Blog Pendidik


1 Comment

Pengunjung dari Amerika

Screen Shot 2018-02-19 at 8.02.36 AM

Selamat pagi sahabat.

Tiba-tiba saya tertegun mengamati statistik blog saya tanggal 9 Februati 2018 yang melonjak di angka 600 lebih pengunjung dalam satu hari, dan yang mengejutkan lebih dari separo pengunjung saya berasal dari negeri paman sam.

Aloooow pembaca nun jauh disana, terima kasih telah mengunjungi blog saya, berharap ada manfaat dari interaksi dunia maya buat perbaiki kualitas generasi muda. Kalau benar demikian banyak engunjung dari Amerika saya sangat bersyukur, tetapi apakah mungkin notifikasi lokasi pengakses bisa disetting beda dengan posisi sebenarnya seseorang saat mengakses internet?.

Posting-posting saya yang banyak dikunjungi orang adalah tentang PIKK Remaja, Janji siswa, merayakan hari kartini, tips mengelola kegiatan ekskul, dsb.

Tiba-tiba ada rasa geer (gede rasa) di hati dan menduga suatu saat bakal ada yang mengundang saya ke Amerika untuk berbagi tentang apa yang saya kerjakan selama ini, hehehe ngarep.com.

Terima kasih kepada semua pengunjung setia blog saya, juga buat anda yang follow blog saya dan yang suka memberi komentar dan like di posting blog saya, semoga bermanfaat.

Advertisements


Leave a comment

Menafsirkan Kebaikan Tuhan

“Tuhan baik banget, Gue ga punya pekerjaan. Apa aja yang bisa Gue kerjain asal menghasilkan uang Gue jalannin aja. Sering Gue ga punya uang, tapi ngerokok ga pernah berhenti, selalu aja ada orang yang ngasih Gue rokok”

Kalimat di atas dikatakan oleh seseorang (sebut saja “B”) yang kecanduan rokok sementara dirinya tak bekerja, tak punya penghasilan tetap tetapi bisa terus memenuhi kecanduannya menghisap rokok.

Apakah Tuhan baik banget? Memberikan rezeki kepada B sehingga bisa menikmati sesuatu yang dia sukai tanpa harus membeli. Apakah Tuhan sedang menguji mahluknya agar bisa memilih hal yang baik untuk dirinya. Apakah Tuhan tak tahu bahwa rokok itu berbahaya untuk kesehatan manusia? Ini jelas tak mungkin karena tuhan maha tahu segalanya.

Konsumsi rokok penduduk negeri ini sangat mengkhawatirkan, data konsumsi rokok dunia tahun 2014 dari 5,8 trilyun batang yang dikonsumsi orang sedunia, 4,14 persen atau sekitar 240 milyar batang rokok dikonsumsi oleh perokok Indonesia, menempatkan negeri ini sebagai negara pengkonsumsi rokok ke-4 di dunia.

Tingginya konsumsi rokok masyarakat Indonesia tentu saja amat merisaukan. Pasalnya, ongkos yang harus dibayar akibat dampak buruk yang ditimbulkan oleh konsumsi rokok sangat mahal. Di negeri ini, kebiasaan merokok telah membunuh 225 ribu orang setiap tahun. Sementara itu, lebih dari 97 juta masyarakat Indonesia—yang bukan perokok—saban hari terpapar asap rokok sehingga berisiko menderita berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh asap rokok, yang konon mengandung 4.000 jenis senyawa kimia beracun.

Menurut Anda?


3 Comments

Nangkring di Artikel Utama Kompasiana

Screen Shot 2018-02-12 at 6.28.24 AM

Mampir yuuuuk

Salah satu cara merawat semangat ngeblog adalah dengan mengunjungi blog orang lain (blog walking). Kompasiana memberi tempat kepada banyak sekali penulis bagus di negeri ini untuk mengungkapkan kreatifitasnya, saya banyak belajar membaca plus menulis, disamping menulis di blog yang sedang anda kunjungi ini, sejak tahun 2007, terima kasih telah berkunjung dan berkomentar.


3 Comments

Pernah Jadi ATM?

Seorang teman, sebut saja INFORMAN bercerita sekitar belasan tahun lalu dia sempat menjadi PLT sebutan untuk pejabat yang melaksanakan tugas menggantikan pejabat yang berpulang, dan pada suatu ketika beliau dipanggil atasannya untuk bersiap-siap dilantik sebagai pejabat definitif. Hingga saatnya pelantikan tiba, ternyata yang dilantik bukan INFORMAN, tetapi orang lain yang berasal dari luar unit kerjanya, sebut saja namanya LUKIMAN.

INFORMAN bercerita bahwa LUKIMAN bisa diangkat menjadi pejabat karena dipromosikan oleh SPOKEMAN yang dikenal dekat dengan orang nomor satu di institusinya, sementara INFORMAN bilang dia tak punya relasi yang bisa mendorongnya ke jabatan yang lebih tinggi. Dan menurut informan saat LUKIMAN menjadi pimpinan di unit kerjanya SPOKEMAN rutin datang setiap waktu tertentu untuk meminta sesuatu seolah datang ke ATM, hal itu terus berlangsung walau LUKIMAN sudah pensiun dari kerjanya dan baru berhenti setelah SPOKEMAN pindah ke alam lain.

Kamu pernah jadi ATM?


2 Comments

MANFAAT GURU BLOGGING

Teacher-Blogging-Teacher-Blog--e1470915618361

Ilustrasi, https://logicroots.com/

 

Perkembangan teknologi saat ini mempermudah semua orang dalam berbagai bidang, termasuk Guru dalam hal mengelola proses interaksi belajar mendidik muridnya. Dengan menggunakan telepon genggam, seorang guru dapat mengelola blog yang memberi manfaat sebagai berikut:

1. Menjalin komunikasi lebih intens dengan murid.

Keterbatasan waktu pertemuan di kelas sering membuat masalah dalam penyampaian materi pelajaran yang harus dituntaskan pada waktu tertentu, memalui blog guru dapat menyampaikan materi pelajaran, pesan-pesan dan berbagai hal yang bermanfaat buat pencapaian tujuan pembelajaran.

2. Menunjukkan model hasil kerja murid yang baik.

Hasil kerja murid yang baik, memenuhi syarat minimal atau bermutu bagus dapat di display guru di blognya berupa teks, foto, atau video sehingga bisa dijadikan contoh murid yang lein mengerjakan tugas-tugas sekolah. Hal itu bermanfaat untuk teman-teman di kelasnya, satu sekolah, bahkan bisa jadi contoh untuk semua orang yang memerlukannya dari seluruh dunia.

