@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Orang bilang Tanah Kita tanah surga, tanam pohon yuuu

 

Kapan terakhir anda menanam pohon?
nikmati deh, menanam pohon, memberi pupuk, menyiram, perhatikan pertumbuhannya, tumbuhan memberi oksigen, keteduhan, kenyamanan, dsb.

Sekolah yang hijau, banyak tumbuhan akan terasa nyaman dan menyenangkan, coba ajak murid anda menanam pohon sekali atau dua kali setahun, jika ada yang terlambat bisa diberi tugas menyiram pohon dan membuang batang atau daun yang kering, kabarnya stress akan berkurang jika berada di daerah yang banyak pepohonan, bertanam yuu … tanah kita katanya tanah surga, apapun yang ditanam akan tumbuh, happy deh.


Leave a comment

Sekolah  pasrah generasi bubrah di Negeri Paman Besut

image

Seorang alumni sekolah menengah yang sudah sarjana dan sudah bekerja datang berkunjung ke sekolah menengah almamaternya, saat berbincang dengan gurunya di teras sekolah di bertanya:

“Maaf ya Pak, Saya merasa motivasi belajar anak-anak sekarang kelihatan berkurang dibanding generasi Saya dulu?”

Saya cuma bilang bahwa penyebab ya kompleks, karena waktu kami tak lama, dia punya banyak keperluan yang harus dilakukan hari itu.

Di sekolah dasar negeri paman besut, penerimaan murid berlangsung bulan Juni sangat transparan, murid diterima berdasarkan kategori umur, murid yang tertua punya potensi lebih besar untuk diterima di sekolah negeri, sekolah tidak bisa menolak siapapun yang mendaftar ke sekolahnya jika usia pendaftar telah memenuhi syarat dan daya tampung di sekolah itu mencukupi. Pendaftaran dan biaya sekolah di negeri itu gratis. Kepala Sekolah atau Guru sekolah negeri yang melakukan pungutan kepada orang tua diberi sangsi oleh Dinas Pendidikan, diantaranya dengan pemberhentian tugasnya sebagai kepala sekolah atau dipindah tempat tugasnya.

Di sekolah dasar swasta negeri itu proses penerimaan sudah berlangsung sejak bulan Januari, calon murid harus melewati beberapa tahapan tes dan wawancara, termasuk wawancara dengan calon orang tua murid. Tahapan seleksi dan jenis seleksi sangat beragam tergantung kreatifitas dan kebutuhan sekolah. Biaya tes dan biaya masuk sekolah swasta beragam, dari ratusan ribu kepeng hingga puluhan juta kepeng. Sekolah dasar swasta hanya menerima murid yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan sekolah.

Bisa dibayangkan suasana kelas pertama di sekolah dasar negeri yang kemampuan dasar muridnya amat beragam atau heterogen dan di sekolah swasta yang muridnya sudah terkondisi pada level yang sama. Guru-guru di sekolah negeri harus bekerja keras untuk membuat muridnya punya dasar kemampuan yang sama dan bergerak menggapai target pembelajaran di kelas hingga lulus sekolah dasar.

Sementara di sekolah dasar swasta, murid sudah dipetakan pada level yang hampir sama, sekolah dasar swasta bisa menentukan karakteristik anak, type orang tua, kemampuan ekonomi, atau apapun yang diinginkan sekolah.

Sekolah negeri pasrah, sekolah swasta terserah.

Bagaimana di sekolah menengah? tunggu posting blog saya berikutnya.


Leave a comment

Pejabat & Politikus somasi & laporkan artis seksi AA, Mucikari, Media & Pembaca berita

 

Saya croping pada alinea pejabat dan politikus.  

 

 Di negeri Paman Besut Persatuan Pejabat dan Politikus melakukan somasi dan melanjutkan dengan melaporkan ke Polisi atas perbuatan tak menyenangkan atau pencemaran nama baik karena tuduhan transaksi seksual artis di atas. Mereka yang dilaporkan ke Polisi adalah artis, mucikari, pimpinan redaksi kantor berita online, jurnalis dan pembaca berita di atas.

Anda membaca artikel ini dan berita online di atas?


1 Comment

Satu dari tujuh ratusan video saya di youtube, kamu punya brapa video di youtube?

Sambil menikmati penampilan Marching Band SMKN di Pembukaan Kejuaraan Basket Softy Cup SMKN 50 Jakarta, saya mendokumentasikan dan upload di youtube, gunakan handphone buat menyenangkan murid dan menyimpan perbuatan baikntuk di kenang, punya brapa video di youtube?


Leave a comment

Dia berharap dibantu Google buat jadi Presiden, kalo kamu?

 
Gubernur negeri paman besut hampir setiap hari membuat pernyataan yang memancing kontroversi di mass media; soal anggaran, pecat pejabat, minuman keras, pelacur, korupsi, banjir, dsb.

Mungkin dia sedang meniru seniornya yang sukses terpilih jadi presiden lewat mengelola mass media & google untuk tingkatkan popularitas dan elektabilitas dirinya, tampaknya gubernur berminat maju jadi calon presiden yang akan datang.

