@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


2 Comments

Mengenang Dingin di Seoul, 30 Okt – 7 Nop 2012, Leadership Academy untuk Kepala Sekolah Asia-Pasifik, Thx God

FIRST DAY

Saya mewakili Kepala Sekolah Indonesia pada kegiatan Leadership Academy untuk Kepala Sekolah Asia-Pasifik yang ke-3 diadakan di Seoul pada 30 Oktober ~ 7 November 2012, yang diselenggarakan oleh APCEIU dan disponsori oleh Kantor Metropolitan Seoul Pendidikan. Selama Lokakarya 9-hari, kepala sekolah 32 dari 19 Anggota UNESCO Serikat kawasan Asia-Pasifik dieksplorasi untuk pemahaman yang lebih dalam dan lebih luas dari praktek pendidikan dan sistem sekolah di Asia dan Pasifik. Mereka membangun saling pengertian dan kerjasama untuk visi bersama pendidikan.

AT CLASSROOM

Terdiri dari kuliah, presentasi individu, diskusi kelompok, pameran sekolah, kunjungan sekolah, dan pengajaran EIU kelas, Akademi ini dirancang untuk mengoptimalkan lingkungan untuk berbagi pengalaman dan jaringan oleh kepala sekolah yang berpartisipasi. Peserta bertukar informasi tentang visi mereka tentang manajemen sekolah dan program sekolah khusus mereka, dan menegaskan perlunya peningkatan program pertukaran sekolah dan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Aksi rencana yang disusun oleh kelompok selama Akademi akan dimasukkan sebagai indeks utama untuk membangun dan memelihara jaringan sekolah APCEIU.

DI TAMAN

DI TAMAN

Saya diwawancara untuk publikasi Panitia, selengkapnya ada disini dan disana.

Saya sempat berkunjung Imjinkak, perbatasan dengan Korea Utara lihat jejak kepedihan perang dan ratapan penduduk negeri ginseng, alhamdulillah … terima kasih buat semua yang support.

pedih dan dingin terasa


Leave a comment

Kepala Sekolah Anda Pimpinan atau Pemimpim, yg mana ayooo?

09 Agustus 2012 13:05

Sekolah dan pemimpin, sepintas tak ada hubungan sama sekali di antara keduanya. Namun jika ditelisik lebih jauh, dua hal ini bisa saling mempengaruhi satu sama lain.

Sekolah tanpa pemimpin, apa jadinya. Apa mungkin sekolah tak punya pemimpin? Impossible, ‘kan ada kepala sekolah. Persoalannya, benarkah figur kepala sekolah bisa jalankan peran sebagai pemimpin? Sadarilah, ini persoalan serius yang mesti dihadapi sekolah.

Sekolah butuh pemimpin, tapi tidak sebaliknya. Sekolah akan kehilangan arah andai tak ada kepala sekolah.

Kepala sekolah merupakan sosok yang bisa bangunkan motivasi mengajar para guru, membenahi sistem yang ada, menjadi teladan bagi para murid, penyambung aspirasi antara orang tua dengan pihak sekolah. Tak ada yang sangsikan peran kepala sekolah sangat penting. Penting bukan karena sekadar menyandang status kepala sekolah, tapi mampu jalankan peran serta fungsi.

Bicara soal eksistensi, ada dan tiadanya kepala sekolah tetap jadi perbincangan menarik. Lihat “drama” ketika terjadinya mutasi. Ada kepala sekolah yang ditangisi kepergiannya. Sontak semua stakeholders sekolah meminta dinas pendidikan mengurungkan keputusannya. Tak sedikit juga kepala sekolah yang disyukuri kepergiannya. Bahkan seluruh warga adakan acara syukuran. Mengapa hal ini terjadi?

Kepala sekolah adalah jabatan, setuju? Siapa pun yang menduduki jabatan itu, punyakah dia sifat kepemimpinan? Leader without leadership, itulah persoalan kita.

Jika ada kepala sekolah yang utamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan sekolah, pasti dia punya cara berpikir only for profit. Padahal jelas, sekolah bukan perusahaan apalagi ladang bisnis. Dia pasti akan bilang sekolah tak punya anggaran untuk meningkatkan kompetensi guru, ikutkan siswa dalam lomba-lomba antar sekolah, gaji guru selalu telat dibayar. Tapi di saat bersamaan, gaya hidupnya meruah-ruah. Mobil pribadinya bertambah terus, bangun rumah baru di kawasan elit, kisah yang memilukan bukan?

