Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Anak bandel, orang tua dihukum

motor

sumber:

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjbAFdC8bFnOUcf1dciaVdZJl-BVEHEJ6qiqQUqodB8fJoSL2m

Masalah pelanggaran lalu lintas dimana pelajar yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor dan tawuran antar pelajar mungkin masih lama hilang di negeri ini karena tak ada efek jera bagi para pelakunya. Pelajar yang terkena razia atau tertangkap polisi di jalan mengendari kendaraan bermotor tanpa SIM berakhir damai atau paling berat ditilang, setelah denda dibayar maka surat-surat atau kendaraan dikembalikan kepad pemiliknya dan pelajar kembali membawa kendaraan walau belum memiliki SIM.

Para pelaku tawuran yang tertangkap biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, dan jika merek tertangkap lagi biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, tak ada efek jera. Walaupun peristiwa tawuran telah mengakibatkan kerusakan pada angkutan umum atau memakan korban, dengan alasan masih anak-anak … pelakunya tidak dihukum, kecuali jika peristiwanya menjadi sorotan mass media.

Di negara lain, anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun dan melakukan pelanggaran hukum maka yang akan dijatuhkan hukuman adalah orang tua dari anak itu (liat disini deh). Jika anak-anak yang bandel, membawa kendaraan bermotor belum memiliki SIM atau melakukan tawuran maka orang tua mereka akan dijatuhkan hukuman denda atau penjara, mungkin akan lebih mendorong orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya agar menjadi warga negara yang baik, menyayangi diri sendiri, dan saling sayang dengan orang lain. Anak-anak mungkin tak akan melakukan pelanggran karena tak mau orang tuanya dipenjara atau didenda karena kelakuannya. Guru-guru dan satpam sekolah tak perlu mengawal muridnya saat pulang sekolah agar tidak melakukan tawuran. Menurut kamu?


Leave a comment

Hello dan Hello

Saya menikmati lagu Hello nya Lionel Richie saat dia pentas tahun 2007


dan lagu Hello nya Adelle saat dia pentas di Grammy award 2017

Membayangkan bisa hadir di konser mereka, ikut nyanyi, merasakan denyut sound system nya, merekam videonya dan selfie dengan latar belakang penyanyinya lalu upload di blog ini.

Apakah nanti di tahun 2027 bakal ada lagu ngetop lags berjudul Hello?, siapakah yang jadi penyanyinya?


Leave a comment

baru beranjak dua digit

Seorang anak sekolah
badannya kurus, kulitnya gelap
berseragam kemeja putih, celana panjang biru
berjalan gontai, tatapan matanya kosong

jari tangan menjepit benda putih 9 cm
dihisap asap dari benda yang dijepit jarinya
segera asap dihembuskan dari mulutnya
dihisap lagi, dihembuskan asap dari mulutnya

umurnya mungkin baru beranjak dua digit
aroma tubuhnya mirip kakek bungkuk 70 tahun
cara berjalannya juga mirip
tapi dengan kecepatan yang lebih karena usia

Saya mau bertanya padanya
apa rasa asap pagi hari
apa kata ayah ibunya
apa kata guru-gurunya

sayang saya harus antar anak ke sekolah
sambil mendekap dan mendoakannya
semoga dia tak hisap asap kelak
setelah mencium sambil bisikkan bahwa saya akan menjemputnya nanti
kami berpisah


2 Comments

Jumlah remaja perokok adalah cermin kegagalan pendidikan

Saya terkenang, sekitar tahun 70-an, ayah saya masih merokok dan rokok di atas adalah salah satu merk rokok yang sering saya lihat di rumah dan banyak dijual di warung-warung  penjual rokok.

Sekarang rokok macam itu tak ada lagi, sudah sangat sulit didapat, hukum dagang yang umum, jika sebuah produk banyak permintaan maka produsen akan terus memproduksi karena pasti laku terjual dan menghasilkan untung, jika tak ada peminat lagi maka perusahaan akan menghentikan produksinya … seperti yang terjadi di negeri paman sam merek rokok dengan simbol koboi tak laku lagi terjual karena harga jual terlalu mahal atau karena kesadaran penduduk negeri itu tentang bahaya yang diakibatkan oleh rokok atau karena penyebab lainnya, dan pabrik rokok koboi itu berhenti berproduksi di negeri sendiri.

