Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Pengelompokkan Sekolah di Negeri Paman Besut

Di ibukota Negeri Paman Besut, ada sekolah lanjutan yang baru didirikan letaknya ditepi jalan utama pinggir kota yang berbatasan dengan kota lain propinsi tetangga, di daerah itu banyak tumbuh perumahan di pinggir ibukota maupun di areal propinsi tetangga yang dihuni oleh warga ibukota atau penduduk yang bekerja di ibukota, walau itu sekolah baru langsung menjadi sekolah ngetop alias unggulan di wilayahnya karena orang tua berlomba mendaftarkan anaknya di sekolah itu karena jalur jalannya yang bisa dilalui sambil berangkat kerja berbarengan mengantar sekolah anaknya. Maka nilai anak yang masuk ke sekolah itu harus tinggi untuk bisa lolos seleksi dan diterima di sekolah baru itu, nomor sekolah itu ratusan. Jika itu sekolah swasta, biasanya adalah sekolah yang berbentuk yayasan ternama yang sudah memiliki sekolah di beberapa tempat seantero negeri. Apakah sekolah itu benar-benar bagus atau bermutu?

Pengelompokkan sekolah dinegeri paman besut bisa dikategorikan dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Sekolah top bagus, umumnya sekolah negeri yang didirikan pemerintah sejak negeri ini merdeka, berada di tepi jalan utama kota, di lingkungan elit atau daerah yang pernah jadi pusat kegiatan penduduk kota. Jika sekolah negeri, umumnya bernomor kecil, atau bernomor besar hingga ratusan tetapi letaknya di lokasi yang sangat strategis di tepi jalan utama atau banyak dilalui angkutan umum.

  Selain karena letak sekolah di tepi jalan utama atau di sekitar komplek di daerah elit, sekolah bagus bisa metamorfosa dari sekolah standar yang berhasil meningkatkan kualitas sekolah melalui kerjasama orang tua murid dan manajemen sekolah, sehingga sekolah yang dulunya  standar menjadi top, bagus dan dimimati masyarakat dengan indikasi nilai murid yang masuk ke sekolah itu harus tinggi.

Sekolah swasta yang dimiliki oleh yayasan-yayasan besar dan terletak di tepi jalan utama atau di sekitar komplek perumahan diminati oleh masyarakat kelas atas yang mensyaratkan fasilitas dan sarana yang bagus untuk sekolah putra-putrinya, umumnya sekolah swasta melakukan tes atau seleksi penyaringan untuk calon murid baru, bahkan ada yang sejak setahun sebelum tahun ajaran baru sudah melakukan seleksi penerimaan murid baru. Masyarakat secara sukarela bersedia membayar mahal untuk proses pendidikan anaknya.

2. Sekolah top jelek. Merupakan sekolah yang terkenal jelek atau tak bagus di masyarakat, dengan penyebab yang beraneka seperti; suka tawuran, tidak disiplin, lulusannya tak bermutu, letaknya jauh di pelosok, tak ada angkutan umum yang melewati sekolah itu, atau perubahan kondisi sosial, budaya dan ekonomi lingkungan sekolah, seperti di dekat pasar yang kumuh, jauh dari perumahan, dsb.

Ada sekolah negeri yang ngetop yang karena kebijakan pemerintah pada periode tertentu harus berbagi tempat dengan sekolah swasta untuk menumpang yang dikoordinir organisasi guru, sehingga sekolah berlangsung dua shift. Murid-murid sekolah swasta sering melakukan tindakan yang kurang bagus seperti tawuran, nongkrong di tempat umum, masyarakat jadi menilai jelek untuk sekolah itu, termasuk untuk sekolah negeri yang masuk pagi, kadang anak sekolah  yang menumpang menyatakan bahwa mereka berasal dari sekolah negeri yang ditunmpanginya, dan memang masyarakat melihat murid-murid masuk dan keluar dari sekolah negeri itu, jadilah sekolah negeri itu terkenal atau ngeto kejelekkannya.

Sekolah negeri kelompok ini beragam, yang nomornya kecil hingga ratusan, umumnya guru-guru atau manajemen sekolah pasrah dengan label yang diberikan masyarakat dan kurang melakukan berbagai upaya yang bisa merubah citra sekolah. Pendaftar sekolah ini tak terlalu banyak, biasanya murid yang bernilai kecil bisa diterima di sekolah kelompok ini, dan keluarga yang menyekolahkan anaknya disini sepertinya terpaksa agar anaknya bisa bersekolah di sekolah negeri yang gratis tanpa harus dibebani uang iuran atau bayaran sekolah.