Sekolah di tangan kepala sekolah macam begini pasti berantakan. Guru-guru demotivasi. Soliditas tim hancur lebur. Sikut sana sikut sini. Guru “terbelah” menjadi dua. Guru yang siap berkongsi dan jadi pendukung kepala sekolah, dia pasti dapat promosi. Guru yang berani nyatakan tak sepakat pasti bisa kena masalah. Minimal dibuat tak nyaman saat bekerja, alih-alih siap-siap dimutasi.

Kepala sekolah seperti itu pasti tinggi hatinya. Dia pasti anti dengan kritik maupun masukan. Dia akan buat jarak antara dirinya dengan semua warga sekolah. Cara berpikirnya pasti semuanya tentang “AKU”. Apa urusannya dengan Anda? Inilah sosok kepala sekolah tak punya sifat kepemimpinan. Dia perankan dirinya sebagai pimpinan bukan pemimpin. Hidupnya pasti rusak dan merusakkan.

Beda lagi dengan cerita kepala sekolah yang satu ini. Bagi dia, “kepala sekolah” hanya sekadar jabatan. Jabatan itu amanah, hal itu tak bersifat abadi. Besok lusa mungkin jabatan itu akan hilang.

Maka selagi masih menjabat, dia pasti berpikir hal terbaik apa yang bisa diberikan untuk keberhasilan sekolah. Pantang dia lakukan korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Karena dia sadar itu akan merusak tim serta menghancurkan sistem sekolah perlahan-lahan.

Suasana keterbukaan dan kebersamaan segera dibangun di awal kepemimpinan. Tak akan ada ghibah serta fitnah karena semua warga sekolah boleh bersuara di forum sekolah. Tanpa disadari, sekolah sedang membangun budaya komunikasi produktif.

Kepala sekolah membuka diri dengan kritik. Ini cara mendidik yang konkret. Guru belajar untuk berani katakan “TIDAK” jika memang itu benar adanya.

Ma’ruf atau tidak cara penyampaiannya, kepala sekolah tundukkan egonya, terima kritiknya, dan segera berbenah diri. Jika kepala sekolah salah, dia akui kesalahan kepada guru, orang tua, bahkan siswa sekali pun.

Yakinlah, harkat martabat kepala sekolah macam ini tak akan hancur berantakan. Justru sikap ini akan pantik simpati dari banyak orang. Guru pun pasti malu kalau tak mampu lakukan hal yang sama pada murid. Semua orang lantas akan bilang, “Kami ikhlas dipimpin kepala sekolah ini”. Kepala sekolah seperti ini hidupnya pasti selamat dan menyelamatkan.

Pemimpin pasti paham untuk apa jabatan itu digunakan. Inilah sedekah terbaik yang bisa dilakukannya, membuat kebijakan yang bermanfaat bagi masa depan sekolah.

Sosok pribadinya sangat mempesona. Mempesona bukan karena tak ada kesalahan yang dibuatnya. Ingat, kepala sekolah bukan manusia setengah dewa kata Iwan Fals. Dia tetap manusia biasa yang kerap lakukan kekeliruan. Kekeliruan itu bisa dimaafkan. Ini namanya proses belajar dan pendewasaan diri.

Jika dia mau terima kritik karena kesalahannya, lalu dia segera perbaiki diri, ini baru TOP MARKOTOP. Tapi, jika egonya tak mampu ditaklukkan, pasti hasrat serta nafsu akan selalu menjadi pemandu dalam mengambil kebijakan. Hasilnya apa? Pastilah keresahan, kegundahan dan kerusakan bagi keberlangsungan sistem sekolah.

Wahai para pengambil kebijakan, pilihlah kepala sekolah yang mampu perankan dirinya jadi pemimpin bukan pimpinan. Cirinya sederhana saja, telisik sisi pribadinya lalu cari tahu apakah dia sosok yang rendah hati. Karena St. Augustine pernah berujar, “Anda ingin naik? Mulailah dengan turun. Anda ingin membangun menara tinggi menjulang? Mulailah dengan menanam fondasinya, yaitu kerendahan hati”.

sumber:
Republika

http://m.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/12/08/09/m8fkmq-kepala-sekolah-pimpinan-atau-pemimpin

Penulis:
Asep Sapa’at
Teacher Trainer di Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa


2 Comments

Kepala Sekolah agar menyapa semua guru dan karyawan di sekolahnya …

Pak Dedi, tolong sampaikan kepada para Kepala Sekolah agar menyapa semua guru dan karyawan di sekolahnya …

Ternyata disapa pimpinan itu jadi sesuatu yang besar nilainya buat seseorang … mungkin karena terlalu sibuk, sehingga kepala sekolah sering tenggelam di ruang kerjanya … karena sering tak cukup waktu untuk keluar ruang didera kerja yang tak henti … sebenarnya kepala sekolah juga sangat senang bisa bercengkrama dengan semua guru dan karyawan …


