Pencitraan Negatif Sekolah

Siapa yang bertugas mengabarkan kabar-kabar baik di sekolah Anda kepada orang tua, Dinas Pendidikan, Pemda, mitra atau masyarakat luas. Medianya bisa leaflet, brosur, poster, koran, majalah, … itu semua jaduuul.

Era digital sekarang mah kabar-kabar baik sekolah harus tiap hari di upload melalui website sekolah, blog, facebook, twitter, instagram, LinkedIn, path, pinteres, steller, youtube, podcast, dsb.

Susaaah? Kalo anak Sekolah Dasar bisa mengoperasikan semuanya hanya dengan menggunakan Hand Phone, maka orang-orang dewasa di sekolah harusnya bisa melakukan itu semua.

Jika pencitraan tak dikelola dengan baik, tinggal tunggu saatnya tiba sekolah anda viral dikabarkan buruk oleh fihak luar, atau akibat unggahan murid, guru dan karyawan yang tak pantas karena tak faham teknik mengelola informasi memanfaatkan media digital. Jika setiap hari selalu mengabarkan kebaikan sekolah dan saat tertentu murid bisa ditugaskan mengunggah tugas pembelajaran di internet menggunakan judul mengandung nama sekolah, maka selamat menikmati jutaaan info kebaikan sekolah anda seperti laut samudra.

Andai ada pemberitaan buruk, itu akan tenggelam diantara jutaan berita postif yang diunggah sebelumnya, seperti jarum satu yang tenggelam di samudra, bagaimana cara mengelola pencitraan sekolah? Ini perlu pelatihan, praktek dan pembiasaan … nanti deh jika pageblak covid ini berlalu saya akan datang ke sekolah anda.

Sekarang nikmati dulu salah satu podcast saya, disini.

Kapan Mulai Jadi Perokok?

foto: modifikasi.com

Alooow Pengunjung Blog Saya

Semoga saat membaca ini anda dalam sehat lahir bathin, apakah anda perokok? kalo tak merokok anda hebat, tapi kalau anda perokok anda juga hebat.

Laaaah … hebat kenapa? Anda hebat tak mau ketinggalan trend di negeri ini dan dunia bahwa usia perokok kini makin muda, makin banyak anak-anak yang sudah menghisap rokok, jika anda mulai merokok saat bersekolah di SMP … anda kalah hebat sama anak yang belum sekolah, dia sudah pandai merokok, bahkan di depan orang tuanya.

Para orang tua yang merokok dengan cara menjauh dari keluarga seperti anak, istri atau suami anda …. atau kamu yang merokok ketika tak dilihat orang tua … mungkin harus belajar pada anak di atas, bagaimana merokok di depan ibunya, kalo kamu?

Coret-coret Aja Semuanya

Meja belajar sekolah siapa? 2020
Di sebuah under pass Jakarta 2018

Apa komentar kamu melihat meja belajar di sekolah banyak coretan dan tembok jalan yang kamu lewati banyak coretan seperti dua foto di atas?

– Bagus … itu suatu kreatifitas, bisa jadi pelakunya nanti jadi seniman besar, atau jadi pejabat.

– Jelek … sebaiknya jangan coret” di meja sekolah atau dinding kota, nanti kotor dan lingkungan kita jadi kumuh.

– Terserah deh … yang penting jangan coret” di rumah saya karena baru di renovasi, mahal guys.

Kalo kamu?

PAT Matematika Kls X SMKN 50 Jakarta

Dear Anak-anakku yang baik.

Semoga saat membaca posting ini kamu sudah mandi, sudah sarapan, sudang berbuat baik pada orang-orang sekitarmu, yang paling utama kondisimu dalam sehat lahir bathin, siap untuk mengerjakan soal-soal PAT (Penilaian Akhir Tahun) Matematika dan mata pelajaran lainnya.

Saya tuh sebenarnya lebih suka kamu ngerjain soal-soalnya di kelas, walau sama-sama menggunakan gadget, tetapi saya bisa melihat wajah-wajah serius kamu mengerjakan soal matematika, wajah pasrah kalo soalnya susah, apalagi saat waktu hampir habis, kamu terlihat heboh, panik sendiri, dan yang saya suka kamu ngga berani nyontek kanan kiri karena tahu akibat yang bakal kamu tanggung, saya kangen saat-saat itu.

Selamat mengerjakan soal-soal PAT Matematika yang link nya bisa di klik disini, dengan token yang sudah di broadcast oleh kakak kelasmu Zefanya Nicole, semoga nilaimu memuaskan, miss u much guys.

Membiasakan Baca Petunjuk

Saya berusaha memberikan petunjuk dengan jelas dan menggunakan huruf kapital pula, tapi selalu ada saja yang masih tak melakukan dengan benar, padahal kamsud dari petunjuk itu adalah supaya namanya terbaca jelas karena yang mengajar umurnya sudah banyak melewati angka sekolahnya, kalo huruf kecil ga jelas gitu jadinya …. kalo para pelaku punya alasan yang bermutu saya bisa maklum dan maafkan, tapi kalo cuma kerana teledor … apakah saya perlu kurangi score atau nilainya sepuluh point … jadi ngga KKM dong … para pelaku silahkan ungkap argumentasimu di kolom komentar, ini sebagian dari mereka.

Puisi | Indonesia Terserah

Foto: ayosemarang.com
Mereka lelah Mereka gundah Mereka terengah Mereka resah Berbulan-bulan tak pulang Nafas tak bisa lagi datang Asa tak mampu lagi mengekang Pulang tapi tak bisa nengok ke belakang Virus terus mengarus Mudik dilarang, pulang kampung tak urus Takut ekonomi bikin mampus Antrian bansos ditembus Anak dimanja matikan orang tua Rakyat dimanja manakutkan para tetua Bilang sembako tak punya Mall dibuka ribuan masuk memaksa Dulu miskin semangat berjuang Bambu runcing tak jadi penghalang Kini virus meradang, pasien bergelimpang Menteri kesehatan seolah menghilang

Best Writter Home Learning Challenge SMKN 50 Jakarta

Allow guys, smg kamu semua dalam sehat, sudah mandi, sudah sholat, sudah makan, sudah bantu menyenangkan orang tua, sebagai tindak lanjut tantangan terakhir saya sebelum Lebaran, saya umumkan nama-nama yang telah menyelesaikan tantangan saya adalah sebagai berikut:

  1. Nurul Anita
  2. Rachela Putri
  3. Saras Lintang Panjerino
  4. Amalia Kairani Mardiana
  5. Fadila Armani
  6. Khaniva Hirzani
  7. Ghifari Aprillianto
Blognya Amalia Kairani Mardiana

Dua orang dengan nilai terbaik diraih oleh Amalia Kairani Mardiana dengan point 254 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah dan Nurul Anita dengan point 231 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah, kepada dua pemenang silahkan hubungi saya melalui pesan di instagram untuk membicarakan cara penyerahan hadiah.

Selamat buat kamu yang sudah menulis banyak artikel di kompasiana, mengabarkan apa saja yang positif di sekitar kamu agar fikiran terbiasa positif sehingga meningkatkan kekuatan imunitas kita dan tercegah dari segala penyakit, sambil mempromosikan SMKN 50 Jakarta.

Masih ada lagi dua pemenang yang bakal diumumkan setelah pelaksanaan PAT (Penilaian Akhir Tahun), stay safe ya guys, love u all.



			
					

Home Learning Challenge “Tugas di Kompasiana”

Aloow Gaess, kalo kamu udah menyelesaikan tantangan posting minimal 10 tulisan di kompasiana silahkan komment di bawah posting ini dengan memberi link posting yang paling banyak pengunjungnya, deadline sampai 07 Juni 2020.

Tentu kamu masih ingat broadcast saya di bawah ini:

Assalamualaikum.

Aloo Gaess, saat baca ini semoga kamu sudah mandi, sudah berbuat baik buat orang tua dan dalam keadaan sehat serta bahagia, hari Jumat 8 Mei 2020 kamu bakal post test Matriks buat kelas X dan Peluang buat kelas XI, setelah belajar sebelum post test atau setelah post test, untuk mengisi kagabutan dirimu saya mengadakan challenge berhadiah THR masing-masing dua pasang sepatu sekolah untuk dua pemenang (tapi silahkan beli sendiri di BKT) saya kasih mentahnya aja yaaa.