Presiden negeri paman besut meniru keberhasilan presiden negeri paman doblang yang warna kulitnya ungu berhasil terpilih dua kali kerana berteman akrab dengan google lewat pencitraan di mass media.

Coba ukur popularitas pimpinan anda, googling namanya, cari gambar dirinya, googling juga nama anda, seberapa populerkah anda di jagat nyata dan jagat maya?

Anda guru? jika masih banyak murid di sekolah anda yang tak mengenal anda apalagi google?

Jika itu terjadi, mungkin anda harus introspeksi diri tentang komitmen anda dalam bekerja. Supaya hari ini kita lebih baik dari kemarin.


Leave a comment

Seragam di Negeri Paman Besut bikin hilang rasa percaya diri

  

Di negeri paman besut orang senang dan cenderung fanatik berseragam, hingga ada yang hilang rasa percaya dirinya ketika tak kenakan seragam yang sama dengan yang lainnya. 

Hal itu terjadi karena sejak dilahirkan, belasan tahun sekolah, saat beli baju baru buat hari raya, kuliah, kerja, dsb … rakyat negeri dibiasakan seragam, hingga pakaian seragam atau kaos kesebelasan se dunia laku keras di negeri paman besut, bahkan tak sedikit yang mengeluarkan uang jutaan kepeng untuk membeli kaos idaman, hingga ke stadion markas kesebelasan favoritnya di negeri yang empat musim itu.

Wajah-wajah pada foto di atas mungkin tak peduli pada warna atau corak seragam hingga tulisan di kaosnya, mereka memakai kostum tergantung kesebelasan dimana mereka bekerja, bermain bola.

Mereka, berlatih, berkompetisi, berprestasi, dsb … soal seragam yang dikenakan itu ga penting. Sementara di negeri paman besut, mati-matian mengupayakan punya & mengenakan seragam tanpa bekerja, latihan, kompetisi & prestasi.

Pake kaosnya aja udah bangga banget, main bola tak bisa, berprestasi ga pernah, seolah mementingkan kulit dibanding isinya. Sementara di negeri lain mereka berprestasi dan berganti sergam sekian waktu sekali karena kontrak kerja & prestasi, punya berapa jersey?


10 Comments

Narkoba, pesta bikini, rokok, narkoba & miras oplosan; kebodohan manusia, dimana guru dan orang tua?

20150311_021616_harianterbit_ilustrasi_regu_tembak
Delapan terpidana mati kejahatan narkoba telah dieksekusi kemarin 290415, ada perasaan sedih, kasihan … bahwa ada manusia yang direnggut hidupnya karena perbuatan yang oleh negara dikategorikan jahat. Apakah para pelaku masih mau melakukan perbuatannya jika tahu akan berakhir di depan regu tembak?

undangan bikini party

Beberapa murid sedang deg-degan khawatir apakah dirinya bakal tak lulus karena keterlibatannya di kegiatan pesta bikini di kolam renang sebuah hotel di Jakarta, kelakuannya ikut serta mengedarkan undangan mendapat uang komisi dari penjualan undangan, menjadi model untuk promosi, membuat sekolahnya tercantum sebagai pendukung acara yang membuat heboh negeri. Apakah para pelaku masih mau melakukan perbuatannya jika tahu akan berakhir dengan ketidaklulusan?

Jika perbuatan mereka karena kebodohan, apa arti pendidikan belasan tahun di sekolah? sekedar lulus ujian nasional? sekolah bangga dengan keberhasilan siswanya lulus 100 %? orang tua senang anaknya lulus? kita lupa mebuat anak pintar dalam pelajaran di sekolah, tetapi anak belum mampu berfikir dan memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu kegiatan yang bisa berdampak sangat parah buat dirinya atau lingkungannya.

Rokok jadi seperti hal biasa yang boleh dikonsumsi oleh setiap orang padahal rokok dikategorikan sebagai pembunuh, miras oplosan dan narkoba masih banyak dikonsumsi dengan berbagai alasan, walau banyak penderitaan dan kematian diberitakan terjadi karena narkoba dan miras oplosan.

Kemana guru-guru, kemana orang tua yang seharusnya mendidik dan memberi contoh agar anak terbiasa dengan kehidupan yang baik dan berfikir baik untuk manjadi manusia yang baik, apa pendidikan kebaikan buat anak anda atau murid anda hari ini?


1 Comment

Ga Usah Khawatir Kalo Belum Bisa Masak

Dedi Dwitagama:

Buat yang belum menikah, bacalah ini

Originally posted on SUZIE ICUS PERSONAL BLOG:

Salah satu hal yang saya khawatirkan sebelum menikah adalah soal masak memasak..! yup betul sekali..saya sejak duduk di bangku SLTP ampe kuliah, ga tinggal sama ortu.. alhasil jauh dari kegiatan memasak, karena seringnya beli jadi or di kasi hehe.. alhasil, setelah luluspun saya masih belum terlalu bisa masak.. duh khawatir banget deh gimana kalo nanti nikah .. ini kira-kira beberapa ilustrasi kegalauan saya saya soal memasak ketika di abis ngajar di kelas dan belum nikah ..

