Blog Pendidik


Leave a comment

Menyiapkan Pembicara Publik di SMKN 50 Jakarta


Salah satu aktifitas yang sangat saya nikmati di SMKN 50 Jakarta adalah proses melatih murid menjadi pembicara publik, dikemas dengan berbagai nama, misalnya; literasi, kultum, ceramah, debat, kampanye, dsb.

Seperti yang terjadi pada hari Jumat 120118 pagi, sebelum jam pelajaan dimulai semua murid duduk di lapangan upacara mendengar beberapa temannya menyampaikan sesuatu, bicara di depan lebih dari 600 murid dan guru itu sesuatu yang luar biasa, dan bakal dikenang sepanjang hayat, kalo kamu?

Advertisements


Leave a comment

Sekolah Online

online-community-panel-software-free-ebook-download2-2

Booming gaya hidup online yang menghantam Indonesia bisa jadi mempengaruhi gaya pendidikan negeri ini sekarang atau nanti, saya membayangkan begini pelaksanaannya;

Pada awal tahun ajaran baru murid mendaftar secara online hingga melengkapi persyaratan administrasi secara online, pada waktu yang dijadwalkan murid harus datang ke sekolah untuk masa orientasi yang jadwal dan materinya sudah diunduh oleh murid, kedatangan ke sekolah dimaksudkan untuk mengetahui berbagai sarana di sekolah dan guru-guru, tata usaha dan kepala sekolah.

Murid-murid mengunduh materi pelajaran dan mempelajari di rumah, ada jadwal untuk bimbingan atau konsultasi yang membuat murid datang ke sekolah pada waktu-waktu tertentu, termasuk untuk menyerahkan tugas-tugas ko kurikuler yang tak bisa diunggah lewat internet, tetapi berbentuk benda nyata sebagai hasil karya kreatifitas murid seperti lukisan, teknologi, tumbuhan, dsb.

Untuk materi pelajaran yang menumbuhkan karakter, murid bekerja sama dengan teman-temannya membangun dan memperlihatkan karakter yang jadi target pelajaran untuk diobservasi guru dan mendapat nilai.

Untuk pelajaran yang terukur seperti olahraga, prakarya, multimedia, komputer, kesenian murid boleh berlatih di rumah, sekolah atau dimana saja secara mandiri atau bersama teman-temannya dan pada akhir semester diuji pencapainya dengan memperlihatkan hasil latihannya; misalnya kemampuan renang gaya dada yang harus bisa menempuh jarak tertentu dengan waktu tertentu, bermain dalam tim basket, volley, bertanding cabang olahraga bela diri, dsb. Dalam bidang seni murid mendemonstrasikan membuat lukisan di hadapan guru penguji, mempergakan tarian daerah atau modern hasil latihan bersama teman, mementaskan karya teater, melagukan musikalisasi puisi, dsb.

Murid didorong lebih mencintai tanah air, menikmati keindahan, mengenali keberagaman melalui kegiatan hidup bersama pendududk yang berjarak ratusan kilometer dari rumahnya dan kemudian dibuat dokumentasi berupa tulisan, foto dan video yang dipresentasikan di sekolah di diupload di website, blog dan media sosial milik sekolah maupun murid

Pada tahun terakhir di sekolah, murid fakus berlatih mengerjakan soal-soal ujian nasional plus workshop-workshop yang menumbuhkan daya kritis terhadap karakter, seni, olahraga dan kebangsaan, termasuk membuat projek tugas akhir sekolah membuat sesuatu aktifitas yang bisa memberi kontribusi meningkatkan kualitas kehidupan penduduk di suatu daerah, proses pengerjaan tugas dan laporan projek didokumentasikan di setiap blog murid dan akun youtube murid masing-masing.

Murid melakukan kontrak atau perjanjian untuk memenuhi target belajar setiap mata pelajaran, termasuk penjadwalan penyelesaian tugas atau projek-projek dan jadwal ujian online atau tatap muka. Kehadiran murid di sekolah tidak setiap hari, tergantung kebutuhan untuk memenuhi kontrak belajar. Hal ini menumbuhkan mental mandiri dan ketekunan murid untuk menyelesaikan pelajaran.

Sehubungan dengan pembentukan karakter warga negara yang baik, sepanjang proses belajar murid harus memenuhi tata tertib di sekolah dan aturan hukum di masyarakat, pelangaran terhadap tata tertib dan pelanggaran hukum yang mengakibatkan murid berurusan dengan polisi hingga menjadi terpidana akan menimbulkan sangsi seperti tidak lulus sekolah atau dikeluarkan. Data pelanggaran hukum pelajar akan diberitahukan polisi kepada sekolah.

Sekolah merupakan bagian dari masyarakat, proses belajar di sekolah harus lengsung mendidik murid mematuhi peraturan hukum seperti membawa kendaraan bermotor setelah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, naik motor mengenakan helm, tidak mengambil barang milik orang lain, dsb.

Kemampuan teknologi informasi mutlak dikuasai oleh guru, karena komunikasi dengan murid harus memanfaatkan internet.

Perubahan akan terus terjadi karena perubahan adalah sesuatu yang abadi, termasuk cara mendidik warga negara dan mau tak mau kita harus menerimanya, menurut anda?


Leave a comment

Rokok itu Hebat, si Miskin jadi Lupa

Screen Shot 2018-01-11 at 12.52.18 PM

Saya mencoba memahami pola fikir para pecandu rokok.
Seorang Perempuan tua kurus kering badannya dengan sisa daging sedikit di badannya, kulitnya gelap, rambutnya tak lagi putih mungkin karena sering berjemur matahari, sering saya jumpai pagi buta sebelum matahari pancarkan seluruh sinarnya ke bumi, menarik gerobak berisi sampah dan barang bekas, kadang saya jumpai dia sedang membereskan hasil perolehan sampah, mengelompokkan barang bekas sesuai kandungan bahan bakunya.

Sambil mengerjakan semua hal di atas terselip rokok di jarinya, dihisap sambil diresapi seolah sedang menikmati sesuatu yang … entah apa rasanya (karena saya tak merokok) saya kesulitan menuliskan apa yang dirasakan ibu itu, sementara untuk bertanya saya tak sampai hati. Mungkin pada situasi hidupnya yang sulit, karena kemiskinan dan ketiadaan skill yang bisa jadi penghasilan, dia bisa dapat kenikmatan dari rokok, miskin hidup jadi tak terasa, mungkin dia jadi merasa hidupnya lebih sejahtera, lebih bahagia dengan merokok.

Ternyata menurut survey Badan Pusat Statistik, merokok mengakibatkan penduduk makin miskin, kalo kamu?


Leave a comment

Budget Plangaplongo Jiwa Sosialita

Pada suatu pagi saya menjumpai remaja yang kurus, bercelana pendek, memainkan rokok kretek termahal di negerinya, memijat-mijat ujungnya lalu membakarnya, dia tampak serius sekali menikmati hisapan dan hembusan asapnya.

Percakapan kami seperti pada capture di atas, tapi tak berlanjut karena dia menjauh dari saya, akankah rumah sakit negeri ini bakal dipenuhi oleh orang-orang tua yang masa remajanya seperti dia?