Tema dan bentuk tulisan harus mengabarkan kebaikan seperti: Promosi SMKN 50 Jakarta, Manfaat Libur Sekolah akibat Pandemi Covid-19, Seseruan Home Learning ala SMKN 50 Jakarta, Pengamatan Kamu terhadap keluarga dan lingkungan kamu merespon PSBB, Cerita kerinduan kamu belajar, berkegiatan ekskul, atau kerinduan pada sahabat di SMKN 50 Jakarta, Rasa Rindu tergadap Guru, atau apa aja deh … sabeb gaess.

Kamu sudah punya pengalaman posting 15 tulisan yang berbuah manis satu nilai raport, tantangan kali ini cuma 10 tulisan aja gaess dan bakal diganjar satu nilai lagi plus THR (Tunjangan Hari Raya), akan saya berikan kepada dua orang yang tulisannya paling banyak (selain yang 15 kemarin), dan tulisan yang paling banyak dibaca orang. Jika kamu kamu sudah selesai atau merasa pantas jadi juara silahkan kasih link posting atau profil kamu pada kotak komentar di bawah posting ini. Tolong kasih tahu ada berapa tulisan atau berapa orang yang membaca.

Caranya:

Kamu wajib melengkapi data diri di bagian “Pengaturan” Kompasiana dan mengisi bio pada profil dengan format (Pelajar/Mahasiswa)_(Jurusan)_(Nama institusi). Misal: Rajab Andriko Pelajar Kls X Multi Media SMKN 50 JakartaIsi semua kolom, jika kamu belum punya KTP boleh gunakan Kartu Pelajar, jika tak ada pakai Foto Kartu Keluarga, lengkapi juga foto dirimu ya gaess. Setelah mengisi, klik “Simpan” pada bagian bawah halaman pengaturan. Akun kamu akan mendapat chek list hijau beberapa hari setelah kamu melengkapi data diri kamu dengan benar, seperti akun Amalia Kairani Mardiana Kelas XI MM.

Mendokumentasikan Semua Kegiatan di Blog

Hari ini tepatnya  hari Rabu, ,20 Mei ,2020Guru-guru Nusantara mengikuti pelatihan menulis. Kali ini membahas tentang mendokumentasikan semua kegiatan di blog. Disampaikan oleh bapak Dedi Dwitagama dan dimoderatori oleh ibu Fatimah. Sejak tahun 2005 pak Dedi sudah menulis di blog, sudah ratusan tulisan emasnya menghiasi dinding-dinding blog. Beliau seorang guru yang kreatif, dengan tulisan-tulisannya menghantarkan beliau […]

Mendokumentasikan Semua Kegiatan di Blog

Late Post: Edisi Kangen Ketemu Kamu … Iya, Kamu

Saat gabut, saya bongkar-bongkar file digital dan menemukan keseruan berinteraksi dengan orang-orang pilihan sejak belasan tahun lalu, miss u much … semoga semua yang ada di foto ini dan semua yang pernah ketemu saya, atau anda yang sedang menikmati blog saya ini dalam keadaan sehat walafiat, stay safe ya guys.

Jejak-jejak sessi saya bisa dinikmati di http://trainerkita.wordpress.com.

Good Job Saras: Tantangan Home Learning

Screen Shot 2020-05-06 at 11.19.02 AM

Alooow Gaess

Terima kasih, sudah banyak anak-anak saya yang hebat posting artikel di Kompasiana, diantaranya Saras Lintang Penjerino Kelas XI MM yang mendapat apresiasi ARTIKEL PILIHAN dari Redaktur Kompasiana, artinya artikel Saras dinilai punya kualitas yang bagus dan menjadi pilihan buat dibaca. Mau lihat posting Saras, silahkan klik disini.

Saras juga sudah melengkapi identitasnya, sehingga terlihat jelas profil nya sebagai Pelajar SMKN 50 Jakarta. Saya memberi tantangan menulis ini sambil mendorong kamu mengikuti kompetisi yang diadakan Kompasiana Jika berhasil masuk 30 besar konten terbaik selama 3 bulan berturut-turut, ia akan berkesempatan mendapatkan 1 voucher gratis menginap selama semalam di jaringan Hotel Cordela se-Indonesia.

Artinya, kalau kamu hebat maka akan mendapat hadiah dari Saya dan Kompasiana, info lengkapnya bisa didimak disini.

Home Learning Challenge Berhadiah THR

Penataan-PKL-di-sepanjang-KBT-Mendesak-untuk-Direalisasikan
Pasar BKT

Assalamualaikum.

Aloo Gaess, saat baca ini semoga kamu sudah mandi, sudah berbuat baik buat orang tua dan dalam keadaan sehat serta bahagia, hari Jumat 8 Mei 2020 kamu bakal post test Matriks buat kelas X dan Peluang buat kelas XI, setelah belajar sebelum post test atau setelah post test, untuk mengisi kagabutan dirimu saya mengadakan challenge berhadiah THR masing-masing dua pasang sepatu sekolah untuk dua pemenang (tapi silahkan beli sendiri di BKT) saya kasih mentahnya aja yaaa.

Tema dan bentuk tulisan harus mengabarkan kebaikan seperti: Promosi SMKN 50 Jakarta, Manfaat Libur Sekolah akibat Pandemi Covid-19, Seseruan Home Learning ala SMKN 50 Jakarta, Pengamatan Kamu terhadap keluarga dan lingkungan kamu merespon PSBB, Cerita kerinduan kamu belajar, berkegiatan ekskul, atau kerinduan pada sahabat di SMKN 50 Jakarta, Rasa Rindu tergadap Guru, atau apa aja deh … sabeb gaess.

Kamu sudah punya pengalaman posting 15 tulisan yang berbuah manis satu nilai raport, tantangan kali ini cuma 10 tulisan aja gaess dan bakal diganjar satu nilai lagi plus THR (Tunjangan Hari Raya), akan saya berikan kepada dua orang yang tulisannya paling banyak (selain yang 15 kemarin), dan tulisan yang paling banyak dibaca orang. Jika kamu kamu sudah selesai atau merasa pantas jadi juara silahkan kasih link posting atau profil kamu disini. Tolong kasih tahu ada berapa tulisan atau berapa orang yang membaca.

Caranya:

Kamu wajib melengkapi data diri di bagian “Pengaturan” Kompasiana dan mengisi bio pada profil dengan format (Pelajar/Mahasiswa)_(Jurusan)_(Nama institusi). Misal: Rajab Andriko Pelajar Kls X Multi Media SMKN 50 Jakarta. Isi semua kolom, jika kamu belum punya KTP boleh gunakan Kartu Pelajar, jika tak ada pakai Foto Kartu Keluarga, lengkapi juga foto dirimu ya gaess. Setelah mengisi, klik “Simpan” pada bagian bawah halaman pengaturan. Akun kamu akan mendapat chek list hijau beberapa hari setelah kamu melengkapi data diri kamu dengan benar, seperti akun Amalia Kairani Mardiana Kelas XI MM.

Screen Shot 2020-05-04 at 11.58.52 AM

Dilarang melakukan copy-paste baik dari situs, jurnal, tugas teman, buku pelajaran, dll. Mengutip diizinkan, tetapi dilarang melampaui lebih dari 25% dari konten yang dibuat. Dilarang pula menghapus konten, lalu menayangkannya ulang/repost. Selalu cantumkan sumber gambar pada kolom caption yang tersedia.

Kamu wajib mencantumkan beberapa label Tugas Home Learning SMKN 50 Jakarta, Tugas di Kompasiana, Stay Safe, Sehat Bahagia, SMKN 50 Jakarta, Sekolah Hijau, Sekolah Unggulan, (dengan menekan enter setelah mengetik satu label) pada kolom label yang terdapat di pojok kiri dashboard menulis.

Cuss dah dicoba. Jangan lupa rajin-rajin baca Headline di Kompasiana (disini) biar tahu gimana caranya bikin konten yang meski sangat akademis, tapi bagus, nggak melanggar, dan nggak ngebosenin buat orang.

Deadline nya tanggal 7 Juni 2020 Gaess, kalo mo nanya” sikahkan DM di instagram … miss and love u much.

Tujuan Pendidikan Nasional yang Pertama: Mengembangkan Potensi Peserta Didik

“Sulit sekali kami mendapat dukungan untuk berprestasi, dispensasi untuk ikut lomba, kompetisi atau festival diperoleh dengan susah payah, ketika berhasil memperoleh prestasi, tak ada penghargaan sedikitpun dari sekolah, padahal kami membawa nama baik sekolah.”