Kegalauan soal memasak! Kegalauan soal memasak!

Semakin mendekati hari pernikahan, Agustus tahun 2014 lalu, saya mulai belajar masak walopun masih hasilnya masih amatir *iyalah* dan di waktu yang singkat itu saya belum mahir masak (disitu kadang saya merasa sedih), alhamdulillah saya camer dan salon suami bisa menerima kekurangan saya dalam bidang ini.. tapi saya berjanji untuk terus belajar masak.. saya percaya, bahwa segala sesuatu butuh proses, asalkan kita punya kemauan dan usaha yang kuat, pasti bisa ko :)…

View original 204 more words


Leave a comment

Dedi Dwitagama: Jangan Jadi Guru Yang Biasa Aja!

Dedi Dwitagama:

aaaaah, hebat kali Pak Ustadz ini …. perjalanan yg sebntar itu jadi reportase yang menarik, mhn izizn reblog ya Pak … teruslah menjadi yang tak biasa, smg dlm sehat slalu ya Pak, trm ksh

Originally posted on بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِى:

Buku Bukan Guru Biasa|Penulis: Imas Kurniasih , S.Pd.I Buku Bukan Guru Biasa|Penulis: Imas Kurniasih , S.Pd.I

Sebelum saya nulis intisari dari judul di atas, saya mau ucapin terima kasih dulu buat pak Dedi Dwitagama yang lebih sering dan akrab saya panggil bang Dedi atau mister. Saya berterima kasih karena kemarin sudah nebeng di mobilnya dalam perjalanan pulang dari kampus UHAMKA Ciracas Jakarta Timur setelah kami sama-sama menghadiri acara Gender Awadrs Pusat Studi Gender & Perlindungan Anak (PSGPA) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA). Awalnya saya berangkat ke UHAMKA nebeng dengan Omjay dari SMP Labschool Rawamangun. Agar Omjay bisa langsung pulang via tol Jatibening ba’da maghrib maka saya bareng bang Dedi yang searah karena rumahnya di kawasan Jakarta Timur.

View original 826 more words


Leave a comment

Maaf Nak, Tidak Ada Perayaan Hari Kartini Di Sekolah Kita

Dedi Dwitagama:

Pantas untuk direnungkan & diikuti

Originally posted on Motivator Pendidikan Kreatif:

Poster Hari Kartini

Pagi itu saat saya masuk kelas tiba-tiba seorang siswi  kelas 1 bertanya kepada saya,

Pak besok di Sekolah Akhlak kita merayakan hari kartini gak?

Saya terbengong sejenak untuk menjawab pertanyaan siswa tersebut, di sekolah kita besok tidak ada hari perayaan kartini nak, besok kita seperti biasa masuk sekolah. Jawab saya. Dengan senyum manis siswi tersebut, menganggutkan kepalanya. Tanpa bertanya atau ingin tahu lebih dalam lagi atas jawaban saya.

View original 822 more words


Leave a comment

Setelah ujian Nasional Mereka Pesta Sex, nilai sikap/perilaku Pelajar itu ____________

  

Anda sudah baca berita itu? Bagaimana pendapat Anda?

Jika anda menjadi Guru di Sekolah mereka, apa yang Anda lakukan:

1. Memarahi mereka,
2. Memukul mereka,
3. Mengeluarkan mereka dari sekolah,
4. Memberikan sangsi sesuai tata tertib,
5. Membiarkan saja, karena sudah ujian,
6. Dan sebagainya.

Ada guru yang bilang, kasihan sudah sebentar lagi kelulusan, anggap saja menolong mereka agar punya ijazah. Ada yang bilang, mereka mempermalukan orang tua, sekolah, dan daerahnya maka mereka layak mendapat sangsi.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 5 Tahun 2015 menyatakan bahwa salah satu persyaratan kelulusan murid adalah nilai sikap/perilaku BAIK, jika sudah terbukti perilaku mereka seperti diatas? artinya?.


1 Comment

Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah

 

 

Ilustrasi

Di negeri paman besut Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah seperti berulang puluhan tahun sudah tapi tak kunjung bisa diatasi, guru seolah kalah, sekolah tak berdaya, dinas pendidikan di banyak daerah seperti tak mampu mencari solusi hilangkan Soal UN yang bocor & corat coret baju seragam sekolah, polisi seperti menunggu masalah menjadi besar baru mengambil tindakan, departemen pemdidikan seolah terlalu banyak yang diurus hingga Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah terjadi lagi & terjadi lagi.

Tak sedikit sekolah yang berhasil memberi pengertian kepada murid-muridnya untuk tidak mencorat-coret seragam, mengumpulkan seragam mereka untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan, menyiapka kain putih untuk ditulis kesan selama sekolah & ditandatangani semua murid yang lulus untuk memorabilia dipajang di sekolah. Ada yang memeriksa barang bawaan murid di hari pengumuman dan menyita spidol, pilox atau benda lain yang bisa digunakan untuk corat-coret baju sekolah, bagaimana di sekolah anda?