Leave a comment

Ramalan Gubernur Jawa Barat 2018

Hingar bingar calon gubernur jawa barat untuk pilkada 2018 mengerucut hari ini, saya meramalkan Deddy dan Dedi bakal memenangkan pertarungan dan terpilih jadi gubernur dan wagub jabar yang baru, kenapa?

Dedi Mulyadi mengalami “sesuatu” sebelum akhirnya jadi calon wagub, sejarah demokrasi negeri ini membuktikan bahwa kejadian sesuatu itu bisa jadi bahan promosi dahsyat yang melejitkan pamor dan membuahkan derasnya pilihan kepada korbannya.

Ada banyak korban sesuatu yang jadi gubernur hingga presiden, bisa jadi ini strategi partai tua menabung simpati pemilih dengan membuat drama sesuatu.

Bisa jadi ke depannya ada sesuatu lagi yang terjadi pada Dedi sehingga dia terpilih jadi presiden gantikan presiden yang dulu pernah mendapat sesuatu.

Ini ramalan saya, kalo kamu?


Leave a comment

Genggaman Rokok

Saya sering sedih dan prihatin melihat anak berseragam SD dan SMP yang merokok di tempat-tempat umum seperti jalan raya, taman, halte, terminal, pusat belanja, dsb. 

Bersyukur dan salut kepada Pengelola Kereta Api yang berhasil mensterilkan stasiun kereta Api dan gerbong keretanya dari asap rokok, semoga semua bandara di Indonesia bisa dikondisikan seperti stasiun kereta.

Saya kira anak-anak perokok cuma gejala di Jakarta, ternyata saya mendengar pengakuan dari seorang remaja berusia 17 tahun bahwa di desanya di ujung utara pulau Sumatera yang ditumbuhi pohon kelapa sawit dan karet, anak-anak Sekolah Dasar sudah biasa merokok saat bermain di kebun bersama teman sebayanya.

Genggaman asap rokok tampaknya kian kuat mencengkeram rakyat negeri ini, miskin, kaya, muda, tua, berpendidikan, tak berpendidikan, lelaki, perempuan, tak ada yang bisa menghindar. Bagaimana dengan anak anda?


1 Comment

Memotret Selera Pembaca Blog Pendidik: Mengelola Kegiatan Ekstra Kurikuler

Sepanjang tahun 2017 jumlah pengunjung blog yang sedang anda baca ini sekitar 77.000, dan tulisan yang paling banyak diminati adalah tentang mengelola kegiatan ekstra kurikuker.

Tulisan itu lahir karena banyak mendapat curhatan aktifis OSIS yang ingin berkegiatan di sekolah disertai pengamatan saya terhadap manajemen kegiatan ekskul OSIS di beberapa sekolah.

Bagaimana mungkin muridnya bisa jadi juara di kompetisi lomba ekstra kurikuler jika pada hari-hari sekolah, murid tak boleh berada di sekolah dengan alasan apapun, harus segera pulang yang kata gurunya untuk keperluan pembersihan sekolah (disapu dan pel), bahkan tak sedikit sekolah yang pada hari sabtu dan minggu murid tak boleh berkegiatan di sekolah alasannya beragam, diantaranya karena tak ada guru yang mengawasi atau satpamnya perlu istirahat setelah seminggu kerja.

Sekarang ada kebijakan baru dinas pendidikan DKI Jakarta didukung Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, yaitu prestasi murid bisa berdampak pada kenaikan tunjangan kinerja guru, sehingga muncul kesadaran beberapa guru yang mulai mendorong prestasi muridnya, bahkan ada guru yang tahun lalu tak mengijinkan murid untuk latihan atau ikut kompetisi jika dirinya sedang mengajar di kelas, kini mulai mengijinkan muridnya boleh meninggalkan kelas untuk latihan persiapan dan lomba kegiatan ekstra kurikuler.

Kebijakkan sudah diambil, sayang sekali merubah budaya sekolah untuk mendorong murid berprestasi sangat sulit, tampaknya lebih banyak guru yang kurang peduli terhadap prestasi muridnya. Apalagi alokasi anggaran sekolah untuk kegiatan ekatra kurikuler makin sulit didapat, sementara jika murid memaksakan iuran untuk mengumpulkan biaya kegiatan ekskul tak diizinkan sekolah.

Tulisan yang saya buat karena sedang kangen puisi yang sering dibacakan saat saya ikut lomba masa kecil dulu ternyata juga menarik pembaca. 

Dokumentasi tentang kegiatan saya mensosialisasikan Komite Sekolah ternyata banyak digoogling pembaca, kegiatan PIK REMAJA yang sedang saya pelajari dan dokumentasikan juga banyak dibaca orang. 

Ternyata, sebagai blogger tak perlu berfikir apakah tulisan yang kita buat itu bagus atau tidak, bermanfaat atau tidak, dibutuhkan orang atau tidak, pokoknya ketika ada ide yang mau ditulis, tulis aja … Biarkan pembaca yang memutuskan.

Terima kasih kepada anda yang setia berkunjung ke blog saya, silahkan follow dan komentar, maka saya akan follow balik dan komentar di blog anda.

Selamat tahun baru, semoga anda dalam sehat selalu lahir bathin, olah raga yang rutin dan ga pake narkoba … happy deh.


Leave a comment

Cara Merayakan Tahun Baru: Mencuci Sendal Gunung Kesayangan, kalo kamu?

1 Januari 2018, Pk. 10.05 WIB

Seorang Nenek yang tinggal berdua dengan cucunya yang remaja kelas sebelas, menyapa saya di jalan depan teras rumah sambil senyum riang dengan backpak di punggungnya dan kenakan sepatu berbahan kain yang bisa diorder di online shop, begini ucapnya.

“Pulangnya siang-siang Om, biar ga dibilang pulang pagi”

Saya menjawab, 

“Gapapa Bu, yang penting sehat”

Saya senang melihat beliau jalan dengan ekspresi riang gembira setelah menikmati pergantian tahun bersama kekuarganya, karena Saya sering menjumpainya jalan pelan, tertatih, dengan ekapresi menahan sakit juga mendengar beliau mengeluh sakit ini itu.

Pulang siang – itu cara tetangga saya merayakan tahun baru, kalo saya kegiatannya beres-beres gudang, menyeleksi barang yang akan didonasikan, dirawat atau dibuang, termasuk mencuci sendal gunung kesayangan, kalo kamu?


7 Comments

Guru Blogger: Refleksi 12 tahun Ngeblog

Dear Pembaca,

Terima kasih atas kunjungan, likes, follow, dan komentar blog saya selama ini. Sejak tahun 2005 saya mulai menulis di blog ini, dan terus kecanduan menulis berlanjut posting di blog yang sedang anda baca ini, hingga saat saya menulis ini ada 1.021 orang yang follow blog saya, terima kasih.

Posting blog saya hingga saat ini hampir 4.000 posting dan telah dilihat oleh pembaca lebih dari satu juta lima ratus kali dengan pengunjung yang jumlahnya 374.875, terima kasih banyak, semoga bermanfaat.

Screen Shot 2017-12-20 at 11.03.04 AM

Sepanjang tahun 2017 pengunjung blog saya lebih dari 53.000 dan dilihat sebanyak 75.268 kali.

Screen Shot 2017-12-20 at 10.00.04 AM

Rata-rata statistik kunjungan saya sehari berkisar di angka 200, pasti itu termasuk hit dari anda yang biasa berkunjung ke blog saya, terima kasih.