3. Membuat guru selalu update, menambah pengetahuan.

Memiliki blog, seorang guru akan sering berkunjung ke blog-blog orang lain dan menjadi selalu update, menambah pengetahun, hal ini akan menambah perbekalan guru saat berinteraksi dengan murid di kelas dan tak menjadi guru “jadul” atau menyampaikan informasi yang “basi”.

4.  Meningkatkan kemampuan menulis, kreatif dan berfikir kritis.

Menulis blog, sesedikit apapun kalimat yang ditulis untuk diposting, jika dilakukan berulang-ulang akan meningkatkan kemampuan menulis. Saat mencari ide topik apa yang mau ditulis akan membuat guru semakin kreatif mencari topik-topik untuk ditulis yang dirasa bisa bermanfaat buat pembaca blognya dan menjadikan dirinya terbiasa berfikir kritis.

5. Mengabarkan kegiatan di kelas dan sekolah kepada orang tua murid dan masyarakat.

Hal yang paling mudah untuk ditulis dan diposting di blog guru adalah kegiatan sehari-hari di kelas dan sekolah. Hal ini menjadi penghubung antara seolah dengan orang tua dan stakeholder pendidikan lainnya seperti dinas pendidikan, alumni, perusahaan, pemerintah daerah, kementerian pendidikan, dsb.

6. Melihat perkembangan model-model belajar melalui blog guru yang lain.

Blog walking, mengunjungi blog-blog teman adalah kebiasaan pemilik blog yang akan membuat seorang guru akan menambah referensi berbagai hal untuk perbaikan kinerja menghasilkan kinerja yang terbaik membentuk generasi muda berkualitas.

7. Menunjukan hasil karya, prestasi, hobby atau minat guru.

Guru bidang studi apapun, blog bisa jadi alat untuk menambah porto folio yang mendisplay hasil karya sesuai mata diklat yang diampu di kelas, hal ini bisa dilihat oleg semua orang di dunia, yang terhubung melalui mesin pencari google, dsb. Jika seorang guru memiliki hobby atau perestasi pada bidang lain yang berbeda dengan mata diklat yang diajarkan, blog bisa jadi tempat untuk mempromosikan karya guru, misalnya seorang guru matematika yang gemar melukis bisa memajang karya lukisnya di blog pribadi yang mempromosikannya ke seantero dunia dan mengantarkan pembeli yang berminat untuk berinteraksi dan membeli hasil karyanya.

Seorang guru fisika yang hobby menanam pohon secara hidroponik bisa mendisplay hasil karyanya, menuliskan metode-metode perawatan tanaman hidroponik yang membuat pemilik blog diundang menjadi pembicara atau narasumber pada bidang tanaman hidroponik.

8. Mempromosikan sekolah.

Ide tulisan yang paling banyak buat seorang guru adalah kegiatan di sekolahnya, saat dokumentasi tulisan, foto dan video kegiatan sekolah diunggah di blog guru, itu akan menjadi promosi sekolah yang dapat dinikmati oleh murid, orang tua, stakeholder pendidikan lainnya seperti dinas pendidikan, alumni, perusahaan, pemerintah daerah, kementerian pendidikan, dsb. Jika di satu sekolah banyak guru yang memiliki blog, maka makin banyak promosi sekolah memenuhi jagat maya yang terhubung oleh mesin pencari.

9. Terhubung dengan masyarakat luas diluar sekolah.

Memiliki blog, seorang guru bisa dikenal masyarakat luas seantero negeri hingga ke seluruh dunia. Walau guru hanya beraktifitas di sekolah, tulisan yang diposting di blognya bisa dinikmati oleh semua orang se dunia. Teman guru akan bertambah lewat interaksi di blog, teman pembaca yang berprofesi beda pun akan bertambah, bahkan terbuka kesampatan yang sangat luas untuk melakukan perjalanan di dalam atau luar negeri menghadiri undangan kegiatan-kegiatan tertentu yang diawali lewat perjumpaan di blog.

Dimana anda bisa membuat blog? Banyak yang menyediakan fasilitas pembuatan blog, misalnya: blogger, wordpress, kompasiana, dsb. Tentang cara membuat blog, silahkan googling, semoga bermanfaat.

 

 


Leave a comment

Menikmati Pagi Tiga Stanza


Jam pertama di SMKN 50 Jakarta, saya sangat menikmati anak-anak tadarus al quran bersama dipandu dua petugas dari ROHIS (organisasi kerohanian islam, ada yang kebaktian, setelah itu mereka semua berdiri di kelas masing-masing menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza, serius sekali … dipandu sound system yang terpusat suasana sekolah yang teridiri dari 19 kelas hanya terdengar lagu kebangsaan, dan saya terdorong mendokumentasikan suasana kelas dan luar ruangan dari lantai 3 sekolah, bagaimana di sekolah anda?


Leave a comment

Membentuk Generasi Perokok

Anda ingat kapan pertama kali merokok? Apa yang menyebabkan Anda jadi perokok?

Sejak menit pertama dilahirkan, bayi itu sudah menghirup aroma rokok lewat kecupan ibunya di pipi dan di dahi kepalanya, desahan nafas yang melahirkan dihirup bayi yang masih merah itu. Ayahnya diberi kesempatan untuk melihat bayi yang baru saja dilahirkan istrinya pun mencium warga baru dunia dan hembuskan aroma rokok ke hidung bayi mungilnya.

Saat tiba di rumah setelah proses kelahiran, setiap pagi bayi itu menghirup aroma rokok dari asap yang dihembuskan ayah ibunya, karena setiap pagi ada seremoni minum kopi plus merokok yang dilakukan kedua orang tuanya, sering ditambah dengan asap rokok yang dihembuskan oleh kakak bayi itu yang beranjak dewasa. Jadilah bayi itu terbiasa dengan asap dan aroma rokok keluarga di rumahnya.

Saat balita, bayi yang mulai berlari itu sering diajak ayahnya mengantar kakak ke sekolah, di kendaraan ayahnya menghisap rokok melanjutkan seremoni ngopi di rumah yang belum rampung, jika naik sepeda motor asap dari ayahnya bergerak ke belakang dan dihirup oleh istri dan anaknya dalam gendongan. Jika mereka menggunakan mobil, asap mobil beredar di dalam ruang kabin mobil dan dihisap seluruh penumpang di dalamnya.

