@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Terima kasih Slideshare.net, Saya banyak titip slide presentasi Saya, semoga bermanfaat


Ini materi sharing Saya di BNNP Jawa Barat 27 Agustus 2015 untuk Guru-guru SMA – SMK di Hotel Sultan Raja Cirebon, info lebih lengkapnya disini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya bisa disimak disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada ratusan bisa dinikmati disini.


Leave a comment

Tips Mendisiplinkan Murid di Sekolah

“Sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Saya melihat sedikit sekali Guru yang mau ikut serta mendisilinkan murid di sekolah. Bagaimana caranya mendorong atau memotivasi Guru-guru di Sekolah agar turut serta membina disiplin murid.”

Demikian pertanyaan seorang peserta training Saya, jawaban saya begini:

Dalam posisi Bapak sebagai Wakil Kepala Sekolah saat ini, atau setelah nanti Bapak jadi Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan hingga Menteri Pendidikan jangan pernah berharap semua guru peduli terhadap disiplin murid di Sekolah, itu cuma bikin lelah hingga frustasi, lebih baik kerja aja bersama tim kesiswaan di sekolah Bapak untuk menegakkan disiplin murid, jika ada guru yang membantu segera beri apresiasi atau ucapkan terima kasih sehingga mendorong giri itu untuk terus membantu sekolah mendisiplinkan murid, sementara yang tidak peduli tak perlu dilihat atau diambil hati, biarkan saja mereka berada di alam ketidakpeduliannya, karena mungkin mereka sedang mengalami masalah yang berat seperti soal keluarga, utang piutang, kesehatan, dsb. Atau mungkin mereka merasa dirinya belum berdisiplin baik sehingga tak percaya diri mendisiplinkan murid di sekolah. Mungkin juga mereka tak memiliki jiwa mendidik karena jadi guru hanya sebagai pelarian tak ada pekerjaan lain.

Ketika Tim Kesiswaan di sekolah berhasil mendisiplinkan murid di sekolah, sehingga suasana belajar berlangsung kondusif atau nama baik sekolah terangkat hingga mendapat predikat baik di masyarakat, semua guru di sekolah itu pasti senang, termasuk yang tidak berpartisipasi mendisiplinkan murid, kadang diantara mereka memberi apresiasi atau mengucapkan terima kasih kepada Tim Kesiswaan atas prestasi yang dicapai, sebagian dari mereka mungkin diam karena beranggapan bahwa itu sudah jadi tugas dan tanggung jawab tim kesiswaan.

Sesungguhnya, ada tiga atau lima orang guru yang bekerja sama mendisiplinkan anak di satu sekolah itu sudah cukup untuk membuat disiplin sekolah jadi baik, sementara guru-guru yang lain cukup mendisiplinkan kelas dimana dia mengajar pada jam tertentu, maka sekolah anda akan menjadi baik.

Jadi, mari kita kerja yang terbaik yang kita bisa, tak perlu berharap semua orang peduli atau membantu kerja kita, kita isi waktu kita dengan kebaikan, happy deh.


Leave a comment

Anak Berprestasi Kebanggaan Negeri

Dedi Dwitagama:

murid jagi masak dari SMKN 50 Jakarta

Originally posted on Marwah Leila:

Hai guys.. Apa kabar semuanya? Alhamdulillah bila masih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Hem.. Kalian pasti punya temen yg berprestasi kan? Atau mungkin kalian sendiri tuh yang berprestasi. Duh seneng yaa, berprestasi dalam bidang apapun yang menurut kalian itu “waw!!” gitu.. Disini, saya mau menceritakan tentang temen saya yg menurut saya “waw!!” nih di SMK Negeri 50 Jakarta Timur. Disimak yaaa:)

image

Nama : Umy Farida
TTL : Jakarta, 22 Februari 1999
Alamat : Jl. Rajiman WD, Kp. Pedurenan Rt. 8 Rw. 6, Jakarta Timur
Nama Bapak : Sahirin
Nama Ibu : Salma
Anak ke : 2 dari 3 bersaudara, yakni kakaknya bernama Miftahul Hasanah dan adiknya bernama Ridwan Yahya
Pendidikan :
●MI Alwathoniyah Alhamidiyah
●MTs Negeri 31 Jakarta
●SMK Negeri 50 Jakarta

Tau ga guys.. Dia ini memiliki prestasi yg “waw!!” loh. Pada tahun ini, tepatnya bulan juni 2015, ia memenangkan lomba Scouting Chef dengan meraih juara 3. Duh duh…

View original 151 more words


2 Comments

Guru tak dikenal di sekolah

A: Eh, ada yg meninggal di erte kita,

B: Siapa?

A: Dia guru

B:Koq tahu kalau dia guru?

A: Karena sering pake baju biru

B: Namanya?

A: Ga tau?


Selamat pagi Bapak, Ibu Guru, sudah seberapa seriuskah kita mengajar dan mendidik murid?

Jika kita melakukan dua hal itu dengan baik, barangkali kejadian di atas tak terjadi pada kita.

Coba deh introspeksi diri, berapa murid di sekolah kita, berapa persen dari mereka yang menganal kita? Jika prosentasenya tinggi, maka anda boleh diacungi jempol, jika prosentasenya kecil, tanyakan kepada sahabat terdekat anda kenapa? atau anda makin tak dikenal murid di sekolah sendiri, karena ketidakpedulian guru akan dibalas oleh ketidakpedulian murid-muridnya, mau?


Leave a comment

Cita-citamu antarkan dirimu

cita%22

Seorang anak remaja, kurus, kecil tinggal di sebuah Kota di Sumatra, tepatnya di Riau, sejak kecil bercita-cita bekerja di perusahaan penerbangan, mungkin dia terpesona oleh kecanggihan teknologi dirgantara, sehingga dia meminta izin kepada orang tuanya untuk bersekolah di Jakarta, di STM Penerbangan dan tinggal di rumah keluarganya yang lumayan jauh dari sekolahnya di Kebayoran, yaitu di Depok.

Mungkin di Riau anak itu tak mendapat kabar bahwa STM Penerbangan Jakarta adalah sekolah yang dikenal kurang baik, muridnya terbiasa atau terkesan gemar tawuran di jalan-jalan Jakarta hingga sering menjadi objek berita di mass media.

Anak kecil kurus lulusan SMP di Riau itu diterima di STM Penerbangan Jakarta, tiga tahun dilaluinya dengan terus konsisten pada cita-cita bekerja di perusahana dirgantara, tak terhitung berapa puluh kali teman-temannya menghiasi berita mass media seolah berpesta melakukan tawuran, mencari perhatian orang di jalan, di ruang baca dan celah televisi, anak itu tetap tak bergeming ikut tawuran, dengan akalnya dia mengatur perjalanan pergi dan pulang dari depok ke kebayoran dan sebaliknya untuk bisa selalu aman dan selamat tiba di sekolah dan di rumah.