2 Comments

dia tak tahu bahwa kelinci itu menyenangkan dan asik buat dibelai dan diajak main

seorang bayi menangis tersedu melihat kelinci … dia nangis histeris berlari kesana kemari … dia tak tahu bahwa kelinci itu menyenangkan dan asik buat dibelai dan diajak main.

ada guru yang histeris, omong sana omong sini … tersedu alirkan air yang sulit mengalir bertemu kepala sekolah baru … dia tak tahu bahwa kepala sekolah itu menyenangkan dan asik buat dibelai dan diajak main.

setelah bicara langsung dengan kepala sekolah barunya mereka tenang, senyum dan kembali mendidik anak negeri dengan serius.

rejeki, jodoh dan umur Allah yang atur, bukan kepala sekolah …. berbuat baik aja, sisanya Dia yang atur, love u friends.


13 Comments

Kepala Sekolah, Guru dan Orang tua jadi pesakitan, siapa kini yang mendidik kejujuran?

SIAPA BERTANGGUNG JAWAB?

dua guru dan kepala sekolah SD Gadel II surabaya jadi pesakitan
mereka diberi sangsi karena anjurkan nyontek massal
orang tua peserta didik yang jujur juga jadi pesakitan
diusir oleh penduduk sekitar rumahnya
hingga pindah ke Gresik ketakutan

mungkin, guru itu cuma jalankan tugas kepala sekolah
kepala sekolah jalankan tugas kepala bidang
kepala bidang jalankan tugas kepala dinas
kepala dinas jalankan tugas kepala daerah
kepala daerah jalankan tugas …
guru dan kepala sekolah cuma jadi alat

setelah kejadian
orang tua jujur itu kini jadi alat …
dia digadang kesana-kemari buat berbagai kepentingan

Kepala Sekolah, Guru dan Orang tua jadi pesakitan
kejujuran yang mahal dan makin terlupakan
di negeri yang gemah ripah lohjinawi
dimana tongkat susu dan batu jadi tanaman

Siapa kini yang mendidik kejujuran?


4 Comments

Kepala Sekolah & Peserta Didik NGOBROL di BLOG

ULLAN

Ullan Wulandari Asril, menulis ini di Blognya:

Gue kepilih jadi spoke person dan pergi ke jerman di bulan juni.
Agak speechless pas denger nama gue dipanggil.
Dan gue gak nyangka abis, hahha.

Gue bakal promote tentang programnya plan, anti bullying, pokoknya kasus-kasus hak anak gitu.
Deket banget program ini sama cita-cita gue,
Makasih Ya Allah.

Gue juga bakal nonton World Cup wanita di sana, main bola juga sama orang jerman.

Gue gak bakal sampai begini tanpa dukungan besar dari

Keluarga gue,
I love you the most deh

Sekolah,
Pak Marihot Hutapea dan Bu Nastiti yang udah berkorban banyak. Mobil ketabrak lah, urusan konsumsi lah. Udah sabar banget pokoknya.
Officials, Pak masna, sampai cedera gara-gara ngelatih kita, Ka Ade Hari yang paling sabar, Ka Teguh yang ngeselin,

Pak Dedi Dwitagama yang udah motivate gue macem-macem. You are the real motivator, sir.

Guru-guru lain yang udah mendukung, staff-staff sekolah, Pak Tuan, Pak Zaenal, Pak Sarono. Pak Edi, another counseling teacher yang juga udah nyupport dan ngedoain gue.

Miss Eka yang udah ngebangun fondasi gue lewat english debate.

Special thanks buat temen-temen tim sepak bola siswi SMK 36
Tanpa kalian gue gabakal bisa ngambil langkah besar ini, dan gue juga berjuang untuk kalian :)

Friends, Classmates, Schoolmates,
Yang udah ikut support gue kayak si Ali, si Umam, si Gofur, si Agung, The Girls, si vita yang juga anak tim sepakbola. Semuanya deh.

Plan Indonesia yang udah nge-provide acara ini.

Thank You Very Much ! ! !
Wish me luck !
Susah banyak yang membantu,
Pokoknya tararengkyu yaaa

Dan the last but the most special,

Thank you very much for our god, lord of the lord
Allah SWT

Saya menulis tentang peristiwa itu begini.