Tentang soal Ujian Nasional yang dikabarkan bocor setiap tahun termasuk tahun ini, mungkin karena ketakutan yang berlebihan terhadap ketidaklulusan, target lulus seratus persen, phobia rangking sekolah, rangking daerah, dsb. Tindakan atau sangsi hukum untuk pelaku pembocor soal UN tak memberikan rasa takut atau jera, sehingga terulang lagi dan lagi. Para wakil rakyat mungkin perlu merubah undang-undang dan memberi sangsi yang lebih berat bagi pelaku pembocor rahasia negara.

Membeli bocoran soal UN, corat-coret baju, berkendara tanpa helm & SIM jadi pendidikan warga negara yang membuat mereka semakin rusak, mungkin ini salah satu penyebab korupsi, dan pelanggaran hukum lainnya susah dibasmi di negeri paman besut karena sejak sekolah mereka sudah terbiasa dengan pelanggaran hukum, bagaimana di sekolah anda?


Leave a comment

guru & kepala sekolah takut memberikan sangsi, skorsing, apalagi hingga mengeluarkan dari sekolah terhadap kelakuan yang tak bagus itu karena bisa dipolisikan 

  


Foto: ilustrasi

Di negeri paman besut anak sekolah berani melakukan perbuatan kriminal seperti tawuran, pengeroyokan, mencuri, dsb.

Mereka tahu bahwa guru & kepala sekolah takut memberikan sangsi, skorsing, apalagi hingga mengeluarkan dari sekolah terhadap kelakuan yang tak bagus itu karena bisa dipolisikan & dipenjara karena melanggar hukum membuat anak tak mendapat hak pendidikan.

Seaundaunya korban melaporkan ke polisi & pelajar yang jadi pelaku dihukum penjara, anak-anak tenang saja karena mereka tahu bahwa di dalam tahanan mereka bisa ikut ujian sekolah.

Tentang lulus sekolah? anak-anak tahu bahwa guru-guru & kepala sekolah selalu berusaha meluluskan murid di sekolah memelihara rekor pencapaian 100 % yang seolah menjadi harga mati tiap akhir tahun, bagaimana di sekolah anda?


2 Comments

ternyata yang merokok itu banci, kapan terakhir ketemu banci?

 

Masih ingat kapan pertama kali anda merokok, apa yang membuat anda merokok? 

Mungkin salah satu dorongan atau bujukan orang disekitar anda saat itu adalah: “Cuma banci yang tak merokok”.

Liat foto di atas, ternyata anda tertipu, bahwa ternyata yang merokok itu banci, kapan terakhir ketemu banci?


2 Comments

mereka sukses membuat pelajar tewas

  
di negri paman besut pjabat tawuran, anggota partai tawuran, fulisi tawuran ama tengtara, fulisi ama kafeka, gubernur ama depeerde, anak skolah tawuran di jalan dibritakan di media, skolah mana berikutnya?

Pelajar cuma meniru pemimpinnya, apalagi mereka tahu tak perlu belajar serius bisa lulus, tak ikut ulangan tetap dapat nilai, sekolah tak berani untuk tidak meluluskan murid.

Murid nakal diberi sangsi bisa melaporkan guru & kepala sekolahnya ke polisi, dan dibela oleh banyak fihak … tawuran tak henti, yang mati jadi berkali, bagaimana di sekolah anda?


2 Comments

sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal

IMG_4239

IMG_4240
Pembinaan karakter siswa butuh kreatifitas dan kerjasama dengan berbagai fihak di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Dua foto di atas memperlihatkan isi foto album instagram yang merespon pendidikan karakter saat jadi siswa baru di SMKN 36 Jakarta, bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), anak-anak yang baru lulus SMP dilatih kebersamaan, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, cinta negara, dsb.

Kementrian dan Dinas Pendidikan sudah mengatur tatacara pembinaan siswa baru, menurut saya itu boleh diikuti sebagai standar minimal, sekolah sebaiknya meningkatkan level standar kegiatan dengan melibatkan siswa senior, guru, dan fihak luar seperti industri, perguruan tinggi, TNI, Polisi, dsb.

Tentang biaya, ini mungkin jadi masalah sehingga sekolah enggan menaikkan standar, pembinaan siswa baru jadi kegiatan yang selalu begitu, hampir tak pernah berubah dari tahun ke tahun. Kuncinya kembali ke kreatifitas pengelola sekolah dan keberanian untuk menaikan standar kegiatan yang sering disebut MOS atau Masa Orientasi Siswa baru.

Kurikulum, Ujian Nasional, adalah batas minimal yang harus dicapai sekolah dalam interaksinya dengan anak didik, sekolah yang terbiasa minimalis dalam pencapaian berbagai standar di sekolah, akhirnya akan ditinggalkan masyarakat, berbagai label yang disematkan untuk sekolah yang biasa sekedar sesuai standar akhirnya ketahuan bahwa itu sekedar kedok; ingat dulu ada sekolah dengan label TELADAN, SBI, SSN, UNGGULAN, dsb. Sekolah itu outputnya biasa-biasa saja tak seperti labelnya.