Tiga tahun tak terasa dia lalui, ternyata pada tahun ketiga image STM Penerbangan Jakarta telah berubah di mata Perusahan Dirgantara karena kerja keras Guru-guru, Karyawan dan Orang Tua yang membina anak Kapal (demikian mereka biasa dipanggil), lewat kerja keras dan kekompakan Guru-guru & karyawan, anak kapal makin jarang tawuran, sementara prestasi positif di bidang ekstra kurikuler, olah raga, kesenian, PMR, Paskibra, dsb makin sering didapat, aktifitas ekskul setelah pulang sekolah bergerak aktif, liputan mass media cetak dan televisi mengalir deras kabarkan perubahan luar biasa di kapal.

Menjelang lulus dari sekolah, Perusahaan Dirgantara terbesar di negeri ini datang ke kapal dan melakukan tes untuk merekrut calon teknisi yang akan dididik selama tiga tahun dan selanjutnya diangkat menjadi karyawan disana, anak Riau itu ikut serta seleksi dan lulus bersama beberapa teman di angkatannya.

Sekarang, saat posting ini dibuat, dia masih ikut pendidikan …

Sementara, seorang remaja yang tinggal tak jauh dari STM Penerbangan bercita-cita masuk sekolah itu karena ingin menikmati ketegangan berlari di jalan membawa senjata tajam, mengejar atau dikejar musuh yang berbeda nomor atau nama sekolah, bahan ngobrol dengan temannya adalah persoalan basis, musuh, menyerbu, diserbu, ke gep (tertangkap polisi), ziarah ke makam teman yang mati saat tawuran, dimana menyembunyikan senjata tajam, dimana berkumpul untuk menyerang, dsb. Dan remaja itu akhirnya tertangkap berkali-kali sehingga dikeluarkan dari sekolah.

Adakah diantara kamu yang kenal dengan anak Riau yang sekarang di Garuda?


Leave a comment

Sulit berhenti merokok?

              .

Anda tidak sendiri, jutaan orang yang masih hidup, sudah meninggal, bahkan binatang mengalami kesulitan berhenti merokok. Orang-orang yang berhasil berhenti merokok bercerita, ada yang sangat sulit, berlangsung bertahun-tahun, ada yang sangat mudah, kata mereka: kalau mau berhenti merokok, jangan pernah lagi menyentuh rokok, selesai.


Leave a comment

Kekerasan tak kunjung usai di sekolah usang yang dulu pernah cemerlang

bullying
Di ibukota Negeri Paman Besut, sebuah Kota Mega-megapolitan, pernah ada sekolah lanjutan tingkat atas yang sangat terkenal, puluhan tahun sekolah yang terletak di pusat kota itu menjadi favorit incaran anak-anak pintar, anak-anak pejabat, artis, selebritis, dan kaum berpunya.

Setelah puluhan tahun, kini hanya tinggal kenangan, sekolah di tengah kota itu tak lagi favorit, murid banyak yang enggan masuk ke sekolah itu karena tahu bahwa di sekolah itu masih terjadi kekerasan yang dilakukan senior kepada yuniornya, hal itu terjadi hingga saat ini.

Salah satu tindak kekerasan yang terjadi adalah setiap murid harus menyetorkan sejumlah uang seminggu sekali dalam jumlah tertentu yang nilainya ditentukan oleh seniornya, yang jika dijumlahkan nilainya bisa mencapai jutaan kepeng. Terlambat menyerahkan uang yang diperintahkan senior berbuah denda yang membuat setoran akan makin banyak jumlahnya.

Kekerasan lainnya, murid senior memerintahkan yuniornya untuk mencucikan sepatu yang sudah dikenakan selama seminggu, jika pada hari senin sepatu itu masih kotor maka senior akan memerintahkan yuniornya untuk mengulangi membersihkan sepatunya, itu berlangsung berulang-ulang.

Saat istirahat, dimana murid makan siang atau jajan di koperasi sekolah, Yunior harus membayar makanan yang dikonsumsi oleh seniornya, bahkan senior memerintahkan juniornya membawa ransum kue atau makan siang untuk seniornya. Yunior sering juga diminta untuk membelikan pulsa telepon untuk seniornya.

Puluhan tahun kekerasan ekonomi, kekerasan emosi dan lainnya berlangsung di sekolah itu dan seolah guru-guru, kepala sekolah hingga pejabat di dinas pendidikan tak mampu menghentikan tindak kekerasa yang sudah lama berlangsung, ada kabar kepala sekolah dan guru diancam oleh alumni jika diketahui akana melakukan tindakan menghentikan tindak kekerasan, ada kabar yang menyatakan pelaku kekerasan dan alumni adalah anak petinggi negeri yang memiliki benda logam berbentuk bintang di pundaknya dan berbagai kabar yang berujung ketakberdayaan guru-guru dan stakeholder pendidikan menghentikan kekerasan sistematis di sekolah yang pernah berjaya puluhan tahun lalu.

Guru-guru sekolah itu berpendidikan sarjana, pasca sarjana, S1, S2 hingga S3, tapi seolah enggan menggunakan kemampuan berfikir untuk menyelesaikan masalah yang berlangsung puluhan tahun dan seolah tak peduli dengan apa yang terjadi di sekolahnya, tempat mereka bekerja, seolah tak mengetahui penderitaan murid-murid yunior atas perlakuan seniornya, atau masa bodo?

Menurut Anda?


Leave a comment

Sekolah seolah pasrah dan tak bergairah

“Pak Dedi, mayoritas murid sekolah kami berasal keluarga miskin, mereka tinggal di rumah kontrakan satu kamar yang punya banyak fungsi untuk ruang keluarga, kamar tidur, dsb, kemampuan intelektualnya rendah, perilaku disiplin sulit buat mereka, kalau diterapkan sangsi tegas sesuai aturan tata tertib akan banyak murid yang dikeluarkan dari sekolah, mungkin jika mereka punya ijazah nanti ada peluang hidup lebih baik, oleh sebab itu sekolah sering membiarkan pelanggaran disiplin atau tata tertib, kami sulit merubah karakter nakal atau perilaku tak baik anak-anak miskin itu”.

Foto: Ilustrasi

 

Maka sekolah itu puluhan tahun menjadi sekolah pilihan terakhir dari masyarakat di sekitarnya, bukan sekolah pilihan pertama, sekolah itu tetap diminati mungkin karena statusnya sebagai sekolah negeri, gratis, bagus gedungnya, letaknya dekat jalan utama.