Kami saling bicara di blog …  menyenangkan sekali :)


4 Comments

Menikmati Ruang Kerja

nuansa putih dan coklat

nuansa putih dan coklat

Disinilah
hari-hari kerja Saya
menerima tamu
berkoordinasi dengan staf
rapat kecil dan besar
merancang kegiatan
selesaikan kerja

Lukisan nuansa Bali
menggambarkan anak kecil
yang polos memegang topeng
itu mencerminkan misi kami
memberi warna pada anak didik
dengan kreasi, tapi tak perlu bertopeng :D
antarkan anak didik
meraih hari depan lebih baik

4 Nopember 2008

4 Nopember 2008

Ada dua ukiran
kenang-kenangan
dari Keluarga besar
SMK Negeri 1 Gianyar Bali
yang berkunjung ke SMK Negeri 3 Jakarta
beberapa tahun lalu

di meja kerja itu
Saya menerima telepon,
mencari berita, kabarkan berita,
dan terima teman atau siapa saja
yang datang tak banyak
di sudut meja ada radio,
dengan speaker di atas lemari buku
lantunkan beraneka musik
seimbangkan otak kiri kanan
sepanjang hari

Selamat sore Pembaca, bagaimana ruang kerja Anda?


1 Comment

Padat seminggu

Minggu ini
diawali dengan Monitoring & Evaluasi (ME)
selama dua hari
lalu Raker Sudin Jaksel di Pegadaian
Rapat K3SK di SMK Negeri 20 Jakarta
jadi MC di Pekan Olah Raga
Siswa SMA & SMK DKI Jakarta
di GOR Ragunan

Monitor sekolah
lewat telepon, SMS dan email,
hingga tanda tangan di bawah pohon rindang
tepi stadion Sekolah Atlit

Terima kasih teman-teman
semoga Anda semua dalam sehat selalu

Selamat sore Pembaca, bisa istirahat Sabtu ini?


Leave a comment

Iba pada Pengurus K3SK

Hampir setiap kegiatan Dinas
yang libatkan sekolah
Kepala Sekolah yang jadi
Pengurus Kelompok Kerja Kepala SMK (K3SK)
hampir selalu jadi tumpuan
mereka kerja ini-itu
hingga harus tinggalkan sekolah

Ujian Nasional, Gebyar Muharam, Buka Puasa Bersama,
Halal Bi Halal, LKS, Zikir Bersama, PORSENI,
PGRI, dan masih banyak lagi

Sementara pada rapat-rapat, diingatkan
“Kepala Sekolah tak boleh sering-sering keluar”,
“Tak boleh tinggalkan sekolah”,
“Hasil Ujian Nasional jadi patokan keberhasilan”,

Mungkin kita harus introspeksi,
jika konsisten,
kepala sekolah tak harus dilibatkan
pada kegiatan di luar sekolah
agar mereka selalu
stay di Sekolah

Tapi maaf,
Bp Gatot HP dan Bp Jorlin Pakpahan mengatakan
“Biasanya, Kepala Sekolah yang selalu di tempat, Sekolahnya tak berkembang”

Selamat pagi Pembaca, sampaikan salam Saya buat Kepala Sekolah Anda


Leave a comment

Menganalisis Komposisi Sekolah

awal tahun di SMK 3 Jkt

awal tahun di SMK 3 Jkt

Perhatikan komposisi sekolah
mayoritas terdiri dari murid dan orang tua
berikutnya adalah guru dan karyawan
komite sekolah lebih sedikit jumlahnya
stakeholder lainnya; seperti dunia usaha dan birokrat
satu orang kepala sekolah

berdasarkan analogi jumlah
seharusnya murid-muridlah yang mendorong
perjalanan sekolah menuju yang terbaik
guru dan karyawan menjadi motor bertenaga besar
komite sekolah turut serta
stakeholder mendampingi
kepala sekolah tinggal tentukan strategi

Coba amati
sekolah Anda
selama karier Anda
siapakah yang lebih mendorong
pengembangan sekolah ke arah seharusnya?

“Ditempat kami guru dan karyawan”, bagus itu
“Kalau murid, mereka pasrah aja”, ga bagus itu
“Orang tua murid, kurang peduli”, harus dilibatkan mereka itu
“Tergantung Kepala Sekolah”, parah itu
“Guru dan karyawan asal kerja aja”, gawat itu

Selain mengajar
guru seharusnya dilibatkan
mengelola sekolah
Kepala Sekolah harus membagi kerja
kepada guru-guru
agar mereka mampu belajar jadi manajer di sekolah
selanjutnya akan terjadi regenerasi

Indikatornya sederhana
coba hitung berapa banyak guru
di sekolah Anda yang menjadi Kepala Sekolah
Jika di daerah Anda rekruitmennya berlangsung fair
dan dari Sekolah anda banyak yang lulus
maka proses manajeman dan regenerasi di sekolah Anda
bisa dikatakan baik

“Wah, sudah cukup lama dari Sekolah kami tak ada yang berkembang”
maka konsep regenerasi atau SOP pemilihan staf atau wakil kepsek
perlu ditinjau ulang
dan itu dapat dimulai dari
murid, guru dan karyawan
yang jumlahnya mayoritas

Selamat pagi pembaca, Anda peduli terhadap sekolah?