Sekolah swasta kelompok ini umumnya terletak di lingkungan kumuh, terselip di lingkungan yang kurang nyaman, didirikan oleh lembaga atau perorangan dengan trak record yang kurang jelas, menerima murid sesuai kapasitas jumlah ruang atau pendaftarnya sangat sedikit dan mengandalkan hidup dari iuran atau bayaran murid di sekolahnya.

Guru-guru dan manajemen sekolah kelompok ini sepertinya terbelenggu oleh citra, image atau label yang diberikan oleh masyarakat, seolah tak berdaya untuk melakukan terobosan atau upaya merubah citra, image atau label menjadi lebih baik.

3. Sekolah standard. Umumnya terletak di daerah yang biasa-biasa saja, jika di pinggir jalan itu hanya jalan perkampungan yang macet dan tak nyaman untuk dilalui mobil pribadi, atau sekolah yang letaknya tak jauh dari sekolah yang kualitasnya lebih baik, sehingga masyarakat lebih memilih sekolah tetangga dan yang tak diterima di sekolah bagus terdekat kemudian memilih sekolah standar agar anaknya tetap bisa bersekolah di sekolah negeri. Kondisi bangunan sekolah standar umumnya kurang bagus sehingga masyarakat yang mampu enggan menyekolahkan anaknya disana, sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah yang menyekolahkan anaknya di sekolah kelompok ini. Sekolah standar masih banyak diminati masyarakat karena jumlah penduduk usia sekolah masih banyak dan jumlah sekolah menengah tak cukup menampung anak usia sekolah.

Ada sekolah negeri yang bernomor kecil atau dahulu pernah menjadi sekolah favorit bahkan memperoleh sebutan sekolah teladan kini jadi sekolah standar karena pergerakan pemukiman yang bergeser ke pinggir kota, di sekitar sekolah itu dulu banyak perumahan, kini tak lagi karena peruntukkan daerahnya berubah menjadi daerah perkantoran atau bisnis. Selain karena pergeseran pemukiman penduduk, juga karena berbagai peristiwa kekerasan di sekolah itu, ketakberdayaan guru dan manajemen sekolah mendisiplinkan murid dan pelayanan sekolah yang tak bagus, maka sekolah top kini jadi sekolah standard.

Ada sekolah swasta yang dulunya ngetop atau favorit karena terletak di lokasi yang bagus tetapi masyarakat banyak yang bergeser ke pemukiman di pinggir kota maka peminat sekolah itu makin berkurang atau karena ada peristiwa luar biasa yang menghebohkan seperti kekerasan senior terhadap yunior di sekolah, adda juga yang disebabkan oleh keterlambatan pemerintah merehab sekolah yang sarananya sudah banyak yang rusak dan sekolahnya tak melakukan renovasi yang lebih memberi kenyamanan.

Sekolah swasta kelompok ini, umumnya dikelola oleh organisasi yang peduli terhadap kesejhteraan masyarakat tetapi tak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyediakan sarana yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

4. Sekolah jelek tak ngetop. Sekolah yang letaknya berdekatan dengan beberapa sekolah atau terletak jauh dari pemukiman penduduk, ada yang terletak di tengah kuburan atau menggunakan bangunan sekolah dasar yang tak dipergunakan lagi tetapi karena berbagai sebab seperti, kondisi bangunan sekolah, disiplin, manajemen sekolah, dsb sehingga masyarakat memberi label sekolah jelek yang tak ngetop, tetapi muridnya tetap ada karena mereka yang tak diterima di sekolah sekitarnya terpaksa memilih sekolah itu dan tak bisa menolak, targetnya hanya memanfaatkan fasilitas sekolah gratis.

Guru-guru dan manajemen sekolah merasa sulit menerapkan displin di sekolah, mereka menyatakan bahwa murid-murid mereka merupakan anak-anak yang sangat tak mampu hingga ketika mereka melanggar tata tertib pun sekolah tak melakukan tindakan apalagi mengeluarkan anak dari sekolah. Guru dana manajemen sekolah menyatakan harapannya semoga ijazah yang diperoleh bermanfaat buat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mencari kerja, daripada mereka dikenakan sangsi pelanggran tata tertib hingga dikeluarkan dari sekolah.