Screen Shot 2017-12-20 at 9.58.23 AM

Apa manfaat ngeblog buat saya?

1. Mendokumentasikan.
Saya merasa punya tempat untuk mendokumentasikan berbagai aktifitas, ide, curhat, kreatufutas, keresahan ataau apa saja yang ingin saya ungkapkan, buat diri saya sendiri atau orang lain, termasuk mendokumentasikan nikmat bersama anak didik atau siapa saja yang saya jumpai, apakah ada dokumentasi saya bersama anda saat kita jumpa dahulu? Liat deh disini.

2. Mengabarkan.
Saya punya sarana mengabarkan kegiatan saya dimana saja kepada anak, istri dan keluarga besar saya, juga kepada semua orang di dunia sebagai salah satu cara memanfaatkan waktu yang terbatas saya punya. Saya juga mengabarkan berbagai nikmat keindahan yang saya abadikan dengan kamera saya di blog foto saya.

3. Bersinergi/Silaturahmi.
Secara tak terduga saya sering dihubungi oleh orang-orang yang tak saya kenal setelah mereka menemukan jejak saya di google yang berujung jadi bekerja sama, bersinergi, bertemu dan bersilaturahmi, bahkan hingga ke luar negeri dengan undangan yang disertai tiket pesawat dan fasilitas akomodasi. Ternyata benar, dengan banyak silaturahmi saya jadi makin banyak rejekinya, alhamdulillah.

Informasi training saya lainnya bisa dilihat disini, nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.200 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.

Selamat Tahun Baru 2018, semoga kamu lebih sukses dalam sehat selalu ga pake narkoba di tahun ini, makin banyak rejekinya dan bisa menggapai apa yang kamu cita-citakan, udah dulu yaa .. saya mau blog walking, apa nama blog kamu? Saya follow deh.


2 Comments

Puisi | Pada Malam

Pada malam ada gelap
ada senyap
yang membuat makhluk terlelap
hingga kata tak terucap

Pada malam ada sunyi
ada nurani
yang lupa jadi ingat lagi
kembali pada yang hakiki

Pada malam ada rasa
yang menumbuhkan asa
bisa memberi cinta
menyburkan semesta

Pada malam ada kamu
yang membuat susah berlalu
selalu ada di hati aku
iyalah kamu


Leave a comment

Menemukan Jejak Aktifis OSIS SMA se Indonesia

Kejadiannya tahun 2013, saya yakin diantara mereka sudah ada yang jadi sarjana, atau bahkan sedang lanjut S2 di dalam dan luar negeri, miss u much guys, semoga kalian sukses dunia akherat tak pake narkoba.

Informasi training saya lainnya bisa dinikmati disini, nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.100 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.


Leave a comment

Kegiatan Ekskul Sekolah didukung Sponsor

Video di atas merupakan salah satu contoh pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler yang didukung sponsor, produknya bisa apa saja, perusahaan datang dengan cara diundang atau tiba-tiba datang tanpa undangan, agar bisa sukses dari kedua fihak, sekolah maupun perusahaan itu perlu kreatifitas ide sekolah dan perencanaan yang baik dari kedua belah fihak.

Bagaimana di sekolah kamu?


9 Comments

Mental Miskin di Kelas & Pembelajaran Kaya dari Tip Ex


Perhatikan meja kursi di kelas kamu, jika banyak coretan tipp ex, spidol, dsb mungkin bisa jadi indikator bahwa ada murid miskin atau berbakat jadi orang miskin. Kenapa?

Salah satu ciri orang miskin adalah rumahnya kotor atau kumuh, meja kursi kelas yang dikotori itu cermin kebiasaan hidup di rumah. Jika sekolahmu banyak orang berkecukupan yang biasa hidup bersih maka di kelas dia biasa hidup bersih tak mencoret-coret meja kursi, dinding, dsb.

Pemilik tipp ex mungkin tak akan menggunakan tipp exnya untuk coret-coret meja karena dia tahu harga beli barang itu. Orang miskin yang meminjam tipp ex itu tak tahu harga belinya berapa dan dengan senang hati dia coret-coret tipp ex dimana-mana. Penggaris besi bisa jadi alat merubah suasana miskin jadi suasana kaya.

Mau jadi orang kaya? Lakukan kebiasaan orang kaya, yaitu hidup bersih, rapih dan wangi … liat deh, tua nanti hidupmu kaya dan bahagia, selamat mencoba.


4 Comments

Pelajar SLTA Tawuran, sudah ga musim lagi, sekarang Pelajar SD yang Tawuran sampe Mati

Saya sedih liat linimasa twitter saya yang kabarkan kantor berita yang liputannya disimak orang se dunia bikin liputan tawuran pelajar di negeri ini yang sudah banyak korban jiwa. Dokumentasi video mempeelihatkan pelajar SLTA tawuran menggunakan aneka senjata tajam dan wawancara dengan ibu korban yang anaknya meninggal akibat tawuran.

Buat kita di negeri yang makmur ini mungkin sudah sangat terbiasa melihat berita tawuran. Guru dan Kepala Sekolah yang ditanya apakah sudah melakukan usaha-usaha pencegahan tawuran pasti menjawab sudah. Kenapa tawuran pelajar tak kunjung berhenti, bahkan kini dilakuka oleh pelajar Sekolah Dasar (SD).

Membawa senjata tajam itu melanggar hukum dan bisa membuat pelakunya mendekam di penjara, kabar tentang tertangkapnya pelajar membawa senjata tajam sering terdengar tapi lenyap tak berujung penjara buat pelakunya, sehingga pelajar lainnya ikut membawa senjata tajam dan merasa bahwa membawa senjata tajam itu bukan pelanggaran hukum, akibatnya kematian pelajar cuma menunggu waktu karena senjatanya sudah selalu dipersiapkan hanya tinggal menunggu waktu dan tepat yang tepat.

Beralasan hak azasi manusia dan perlindungan anak, pembawa senjata tajam dan pelaku yang mengakibatkan kematian tak diproses secara hukum, seolah dibiarkan untuk kembali membawa senjata tajam dan melakukan tawuran. Seharusnya anak pelanggar hukum yang membawa senjata tajam atau melakukan tawuran harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku, negara harus menyiapkan penjara anak dengan dukungan fasilitas untuk anak seperti sarana bermain dan sekolah.

Semoga Al Jazera belum sempat membuat liputan pelajar SD tawuran hingga memakan korban para pengelola pendidikan negeri ini yang berpendidikan sarjana hingga bergelar profesor mampu membentuk karakter anak negeri gemar berprestasi, berkompetisi, berkreasi tak lagi tawuran sampai mati, menurut kamu?


Leave a comment

Pemanfaatan Teknologi untuk Membentuk Karakter

Salah satu cara melatih anak memanfaatkan gadget dan sosial media untuk kebaikan serta meningkatkan rasa percaya diri yang berujung pada pembentukan karakter dapat dilakukan diantaranya dengan memberi tugas membuat video tentang topik tertentu hingga diunggah ke youtube.

https://www.youtube.com/watch?v=TsTQTEb-PFo&sns=em


Leave a comment

Rakyat, Koruptor, Perokok, Pemburu Gratisan Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita

750xauto-agar-tak-bergaya-hidup-hedonis-ini-hal-yang-perlu-diperhatikan-151214f

brilio.net

Korupsi
Seolah jadi kelakuan yang sangat umum dan biasa, sehingga terasa banyak sekali orang yang pernah melakukan itu dan berita tentang koruptor tak pernah berhenti menghiasi berita di media cetak dan elektronik.

