@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Karena anak sekolah akrab terbiasa berteman Mereka bertemu bergembira Karena dunia itu satu Kita harus bersatu

Lihat tulisan di balik jaket itu
Dunia cuam satu
Kenapa kita tak bersatu

Kalau cuma berbeda sekolah
Berbeda nomor route bis
Kenapa saling ejek di halte
Saling teriak di pinggir jalan
Saling ejek di medi sosial
Saling lempar batu
Saling tunjukan senjata tajam
Kenapa harus berkelahi
Kenapa saling bunuh

Ada piket & satpam di sekolah
Seharusnya bisa tahu dimana murid sembunyikan senjata tajam
Ada wali kelas dan guru pembina siawa
Seharusnya bisa tahu murid yang nakal & suka tawuran
Ada SATPOL PP di setiap Kelurahan
Seharusnya tahu ada gejala tawuran
Ad POS POLISI di setiap Kecamatan
Seharusnya ada intel yang tahu akan ada tawuran

Sebelum terjadi anak-anak sekolah bisa digiring segera naik angkutan pulang
Jika sudah diingatkan masih melakukan tawuran itu kriminal
Tangkap saja dan di proses karenabawa senjatatajam
Dan mengganggu ketertiban umum
Segera buatkan BAP, ditahan & diadili
Berikan ganjaran hukum sesuai pelanggaran

Sekolah harus membuat peraturan tata tertib
Yang isinya jika murid terlibat tawuran, tertangkap polisi apalagi membunuh
Langsung dikeluarkan dari sekolah
Murid dan orangtua murid menandatangani di atas materai
Saat penerimaan murid baru hal itu disepakati
Jika ada murid yang melanggar aturan, terapkan dengan tegas
Maka sekolah bisa fokus mendidik tak diganggu masalah tawuran, dsb

Jika ada murid yang terlibat tawuran
Bahkan pernah tertangkap polisi tapi tak diproses hukum
Sekolah tak memberi sangsi sesuai aturan tata tertib
Maka murid itu akan mempengaruhi teman-temannya
Untuk melakukan hal yang sama
Berani melawan orang tua
Berani melawan guru
Berani melawan sekolah
Berani melawan polisi
Berani melawan anak sekolah lain
Berani bawa senjata tajam
Berani membunuh anak sekolah lain

Tawuran bisa dihapus
Dengan aturan yang bagus dan konsisten
Anak-anak yang suka tempur terus
Diberi kesempatan bertarung lewat ekskul beladiri, olahraga, seni, dsb
Atau daripada lari-larian di jalan
Adakan lomba balap lari antar sekolah di stadion atau di monas
Adakan berbagai lomba dengan hadiah yang menarik
Salurkan beragam bakat & minat murid secara teratur
Yang suka perang bisa diadu tanding olahraga pinball di pinggir kota
Mereka bisa saling tembak dan adu strategi seperti tentara

Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah harus memfasilitasi itu
Jika masih ada sekolah yang melakukan tawuran
Tutup saja, tak boleh terima murid baru tahun depan
Hal ini sudah dilakukan di Purwakarta Jawa Barat
Agar sekolah serius mendidik murid-muridnya

Betapa nyaman lalu lintas Jakarta
Walau panas, macet dan berdebu
Tak ada rasa was-was kena lempar batu
Tak ada khawatir anak sekolah terbunuh
Karena anak sekolah akrab terbiasa berteman
Mereka bertemu bergembira
Karena dunia itu satu
Kita harus bersatu


2 Comments

Tawuran pelajar, bikin sesama rakyat berkelahi

20140613-145618.jpg
Anak salah
Orang tua lengah
Sekolah kalah
Polisi lelah
Dinas Pendidikan tak tergugah
Pemda terengah
Kemendikbud dimana entah
Warga marah

Khawatir harta yang sedikit rusak
Atau langganan lari terdesak
Takut batu & senjata tajam berserak
Akhirnya warga mengeroyok anak sekolah yang terpojok
Agar tak lagi tawuran di lokasi warga
Mereka marah karena jemu dan lelah melihat anak sekolah yang salah arah


Leave a comment

kamu adalah sesuai yang kamu bawa

20140606-115248.jpg
anak sekolah atau mahasiswa yang siapkan barang-barang di atas menyambut hari jumat, bisa dipastikan dia adalah orang baik yang membawa barang-barang baik untuk berbuat baik, memberi kebaikan buat manusia dan alam semesta.

Jika anak sekolah menyiapkan celurit, pisau belati, roda gir atau benda-benda lain untuk dibawa ke sekolah, bersepakat dengan teman basis atau jalur pergi/pulang yang sama. Dia sedang mempercepat kematiannya.


6 Comments

Video mesum, ekskul dicurigai, … , tawuran bertambah, ada yang mati lagi?

TAK BOLEH LAGI?

TAK BOLEH LAGI?

Kejadian anak SMP membuat video mesum di ruang kelas disikapi beragam, diantaranya dengan melarang sekolah berada di sekolah setelah jam pelajaran usai. Pernahkan Anda amati lingkungan tempat tinggal anak-anak Jakarta? Mereka hampir tak memiliki ruang terbuka buat bermain, rumahnya kecil, di dalam gang, ruangan sangat terbatas, sering tidur berhimpit jika malam … sulit sekali mencari tempat bermain … tak ada lapangan di sekitar rumah, hampir semua berubah jadi bangunan tepat tinggal atau ruang usaha.

Saya khawatir, larangan berada di sekolah setelah jam pelajaran usai membuat murid enggan melakukan kegiatan ekskul karena rasa dicurigai oleh para guru … ini berbahaya: mereka akan bertebaran di jalan dan tempat-tempat umum lainnya … tawuran bakal makin banyak, karena mereka bertemu di jalan .. semoga kekhawatiran saya tak terjadi, bagaimana menurut Anda?


8 Comments

Percakapan Guru sikapi TAWURAN

20131018-142212.jpg

Merespon tawuran hungga menelan korban, dimana salah satu pelakunya pelajar kelas tiga sebuah sekolah menengah:

Guru 1: murid itu sudah dua kali ketangkep polisi karena tawuran, membajak bis … seharusnya murid itu sudah dikeluarkan dari sekolah karena tidak ada motivasi belajar… dia merasa jumawa karena sekolah tak berani mengeluarkan diriya, sehingga kenakalannya semakin gila.

Jika di keluarkan, mungkin dia sudah bekerja mencari uang untuk menghidupi diri sendiri dan makin banyak pengalaman di masyarakat, dalam kondisi tak berseragam niat untuk tawuran dan anarki jadi tak ada karena resikonya akan ditanggung sendiri.

Guru 2: guru tak boleh mengeluarkan anak murid, sekolah harus berusaha membentuk perilaku yang baik … Berbagai upaya harus dilakukan untuk merubah anak yang nakal menjadi baik.

Guru 3: bagaimana jika dikeluarkan, murid itu pindah sekolah, dan bersama teman-teman di sekolah barunya mengancam murid-murid sekolah terdahulu, sehingga tawuran terus terjadi.

Guru 4: saya sih tak peduli apa yg mereka lakukan di luar, yang penting saat saya mengajardi kelasnya mereka baik-baik aja

Guru 5: kenapa kalian sibuk-sibuk urusin anak murid, sementara ayah ibu yang melahirkannya tak peduli dengan kelakuan anaknya, sebagai guru yang penting kita masuk kelas saat jam mengajar, keluar setelah selesai, kelakuan atau moral anak itu urusan orang tuanya.

Guru 6: waduuuh … Saya harus bersikap bagaimana?

Sementara di ruang kelas, di tempat nongkrong anak-anak sekolah, mereka terus merancang strategi menghajar pelajar sekolah lain, persiapkan senjata tajam, atur strategi kelompok, jadwal tanggal yang bisajadi momentum berita di media … dan para orang tua makin takut, was-was setiap melepas anaknya ke sekolah, apakah bakal mati jadi korban tawuran hari ini?

Jika anda sebagai guru? Bagaimana sikap anda?