Sekolah swasta kelompok ini biasanya muridnya sedikit, mereka berasal dari anak-anak yang tak diterima di sekolah negeri tetapi bertempat tingga di sekitar sekolah itu. Murid bersekolah sekedar untuk mendapatkan ijazah untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

5. Sekolah sekarat. Sekolah yang jumlah muridnya terus menurun dari tahun ke tahun, walau sekolah negeri sekalipun, jumlah muridnya makin berkurang, penyebabnya beragam; jumlah anak usia sekolah di lingkungan itu makin sedikit dan sudah terserap di sekolah lainnya, atau karena pelayanan guru dan manajemen sekolah yang kurang baik sehingga masyarakat emoh menyekolahkan anaknya ke sekolah itu.

Sekolah negeri kelompok ini kemudian dimerger atau digabung dengan sekolah lain yang terdekat, sementara jika sekolah swasta akan tutup dan menjadi kenangan yang mungkin masih bisa dicari di google atau media sosial.

Kartun Beny

Kartun Beny

Saya nulis ini intinya cuma ingin katakan bahwa suatu sekolah punya image top, bagus, standar atau jelek bukan semata-mata hanya karena guru dan manajemen sekolah, letak sekolah bisa jadi penentu yang masuk ke sekolah itu adalah anak-anak bagus atau bibit unggul, jika inputya sudah bagus maka walau dalam proses hanya diperlakukan minim treatmen atau tanpa inovasi, outputnya menjadi bagus.

Jika anda berada di sekolah standar atau jelek tak perlu pesimis, tetaplah melakukan kerja yang terbaik, inovasi dan produktif dalam mendidik murid, andai sekolah anda kemudian menjadi berubah level karena anda itu bagus, andai tak berpengaruh kepada sekolah, anda akan menjadi guru yang punya nilai lebih karena banyak karya dan bisa menjadi rujukan banyaak teman pendidik, anda bisa jadi penerang dunia.

Mau tahu seberapa level diri anda dalam pekerjaan saat ini? search deh nama anda di google, lihat ada berapa banyak  informasi yang orang sedunia bisa baca tentang diri anda, jika anda menjadi bagian sekolah top yang bagus tapi kualitas diri anda biasa-biasa saja atau buruk itu seperti semut yang berada di kandang gajah, tinggal tunggu kapan anda mati terinjak gajah atau tersemprot air dari belalai gajah.

Walau anda berada di sekolah standar atau sekolah jelek sekalipun tetapi cahaya anda bisa menerangi diri anda, keluarga, sekolah anda dan sekolah lain se dunia, maka anda menjadi gajah di kandang semut, mana yang anda pilih?


Leave a comment

Nyanyi “November Rain”-nya Guns N Roses sambil nikmati hujan Jakarta

Kemarin hujan hampir seharian, hari ini cuaca redup mendinginkan hati, saya ingin tetap hangat ditemani Guns N Roses, nyanyi “November Rain”, kuuuy.

When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin’ when I hold you
Don’t you know I feel the same

‘Cause nothin’ lasts forever
And we both know hearts can change
And it’s hard to hold a candle
In the cold November rain

We’ve been through this such a long long time
Just tryin’ to kill the pain

But lovers always come and lovers always go
And no one’s really sure who’s lettin’ go today
Walking away

If we could take the time
To lay it on the line
I could rest my head
Just knowin’ that you were mine
All mine
So if you want to love me
Then darlin’ don’t refrain
Or I’ll just end up walkin’
In the cold November rain

Do you need some time…on your own
Do you need some time…all alone
Everybody needs some time… on their own
Don’t you know you need some time…all alone

I know it’s hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you
But if you could heal a broken heart
Wouldn’t time be out to charm you

Sometimes I need some time…on my own
Sometimes I need some time…all alone
Everybody needs some time… on their own
Don’t you know you need some time…all alone

And when your fears subside
And shadows still remain
I know that you can love me
When there’s no one left to blame
So never mind the darkness
We still can find a way
‘Cause nothin’ lasts forever
Even cold November rain

Don’t ya think that you need somebody
Don’t ya think that you need someone
Everybody needs somebody
You’re not the only one
You’re not the only one


Leave a comment

Rokok selalu berjaya pada yang miskin hingga berpunya, kalo kamu?