Bagaimana dengan misi sekolah membentuk karakter, merubah kualitas hidup dari yang kurang baik menjadi yang lebih baik, seolah sekolah hanya jadi institusi pemberi ijazah tanpa meningkatkan mutu anak negeri? Jika hal itu dibiarkan akhirnya sekolah itu tak akan diminati oleh masyarakat karena mereka sadar bahwa guru-guru di sekolah itu tak bekerja secara profesional. Mungkin guru-guru di sekolah itu tak tahu bahwa tak jauh dari sekolah mereka ada sekolah yang punya aturan siswa yang menyontek saat ulangan akan dikeluarkan dari sekolah, tetapi orang tua murid bersedia membayar sumbangan puluhan juta rupiah kepada sekolah untuk bisa diterima di sekolah itu dan membayar iuran dua juta rupiah lebih setiap bulan, karena para orang tua yakin anaknya dididik dengan baik di sekolah yang tak gratis itu.

Jika anda orang tua murid, pilih sekolah yang mana?

Jika anda guru, apakah pasrah pada keadaan,  membiarkan saja proses pendidikan di sekolah berlangsung sekedar formalitas, tanpa greget membentuk generasi yang lebih baik karena sudah puas dengan penghasilan yang tinggi, takut kena isu-isu HAM, tak dimotivasi pimpinan, atau sebab lainnya?

Karena ada pejabat di pemerintah daerah kota itu yang bilang bahwa kinerja yang bagus aparatnya terlihat dari penggunaan seragam & atribut yang lengkap serta datang dan pulang tepat waktu (termasuk guru?).


Leave a comment

MOS – MOPDB SMKN 36 Jakarta bekerjasama dg Tentara, good job guys

                  

 

Lewat instagram, twitter, dan fanpage facebook OSIS SMKN 36 Jakarta Saya berkomunikasi tentang masa orientasi siswa baru disana yang mendapat dukunan Tentara seperti yang sudah dilakukan pada tahun-tahun yang lalu, good job guys.


Leave a comment

Tips menghijaukan sekolah

 

Perhatikan lingkungan sekolah Anda, berdirilah atau duduk di salah satu sudut sekolah, lalu arahkan pandangan ke sekeliling sekolah: hijau, teduh, asri, gersang, kering, berdebu, atau ……..?

Awal tahun ajaran adalah saat yang tepat untuk merubah sekolah Anda menjadi lebih baik sehingga membuat semua warga sekolah lebih betah berada di sekolah dan produktif menghasilkan karya karena udara segar memberi asupan oksigen yang berlimpah untuk bernafas warga sekolah, berikut ini adalah tips menghijaukan sekolah.

1. Bicarakan dengan dinas pertamanan, teman guru, tata usaha, murid atau orang tua atau siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap perbaikan mutu lingkungan hidup di sekolah.

2. Tentukan lokasi, areal atau wilayah mana yang akan ditanami pohon, perhatikan kondisi tanah di lokasi itu, jika dirasa kurang baik, buatlah galian tanah untuk diisi tanah yang baik disertai pupuk, biarkan selama beberapa hari sebelum ditanam.

3. Tentukan jenis tanaman yang akan ditanam, usahakan diperlihatkan kepada semua warga sekolah, diserta dengan kriteria, nama, jenis, warna, tinggi, dsb, bahkan beri tahu dimana bisa didapatkan pohon tersebut dengan harga kisarannya, dll.

4. Tugaskan setiap murid lama untuk membawa satu pohon, murid baru membawa dua atau tiga pohon, bahkan guru-guru dan tata usaha bisa juga dikerahkan untuk membawa pohon, beri jarak bebebrapa hari, lebih baik seminggu, sejak pemberian informasi hingga hari eksekusi membawa dan menanam bersama.

5. Pilih momen yang bagus untuk kegiatan menghijaukan sekolah seperti, upacara pertama, hari kemerdekaan, hari sumpah pemuda, hari pahlawan, hari lingkungan hidup, ulang tahun sekolah, ulang tahun kota, tahun baru,,dsb.

6. Foto lingkungan sekolah anda sebelum penghijauan, dokumentasikan saat acara penenaman pohon, dan abadikan setelah pohon-pohon yang ditanam tumbuh, cetak dan display di mading sekolah atau website sekolah.

7. Pada hari yang ditentukan siapkan beberapa tenaga ahli, biasanya kita bisa minta bantuan tukang taman, penjual tanaman atau siapa saja yang peduli terhadap lingkungan untuk membantu semua warga sekolah menanam pohon yang dibawa sehingga bisa memperbesar peluang tanaman untuk tumbuh subur. Semua warga sekolah menanam sendiri pohon yang mereka bawa, tenaga ahli memberi bantuan, pendampingan dan arahan agar proses penanaman memberi hasil yang baik.

8. Beri pupuk kandang atau pupuk lainnya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan menyehatkan pohon.

9. Tugaskan tata usaha atau seseorang sebagai perawat tanaman yang menyiram, memberi pupuk, memangkas, membuah daun atau batang yang mati secara rutin. Murid yang terlambat atau bermasalah bisa diberi tugas menyiram pohon atau memberi pupuk sebelum masuk sekolah (daripada diberi hukuman yang kurang bermanfaat).

10. Lakukan studi banding, melihat, memotret lingkungan sekolah lain yang bagus, sehingga diperoleh info jenis pohon, lokasi menanam, cara pengerahan, dsb. Lakukan perbaikan terhadap proses pengelolaan lingkungan di sekolah anda sesuai kebutuhan.

11. Pohon-pohon yang mati harus segera diganti sesuai dengan jenis pohon yang rencanakan di lokasi itu, perhatikan kondisi tanah atau penyebab lain yang membuat pohon itu mati, segera perbaiki masalahnya, dan tanami kembali tanah yang kosong.

12. Penggunaan pot yang terbuat dari tanah, keramik atau plastik sebaiknya dihindarkan kecuali untuk dekorasi di dalam ruangan, karena tumbuhan dalam pot tak memperoleh gizi yang cukup untuk pertumbuhannya, seperti memelihara burung dalam sangkar yang tak sebaik melepasnya di alam terbuka. Tumbuhan untuk dekorasi dalam ruangan sebaiknya di ganti beberapa hari sekali, dikeluarkan dari ruangan diletakkan di tempat terbuka yang kena sinar matahari, diberi pupuk dan disiram.

13. Jangan biarkan ada tanah yang menganggur tak ditanami, karena tanah menyuburkan tanaman, memproduksi oksigen untuk bernafas, memberi hijau dan keteduhan di pandang maupun dirasakan saat anda berteduh di bawahnya, kekayaan Indonesia yang memiliki jutaan jenis tanaman bakal memberi pengalaman dan kebahagiaan yang dahsyat sambil mencegah bumi jadi gersang tak enak dipandang.

14. Eksperimen mengkombinasikan warna tanaman, karakter, fungsi, dsb akan mendorong gairah warga sekolah untuk terus menanam dan merawat lingkungan sehingga menjadi nyaman untuk dihuni untuk mendorong kita makin produktif dalam hidup yang cuma sebentar ini, selamat hijaukan sekolah anda.

Punya tips lain?