Seberapa banyak penjual rokok dekat tempat tinggal kita jika kita tak membelinya maka penjual rokok akan beralih menjual produk lain yang mudah laku terjual. Bagaimana membuat seseorang punya pemahaman yang benar tentang rokok dihubungkan dengan kesehatan, dsb menjadi tantangan pendidikan di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Jika di keluarga seorang anak dididik dengan benar dan diberi contoh yang baik oleh keluarga, orang tua tak merokok maka anaknya sejak dini sudah memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Andai di sekolah anak itu mendapatkan pendidikan yang baik termasuk masalah kesehatan dikaitkan dengan rokok maka anak itu akan menjadi remaja yang memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Walau di masyarakat remaja itu terpapar oleh iklan rokok dan tekanan teman sebaya untuk mencoba rokok, dia mampu bertahan tetap tidak merokok karena memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Jika pembeli rokok tak ada maka pabrik rokok akan tutup, pindah ke negara lain yang masih banyak perokoknya, seperti merk rokok di atas yang kini tak ada lagi, maka semua merek rokok pun akan menghilang dari peredaran.

Jika pendidikan di rumah, sekolah dan masyarakat berhasil baik, maka jumlah perokok remaja di negeri ini tak makin banyak. Bisa jadi salah satu potret keberhasilan pendidikan suatu negeri bisa dilihat dari jumlah perokok di negeri itu.

Mungkin sama halnya dengan narkoba, jika semua orang sadar akan bahaya narkoba maka walaupun diberi secara gratis dia tak akan menyalahgunakan narkoba, menurut kamu?


Leave a comment

Public speaking itu penting

Buat minta duit sama ortu, nembak pacar, diskusi di sekolah dan kampus, diskusi di tempat kerja, nasehatin anak, dan masih banyak lagi.

Saya sangat senang jika ada anak muda yang berani bicara di depan teman-temannya, foto di atas adalah dokumemtasi training leadership di MAN 8 Jakarta 11 Maret 2017, lebih lengkapnya silahkan kesini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari seribu bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.


Leave a comment

Pilihan hidup untuk mati

mati

Seorang wanita penduduk negeri paman besut merantau ke ibu kota mencari pekerjaan, kemudian menikah dengan anak majikannya, beberapa tahun kemudian, setelah memiliki anak, diajak merantau ke negeri tetangga dan entah karena apa wanita itu bercerai dengan suaminya dan tetap mencari untung di negeri tetangga.

Kepada orang tuanya wanita itu mengabarkan bekerja sebagai pelakon sebuah acara reality show atau lucu-lucuan di televisi, yang kemudian membuatnya benar-benar terkenal seperti artis hingga ke seluruh dunia, tetapi dengan tambahan tuduhan membunuh orang.

Apakah wanita itu terlalu bodoh menerima bayaran sekitar Rp. 1.200.000,- untuk menghilangkan nyawa orang lain? Jika kemudian wanita itu dinyatakan bersalah oleh hakim dan dihukum penjara. Bagaimana dengan orang-orang di sekitar kita yang dengan senang hati mengeluarkan uang untuk membeli dan menghisap benda yang membunuh dirinya?

prokok

Apakah orang yang mengeluarkan uang untuk membunuh dirinya sendiri tidak lebih bodoh dari wanita di atas? apakah kelakuannya bisa membuat dirinya ditangkap, diadili dan dinyatakan bersalah telah melakukan perbuatan yang dapat menimbuklan kematian buat diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya? apakah di bisa dihukum? bisa dipenjara? atau karena perbuatannya sendiri mengakibatkan kematian dirinya sendiri (bukan orang lain yang mati) seseorang tak bisa didakwa melakukan pembunuhan?.

Perusahan yang memproduksi dan memasarkan rokok yang bisa membunuh, menyebabkan kematian, apakah mereka bisa dinyatakan bersalah? kemudian diadili dan dihukum?

Kalo kamu memutuskan untuk segera meninggalkan kehidupan? siapa yang bisa larang? soal pilihan cara kamu mati? siapa yang bisa melarang? Lalu, apa artinya pendidikan di sekolah? Menurut kamu?


Leave a comment

Puisi Hoax Kakek 

Cucuku
di negeri paman besut
bayi diajari menghisap rokok
tak ada yang peduli

murid SD merokok di jalan
semua orang seperti tak melihat
tak ada yang peduli

pelajar putri hamil
tak ada kabar dia bersuami
ke sekolah tiap hari berjaket

ujian tinggal beberapa puluh hari lagi
buncit perut semakin tak bisa sembunyi
pelajar dan orang tuanya berkeras ikut ujian
guru-guru terbelah antara yang marah, memaafkan atau membiarkan

pelajar yang beda nomor sekolahnya
saling melempar batu hingga saling bunuh
pendukung berbeda warna kaos bola
saling caci dan lempar kayu

warga yang salah ngomong dipolisikan
warga yang salah nulis dipolisikan
warga yang naik motor tak punya SIM “didamaikan”
warga yang doyan hisap asap berobat digratiskan

Kakek-kakek ngerumpi sambil hisap asep bersama
Badan bungkuk, jalan tertatih, trampil menjepit udud
Sekolah sampai sarjana tak berguna