Leave a comment

Paul Mc Cartney sudah ingatkan tentang tawuran th 1963, hari gini masih aja ada

Lagu We Can Work It Out yang diciptakan Paul Mc Cartney anggota The Beatles pada tahun 1963, tetap saja masih hangat topiknya … kita masih aja sering rewel dan berkelahi, tawuran dengan sesama … padahal, waktu terlslu singkat buat itu … berbuat baik ja yuuu, happy deh.

Hidup ini sangat pendek,
dan ada waktu untuk rewel dan berkelahi, teman saya.
Saya selalu berpikir bahwa itu adalah kejahatan

Syair lengkap lagu yang berjudl  Can Work It Out adalah sebagai berikut:

Try to see it my way,
Do I have to keep on talking till I can’t go on?
While you see it your way,
Run the risk of knowing that our love may soon be gone.

Chorus:

We can work it out,
We can work it out.

Verse #2
Think of what you’re saying.
You can get it wrong and still you think that it’s all right.
Think of what I’m saying,
We can work it out and get it straight, or say good night.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.

Bridge:
Life is very short, and there’s no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it’s a crime,
So I will ask you once again.

Verse #3
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There’s a chance that we might fall apart before too long.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.

Bridge:
Life is very short, and there’s no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it’s a crime,
So I will ask you once again.

Verse #4
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There’s a chance that we might fall apart before too long.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.


Leave a comment

Membina satu murid rusak atau delapan ratus murid baik?

ILLUSTRASI

Seorang pembaca blog saya berkomentar pada tulisan saya seperti ini:

Jangan dibinasakan, ehmmm, pernah nonton GTO (great teacher onizuka, lagi-lagi terinspirasi komik), ehm, seadnainya murid2 seperti itu bisa di binna, saya sendiri belom ada ide sih, tapi sepertinya harus ada yang bisa sabaaar banget dan kasih kepercayaan, ngayomi, special kali yah gurunya. heheheheh
*maap ngawur

Saya menjawabnya begini:

Seorang murid sudah dibina melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

- Konseling individu 10 kali dengan wali kelas selama satu semester,

- Dipanggil orang tuanya 3 kali oleh wali kelas dan konseling bersama murid dan ortu,

- 3 kali konseling individu oleh Guru BK dan 3 kali konseling bersama orang tuanya,

- 1 kali konseling individu dan konseling bersama orang tua dengan Tim Kesiswaan,

Jumlah totalnya 21 kali pembinaan … anak itu masih gemar membawa senjata tajam dan tawuran … sementara berbagai pilihan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah tak menarik minatnya, tawaran bikin kegiatan ekskul yang baru tak diambilnya …

Jika satu siswa diurus menggerus energi, delapan ratus lebih siswa yang baik menunggu untuk disentuh, dibina, disapa dan diberikan apresiasi atas kebaikan dan komitmen baiknya agar mereka lebih cepat mencapai target-target hidupnya buat jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat buat sesama.

seperti yg anda tulis di akhir komment … mungkin anda ngawur (saya maafkan) karena anda tak mengalami langsung situasinya.

Pada tulisan lain beliau juga berkomentar, begini:

Sedihnya, hal yang sia-sia berujung suram. semoga yang lain gak ikutan begitu

Saya menjawab ini:

mungkin jika “dia” dibinasakan lebih awal dan tidak berada ditempat itu … kemudian dia memilih sekolah yang lebih sesuai dengan minatnya, barangkali “dia” lebih serius sekolah dan tak berniat bawa senjata apalagi membunuh … atau jika sudah tak berminat belajar atau sekolah, dia bisa bisnis atau jadi pengusaha yang kaya sejak muda dan bisa bersenang-senang dengan hasil kerjanya tanpa lelah lari-larian di jalan, bikin repot guru, sekolah, Dinas Pendidikan, PEMDA, Polisi, hingga membunuh atau dibunuh … terima kasih


Leave a comment

Dokumentasikan pencegahan tawuran di sekolah, menyenangkan buat dikenang, happy deh

20130827-112744.jpg

20130827-112812.jpg

20130827-112848.jpg

20130827-113032.jpg

20130827-113107.jpg
Memberi kesempatan kepada murid untuk mengaktualiasikan diri lewat berbagai kegiatansesuai minat atau hobby murid sehingga energi murid dan perhatian terfokus kepada hal-hal baik dan bermanfaat buat pembentukan karakter.

Untuk murid yang punya minat di luar kegiatan Ekskul yang ada di sekolah, saya mendorong mereka untuk membentuk ekskul baru dan mengapresiasi kegiatannya hingga meraih prestasi.

20130827-113708.jpg
Foto di atas adalah ekskul baru di sekolah yang sebelumnya belum ada, murid sangat serius latihan hingga berprestasi lewat undangan-undang tampil di berbagai tempat.

Bagi murid baru menandatangani perjanjian diatas materai, bagi yang masih melakukan tawuran, sangsinya tegas dan harus konsisten … yang membawa senjata tajam, lakukan kekerasan terhadap teman di sekolah atau lain sekolah, tertangkap polisi karena hendak tawuran, selesai tawuran atau tindak kriminal lainnya harus meninggalkan sekolah atau dikeluarkan dari sekolah.

Agar sekolah makin menyenangkan dan ketegangan di jalan makin berkurang, happy deh.


Leave a comment

Polisi temuin 33 senjata tajam si mobil pelajar SMA, bakal ada yg mati lagi nih?

20130831-114129.jpg
Tawuran masih saja menarik minat pelajar, Jumat 300813 Polisi mendapati puluhan senjata tajam di sebuah mobil di lokasi yang dikabarkan akan terjadi tawuran … saya menunggu info selanjutnya, bagaimana proses penangan terhadap pembawa puluhan senjata tajam itu, saya mengira bakal ada pelajar yang mati lagi nih, tapi saya tetap berdoa semoga polisi & sekolah konsisten bertindak tegas menghukum pelaku tindak kriminal.


Leave a comment

Mahasiswa & pelajar SMA, SMK yg masih tawuran sama ama anak SMP woooi, malu banggets deh

20130830-142042.jpg
anak kecil yang tak punya tempat bermain lari”an kini lari”an sambil brantem”an sama teman lain sekolah di jalan, plus lempar”an batu, bikin bahaya pengguna jalan, tangkep aja pak
polisi trus adili & penjarakan di penjara anak, biar pada tau rasaaa!!!


5 Comments

Belajar dari konser Metallica: mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?

20130827-122203.jpg
Saya sedang menikmati dokumentasi foto dan videoKonser Metallica di Jakarta beberapa hari lalu, ini konser kedua group band metal Level dunia di Jakarta, setelah 20 tahun yang lalu berakhir rusuh … Saya sempat khawatir jika rusuh berulang.

Alhamdulillah, pertunjukkan sukses dan tanpa kerusuhan, saya senang …. pasti beritanya menyebar se jagat bahwa group band kondang dunia dinikmati puluhan ribu di Kota Jakarta yang sering dituding tak tertib … saya bangga Jakarta bisa disejajarkan dengan kota-kota bedar di dunia yang biasa jadi tempat konser group-group besar dunia. Bravo dan terima kasih buat Promotor, Polisi, Tentara, Pemda dan semua fihak yang bekerja sama sukseskan konser kelas dunia.

Bisa kumpul bareng, bernyanyi, berjoget, berbasah-basah keringat, memenuhi rongga telinga menerima aliran irama dari sound system berkekuatan sangat besar … merekam video, memotret, …. lalu pulang dalam damai, bersahabat … sebuah situasi impian semua orang.

Saya bermimpi makin banyak peristiwa yang melibatkan ribuan bahkan puluhan ribu pelajar di Jakarta yang mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?.


1 Comment

Atau ini sudah jadi budaya, Karena tawuran terjadi hingga para tua bangka, Haddooooh Imdonesaakuh

20130821-094348.jpg
Kalo hari pertama sekolah mereka tawuran,
apalagi yg bisa dibilang?
Masih adakah niat belajar dan jadi orang baik?
Tak membekas sedikitpun hasil didikan orang tua dan guru selama belasan tahun?

Salah siapa?
Orang tua?
Guru?
Sekolah?
Dinas pendidikan?
Kurikulun?
Pemerintah?
Mass media?
Polisi?