Banyak sekolah yang tak peduli terjadap label ini itu tetapi berusaha menanamkan karakter unggul dengan memberi standar lebih pada proses pendidikan di sekolahnya dan hal itu disukai masyarakat hingga sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal.

Bagaimana sekolahmu?


Leave a comment

17 Blogger Indonesia Paling Inspiratif 2014

Dedi Dwitagama:

Alhamdulillah, terima kasih buat pengunjung blog saya dan yang sudah menilai, semoga bermanfaat

Originally posted on Motivator Pendidikan Kreatif:

buku saya mau jadi guru goblog

Motivator Kreatif-Apa kabar sahabat? semoga pagi menjelang siang ini semangat untuk mengabdi dalam dunia pendidikan terus membara dalam jiwa kita, sebagai pendidik kitalah pemegang kendali dalam menentukan generasi bangsa terbaik. Oleh sebab itu tentu kita harus terus memantaskan diri dengan meningkatkan kualitas diri kita.

Pagi menjelang ini saya ingin berbagi dengan sahabat semua tentang 17 Blogger paling Inspiratif, tentu ini versi saya dan khusus bagi para Gulu Blogger.  Jadi buat anda yang tidak saya masukan dalam kategori ini, jangan marah yah, he..he… Bisa saja karena saya belum kenal dengan anda kalau kenal mungkin saya masukin juga dalan 17 Blogger Indonesia Paling Inspiratif.

Inilah kriteria yang saya nilai untuk 17 Blogger Paling Inspiratif :

View original 256 more words


Leave a comment

tindakan kriminalisasi terhadap sekolah atau kepala sekolah

IMG_4172

Di Negeri Paman Besut terjadi kekisruhan antara Gubernur dengan DPRD, berawal dari pemgusulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah – APBD, Gubernur menyatakan bahwa Satuan Kerja Pemerintah Daerah – SKPD tidak mengusilkan program, kegiatan atau rencana pengadaan barang senilai lebih dari 12 trilyun kepeng, tetapi muncul pada APBD yang dikeluarkan oleh DPRD.

Ternyata anggaran lebih dari 12 trilyun kepeng itu diantaranya untuk pengadaan peralat listrik UPS di sekolah yang harganya per unit untuk setiap Sekolah antara 3 sampai 5 milyar kepeng.

Dikabarkan bahwa sekolah-sekolah tak mengajukan permintaan pengadaan alat itu, tetapi langsung di drop ke sekolah untuk dipasang, beberapa sekolah menyatakan bahwa kebutuhan mereka sebenarnya adalah penambahan daya listrik, sekolah sudah mengajukan permintaan penambahan daya listrik, tapi tak kunjung terealisir.

Kisruh terus terjadi hingga artikel ini ditulis, liputan media tak henti mengungkap pandapat berbagai fihak tentang anggaran yang tak kunjung disetujui, hingga para fihak melaporkan fihak lain ke KPK dan Kepolisian. Anggaran operasional sekolah tak kunjung turun, sementara kegiatan sekolah harus dijalankan, pemeliharaan sekolah tak berhenti, ujian sekolah harus dilakukan, kebersihan memerlukan alat dan bahan yang harus dibeli, tenaga guru dan tata usaha honor hatus dibayar, berbagai biaya tak bisa ditunda. Kepala sekolah hatus kreatif dan kerja keras mengendalikan sekolah hingga ada yang harus menggunakan berbagai sumber dana bahkan meminjam uang untuk biaya operasional sekolah.

Dalam keadaan sulit dimana anggaran tak kunjung disetujui, sehingga tak bisa turun untuk digunakan mendanai berbagai kegiatan sekolah, Kepala Sekolah mendapat tambahan beban dipanggil Kepolisian Negeri Paman Besut untuk diperiksa sehubungan dengan pengadaan barang yang diributkan.

Anda pernah diperiksa Polisi? Bagaimana rasanya mendapatkan panggilan dan menjadi terperiksa? Mereka yang tak terbiasa berhubungan dengan Polisi, dipanggil Polisi dan diperiksa selama berjam-jam adalah sebuah persitiwa yang tak mengenakkan. Kalau boleh meminjam istilah media, apakah sedang terjadi Kriminalisasi di Dunia Pendidikan? Oleh siapa? Jika pelapornya adalah Gubernur atau DPRD, apakah mereka bisa dianggap melakukan tindakan kriminalisasi terhadap sekolah atau kepala sekolah?

Menurut Anda?