Sering sekali murid-murid aktifis kegiatan ekstra kurikuler sekolah yang saya jumpai di berbagai forum dan kesempatan mengeluhkan minimnya dukungan sekolah terhadap kegiatan mereka untuk berprestasi. Jika sekolah anda saat ini masih tak peduli terhadap prestasi murid-muridnya, itu artinya sekolah anda belum berubah masih sama dengan sekolah di negeri ini tahun 1983. Dimana sekelompok murid sebuah sekolah di Jakarta harus membolos dengan cara melompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang kemudian melambungkan nama sekolah itu tiga puluh tahun lebih, karena nama sekolah menempel menjadi nama group vocal pria pertama negeri ini, Trio Libels.

Perhatikan dokumentasi video di atas pada menit ke 17.17, ada memori kejadian lompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang membuat mereka diberi sangsi hukuman disiplin, padahal mereka membawa nama baik sekolah. Mungkin sejak dulu hingga kini guru-guru dan pengelola sekolah lupa, bahwa kalimat pertama tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sekolah sepertinya terpaksa melejitkan prestasi murid-muridnya, ada berbagai kegiatan kejuaraan yang didukung atau diinisiasi oleh dinas pendidikan atau pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, umumnya pengelola sekolah mencari murid yang terlihat punya potensi pada bidang tertentu kemudian didaftarkan megikuti lomba, tak ada proses pembinaan, latihan-latihan yang rutin dan terstruktur, masalahnya beragam diantaranya kesulitan menemukan murid yang punya potensi, waktu belajar atau materi pelajaran yang padat, target prestasi akademik, biaya ikut serta yang mahal, dsb.

Masih ada guru yang melarang muridnya izin meninggalkan pelajaran untuk latihan menjelang kompetisi atau mengikuti kompetisi pada hari sekolah. Alasannya pelajaran lebih penting daripada kegiatan ekstra kurikuler dan kompetisi yang diikuti murid-muridnya.

Kegiatan ekstra kurikuler selalu ada di sekolah, tetapi hal itu seperti melanjutkan kebiasaaan atau budaya sekolah turun temurun atau ajang refreshing setelah kegiatan belajar tuntas memanfaatkan sarana yang tersedia di sekolah. Prestasi bukan tahapan selanjutnya dari aktifitas ekstra kurikuler di sekolah, alasannya beragam; belum pernah memenangkan kompetisi walalu sudah sering ikut kejuaraan, biaya pendaftarannya mahal, biaya pengadaan kostum tak murah, lokasi lomba yang jauh memerlukan biaya, sementara sekolah hanya bisa mendukung biaya tak seberapa atau kadang tak ada biaya yang bisa disupport sekolah, murid-murid harus mengeluarkan biaya sendiri.

Apakah sekolah miskin prestasi?, tidak. Selalu ada yang meraih juara pada berbagai kegiatan lomba atau kompetisi karena murid itu telah rutib berlatih kegiatan tertentu seperti pencak silat, karate, tae kwon do, mudik, menyanyi, berenang, dsb sejak kecil di luar sekolah atas dukungan luar biasa orang tuanya. Tak sedikit dari mereka tak mengikuti latihan atau kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, tetapi secara rutin latihan bersama komunitasnya di luar sekolah.

Sejak tahun ini sudah tak ada lagi ujian nasional, yang sejak zaman dulu selalu menjadi target pencapaian sekolah dan orang tua agar anaknya memperoleh nilai ujian nasional yang tinggi untuk keperluan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walau ujian nasional sudah tak mempengaruhi kelulusan murid sejak beberapa tahun terakhir, tetapi pemerintah pusat dan daerah masih membuat rangking prestasi sekolah berdasarkan pencapaian nilai ujian nasional.

Harus ada terobosan pembuatan rangking sekolah berdasarkan prestasi di luar nilai akademik, tetapi prestasi yang hakikinya menyalurkan potensi murid di sekolah, anda punya prestasi apa?

Selamat Hari Pendidikan Nasional, terima kasih buat semua Bapak Ibu Guru yang serius melejitkan prestasi murid-muridnya.

 

Penghuni Baru Trainer Kita

Saat pandemi, kerja-kerja pemberdayaan umat (empowering people) tetap jalan, terima kasih kepada PB PGRI melalui IGTIK (Ikatan Guru Teknoligi Informasi dan Komunikasi), lewat Om Jay yang berkenan bersinergi.

Screen Shot 2020-05-01 at 1.38.03 PM

WhatsApp Image 2020-05-01 at 13.33.03

Cerita lengkap tentang kegiatannya silahkan nikmati disini.

Pejuang Gece Math Home Learning, Good Job Guys

Tak lama setelah saya memberi guidance lewat blog ini, anak-anak hebat yang gece (gerak cepat) langsung merespon tugas mtk, mereka adalah: Anissa Khusnul Khotimah, Achmad Zikri, Syakira Rohadatul Aisy, Fadia Ananda Putri, Aprilia Tri Lestari, good job guys … inilah wajah-wajah mereka.

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah

IMG_20200428_170902 - Ahmad Dzikri

IMG_20200428_170517 - Syakira Rohadatul Aisy

IMG_20200428_171428_212 - Fadia ananda putri

IMG20200428172522 - aprilia lestari

Math Home Learning Update 29 – 30 April 2020

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah
Model Gocap

Dear My Good Students

Assalamualaikum, semoga saat saat baca posting ini kamu dalam keadaan sehat lahir bathin, sudah mandi, sudah sholat, beresin kamar, menolong keluarga, melakukan kebaikan, dan sudah mengerjakan tugas” home learning.

Melanjutkan proses belajar matematika, untuk semua murid Kelas X dan XI yang belajar Mtk dengan saya silahkan siapkan penampilan diri kamu yang keren untuk foto bersama pekerjaan latihan soal” seperti contoh foto temanmu di posting ini,  laporkan pekerjaan latihan soal” matematika kamu dengan klik link disini.

Pelaporan berlangsung dua hari, 29 dan 30 April 2020, tentang tokennya bakal dishare di group-group kelas.

Pertemuan berikutnya akan dilakukan menggunakan ZOOM, buat mengobati rasa kangen lama ngga ketemu kamu semua. Tolong kabarkan semua teman” kamu supaya pelajari ZOOM dan stay tune on schedule.

Kelas XI, Rabu 29 April 2020:
XI BDP 1 Pk. 07.30 – 08.00,
XI BDP 2 Pk 08.00 – 08.30,
XI MM Pk 08.30 – 09.00.

Kelas X, 12 Mei 2020:
X BDP 1, X BDP 2, X MM Pk 08.30 – 09.00, kita seseruan bareng tiga kelas guys.

Tolong kamu capture kehadiran kamu di kelas ZOOM, yang akan jadi bukti kehadiran atau bakal disetor capturan itu saat kita merekap nilai akhir semester.

Informasi token dan password meeting bakal saya share lewat Zefanya Nicole Kls XI MM, miss u much guys.

Hukuman Disini Beda Fungsi deng Disana

WhatsApp Image 2020-04-15 at 7.48.09 AM
Kartunis: AAN SUPRIJANTO

“Hukuman setalah ada kematian atau sebelum ada kematian, pilih mana?”

Seorang pria berinisial JD tiba di Perth ibukota Australia Barat tanggal 28 Maret dari Victoria, sesuai aturan karantina dia harus mengisolasi diri dan wajib tinggal di sebuah tempat penginapan yang dibayar pemerintah Australia Barat selama 14 hari. Tanpa sepengetahuan petugas penginapan JD beberapa kali keluar dari tempat penginapan dan melakukan perjalanan dengan transportasi umum di kota Perth. Dari rekaman CCTV di tempat penginapan JD terlihat beberapa kali menyelinap keluar tempat penginapan tersebut.

Warga negara Australia itu telah menjalani tahanan penjara selama seminggu terakhir, hingga Rabu kemarin (15/4), Pengadilan Magistrat Perth menjatuhkan hukuman percobaan selama enam bulan dua minggu, karena tindakannya yang dinilai membahayakan publik.

Ia akan menjalani hukuman penjara selama satu bulan, dan sisanya dia harus menjalani hukuman sebagai percobaan.

Bila dalam 12 bulan kemudian, dia melakukan tindak kriminal lainnya, maka harus menjalani keseluruhan hukuman yang belum dijalaninya.

Seorang warga negara Australia lainnya seorang pria berusia 61 tahun mendapat denda karena tidak melakukan karantina wajib, setelah kembali dari Indonesia ke Perth. Pria berinisial PB tiba dari Indonesia tanggal 19 Maret dan sesuai aturan ia tidak boleh keluar dari rumahnya sama sekali selama 14 hari.

Namun salah seorang tetangganya melaporkan ke polisi setelah melihat PB hendak bepergian ke pantai. Dia dikenai denda AU$3.000, atau sekitar Rp 30 juta.