Anak-anak tak bersalah, mereka cuma salurkan energi,
Orang tua sibuk cari nafkah, tak sempat mendidik,
Guru fokus persiapkan Ujian Nasional,
Sekolah tak mungkin bisa perhatikan ratusan muridnya semua,
Dinas Pendidikan sudah buat macam-macam program,
Kurikulum dirubah hingga sebelas kali sepanjang negeri ini ada,
Pemerintah sibuk milih presiden yg calonnya tak banyak,
Mass media senang beritakan apa saja yang jelek,
Polisi sibuk cari penembak anggotanya,
Dan murid-murid sibuk sendiri cari perhatian sambil bergembira di jalan,
Karena semua sibuk sendiri-sendiri

Sedang sibuk apa anda sekarang?
Masih peduli terhadap tawuran anak negeri,
Atau ini sudah jadi budaya,
Karena tawuran terjadi hingga para tua bangka,
Haddooooh Imdonesaakuh.


7 Comments

saat orang-orang berkumpul dengan keluarga saat hari Raya Iedul Fitri, dia harus jalani tahun pertama di penjara, buat anak-anak lain yang masih sekolah, jangan ikut-ikutan tawuran apalagi main-main senjata tajam … tujuh tahun hukumannya booo

Doyok-1

Doyok-6

Terdakwa kasus perkelahian yang menyebabkan kematian saat tawuran antara SMU 70 dan SMU 6, Fitra Rahmadani alias Doyok divonis 7 tahun penjara di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (27/5). Doyok terbukti menghilangkan nyawa Alawi Yusianto Putra siswa SMU 6 Jakarta Selatan.

Saya bisa rasakan betapa pedihnya hari-hari ini dilalui Fitra … saat orang-orang berkumpul dengan keluarga saat hari Raya Iedul Fitri, dia harus jalani tahun pertama di penjara … semoga bisa jadi pelajaran buat Fitra dan bisa berubah jadi pribadi yang mandiri bisa kendalikan diri dan sejahterakan kehidupan diri dan keluarganya … buat anak-anak lain yang masih sekolah, jangan ikut-ikutan tawuran apalagi main-main senjata tajam … tujuh tahun, bisa selesaikan pendidikan hingga sarjana dan magister atau kerja menghasilkan banak uang dan bermanfaat buat banyak orang.

Semoga ga terjadi lagi yaaa … tabah ya Fitra.


3 Comments

Andai hujan setiap pulang sekolah, tawuran bakal ga ada, happy deh

20130722-101412.jpg

Hujan,
Dingin … basah,
Jadi enggan bepergian,
Karena bakal macet dimana-mana,
Itu kebiasan saat hujan di Jakarta

Acara yg sudah disusun jadi berantakan,
tapi saya suka,
Jakarta jadi tak panas,
Sejuk hingga ke hati

Senengnya lagi
Penggemar tawuran mungkin kedinginan
Jadi tak beraksi saling bunuh di jalan
Karena mereka cuma punya clurit dan gir
Tak punya jas hujan dan takut sakit flu
karena sadar daya tahan tubuhnya tak baik

Lebih senangnya lagi
Tumbuhan di taman depan rumah
Tak perlu disiram
Dan bakal tumbuh makin subur
Happy deh


Leave a comment

tak menyangka hidupnya berakhir hari itu, dia mati akibat tawuran, sadar wooooi

selesai sudah

selesai sudah

Pagi hari pelajar itu berangkat dari rumahnya di Depok
Menuju Sekolah di Cempaka Putih
Dia anak laki satu-satunya
dua anak orang tuanya perempuan
Belajar seperti biasa hingga sekolah usai
saat pulang sekolah dia bergelayut di Bis Kota yang sesak
di jalan ada sekelompok pelajar menunggu Bis yang dinaiki
Para pelajar itu menyerbu ke arah Bis
Sopir Bis tak berhenti terus melaju

Dia tetap bergelayut di pintu belakang
temannya kasih tahu ada darah di bajunya
Dibawa ke rumah sakit nyawanya tak tertolong
Pulang ke rumah sudah tak bernyawa
Keluarga menangis tak merubah keadaan
Lelaki satu-satunya berpulang sudah

Anak lelaki itu, keluarganya, mungkin semua temannya
tak menyangka hidupnya berakhir hari itu
dia mati akibat tawuran
sadar wooooi
Lo kan ga tau kapan bakal mati
Bisa aja waktu lo lari”an waktu tawuran
Trus terperosok ke got dan ketancep clurit
Atau saat abis makan ada yang negbunuh lo,
Bisa aja lo berhasil nusuk orang trus ketangkep dan dipenjara
Atau berbagai kemungkinan yang bikin lo mati
Atau hidup di balik jeruju besi
Sadar woooi
Sadaaaaar

Ksian bokap nyokap lo
Yang nglahirin dan ngegedein lo
Mereka berharap lo bakal gantiin mereka
Urus keluarga dan adik kakak lo
Karena mereka bakal tua dan mati
Kalo lo mati duluan
Jadi ga lucu deh :D :D


Leave a comment

tegas terhadap para pembuat onar, penggemar senjata tajam sebagai pengganti buku, atau para pengganggu kenyamanan di jalan … maka peristiwa akan menurun dan tak ada korban nyawa lagi, happy deh

20130721-160402.jpg

Mahkamah Konstitusi pada th 2011 telah menetapkan bahwa anak berusia 12 tahun sudah dapat dipidanakan … kenapa anak-anak atau mahasiswa yang membajak bis akan tawuran atau membawa senjata tajam dan melakukan tawuran hingga membahayakan sarana umum dan keselamatan banyak orang dengan melempar batu dan benda-benda lainnya … setelah ditangkap lalu dibebaskan … kenapa?

20130721-162417.jpg

Mungkin jika aparat negeri ini tegas terhadap para pembuat onar, penggemar senjata tajam sebagai pengganti buku, atau para pengganggu kenyamanan di jalan … maka peristiwa akan menurun dan tak ada korban nyawa lagi, happy deh.


2 Comments

lokasi dramanya bisa berpindah tak di jalan … bisa di taman, ring tinju, arena lomba, …. atau dimanapun lokasinya sesuai kebutuhan, ga pake mati … happy deh

20130720-100207.jpg
Melihat video ini, Saya membayangkan tawuran itu seperti sebuah Drama yang lokasi pementasannya di jalan raya.

Ada yang mengatur skenario kapan akan tawuran, dimana tempatnya, siapa yang membawa senjata seperti pedang, roda gir yang diikat sabuk, batu dan sebagainya, kemana larinya jika ada polisi …. tapi saya ragu, apakah juga diatur skenario siapa yang akan mati pada tawuran itu dan bagaimana matinya … atau jangan-jangan pembuat skenario itu memang merancang kematian buat semua peserta tawuran karena berbagai alasan, soal siapa yang terkena giliran mati duluan, itu tergantung perkembangan di lokasi.

Mungkin para pelajar itu tahu bahwa Guru-guru dan Kepala Sekolah tak berani memberi sangsi apalagi mengeluarkan mengeluarkanmereka dari sekolah, karena setiap anak punya hak bersekolah, aktifis hak azasi manusia selalu siap membela anak yang dikeluarkan dari sekolah karena Dinas Pendidikan jengah atau enggan menghadapi LSM yang mengatasnamakan hak azasi manusia lalu cenderung menekan sekolah untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Pelajar juga tahu, jika ketangkap Polisi dengan barang bukti macam-macam … akhirnya dibebaskan dari hukuman walau telah meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban umum, mengancam nyawa orang, membawa senjata tajam yang semua ada pasal jerat hukumnya bertahun-tahun di penjara … mungkin karena penjara terlalu penuh?

Coba perhatikan video di bawah ini.

Ada seseorang yang mengatur skenario, kapan shooting dilakukan, dimana lokasinya, siapa yang harus membawa kamera, siapa jadi host atau pewawancara, siapa yang menyusun pertanyaan, siapa yang menghubungi guru, yang mengamankan lingkungan dari gangguan, siapa yang mengupload video ke youtube dan sebagainya. Sebuah drama yang mengambil setting dan lokasi di sekolah.

Hasilnya, film dokumenter yang sangat bermanfaat mempromosikan sekolah ke dunia, kenangan semumur hidup untuk para pelaku yang terlibat dan yang paling dahsyat adalah, tak membuat masyarakat terganggu ketenteramannya hingga tak membuat ada yang mati sia-sia.

