASKIBRA

VITA, DIRIGEN

BERULANG-ULANG

ANDRI, PEMBACA DOA

BERSAMA

GENDO, MC

PEMAIN TAIKO DI DEPAN

MENGEVALUASI & MOTIVASI

Saya amati kenapa upacara militer berlangsung bagus dan bisa dinikmati, ternyata kuncinya adalah pelakasanaan gladi kotor dan gladi resik. Kami mempraktekkannya di SMKN 36 Jakarta, seperti yang anda nikmati dokumenasinya di atas. Terima kasih kepada Pak Zaenal, Pak Sarono, Pak Haji Tuan, dan semua guru serta karyawan yang support, juga kepada Tim Paskibra, OSIS, Penegek Disiplin, PMR, ROHIS, dan semua deh …  love u all.

GEMBIRA, GLADI SUKSES


8 Comments

Nikmati kunjungan Plan Jerman di SMKN 36 Jakarta

TAIKO MENYAMBUT

TIM SEPAKBOLA NYANYIKAN MARS SMKN 36 JKT

MISS ENNO & SENSEI EKA MC-NYA

ASRI CERITA TG KUNJUNGANNYA KE JERMAN

SERIUS SIMAK ASRI

BAHASA JERMAN & INGGRISNYA BAGUS

Namanya Mrs. Yan Zhang, perusahaan beliau mensponsori kegiatan Plan di Indonesia, datang ke SMKN 36 Jakarta untuk melihat bagaimana penerapan program Learn without Fear di sekolah kami, Mbak Destri dari Plan Indonesia menemani. Terima kasih buat semua yang mensupport, smg bermanfaat buat peserta didik.

Asril paparkan tentang kegiatannya selama berkinjung ke Jerman dengan tiga peserta didik wakili Indonesia lihat kejuaraan Dunia Sepakbola Putri.

Disamping itu, Asri juga cerita tentang bagaimana peserta didik di SMKN 36 Jakarta belajar tanpa rasa takut, karena jika ada yang berkelahi akan langsung dikeluarkan, termasuk jika lakukan tawuran, sehingga kami berusaha menyelesaikan masalah dengan musyawarah tanpa perkelahian. Demikian pula saat Masa Orientasi Peserta Didik Baru-MOPDB dilakukan tanpa kekerasan, tapi dengan belutan cinta tanah air dan disiplin melalui batuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan Laut-TNI AD dan TNI AL.

ANDRI MEMIMPON DOA

Tamu kami berdiskusi tentang berbagai hal sambil lihat-lihat suasana belajar di SMKN 36 Jakarta.

Achmad Alamsyah mendokumentasikan, 11 agustus 2011. Terima kasih Alam, foto-fotomu sangat berbicara … I like it.


4 Comments

Pencitraan Sekolah tanpa undang wartawan atau pejabat, caranya?

LIPUTAN TV NASIONAL TRANS TV DI SMKN 36 JAKARTA

Buat menjadi terkenal dan dikenal masyarakat, sekolah sering lakukan upaya pencitraan dengan berbagai cara, agar lebih banyak masyarakat tahu tentang sekolah sehingga peroleh citra yang diinginkan maka diundanglah wartawan dan pejabat. Jika anda pernah jadi panitia kegiatan tersebut, pasti anda tahu bahwa biaya yang dikeluarkan tak sedikit.

POS KOTA, 7 SEPTEMBER 2009

Dimulai dari rapat-rapat persiapan, renovasi tempat kegiatan, setup dekorasi, sound system, keamanan, konsumsi, seragam, dokumentasi, dll. Biaya terbesar biasanya ada diurusan perut dan mata. Untuk membuat perut penuh dan bagus dipadang maka makanan harus yang berkualitas, itu mahal. Agar suasana kegiatan bisa dinikmati, perlu dekor dan pendinginan ruang atau AC yang memadai, itu juga mahal. Kemudian coba kaji dampak pencitraan setelah kegiatan yang mahal itu selesai, tak terlalu signifikan. Berhenti di berita media dan rasa senang dikunjungi orang besar dan banyak orang saja.