Leave a comment

Darah habis, masuk liang kubur tak bisa dihindari

IMG_3901

Seorang Bapak pernah jadi anak STM
yang doyan tawuran di sekitar Blok M
Diantara teman-teman sekolahnya dia berani berantem
Perut sobek tertusuk pisau lawan tak membuatnya merem

Bapak itu sering bangga
Bercerita pada keluarga
Berlari di jalan menguber atau diuber seperti tak beda
Mendapat perhatian, dilihat orang, masuk koran bikin besar dada

Bapak itu kini punya anak yang skolahnya di Blok M
Stiap hari dia was-was, takut anaknya kena hantam
Berdoa selalu setiap anaknya berangkat sekolah dg tangan menggenggam
Selalu stress jika anaknya belum pulang hingga malam

Bapak itu sudah siapkan dana banyak
Jika tiba-tiba ada kabar menghentak
Puluhan juta rupiah seperti dalam kotak
Siap obati operasi akibat tawuran anak

Beruntung di sekolah anaknya banyak kegiatan ekskul
Peraturan tegas dijalankan, murid yang tawuran dikeluarkan

Ada anak keluarga miskin
Terbiasa dalam tas clurit dimasukin
Sekolahnya tak berani tegas pada muridnya
Merokok, bawa senjata tajam atau tawuran dibiarkan saja

Mayoritas anak miskin itu terbiasa bergerombol di jalan
Alasan menunggu bis yang sama solider teman
Nongkrong cari musuh bersama basis terlihat yakin
Naas, batu menghantam kepalanya hingga pecah seperti manekin

Masuk rumah sakit hendak dioperasi
Tak ada biaya karena keluarga sulit mencari
Darah habis tak terperi
Masuk liang kubur tak bisa dihindari


Leave a comment

Luar biasa jika ada Group Taiko di Sekolah Menengah Kejuruan

Ada Group Taiko di Jepang itu biasa, Group Taiko Mahasiswa jurusan sastra Jepang itu biasa, yang luar biasa jika ada Group Taiko di Sekolah Menengah Kejuruan, nikmati dua video dokumentasi Taiko SMKN 36 Jakarta.

KELAHIRAN TAIKO

TAIKO merupakan Instrument Perkusi yang paling Primitif dalam masyarakat Jepang. TAIKO ada dan sudah digunakan di Jepang Kuno lebih dari 2000 tahun yang lalu. Menurut beberapa penelitian Arkeology dan Antropology , orang-orang kuno di Era Jyomon sudah menggunakan Drum (Tambur) sebagai alat Komunikasi atau alat untuk Ritual Keagamaan. Namun Perkusi yang mereka gunakan diduga cukup berbeda dengan yang ada saat ini.

Continue reading


Leave a comment

Kamu tak merokok, berarti kamu sangat hebat

Rokok itu hebat
dia kalahkan jutaan orang
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

Kamu tak merokok
berarti kamu sangat hebat
jauh lebih hebat dari
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

Seharusnya, siapapun kamu
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

itu faham,
bahwa kesehatan harus dijaga
bahwa di rokok itu banyak zat beracun
bahwa rokok itu merusak tubuh
bahwa rokok itu membunuhmu

Kamu tak merokok
berarti kamu sangat hebat
jauh lebih hebat dari
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,


Leave a comment

Tips Mengelola Majalah Dinding Sekolah

Majalah Dinding merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang bisa melatih berbagai karakter murid seperti: orientasi masa depan, kerjasama, saling menghargai, perencanaan, kreatif, produktif, eksplorasi, konsisten, dsb.

Agar majalah dinding di sekolah bisa memberi manfaat buat pengelola maupun pembacanya, silahkan simak beberapa tips mengelola majalah dinding sekolah:

1. Bentuk Dewan Redaksi, bisa mengikuti model redaksi majalah, koran atau penerbitan lainnya.

2. Sepakati bersama seluruh anggota tim redaksi atau aktifis mading, masa tayang mading berlangsung berapa lama, misalnya; seminggu, dua minggu, atau sebulan sekali.

3. Sepakati Konsep mading, apakah mengangkat tema-tema tertentu atau sistem rubrik, ruang-ruang tetap.

4. Sepakati materi yang akan diangkat mading anda; jika konsep tema & masa tayang sebulan sekali, artinya dewan redaksi harus menyiapkan paling sedikit 12 tema selama satu tahun, sebaiknya disiapkan tema-tema cadangan untuk mengantisipasi masalah kekurangan materi atau lainnya.

Foto di bawah ini adalah contoh mading yang berkonsep tema; SARAPAN

Sumber: Google

Sumber: Google

5. Jika yang dipilih konsep rubrik yang diupdate sebulan sekali, misalnya ada rubrik Headline, Tokoh, Puisi, Siswa berprestasi, Guru Kita, Sekolah Tetangga, dsb; maka Dewan Redaksi harus menyiapkan materi setiap rubriknya terdiri dari 12 unit sepanjang tahun.

Foto di bawah ini adalah contoh mading dengan konsep Rubrik

Sumber: Google

Sumber: Google

6. Tentukan jadwal tanggal atau hari mading itu diupdate.

7. Tayangkan nama dewan redaksi dilengkapi dengan alamat twitter, email atau nomor HP yang bisa dihubungi

8. Lengkapi mading dengan gambar-gambar, karena banyak orang yang tertarik dengan unsur gambar atau warna.

9. Libatkan pembaca atau murid yang tak tergabung dalam ekskul mading untuk mengisi mading, sertakan foto wajah yang menyumbang artikel atau foto karyanya. Proses pengiriman karya bisa lewat email, kotak yang disediakan atau dikirim langsung kepada anggota dewan redaksi.