Andai sekolah, Dinas Pendidikan, Menteri, Polisi atau semua fihak mendorong pembiasaan seluruh warga sekolah untuk menyusun skenario-skenario pembelajaran atau drama-drama yang bermanfaat untuk pendidikan dalam siapkan masa depan anak negeri, mungkin lokasi dramanya bisa berpindah tak di jalan … bisa di taman, ring tinju, arena lomba, …. atau dimanapun lokasinya sesuai kebutuhan, ga pake mati … happy deh


1 Comment

Saya berharap tak bertambah lagi korban yang mati akibat tawuran, TEGAS DONG WOOOI!!!!

20130719-133623.jpg
Anggota keluarga yang nangis meraung-raung
meratapi jenazah yang mati akibat tawuran pelajar di bulan puasa,
apakah anak SMK yang mati itu masih bisa lihat atau mendengar
tangisan di ruang dimana dia dibaringkan?

Pendidikan selama lebih sembilan tahun
tak bisa mendidik anak laki itu
Nalarnya tak jalan
Otaknya seperti tak berfungsi
teman berbeda sekolah
Beda nomor bis
Beda tempat tinggal
Padahal masih senegara,
Masih sama nama kotanya,
Masih tak beda agamanya
Koq bisa saling bunuh

Kemana para guru?
Kemana satpol PP?
Kemana Polisi?
Koq wartawan duluan berada di lokasi?

Kenapa ga bisa dicegah?
Kenapa ga bsa ditangkep?
Padahal yang berantem kabarnya puluhan hingga ratusan
Kenapa ga di bubarin aja sekolah yang tawuran
Kenapa Kepala Dinas Pendidikan diam saja?
Kenapa Gubernur seolah tak tahu?
Kenapa Menteri Pendidikan tak ke lokasi?
Padahal tak jauh letaknya dari Ibukota
Mungkin ini salah satu sebabnya

20130719-135247.jpg

Mungkin mereka ga kapok
Karena setelah ketangkep lalu dibebaskan
Padahal terbukti bawa senjata
Mengganggu ketertiban umum
Meresahkan warga sekitar

Saya berharap tak bertambah lagi korban yang mati akibat tawuran.


2 Comments

apakah yang tawuran dan bentrok itu tak beragama atau beda dasar negaranya? damai aja yuuu … happy deh

ILLUSTRASI

ILLUSTRASI

Rusuh, tawuran antar kelompok di Kalisari Cikini Jakarta Pusat memakan korban nyawa, berlanjut ada tawuran lagi beberapa hari lalu di Kebayoran Baru yang juga memakan korban, kenapa dengan warga Jakarta?

Bicara soal pendidikan, Jakarta mungkin tingkat pendidikannya lebih tinggi dibanding kota” lain di Indonesia, kenapa warganya seperti tak terdidik, tak bisa hidup rukun dengan sesama.

Pendidikan tak cukup hanya di sekolah, peran pendidikan di Keluarga berpengaruh besar terhadap kelakuan individu, pendidikan di luar sekolah juga berpengaruh terhadap perilaku individu. Saat remaja, ketika pulang sekolah murid-murid SD, SLTP melakukan tawuran di jalan, membawa senjata tajam, saling lempar batu & benda” lain yang jelas-jelas menggangu ketertiban umum, seolah-olah dibiarkan berlangsung terus, aparat hukum dan para fihak kurang memberi perhatian serius sehingga peristiwa tawuran pelajar tak kunjung berhenti, berapa puluh tahun sekolah bermusuhan tak kunjung damai, dan pelajar yang korban cedera hingga mati terus berjatuhan.

Pelaku tawuran, apalagi yang membawa senjata harus dikenakan hukuman sesuai KUHAP, model penanganan yang memulangkan pelajar yang terbukti tawuran dan membawa senjata tajam dalam jangka panjang membuat remaja-remaja itu memiliki pemahaman bahwa mengganggu ketertiban umum dan membawa senjata tajam adalah perbuatan biasa atau tak melanggar hukum … ujungnya mereka terbiasa tawuran atau bentrok dengan masyarakat kelompok yang berbeda.

Katanya kita mahluk beragama dan pancasilais? apakah yang tawuran dan bentrok itu tak beragama atau beda dasar negaranya? damai aja yuuu happy deh


2 Comments

Lha, kalo bapaknya tukang ojek, anaknya tukang tawuran, cucunya jadi apa dong?

20130610-205405.jpg
Ternyata yang suka bergaya paling jago di jalan, memutar gir itu anaknya tukang ojek … Lha, kalo bapaknya tukang ojek, anaknya tukang tawuran, cucunya jadi apa dong? Smg pada cepet sadar deh para penggemar tawuran, mendingan tawuran futsal, pencak silat, basket, melukis, suffle, beatbox, atau apa aja deh


Leave a comment

Penanganan Tawuran yang tepat bikin hidup lebih nyaman di jalan, di sekolah & di ruman

20130422-142318.jpg
Jam pulang sekolah terlihat beberapa murid bergerombol di halaman sekolah, mereka terlihat serius membicarakan sesuatu, setiap ada guru atau karyawan sekolah lewat mereka hentikan pembicaraan, keluar dari sekolah mereka berhenti di suatu tempat tak jauh dari sekolah menunggu teman-teman yang belum keluar dari sekolah.

Satpam sekolah melihat gelagat yang tak baik, dia mendekati anak-anak yang berkumpul di luar dan menganjurkan anak-anak untuk segera pulang ke rumah masing-masing, di dekat anak-anak yang berkumpul pak satpam kontak petugas kepolisian terdekat kabarkan ada sekumpulan
anak sekolah yang akan bergerak.

Anak-anak tahu bahwa keberadaan mereka sudah diketahui dan dikoordinasikan dengan polisi sehingga tawuran bisa dicegah. Berdasarkan informasi itu seharusnya polisi sudah mengantisipasi dengan menempatkan patroli bermotor atau mobil di titik-titik rawan yang biasa terjadi pertemuan dan tawuran dengan pelajar sekolah lain.

Jika sudah ada penumpukkan masa pelajar sekolah lain di tempat yang akan dilalui polisi bisa membubarkan segera atau membelokkan bis yang dinaiki pelajar yang menuju ke titik itu dan perilsa barang bawaannya, jika ada senjata tajam langsung proses seauai undang-undang yang berlaku, andai tidak … mereka bisa dikenakan pasal mengganggu ketertiban umum, atau lainnya.

Di sekolah, saat baru
masuk, kepada orang tua dan murid diberitahukan bahwa guru-guru dan petugas keamanan akan melakukan razia secara acak isi tas pelajar, yang membawa senjata tajam diberi dua pilihan: dikirim ke polisi untuk diproses kepemilikan senjata dengan ancaman hukum undang-undang darurat bervonis lebih dari lima tahun, atau meninggalkan sekolah untuk mencari tempat yang lebih cocok sesuai minatnya.

Karena sebagai pelajar yang dibawa dalam tas harusnya buku & keperluan belajar, bukan senjata tajam untuk tawuran. Yang membawa clurit atau senjata tajam lainnya silahkan ke hutan untuk membabat pohon, yang bawa gir ke bengkel aja perbaiki motor & mobil yang bawa pilox ke bengkel cat kendaraan atau produk lainnya.

Jika Polisi bertindak tepat di jalan maka masyarakat tifak was-was kena lempar batu yang biasa terjadi saat tawuran, mass media tak dapat berita pelajar mati akibat tawuran karena peristiwa dapat dicegah.

Jika guru & satpam bertindak tepat di sekolah maka akan makin berkurang murid yang membawa benda-benda yang tak seharusnya dibawa ke sekolah.

Orang tua harus memeriksa secara berkala isi tas anaknya saat anak tak di rumah, sedang tidur atau sesuai kesempatan yang ada, jangan-jangan anak anda biasa menbawa senjata, obat-obatan atau narkoba, sebagai upaya pencegahan keterlibatan anak tawuran di jalan atau di sekolah.

Maka amanlah pelajar kita di jalan, di sekolah dan di rumah.