Saat bayi itu beranjak remaja dan bersekolah di Sekolah Dasar, setiap hari ayahnya mengantarkan ke sekolah sambil hembuskan asap dan dihisap anaknya yang duduk di belakang. Dan ketika sedang ngobrol atau bermain dengan teman sekolahnya sepulang sekolah, di tempat-tempat yang biasa mereka nongkrong, tawaran menghisap rokok langsung diterima karena dia sudah terbiasa dengan aroma asap sejak dilahirkan.

Sejak Sekolah Dasar anak itu sudah mulai menghisap rokok, dan ketika ayah ibunya tahu bahwa anaknya merokok, mereka tak bisa melarangnya atau berbuat apa-apa karena kedua orang tuanya merokok. Jadilah semua anggota keluarga di rumah itu perokok semua hingga ayah ibunya meninggal dan ketika dewasa anak itu mengulangi perbuatan orang tuanya kepada anaknya. Terbentuklah generasi turun temurun perokok yang sangat sulit untuk berhenti atau dihentikan. Menurut anda? Bagaimana cara berhenti merokok?


Leave a comment

Beritakan Sekolahmu sebelum Diberitakan Fihak Lain

“Sekolahmu pernah jadi bahan berita yang jejaknya terus terekam hingga kini?”

Sangat menyedihkan jika beritanya agak kurang sedap tetapi blow up nya hingga ke media cetak, televisi dan online. Silahkan cek di google jika anda ingin tahu jejak sekolah anda di masa lalu.

Sekolah zaman dulu yang menyadari pentingnya publikasi membuat berita sekolahnya dalam bentuk leaflet, buletin, majalah, koran mini, dsb. Ada juga yang membayar fihak lain untuk memuat berita sekolahnya di media yang dikelola fihak lain seperti koran mingguan, majalah, buletin, dsb. Anda mungkin tahu ada “wartawan” yang rutin berkunjung ke sekolah anda mencari berita atau minta foto dokumentasi sekolah yang akan mengisi koran atau majalah yang dicetak amat terbatas yang biasanya akan diantar ke sekolah yang dimuat beritanya dan tak bisa dibeli di kios penjual koran dan majalah atau toko buku di wilayah anda. Jika sekolah anda tahun 2018 ini masih melakukan itu artinya ketinggalan gerbong dunia digital.

Di era digital sekarang ada berbagai aplikasi atau software yang bisa membuat media cetak dan online untuk memberitakan berbagai kegiatan sekolah, dan murid-murid SD sudah bisa mengoperasikannya hanya menggunakan telepon genggam.

Jika guru, karyawan dan murid dilibatkan dalam membuat berita maka akan banyak sekali berita sekolah bisa diproduksi dan ditayangkan di internet lewat media semacam website, blog, instagram, youtube, dsb. Biayanya gratiiiiiiis.

Jika sekolah anda sudah terbiasa memberitakan diri sendiri, maka ketika ada suatu peristiwa kurang baik yang diberitakan oleh fihak lain, anda tak terlalu kaget, dan tak jadi menyedihkan karena berita baik yang sekolah anda buat sendiri jauh lebih banyak jumlahnya. Berita kurang baik itu akan terkubur oleh ribuan berita yang sudah ditayangkan hasil karya guru, tata usaha dan murid-murid.

Kids zaman now dilatih sebentar saja akan mampu memproduksi berita sekolah memanfaatkan smartphone milik mereka yang bakal membuat murid senang, orang tua riang, sekolah cemerlang di jagat raya berita. Seperti halnya artikel yang anda baca ini saya produksi dengan smartphone sambil menjemput yunior pulang sekolah, selamat memberitakan.


2 Comments

LGBT

Lesbian,
Gay,
Bisex,
Transgender,

Sama
Rokok
Ga ada
Bedanya

Katanya berlandaskan hak asasi manusia, seseorang merokok itu hak asasi dirinya, orang lain tak boleh mengganggu, juga tak bisa melarang siapapun untuk merokok, kita seolah jadi biasa dan tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat anak mengenakan seragam sekolah dasar dan SLTP menghisap rokok saat berangkat atau puang dari sekolah. Pemilik warung pun tak menolak ketika anak-anak kecil membeli rokok dan menghisap di depan matanya. DI siang hari, sore dan malam hari, sekelompok remaja berkumpul di berbagai lokasi bercengkerama sambil merokok bersama, masyarakat terdiam, apakah itu karena hak asasi manusia?

Setelah merokok jadi biasa, remaja mulai mencoba mencari sensai yang lebih dengan mencoba ganja atau jeis narkotika lainnya yang penggunaannya persis dengan rokok dihisap, apakah itu masih hak asasi? Kalau ada yang melarang anak-anak merokok, dan si anak tak terima berlanjut melaporkan kepada yang berwajib dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan, apakah polisi akan memproses?

Berhubungan intim dengan sejenis, apakah termasuk hak asasi seseorang? Berhasrat pada lelaki dan perempuan, dan berperilaku seperti lawan jenis juga hak asasi manusia? Sejauh suka sama suka, seolah jadi hak asasi, tak ada yang bisa dihukum? Kecuali ada korban yang tak terima diperlakukan oleh sesama jenis dan melaporkan kepada polisi, jika korban diam tak melaporkan?

Rokok sudah menguasai negeri ini, apakah LGBT bakal mencekeram negeri ini? Menurut Anda?


Leave a comment

Menyiapkan Pembicara Publik di SMKN 50 Jakarta


Salah satu aktifitas yang sangat saya nikmati di SMKN 50 Jakarta adalah proses melatih murid menjadi pembicara publik, dikemas dengan berbagai nama, misalnya; literasi, kultum, ceramah, debat, kampanye, dsb.

Seperti yang terjadi pada hari Jumat 120118 pagi, sebelum jam pelajaan dimulai semua murid duduk di lapangan upacara mendengar beberapa temannya menyampaikan sesuatu, bicara di depan lebih dari 600 murid dan guru itu sesuatu yang luar biasa, dan bakal dikenang sepanjang hayat, kalo kamu?


Leave a comment

Sekolah Online

online-community-panel-software-free-ebook-download2-2

Booming gaya hidup online yang menghantam Indonesia bisa jadi mempengaruhi gaya pendidikan negeri ini sekarang atau nanti, saya membayangkan begini pelaksanaannya;

Pada awal tahun ajaran baru murid mendaftar secara online hingga melengkapi persyaratan administrasi secara online, pada waktu yang dijadwalkan murid harus datang ke sekolah untuk masa orientasi yang jadwal dan materinya sudah diunduh oleh murid, kedatangan ke sekolah dimaksudkan untuk mengetahui berbagai sarana di sekolah dan guru-guru, tata usaha dan kepala sekolah.