Di Indonesia ada tiga warga Desa Sewakul Kecamatan Ungaran Barat, Semarang yang ditangkap dan ditahan Polisi sejak Senin (11/4) karena diduga menjadi provokator penolakan pemakaman tenaga medis di desa mereka beberapa waktu yang lalu.

Di beberapa daerah di Indonesia telah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetapi tampaknya belum ada warga negara yang dihukum karena melanggar aturan PSBB, yang selalu diberitakan adalah bagaimana usaha aparat Polisi dibantu Tentara dan Satpol PP melakukan pemeriksaan di banyak titik pintu masuk suatu daerah, tetapi hanya menghimbau, memberikan masker, meminta pindah tempat duduk, dimintar putar arah balik, atau turun dari fasilitas transportasi umum karena tak memakai masker.

Jika kita amati, penegakkan hukum di Australia dikenakan kepada warganya yang tidak melakukan pencegahan untuk diri sendiri agar tak terpapar viris covid-19, sementara di Indonesia penegakkan hukum baru akan dilakukan kepada warganya yang menolak pemakaman orang lain, dan ini pun masih dalam proses hukuman, bagaimana vonis penegak hukum masih belum bisa dipastikan. Di daerah yang telah memberlakukan PSBB rakyat masih bepergian, stasiun kereta berdesakkan, pejabat membagikan bingkisan sembako menimbulkan kerumunan, pembagian makan gratis membuat rakyat antri berdesakkan, jalan raya masih ramai mobil dan motor, dsb.

Fokus tindakan hukuman indonesia merespon peristiwa kematian, sementara di Australia fokusnya mencegah agar warga negara tak melanggar aturan pencegahan sebelum mati. Apakah ini artinya, penyebaran virus corona di negeri ini bakal makin terus menginfeksi penduduk negeri? Semoga aparat hukum bisa bertindak lebih tegas kepada para pelanggar aturan PSBB.

Sumber:

1. https://www.abc.net.au/indonesian/2020-04-16/pembeli-tisu-berusaha-kembalikan-barang-belanjaannya/12153422

2. https://www.kompas.tv/article/75709/polda-jateng-tetapkan-3-tersangka-kasus-penolakan-pemakaman-perawat-di-tpu-siwarak-suwakul

3. http://www.koran-jakarta.com/pembagian-makan-gratis-di-bandung-11042020/

Peringatan Kartini Tak Ada Lagi Tahun ini

Screen Shot 2020-04-21 at 12.34.12 PM

Suprise banget, alhamdulillah … melihat statistik pengunjung hari ini ternyata tulisan saya tentang Cara Kreatif Merayakan Hari Kartini di Sekolah yang saya tulis tahun 2017 masih hits dibaca pengunjung blog saya, terima kasih .

Screen Shot 2020-04-21 at 12.34.46 PM

Saya tuliskan itu karena setiap tahun kami disibukkan mencari pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia untuk dua buah hati kami, sepertinya secara seragam banyak sekolah yang mengadakan peringatan hari kartini dengan peragaan busana daerah negeri ini.

Mengejutkan, pada April 2018 dibaca 11 ribu kali lebih dan pada tahun 2019 dibaca hampir delapan ribu kali, jika anda tertarik silahkan klik disini.

Math Home Learning Guidance, April 20, 2020

Snapchat-1241114240 - Sasy kirana
Sasy

Dear anak-anakku yang bat-hebat.

Assalamualaikum, semoga kamu semua dalam keadaan sehat walfiat, saat membaca posting ini kamu sudah mandi, sudah makan makanan untuk membuat dirimu selalu sehat, sudah beribadah dan membantu orang tua beberes kamar, beberes rumah, bebenah, nyuci baju, ngegosok, serta melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Saya seneng bat karena kamu telah mengerjakan berbagai tugas home learning yang saya berikan, bahkan sempat jadi trend di kompasiana.com (klik aja kalo mo liat) – saya usahakan memberi rating dan komentar di posting kamu, liat deh, kalo yang masih belum beres tolong usahakan dituntaskan sebelum masuk sekolah agar saat rekap nilai nanti nilaimu tak ada yang kosong, sehingga ga perlu remed.

Tugas home learning kamu yang minggu kemarin akan saya rekap dua hari ini (sekarang dan besok 21/04), silahkan klik disini, dan tokennya akan saya broadcast lewat Zefanya Nicole Kls XI MM ke group-group kelas kamu. Tolong isi kuisioner home learning yang saya buat dan pada bagian akhir isian google form kamu harus uplot foto dirimu dengan halaman terakhir pekerjaan latihan soal” mtk, dengan ukuran file max 10 MB. Seperti foto temanmu di atas.

Semua pertanyaan harus diisi ya guys, kalo ada yang terlewat kamu ngga bisa submit, terima kasih atas kerja sama yang baik dari kamu semua, stay safe … kangen becanda bareng kamu, miss u much and love u all.

Tak Perlu Label “Pahlawan”, Tenaga Medis Cuma Butuh APD dan Obat-obatan

dwitagamakalibata2-5e92e792097f36522f401fa3
fotodedi.wordpress.com

Kejadian jenazah tenaga media yang ditolak oleh warga saat akan dimakamkan di tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwakul Bandarjo Ungaran Barat Semarang menjadi sangat menyedihkan di era pandemi saat ini, hal ini jadi bukti bahwa informasi tentang virus penebab pandemi belum dipahami oleh rakyat akar rumput, dan akibat pemberitaan yang menakutkan, masyarakat menjadi takut yang salah satu akibatnya adalah penolakan pemakaman itu.

Untuk penduduk yang menggemari tantangan, kabar menakutkan ini malah membuat mereka terdorong untuk menerima tantangan menghadapi pandemi ini, yang indikasinya terlihat dari ketidakpatuhan mereka untuk tetap di rumah, ad yang memaksakan untuk tetap bisa bekerja di jalan, bahkan sering terdengar di telinga saya, mereka mengatakan “Tak perlu ditakutkan penyakit itu, cuekin ajaaa supaya kita kebal dan ga tertular”.

Ada yang punya ide tenaga medis yang meninggal kerena terinfeksi covid-19 dimakamkan di taman makam pahlawan, ga mungkin deh kayanya, kenapa?

Pemerintah beberapa tahun terakhir ini tak terlalu memandang dengan dua mata peran tenaga medis, bahkan cenderung menekan tenaga medis untuk terus bekerja dengan optimal walau biaya rumah sakit, perawatan alat, biaya obat dan lain-lain yang dibutuhkan rumah sakit tak segera dibayarkan hingga dua puluh trilyun rupiah lebih.

Rakyat lebih dimanjakan, dikampanyekan berobat gratis jika sakit walau tak pernah membayar iuran pemeliharaan kesehatan, akibatnya rumah sakit dan tenaga medis menjerit tetapi jeritannya tak boleh terdengar, mereka terbelenggu oleh sumpah profesi.

Kekurangan alat pelindung diri sesungguhnya tak menghebohkan, karena rumah sakit kekurangan banyak hal karena terus dihutangi pemerintah, menagih tak bisa, menjerit bakal kena semprit.

Silahkan anda perhatikan taman makam pahlawan, tampaknya pemakaman itu diperuntukan buat mereka yang saat bekerja menggunakan helm, sementara para medis yang seharusnya menggunakan alat pelindung diri yang mirip helm, tak tersedia, tetapi tetap harus melayani penduduk yang datang dengan virus di badannya.

Para pelaku yang menolak pemakaman tenaga medis di Semarang telah ditangkap Polisi, ini harus diapresiasi dan dikabarkan terus proses hukumnya agar masyarakat tahu dan tak lagi melakukan penolakkan.

Pemakaman seseorang di taman makam pahkawan itu ada peraturannya, dalam bentuk surat keputusan. Jika keputusan penetapan Pembatasan Sosial Berbasis Besar memakan waktu yang panjang, jenazah seseorang tak bisa menunggu hari dan harus segera dimakamkan agar tak menimbulkan masalah baru.

Selamat berjuang tenaga medis, terima kasih atas kinerja hebatnya, juga untuk polisi dan tentara yang bekerja keras melindungi warga negara.

Kamu Dimanja atau Suka Memanjakan Anak?

Menurut Psikolog Brenda Scottsdale anak-anak yang dimanja orang tuanya, saat dewasa menjadi pribadi yang tidak mandiri, tidak mampu bertanggung jawab, bersikap menantang dan tidak hormat, memiliki kemampuan sosial yang buruk.