3 Comments

Tulisan setelah upacara HARDIKNAS: Kenapa TAWURAN susah hilang di Indonesia

Pendidikan itu simpel:

Bisa membuat penduduk negeri biasa menyelesaikan masalah sendiri, hidup mandiri dan bermanfaat buat lingkungannya, apalagi jika dia tak merokok, happy deh.

20130502-194631.jpg

Coba simak berita ini:

Seorang siswa kelas VIII SMP berinisial B (17) diciduk aparat Kepolisian Sektor Jatinegara pada Selasa (30/4/2013) siang. B dan dua teman yang masih buron menjadi target polisi karena diduga mengeroyok seorang anggota Buru Sergap Polsek Jatinegara beberapa waktu lalu.

Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara Komisaris Suminto menjelaskan, pada Sabtu (13/4/2013) dini hari lalu, B dan rekan-rekannya terlibat tawuran dengan kelompok remaja lain di Jalan DI Panjaitan Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur. Brigadir Andi Ahmad Zulkifli (29), yang tengah piket menuju lokasi tawuran untuk melerai keributan itu.

“Anggota kami (Andi) melerai tawuran. Remaja tanggung ini bukannya mundur, malah menyerang anggota kami dan melakukan penganiayaan,” ujar Suminto kepada wartawan, di kantornya, Selasa siang. (Kompas.com)

Gila yaaa … Anak SMP berani mengeroyok Polisi, kenapa?
Karena dia belajar, dia faham, bahwa hampir setiap anak sekolah yang tawuran atau melakukan hal lain, tertangkap Polisi kemudian bakal dilepas dengan alasan HAK AZASI MANUSIA-HAM, sehingga dengan sangat berani mereka melakukan kegiatan kriminal karena merasa pasti akan mendapatkan pembelaan dari banyak fihak.

Bagaimana dengan Polisi yang cedera dan harus dirawat di Rumah Sakit, siapa yang bela? … atau masyarakat yang resah takut kena batu-batu yang berkelebat, sementara kendaraan mereka terjebak macet tak bisa keluar dari lokasi tawuran … MASYARAKAT TAK BERDAYA,MASYARAKAT TAK ADA YANG BELA, sementara PARA PELAKU TAWURAN TIDAK DITANGKAP, JIKA TERTANGKAP TERUS DKEMBALIKAN KE ORANG TUA DENGAN BERBAGAI ALASAN.

Bersiaplah kembali untuk baca berita kenakalan pelajar di Jalan dalam bentuk Tawuran, Kekerasan dan lainnya … karena polisi tak tegas.

Momentum peristiwa Polisi dikeroyok anak SMP seharusnya jadi peringatan agar Polisi tegas, anak-anak yang tertangkap hendak melakukan tawuran bisa dikenakan pasal mengganggu ketertiban umum atau pasal-pasal lain yang sesuai dengan situasi saat itu, mereka yang membawa senjata tajam bisa dikenakan dengan undang-undang darurat … walau saat ditangkap tak ada yang mengakui sebagai pemilik senjata, jejak sidik jari di di barang bukti bisa dilacak, atau dengan cara lain pasti polisi bisa menemukan pemilik senjata tajam di lokasi.

Ketidaktegasan Polisi terhadap perilaku anarki pelajar kini sudah mulai direspon oleh masyarakat dengan cara yang kurang tepat; misalnya masyarakat marah dan mengusir pelajar yang tawuran dengan menghardik, hingga melempar dg batu dan lainnya … ini menimbulkan masalah baru … pelajar jadi tawuran dengan masyarakat …. gara-gara Polisi tak tegas, rakyat jadi berantem sendiri … kalo sudah begitu masyarakat yang marah ditangkap karena melempar pelajar yang hendak tawuran dengan batu agar pergi dari lingkungannya … makin lucu jadinya.

Sekolah harus memberi suasana menyenangkan dan mendorong kreatifitas siswa bisa diaktualisasikan dan salurkan energi hingga mendapat perhatian dari teman, guru dan semua warga sekolah … Penyaluran energi di luar sekolah jadi tak perlu … Semoga aman dan nyaman lingkungan kita, love u all.


4 Comments

Tawuran berharga 17 juta rupiah, padahal miskin hidupnya

seorang wanita muda berusia sekitar tiga puluh tahun menjumpai saya, dia meminta sekolah untuk membuatkan surat keterangan bahwa keponakannya adalah murid sekolah kami, surat keterangan itu diperlukan untuk mengeluarkan anak laki-laki dari kakaknya yang tertangkap polisi membawa senjata tajam.

Kakak wanita itu seorang pria yang lugu, kurus, tatapan matanya kosong, beberapa kali wanita itu menyalahkan kakak lelakinya yang tak tetap pekerjaannya dan tidak mampu mendidik anaknya sehingga terlibat tawuran & membawa senjata tajam.

Saya ingatkan kepada mereka bahwa ada peraturan di sekolah yang menyatakan bahwa murid yang tertanggap polisi akan tawuran dengan membawa atau tak membawa senjata tajam harus menunggalkan sekolah.

“Benar Pak, kami mengerti tentang peraturan itu, dan setelah keluar dari tahanan anak kami juga akan kami pindahkan dari sekolah ini.”

Saya minta kepada orang tua untuk membuat surat pengunduran diri anaknya pertanggal 12 bulan itu, dan sekolah menbuat surat keterangan pertanggal 10 bulan yang sama.

Seminggu setelah pertemuan itu saya
menghubungi wanita itu dan menanyakan kabar keponakannya, ternyata keponakannya sudah keluar dengan biaya sekitar 17 juta rupiah.

Saya kembali teringat ekspresi bapak kurus tak berdaya berpenghasilan tak tetap, bagaimana dia membayar biaya tebusan anak lelakinya sedemikian banyaknya.

Semoga anak-anak miskin sadar bahwa biaya tawuran itu sangat mahal, mending di tabung buat modal usaha hingga sejahtera hidup kalian, love u yan.


Leave a comment

Lagu Rock buat kasih semangat penggemar Tawuran


Saya sempat gembira Log Zhelebour bikin konser di Jakarta untuk kegiatan sosial beberapa waktu lalu … Mau motret aksi penyanyi rock … Nikmati Jamrud, cs … Sayang sekali berbarengan dengan kepergian saya ke Medan, ga bisa deh … tiba-tiba saya menemukan lagu bagus bergenre rock, ini syairnya:

“GIR DAN BELATI”

Bergerombol anak muda

Berhadapan dengan darah yang panas

Jiwa liar dan belati

Tak mengenal kata “awas mati!”

Oh, Tuhan!

Hari ini ada yang mati

Dia ditikam!

Dan sekolah tak berdaya

Adakah yang bisa menghentikan?

Oh haruskah ada darah

Di seragam sekolah?

Cita-cita harus terhenti

Karena Gir dan Belati

Dan Polisi berdatangan

Saat jerit pertama kematian

Musik : Eben Andreas, Rezanov, Hugo Singarimbun, Gaharaiden
Lirik : Rezanov
Mixing & Mastering by Arie Yuwandrie Fajar
Direkam di Rynd Music Studio

Sumber: GRIBSROCK

Terima kasih sudah berkunjung, membaca dan berkomentar, smg bermanfaat. :)


2 Comments

MENDOKUMENTASIKAN TAWURAN, HOGU CHIVAZ CUMA NYENGIR AJA

20130308-002129.jpg
Di Negeri Paman Besut
Para Tentara dan Polisi yang harusnya jaga keamanan rakyat
Malah bukin rusuh saling bunuh
Mereka tawuran, bakar kantor pos yang dibangun pake uang rakyat

Para pemimpin yang harusnya kerja sejahterakan rakyat
Saling misuh, gantian memaki beralat media
Mereka tawuran bakar emosi teman yang pernah diakrabi
Mass media penuh dengan saling tuduh

Para mahasiswa yang harusnya belajar siapkan masa depan
Saling serang pakai batu, bom molotov dan lainnya
Mereka tawuran dengan teman yang pernah satu kelas di SMA
Di kampus yang sama, antar jurusan saling serang
Dengan kampus lain sudah biasa

Pelajar yang harusnya kejar-kejaran main gobak sodor saat istirahan atau pulang sekolah
Malah kejar-kejaran di jalan sambil memutar roda gir yang diikat gesper,
Acungkan clurit dan pedang berbonus batu
Cuma karena beda nomor bis yang dinaiki atau acungan jari tengah keudara