Murid-murid mengunduh materi pelajaran dan mempelajari di rumah, ada jadwal untuk bimbingan atau konsultasi yang membuat murid datang ke sekolah pada waktu-waktu tertentu, termasuk untuk menyerahkan tugas-tugas ko kurikuler yang tak bisa diunggah lewat internet, tetapi berbentuk benda nyata sebagai hasil karya kreatifitas murid seperti lukisan, teknologi, tumbuhan, dsb.

Untuk materi pelajaran yang menumbuhkan karakter, murid bekerja sama dengan teman-temannya membangun dan memperlihatkan karakter yang jadi target pelajaran untuk diobservasi guru dan mendapat nilai.

Untuk pelajaran yang terukur seperti olahraga, prakarya, multimedia, komputer, kesenian murid boleh berlatih di rumah, sekolah atau dimana saja secara mandiri atau bersama teman-temannya dan pada akhir semester diuji pencapainya dengan memperlihatkan hasil latihannya; misalnya kemampuan renang gaya dada yang harus bisa menempuh jarak tertentu dengan waktu tertentu, bermain dalam tim basket, volley, bertanding cabang olahraga bela diri, dsb. Dalam bidang seni murid mendemonstrasikan membuat lukisan di hadapan guru penguji, mempergakan tarian daerah atau modern hasil latihan bersama teman, mementaskan karya teater, melagukan musikalisasi puisi, dsb.

Murid didorong lebih mencintai tanah air, menikmati keindahan, mengenali keberagaman melalui kegiatan hidup bersama pendududk yang berjarak ratusan kilometer dari rumahnya dan kemudian dibuat dokumentasi berupa tulisan, foto dan video yang dipresentasikan di sekolah di diupload di website, blog dan media sosial milik sekolah maupun murid

Pada tahun terakhir di sekolah, murid fakus berlatih mengerjakan soal-soal ujian nasional plus workshop-workshop yang menumbuhkan daya kritis terhadap karakter, seni, olahraga dan kebangsaan, termasuk membuat projek tugas akhir sekolah membuat sesuatu aktifitas yang bisa memberi kontribusi meningkatkan kualitas kehidupan penduduk di suatu daerah, proses pengerjaan tugas dan laporan projek didokumentasikan di setiap blog murid dan akun youtube murid masing-masing.

Murid melakukan kontrak atau perjanjian untuk memenuhi target belajar setiap mata pelajaran, termasuk penjadwalan penyelesaian tugas atau projek-projek dan jadwal ujian online atau tatap muka. Kehadiran murid di sekolah tidak setiap hari, tergantung kebutuhan untuk memenuhi kontrak belajar. Hal ini menumbuhkan mental mandiri dan ketekunan murid untuk menyelesaikan pelajaran.

Sehubungan dengan pembentukan karakter warga negara yang baik, sepanjang proses belajar murid harus memenuhi tata tertib di sekolah dan aturan hukum di masyarakat, pelangaran terhadap tata tertib dan pelanggaran hukum yang mengakibatkan murid berurusan dengan polisi hingga menjadi terpidana akan menimbulkan sangsi seperti tidak lulus sekolah atau dikeluarkan. Data pelanggaran hukum pelajar akan diberitahukan polisi kepada sekolah.

Sekolah merupakan bagian dari masyarakat, proses belajar di sekolah harus lengsung mendidik murid mematuhi peraturan hukum seperti membawa kendaraan bermotor setelah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, naik motor mengenakan helm, tidak mengambil barang milik orang lain, dsb.

Kemampuan teknologi informasi mutlak dikuasai oleh guru, karena komunikasi dengan murid harus memanfaatkan internet.

Perubahan akan terus terjadi karena perubahan adalah sesuatu yang abadi, termasuk cara mendidik warga negara dan mau tak mau kita harus menerimanya, menurut anda?


Leave a comment

Rokok itu Hebat, si Miskin jadi Lupa

Screen Shot 2018-01-11 at 12.52.18 PM

Saya mencoba memahami pola fikir para pecandu rokok.
Seorang Perempuan tua kurus kering badannya dengan sisa daging sedikit di badannya, kulitnya gelap, rambutnya tak lagi putih mungkin karena sering berjemur matahari, sering saya jumpai pagi buta sebelum matahari pancarkan seluruh sinarnya ke bumi, menarik gerobak berisi sampah dan barang bekas, kadang saya jumpai dia sedang membereskan hasil perolehan sampah, mengelompokkan barang bekas sesuai kandungan bahan bakunya.

Sambil mengerjakan semua hal di atas terselip rokok di jarinya, dihisap sambil diresapi seolah sedang menikmati sesuatu yang … entah apa rasanya (karena saya tak merokok) saya kesulitan menuliskan apa yang dirasakan ibu itu, sementara untuk bertanya saya tak sampai hati. Mungkin pada situasi hidupnya yang sulit, karena kemiskinan dan ketiadaan skill yang bisa jadi penghasilan, dia bisa dapat kenikmatan dari rokok, miskin hidup jadi tak terasa, mungkin dia jadi merasa hidupnya lebih sejahtera, lebih bahagia dengan merokok.

Ternyata menurut survey Badan Pusat Statistik, merokok mengakibatkan penduduk makin miskin, kalo kamu?


Leave a comment

Budget Plangaplongo Jiwa Sosialita

Pada suatu pagi saya menjumpai remaja yang kurus, bercelana pendek, memainkan rokok kretek termahal di negerinya, memijat-mijat ujungnya lalu membakarnya, dia tampak serius sekali menikmati hisapan dan hembusan asapnya.

Percakapan kami seperti pada capture di atas, tapi tak berlanjut karena dia menjauh dari saya, akankah rumah sakit negeri ini bakal dipenuhi oleh orang-orang tua yang masa remajanya seperti dia?


Leave a comment

Ramalan Gubernur Jawa Barat 2018

Hingar bingar calon gubernur jawa barat untuk pilkada 2018 mengerucut hari ini, saya meramalkan Deddy dan Dedi bakal memenangkan pertarungan dan terpilih jadi gubernur dan wagub jabar yang baru, kenapa?

Dedi Mulyadi mengalami “sesuatu” sebelum akhirnya jadi calon wagub, sejarah demokrasi negeri ini membuktikan bahwa kejadian sesuatu itu bisa jadi bahan promosi dahsyat yang melejitkan pamor dan membuahkan derasnya pilihan kepada korbannya.

Ada banyak korban sesuatu yang jadi gubernur hingga presiden, bisa jadi ini strategi partai tua menabung simpati pemilih dengan membuat drama sesuatu.

Bisa jadi ke depannya ada sesuatu lagi yang terjadi pada Dedi sehingga dia terpilih jadi presiden gantikan presiden yang dulu pernah mendapat sesuatu.