10. Dokumentasikan setiap edisi mading dengan memuat semua artikel dan foto-foto di mading dengan cara mengupload di blog mading, bisa dibuat di wordpress, kompasiana, blogger, blogdetik, dsb. Foto-foto saat rapat redaksi, proses menggarap edisi, foto bareng anggota dewan redaksi dan pembena, atau apa saja bisa ditayangkan di blog mading.

Contoh blog mading SMPN 243 Jakarta.
mading dwitagama2
http://mdsmpn243jkt.blogspot.com/

11. Ikut serta kegiatan lomba atau kompetisi mading yang sering diadakan oleh berbagai fihak sebagai pembanding dengan mading sekolah lain.

12. Tugaskan dewan redaksi untuk berkunjung ke sekolah lain untuk mengamati mading sekolah tersebut sebagai pembanding untuk perbaikan.

13. Simpan atau arsipkan materi mading yang sudah ditayangkan yang pada suatu saat dapat ditayangkan ulang, jika dirasa perlu atau untuk mengisi ruang yang kosong.

14. Tempatkan mading di tempat yang strategis agar mudah dilihat oleh warga sekolah.

15. Lakukan perbaikan-perbaikan yang dianggap perlu untuk membuat mading lebih menarik para pembacanya.

Selamat berkarya.

Menilai mutu kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS Sekolah kita

Leave a comment

20150112-120339.jpg
Pada suatu kesempatan saya berjumpa dengan pengurus OSIS banyak Sekolah bagian timur Jakarta, Saya bertanya kepada mereka bagaimana aktifitas kegiatan ekskul atau OSIS di sekolah mereka, beberapa dari mereka menjawab bahwa teman-teman merka dangat aktif falam kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS di sekolahnya, saya melanjutkan pertanyaan: sebutkan lima prestasi terakhir dan waktunya, mereka bilang beberapa waktu terakhir belum meraih juara lagi.

Suatu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah yang rajin melakukan kegiatan, berlatih, bersinergi dengan aktifis kegiatan yang sama dari sekolah lain, melakukan latihan bersama, mengikuti lomba-lomba yang diadakan sekolah lain, atau instansi lain, kadang diundang untuk tampil pentas atau eksibisi di sekolah sendiri, sekolah lain, atau even-even di luar sekolah.

Keikutsertaan di perlombaan-perlombaan berkali-kali pada akhirnya akan bermuara pada raihan prestasi atau juara, karena sifat dasar remaja yang menyukai tantangan dan persaingan.

Sekolah seharusnya mendorong semua unit organisasi ekstra kurikuler di sekolahnya untuk serius latihan, ikut serta pada lomba atau kompetisi di dalam kota atau di luar kota atau tampil demonstrasi pada kegiatan-kegiatan di sekolah sendiri, sekolah lain, di dinas pendidikan, di pemda atau di acara-acara yang sesuai dengan jenis ekskul sekolah.

Menilai mutu kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS Sekolah kita sangat mudah, cukup didata berapa banyak prestasi yang sudah dicapai oleh unit ekskul tersebut, jika selama setahun ekskul di sekolah anda tak pernah tampil demo, tak pernah ikut kompetisi atau tak pernah meraih juara, mungkin kegiatan ekskul tersebut belum dikelola secara serius, karena selama setahun padti ada kesempatan untuk demo, atau ikut kompetisi.

Kemungkinan besar ekskul yang mandul itu anggota atau peminatnya juga sedikit, tak serius latihan, tak didorong ikut kompetisi atau kitang dukungan dari sekolah, tetapi jika dukungansudah cukup diberikan tapi tak kunjung berprestasi, mungkinsaatnya ekskul tersebut dibubarkan dan diganti dengan ekskul lain yang lebih diminati siswa agar lebih berani berkompetisi.

Negeri ini butuh penduduk yang serius berlatih sesuatu dan berani berkompetisi serta berprestasi.


1 Comment

Rakyat Negeri Paman Besut: pantat panas, pinggang meradang, mata berkunang … itu biasa

20150104-083514.jpg

Di Negeri Paman Besut merdeka sudah lebih 60 tahun
Presidennya berganti setiap lima tahun
Gubernurnya berganti setiap lima tahun
Bupati berganti juga setiap lima tahun
Walikota berubah setiap lima tahun

Meteri berganti kadang berkali-kali satu periode
Pegawai Negerinya berjumlah jutaan
Anggarannya Kepeng dengan jumlah NOL nya dua belas bahkan lima belas
Nama program pembangunannya ganti selalu
Semua bertujuan mensejahterakan rakyat
Semua bertujuan mencerdaskan rakyat

Rakyat negeri tatusan juta jumlahnya
Punya kebiasaaan menjenguk desa setahun sekali
Negara menyediakan bus-bus gratis yang di beritakan di media
Agar ada kesan negara mengurus warganya pulang ke desa
Sesungguhnya biaya berasal dari keuntungan pengusaha yang berasal dari rakyat
Saat kembali ke kota rakyat harus membayar mahal angkutan balik ke kota
Jika tak mau, rakyat gunakan mobil pribadi dan sepeda motor meregang nyawa

