@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


1 Comment

Bagiono DS Kepala STM Pembangunan Semarang mendahului UNESCO 30 tahun

Ternyata Bapak Bagiono DS pemikiran dan tindakannya jauh lebih dulu dibanding UNESCO.
Saat Peringatan Ulang Tahun Beliau ke-75 di Jakarta, 5 Februari 2011 .. Saya mewawancarai mantan murid-muridnya yang masih bekerja dan sudah pensiun berkarya.
Mereka dulu sekolah di STM Pembangunan Semarang lulus tahun 1975, hingga 1978.

BERMUSIK DI ULANG TAHUNNYA

Disiplin dan Percaya diri adalah dua hal penting yang ditanamkan Pak Bag kepada muridnya.

Pak Bag sebagai Kepala Sekolah STM Pembangunan Semarang pada awal tahun tujuhpuluhan, demikian murid-murid memanggilnya mendorong anak didiknya untuk mengetahui dan menerapkan ilmu di kelasnya dalam kehidupan nyata … betapa mereka masih mengenang membuat sepeda tandem, GOKART dengan mesin motor yang rangkanya di las sendiri.

Kemampuan penguasaaan pelajaran didorong dengan menerapkan standar yang tinggi, seleksi dilakukan ketat untuk calon murid STM Pembangunan Semarang sehingga yang menjadi murid STM Pembangunan Semarang sangat bangga menjadi murid dekolah itu dan ketika lulus mampu lulus tes diterima di ITB, UI, ITS, UNDIP dan Perguruan Tinggi lainnya.

Saat itu awal tahun tujuhpuluhan … Walau pendidikan mereka adalah Teknik atau STM, murid STM Pembangunan Semarang didorong untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi lewat berbagai kegiatan ekstra kurikuler seperti olah raga dan seni … murid-murid didukung mengadakan LOMBA FOLK SONG se Kota Semarang.

Ada tugas pelajar STM Pembangunan Semarang setiap tahun berkunjung dan bekerja di Sekolah Anak Cacat di Semarang, memperbaiki tempat tidur mereka yang rusak dengan mengelasnya, perbaiki saluran air kamar mandi, … untuk merasakan kehidupan orang-orang yang kurang beruntung sehingga timbul rasa kesetiakawanan untuk hidup bersama

Berbagai etnis murid-muridnya ada Jawa, Cina dan lainnya tak dibeda-bedakan dengan menyatukan mereka dalam berbagai kegiatan OSIS, ekskul, rekayasa dan lainnya. Ada pelajaran berbagai bahasa dunia seperti; Inggris, Mandarin, China, Jerman, Perancis.

Selain banyak mantan muridnya, Prof. Dr. Doed Yoesoef, mantan Menteri Pendidikan RI, Pak Raden (Unyil), Bapak Mustaghfirin, pejabat di Kemendikbud RI hadir di ulang tahunnya yang terasa sangat Semarang … teruslah menginspirasi, smg sehat selalu … negeri ini masih membutuhanmu.

Setelah awal tujuhpuluhan Pak Bag menerapkan model pendidikan yang bagus, hampir 30 tahun kemudian UNESCO, sekitar tahun 1997 sudah mulai menggali kembali dan memperkenalkan The Four Pillars of Education untuk mengantisipasi perubahan yang bukan hanya linear tetapi mungkin eksponensial yang diantisipasi akan terjadi dalam masyarakat yang mengglobal. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,017 other followers