Ini ramalan saya, kalo kamu?


Leave a comment

Genggaman Rokok

Saya sering sedih dan prihatin melihat anak berseragam SD dan SMP yang merokok di tempat-tempat umum seperti jalan raya, taman, halte, terminal, pusat belanja, dsb. 

Bersyukur dan salut kepada Pengelola Kereta Api yang berhasil mensterilkan stasiun kereta Api dan gerbong keretanya dari asap rokok, semoga semua bandara di Indonesia bisa dikondisikan seperti stasiun kereta.

Saya kira anak-anak perokok cuma gejala di Jakarta, ternyata saya mendengar pengakuan dari seorang remaja berusia 17 tahun bahwa di desanya di ujung utara pulau Sumatera yang ditumbuhi pohon kelapa sawit dan karet, anak-anak Sekolah Dasar sudah biasa merokok saat bermain di kebun bersama teman sebayanya.

Genggaman asap rokok tampaknya kian kuat mencengkeram rakyat negeri ini, miskin, kaya, muda, tua, berpendidikan, tak berpendidikan, lelaki, perempuan, tak ada yang bisa menghindar. Bagaimana dengan anak anda?


1 Comment

Memotret Selera Pembaca Blog Pendidik: Mengelola Kegiatan Ekstra Kurikuler

Sepanjang tahun 2017 jumlah pengunjung blog yang sedang anda baca ini sekitar 77.000, dan tulisan yang paling banyak diminati adalah tentang mengelola kegiatan ekstra kurikuker.

Tulisan itu lahir karena banyak mendapat curhatan aktifis OSIS yang ingin berkegiatan di sekolah disertai pengamatan saya terhadap manajemen kegiatan ekskul OSIS di beberapa sekolah.

Bagaimana mungkin muridnya bisa jadi juara di kompetisi lomba ekstra kurikuler jika pada hari-hari sekolah, murid tak boleh berada di sekolah dengan alasan apapun, harus segera pulang yang kata gurunya untuk keperluan pembersihan sekolah (disapu dan pel), bahkan tak sedikit sekolah yang pada hari sabtu dan minggu murid tak boleh berkegiatan di sekolah alasannya beragam, diantaranya karena tak ada guru yang mengawasi atau satpamnya perlu istirahat setelah seminggu kerja.

Sekarang ada kebijakan baru dinas pendidikan DKI Jakarta didukung Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, yaitu prestasi murid bisa berdampak pada kenaikan tunjangan kinerja guru, sehingga muncul kesadaran beberapa guru yang mulai mendorong prestasi muridnya, bahkan ada guru yang tahun lalu tak mengijinkan murid untuk latihan atau ikut kompetisi jika dirinya sedang mengajar di kelas, kini mulai mengijinkan muridnya boleh meninggalkan kelas untuk latihan persiapan dan lomba kegiatan ekstra kurikuler.

Kebijakkan sudah diambil, sayang sekali merubah budaya sekolah untuk mendorong murid berprestasi sangat sulit, tampaknya lebih banyak guru yang kurang peduli terhadap prestasi muridnya. Apalagi alokasi anggaran sekolah untuk kegiatan ekatra kurikuler makin sulit didapat, sementara jika murid memaksakan iuran untuk mengumpulkan biaya kegiatan ekskul tak diizinkan sekolah.

Tulisan yang saya buat karena sedang kangen puisi yang sering dibacakan saat saya ikut lomba masa kecil dulu ternyata juga menarik pembaca. 

Dokumentasi tentang kegiatan saya mensosialisasikan Komite Sekolah ternyata banyak digoogling pembaca, kegiatan PIK REMAJA yang sedang saya pelajari dan dokumentasikan juga banyak dibaca orang. 

Ternyata, sebagai blogger tak perlu berfikir apakah tulisan yang kita buat itu bagus atau tidak, bermanfaat atau tidak, dibutuhkan orang atau tidak, pokoknya ketika ada ide yang mau ditulis, tulis aja … Biarkan pembaca yang memutuskan.

Terima kasih kepada anda yang setia berkunjung ke blog saya, silahkan follow dan komentar, maka saya akan follow balik dan komentar di blog anda.

Selamat tahun baru, semoga anda dalam sehat selalu lahir bathin, olah raga yang rutin dan ga pake narkoba … happy deh.


Leave a comment

Cara Merayakan Tahun Baru: Mencuci Sendal Gunung Kesayangan, kalo kamu?

1 Januari 2018, Pk. 10.05 WIB

Seorang Nenek yang tinggal berdua dengan cucunya yang remaja kelas sebelas, menyapa saya di jalan depan teras rumah sambil senyum riang dengan backpak di punggungnya dan kenakan sepatu berbahan kain yang bisa diorder di online shop, begini ucapnya.

“Pulangnya siang-siang Om, biar ga dibilang pulang pagi”

Saya menjawab, 

“Gapapa Bu, yang penting sehat”

Saya senang melihat beliau jalan dengan ekspresi riang gembira setelah menikmati pergantian tahun bersama kekuarganya, karena Saya sering menjumpainya jalan pelan, tertatih, dengan ekapresi menahan sakit juga mendengar beliau mengeluh sakit ini itu.

Pulang siang – itu cara tetangga saya merayakan tahun baru, kalo saya kegiatannya beres-beres gudang, menyeleksi barang yang akan didonasikan, dirawat atau dibuang, termasuk mencuci sendal gunung kesayangan, kalo kamu?


7 Comments

Guru Blogger: Refleksi 12 tahun Ngeblog

Dear Pembaca,

Terima kasih atas kunjungan, likes, follow, dan komentar blog saya selama ini. Sejak tahun 2005 saya mulai menulis di blog ini, dan terus kecanduan menulis berlanjut posting di blog yang sedang anda baca ini, hingga saat saya menulis ini ada 1.021 orang yang follow blog saya, terima kasih.

Posting blog saya hingga saat ini hampir 4.000 posting dan telah dilihat oleh pembaca lebih dari satu juta lima ratus kali dengan pengunjung yang jumlahnya 374.875, terima kasih banyak, semoga bermanfaat.

Screen Shot 2017-12-20 at 11.03.04 AM

Sepanjang tahun 2017 pengunjung blog saya lebih dari 53.000 dan dilihat sebanyak 75.268 kali.

Screen Shot 2017-12-20 at 10.00.04 AM

Rata-rata statistik kunjungan saya sehari berkisar di angka 200, pasti itu termasuk hit dari anda yang biasa berkunjung ke blog saya, terima kasih.