Anak sekolah dasar yang harusnya cepat pulang buat makan siang
Malah kumpul sambil hisap asap, gabung sama anak SMP yang searah pulang
Menunggu anak sekolah lain lewat dengan bis yang beda
Tegur sapa, teriak ejekan, berubah jadi pertukadan batu, kayu, gir, clurit, dsb

Para pemimpin yang seharusnya meredakan semangat tempur
Juga sedang betempur perebutkan kursi
Kursi jabatan, kursi partai, kursi legislatif, kursi di mobil mewah, kursi jet pribadi
Hogu Chivaz cuma nyengir liat rakyat tetangga baku hantam
Dia sedang sibuk siapkan kemenangan yang ketujuh kalinya di Pemilu bulan depan

Dia bilang, anak sekolah & mahasiswa harusnya membawa buku
Yang bawa gir tempatkan di bengkel buat perbaiki motor yang rusak
Pembawa clurit tempatkan di sawah atau kebun urus tanaman
Penggemar nomor mobil jadikan kondektur bis idolanya

Yang gemar lempar batu libatkan bangun gedung
Yang suka nongkrong tugaskan monitor gunung merapi yang sedang aktif
Atau tongkrongin bendungan katuhampa yang meninggi airnya
Dan ingatkan warga ibukota supaya bersiap ke lantai dua tidurnya

Sekolah harus memberi suasana menyenangkan
Yang bikin anak-anak betah bercengkrama dengan teman & guru
Berpacu optimalkan bakat & berprestasi
Atau, …. Anda punya ide lain?
20130308-105908.jpg
Terima kasih telah membaca dan berkomentar, tawuran ide yang mensejahterakan yuuuu


3 Comments

PSSI dan POSYANDU apa bedanya coba

20121212-090736.jpg
Pagi ini saya bertemu Kartini di Kompas halaman 16, beliau Kader POSYANDU di Bengkulu yang puluhan tahun bekerja buat orang-orang disekitarnya mengurus bayi, calon penduduk bumi supaya lebih berkualitas … Beliau tak peduli siapa Lurah, Camat, Bupati, Gubernur di sekitarnya yang berganti berkali-kali … Beliau tetap membantu Ibu Hamil dan Balita, kampanyekan Air Susu Ibu – ASI dan berbagai perlakuan yang menyehatkan buat keluarga.

Pagi ini saya bertemu PSSI di berita TV, rusuh tak henti …. Pantas jika tanding jarang menang … Seperti keluarga, jika ayah ibunya bertengkar terus bagaimana anak-anak bisa berprestasi? Hidup selalu tak tenang … Apa sedemikian susahnya memcari 22 orang pemain sepakbola dar lebih 300 juta penduduk negeri ini?

Kalo POSYANDU bisa eksis dan terus berbuat baik bagi penduduk negeri, kenapa PSSI tak bisa … Apa kita minta tolong Kartini dan ibu-ibu POSYANDU untuk gantikan semua pengurus PSSI untuk kelola sepakbola negeri yang berazazkan Persatun Indonesia … kita lihat dan nikmati hasilnya deh …. maaf, saya tak suka begadang atau berdesakkan buat sekedar nonton bola, tapi gemes banget deh lihat para Pemimpin yang tak mampu, gemar tengkar, enggan menyatu … kaya anak sekolah yang suka tawuran ajaaaa … cepatlah sembuh PSSI ku, luph u ……


Leave a comment

Jika polisi sudah peduli dan lakukan tugasnya dengan baik, apakah Dinas Pendidikan, sekolah, kepala sekolah dan guru sudah peduli dan bekerja dengan baik

20121122-075820.jpg
Hebaaaaat, polisi bertindak tegas terhadap pelajar yang membajak bus kota … dulu kejadian ini beda penanganannya, pelajar bisa keliling kota pada ulang tahun sekolahnya untuk mancari musuh di tempat tertentu dan melakukan tawuran.

kemarin, kejadian tawuran bisa dicegah … bravoooo Polres Jakarta Selatan … karena sesungguhnya sangat mudah, peristiwanya kelihatan, saat ada bis dengan pelajar berseragam bergelantungan di pintu atau jendela, kadang atap bus beraksi menarik perhatian orang, berteriak-teriak, dll … polisi bisa menduga arah bus kemana, ditempat tertentu bus itu bisa dihentikan atau digiring ke pos polisi terdekat, maka kejadian yang lebih parah hingga korban dapat dicegah.

Terima kasih buat teman-teman anggota Polisi Polres Jakarta Selatan yang telah peduli dan bekerja baik.

Jika polisi sudah peduli dan lakukan tugasnya dengan baik, apakah Dinas Pendidikan, sekolah, kepala sekolah dan guru sudah peduli dan bekerja dengan baik ….. atau tak peduli dengan kejadian itu karena banyak faktor …. jangan tunggu korban yuuu, mencegah lebih baik dibanding memakamkan anak muda yang mati karena tawuran.

ILUSTRASI


Jika Dinas Pendidikan dan Sekolah sudah bekerja baik, para orang tua harus tahu apakah anaknya bawa buku atau senjata tajam di tas … para pelajar mestinya juga tahu mana yang seharusnya dilakukan atau tidak, untuk bisa menuju ke kehidupan yang lebih baik saat dewasa, lebih tajir dan sukses dari orang tuanya, bermanfaat buat sesama … love u all.


3 Comments

mau tau asal mula tawuran, lihat video ini

mau tau asal mula tawuran, lihat video ini, sampe kapan ya tawuran ga ada lagi di Indonesia, tapi kaya’nya maaih lebih banyak anak1 muda yang bener hidupnya, serius gapai sukses dan ga ikutan tawuran, ga sampe 5 persen dari semua anak skolah or mahasiswa, gmn menurut anda?


Leave a comment

Surat buat Kapolda Metrojaya yang baru agar Tawuran berkurang di Jakarta

Selamat kepada Bapak Irjen Putut Eko Bayuseno yang dilantik jadi Kapolda Metrojaya baru, saya yakin Pak Putut sudah faham tentang Jakarta dan tawuran pelajar di Jakarta.

Tawuran umumnya terjadi saat pelajar pergi atau pulang dari sekolah, berawal dari segerombolan anak suatu sekolah yang pergi bersama karena tinggal di rumah yang berdekatan. Polisi lalu lintas atau polisi lain di Polsek yang dilewati gerombola pelajar itu pasti tahu … Gerak-geriknya juga mudah terbaca, apakah pelajar itu sekedar akan pergi atau pulang sekolah atau punya niat lain seperti hendak tawuran, karena Polisi sudah dididik Psikologi dan faham gejala-gejala sebelum peristiwa kriminal terjadi.

Pertemuan dengan gerombolan lain yang sedang berniat tak baik sangat mudah dicegah lewat sistemkomunikasi radio yang canggih milik polisi dan brigade motor yang sangat lincah bergerak … Anak-anak yang berniat tak baik biasanya langsung pergi atau urungkan niat tawuranjika melihat aparat ada di lokasi.

Jika terlanjur terjadi peristiwa tawuran, Polisi bisa mengamankan beberapa pelaku … Biasanya setelah ada yang diamankan atau ditangkap, maka teman-teman yang lain hentikan perbuatannya dan cerai berai selamatkan diri … Anak yang tertangkap sebaiknya langsung saja diproses dengan pasal mengganggu ketertiban umum, memprovokasi atau undang-undang darurat karena membawa senjata tajam.