Leave a comment

Berkunjung ke Kantor Jawa Pos di Jakarta


Bekerja dengan penuh tanggung jawab sambil menikmati dinamika yang terjadi, mensyukuri nikmat yang ada, memperbaiki diri jika ada yang perlu ditingkatkan, mendokumentasikan dalam bentuk foto, tulisan, video, diunggah di blog, facebook, instagram, youtube, dsb.

Ternyata berbagai kegiatan, celoteh, dokumentasi diperhatikan oleh jurnalis dan membuat saya mendapat kehormatan berkunjung di Graha Pena Jawab Pos di Kebayoran Lama Jakarta Selatan pada hari Sabtu lalu, untuk sebuah wawancara.

Alhamdulillah, terima kaaih kepada Mba Puji dan manajemen Jawa Pos yang berkenan memilih saya sebagai pendidik yang aktif melakukan pemberdayaan profesi guru & melakukan upaya-upaya yang tak biasa dalam mendidik anak negeri, dikabarkan bahwa tulisan akan terbit setelah Lebaran, semoga bermanfaat.


2 Comments

Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR)

dwitagama PIK SMKN 50 JKT

Beberapa tahun Saya bertugas di SMKN 50 Jakarta, ada satu kegiatan ekstra kurikuler yang sangat dahsyat dengan prestasi yang menjulang hingga tingkat Nasional, yaitu PIK Remaja KAWAT SMKN 50 Jakarta,, foto di atas adalah salah satu kegiatan mereka, dimana saya melatih kemampuan anggota ekskul PIK berbicara di muka umum atau Public Speaking, apakah PIK? silahkan simak di bawah ini, jika di sekolah anda belum ada, mungkin kegiatan ini bisa jadi pilihan, silahkan.

Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) oleh BKKBN dibagi
menjadi dua yaitu: Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) dan Pusat Informasi dan
Konseling Mahasiswa (PIK Mahasiswa)

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-REMAJA)

a. Pengantar
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program
PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan
konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan
penunjang lainnya. PIK Remaja adalah nama generik. Untuk menampung kebutuhan program
PKBR dan menarik minat remaja datang ke PIK remaja, nama generik ini dapat dikembangkan
dengan nama-nama yang sesuai dengan kebutuhan program dan selera remaja setempat.
Tujuan umum dari PIK Remaja adalah untuk memberikan informasi PKBR, Pendewasaan Usia
Perkawianan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling dan rujukan PKBR.
Disamping itu, juga dikembangkan kegiatan-kegiatan lain yang khas dan sesuai minat dan
kebutuhan remaja untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka tegar Keluarga guna
mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

Ruang lingkup PIK Remaja meliputi aspek-aspek kegiatan pemberian informasi KRR,
Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling, rujukan,
pengembangan jaringan dan dukungan, serta kegiatan-kegiatan pendukung lainnya sesuai
dengan ciri dan minat remaja. Continue reading


Leave a comment

Menikmati sendiri, bukan karena terlalu lama sendiri

  
Unsur seni dalam dunia fotografi sangan tinggi nilainya, saya sangat menikmati foto di atas yang diambil oleh seorang Guru seni rupa SMAN 74 Jakarta (maaf, saya lupa nama Pak Guru itu) angle pengambilan foto itu perlihatkan fokus pada judul presentasi saya, wajah saya dan peserta Raker di sekolah itu.

Samar-samar tulisan pada slide pembuka masih terbaca … mau tahu cerita lengkap training-training saya? silahkan berkunjung kesini, tahun 2015 saya sudah berbagi di 24 sessi training, tahun 2014 saya mencatat 114 kali berbagi ide, tahun 2013 ada 125 sessi training saya, semoga bermanfaat


Leave a comment

Robby Indra Wahyuda, meninggal di usia belia karena terbiasa merokok sejak SD

Namanya Robby Indra Wahyuda, meninggal di usia belia karena terbiasa merokok sejak SD hingga terkena kangker pita suara, dia meninggal bebera. hari yang lalu, selamat jalan anak muda, kesadaran kamu kampanyekan hidup sehat semoga hantarkan dirimu ke sorga dan peroleh ampunan Allah.


1 Comment

kapan anda terakhir tersenyum? kapan anda terakhir tertawa riang?

 

Anjing ini tersenyum atau tertawa lepas
hingga mulutnya terbuka lebar
lidah terjulur, muka berkerut semua

kapan anda terakhir tersenyum?
kapan anda terakhir tertawa riang?
senyum dan tertawa itu menyehatkan
karena memberi perasaan senang,
menarik otot-otot muka ke arah yang baik
sehingga memberi efek kelenturan
tampak lebih awet muda

tebarkan senyum pada setiap orang yang anda jumpai
tertawalah jika ada hal-hal yang lucu
anak sekarang bilang: “ga usah jaim keleees”
group lawak legendaris warkop DKI bilang: “tertawalah, sebelum dilarang”
senyum yuu … hmmmmmm
tertawa yu … hahahahahahaha, happy deh


Leave a comment

Kompetisi perbaiki karakter penduduk negeri

 

Setelah mengetahui hobby anak kita, kumpulkan dengan yang punya hobby sama, berlatih dan ikutkan kompetisi di bidangnya, ulangi terus berkali-kali, lihatlah perkembangan karakter mereka, lakukan itu selama tiga tahun, maka anak kita akan sakin baik karakternya dan siap buat jadi orang dewasa yang bertanggung jawab, siap berdaing dan juara, coba deh.

Foto di atas adalah anak Kapal SMKN 29 Jakarta yang menjuarai lomba aeromodeling di Polban bandung, beberapa waktu yang lalu, selamat guys. 


5 Comments

Selamat Ulang Tahun Jakarta

 

Ratusan tahun umurmu
jutaan yang berharap padamu
tapi mereka terlalu nafsu kamu
hingga sering memaksamu
menyakitimua sambil bilang sayang kamu

Belum banyak yang asli setia kamu
merawatmu membaguskanmu
memaksamu bersolek mencerahkanmu
harusnya yang ngurus kamu liat kota dekatmu

yang dibuatkan banyak jalur angkutan wargamu
taman-taman yang hijaukan kamu
aparat yang amankan dan lancarkan nadimu
perbanyak kereta bawah tanahmu
sedikitkan motor dan mobil di jalanmu

seperti ini, aku tahu kamu tak mau
tapi kamu tak bisa bicara pada yang mau
yang belum mau masih slalu memenangkanmu
sementara yang mau seolah menjauhimu

jayalah selalu jakartaku


2 Comments

Berinteraksi dengan murid di instagram

         Ketika bersantai, menikmati gadget, melihat album foto di instagram, like dan komentar dari teman, sahabat atau murid mendorong saya untuk mem balas like, komentar atau repost foto-foto yang mengispirasi, ternyata hal itu bisa jadi media komunikasi saya dengan murid-murid, mereka berterima kasih fotonya dikomentari atau di like, murid lain meminta fotonya di like juga, kami jadi akrab bukan hanya karena pelajaran, tapi karena sosial media.