Rambut sudah putih termakan usia,
badannya kurus, tulang hanya berbalut kulit tersisa,
mengemis jadi kerjanya sejak pagi hingga senja,
lihat apa yang ada di mulutnya

Mengharap orang lain iba,
memberi uang karena melihatnya tak tega,
uang hasil mengemis buat beli rokok itu biasa,
yang dihisap sambil terus mengharap iba

Mungkin ketika merokok dia jadi lupa,
kalau dirinya miskin tak punya apa-apa,
tak sadar jika sebentar lagi tak berdaya,
jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa

Kalau kamu yang masih muda belia,
sudah jadi perokok tak berjeda,
tak bisa pisah dari asap seperti busa,
padahal berpenghasilan pun kamu tak bisa

Mungkin ketika merokok kamu jadi lupa,
kalau kamu miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa tak lagi berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Kalau kamu kaya
segalanya kamu punya
tapi menghisap asap kamu merasa lebih berjaya
hingga merokok jadi gaya

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Kalau kamu pintar sudah sarjana,
berpenghasilan tetap luar biasa,
tapi menghisap asap karena terbiasa,
hingga rokok jadi teman yang slalu ada

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Jika kamu jago bela diri dan ternama
punya teman banyak dimana-mana
sumber uang mengalir deras dan selalu ada
merokok seolah jadi makin gaya

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu orang tua kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
atau sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

kalo kamu?


Leave a comment

Menikmati Pilkada Negeri Paman Besut: ada peningkatan konsumsi rokok?

Calon pertama

Di Negeri Paman Besut, seorang yang berniat mencalonkan diri jadi kepala daerah berusaha menjadi bahan berita setiap hari, kabar tentang apa yang dikerjakan setiap hari harus selalu jadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Karena dia berambisi untuk ikut pemilihan kepala daerah maka berbagai cara dilakukan agar namanya jadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb setiap hari, jika forum rapat terbatas, orang itu akan meminta stafnya atau orang lain untuk mendokumentasikan dan diedarkan menjadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb, untuk media sosial seperti facebook, twitter, instagram, youtube, dsb bisa dilakukan siapa saja, dimana saja asal memiliki akses internet tanpa biaya alias gratis.

Setiap hari, apapun yang dilakukan orang itu selalu menghiasi berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb yang jika dijumlahkan dalam setahun, jutaan kabar berita tentang orang itu berkelebat di berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Upaya menggalang dukungan berupa fotokopi KTP dan pengisian formulir dukungan  dilakukan sejak jauh-jauh hari hingga memperoleh jutaan dukungan yang membuat banyak partai politik jatuh hati dan memberi dukungan walau sang calon awalnya menyatakan enggan mencari dukungan partai untuk maju sebagai calon kepala daerah dan mengandalkan dukungan teman-temannya melalui jalur independen.

Calon-calon yang tenggelam

Ada beberapa tokoh partai politik yang secara malu-malu atau terang-terangan menyatakan keinginan untuk maju mencalonkan diri jadi kepala daerah, tetapi akhirnya mereka harus menunggu keputusan partai politik yang punya hak untuk mengajukan calon kepala daerah. Para ketua partai pun yang awalnya berminat mencalonkan diri akhirnya harus tau diri dan menerima apapun keputusan ketua umum partainya. Mereka sangat faham benar sistem kenegaraan di negeri paman besut sehingga mereka merasa tak perlu mempromosikan dirinya melalui berita-berita di koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb karena kabarnya perlu biaya yang sangat mahal.

Calon kedua

Seorang pengusaha yang gemar berpetualang dan punya fisik yang prima karena suka berolah raga dan punya kekayaan yang selevel dengan dana APBD sebuah propinsi entah merasa terpanggil atau didorong oleh fihak lain secara serius ddan konsisten menyatakan niatnya maju sebagai calon kepala daerah dan melakukan pendekatan kepada berbagai partai politik di negerinya, rupanya nilai jual pengusaha ini tak terlalu moncer sehingga lama sekali tak memperoleh dukungan secara penuh dari partai politik hingga mendekati deadline pencalonan atau mungkin partai politik menilai kemungkinan terpilihnya pengusaha ini sangat kecil sehingga sulit memenangkan pertarungan. Dia sudah berusaha memanfaatkan koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb untuk mengekspose visi-misinya sebagai calon kepala daerah, tetapi tetap saja dukungan belum fix berfihak padanya, anda tahu kenapa?.