Sekolah mungkin tak perlu jadi pahlawan dengan terus menerus mendidik dengan membiarkan anak yang mengisi tasnya bukan dengan buku pelajaran, tetapi dengan clurit, pisau, belati, pedang, roda gir atau bom molotov, …. Mereka tak ingin sekolah, mereka cuma ingin punya status anak sekolah tapi gemar berbuat onar dan membunuh …. Sekolah sering tak mampu mendeteksi anak macam ini karena jumlah murid yang menddkati atau lebih dari seribu orang dan luas area sekolahnya sekoan hektar … Atau meski sekolahnya kecil, budaya mendidiknya tak ada lagi, hanya mengejar Lulus Ujian Nasional dan naikkan jumlah muridnya tahun depan agar ongkos operasional sekolah tertutupi …. Anak-anak yang tak mengisi tasnya dengan buku sebaiknya tak diizinkan berada di sekolah lagi …

20121027-102848.jpg
Jika Polisi tegas tegakkan aturan hukum, seperti ketika menangkap puluhan anak SMK Bhakti Jakarta yang hendak menyerang sekolah lain dan anak SMK Boedoet yang bergerombol memalak anak sekolah lain di Kota … Akan membuat anak-anak lainnya jadi enggan lakukan onar, semoga tak ada yang mati lagi sia-sia saat muda akibat korban tawuran … Selamat datang kembali di Jakarta Pak Kapolda … Kami siap membantumu.


Leave a comment

Tawuran & tidur di pinggir jalan, apa hubungannya coba? #pendidikankarakter

20121025-111128.jpg

Kamu murid SLTA atau Mahasiswa yang masih suka tawuran? hahaha ga gaul yah looo

anak SLTA atau Mahasiswa skarang dah ga musin tawuran lagiiiii, dah eranya anak SMP … anak SLTA dan mahasiswa mah harus siapin hidup sukses dan sejahtera atau jadi gembel tidur di pinggir jalan, seperti yg saya jumpai pagi ini 25 Okt 2012 di sekitar Senen dekat Sekolah Penabur sekitar pk 7 pagi
20121025-111227.jpg


Leave a comment

Pak Guru & Kepsek jangan takut ama siswa provokayor & pembunuh, BACA INI

SISWA PEMBUNUH DAN PROVOKATOR: PIDANAKAN SAJA!

oleh Reza Indragiri Amriel
Dosen psikologi forensik

Tawuran pelajar mengakibatkan sesama mereka luka-luka bahkan hingga kehilangan nyawa! Pelajar menjadi pembunuh! Sebutan itu berat masuk di nalar, tapi nyata.

Tragedi tersebut menghangatkan kembali wacana tentang pentingnya pendidikan karakter. Saya setuju. Orangtua perlu berperan lebih aktif dalam proses pendidikan anak-anak mereka, dan tidak ‘memasrahkan’nya kepada pihak sekolah semata. Baguslah itu. Siswa perlu diberikan kesempatan lebih luas untuk mengekpresikan gairah muda sesuai tuntutan psikologis mereka. Ide yang pantas didukung.

Tapi semua gagasan di atas butuh waktu tidak singkat agar dapat berproses, sehingga menghasilkan manfaat yang diharapkan. Masalahnya, problem paling akut saat ini–hemat saya–adalah menindak para pelajar yang menjelma sebagai pembunuh tersebut.

Pelajar yang melakukan pembunuhan, sesuai Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA), bisa jadi masih berusia anak-anak. Di dalam UUPA tercantum bahwa anak adalah individu sejak berada dalam kandungan hingga sebelum delapan belas tahun. Terhadap anak-anak, kelakuan mereka yang tidak baik lazimnya dikategorikan sebagai kenakalan, bukan kejahatan. Konsekuensinya, terhadap anak yang sebenarnya telah melakukan pelanggaran hukum, dianggap tidak patut jika mereka dipidanakan.

Sebagai gantinya, kepada mereka dikenakan cara-cara alternatif (alternative dispute resolution), semisal group conferencing. Tujuannya lebih pada membingkai persoalan anak sebagai persoalan keluarga, sekolah, bahkan masyarakat luas. Dengan pendekatan seperti itu, diyakini bahwa proses edukasi ulang akan lebih besar peluang keberhasilannya menghasilkan anak dan keluarga (orangtua, utamanya) dengan perilaku yang telah termodifikasi.

Kesannya, sampai di situ, ideal. Tapi kalau kita mau konsekuen dengan UUPA, berarti walau pelajar yang telah melanggar hukum tidak dipidana, faktanya pernahkah ada alternative dispute resolution yang diselenggarakan secara paripurna? Apakah pernah, misalnya, kedua keluarga (pelaku dan korban) dipertemukan? Apakah pemantauan berkala dilakukan terhadap anak dan keluarganya oleh otoritas terkait semacam dinas sosial? Paling tidak karena pendekatan non-pemidanaan membutuhkan dana yang tidak kecil serta kerja sistemik yang komprehensif, terintegrasi, dan sinambung, saya ragu ada cerita sukses tentang pelaksanaan cara-cara alternatif dalam mengatasi anak Indonesia yang bermasalah dengan hukum.

Soal lain, kelakuan-kelakuan keji seperti yang dilakukan pelajar-pembunuh kerap kali dipandang sebagai manifestasi buruknya pengasuhan orangtua. Sekali lagi, jika kita mau konsekuen dengan UUPA dan pandangan tersebut, siswa (anak) pembunuh itu sesungguhnya berhak diasuh atau diangkat oleh orang lain sesuai peraturan yang berlaku (pasal 7 UUPA). Bahkan, pasal 13 UUPA juga memberikan ketegasan bahwa orangtua yang tidak melaksanakan kewajiban pengasuhan sebagaimana mestinya, baik dengan melakukan penelantaran maupun memperagakan kekejaman atau perlakuan salah lainnya, orangtua tersebut dikenakan pemberatan hukuman.

Sebagai catatan, penelantaran maupun kekejaman dan perlakuan salah merupakan tiga penjelasan umum tentang penyebab perilaku-perilaku buruk anak. Anak menampilkan perilaku buruk sebagai cara untuk menarik perhatian karena telah ditelantarkan, atau sebagai balas dendam karena telah diperlakukan secara keji, atau wujud duplikasi perilaku karena sehari-hari melihat orangtua ber’komunikasi’ dengan mengandalkan kekerasan.

Kenyataannya, saya juga tidak percaya, ada majelis hakim yang telah menyandarkan diri pada UUPA untuk menghukum orangtua anak berdasarkan kondisi-kondisi di atas.

Atas dasar itu, titik berangkatnya, saya mengusulkan dilakukannya perubahan terhadap pengkategorian usia anak. Usulan ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa dalam kejadian ekstrim siswa membunuh siswa lain, saya justru melihat penggunaan acuan usia anak berdasarkan UUPA tidak menunjukkan keberpihakan terhadap korban.

Berbeda dengan UUPA yang menetapkan kategori anak-anak berdasarkan usia biologis, agar proses hukum dapat berjalan ke depannya perlu dipertimbangkan bahwa penetapan kategori anak maupun pasca-anak diperhitungkan berdasarkan usia psikologisnya. Pergeseran penetapan usia anak ini diutamakan pada kasus-kasus berat, termasuk pembunuhan. Dengan melibatkan amicus curiae seperti dari kalangan psikologi perkembangan, daya nalar anak ditakar. Apabila pelajar yang membunuh tersebut disimpulkan sudah mempunyai pemahaman yang memadai tentang baik buruk atau benar salah, maka–menurut saya–tidak tepat lagi jika ia tetap dikategorikan sebagai anak hanya karena UUPA by default mengelompokkan usia biologisnya sebagai usia anak-anak.

Sebagai gantinya, kepada pelajar yang bukan anak lagi tersebut dimintai pertanggungjawabannya secara pidana. KUHP ditegakkan. Demikian pula, sejumlah pasal ketentuan pidana dalam UUPA (bab XII) ditegakkan bukan untuk meringankan ancaman bagi si pelaku, melainkan guna memberikan pemberatan sangsi bagi siswa-pembunuh tersebut.

Siswa Provokator

Logika kerja yang sama, yakni penetapan kategori pasca-anak berdasarkan usia psikologis, bisa diterapkan pula terhadap siswa-siswa senior yang telah memprovokasi adik-adik kelas mereka untuk memusuhi bahkan mencederai dan menghabisi siswa-siswa dari sekolah yang berbeda. Siswa provokator dapat dijerat dengan dua pasal.

Pertama, pasal 160 KUHP, “Barangsiapa di muka umum dengan lisan atau dengan tulisan menghasut supaya melakukan sesuatu perbuatan yang dapat dihukum…, dihukum dengan penjara selama-lamanya enam tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500.00. Kedua, pasal 87 UUPA, “Setiap orang yang secara melawan hukum merekrut atau memperalat anak…atau pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan…dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).”