Beberapa foto di atas adalah foto-foto yang membuat kami berinteraksi di dunia maya hingga dibawa ke ruang kelas, bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Belajar bahagia itu perlu, supaya bisa bahagia tanpa rokok & narkoba

  

Bahagia itu sederhana
Mungkin kakek di atas sangat bahagia
hanya dengan merokok

Kamu mau seperti itu?
atau seperti perempuan di bawah ini
yang hingga keriput trus merokok 

  

Karena dirimu adalah penentu
apapun yang akan kamu lakukan

Apakah di sekolah guru mengajarkan muridnya
bagaimana menikmati bahagia
hingga rakyat negeri mencari bahagia
lewat rokok atau narkoba?
bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Pejabat & Politikus somasi & laporkan artis seksi AA, Mucikari, Media & Pembaca berita

 

Saya croping pada alinea pejabat dan politikus.  

 

 Di negeri Paman Besut Persatuan Pejabat dan Politikus melakukan somasi dan melanjutkan dengan melaporkan ke Polisi atas perbuatan tak menyenangkan atau pencemaran nama baik karena tuduhan transaksi seksual artis di atas. Mereka yang dilaporkan ke Polisi adalah artis, mucikari, pimpinan redaksi kantor berita online, jurnalis dan pembaca berita di atas.

Anda membaca artikel ini dan berita online di atas?


1 Comment

Satu dari tujuh ratusan video saya di youtube, kamu punya brapa video di youtube?

Sambil menikmati penampilan Marching Band SMKN di Pembukaan Kejuaraan Basket Softy Cup SMKN 50 Jakarta, saya mendokumentasikan dan upload di youtube, gunakan handphone buat menyenangkan murid dan menyimpan perbuatan baikntuk di kenang, punya brapa video di youtube?


Leave a comment

Dedi Dwitagama: Jangan Jadi Guru Yang Biasa Aja!

Dedi Dwitagama:

aaaaah, hebat kali Pak Ustadz ini …. perjalanan yg sebntar itu jadi reportase yang menarik, mhn izizn reblog ya Pak … teruslah menjadi yang tak biasa, smg dlm sehat slalu ya Pak, trm ksh

Originally posted on بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِى:

Buku Bukan Guru Biasa|Penulis: Imas Kurniasih , S.Pd.I Buku Bukan Guru Biasa|Penulis: Imas Kurniasih , S.Pd.I

Sebelum saya nulis intisari dari judul di atas, saya mau ucapin terima kasih dulu buat pak Dedi Dwitagama yang lebih sering dan akrab saya panggil bang Dedi atau mister. Saya berterima kasih karena kemarin sudah nebeng di mobilnya dalam perjalanan pulang dari kampus UHAMKA Ciracas Jakarta Timur setelah kami sama-sama menghadiri acara Gender Awadrs Pusat Studi Gender & Perlindungan Anak (PSGPA) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA). Awalnya saya berangkat ke UHAMKA nebeng dengan Omjay dari SMP Labschool Rawamangun. Agar Omjay bisa langsung pulang via tol Jatibening ba’da maghrib maka saya bareng bang Dedi yang searah karena rumahnya di kawasan Jakarta Timur.

View original 826 more words


Leave a comment

guru & kepala sekolah takut memberikan sangsi, skorsing, apalagi hingga mengeluarkan dari sekolah terhadap kelakuan yang tak bagus itu karena bisa dipolisikan 

  


Foto: ilustrasi

Di negeri paman besut anak sekolah berani melakukan perbuatan kriminal seperti tawuran, pengeroyokan, mencuri, dsb.

Mereka tahu bahwa guru & kepala sekolah takut memberikan sangsi, skorsing, apalagi hingga mengeluarkan dari sekolah terhadap kelakuan yang tak bagus itu karena bisa dipolisikan & dipenjara karena melanggar hukum membuat anak tak mendapat hak pendidikan.

Seaundaunya korban melaporkan ke polisi & pelajar yang jadi pelaku dihukum penjara, anak-anak tenang saja karena mereka tahu bahwa di dalam tahanan mereka bisa ikut ujian sekolah.

Tentang lulus sekolah? anak-anak tahu bahwa guru-guru & kepala sekolah selalu berusaha meluluskan murid di sekolah memelihara rekor pencapaian 100 % yang seolah menjadi harga mati tiap akhir tahun, bagaimana di sekolah anda?


2 Comments

ternyata yang merokok itu banci, kapan terakhir ketemu banci?

 

Masih ingat kapan pertama kali anda merokok, apa yang membuat anda merokok? 

Mungkin salah satu dorongan atau bujukan orang disekitar anda saat itu adalah: “Cuma banci yang tak merokok”.

Liat foto di atas, ternyata anda tertipu, bahwa ternyata yang merokok itu banci, kapan terakhir ketemu banci?


2 Comments

mereka sukses membuat pelajar tewas

  
di negri paman besut pjabat tawuran, anggota partai tawuran, fulisi tawuran ama tengtara, fulisi ama kafeka, gubernur ama depeerde, anak skolah tawuran di jalan dibritakan di media, skolah mana berikutnya?

Pelajar cuma meniru pemimpinnya, apalagi mereka tahu tak perlu belajar serius bisa lulus, tak ikut ulangan tetap dapat nilai, sekolah tak berani untuk tidak meluluskan murid.

Murid nakal diberi sangsi bisa melaporkan guru & kepala sekolahnya ke polisi, dan dibela oleh banyak fihak … tawuran tak henti, yang mati jadi berkali, bagaimana di sekolah anda?


2 Comments

sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal

IMG_4239

IMG_4240
Pembinaan karakter siswa butuh kreatifitas dan kerjasama dengan berbagai fihak di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Dua foto di atas memperlihatkan isi foto album instagram yang merespon pendidikan karakter saat jadi siswa baru di SMKN 36 Jakarta, bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), anak-anak yang baru lulus SMP dilatih kebersamaan, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, cinta negara, dsb.

Kementrian dan Dinas Pendidikan sudah mengatur tatacara pembinaan siswa baru, menurut saya itu boleh diikuti sebagai standar minimal, sekolah sebaiknya meningkatkan level standar kegiatan dengan melibatkan siswa senior, guru, dan fihak luar seperti industri, perguruan tinggi, TNI, Polisi, dsb.

Tentang biaya, ini mungkin jadi masalah sehingga sekolah enggan menaikkan standar, pembinaan siswa baru jadi kegiatan yang selalu begitu, hampir tak pernah berubah dari tahun ke tahun. Kuncinya kembali ke kreatifitas pengelola sekolah dan keberanian untuk menaikan standar kegiatan yang sering disebut MOS atau Masa Orientasi Siswa baru.