Pilkada di negeri paman besut merupakan ajang perebutan kekuasaan partai-partai politik yang telah membuat peta dan analisis tentang profil-profil orang yang bisa didukung untuk menjadi calon kepala daerah dan punya peluang yang besar untuk memenangkan pemilihan kepala daerah.

Calon-calon dipaksa

Hingga hari terakhir pencalonan yang harus diajukan beberapa partai masih belum memutuskan calon yang akan diusung, hingga detik-detik terakhir batas waktu beberapa partai bergabung mengusung calon yang tak diprediksi sama sekali untuk maju, kecuali calon kedua yang disandingkan dengan calon lain sebagai wakil.

Partai-partai seperti tak punya kader yang punya nilai jual sehingga mendukung orang-orang yang sama sekali tak terduga, bahkan ada lawan politik yang pernah bersebrangan dengan partai itu saat pemilihan calon presiden didukung maju sebagai calon dari partai.

Pemenang pilkada

Jika calon pertama memenangkan pilkada dengan satu atau dua putaran bisa jadi sebagai buah kerja keras plus membentuk citra lewat berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb sehingga penduduk terpesona oleh dirinya. Sementara jika kalah, betapa energi dan sumber daya yang luar biasa banyak telah dikerahkan tak cukup menarik hati dan minat pemilih untuk menusuk fotonya di dalam bilik suara. Walau memang ada peristiwa yang berawal dari bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb yang menjungkirkan citra dirinya dan menurunkan elektabilitas berdasarkan riset banyak lembaga survey di negeri paman besut.

Jika calon kedua dan calon dipaksa berhasil menang mungkin jadi potret penduduk negeri yang mudah digiring oleh gempuran berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Seperti calon pertama yang mempesona karena bombing berita di media kemudian jatuh oleh bombing berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb.

Tentang calon dipaksa yang masih muda itu saya kira masih belum punya nilai jual tinggi  untuk dipilih apalagi pendampingnya juga terkena bombing bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb berhubungan dengan kasus korupsi di masa lalunya.

Jika calon dipaksa yang masih muda itu menang, mungkin beliau akan repot karena jam terbang sebagai birokrasi masih harus diuji sementara senior yang akan diandalkan harus menguatkan daya tahan hadapi gempuran aparat penumpas korupsi.

perokok

Saya menikmati pilkada melihat rakyat yang datang ke lokasi pemungutan suara sambil merokok, termasuk panitia pemilihan yang merokok, karena biasanya ada sponsor yang menyediakan konsumsi termasuk rokok untuk menemani kerja petugas, rakyat libur sehingga bisa merokok lebih banyak, lebih bebas (karena di kantor atau tempat kerja dilarang), kalau ada yang riset mungkin pada hari itu ada peningkatan konsumsi rokok?

Selamat berpesta saudaraku … tetaplah damai dalam beda yang banyak.


2 Comments

Sepeda Motor kembali merenggut nyawa pelajar SMP

boti

Pemerintah Daerah Purwakarta sudah melarang pelajar sekolah disana membawa kendaraan ke sekolah, tapi tetap saja orang tua membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor ke sekolah, bahkan sepeda motor dinaiki bertiga (BOTI, istilah anak Jakarta) dan kematian merenggut nyawa remaja itu. Berita lengkapnya ada disini.

Tak ada angkutan umum, mahal ongkos, mempercepat waktu perjalanan, dan berbagai alasan yang digunakan orang tua untuk membenarkan pembiaran anaknya membawa sepeda motor ke sekolah, jika anaknya sudah mati macam itu, apa kata orang tua?

Siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya beberapa nyawa sekaligus?
Orang tua yang mengijinkan anaknya membawa sepeda motor?
Anak sekolah yang menendang motor korban?
Pengemudi mobil yang menabrak?
Pemerintah Daerah yang tak menyediakan angkutan umum ke sekolah?
Gubernur, Bupati, Dinas Perhubungan, atau Dinas Pendidikan?
Kepala Sekolah?

 

Menurut kamu?