Screen Shot 2017-12-20 at 9.58.23 AM

Apa manfaat ngeblog buat saya?

1. Mendokumentasikan.
Saya merasa punya tempat untuk mendokumentasikan berbagai aktifitas, ide, curhat, kreatufutas, keresahan ataau apa saja yang ingin saya ungkapkan, buat diri saya sendiri atau orang lain, termasuk mendokumentasikan nikmat bersama anak didik atau siapa saja yang saya jumpai, apakah ada dokumentasi saya bersama anda saat kita jumpa dahulu? Liat deh disini.

2. Mengabarkan.
Saya punya sarana mengabarkan kegiatan saya dimana saja kepada anak, istri dan keluarga besar saya, juga kepada semua orang di dunia sebagai salah satu cara memanfaatkan waktu yang terbatas saya punya. Saya juga mengabarkan berbagai nikmat keindahan yang saya abadikan dengan kamera saya di blog foto saya.

3. Bersinergi/Silaturahmi.
Secara tak terduga saya sering dihubungi oleh orang-orang yang tak saya kenal setelah mereka menemukan jejak saya di google yang berujung jadi bekerja sama, bersinergi, bertemu dan bersilaturahmi, bahkan hingga ke luar negeri dengan undangan yang disertai tiket pesawat dan fasilitas akomodasi. Ternyata benar, dengan banyak silaturahmi saya jadi makin banyak rejekinya, alhamdulillah.

Informasi training saya lainnya bisa dilihat disini, nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.200 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.

Selamat Tahun Baru 2018, semoga kamu lebih sukses dalam sehat selalu ga pake narkoba di tahun ini, makin banyak rejekinya dan bisa menggapai apa yang kamu cita-citakan, udah dulu yaa .. saya mau blog walking, apa nama blog kamu? Saya follow deh.


2 Comments

Puisi | Pada Malam

Pada malam ada gelap
ada senyap
yang membuat makhluk terlelap
hingga kata tak terucap

Pada malam ada sunyi
ada nurani
yang lupa jadi ingat lagi
kembali pada yang hakiki

Pada malam ada rasa
yang menumbuhkan asa
bisa memberi cinta
menyburkan semesta

Pada malam ada kamu
yang membuat susah berlalu
selalu ada di hati aku
iyalah kamu


Leave a comment

Menemukan Jejak Aktifis OSIS SMA se Indonesia

Kejadiannya tahun 2013, saya yakin diantara mereka sudah ada yang jadi sarjana, atau bahkan sedang lanjut S2 di dalam dan luar negeri, miss u much guys, semoga kalian sukses dunia akherat tak pake narkoba.

Informasi training saya lainnya bisa dinikmati disini, nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.100 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.


Leave a comment

Kegiatan Ekskul Sekolah didukung Sponsor

Video di atas merupakan salah satu contoh pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler yang didukung sponsor, produknya bisa apa saja, perusahaan datang dengan cara diundang atau tiba-tiba datang tanpa undangan, agar bisa sukses dari kedua fihak, sekolah maupun perusahaan itu perlu kreatifitas ide sekolah dan perencanaan yang baik dari kedua belah fihak.

Bagaimana di sekolah kamu?


9 Comments

Mental Miskin di Kelas & Pembelajaran Kaya dari Tip Ex


Perhatikan meja kursi di kelas kamu, jika banyak coretan tipp ex, spidol, dsb mungkin bisa jadi indikator bahwa ada murid miskin atau berbakat jadi orang miskin. Kenapa?

Salah satu ciri orang miskin adalah rumahnya kotor atau kumuh, meja kursi kelas yang dikotori itu cermin kebiasaan hidup di rumah. Jika sekolahmu banyak orang berkecukupan yang biasa hidup bersih maka di kelas dia biasa hidup bersih tak mencoret-coret meja kursi, dinding, dsb.

Pemilik tipp ex mungkin tak akan menggunakan tipp exnya untuk coret-coret meja karena dia tahu harga beli barang itu. Orang miskin yang meminjam tipp ex itu tak tahu harga belinya berapa dan dengan senang hati dia coret-coret tipp ex dimana-mana. Penggaris besi bisa jadi alat merubah suasana miskin jadi suasana kaya.

Mau jadi orang kaya? Lakukan kebiasaan orang kaya, yaitu hidup bersih, rapih dan wangi … liat deh, tua nanti hidupmu kaya dan bahagia, selamat mencoba.


4 Comments

Pelajar SLTA Tawuran, sudah ga musim lagi, sekarang Pelajar SD yang Tawuran sampe Mati

Saya sedih liat linimasa twitter saya yang kabarkan kantor berita yang liputannya disimak orang se dunia bikin liputan tawuran pelajar di negeri ini yang sudah banyak korban jiwa. Dokumentasi video mempeelihatkan pelajar SLTA tawuran menggunakan aneka senjata tajam dan wawancara dengan ibu korban yang anaknya meninggal akibat tawuran.

Buat kita di negeri yang makmur ini mungkin sudah sangat terbiasa melihat berita tawuran. Guru dan Kepala Sekolah yang ditanya apakah sudah melakukan usaha-usaha pencegahan tawuran pasti menjawab sudah. Kenapa tawuran pelajar tak kunjung berhenti, bahkan kini dilakuka oleh pelajar Sekolah Dasar (SD).

Membawa senjata tajam itu melanggar hukum dan bisa membuat pelakunya mendekam di penjara, kabar tentang tertangkapnya pelajar membawa senjata tajam sering terdengar tapi lenyap tak berujung penjara buat pelakunya, sehingga pelajar lainnya ikut membawa senjata tajam dan merasa bahwa membawa senjata tajam itu bukan pelanggaran hukum, akibatnya kematian pelajar cuma menunggu waktu karena senjatanya sudah selalu dipersiapkan hanya tinggal menunggu waktu dan tepat yang tepat.

Beralasan hak azasi manusia dan perlindungan anak, pembawa senjata tajam dan pelaku yang mengakibatkan kematian tak diproses secara hukum, seolah dibiarkan untuk kembali membawa senjata tajam dan melakukan tawuran. Seharusnya anak pelanggar hukum yang membawa senjata tajam atau melakukan tawuran harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku, negara harus menyiapkan penjara anak dengan dukungan fasilitas untuk anak seperti sarana bermain dan sekolah.

Semoga Al Jazera belum sempat membuat liputan pelajar SD tawuran hingga memakan korban para pengelola pendidikan negeri ini yang berpendidikan sarjana hingga bergelar profesor mampu membentuk karakter anak negeri gemar berprestasi, berkompetisi, berkreasi tak lagi tawuran sampai mati, menurut kamu?