Kurikulum, Ujian Nasional, adalah batas minimal yang harus dicapai sekolah dalam interaksinya dengan anak didik, sekolah yang terbiasa minimalis dalam pencapaian berbagai standar di sekolah, akhirnya akan ditinggalkan masyarakat, berbagai label yang disematkan untuk sekolah yang biasa sekedar sesuai standar akhirnya ketahuan bahwa itu sekedar kedok; ingat dulu ada sekolah dengan label TELADAN, SBI, SSN, UNGGULAN, dsb. Sekolah itu outputnya biasa-biasa saja tak seperti labelnya.

Banyak sekolah yang tak peduli terjadap label ini itu tetapi berusaha menanamkan karakter unggul dengan memberi standar lebih pada proses pendidikan di sekolahnya dan hal itu disukai masyarakat hingga sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal.

Bagaimana sekolahmu?


Leave a comment

17 Blogger Indonesia Paling Inspiratif 2014

Dedi Dwitagama:

Alhamdulillah, terima kasih buat pengunjung blog saya dan yang sudah menilai, semoga bermanfaat

Originally posted on Motivator Pendidikan Kreatif:

buku saya mau jadi guru goblog

Motivator Kreatif-Apa kabar sahabat? semoga pagi menjelang siang ini semangat untuk mengabdi dalam dunia pendidikan terus membara dalam jiwa kita, sebagai pendidik kitalah pemegang kendali dalam menentukan generasi bangsa terbaik. Oleh sebab itu tentu kita harus terus memantaskan diri dengan meningkatkan kualitas diri kita.

Pagi menjelang ini saya ingin berbagi dengan sahabat semua tentang 17 Blogger paling Inspiratif, tentu ini versi saya dan khusus bagi para Gulu Blogger.  Jadi buat anda yang tidak saya masukan dalam kategori ini, jangan marah yah, he..he… Bisa saja karena saya belum kenal dengan anda kalau kenal mungkin saya masukin juga dalan 17 Blogger Indonesia Paling Inspiratif.

Inilah kriteria yang saya nilai untuk 17 Blogger Paling Inspiratif :

View original 256 more words


Leave a comment

tindakan kriminalisasi terhadap sekolah atau kepala sekolah

IMG_4172

Di Negeri Paman Besut terjadi kekisruhan antara Gubernur dengan DPRD, berawal dari pemgusulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah – APBD, Gubernur menyatakan bahwa Satuan Kerja Pemerintah Daerah – SKPD tidak mengusilkan program, kegiatan atau rencana pengadaan barang senilai lebih dari 12 trilyun kepeng, tetapi muncul pada APBD yang dikeluarkan oleh DPRD.

Ternyata anggaran lebih dari 12 trilyun kepeng itu diantaranya untuk pengadaan peralat listrik UPS di sekolah yang harganya per unit untuk setiap Sekolah antara 3 sampai 5 milyar kepeng.

Dikabarkan bahwa sekolah-sekolah tak mengajukan permintaan pengadaan alat itu, tetapi langsung di drop ke sekolah untuk dipasang, beberapa sekolah menyatakan bahwa kebutuhan mereka sebenarnya adalah penambahan daya listrik, sekolah sudah mengajukan permintaan penambahan daya listrik, tapi tak kunjung terealisir.

Kisruh terus terjadi hingga artikel ini ditulis, liputan media tak henti mengungkap pandapat berbagai fihak tentang anggaran yang tak kunjung disetujui, hingga para fihak melaporkan fihak lain ke KPK dan Kepolisian. Anggaran operasional sekolah tak kunjung turun, sementara kegiatan sekolah harus dijalankan, pemeliharaan sekolah tak berhenti, ujian sekolah harus dilakukan, kebersihan memerlukan alat dan bahan yang harus dibeli, tenaga guru dan tata usaha honor hatus dibayar, berbagai biaya tak bisa ditunda. Kepala sekolah hatus kreatif dan kerja keras mengendalikan sekolah hingga ada yang harus menggunakan berbagai sumber dana bahkan meminjam uang untuk biaya operasional sekolah.

Dalam keadaan sulit dimana anggaran tak kunjung disetujui, sehingga tak bisa turun untuk digunakan mendanai berbagai kegiatan sekolah, Kepala Sekolah mendapat tambahan beban dipanggil Kepolisian Negeri Paman Besut untuk diperiksa sehubungan dengan pengadaan barang yang diributkan.

Anda pernah diperiksa Polisi? Bagaimana rasanya mendapatkan panggilan dan menjadi terperiksa? Mereka yang tak terbiasa berhubungan dengan Polisi, dipanggil Polisi dan diperiksa selama berjam-jam adalah sebuah persitiwa yang tak mengenakkan. Kalau boleh meminjam istilah media, apakah sedang terjadi Kriminalisasi di Dunia Pendidikan? Oleh siapa? Jika pelapornya adalah Gubernur atau DPRD, apakah mereka bisa dianggap melakukan tindakan kriminalisasi terhadap sekolah atau kepala sekolah?

Menurut Anda?


Leave a comment

Darah habis, masuk liang kubur tak bisa dihindari

IMG_3901

Seorang Bapak pernah jadi anak STM
yang doyan tawuran di sekitar Blok M
Diantara teman-teman sekolahnya dia berani berantem
Perut sobek tertusuk pisau lawan tak membuatnya merem

Bapak itu sering bangga
Bercerita pada keluarga
Berlari di jalan menguber atau diuber seperti tak beda
Mendapat perhatian, dilihat orang, masuk koran bikin besar dada

Bapak itu kini punya anak yang skolahnya di Blok M
Stiap hari dia was-was, takut anaknya kena hantam
Berdoa selalu setiap anaknya berangkat sekolah dg tangan menggenggam
Selalu stress jika anaknya belum pulang hingga malam

Bapak itu sudah siapkan dana banyak
Jika tiba-tiba ada kabar menghentak
Puluhan juta rupiah seperti dalam kotak
Siap obati operasi akibat tawuran anak

Beruntung di sekolah anaknya banyak kegiatan ekskul
Peraturan tegas dijalankan, murid yang tawuran dikeluarkan

Ada anak keluarga miskin
Terbiasa dalam tas clurit dimasukin
Sekolahnya tak berani tegas pada muridnya
Merokok, bawa senjata tajam atau tawuran dibiarkan saja

Mayoritas anak miskin itu terbiasa bergerombol di jalan
Alasan menunggu bis yang sama solider teman
Nongkrong cari musuh bersama basis terlihat yakin
Naas, batu menghantam kepalanya hingga pecah seperti manekin

Masuk rumah sakit hendak dioperasi
Tak ada biaya karena keluarga sulit mencari
Darah habis tak terperi
Masuk liang kubur tak bisa dihindari


Leave a comment

Luar biasa jika ada Group Taiko di Sekolah Menengah Kejuruan

Ada Group Taiko di Jepang itu biasa, Group Taiko Mahasiswa jurusan sastra Jepang itu biasa, yang luar biasa jika ada Group Taiko di Sekolah Menengah Kejuruan, nikmati dua video dokumentasi Taiko SMKN 36 Jakarta.