Orang tua sering memanjakan anaknya secara berlebihan, apapun yang anaknya minta selalu diberikan, dengan rengekan kecil dari anaknya orang tua menabulkan permintaan, saat masih balita anak yang dimanjakan sering menangis hingga tantrum sebagai senjata untuk memperoleh yang diinginkan, hingga sering kita lihat di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, super market, pasar, terminal, dsb, ada anak yang manangis ketika menginginkan sesuatu, ada orang tua yang memberi pengertian dan tidak mengabulkan permintaannya, sementara yang memanjakan tak mampu memberi pengertian dan langsung mengabulkannya dan seketika anak itu terdiam, nangisnya pun seolah tanpa air mata.

MUDIK
Ilustrasi Mica Cartoon

Rakyat negeri +62 sering dimanjakan pemerintahnya, beralasan tak memiliki uang yang cukup atau tak bisa memperoleh karcis kereta api karena berbagai hal, mereka pulang kampung saat lebaraan atau mudik menggunakan sepeda motor, padahal sepeda motor bukan moda angkutan untuk jarak jauh karena sangat berbahaya, diberikan pengertian, dikabarkan bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal sangat banyak oleh pemerintah, tetapi seperti anak manja di atas, pemudik bermotor tetap pulang mudik bermotor yang jumlahnya tak sedikit dan menimbulkan banyak korban kecelakaan lalu lintas.

Seolah tak bisa melarang, pemerintah bahkan memberikan fasilitas pengangkutan sepeda motor gratis ke kampung halaman dengan fasilitas kapal perang, dsb. Dengan harapan pemudik bermotor semakin sedikit, apa bisa dijamin saat balik motor itu tak digunakan balik ke ibukota?

Banyak perusahaan dan instansi yang memfasilitasi mudik bersama gratis, mereka hanya mendaftar dengan fotokopi identitas untuk dikelompokkan sesuai arah tujuan bis mudik. Dengan alasan tak memiliki dana yang cukup mereka ikut mudik gratis dan uang yang sedikit telah disiapkan untuk keperluan disana dan ongkos balik ke ibukota, tak sedikit dari mereka yang mengharapkan donasi dari keluarga di kampung halaman untuk ongkos kembali bekerja di rantau, tak sedikit yang harus meminjam.

Sementara di ibu kota para perantau itu berperilaku terus seperti anak manja, enggan bekerja keras, hidup boros, enggan menabung, gemar kredit sesuatu karena mental instant ingin memiliki secara cepat tak bertahap lewat menabung. Di ibukota dia berdiri atau duduk-duduk di belokan atau di perempatan jalan, jika ada kendaraan yang lewat memperlihatkan ingin membantu dengan mengarahkan atau mengatur alrus lalu lintas, dilanjutkan dengan menengadahkan tangannya dan memang banyak pengguna kendaraan yang memberi uang, jika ribuan kendaraan yang lewat satu hari ada 100 kendaraan yang memberi koin lima aratus rupiah, maka penghasilan di belokkan atau persimpangan itu bisa mencapat 50.000 rupiah, dan kemudian itu dinikmati oleh pelakunya, tempatnya dijaga sebagai wilayah kekuasaan, yang mau menggantikan kadang harus membayar sejumlah uang tertentu kepada “pemilik” tempat itu. Satpol PP atau polisi kadang menghalau mereka, tetapi saat tak  ada petugas mereka datang kembali, aturan hukumnya ada, tetapi mereka rakyat yang mungkin nharus atau terbiasa dimanja.

Ada perantau yang bekerja keras di ibukota dan terbiasa menabung untuk keperluan pulang kampung, bersama-sama dengan rekan sekampung halaman mereka mencarter kendaraan dari ibukota termasuk untuk kembali bekerja di perantauan setelah lebaran.

Tahun ini awalnya pemerintah melarang mudik, tapi kemudian dirubah dengan menghimbau bagi penduduk Ibukota yang sudah jadi zona merah agar tidak mudik.

Beberapa kepala daerah sudah mengabarkan telah mempersiapkan prosedur pemeriksaan KTP di pintu masuk daerahnya, jika ditemukan penduduk asal Jakarta akan dikenakan karantina di suatu tempat yang telah disediakan, dikabarkan daya tampungnya bisa ratusan.

Bahkan ada rumah antik yang pernah dimiliki koruptor kelas kakap disiapkan menjadi tempat karantina pemudik dari Jakarta.

Perhatikan anak-anak di negeri +62, ketika dia melakukan sesuatu yang dilarang atau berbahaya, lalu anda melarangnya, maka anak itu akan melanggar dan terus melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya sendiri. Anak yang biasa dimanja, jika keinginannya tak terkabul dia akan menangis menjerit-jerit.

Orang tua yang bilang, silahkan … lanjutkan saja perbuatanmu, tak usah berhenti,  dsb, kalau disuruh teruskan dia malah berhenti.

Anjuran tidak pulang bisa menjadi tantangan pemudik untuk menemukan jalur ke kampung halaman melalui pintu masuk yang tidak dijaga pemerintah daerah, kecepatan pertukaran informasi melalui media sosial akan membuat jalur konvensional tak dipilih pemudik karen ada screening dan beresiko karantina 14 hari.

Untuk pemudik yang berkantong cekak, mereka sengaja melalui jalan konvensional yang telah dikabarkan jadi lokasi pemeriksaan, mereka senang jika harus dikarantina, karena bisa mendapat penginapan, makan, minum gratis selama dua minggu, suatu kemewahan yang mahal jika harus dibayar sendiri. Karena mereka senang dan sudah terbiasa dimanja.

Menurut Psikolog Brenda Scottsdale anak-anak yang dimanja orang tuanya, saat dewasa menjadi pribadi yang tidak mandiri, tidak mampu bertanggung jawab, bersikap menantang dan tidak hormat, memiliki kemampuan sosial yang buruk, kalo kamu?

Math Home Learning Guidance

SMKN 50 JAKARTA
MPLS 2019 – Ada wajah kamu?

Dear anak-anaku yang hebat.

Assalamualaikum, semoga kamu semua dalam kondisi sehat walafiat, semoga saat baca posting ini kalian sudah mandi semua, sudah sarapan, dan sudah bantu-bantu orang tua beresin kamar, bersih-bersih rumah, atau ada yang bilang suka nyuci baju saat liburan sekolah, good job guys.

Untuk home learning matematika dua dan tiga minggu ke depan  silahkan kerjakan hal-hal sebagai berikut:

KELAS X BDP & X MM

  • Sepanjang minggu pertama, 13 April – 19 April 2020, pelajari materi Matriks mulai halaman 229 dan kerjakan soal-soal latihan halaman 237 – 238 dan halaman 248 – 249 nomor-nomor ganjil saja.
  • Pada hari Senin 20 April 2020 setiap murid harus menyerahkan jawaban latihan soal melalui google drive yang linknya akan saya broadcast Senin pagi 2004 melalui Zefanya Nicole Kls XI MM.
  • Sepanjang minggu kedua, 20 April – 26 April 2020, berlanjut mengerjakan soal-soal latihan halaman 256 – 257 dan halaman 261 – 262.
  • Pada hari Senin 27 April 2020 setiap murid harus menyerahkan jawaban latihan soal melalui google drive yang linknya akan saya broadcast Senin pagi 2704 melalui Zefanya Nicole Kls XI MM.
  • Pada hari Selasa 2804 pukul 13 – 17 akan dilakukan post test atau pengambilan nilai melalui google drive yang linknya akan saya broadcast Selasa pagi 2804 melalui Zefanya Nicole Kls XI MM.
  • Kamu tahu bahwa di kelasmu ada yang paling jago matematika, kalo ada kesulitan chatan sama dia di group kelas supaya semua bisa, kalo mentok … yang jago itu boleh nanya ke saya via instagram.