Merokok
Seolah jadi kelakuan yang sangat umum dan biasa, seolah tak ada bahaya dari kebiasaan merokok, ayah dan ibu merokok di rumah, anak, cucu dan menantu juga kecanduan rokok semua. Sejak Sekolah Dasar anak-anak di negeri ini sudah terbiasa merokok.

Pemburu Gratisan
Era demokrasi dan gemuruh kontestasi pemilihan kepala daerah dan kepala negara mengkampanyekan banyak hal serba gratis, sekolah maunya gratis sementara demi gengsi dan ambisi masuk sekolah swasta membayar puluhan juta pun dilakoni. Mungkin bergaya supaya seperti anak muda atau manusia masa kini yang sukses termakan iklan jadi rutin menghisap asap dan merokok tak henti, ketika sakit inginnya berobat gratis.

BJPS
Gaya hidup BJPS – Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita yang sedang trendi saat ini, mengumbar foto di media sosial bergaya sosialita bak pragawan dan pragawati, memakai busana bermerek kelas dunia, penghasilan pas-pasan tapi makan di tempat yang mahal dan gawai terbitan terbaru.

Kredit
Seolah jadi kelakuan yang sangat umum dan biasa, seolah tak ada bahaya dari kebiasaan kredit berbagai kebutuhan hidup. Ketiadaan angkutan umum dan buruknys sistem transportasi negeri direspon dengan kredit sepeda motor atau mobil. Alih-alih menuntut para kepala daerah yang mengumbar janji kampanya tapi tak bisa baguskan sistem transportasi umum, rakyat merasa lebih tajir memiliki kendaraan. Padahal di negeri yang makmur, rakyatnya enggan membeli sepeda motor atau mobil karena sistem transportasi sudah dikelola dengan baik.


Leave a comment

Perubahan Retorika di Lalapangan Upacara Sekolah

Masih ingat saat upacara zaman dulu, pembinanya bilang begini:

“Jaga nama baik Sekolah, jaga nama baik Negara dan Bangsa”

Kalo seorang murid hobby tidur di kelas, merokok sebelum dan pulang dari sekolah, bawa senjata tajam, tawuran, boti, cabe”an dan berbagai hal” negatif lainnya, bagaimana dia bisa menjaga nama baik dirinya sendiri, apalagi menjaga nama baik sekolah yang luas banyak muridnya, berat sekali, hampir tak mungkin.

Ada pesan menarik saat dibacakan sambutan MENSOS RI di upacara hari Pahlawan 101117, begini intinya:

Jadilah pahlawan
Pahlawan untuk dirimu sendiri
Pahlawan untuk keluargamu
Pahlawan untuk sekolahku
Pahlawan untuk agamamu
Pahlawan untuk bangsa & negaramu
Cakeeeep nih sambutan tertulis MENSOS RI …. gimana bisa jadi pahlawan bangsa kalo buat diri sendiri aja dia tak mampu.

Bagus kan dirimu sebelum kau bagus kan negara, selamat hari pahlawan 101117, good job Tim Paskibraka #SMKN50JAKARTA.  Nikmati video” lainnya di channel Youtube saya, kuuuy.


2 Comments

Untung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung, kalo kamu?

Deddy-feminaUntung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … saya tak memimpin Golkar di daerah saya, juga tak mencalonkan diri ikut kontestasi pemilihan kepala daerah di Jawa Barat. Saya bisa merasakan betapa banyak energi dan sumberdaya lainnya sudah dikeluarkan Dedi Mulyadi untuk merubah image Golkar yang seperti diberi cap partai yang gemar “korupsi”, lewat berbagai kerja dan pembuktian membangun Purwakarta dan melayani penduduknya dengan mengedepankan transparansi pengelolaan pemerintah daerah.

Untung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … setelah bekerja keras Dedi Mulyadi membesarkan golkar dan membangun Purwakarta rupanya tak cukup untuk menabung elektabilitas yang berdasarkan hasil survey berbagai lembaga tak terlalu moncer sinarnya, berujung pada keputusan Golkar mencalonkan RK yang bukan anggota atau pengurus partai berlambang beringin karena beberapa hasil survey paling moncer sinarnya.

Untung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … setelah tak dipedulikan keluarga di rumah sendiri akhirnya Dedi Mulyadi  mencari teman di rumah lain, mulai sering hadir di acara partai berwarna merah berlogo banteng bermoncong putih, apakah Dedi Mulyadi sedang marah dan ingin menyeruduk walah terlihat diam, seperti warna moncong banteng … putih, sebuah “kepatuhan” seperti yang diinginkan keluarganya di DPP Golkar?.

Untung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … tapi bisa jadi situasi sekarang ini bikin untung, seperti beberapa tokoh negeri ini yang dizalimi kemudian jadi Presiden, apakah Dedi Mulyadi sedang menuju ke RI 1? Apakah Dedi Mulyadi bakal menjungkirkan hasil survey berbagai lembaga? Jika Dedi Mulyadi terpilih jadi gubernur Jawa Barat, masyarakat bakal mulai ragu dengan hasil-hasil survey. Hal ini bisa berujung ke pemilihan presiden yang bakal memunculkan pemenang calon yang tak unggul dalam survey.

Untung Nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … apakah pilkada kali ini membuat golkar jadi buntung, mungkin tak ada yang mau jadi ketua partai di daerah karena tak ada jaminan didukung untuk maju ikut kontestasi pemilihan kepala daerah? Ah … untung Nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung, kalo kamu?.


Leave a comment

Ide Posting: Dokumentasikan Kegiatan

DWITAGAMA DINAS P& K BANTEN 1

Sabtu, Minggu bulan lalu saya ketemuan dengan banyak teman baru di beberapa even, foto di atas saya mendokumentasikan perjumpaan dengan guru-guru SMK se Provinsi Banten memotivasi menulis di sebuah hotel di Cipondoh Tangerang, Banten.

wp-image-1367513895

Foto di atas, Minggu 30 April 2017 saya bergembira bareng mahasiswa STEI Indonesia di Rawamangun Jakarta Timur, bicarakan tentang nikmatnya jadi aktifis. Jadilah weekend saya lebih berwarna, berbusana kasual, celana jeans plus kemeja santai saya “manggung” untuk membuat kehidupan lebih baik. Terima kasih buat semua fihak yang sudah berkenan bersinergi dengan saya, berita lengkapnya bisa disimak disini.

Posting ini saya buat ketika kehabisan ide mau nulis apa, liat aja foto di harddisk kemudian diunggah ditambah dengan kalimat tiga alinea, terima kasih telah berkunjung dan komentar, semoga bermanfaat.

 


Leave a comment

Mungkin Pengemis itu Peduli Masa Depan, kalo Generasi Micin?