KELAHIRAN TAIKO

TAIKO merupakan Instrument Perkusi yang paling Primitif dalam masyarakat Jepang. TAIKO ada dan sudah digunakan di Jepang Kuno lebih dari 2000 tahun yang lalu. Menurut beberapa penelitian Arkeology dan Antropology , orang-orang kuno di Era Jyomon sudah menggunakan Drum (Tambur) sebagai alat Komunikasi atau alat untuk Ritual Keagamaan. Namun Perkusi yang mereka gunakan diduga cukup berbeda dengan yang ada saat ini.

Continue reading


Leave a comment

Kamu tak merokok, berarti kamu sangat hebat

Rokok itu hebat
dia kalahkan jutaan orang
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

Kamu tak merokok
berarti kamu sangat hebat
jauh lebih hebat dari
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

Seharusnya, siapapun kamu
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

itu faham,
bahwa kesehatan harus dijaga
bahwa di rokok itu banyak zat beracun
bahwa rokok itu merusak tubuh
bahwa rokok itu membunuhmu

Kamu tak merokok
berarti kamu sangat hebat
jauh lebih hebat dari
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,


Leave a comment

Tips Mengelola Majalah Dinding Sekolah

Majalah Dinding merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang bisa melatih berbagai karakter murid seperti: orientasi masa depan, kerjasama, saling menghargai, perencanaan, kreatif, produktif, eksplorasi, konsisten, dsb.

Agar majalah dinding di sekolah bisa memberi manfaat buat pengelola maupun pembacanya, silahkan simak beberapa tips mengelola majalah dinding sekolah:

1. Bentuk Dewan Redaksi, bisa mengikuti model redaksi majalah, koran atau penerbitan lainnya.

2. Sepakati bersama seluruh anggota tim redaksi atau aktifis mading, masa tayang mading berlangsung berapa lama, misalnya; seminggu, dua minggu, atau sebulan sekali.

3. Sepakati Konsep mading, apakah mengangkat tema-tema tertentu atau sistem rubrik, ruang-ruang tetap.

4. Sepakati materi yang akan diangkat mading anda; jika konsep tema & masa tayang sebulan sekali, artinya dewan redaksi harus menyiapkan paling sedikit 12 tema selama satu tahun, sebaiknya disiapkan tema-tema cadangan untuk mengantisipasi masalah kekurangan materi atau lainnya.

Foto di bawah ini adalah contoh mading yang berkonsep tema; SARAPAN

Sumber: Google

Sumber: Google

5. Jika yang dipilih konsep rubrik yang diupdate sebulan sekali, misalnya ada rubrik Headline, Tokoh, Puisi, Siswa berprestasi, Guru Kita, Sekolah Tetangga, dsb; maka Dewan Redaksi harus menyiapkan materi setiap rubriknya terdiri dari 12 unit sepanjang tahun.

Foto di bawah ini adalah contoh mading dengan konsep Rubrik

Sumber: Google

Sumber: Google

6. Tentukan jadwal tanggal atau hari mading itu diupdate.

7. Tayangkan nama dewan redaksi dilengkapi dengan alamat twitter, email atau nomor HP yang bisa dihubungi

8. Lengkapi mading dengan gambar-gambar, karena banyak orang yang tertarik dengan unsur gambar atau warna.

9. Libatkan pembaca atau murid yang tak tergabung dalam ekskul mading untuk mengisi mading, sertakan foto wajah yang menyumbang artikel atau foto karyanya. Proses pengiriman karya bisa lewat email, kotak yang disediakan atau dikirim langsung kepada anggota dewan redaksi.

10. Dokumentasikan setiap edisi mading dengan memuat semua artikel dan foto-foto di mading dengan cara mengupload di blog mading, bisa dibuat di wordpress, kompasiana, blogger, blogdetik, dsb. Foto-foto saat rapat redaksi, proses menggarap edisi, foto bareng anggota dewan redaksi dan pembena, atau apa saja bisa ditayangkan di blog mading.

Contoh blog mading SMPN 243 Jakarta.
mading dwitagama2
http://mdsmpn243jkt.blogspot.com/

11. Ikut serta kegiatan lomba atau kompetisi mading yang sering diadakan oleh berbagai fihak sebagai pembanding dengan mading sekolah lain.

12. Tugaskan dewan redaksi untuk berkunjung ke sekolah lain untuk mengamati mading sekolah tersebut sebagai pembanding untuk perbaikan.

13. Simpan atau arsipkan materi mading yang sudah ditayangkan yang pada suatu saat dapat ditayangkan ulang, jika dirasa perlu atau untuk mengisi ruang yang kosong.

14. Tempatkan mading di tempat yang strategis agar mudah dilihat oleh warga sekolah.

15. Lakukan perbaikan-perbaikan yang dianggap perlu untuk membuat mading lebih menarik para pembacanya.

Selamat berkarya.

Menilai mutu kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS Sekolah kita

Leave a comment

20150112-120339.jpg
Pada suatu kesempatan saya berjumpa dengan pengurus OSIS banyak Sekolah bagian timur Jakarta, Saya bertanya kepada mereka bagaimana aktifitas kegiatan ekskul atau OSIS di sekolah mereka, beberapa dari mereka menjawab bahwa teman-teman merka dangat aktif falam kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS di sekolahnya, saya melanjutkan pertanyaan: sebutkan lima prestasi terakhir dan waktunya, mereka bilang beberapa waktu terakhir belum meraih juara lagi.

Suatu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah yang rajin melakukan kegiatan, berlatih, bersinergi dengan aktifis kegiatan yang sama dari sekolah lain, melakukan latihan bersama, mengikuti lomba-lomba yang diadakan sekolah lain, atau instansi lain, kadang diundang untuk tampil pentas atau eksibisi di sekolah sendiri, sekolah lain, atau even-even di luar sekolah.

Keikutsertaan di perlombaan-perlombaan berkali-kali pada akhirnya akan bermuara pada raihan prestasi atau juara, karena sifat dasar remaja yang menyukai tantangan dan persaingan.

Sekolah seharusnya mendorong semua unit organisasi ekstra kurikuler di sekolahnya untuk serius latihan, ikut serta pada lomba atau kompetisi di dalam kota atau di luar kota atau tampil demonstrasi pada kegiatan-kegiatan di sekolah sendiri, sekolah lain, di dinas pendidikan, di pemda atau di acara-acara yang sesuai dengan jenis ekskul sekolah.

Menilai mutu kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS Sekolah kita sangat mudah, cukup didata berapa banyak prestasi yang sudah dicapai oleh unit ekskul tersebut, jika selama setahun ekskul di sekolah anda tak pernah tampil demo, tak pernah ikut kompetisi atau tak pernah meraih juara, mungkin kegiatan ekskul tersebut belum dikelola secara serius, karena selama setahun padti ada kesempatan untuk demo, atau ikut kompetisi.