KELAS XI BDP & XI MM

  • Sepanjang minggu pertama, 13 April – 19 April 2020, pelajari materi Peluang mulai halaman 207 dan kerjakan soal-soal latihan halaman 211 – 212 dan halaman 213 – 214.
  • Pada hari Senin 20 April 2020 setiap murid harus menyerahkan jawaban latihan soal melalui google drive yang linknya akan saya broadcast Senin pagi 2004 melalui Zefanya Nicole Kls XI MM.
  • Sepanjang minggu kedua, 20 April – 26 April 2020, berlanjut mengerjakan soal-soal latihan halaman 216 dan halaman 219.
  • Pada hari Senin 27 April 2020 setiap murid harus menyerahkan jawaban latihan soal melalui google drive yang linknya akan saya broadcast Senin pagi 2704 melalui Zefanya Nicole Kls XI MM.
  • Sepanjang minggu ketiga, 27 April – 2 Mei 2020, berlanjut mengerjakan soal-soal latihan halaman 221 – 222 dan halaman 225 – 227 nomor ganjil saja.
  • Pada hari Senin 4 Mei 2020 setiap murid harus menyerahkan jawaban latihan soal melalui google drive yang linknya akan saya broadcast Senin pagi 0405 melalui Zefanya Nicole Kls XI MM.
  • Pada hari Selasa 5 Mei pukul 13 – 17 akan dilakukan post test atau pengambilan nilai melalui google drive yang linknya akan saya broadcast Selasa pagi 0505 melalui Zefanya Nicole Kls XI MM.
  • Kamu tahu bahwa di kelasmu ada yang paling jago matematika, kalo ada kesulitan chatan sama dia di group kelas supaya semua bisa, kalo mentok … yang jago itu boleh nanya ke saya via instagram.

Saya tuh seneng banget kalo ngajar di kelas, setelah nerangin konsep dan latihan soal, sambil kamu ngerjain latihan, saya biasa keliling kelas duduk di deket kamu sambil ngobrolin apa aja, atau becanda macam-macam dan satu lagi …  belajar sambil ngemil di kelas itu ngangeniiin banget, sayang sekali skarang kita harus libur yang tak biasa, nikmatin aja ya  … paling ngga nanti kalo udah tua kamu punya cerita buat anak cucumu bahwa dulu kita pernah ngalamin pandemi sedunia dan harus belajar online, tapi itu semua bikin kita lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Saling mengingatkan antar teman dan saling bantu kepada yang membutuhkan, karena hidup itu berputar, siapa tahu kelak kita butuh bantuan teman lain, seperti yang sering saya bilang di kelas itu loooo.

Stay safe ya guys, miss u all … hope we will meet again soon, love u all.

Selamat Jalan Glenn Fredly

Saya menyukai Glenn Fredly, cara dia bernyanyi, lagu-lagunya dan keberfihakan terhadap perkembangan musik serta persatuan negeri ini. Apa bukti saya menyukai lagu-lagunya? di blog ini, pada tahun 2013 saya pernah posting lagu dan lirik lagu beliau “Malaikat juga Tahu”, saya posting artikel itu sambil ikut menyanyikan lagu dengan iringan musik dari youtube.

Pada tahun 2016 saya menyanyikan lagu “Cinta dan Rahasia” sambil posting artikel di blog ini. Bagi mereka yang pernah ke ruang kerja saya pasti pernah menjumpai saya bekerja sambil menyanyikan lagu-lagu beliau lewat speaker yang khusus saya siapkan di ruang kerja.

Pada Oktober 2019 saat menunggu waktu sharing di kegiatan LDKO SMAN 24 Jakarta, saya mengetasi ketegangan di sekitar gedung DPR waktu itu, dimana jalan di depan sekolah ditutup, pasukan dari berbagai daerah disiagakan di sekitar sekolah itu, termasuk ada yang bermalam di sekolah itu. Saya membunuh tegang sambil menyanyikan lagu Glenn Fredly “Terserah”.

Sore ini 8 April 2020 sangat terkejut saya mengetahu kabar beliau menghembuskan nafas terakhir di RS Setia Mitra Jakarta sekitar pk. 18 pada usia 44 tahun. Selamat jalan Bung Glen, kami sangat kehilanganmu, terima kasih atas semua kerja dan passion memberikan kegembiraan, kehangatan kepada kami, semoga Allah memberi tempat surga dan mengampuni segala khilafmu, buat keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan.

Pertama kali mendengar kepergian beliau, saya langsung teringat lagunya “Januari”

Berat bebanku
meninggalkanmu
separuh nafas jiwaku
sirna

Bukan salahmu
apa dayaku
mungkin benar cinta sejati
tak berpihak pada kita

Reff:

kasihku
sampai disini kisah kita
jangan tangisi keadaannya
bukan karena kita berbeda

Dengarkan
dengarkan lagu… lagu ini
melodi rintihan hati ini
kisah kita berakhir di januari

selamat tinggal kisah sejatiku
wow… pergilah

Kasih ku
sampai disini
kisah kita jangan tangisi
keadaan nya
bukan karna kita berbeda

ooo dengarkan lagu
lagu ini
melodi rintihan
hati ini
kisah kita berakhir
di januari

ooooo
ooo
yeahh
ooo dengarkan lagu
lagu ini
melodi rintihan
hati ini
kisah kita
berakhir berakhir
di januari

uuuuu
berakhir
di januari

Kompasiana Melatih Anak Negeri Jadi Kreatif

Screen Shot 2020-04-08 at 10.26.26 AM

Saya memberikan tugas selingan setelah post tes matematika, tugas mempromosikan sekolah di Kompasiana yang tujuannya selain mempromosikan sekolah juga mendorong pembiasaan murid menulis berita dan mengabarkan kebaikan, setiap murid saya tugaskan menulis 15 artikel disertai foto dan video yang sesuai dengan artikel.

Ratusan murid saya mengerjakan tugas saya dengan semangat, hebat sekali mereka dan akibatnya kompasiana seperti kebanjiran kata-kata yang sama pada artikel maupun judul artikel, beberapa murid mengeluhkan artikelnya dihapus redaksi, dan itu jadi bahan tulsan Safta Sabrina di blognya, dan saya memberi komen di blog dia seperti di bawah ini:

Dear Safta,

Kompasiana punya kebijakan, yg kopi paste atau sama plek judulnya apalagi bakal dihapus, ini mendorong penulis untuk kreatif membuat judul dan isi artikel, sebuah tantangan yang bakal berbuah manis nantinya, jadi kreatif … pandai mencari kalimat yang menarik pembaca.

Judul Classmeeting di SMKN 50 Jakarta misalnya bisa dirubah menjadi: Pembiasaan Kompetisi di SMKN 50 Jakarta, Melatih Jiwa Sportif di SMKN 50 Jakarta, Membentuk Mental Juara di SMKN 50 Jakarta, dsb. 

Artikel Safta ditulis dg hati, mereview kanangan kebersamaan, kerja keras menyekesaikan tugas” yg mengejutkan, beda banget sama zaman SMP, kalo skolah dilalui biasa” aja tanpa tantangan yang berat kenangannya ga bakal lama terkenang, kalo perjuangan berat menyelessaikan tugas, melalui hari” bareng … nanti akan berbuah manis, pada jaga mengatasi tantangan di dunia kerja dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Nak anak saya bat hebaaaaaaat … terus kabarkan kebaikan, good job safta

Bercermin Pada Instagram, Trik Home Learning

Tangkapan layar Kompasiana

Mengamati instagram beberapa hari terakhir ada berbagai challenge atan tantangan seperti “until tomorrow challenge”, “bingo challenge” dan berbagai tantangan sebelumnya. Hebatnya, banyak sekali pengguna instagram yang secara sukarela mengikuti tantangan itu dan mengunggah foto sesuai tema tantangan yang diberikan. Pada tantangan untul tomorrow, pengguna instagram yang memberikan lika atau suka bersimbol hati, akan mendapatkan pesen melalui direct message bahwa yang bersangkutan harus memposting foto dengan tema itu dan menghapusnya setelah 24 jam.

Saya tak tahu tentang itu, tetapi saya berusaha membalas teman yang memberi hati kepada foto saya dengan memberi hati kepada foto-foto mereka, termasuk memberi like foto bertema tantangan itu, anehnya tak ada yang memberi pesan kepada sya untuk ikut memposting foto dengan tantangan yang sama, dan hingga kini saya tak pernah ikuti tantangan itu, bisa dicek di instagram saya.

Berdasarkan pengamatan tren di instagram, saya mencoba menerapkan konsep tantangan dalam rangka proses belajar di rumah saat libur yang tak biasa saat ini, murid-murid saya sudah mengerjakan soal-soal latihan, menyetorkan fotonya melalui google drive, selanjutnya mengerjakan soal post tes melalui google drive, selanjutnya saya memberi kesempatan beristirahat dengan memberi tantangan yang diharapkan bisa memberi efek self healing buat masing-masing ditengah gempuran berita-berita darurat, hoax tentang mahluk yang tak terlihat, ratusan kematian hingga ribuan kematian sedunia, yang bisa berdampak negatif terhadap kondisi psikologi murid.

Sebelum saya memberi tugas materi yang baru, saya memberikan  “Self Healing Challenge” kepada enam kelas murid saya sekitar 300 orang untuk mencari kebaikan dan mengabaarkan kebaikan di sekitarnya, detail tantangannya bisa disimak disini.