1 Comment

Pertanyakan Kepala Sekolah

Beginilah suasana rapat kami

Beginilah suasana rapat kami

Sering terjadi, pengawan kami Bp H. Harsono datang ke ruang kerja Saya
ketika Saya dan teman-teman melakukan rapat.
Selalu Saya meminta beliau sampaikan arahan,
info terkini atau lainnya.
Beliau dengan senang hati melakukannya,
dan ternyata memang banyak hall yang berguna
buat kami

Suatu ketika, belaiu pernah katakan begini,
“Kegiatan koordinasi semacam ini perlu terus dijaga”

Saya menjawab; “Buat kami ini hal yang biasa, Pak”
Bp Harsono menimpali; “Ada Kepala Sekolah yang hampir tak pernah rapat koordinasi, walau setahun sekali”

Kami tak berlanjut bicarakan hal itu, karena ada topik lain jadi bahasan berdua … hingga kini Saya sering bertanya; “Kenapa Kepala Sekolah tak berani rapat dengan peserta yang banyak?”
Mungkin pekerjaan sudah beres dengan hanya bicarakan dengan satu orang saja, selanjutnya orang itu bicarakan dengan lainnya … he he rapat berantai :D

Selamat pagi Pembaca, seberapa sering Anda meeting dalam sebulan?


2 Comments

Berbahagia dengan TIM BELA NEGARA DKI JAKARTA yang ekspresif

ayo berani berekspresi, karena kesempatan tak selalu ada

ayo berani berekspresi, karena kesempatan tak selalu ada

Lihatlah wajah finalis pemilihan tim belanegara DKI Jakarta didampingi juri Bp Bahar, mereka sangat ekspresif, siap untuk menerima tugas menjadi duta DKI Jakarta pada kegiatan Gelar Prestasi Bela Negara tingkat Nasional di Bandung 22 Oktober 2008.

Selamat untuk yang terpilih, yang belum berhasil tak perlu down, karena kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, silahkan cari kesempaan dan peluang kompetisi lainnya, gunakan pelajaran dari peristiw yang Anda alami untuk berpreatasi lebih baik. Kepada lima orang anggota tim yang terpilih Anda ditunggu di SMK Negeri 3 Jakarta hari Senin Pk. 13.00 untuk memulai Pemusatan Latihan selama satu minggu, hingga hari Sabtu mendatang.

“Lebih baik bersimbah darah saat latihan dari pada hilang nyawa saat pertempuran”, itu motto tentara yang digunakan untuk menggambarkan betapa pentingnya persiapan, oleh sebab itu kita harus segera bersatu dalam kebersamaan untuk bersinergi siap hadapi lawan se antero negeri.

Print berita ini dan tunjukan kepada Kepala Sekolah anda, kita akan berlatih untuk kekompakan tim dan persiapan mental agar siap menghadapi tantangan dan siap untuk berprestasi. Hasil selengkapnya silahkan unduh rekap hasil-akhir-tim-belanegara-dki-jakarta1

Terima kasih atas bantuan dan kerjasama para Juri dan semua fihak yang mendukung kegiatan ini. Memberi kesempatan anak didik berkompetisi, rasakan kemenangan, kekalahan, ketegangan dan berbagai hal saat lomba sangat besar nilainya, karena negeri ini butuh orang-orang punya mental kompetisi agar kita tak terus terpuruk di tengah dunia yang berkecamuk, ayo masuk dalam kelompok orang-orang berprestasi, selamat berjuang.

Apa prestasi Anda hari ini?


3 Comments

Berjabat dengan semua

Dengan semua

"Kosong-kosong lagi ya Pak" kata mereka

Antar sesama murid

Antar sesama murid

Hari pertama kembali ke sekolah, kami halal bihalal semua keluarga besar SMK Negeri 3 Jakarta … kepala sekolah dengan guru, murid, antar guru, antar murid an tata usaha … semua deh pokoknya, berjabat hati … kembali ke hati nurani


Leave a comment

Menyapa Kepala Sekolah

Menengok Bazar 2007

Menengok Bazar 2007

Selamat pagi Bapak, Ibu
semoga hari ini dalam sehat
sejahtera senantiasa

Seberapa banyak Anda bicara
pada guru, karyawan atau siswa Anda?