Screen Shot 2017-11-14 at 11.25.57 AM

Membaca kabar di atas, seorang pengemis yang ditemui oleh petugas dinas sosial DKI Jakarta kedapatan membawa emas dan uang 23 juta rupiah, saya jadi terfikir tentang generasi micin yang gejalanya begini:

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat merokok, padahal dia sedang membunuh dirinya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut balap liar di jalan kampung, padahal dia sedang menempuh jalan cepat menuju kematian.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut minum minuman keras oplosan, padahal dia sedang menempuh jalan cepat menuju kematian.

Merasa hebat, keren, cantik, dewasa, dsb saat posting foto tanpa busana, padahal dia sedang meminta orang lain menjauhinya.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut tawuran di jalan, padahal dia sedang menggali kuburnya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat naik motor bertiga tak pakai helm ngebut di jalan, padahal dia sedang menjemput celaka & mati.

Merasa kaya, hebat, keren, dewasa, dsb saat naik motor edisi terbaru yang dibeli dengan kredit, padahal dia sedang memiskinkan diri.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat berganti mobil dengan cara kredit, padahal dia sedang diperas isi kantongnya.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat mengenakan pakaian sobek-sobek, padahal dia sedang meniru orang miskin.

Merasa kaya hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat memaksakan diri mengkredit motor, padahal dia tak dipedulikan pemerintahnya yang tak mampu sediakan angkutan umum yang baik.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut nongkrong, begadang tak tidur malam hari, padahal dia sedang membunuh dirinya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat membiarkan rambutnya tak diurus, padahal dia sedang mengundang ketombe dan menjelekkan dirinya.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat makan mie instant pedas tingkat dewa, padahal dia sedang  merusak lambungnya.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat makan daging yang lezat, padahal itu cuma air yang diberi kaldu dan micin perusak otak dan tubuh.

Generasi micin masih banyak di sekitar kita dan mungkin akan terus tumbuh makin banyak, karena orang tua mengalami kesulitan mendidik anak dan tak setia pada keluarga, kebiasaan memasak yang keliru dan makan makanan yang dibumbui micin, semoga bakal ada pendidikan untuk calon orang tua supaya generasi micin makin sedikit.


Leave a comment

Mengenang Lesu Abu

149247_468911122445_8030818_n

Muntilan Jogjakarta, 2010

Tiba-tiba saya menemukan foto di atas, rekaman tumbuhan di tepi jalan Muntilan Jogjakarta menuju Semarang. Saat itu saya berkegiatan di Jogja dan hendak kembali ke Jakarta tak bisa mendapat pelayanan di BAndara Jogjakarya dan mengharuskan saya bergeser dulu ke Semarang untuk bisa terbang ke Jakarta.

Abu nerapi yang sempat lesukan Jogja dan merenggut lebih dari 200 orang, kini daerah itu menjadi subur dan makin banyak dikunjungi wisatawan melihat jejak letusan merapi 2010.

Yang berpulang semoga tenang di sorga, yang masih tinggal semoga kini sejahtera hidup di tanah yang subur dan makmur, miss u much Jogjakarta.


Leave a comment

Guru dan Dosen adalah Pahlawan yang membuat Seseorang jadi Pahlawan

 

Kapan anda terakhir berkunjung ke Makam Pahlawan? kenapa di nisan makam harus ada topi tentara? 

Apakah yang dimakamkan disana seorang tentara?

Apakah yang jadi pahlawan harus tentara? 

Apakah cuma tentara yang bisa jadi pahlawan? 

Apa dokter tak bisa jadi pahlawan dan dimakamkan di taman makam pahlawan? Bagaimana para insinyur yang membangun infrastruktur negeri ini?  Bagaimana dengan para petani yang telah menanam padi untuk makanan pokok penduduk negeri ini? Bagaimana dengan para pedagang yang telah mendistribusikan berbagai kebutuhan rakyat senegara? Bagaimana juga para ulama yang berdakwah keliling negeri menebarkan pesan Allah buat umatnya?  

Guru cuma pahlawan tanpa tanda jasa? Itu cuma cara sebuah rezim untuk menyatakan bahwa guru punya peran penting dalam kehidupan bernegara tetapi enggan memberi penghargaan atau menghargai jasa guru, kalau tak diberi tanda jasa tak perlulah diberi label pahlawan. Orang-orang yang jadi dokter, insinyur, petani, pedagang, tentara atau berbagai profesional lainnya bisa menjadi sesuatu harus melalui pendidikan yang dilayani oleh guru dan dosen.

Mereka yang sudah menghuni taman makam pahlawan mungkin lupa bahwa mereka bisa jadi pahlawan karena guru dan dosen, oleh sebab itu pengelola negara yang masih hidup harus memberi penghargaan pahlawan untuk guru dan dosen, mungkin simbol topi baja di makam pahlawan harus dipertimbangkan untuk tidak dilanjutkan, kecuali untuk mereka yang saat hidupnya mengabdi sebagai tentara, kenapa tidak diciptakan simbol pahlawan yang disesuaikan dengan profesi orang itu saat masih hidup. Banyak penduduk yang kreatif di negeri ini yang mampu mendisain lambang yang representasi  di makam pahlawan, karena pahlawan negeri ini tak hanya militer, dan pahlawan yang sesungguhnya adalah guru.

Terima kasih buat para pahlawan yang telah mengabdikan dirinya untuk membaguskan negeri. Selamat hari pahlawan.


1 Comment

Jadi Juara itu Hebat, Membuat Orang lain jadi Juara itu Lebih Hebat – Kejuaraan Basket antar SMP se Jakarta

Screen Shot 2017-11-06 at 6.52.11 AM

Kamu pernah merasakan nikmatnya jadi juara? pasti sangat luar biasa dan tak kan pernah bisa dilupakan seumur hidupmu. Jadi Juara itu Hebat, Membuat Orang lain jadi Juara itu Lebih Hebat.

Foto dia atas adalah aktifis ekskul Basket SMKN 50 Jakarta yang baru saja berhasil menyelenggarakan kompetisi basket untuk Pelajar SMP se Jakarta di SMKN 50 Jakarta yang diikuti oleh 32 tim pelajar SMP putra dan puteri, ini merupakan kompetisi yang ke tujuh diselenggarakan oleh anak-anak ekskul Basket SMKN 50 Jakarta … LUAR BIASA. Good job Guys.

Kalo mau jadi juara, latihan yang serius, bekerja sama dengan semua anggota kelompok kamu, terus sering-sering deh ikut kompetisi, pasti kamu bakal jadi juara. Kalo mau bikin kompetisi tak cukup hanya berlatih serius, kerjakeras dan kekompakan,  kepandaian mencari sponsor dan mental berani harus diramu jadi satu dengan bumbu daya tahan dan konsistensi bakal bikin terwujud kompetisi yang diselenggarakan.

Kamu pernah berapa kali jadi panitia pelaksana kompetisi?


2 Comments

Tips Mempromosikan Sekolah di Era Digital

Ingin sekolah anda terkenal? Zaman digital sekarang ini, promosi menggunakan brosur atau poster mungkin sudah tak zamannya lagi, bagaimana cara mempromosikan sekolah di era digital?