3 Comments

Mencegah tawuran versi Mendikbud

Jakarta Peristiwa tawuran antara siswa SMA 70 dan SMA 6 Jakarta membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus mencari jalan keluar. Maka untuk mencegah peristiwa tersebut tidak terulang lagi, Kemendikbud, Komite kedua sekolah dan pemerhati dunia pendidikan se DKI Jakarta berkumpul untuk membuat rumusan pencegahan tawuran.

“Hari ini untuk membahas bareng gimana caranya kita men stop, all out urusan tawuran itu, kita bertekad semua jajaran baik kementerian, dinas, sekolah semua turun tangan beresin, karena dibiarkan justru bertambah parah,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, kepada wartawan di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Perkataan M Nuh tersebut tertuang dalam acara “Stop Tawuran SMK/SMU Se Jadetabek”. Acara itu dihadiri oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab, Komnas PA Seto Mulyadi dan guru-guru kedua sekolah dan komitenya, baik SMA 70 maupun SMA 6.

M Nuh menjelaskan langkah konkret yang akan ditempuh agar tawuran tidak kembali terjadi, adalah dengan cara membuat tiga rumusan dasar.

1. Tegakkan disiplin internal sekolah.
2. Kita bangun kegiatan bersama antar sekolah.
3. Kita berikan dukungan penuh kepada kepolisian untuk menegakkan hukum siapapun yang salah harus dihukum,” ungkapnya.

M Nuh menambahkan dari ketiga rumusan dasar itu akan diuraikan teknis pelaksanaannya. Nanti akan diketahui bagaimana membangun kerja sama sekolah dan membangun disiplin sekolah.

“Nanti ketiga rumusan itu kita urai. Satu persatu untuk membagun kerja sama sekolah seperti apa, membangun disiplin sekolah seperti apa,” tutupnya.

Sumber: detikcom


Leave a comment

pelajar dan mahasiswanya saling lempar batu atau saling tusuk teman yg beda sekolah atau kampus #pendidikankarakter

20121005-124049.jpg
Tawuran
bikin bingung menteri
merepotkan polisi
menakutkan kepala sekolah
melelahkan guru
mengkhawatirkan orang tua
membuat stress pelajar pergi & pulang skolah

lucu
ada sedikit yang riang gembira
persiapkan alat, sembunyikan dimana aja
janjian ketemu dengan musuh
sengaja pergi mencari lawan
lewat sms, facebook & twitter bersepakat
kadang stasiun TV juga dikabari
masuk TV, youtube, ada di koran jadi kebahagiaan
Tubir, jebol, ringsek, cr, br, gir, bm hiasi dialog
Deg-degan, was-was seperti vitamin
Saat tak berseragam, atau libur ketemu jadi teman
Apa baju seragam sekolah & nama sekolah
Bikin darah muda menggila?

mungkin langkah2 ini bisa bantu
data ttg jatidiri hingga hobby & minat pelajar
minta pelajar & org tua bikin prnyataan tak tawuran, dll
revisi tata tertib & sangsi tiap tahun
libatkan pelajar, ortu, guru, komite revisinya

bikin kompetisi di sekolah salurkan hobby
kirim anak ikut kompetisi di luar sekolah
laksanakan tata tertib secara konsisten
pelajar yg tidak masuk harus segera dipanggil org tuanya
syarat kenaikan kelas hrs jelas dan dilaksanakan
guru yg sering ga masuk ganti yg baru
setiap pelajaran harus berikan tugas yang banyak

amati kantin atau lokasi2 trtentu di sekolah
jika disana hanya ada pelajar kelas trtentu
berarti ada masalah berpotensi tawuran di sekolah anda
rubah posisi kelas, usahakan guru tengok2 lokasi ttt
jika banyak yang nongkrong jauh lewat jam sekolah
beri pengertian utk bubar
jika tak bisa, beritahu petugas berbaju coklat
……

laksanakan setahun pelajaran
maka amati tahun berikutnya
ekskul bergairah siapkan kompetisi
yang malas belajar jadi rajin krn banyak tugas
yang ga masuk ga enak krn ortu jadi tau
yang malak, yang berkelahi dan tawuran habis kena sangsi tata tertib

perhatikan pelajar baru anda tahun depan
mereka berkualitas makin baik
karena orang tua tak takut sekolahkan anaknya di sekolah anda

Coba tanya guru di Pesantren, Al Azhar, Canisius, Santa Ursula, Tarakanita, dan skolah yang steril tawuran
kalo mereka bisa, kenapa anda tidak
atau studi banding ke negeri lain deh
yang tak ada pelajaran agama di
kelas
tak juga berlandaskan panca sila
tapi tak ada pelajar dan mahasiswanya saling lempar batu
atau saling tusuk teman yg beda sekolah atau kampus

anda punya cara lain?
lakukan deh sebisa anda
supaya tak muncul pempin negeri yg gemar kroyokan
dan menusuk sesama penduduk
negeri


Leave a comment

Mimpi itu menemukan jalannya sendiri – Imagine

20120928-205530.jpg

20120928-205538.jpg

20120928-210058.jpg

20120928-210116.jpg

20120928-210127.jpg

20120928-210107.jpg
25 Sept 2012 saya beristirahat sambil nyanyi imagine …. membayangkan suasana negeri dimana sekolah jadi tempat menyenangkan buat anak, waktu pergi dan pulang sekolah aman, lancar, …. orang tua tak stress apakah anaknya bisa pulang selamat.

Tanggal 27 dua stasiun TV memberi akses kepada ay untuk suarakan mimpi saya …. beberapa stasiun Tv yang lain minta juga, sayang saya ada kegiatan lain, Pak Caca, Pak Delfi, Pak Ali, guru-guru lain dan murid menjawab keingintahuan maayarakat lewat media bagaimana kami mengela tawuran di SMKN 29 Penerbangan Jakarta … trm
ksh semua, semoga bermanfaat


Leave a comment

Kebakaran & Tawuran, apa kesamaannya coba? #pendidikankarakter

OWH


pernah lihat kebakaran?
saat api berkobar besar lahap smua
apa yang bisa anda lakukan?
cuma menonton saja?

pernah lihat tawuran anak sekolah atau masyarakat?
saat mereka sedang asik saling baku hantam
apa yang bisa anda lakukan?
cuma menonton aja?

sebaiknya tak perlu datang ke lokasi kebakaran
hanya menggangu petugas pemadam bekerja
api padam makin lama karena jalan penuh yang nonton
sebaiknya pulang perikasa kabel-kabel listrik di rumah
atau apa saja yang bisa sebabkan kebakaran, perbaiki, …

sebaiknya tak perlu datang ke lokasi tawuran
hanya membuat senang mereka yang sedang tawur
mereka makin semangat, polisi makin susah bertindak karena ramai
sebaiknya tak usah dilihat … pergilah sesuai tujuan anda
cari jalan, daerah atau waktu yang tepat untuk menghindari lokasi tawuran

Perusahaan Listrik Negara dan Polisi atau Satpol PP mestinya tegas
lakukan berbagai tindakan pecegahan
menindak jika ada yang melanggar hukum
supaya kebakaran tak makin sering terjadi
pelajar atau masyarakat enggan tawuran
karena cuma bikin rusak sendiri dan lingkungan

lebih baik kerja biar hidup sejahtera
atau belajar biar lulus trus kuliah or kerja
di sekolah anda, yang terlibat tawuran dapat sangsi apa?


Leave a comment

“@detikcom: VIDEO : SMK 29 Berhasil Melepas Predikat Sekolah Tawuran http://t.co/bwKbXWqd via @detik_tv

20120925-161554.jpg

20120925-161613.jpg

20120925-161632.jpg
Wartawan detik meliput ke Sekolah kami, @SMKN29 Penerbangan Jakarta dan saya dikabari teman lewat twitter ….. alhamdulillah, saya berada di antara guru-guru yang hebat dan pelajar yang dahsyat, sehingga ada liputan ini:

“@detikcom: VIDEO : SMK 29 Berhasil Melepas Predikat Sekolah Tawuran http://t.co/bwKbXWqd via @detik_tv”

Nikmati video Berita Trans TV disini.

terima kasih semua, love u all

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,324 other followers