Leave a comment

Pemanfaatan Teknologi untuk Membentuk Karakter

Salah satu cara melatih anak memanfaatkan gadget dan sosial media untuk kebaikan serta meningkatkan rasa percaya diri yang berujung pada pembentukan karakter dapat dilakukan diantaranya dengan memberi tugas membuat video tentang topik tertentu hingga diunggah ke youtube.

https://www.youtube.com/watch?v=TsTQTEb-PFo&sns=em


Leave a comment

Rakyat, Koruptor, Perokok, Pemburu Gratisan Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita

750xauto-agar-tak-bergaya-hidup-hedonis-ini-hal-yang-perlu-diperhatikan-151214f

brilio.net

Korupsi
Seolah jadi kelakuan yang sangat umum dan biasa, sehingga terasa banyak sekali orang yang pernah melakukan itu dan berita tentang koruptor tak pernah berhenti menghiasi berita di media cetak dan elektronik.

Merokok
Seolah jadi kelakuan yang sangat umum dan biasa, seolah tak ada bahaya dari kebiasaan merokok, ayah dan ibu merokok di rumah, anak, cucu dan menantu juga kecanduan rokok semua. Sejak Sekolah Dasar anak-anak di negeri ini sudah terbiasa merokok.

Pemburu Gratisan
Era demokrasi dan gemuruh kontestasi pemilihan kepala daerah dan kepala negara mengkampanyekan banyak hal serba gratis, sekolah maunya gratis sementara demi gengsi dan ambisi masuk sekolah swasta membayar puluhan juta pun dilakoni. Mungkin bergaya supaya seperti anak muda atau manusia masa kini yang sukses termakan iklan jadi rutin menghisap asap dan merokok tak henti, ketika sakit inginnya berobat gratis.

BJPS
Gaya hidup BJPS – Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita yang sedang trendi saat ini, mengumbar foto di media sosial bergaya sosialita bak pragawan dan pragawati, memakai busana bermerek kelas dunia, penghasilan pas-pasan tapi makan di tempat yang mahal dan gawai terbitan terbaru.

Kredit
Seolah jadi kelakuan yang sangat umum dan biasa, seolah tak ada bahaya dari kebiasaan kredit berbagai kebutuhan hidup. Ketiadaan angkutan umum dan buruknys sistem transportasi negeri direspon dengan kredit sepeda motor atau mobil. Alih-alih menuntut para kepala daerah yang mengumbar janji kampanya tapi tak bisa baguskan sistem transportasi umum, rakyat merasa lebih tajir memiliki kendaraan. Padahal di negeri yang makmur, rakyatnya enggan membeli sepeda motor atau mobil karena sistem transportasi sudah dikelola dengan baik.


Leave a comment

Perubahan Retorika di Lalapangan Upacara Sekolah

Masih ingat saat upacara zaman dulu, pembinanya bilang begini:

“Jaga nama baik Sekolah, jaga nama baik Negara dan Bangsa”

Kalo seorang murid hobby tidur di kelas, merokok sebelum dan pulang dari sekolah, bawa senjata tajam, tawuran, boti, cabe”an dan berbagai hal” negatif lainnya, bagaimana dia bisa menjaga nama baik dirinya sendiri, apalagi menjaga nama baik sekolah yang luas banyak muridnya, berat sekali, hampir tak mungkin.

Ada pesan menarik saat dibacakan sambutan MENSOS RI di upacara hari Pahlawan 101117, begini intinya:

Jadilah pahlawan
Pahlawan untuk dirimu sendiri
Pahlawan untuk keluargamu
Pahlawan untuk sekolahku
Pahlawan untuk agamamu
Pahlawan untuk bangsa & negaramu
Cakeeeep nih sambutan tertulis MENSOS RI …. gimana bisa jadi pahlawan bangsa kalo buat diri sendiri aja dia tak mampu.

Bagus kan dirimu sebelum kau bagus kan negara, selamat hari pahlawan 101117, good job Tim Paskibraka #SMKN50JAKARTA.  Nikmati video” lainnya di channel Youtube saya, kuuuy.


2 Comments

Untung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung, kalo kamu?

Deddy-feminaUntung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … saya tak memimpin Golkar di daerah saya, juga tak mencalonkan diri ikut kontestasi pemilihan kepala daerah di Jawa Barat. Saya bisa merasakan betapa banyak energi dan sumberdaya lainnya sudah dikeluarkan Dedi Mulyadi untuk merubah image Golkar yang seperti diberi cap partai yang gemar “korupsi”, lewat berbagai kerja dan pembuktian membangun Purwakarta dan melayani penduduknya dengan mengedepankan transparansi pengelolaan pemerintah daerah.

Untung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … setelah bekerja keras Dedi Mulyadi membesarkan golkar dan membangun Purwakarta rupanya tak cukup untuk menabung elektabilitas yang berdasarkan hasil survey berbagai lembaga tak terlalu moncer sinarnya, berujung pada keputusan Golkar mencalonkan RK yang bukan anggota atau pengurus partai berlambang beringin karena beberapa hasil survey paling moncer sinarnya.

Untung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … setelah tak dipedulikan keluarga di rumah sendiri akhirnya Dedi Mulyadi  mencari teman di rumah lain, mulai sering hadir di acara partai berwarna merah berlogo banteng bermoncong putih, apakah Dedi Mulyadi sedang marah dan ingin menyeruduk walah terlihat diam, seperti warna moncong banteng … putih, sebuah “kepatuhan” seperti yang diinginkan keluarganya di DPP Golkar?.

Untung nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … tapi bisa jadi situasi sekarang ini bikin untung, seperti beberapa tokoh negeri ini yang dizalimi kemudian jadi Presiden, apakah Dedi Mulyadi sedang menuju ke RI 1? Apakah Dedi Mulyadi bakal menjungkirkan hasil survey berbagai lembaga? Jika Dedi Mulyadi terpilih jadi gubernur Jawa Barat, masyarakat bakal mulai ragu dengan hasil-hasil survey. Hal ini bisa berujung ke pemilihan presiden yang bakal memunculkan pemenang calon yang tak unggul dalam survey.

Untung Nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung … apakah pilkada kali ini membuat golkar jadi buntung, mungkin tak ada yang mau jadi ketua partai di daerah karena tak ada jaminan didukung untuk maju ikut kontestasi pemilihan kepala daerah? Ah … untung Nama Saya Dedi Dwitagama, bukan Dedi Mulyadi, bukan pula Untung, kalo kamu?.