Apakah Anda senang
beri wejangan atau sambutan berjam-jam
hingga sulit berhenti
sementara orang-orang jemu mendengar

Atau Anda gemar berbuat
memberi contoh hal-hal baik
yang seharusnya dilakukan
Bersalaman dengan setiap murid,
guru dan karyawan pagi hari,
tebarkan senyum, kontrol ke kelas-kelas
memastikan apakah kegiatan belajar
sudah berlangsung

lalu Anda masuk ruang kerja Anda
kerjakan berbagai hal untuk sekolah
banyak hal Anda kerjakan sendiri
termasuk membuat konsep surat keluar

atau Anda punya dua hingga empat orang
yang sangat Anda andalkan
untuk semua pekerjaan di sekolah
sehingga hampir semua beban kerja
sekolah berpusat pada tim inti Anda

Coba amati kepanitiaan sepanjang tahun
adakah orang yang selalu jadi panitia
atau ada orang yang tak pernah terlibat kerja

Maaf,
salaman Anda di pagi hari,
senyum dan berkeliling kelas,
jadi kurang bermakna

karena guru-guru, karyawan dan siswa
tak mengerti banyak hal tentang sekolah
dan hanya jadi robot-robot berseragam
jalankan instruksi pimpinan

Tell me, and I will forget,
Show me, and I may remember,
Involve me, and I will understand
(Confusus, 450M)

Bagaimana Anda melibatkan warga sekolah?


Leave a comment

Pertukarkan Info & Ide

Pagi hari, Ibu Latifa, Kepala SMK Negeri 41 Jakarta yang Bendahara K3SK DKI Jakarta kontak Saya koordinasikan kegiatan di Dinas Dikmenti besok … sudah lama kami tak komunikasi … jadilah percakapan pagi ini sarat dengan pertukaran info, ide dan banyak lagi lainnya, terima kasih … semoga Ibu sehat senantiasa dan sukses selalu.

Siapa yang menelpon Anda pagi ini?


1 Comment

Menghadiri Isro mi’roj & silaturahmi jelang puasa

Pembacaan Al Qur'an sebagai pembuka acara

Pembacaan Al Qur

Menyambut Ramadhan 1429 H, keluarga besar SMK 3 mendapat siraman rohani dari ustadz Ichrom yang tampil sebagai pembicara dalam Kegiatan memperingati Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini sekaligus juga dalam rangka menyambut ramadhan sehingga semua warga sekolah sudah memiliki bekal dalam mejalankan ibadah puasa nanti.Acara dibuka dengan pembacaan Al Qur’an kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari anak-anak Rohis.

Ustadz Ichrom

Ustadz Ichrom

Sebelum acara inti hikmah Isra Mi’raj oleh ustadz Ichrom, Pembina Rohis yaitu Ustadz Arif sholeh memberikan sambutan yang intinya beliau mengupas keistimewaan angka 17. Menurut beliau angka 17 memilki keistimewaan yaitu 1. 17 sebagai hari kemerdekaan negara kita yang baru saja diperingati, 2. Sholat wajib 5 waktu seluruhnya berjumlah 17 rakaat, dan 3. Al qur’an diturunkan pertama kali pada tanggal 17 ramadhan.

Para Guru dan Tata usaha sedang khusuk mendengarkan

Para Guru dan Tata usaha sedang khusuk mendengarkan

Yang terakhir Saya diberi kesempatan sampaikan sambutan yang intinya sangat berterima kasih sekali bahwa kegiatan ini bisa berjalan dengan baik berkat kerja sama semua unsur. Berharap kebersamaan ini bisa terus berlanjut sehingga kegiatan-kegiatan lainya di masa yang akan datang akan lebih baik lagi.

Dalam ceramahnya, ustadz Ichrom lebih banyak mengupas hal-hal yang “berbau” dunia remaja dan permasalahannya dari sudut pandang Islam sehingga ceramahnya lebih hidup, interaktif dan para siswa lebih antusias. Bahkan terkadang juga dibarengi dengan tanya jawab. Di akhir ceramah beliau memimpin muhasabah sehingga banyak para siswa perempuan yang menangis. Mudah-mudahan ini akan memberikan energi positif pada kami semua.

Teks & foto: Hary’s blog


4 Comments

Kepala Sekolah VS Caleg

Apa maksud posting ini?
Kepala Sekolah melawan Calon Legislatif?
Siapa lawan siapa tepatnya?