Media

  • Facebook
  • Twitter
  • Path
  • Instagram
  • Website
  • Blog
  • Youtube
  • LikedIn
  • Google Map
  • Dsb

Ada cara efektif dan efisien, misalnya dengan menggunakan situs https://hootsuite.com atau lainnya, anda bisa memposting satu artikel untuk beberapa platform seperti Facebook, twitter, likedin, dsb. Menggunakan hootsuite anda bisa menjadwalkan kapan posting anda akan ditayangkan, sehingga jika anda punya 30 materi promosi cukup dikerjakan beberapa menit dan akan tayang sepanjang 30 hari ke depan.

Dengan instagram, anda bisa memposting satu foto atau video yang secara otomatia akan muncul di instagram, facebook dan twitter, sekaligus.  Menggunakan Gramblr, anda bisa menjadwalkan puluhan posting foto atau video yang akan terbit sesuai waktu yang anda jadwalkan, bisa dilakukan dengan menggunakan notebook.

Tagar – Hastag (#)

Pilih tagar atau hastag yang kemungkinan banyak dicari pengguna internet yang akan terhubung dengan media promosi sekolah anda, missalnya: #SMKN 50 JAKARTA, #SEKOLAH UNGGULAN, #SEKOLAH RAMAH ANAK, #SEKOLAH BERKARAKTER, dsb.

Keroyokan – Gotong Royong

Siapa yang melakukan tugas promosi sekolah? Kepala Sekolah bisa menugaskan satu orang karyawan atau guru untuk memposting berbagai kegiatan di sekolah di berbagai platform media sosial. Guru memberikan tugas kepada murid dengan berbagai tema atau kompetensi sesuai pelajaran yang diampu dan harus diunggah di blog murid, intsgram, atau youtube masing-masing murid dengan menggunakan tagar atau hastag yang disepakati.

Pada hari-hari tertentu, saat sekolah mengadakan kegiatan tertentu, semua warga bisa didorong untuk memposting artikel, foto dan video lewat berbagai platform media sosial dengan menyertakan tagar atau hastag di judul atau caption postingnya.

Kompetisi

Adakan kompetisi ekskul, misalnya kejuaraan basket yang mengundang sekolah yang jenjangnya setingkat dibawah sekolah anda, misalnya jika anda SMK, adakan kejuaraan basket antar SLTP yang mengundang SMP atau MTS di sekitar sekolah anda, atau se Kabupaten atau Propinsi, perhatikan bahwa sekolah anda akan dikunjungi banyak pelajar SMP yang sebagian dari mereka nanti akan masuk ke sekolah anda.

Google Map

Coba cari sekolah anda di google map, apakah sekolah anda eksis? lokasinya tepat pada posisi yang seharusnya atau tidak ada sama sekali? Jika sudah tepat, anda beruntung tetapi jika tidak tepat, anda bisa mengkomunikasikan kepada google agar merubah ke posisi yang seharusnya, lakukan beberapa kali jika belum direspon, saatnya nanti google akan merubah posisi sekolah anda ke yang seharusnya.

Saat ini masyarakat banyak menggunakan aplikasi peta google map, waze, dsb untuk memesan angkutan online atau saat berkendara mencari sekolah anda.

Materi Promosi Sekolah

Apa saja yang bisa menjadi sumber berita di sekolah? Banyak sekali yang bisa jadi topik kabar yang bisa diketahui oleh masyarakat, termasuk orang tua murid dimana anak-anaknya bersekolah, diantaranya:

  • Upacara di Sekolah
  • Profil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha hingga murid berprestasi, atau murid yang cantik, unik, ganteng, dsb
  • Taman sekolah
  • Kantin sekolah
  • Toilet sekolah
  • Gerbang sekolah
  • Lobby sekolah
  • Profil alumni
  • Reportase pertandingan
  • Reportase tamu
  • Profil Guru dan Karyawan yang sudah pensiun
  • Profil orang tua murid
  • Profil Guru paling senior, paling muda, paling-paling apa aja deh
  • Dsb

Setiap poin di atas bisa menjadi banyak sekali tulisan atau posting yang membuat 365 hari dalam setahun tak cukup untuk mengabarkan kegiatan di sekolah anda. (Jika sekolah anda mengalami kesulitan dan mau memulai mengabarkan berbagai kegiatan sambil mendokumentasikan kegiatan sekolah, silahkan hubungi Saya di 08128534836).

Di bawah ini salah satu contoh kabar dari sekolah yang diproduksi dan diposting di youtube oleh murid SMKN 50 Jakarta.

Jika ratusan murid di sekolah anda ikut serta mengabarkan sekolahnya, betapa banyak kabar tentang proses pendidikan anak negeri ini bisa dinikmati warga dunia lewat telepon genggam?.

Seberapa banyakkah kabar sekolah anda di Google?

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.100 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.


Leave a comment

Semoga pendidikan di Jakarta punya ciri khas dan lebih baik dari semua daerah di Indonesia

Sumber: http://kumparan.com

Tanggal 16 Oktober 2017 warga Jakarta punya Gubernur dan Wakil Guernur baru, selamat buat Pak Anis dan Pak Sandi, perjalanan menulis sejarah di negeri berpenduduk seperempat milyar lebih, sebagai pendidik saya melihat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di sektor pendidikan, diantaranya:

1. Pelajar bersepeda Motor

Dinas Pendidikan telah melarang pelajar Jakarta mengendarai sepeda motor ke sekolah sejak tahun 2015, dan sebagian bear sekolah sudah menerapkan peraturan melarang murid membawa sepeda motor dan memarkirnya di dalam lingkungan sekolah, tetapi kenyataanya para pelajar masih membawa sepeda motor dan memarkir di tempat-tempat tertentu di sekitar sekolah, sehingga muncul kantong-kantong parkir sepeda motor yang dikelola masyarakat atau pemilik lahan di sekitar sekolah. Bahkan ada kantong parkir yang berjarak hanya beberap meter dari gerbang sekolah dan terlihat oleh Guru dan Kepala Sekolah, sepertinya hal itu dibiarkan, barangkali dengan pemikiran bahwa sepeda motor diparkir bukan di dalam lingkungan sekolah, padahal larangan dari Kepala Dinas Pendidikan itu isinya melarang murid membawa kendaraan bermotor ke sekolah, bukan parkir di lingkungan sekolah. Kepolisian pasti tahu tentang keberadaan kantong-kantong parkir di sekitar sekolah, entah kenapa seolah itu dibiarkan.

Bis-bis sekolah sudah terlihat beroperasi pagi dan sore hari, mungkin karena route jalurnya tidak bisa melewati lokasi tempat tinggal semua murid sekolah, sehingga seolah tak berfungsi optimal. Pelayanan Ojek Online saat jam masuk dan pulang sekolah terlihat sangat membantu pelajar yang datang dan pulang sekolah. Pelayanan transportasi umum Jakarta harus terus diperbaiki agar pelajar tak berkendara dan bisa mengurangi korban kecelakaan lalu lintas atau membiasaan pendidikan karakter yang mematuhi peraturan lalu lintas, dimana penduduk yang belum berumur 17 tahun dan memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) dilarang membawa kendaraan bermotor.