Tantangan yang saya berikan berbuah nilai yang bakal menjadi pengisi raport sekolah mereka, hal ini membuat mereka semangat belajar mandiri, saling tenya denan temannya, bahkan ada yang tak sampai 24 jam sudah posting tulisan di kompasiana, karena ternyata murid itu sudah punya akun di kompasiana sejak setahun yang lalu, foto di atas itu adalah satu posting menjawab “Self Healing Challenge”, posting lainnya bisa anda simak disini. 

Harapan saya saat mereka dewasa santi sudah punya skill menulis laporan bekerja, menulis skripsi jika kuliah, atau bisa jadi diantara mereka ada yang menjadi jurnalis, doa yang terbaik buat kalian semua. Good job guys, love u much.

Jurnal Pagi Karantina Mandiri 300320

teacup-2324842_1280
Foto: pixabay.com

Bangun tidur
Mandi
Sholat subuh
beresin kamar

Ngeteh
sambil update
berita daring
Ngeteh lagi

Sarapan
nasi goreng
berteman timun dan tomat
Ngeteh lagi

Jawab chat murid
yang setor tugas
sambil jawab komen
di instagram
Ngeteh lagi

Membuka kap mobil
kontrol mesin
bersihkan mesin
menghidupkan mesin

Cek semua lampu
kontrol tekanan ban
dengerin musik & berita
di radio
Ngeteh lagi

Diajak keluar
nganterin bokin
nengokin tukang
renovasi rumah lain
Ngeteh lagi

Jalanan sepi
hampir ga pernah ngerem
antrian di lampu merah
pendek-pendek aja
Jakarta yang tak biasa

Di mobil
ngeteh lagi
teh tawar
panaaaaaas

Belajar NgeBlog dan jadi Youtuber bareng Om Dedi

gercepnya peserta seminar online di group WA, mantul Pak Bams

Pena Mr.BamS

BAGAIMANA MENJADI BLOGGER DAN YOUTUBER

Pemateri
Dwitagama
+62 812-8534-***

https://dedidwitagama.wordpress.com

Bagaimana caranya:
Saya googling aja, dan ikuti langkah” yg diberikan google … banyak yang berbahasa inggris, saya artikan saja sndiri atau pake translator.

kbanyakan org memanggil saya DEDI, tapi apalah arti sbuah nama … kadang ada yg memanggil dg nama lain kalo sy dengar dan mengerti sy nyaut, hehehe

Saya Mr.BamS

Pertanyaannya :
Apakah sebuah blog itu harus fokus dengan satu tema atau bagusnya bagaimana ?

Terima kasih

pak bams, blog itu seperti rumah kita sendiri … mau isinya seperti supermarket, segala ada … atau fokus pada topik” ttt, monggo ae …. kita yg punya hak … sabeb, kl kata anak milenial pak

Pak @⁨PaDwi⁩ saya ijin bertanya beberapa pertanyaan?
1. Kelebihan dan kekurangan blogspot dan wordpress itu apa nggih pak?

2. Jika menulis di blog, sebaiknya harus 1 tema tertentu atau boleh bermacam2 tema di blog tersebut.

3. Apakah…

View original post 901 more words

Trainer Pemula dan Michael Jackson: Dulu dan Kini

Tetiba saya ingin menyanyikan lagu Heal The World, lagunya Michael Jackson yang dulu sering saya pakai di akhir sessi sharing saya yang topiknya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Masih menggunakan kaset, belum era youtube seperti saat ini, jadi kalau seminar saya rempong, bawa kaset video, kaset lagu, laptop, dan harus lincah merangkap jadi operator, kadang ada asisten yang membantu memutar video dan kaset untuk tayangan film dan lagu … ah, jadul gitu deh.

Tetapi suasananya beda benget, sekarang keadaan negeri ini sangat mencekam, pandemi covid-19 sedang melanda, rakyat dianjurkan di rumah saja, tetapi nampaknya banyak yang tak mengikuti anjuran itu karena berbagai alasan, dan orang yang terinfeksi virus itu makin banyak, yang meninggal pun tak sedikit … sedih, cepatlah pulih Indonesiaku.

Dokumentasi training-training saya bisa disimak disini.

Trainer Kita


Pertengahan tahun sembilanpuluhan Saya sering menggunakan lagu Michael Jackson yang berjudul“Heal The World” .. beberapa teman trainer diantaranya Trisye “Nunun”, Betty Kemal Taruc dan dr. Kusman Suria Kusumah mungkin ingat lagu itu biasa saya gunakan untuk menutup presentasi saya.

Kepergian penyanyi lagu itu membuat saya kembali teringat dan ingin berterima kasih kepada almarhum yang telah nyanika lagu itu begitu indah juga kepada pencipta lagu … tentunya juga untuk Maha Pencipta yang atur semua … mari kita buat dunia yang nyaman untuk anak cucu kita … bebas dari narkoba

There’s a place, in your heart, and I know that it is love And this place, could be much brighter than tomorrow And if you, really try, you’ll find there’s no need to cry In this place, you’ll feel there’s no hurt or sorrow

There are, ways to get there
If you care enough for the living
Make a little…

View original post 339 more words

“Mengembangkan E-learning di Sekolah” – Artikel tahun 2008 Hits lagi tahun 2020

Screen Shot 2020-03-24 at 6.38.30 PM

Flashback ke tahun 2008, saat itu saya menemani guru-guru SMKN 3 Jakarta memanfaatkan ICT untuk pembelajaran, istilah sederhananya mah saya mendorong guru untuk lebih canggih, tak ketinggalan zaman di era teknologi.

Zaman itu belum ada istilah industri 4.0, instagram belum hits (kayanya belum dilaunching deh), waktu itu blog mulai hits di Indonesia, kami bergairah posting kegiatan pembelajaran di masing-masing blog guru.

Ternyata saya pernah memposting proposal hasil karya teman-teman ketika merancang beberapa kegiatan mengembangkan e-learning, saya posting tahun 2008 di blog ini.

Mengejutkan sekali, ternyata setelah 12 tahun banyak sekli diminati pembaca blog saya, ini statistiknya.

Screen Shot 2020-03-24 at 6.37.43 PM

Tahun 2019 telah dibaca hampir 900 kali, mungkin banyak sekolah di negeri ini sedang mengembangkan pembelajaran e-learning di sekolah, dan tahun ini barangkali gegara pandemi covid-19 guru-guru harus memberikan pembelajaran dari rumah, banyak yang searching dan menemukan posting saya.

Alhamdulillah, terima kasih buat anda yang berkenan menyimak posting saya … semoga bermanfaat, jika ada topik yang anda perlukan dan perlu saya bahas di blog ini, silahkan tuliskan di komentar (gaya youtuber memancing konten yang diminati subscribernya … hahaha), semoga anda keluarga dalam sehat selalu.

Lockdown di Negeri Paman Besut

Screen Shot 2020-03-21 at 9.40.07 PM

Pemimpin Negeri Paman Besut melihat wabah Covid-19 semakin menggila, warga negeri itu hampir 500 orang terjangkit virus yang meninggal hampir 40 orang.

Tak ingin makin banyak warganya sakit dan meninggal dunia, pemimpin negeri mengeluarkan instruksi mengunci negeri tidak membolehkan penduduk ke luar negeri dan orang asing memasuki negeri paman besut selama tiga minggu.

Penduduk dibatasi perpindahan, rakyat harus tinggal di rumah dilarang ke luar rumah kecuali untuk keperluan berobat dan membeli logistik. Rakyat yang berada di luar rumah untuk keperluan lain harus dihukum membayar denda yang besar atau dipenjara.

Tentara dan Polisi patroli di pemukiman, menjaga perbatasan kota dan propinsi. Dapur-dapur umum dibangun seperti saat bencana banjir atau gempa bumi, rakyat yang membutuhkan makanan boleh ke dapur umum untuk mengambil makanan.

Sekolah diliburkan, murid-murid belajar di rumah, guru-guru memberikan pelajaran secara daring dari rumah, tak ada guru yang piket di sekolah. Sekolah hanya dijaga satpam. Pengurus Rukun Tetangga (RT) mengamankan wilayahnya dan membantu orang-orang tua dan orang tak mampu memperoleh makanan dan obat jika sakit.

Gubernur ibukota negeri paman besut harus bekerja dari rumah karena ternyata diketahui hasil pemeriksaan labnya positif Covid-19. Beberapa menteri negeri paman besut harus dikarantina di rumah sakit, hingga presiden negeri itu harus dikarantina di salah satu istananya yang berada di luar ibukota.