Hari ini pendaftaran Caleg berakhir pukul 00.00 WIB
Saya terkenang peristiwa pertengahan Juli 2008
Setelah melepas Pak Kunandar tuntas mengupgrade teman-teman
di ruang TU Saya ditunggu seseorang

Usia beliau lewat umur pensiun
berpakaian rapih, perlente tanpa dasi
di kerah baju sebelah kiri
bertengger logo partai terbuat dari logam
lambang partai yang besar dan berkuasa

Beliau ajukan fotocopi ijazah untuk dilegalisir
Saya teliti data-datanya
di ijazah SMK, buku induk sekolah, ijazah Sarjana, dll
ternyata ada beberapa data yang tak sinkron
Saya tak mau tanda tangan
Orang itu mendesak dan menyalak
sebut banyak nama besar dibalik dirinya

Akhirnya Saya minta ybs
untuk membuka logo di bajunya
dan berhenti menyebut nama-nama besar
“Karena Saya makin tahu bahwa Bapak BUKAN SIAPA-SIAPA”

Saya pisah dengan ybs
karena harus sholat Jumat
Saat kembali ke Sekolah dia datang lagi

Dengan nada lembut dan syahdu
dia nyatakan bahwa
“Saya menangis saat Sholat Jumat, memohon agar masalah ini bisa tuntas segera … “
Saya bilang, “Saya tak akan tanda tangan sebelum Bapak dapat meluruskan data-data yang bengkok”

Dia pergi … dan tak kembali
hingga batas akhir penyerahan nama Caleg ke KPU

Anda caleg?
Anda artis dan caleg?
Anda akan memilih caleg?
Mau jumpa Kepala Sekolah untuk Legalisir? :D


2 Comments

Tantangan KEPALA SEKOLAH

Tantangan memimpin sekolah dari Blog Guru Kreatif, Agus Sampurno.

1. Memastikan kualitas pembelajaran di kelas
Apakah kurikulum yang ada sudah menghargai keberagaman siswa? Apakah guru kreatif dalam mengembangkan kurikulum dan menempatkan siswa sebagai subyek? Di kelas apakah guru dan siswa bekerja sama dalam mewujudkan kemajuan bagi sekolah? Apakah guru dan siswa mempunyai keterampilan dan kemampuan untuk mewujudkan hal-hal yang sudah digariskan bersama-sama?
2. Jalannya sekolah secara keseluruhan.
Apakah sekolah menjalani event-event dengan baik dan tepat waktu? Bagaimana dengan keterlibatan siswa, guru dan orang tua murid dalam menyukseskan program yang sekolah lakukan? Bagaimana lingkungan atau suasana disekolah?apakah guru baru tidak ditekan oleh guru lama? Begitu juga dengan siswa, apakah siswa baru nyaman perasaannya? Bagaimana dengan toilet, tempat parkir, mutu satpam? Bagaimana bila seseorang menelepon sekolah kita? Siapa yang akan mengangkat, lalu ucapan apa untuk menyambut? Bagaimana sampah sekolah anda dikelola?
3. Bagaimana kepala sekolah bekerjasama dengan unsur masyarakat diluar sekolah.
Jika anda sekolah swasta yang baik, sudahkah anda mendukung sekolah-sekolah yang lebih kecil disekitar sekolah anda? Melatih guru mereka? Sudahkah anda mendukung kegiatan mereka? Sebab bila anda sudah lakukan jalan menuju saling pengertian dengan diknas setempat akan lebih mudah.Sudahkah anda menjadikan orang-orang disekitar sekolah anda sebagai sumber pembelajaran dikelas, ingat sekolah yang baik menjadikan individu-individu yang ada disekolah atau disekitar sekolah sebagai sumber pembelajaran. Misalnya mengundang nara sumber mantan pejuang kemerdekaan untuk menjadi bintang tamu saat kelas  berbicara mengenai topik pahlawan atau kemerdekaan.


3 Comments

Rapat dengan PERWAKILAN SISWA

SMK Negeri 3 Jakarta

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Drs. Deni Triwardana ajukan usul untuk ulangi kegiatan bagus yang pernah dilakukan Kepala SMK Negeri 3 Jakarta yang terdahulu, yaitu Bapak Simangunsong. Kegiatannya adalah pertemuan dengan pengurus kelas yang dilakukan sebulan sekali, dengan mengikutsertakan para wakil atau struktur lainnya. Suatu usul yang sangat baik, dan harus dilaksanakan … kami mengumpulkan 16 ketua kelas di SMK Negeri 3 Jakarta, ada satu pria yang jadi ketua kelas, lainnya wanita.

Selain Pak Deni, Pak Haji Bustamam Ismail, Bu Masnur dan Pak Kalis Tegoyono mendampingi Saya berdialog dengan delegasi siswa. Kami bicarakan banyak hal dari mulai yang ringan hingga tak ringan … tapi tak ada yang berat, karena semua diniatkan untuk kebaikan. Para ketua kelas menyampaikan berbagai hal secara objektif tentang sarana, guru, teman dan lainnya dengan mengangkat hal-hal yang positif dan negatif disekitarnya. Hal ini secara sadar kami dorong agar siswa terbiasa objektif melihat situasi dan mampu mengkomunikasikan dalam forum resmi secara runtut dan sistematis.