2. Pelajar Merokok

Saat pagi hari ketika berangkat ke sekolah dan sore hari saat pulang sekolah tak sedikit pelajar yang berjalan atau berkendara sambil merokok, mungkin ada guru yang mencium aroma bau rokok dari mulut atau badan murid hingga menemukan rokok atau korek api di pakaian atau tas muridnya tak berani memberi sangsi karena murid dan orang tua sangat sensitif terhadap hukuman di sekolah dihubungkan dengan isu-isu hak azasi manusia, maka banyak pelajar yang sudah kecanduan rokok sejak di Sekolah Dasar atau Sekolah Lanjutan tingkat Pertama. Bisa saja Pak Gubernur menugaskan kepada Kepala Dinas Pendidikan agar memberi sangsi yang berat kepada murid yang diketahui merokok, membawa rokok, misalnya dikeluarkan dari sekolah atau dicabut KJP, atau apapun sangsinya yang bisa membuat penghentian kebiasaan buruk merokok sejak kecil.

Pemerintah daerah harus memastikan bahwa tak ada penjual rokok dan iklan rokok pada jarak tertentu dari sekolah, termasuk tak mengijinkan iklan atau promosi produk rokok, agar murid tak memiliki pandangan keliru tentang rokok.

3. Ketersediaan dan Kesejahteraan Guru

Banyak sekolah di Jakarta memiliki kekurangan Guru, usaha pemerintah mengangkat guru baru dari PTT dan guru bantu dilakukan dengan kurang optimal dimana banyak guru yang ditempatkan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Sementara kesejahteraan guru di Jakarta kurang mendapat perhatian dimana guru honor yang dibayar oleh pemerintah daerah sekitar 3,4 juta sama dengan tenaga tata usaha, tetapi sangat jauh dari tenaga tata usaha yang sudah menjadi PNS.

Penghasilan Guru dan Kepala Sekolah PNS jauh lebih kecil dari Kepala Subag Tata Usaha di sekolah, hal ini tak seharusnya terjadi karena pekerjaan mendidik murid lebih berat dibanding mengelola arsip sekolah, sebagai mantan menteri pendidikan pasti Pak Anies tentu faham.

Selamat bekerja, semoga pendidikan di Jakarta punya ciri khas dan lebih baik dari semua daerah di Indonesia, kami siap membantu … salam OKE OCE.


Leave a comment

Terima Kasih FCTC Indonesia


#Repost @fctcindonesia (@get_repost)
・・・
Kata Tokoh.

Bahaya rokok merupakan suatu hal yang nyata dan tidak dapat dibantahkan lagi. Harga rokok yang terjangkau menjadikan bahaya ini semakin dekat dengan orang banyak.

Ayo Buk @smindrawati naikkan harga rokok, untuk selamatkan bangsa dari bahayanya.

Kata tokoh hari ini berasal dari seseorang yang sangat inspiratif, Bapak @dwitagama

#fctcuntukindonesia #katatokoh #hargarokoknaik #rokokharusmahal


2 Comments

Menikmati Wajah Sendiri

21994287_10154650687701582_8080326450953173058_o-2

Bertemu dengan Relawan Anti Narkoba yang difasilitasi BNNK Cianjur, plus bonus foto-foto bagus dari staf BNNK Cianjur bernama Om Sunardi yang membuat saya bisa menikmati wajah sendiri dan mengenang interaksi yang seru dengan peserta, mau liat foto-foto yang lain? Silahkan kesini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.100 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini..


Leave a comment

Manfaat Instagram buat yang disayang

Saya posting foto pertama di atas, komentarnya banyak berisi tag yang ditujukan kepada orang lain dengan kalimat sayang dan dijawab dengan kalimat sayang juga.

Barangkali mengingatkan secara lisan sudah tak cukup, instagram bisa jadi tambahan bahan amunisi ungkapkan sayang agar yang disayang tak sakit atau cepat mati kerana merokok, kalo kamu?


Leave a comment

6 Juta Berita setahun: Gerakan MENGABARKAN SEKOLAH di Jakarta

Screen Shot 2017-10-03 at 4.19.45 PM
Sumber: http://datadikdki.jakarta.go.id/index.php?mn=rangkuman&data=sekolah

Ada kesadaran baru yang tumbuh dari pengelola Lembaga Pendidikan di Jakarta, mereka secara kompak bersama-sama mengabarkan kegiatan di masing-masing sekolahnya satu posting setiap hari lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb. Kepala Sekolah, Guru-guru dan Pegawai Tata Usaha sudah faham bahwa di era digital sekarang ini pekerjaan mengupload kabar sekolah lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb sangat mudah dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam atau notebook.

Saat ini jumlah sekolah TK hingga SLTA di Jakarta hampir 7.000 unit sekolah. Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 30.000 kabar dari sekolah setiap hari yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 150.000 kabar dari sekolah setiap satu minggu (lima hari kerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 600.000 kabar dari sekolah setiap bulan yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 6.000.000 kabar dari sekolah setiap tahun (dengan asumsi 10 bulan aktif bekerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Dalam waktu lima tahun, terdapat 30.000.000 kabar dari sekolah Jakarta bakal memadati jagat digital dan terlacak oleh Google. Apalagi jika sekolah-sekolah itu juga mengupload kabar berbentuk video di Youtube, maka jumlah 50 juta bukan hal yang tak mungkin bisa menyesaki jagat maya dan terhubung dengan Google.

Apa saja yang bisa menjadi sumber berita di sekolah? Banyak sekali yang bisa jadi topik kabar yang bisa diketahui oleh masyarakat, termasuk orang tua murid dimana anak-anaknya bersekolah, diantaranya:

  • Upacara di Sekolah
  • Profil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha hingga murid berprestasi, atau murid yang cantik, unik, ganteng, dsb
  • Taman sekolah
  • Kantin sekolah
  • Toilet sekolah
  • Gerbang sekolah
  • Lobby sekolah
  • Profil alumni
  • Reportase pertandingan
  • Reportase tamu
  • Profil Guru dan Karyawan yang sudah pensiun
  • Profil orang tua murid
  • Profil Guru paling senior, paling muda, paling-paling apa aja deh
  • Dsb

Setiap poin di atas bisa menjadi banyak sekali tulisan atau posting yang membuat 365 hari dalam setahun tak cukup untuk mengabarkan kegiatan di sekolah anda. (Jika sekolah anda mengalami kesulitan dan mau memulai mengabarkan berbagai kegiatan sambil mendokumentasikan kegiatan sekolah, silahkan hubungi Saya di 08128534836).

Di bawah ini salah satu contoh kabar dari sekolah yang diproduksi dan diposting di youtube oleh murid yang baru masuk di SMKN 50 Jakarta.

Jika ratusan murid di sekolah anda ikut serta mengabarkan sekolahnya, betapa banyak kabar tentang proses pendidikan anak negeri di ibukota negara ini bisa dinikmati oleh banyak orang lewat telepon genggam?. 

 
Seberapa banyakkah kabar sekolah anda di Google?


4 Comments

Ketika merokok sudah jadi biasa, menghisap asap lain seperti ganja jadi bukan sesuatu yang tabu

medicine_190605

Saya kira, pendidikan yang makin baik di negara maju membuat rakyatnya melek masalah kesehatan dan tak menyalahgunakan narkoba, dengan demikian usaha mendidik anak bangsa akan bisa membuat penduduk negeri mampu mengendalikan diri dari penyalahgunaan narkoba. Ternyata pendidikan saja tak cukup membuat seseorang menjadi bijak berbuat yang baik untuk dirinya, termasuk tidak mengkonsumsi sesuatu yang membahayakan dirinya.