CLOSING SHOOT DAAI TV DI SMKN 36 JAKARTA

GUBERNUR DI SMKN 36 JKT, 15 APRIL 2009

Biaya dan energi sebaiknya digunakan untuk melaksanakan misi sekolah yang sesungguhnya, seperti tanamkan iman, taqwa, karakter, disiplin dan hal-hal ideal bidang pendidikan lainnya. Jika itu dilaksanakan dengan serius dan sepenuh hati tanpa pamrih untuk jadi terkenal atau bercitra bagus … lakukan untuk bentuk anak negeri yang percaya diri, berani, bermutu, membuat kegembiraan di sekolah sehingga muncul kebersamaan yang menyenangkan, nyaman suasana lingkungan sekolah dan lainnya … sesungguhnya kita sedang lakukan pencitraan.

BBC LONDON DI SMKN 3 JAKARTA, 28 NOP 2007

Tak perlu undang wartawan, apalagi wartawan bodreks yang medianya tak bisa dibeli di tukang koran, toko buku atau tak dijual di lampu merah, juga tak perlu undang pejabat, karena info dari ratusan warga sekolah, ribuan anggota keluarga dan masyarakat sekitar mengenai sekolah anda akan didengar oleh banyak fihak … membuat wartawan dan pejabat datang tanpa diundang … soal biaya itu relatif, tergantung kemampuan anda mengelola kegiatan.

BULE IRLANDIA MAIN BOLA DI SMKN 36 JKT, 2011

DEPUTY GUBERNUR DKI JKT SERAHKAN SERTIFIKASI INTERNASIONAL KPD PESERTA DIDIK SMK 36, 2010

Pilih mana, lakukan acara gebyar ini itu berdokumentasi dan diberitakan tapi tak punya isi, hanya sekedar pencitraan belaka … atau lakukan kegiatan berisi sarat makna didik anak negeri dalam banyak aspek, diberitakan dan diketahui banyak orang … misi pendidikannya dapat, pencitraannya juga dapat dan di dengar serta diketahui seantero negeri hingga manca negara dalam dunia nyata dan dunia maya.

Sebenarnya sih sederhana saja … lakukan kerja mendidik yang serius dan ikhlas, tak berpamrih, maka kita akan berusaha lakukan yang terbaik, fokus pada misi pendidikan, tak mudah terpengaruh oleh tren sesaat, tapi makna dan kepuasannya bertahan lebih lama. Tak perlu juga kabarkan kesana kemari, karena kabar itu disebar oleh warga sekolah anda plus keluarga dan tetangganya … jangan minta juga balasan dan pujian dari orang lain, sesunguhnya Allah akan membalas setiap perbuatan yang kita lakukan. Berniatlah dalam kebaikan … sisanya Allah yang atur … Selamat lakukan pencitraan buat sekolah anda.

4 FEB 2011


Leave a comment

Tanamkan banyak karakter di Kemerdekaan Negeri, kena banget

LATIHAN

KERJA SAMA SALING SAYANG

PERCAYA DIRI

TANGGUNG JAWAB

DISIPLIN

KREATIF, INOVATIF, PERCAYA DIRI

Upacara kemerdekaan bukan hanya rutinitas tahunan kenang saat merdeka negeri … ada penanaman karakter disiplin, kerja keras, kerja sama, saling hormat, percaya diri, bertanggung jawab, kreatif, inovatif, dll.

Peserta didik SMKN 36 Jakarta, berlatih berhari-hari, gladi resik hingga pelaksanaan dalam suasana yang tertib dan menyenangkan, foto-foto di atas bercerita.


Leave a comment

Mendokumentaskan Kemerdekaan di SMKN 36 Jakarta

SETELAH UPACARA

Alam, Asri, Saya dn Luthfi, TARGETNYA 6 VIDEO upload di Youtube dan ratusan foto yang bisa anda nikmati di facebook saya Dedi D Dwitagama.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,041 other followers