Leave a comment

Ide Posting: Dokumentasikan Kegiatan

DWITAGAMA DINAS P& K BANTEN 1

Sabtu, Minggu bulan lalu saya ketemuan dengan banyak teman baru di beberapa even, foto di atas saya mendokumentasikan perjumpaan dengan guru-guru SMK se Provinsi Banten memotivasi menulis di sebuah hotel di Cipondoh Tangerang, Banten.

wp-image-1367513895

Foto di atas, Minggu 30 April 2017 saya bergembira bareng mahasiswa STEI Indonesia di Rawamangun Jakarta Timur, bicarakan tentang nikmatnya jadi aktifis. Jadilah weekend saya lebih berwarna, berbusana kasual, celana jeans plus kemeja santai saya “manggung” untuk membuat kehidupan lebih baik. Terima kasih buat semua fihak yang sudah berkenan bersinergi dengan saya, berita lengkapnya bisa disimak disini.

Posting ini saya buat ketika kehabisan ide mau nulis apa, liat aja foto di harddisk kemudian diunggah ditambah dengan kalimat tiga alinea, terima kasih telah berkunjung dan komentar, semoga bermanfaat.

 


Leave a comment

Mungkin Pengemis itu Peduli Masa Depan, kalo Generasi Micin?

Screen Shot 2017-11-14 at 11.25.57 AM

Membaca kabar di atas, seorang pengemis yang ditemui oleh petugas dinas sosial DKI Jakarta kedapatan membawa emas dan uang 23 juta rupiah, saya jadi terfikir tentang generasi micin yang gejalanya begini:

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat merokok, padahal dia sedang membunuh dirinya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut balap liar di jalan kampung, padahal dia sedang menempuh jalan cepat menuju kematian.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut minum minuman keras oplosan, padahal dia sedang menempuh jalan cepat menuju kematian.

Merasa hebat, keren, cantik, dewasa, dsb saat posting foto tanpa busana, padahal dia sedang meminta orang lain menjauhinya.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut tawuran di jalan, padahal dia sedang menggali kuburnya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat naik motor bertiga tak pakai helm ngebut di jalan, padahal dia sedang menjemput celaka & mati.

Merasa kaya, hebat, keren, dewasa, dsb saat naik motor edisi terbaru yang dibeli dengan kredit, padahal dia sedang memiskinkan diri.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat berganti mobil dengan cara kredit, padahal dia sedang diperas isi kantongnya.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat mengenakan pakaian sobek-sobek, padahal dia sedang meniru orang miskin.

Merasa kaya hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat memaksakan diri mengkredit motor, padahal dia tak dipedulikan pemerintahnya yang tak mampu sediakan angkutan umum yang baik.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut nongkrong, begadang tak tidur malam hari, padahal dia sedang membunuh dirinya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat membiarkan rambutnya tak diurus, padahal dia sedang mengundang ketombe dan menjelekkan dirinya.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat makan mie instant pedas tingkat dewa, padahal dia sedang  merusak lambungnya.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat makan daging yang lezat, padahal itu cuma air yang diberi kaldu dan micin perusak otak dan tubuh.

Generasi micin masih banyak di sekitar kita dan mungkin akan terus tumbuh makin banyak, karena orang tua mengalami kesulitan mendidik anak dan tak setia pada keluarga, kebiasaan memasak yang keliru dan makan makanan yang dibumbui micin, semoga bakal ada pendidikan untuk calon orang tua supaya generasi micin makin sedikit.


Leave a comment

Mengenang Lesu Abu

149247_468911122445_8030818_n

Muntilan Jogjakarta, 2010

Tiba-tiba saya menemukan foto di atas, rekaman tumbuhan di tepi jalan Muntilan Jogjakarta menuju Semarang. Saat itu saya berkegiatan di Jogja dan hendak kembali ke Jakarta tak bisa mendapat pelayanan di BAndara Jogjakarya dan mengharuskan saya bergeser dulu ke Semarang untuk bisa terbang ke Jakarta.

Abu nerapi yang sempat lesukan Jogja dan merenggut lebih dari 200 orang, kini daerah itu menjadi subur dan makin banyak dikunjungi wisatawan melihat jejak letusan merapi 2010.

Yang berpulang semoga tenang di sorga, yang masih tinggal semoga kini sejahtera hidup di tanah yang subur dan makmur, miss u much Jogjakarta.


Leave a comment

Guru dan Dosen adalah Pahlawan yang membuat Seseorang jadi Pahlawan

 

Kapan anda terakhir berkunjung ke Makam Pahlawan? kenapa di nisan makam harus ada topi tentara? 

Apakah yang dimakamkan disana seorang tentara?

Apakah yang jadi pahlawan harus tentara? 

Apakah cuma tentara yang bisa jadi pahlawan? 

Apa dokter tak bisa jadi pahlawan dan dimakamkan di taman makam pahlawan? Bagaimana para insinyur yang membangun infrastruktur negeri ini?  Bagaimana dengan para petani yang telah menanam padi untuk makanan pokok penduduk negeri ini? Bagaimana dengan para pedagang yang telah mendistribusikan berbagai kebutuhan rakyat senegara? Bagaimana juga para ulama yang berdakwah keliling negeri menebarkan pesan Allah buat umatnya?  

Guru cuma pahlawan tanpa tanda jasa? Itu cuma cara sebuah rezim untuk menyatakan bahwa guru punya peran penting dalam kehidupan bernegara tetapi enggan memberi penghargaan atau menghargai jasa guru, kalau tak diberi tanda jasa tak perlulah diberi label pahlawan. Orang-orang yang jadi dokter, insinyur, petani, pedagang, tentara atau berbagai profesional lainnya bisa menjadi sesuatu harus melalui pendidikan yang dilayani oleh guru dan dosen.

Mereka yang sudah menghuni taman makam pahlawan mungkin lupa bahwa mereka bisa jadi pahlawan karena guru dan dosen, oleh sebab itu pengelola negara yang masih hidup harus memberi penghargaan pahlawan untuk guru dan dosen, mungkin simbol topi baja di makam pahlawan harus dipertimbangkan untuk tidak dilanjutkan, kecuali untuk mereka yang saat hidupnya mengabdi sebagai tentara, kenapa tidak diciptakan simbol pahlawan yang disesuaikan dengan profesi orang itu saat masih hidup. Banyak penduduk yang kreatif di negeri ini yang mampu mendisain lambang yang representasi  di makam pahlawan, karena pahlawan negeri ini tak hanya militer, dan pahlawan yang sesungguhnya adalah guru.

Terima kasih buat para pahlawan yang telah mengabdikan dirinya untuk membaguskan negeri. Selamat hari pahlawan.