Kemungkinan besar ekskul yang mandul itu anggota atau peminatnya juga sedikit, tak serius latihan, tak didorong ikut kompetisi atau kitang dukungan dari sekolah, tetapi jika dukungansudah cukup diberikan tapi tak kunjung berprestasi, mungkinsaatnya ekskul tersebut dibubarkan dan diganti dengan ekskul lain yang lebih diminati siswa agar lebih berani berkompetisi.

Negeri ini butuh penduduk yang serius berlatih sesuatu dan berani berkompetisi serta berprestasi.


1 Comment

Rakyat Negeri Paman Besut: pantat panas, pinggang meradang, mata berkunang … itu biasa

20150104-083514.jpg

Di Negeri Paman Besut merdeka sudah lebih 60 tahun
Presidennya berganti setiap lima tahun
Gubernurnya berganti setiap lima tahun
Bupati berganti juga setiap lima tahun
Walikota berubah setiap lima tahun

Meteri berganti kadang berkali-kali satu periode
Pegawai Negerinya berjumlah jutaan
Anggarannya Kepeng dengan jumlah NOL nya dua belas bahkan lima belas
Nama program pembangunannya ganti selalu
Semua bertujuan mensejahterakan rakyat
Semua bertujuan mencerdaskan rakyat

Rakyat negeri tatusan juta jumlahnya
Punya kebiasaaan menjenguk desa setahun sekali
Negara menyediakan bus-bus gratis yang di beritakan di media
Agar ada kesan negara mengurus warganya pulang ke desa
Sesungguhnya biaya berasal dari keuntungan pengusaha yang berasal dari rakyat
Saat kembali ke kota rakyat harus membayar mahal angkutan balik ke kota
Jika tak mau, rakyat gunakan mobil pribadi dan sepeda motor meregang nyawa

Mungkin karena tak terbiasa berfikir kritis
Atau terbiasa dibungkam tak di dengar atau tak dipedulikan
Rakyat seolah tak faham bahwa angkutan umum harus disiapkan pemerintah
Bahawa angkutan umum adalah bagain dari kesejahteraan rakyat
Angkutan umum kecil dan besar yang disediakan seolah untuk rakyat
Sesungguhnya adalah model sebagian rakyat yang gemar uang banyak
Yang tak mempedulikan pelayanan, fokus pada untuk berlipat

Rakyat negeri paman besut merasa angkutan umum terlalu mahal
Tapi tak memberi pelayanan yang baik
Akhirnya rakyat memilih jalannya sendiri dengan memaksa diri membeli speda motor & mobil
Tak ada uang cukup rakyat membeli secara kredit dengan harga selangit
Rakyat merasa senang jadi mudah dan nyaman bepergian kemanapun
Bahkan merasa hidupnya jadi lebih makmur punya motor dan mobil
Jarak ribuan kilometer ditempuh di atas jok mengadu nyawa dirasa rekreasi
Rakyat lupa atau enggan bicara bahwa pemerintah seharusnya siapkan angkutan umum

Mobil-mobil angkutan umum kecil dan besar diemohi rakyat
Rusak tak terawat jadi besi tua kadang jadi pencabut nyawa
Yang berpunya berebut tiket pesawat dengan harga tiket melompat
Yang miskin semotor berempat tempuh ribuan kilo tetap merasa hebat
Jalan tersumbat ratusan kilometer seolah tak ada yang lihat

Para presiden, menteri, gubernur, walikota dan pegawai nikmati kerja
Bepergian menggunakan pesawat khusus, pengawal khusus, kendaraan khusus
Tak merasa pengap di kendaraan yang penuh sesak
Yak tahu jalan macet seperti cicak yang merayap

Rakyat lupa bahwa saat kampanye pemilihan umum
Para calon wakil rakyat, juga calon bupati, gubernur, dan presiden
Berjanji tingkatkan sejahtera rakyat, pintarkan rakyat
Tapi setelah menjabat mereka seperti lupa atau asik sendiri hingga masa jabatan berakhir
Rakyat tetap sengsara, biasa menyelesaikan masalah sendiri
Cukup dihibur dengan bus-bus gratisan saat mau pulang kampung
Sambil dihibur penyanyi dangdut kelas kampung
Rakyat tak faham bahwa setelah itu mereka diperas, dirampok penghasilannya yg sedikit
Dengan ongkos angkutan yang harganya selangit
Seolah bergembira berpetualang di atas roda dua dengan anak istri bersama teman satu desa
Istirahat setiap dua jam sambil menikmati minuman berkafein & makanan bermecin
Bergeletak di pinggir jalan, di pom bensin, di masjid & musholla
Tak sedikit yang sakit hingga meregang nyawa di jalan yang berlubang
Itu terjadi puluhan tahun di negeri yang sering merasa tak ada yang mengurus
Mungkin karena berulang puluhan tahun seolah jadi benar, jadi biasa
Penederitaan jutaan penduduk seolah jadi pesta, tradisi yang biasa

Ketika saat pemilihan umum datang lagi
Para calon kampanye, berteriak ingin sejahterakan & pintarkan penduduk
Tak lupa paket hiburan dangdut gratis menyenangkan rakyat
Setelah terpilih mereka asik sendiri, bahkan sering ribut sendiri
Lupa janji kampanye yang diteriakkan
Rakyat dibiarkan bodoh terus
Punya kendaraan merasa jadi sejahtera padahal makan tak ada
Bepergian mudah kemana saja padahal bikin nyawa tak ada

Mungkin karena miskin & tak bisa berbahasa asing
Rakyat negeri paman besut tak bisa lihat rakyat negeri sebelah
Yang pemerintahnya siapkan angkutan umum yang baik buat rakyatnya
Hingga rakyat tak perlu punya motor atau mobil
Tapi mereka bisa pergi kemana saja dengan biaya lebih murah tak macet
Angkutan umum datang setiap sekian menit sekali di negeri itu
Sementara di negeri paman besut, angkutan umum ditunggu berjam-jam tak ada

Mungkin karena terlalu bodoh
Rakyat negeri paman besut tak faham apa tugas pemerintah apa hak rakyat
Rakyat yang bodoh itu seolah puas dengan panggung hiburan gratis di pinggir jalan saat tahun baru
Atau sekolah gratis dan berobat gratis
Karena bepergian hanya jarak dekat, sepeda motor seolah cukup
Kalaupun jauh dipaksa ditempuh walau pantat panas, pinggang meradang, mata berkunang
Rakyat negeri paman besut terlalu bodoh
Karena sekolah tak jelas kurikulumnya


1 Comment

Puisi Tuhan Sembilan Senti, Karya: Taufik Ismail

 photo chain_smoking.jpg

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Amin Yaa Rabbalalamin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 18,306 other followers