Jalan-jalan seluruh negeri sepi, ibukota seperti kota mati, desa-desa seperti desa mati yang tak berpenghuni, karena penduduk tak berani keluar rumah, kabar orang-orang yang dihukum denda atau dipenjara sudah membuktikan bahwa negeri itu serius mengunci diri selama tiga minggu.

Jalan raya negeri terlihat sangat lengang, hanya kendaraan tentara, polisi, dokter, paramedis yang bergerak melaksanakan tugas mengunci negeri dan merawat pasien di rumah sakit.

Selamat pagi pembaca, semoga anda dan keluarga dalam sehat selalu.

Sisibukan di Rumah Nikmati Karantina Mandiri

Jumat, 20 Maret 2020.
Setelah subuh, saya diminta yang terkasih mengantarkannya ke pasar Cipinang Muara Jakarta Timur, agar masih sepi sehingga tak jumpa banyak orang. Saya menunggu di depan pasar sambil memanaskan mesin si merah yang jarang mendapat kesempatan berpanas-panas, supaya batere selalu terisi dan tak sering minta ganti yang baru.

lonsay

Tiba di rumah kami menikmati ketupat sayur padang langganan kami yang selalu sudah buka sejak sebelum subuh, berlangganan sejak tahun 1994, kini dikelola oleh generasi kedua, rasanya sangat padang, kaldu, daging dan tetelan menambah kelezatannya, ditemani bakwan dan kerupuk merah.

Bertiga kami menikmati ketupat sayur yang berlanjut dengan nasi plus sayur santan nangka dan pakis ala padang sambil membicarakan situasi terkini berkaitan dengan pandemi virus corona.

Siang saya mulai membuka notebook untuk membersihkan arsip digital sambil menata arsip-arsip penting, ternyata ketika akan memindahkan arsip ke hardisk eksternal sudah penuh, dua harddisk eksternal berkapasitas satu terra dan setengahnya sudah tak cukup menampung arsip baru dari notebook, sementara niatnya mau ke ambas cari harddisk baru yang lebih besar kapasitasnya saya batalkan, nanti aja deh jika keadaan sudah memungkinkan, eh … jadi niat COD aja, yang berapa terra kah sebaiknya?

Untuk mengurangi arsip di eksternal harddisk, saya mengunggah foto-foto ke fanpage facebook saya, kemudian menghapusnya. Ratusan foto dari tahun 2011 dan 2012 sudah saya unggah di sini.

Di sela-sela karantina mandiri, saya menjawab pertanyaan murid-murid saya tentang pelajaran melalui pesan di instagram, online learning gitu … ceritanya, kalo kamu? Semoga pembaca dan keluarga dalam kondisi sehat selalu, dan negeri ini mampu mengatasi pandemi seepat mungkin.

Saya sisibukan aja di rumah, kalo kamu?

SMS BNPB, Pertanda Bakal Lockdown di Negeri +62?

“Saya senang dapat blast SMS dari BNPB, apakah ini pertanda situasi pandemi corona semakin parah di negeri ini? atau sebuah pertanda akan diambil keputusan lockdown?”

tangkapan layar instagram @dwitagama

Pandemi corona sudah menyambangi negeri ini, sekolah sudah meliburkan murid-muridnya selama 2 minggu, mereka diminta melakukan belajar jarak jauh, dari rumah, sementara bapak ibu gurunya masih harus masuk ke sekolah mentransfer pembelajaran secara online. Permintaan presiden, meneteri aparatur negara dan gubernur agar rakyat negeri, khususnya aparatur sipil negara meakukan kerja di rumah, tidak ke luar rumah, dan bepergian ke tempat umum, mencegah interaksi dengan banyak orang, melakukan ‘social distancing measure’.

Malaysia sudah memberlakukan lockdown selama dua minggu ke depan mulai kemarin 160320. Jakarta mungkin masih mengikuti instruksi presidennya yang tak melakukan lockdown, tetapi tak mengikuti instruksi presidennya agar aparatur sipil negara bekerja di rumah, guru-guru masih harus masuk ke sekolah. Di Jakarta terdapat delepan puluh ribu lebih guru SD hingga SLTA, mereka berkumpul di ruang guru, bahkan tak sedikit sekolah yang pada hari Senin 160320 dikumpulkan oleh kepala sekolah di ruang rapat membahas situasi terkini, istilahnya rapat koordinasi. Ada yang bekerja bakti membersihkan sekolah, ada yang berolah raga, bermain basket, futsal, volley, sepeda, dsb.

Lockdown tak jadi keputusan negeri ini karena mungkin khawatir rakyatnya panik dan berujung rusuh, apalagi gonjang-ganjing pilkada, pilpres yang walau sudah lama berlangsung, kesengitannya masih terus terasa hingga kini.

tangkapan layar https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/guru/1/010000

Mengikuti negeri jiran seharusnya negeri ini berani melakukan lockdown dan melarang warga negara kita ke luar negeri atau warga negara asing dilarang masuk ke negeri ini. Saat ini pemerintah hanya memberi anjuran untuk bekerja dari rumah tetapi masih mengharuskan aparatus sipil negara masuk kerja, ambigu …. menurut kamu?

Menyanyikan Nurlela – Bing Slamet

Tetiba saya terpesona lagu Nurlela yang lagu aslinya dinyanyikan oleh Bing Slamet (Ahmad Syech Albar) tahun 1959, awalnya saya menikmati channel youtube Andre Taulani, lalu saya mencari lagu nurlela yang dicover oleh penyanyi-penyanyi terkini, hingga dapatlah 2 video ciamik dari sisi sejarah, musik dan suara penyanyinya. Sebenarnya masih banyak video lagu nurlela di youtube yang dicover oleh penyanyi-penyanyi lain … tapi saya sangat suka dengan tiga video di bawah ini, kalo kamu>


Versi asli yang dinyanyikan Bing Slamet (Ahmad Syech Albar) tahun 1959.

Nurlela

Ahai Nurlela sukanya berlagu mambo chacha
Hatinya takkan senang duduknya tak tenang
Dengar bunyi gendang ingin serta berlenggang

Hai Nurlela mendengar kalipso dengan bongo
Ingin menari sajo menari baduo
Siapo yang suko

Nurlela memang cantik
Siapa kena lirik, hati bak dijentrik
Sopan sapa tegurnya manis senyumannya
Itu yang menggoda

Aduh kalau berdendang
Lagu dendang sayang
Rasa ku di awan

Joget tari melayu
Nurlela pun senang
Mengayun kaki tari serampang

Ahai Nurlela kalau dengar gitar pling pling pling plang
Tari apa tak pantang nurlela menantang
Apa suka mambo kalipso dan cha cha cha?
Hai Nurlela

[Solo]

[Kembali ke awal]

Nurlela
Nur
https://lyricstranslate.com/en/bing-slamet-nurlela-lyrics.html


Versi Trio Lestari dipublish di Youtube Maret 2017.


Versi Andre Taulani & Rina Noose dipublish di Youtube Desember 2019.

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (6)

Berapa lama virus bertahan di permukaan?
Tidak pasti berapa lama virus yang menyebabkan COVID-19 bertahan di permukaan, tetapi tampaknya berperilaku seperti virus corona lainnya. Studi menunjukkan bahwa coronavirus (termasuk informasi awal tentang virus COVID-19) dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam atau hingga beberapa hari. Ini dapat bervariasi di bawah kondisi yang berbeda (mis. Jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

Jika Anda berpikir suatu permukaan dapat terinfeksi, bersihkan dengan desinfektan sederhana untuk membunuh virus dan melindungi diri Anda sendiri dan orang lain. Bersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

Apakah aman menerima paket dari area mana pun yang melaporkan COVID-19?
Iya. Kemungkinan orang yang terinfeksi mengkontaminasi barang-barang komersial rendah dan risiko tertular virus yang menyebabkan COVID-19 dari paket yang telah dipindahkan, bepergian, dan terkena berbagai kondisi dan suhu juga rendah.

Adakah yang harus saya lakukan lainnya?
Langkah-langkah berikut ini TIDAK efektif terhadap COVID-2019 dan dapat berbahaya:

  • Merokok
  • Mengenakan banyak masker
  • Mengambil antibiotik

(Lihat pertanyaan-pertanyaan sebelum ini “Apakah ada obat terapi yang dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19?”)
Dalam kasus apa pun, jika Anda demam, batuk, dan sulit bernapas, cari perawatan medis sejak dini untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan pastikan untuk membagikan riwayat perjalanan Anda dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

 

Sumber: Website WHO


Ini cara anak muda penggemar dance dari Vietnam merespon wabah corona, kalo kamu?