Bulan depan kegiatan ini akan dilakukan lagi dengan Pemandunya Ketua Kelas III Ak 1 dan pembaca doanya Ketua Kelas X Ak 1, hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran mengelola  pertemuan atau rapat, agar nereka jadi terbiasa dan sudah mahir mengelola rapat saat masuki dunia kerja.

Foto: Omen


Leave a comment

Kepala Sekolah, Walikota & Adipura

Senin, 19 Mei 2008. Kepala SD, SMP, SMA dan SMK se Jakarta Pusat diundang untuk hadir di Ruang Serba Guna Kantor Walikota Jakarta Pusat, didampingi oleh Kepala Sudin Dikmenti Andre Kunarso, M.Ed dan Kepala Sudin Dikdas Istariningtyas, M.Pd beserta jajarannya … ada juga para camat se Jakarta Pusat.

Inti pertemuan adalah koordinasi berhubungan persiapan penilaian Adipura … dimana point penilaian sekolah cukup besar. Ibu Walikota memberi arahan, memotivasi, mendorong dan memberi apresiasi untuk banyak sekolah yang bagus … di akhir pertemuan Ibu Walikota menjaring masukan dari setiap perwakilan Sekolah … berbagai hal dkeluhkan dan haru ditindaklanjuti … ada kekumuhan kaki lima di sekitar sekolah … ada jamban umum di jalan masuk sekolah …. ada lahan sekolah yang ditempati oleh sekelompok orang … dan beberapa masalah lain.

Secara bernas Ibu DR. Silvyana Murni yang mantan Kepala Dikdas DKI Jakarta merespon keluhan dan arahkan paa camat untuk menindaklanjuti … terima kasih Ibu Walikota … kami tunggu tindak lanjutnya … semoga Ibu dalam sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT agar sukses pimpin Jakarta Pusat … maaf Bu … lain kali jangan terlalu lama terlambatya … sehingga kami harus menunggu dalam kondisi yang tak produktif

Image: http://www.beritajakarta.com


1 Comment

Kepala Sekolah Hebat

Ada yang menarik dari arahan Wakil Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta, H. Ibnu Sabiin Hatta ketika menutup Workshop dan Outbond Kepala SMA & SMK DKI Jakarta di Lembah Hijau Ciloto Minggu siang ini.

Apakah anda merasa jadi kepala sekolah hebat jika ditempatkan di sekolah yang bagus?… menurut beliau banyak faktor yang mempengaruhi seorang kepala sekolah ditempatkan dimana … jadi jangan merasa hebat jika ditempatkan di sekolah yang bagus atau merasa kecil hati jika ditempatkan di sekolah yang kecil … lalu, apakah kriteria penempatan seorang kepala sekolah? … menarik juga buat kajian MKKS atau K3SK


Leave a comment

KEPALA SMP dan TIK

dini1.jpgSaat posting ini dibuat di Lab Komputer SMK Negeri 3 Jakarta, sedang berlangsung Pelatihan TIK untuk Kepala SMP Negeri se Jakarta Pusat … mereka semangat sekali, selama beberapa minggu setiap hari Sabtu datang ke ICT Center Jakarta Pusat di SMK Negeri 3 Jakarta.

Sambil persiapkan Notebooknya seorang Kepala Sekolah berkata:

“Yang masih lama jadi Kepala Sekolah harus bisa komputer” , …

Seorang Ibu Kepala Sekolah menjawab,

“Lho … mungkin sebaliknya … mereka yang tak lama lagi jadi Kepala Sekolah harus bisa Komputer … sehingga kalo jadi Pengawas, tak hanya bicara atau foto kopi, tapi dengan tayangan slide … “

Continue reading


2 Comments

MKS SMP Jkt Pusat IN ACTION

dwitagamasmp8.jpg

Pagi ini, bertempat di SMP Negeri 8 Jakarta Saya presentasi tentang pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Kepala Sekolah … audiencenya Kepala SMP se Jakarta Pusat. SMK Negeri 3 Jakarta sebagai ICT Center Jakarta Pusat mendapat kepercayaan dari MKS SMP Jakarta Pusat untuk memberikan pelatihan kepada semua Kepala SMP Negeri se Jakarta Pusat … diharapkan pada akhir kegiatan semua kepala SMP Negeri di Jakarta Pusat makin canggih dalam penggunaan TIK sehingga bisa wujudkan komitmen Dinas Dikdas DKI Jakarta yang menerapkan ISO 9000 : 2001 untuk semua sekolah di lingkungan Dikdas … selamat mengikuti pelatihan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,041 other followers