Mungkin karena tak terbiasa berfikir kritis
Atau terbiasa dibungkam tak di dengar atau tak dipedulikan
Rakyat seolah tak faham bahwa angkutan umum harus disiapkan pemerintah
Bahawa angkutan umum adalah bagain dari kesejahteraan rakyat
Angkutan umum kecil dan besar yang disediakan seolah untuk rakyat
Sesungguhnya adalah model sebagian rakyat yang gemar uang banyak
Yang tak mempedulikan pelayanan, fokus pada untuk berlipat

Rakyat negeri paman besut merasa angkutan umum terlalu mahal
Tapi tak memberi pelayanan yang baik
Akhirnya rakyat memilih jalannya sendiri dengan memaksa diri membeli speda motor & mobil
Tak ada uang cukup rakyat membeli secara kredit dengan harga selangit
Rakyat merasa senang jadi mudah dan nyaman bepergian kemanapun
Bahkan merasa hidupnya jadi lebih makmur punya motor dan mobil
Jarak ribuan kilometer ditempuh di atas jok mengadu nyawa dirasa rekreasi
Rakyat lupa atau enggan bicara bahwa pemerintah seharusnya siapkan angkutan umum

Mobil-mobil angkutan umum kecil dan besar diemohi rakyat
Rusak tak terawat jadi besi tua kadang jadi pencabut nyawa
Yang berpunya berebut tiket pesawat dengan harga tiket melompat
Yang miskin semotor berempat tempuh ribuan kilo tetap merasa hebat
Jalan tersumbat ratusan kilometer seolah tak ada yang lihat

Para presiden, menteri, gubernur, walikota dan pegawai nikmati kerja
Bepergian menggunakan pesawat khusus, pengawal khusus, kendaraan khusus
Tak merasa pengap di kendaraan yang penuh sesak
Yak tahu jalan macet seperti cicak yang merayap

Rakyat lupa bahwa saat kampanye pemilihan umum
Para calon wakil rakyat, juga calon bupati, gubernur, dan presiden
Berjanji tingkatkan sejahtera rakyat, pintarkan rakyat
Tapi setelah menjabat mereka seperti lupa atau asik sendiri hingga masa jabatan berakhir
Rakyat tetap sengsara, biasa menyelesaikan masalah sendiri
Cukup dihibur dengan bus-bus gratisan saat mau pulang kampung
Sambil dihibur penyanyi dangdut kelas kampung
Rakyat tak faham bahwa setelah itu mereka diperas, dirampok penghasilannya yg sedikit
Dengan ongkos angkutan yang harganya selangit
Seolah bergembira berpetualang di atas roda dua dengan anak istri bersama teman satu desa
Istirahat setiap dua jam sambil menikmati minuman berkafein & makanan bermecin
Bergeletak di pinggir jalan, di pom bensin, di masjid & musholla
Tak sedikit yang sakit hingga meregang nyawa di jalan yang berlubang
Itu terjadi puluhan tahun di negeri yang sering merasa tak ada yang mengurus
Mungkin karena berulang puluhan tahun seolah jadi benar, jadi biasa
Penederitaan jutaan penduduk seolah jadi pesta, tradisi yang biasa

Ketika saat pemilihan umum datang lagi
Para calon kampanye, berteriak ingin sejahterakan & pintarkan penduduk
Tak lupa paket hiburan dangdut gratis menyenangkan rakyat
Setelah terpilih mereka asik sendiri, bahkan sering ribut sendiri
Lupa janji kampanye yang diteriakkan
Rakyat dibiarkan bodoh terus
Punya kendaraan merasa jadi sejahtera padahal makan tak ada
Bepergian mudah kemana saja padahal bikin nyawa tak ada

Mungkin karena miskin & tak bisa berbahasa asing
Rakyat negeri paman besut tak bisa lihat rakyat negeri sebelah
Yang pemerintahnya siapkan angkutan umum yang baik buat rakyatnya
Hingga rakyat tak perlu punya motor atau mobil
Tapi mereka bisa pergi kemana saja dengan biaya lebih murah tak macet
Angkutan umum datang setiap sekian menit sekali di negeri itu
Sementara di negeri paman besut, angkutan umum ditunggu berjam-jam tak ada

Mungkin karena terlalu bodoh
Rakyat negeri paman besut tak faham apa tugas pemerintah apa hak rakyat
Rakyat yang bodoh itu seolah puas dengan panggung hiburan gratis di pinggir jalan saat tahun baru
Atau sekolah gratis dan berobat gratis
Karena bepergian hanya jarak dekat, sepeda motor seolah cukup
Kalaupun jauh dipaksa ditempuh walau pantat panas, pinggang meradang, mata berkunang
Rakyat negeri paman besut terlalu bodoh
Karena sekolah tak jelas kurikulumnya


1 Comment

Puisi Tuhan Sembilan Senti, Karya: Taufik Ismail

 photo chain_smoking.jpg

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Amin Yaa Rabbalalamin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 17,649 other followers