Pengalaman hidup di keluarga, kebiasaan melihat contoh kedua orang tua hidup sehat membuat anak lebih sadar terhadap masalah kesehatan, pendampingan orang tua dimasa remaja, berinteraksi dengan teman pergaulan sesama remaja, di sekolah dan di kampus bisa membuat seseorang mampu mengambil keputusan yang tepat, misalnya dalam hal merokok dan penyalahgunaan narkoba.

Kemampuan berfikir “lurus” menjaga kesehatan, tak mengkonsumsi sesuatu yang mebahayakan kesehatan jadi sesuatu yang “aneh” karena banyak kebiasaan di masyarakat yang sesungguhnya buruk tetapi karena sudah menjadi kebiasaan itu seolah jadi baik dan tak masalah. Merokok misalnya, karena orang-orang di sekitarnya yang ditemui menghisap asap, termasuk kakek, nenek, ayah, ibu, kakak, saudara dan kerabatnya, maka seorang anak merasa tak masalah menghisap rokok.

Ketika merokok sudah jadi biasa, menghisap asap lain seperti ganja jadi bukan sesuatu yang tabu, dilanjutkan dengan mengkonsumsi zat-zat lain yang berdampak mempengaruhi fungsi dan kerja otak jadi hal biasa. Setelah ganja, oplosan, heroin, shabu, PCC, bakal ada narkoba apa lagi yang bakal bikin heboh dan makan korban di negeri ini?


1 Comment

Identitas Digital

Awal tahun 2000-an punya identitas dilengkapi no telepon dan fax sudah cukup untuk dibilang keren atau modern, di tahun 2017 identitas seseorang atau lembaga dilengkapi dengan beragam akun seperti email, WhatsApp, line, instagram, website, facebook, path, website, blog, dsb.

Zaman dulu telepon dan fax anda hanya pasif menunggu orang lain yang menghubungi anda atau lembaga anda, kini akun-akun anda secara aktif mengabarkan apa saja yang sedang berlangsung di rumah anda atau lembaga anda.

Pada foto di atas adalah identitas dari sebuah resto yang dicetak di lunch box dan identitas sebuah majalah terkenal negeri ini.

Sekolah masa kini yang canggih punya jejak di berbagai akun yang dikelola secara serius sehingga murid, orang tua, guru dan semua stakeholder mengetahui kegiatan-kegiatan dan kabar terkini dari sekolah.

Bagaimana dengan dirimu, sekolahmu atau lembaga dimana kamu berada?


Leave a comment

Ibukota Kita pindah ke Meikarta?

rsz_dji_0017

Ribut-ribut memindahkan ibukota negeri ini ke tempat lain kini kembali senyap, mungkin kerana ribut berita travel haji yang gagal berangkatkan ribuan jamaahnya, Operasi Tangkap Tangan (OTT) banyak kepala daerah dalam hitungan hari dan isu PKI, sementara promosi pembangunan kota baru di lokasi yang tak jauh dari ibukota saat ini berlangsung sangat masif, digambarkan bahwa kota baru yang dibangun akan canggih, nyaman dan asri dengan danau serta taman terbuka hijau yang meneduhkan, akses jalannya bersusun banyak dan berbagai kemudahan disiapkan untuk sebuah kota baru.

Apakah ibukota pindah atau bergeser tak terlalu jauh dari Jakarta, tak jadi ke Palangkaraya, ibukota baru negeri ini pindah ke Meikarta? Menurut kamu?


Leave a comment

Wajah di Poster itu

#Repost @mayangsalsabila 
🚀 Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta, Dengan Bangga Mempersembahkan 🚀

Seminar Pendidikan, dengan tema:
🎊 *_Be a Creativepreneur By Optimizing Your Social Media_* 🎊

Seminar dan Talkshow bersama:
🗣 *Dedi Dwitagama, M.Si* (Pendidik, Trainer, dan Motivator)
🗣 *Devina Stefani S.* (Founder Yellow Truck Coffee)
🗣 *@Hariayo* (Founder Hprojects)

Catat tempat, tanggal, dan waktunya pada:
🗓 *Sabtu, 30 September 2017*
⏰ *08.00 – selesai*
🏢 *Lantai 9 Gedung Sertifikasi Guru, Universitas Negeri Jakarta*

HTM:
💴 *Pre-Sale 1 (15 September – 21 September) : Rp. 35.000*
💴 *Pre-Sale 2 (22 September – 29 September) : Rp. 37.000*
💴 *OTS (30 September) : Rp. 40.000*

Kamu akan mendapatkan:
📄 *Sertifikat*
💡 *Ilmu yang Bermanfaat*
🍿 *Snack*
🎁 *Seminar Kit*
💎 *Motivasi dan Inspirasi*

Mekanisme Pembayaran, transfer ke:
💳 *BNI 029-525-5633 a.n Dhamayanti*
💳 *Mandiri 006-001-005-8729 a.n Aprilianti Haryono*

Lalu Kirim Bukti Transfer pada CP dengan format:
📑 *Nama Lengkap_Nomor HP_Instansi_Email_Transfer ke_BNI/Mandiri*

CP:
📞 *0857-5202-8986* (WhatsApp / SMS)

SSSTTTT!! Dan juga akan ada booth dari @yellowtruckcoffee dan @hprojects lohhh!👐 ❣ Yukkk mulai mendaftar! Terkhusus untuk teman-teman semua yang ingin mengembangkan sosmednya agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat🤗
#NFEF2017
#YoungNoLimitOpenMinded
#KitaKeluarga ➖➖➖➖➖➖➖➖
🐣 Twitter : @himapplsunj
👥 Facebook : Himappls Unj
📷 Instagram : @himapplsunj
📩 Email : himap.plsunj@gmail.com
🆔 Line@ : @lgg6371f
🔍 Blog: himapplsunj.blogspot.co.id © HPD NFEF 2017


Leave a comment

Kalo Bapak Meninggal, Siapa yang Urus Tiga Anaknya?

Seorang lelaki muda berdiri bersandar di pintu sebuah warung makan, terbatuk-batuk hingga tubuh kurus – kulit membalut tulang yang menonjol – berguncang keras. Dihembuskan asap rokoknya kemudian dihisap lagi diselingi batuknya, Dia habiskan rokok hingga api merah rokok mendekat ke filternya, lalu dia buang puntung rokok tanpa mematikan apinya.

“Sedang sakit Mas? Masih boleh merokok kata dokternya?”, tanya saya kepada dia.

“Saya ngga ke dokter Pak”. Jawab dia.

“Badanmu kurus banget, harus makan banyak supaya kuat dan tak gampang sakit”. Sambung saya sambil mengusap punggungnya yang tak berdaging.

“Saya kurus karena fikiran Pak, mengurus anak tiga sendirian, istri saya sudah meninggal”. Wajahnya mengekspresikan sedih.

“Kalo kamu sakit, merokok terus, kemudian meninggal, siapa yang akan mengurus ketiga anakmu?” Tanya saya.

“Iya pak”. Sambil pergi berlalu membawa lauk yang dibeli tanpa nasi.

Pandangan saya terfokus ke kaki kurus bersandal jepit yang mengayuh sepeda hingga tak terlihat dari pandangan sambil mendoakan semoga bapak muda itu sehat terus, bisa merawat ketiga anaknya dan berhenti merokok.