Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Memasarkan Sekolah melibatkan murid menggunakan sosial media

Saya terkejut melihat statistik blog Saya kemarin ternyata tulisan MENJUAL SEKOLAH SEHINGGA MAKIN DIMINATI MASYARAKAT, dikunjungi oleh banyak pembaca, padahal saya menulis itu tahun 2013, kenapa? … Saat saya mencoba menduga kenapa pembaca blog saya tertarik membaca posting lama saya … teringat dialog-dialog pada Seminar atau Training-training Saya, bahwa Guru dan sekolah mungkin terlalu asik dan sibuk bekerja jadi tak ingat mengabarkan kegiatan sekolahnya, apalagi melakukan promosi.

Sesungguhnya, ketika proses belajar mengajar di kelas berlangsung, pada waktu yang bersamaan, guru dapat melakukan promosi atau memasarkan sekolah bekerja sama dengan murid-murid yang diajarnya. anak-anak Sekolah Dasar kelas tiga sudah mampu menggunakan telepon genggam berbasis android, dengan telepon genggam itu dan akses internet, murid bisa ikut serta memasarkan sekolah, bagaimana caranya?

Pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya ada pelajaran pemahaman puisi, jika semua murid diminta memperagakan membaca puisi di depan kelas, maka waktu yang dibutuhkan akan sangat lama, dan hasilnya hanya sekedar nilai untuk kompetensi itu saja. Guru sebaiknya memberi tugas kepada murid untuk membuat video rekaman adegan saat murid membaca puisi dan mengupload di youtube, pengambilan adegan bisa dilakukan di kelas, halaman sekolah, rumah, atau dimana saja, judul video di youtubenya disarankan seperti ini:

TUGAS PUISI NOVIANTO SMKN 50 JAKARTA, 011216, GURU: UCAHYO, M.Pd.

Nama atau judul tugas video di youtube seperti di atas, mencakup nama murid, nama sekolah, tanggal uenggah video, dan nama guru yang mengajar.

Andaikan Bapak Ucahyo sebagai guru Bahasa Indonesia memberikan tugas puisi, gaya bahasa, prosa, pantun, drama, artinya ada 5 tugas yang bisa diberikan kepada murid untuk menggunggah video dengan cara di atas, maka dalam satu semester jika Pak Ucahyo mengajar 200 murid, maka ada 1.000 video di youtube yang mencantumkan nama murid, sekolah dan dirinya, dalam waktu setahun terdapat 2.000 video di youtube, Pak Ucahyo mengamati penampilan muridnya di youtube dan memberi nilai untuk kompetensi yang dimaksud. Belum lagi jika Pak Ucahyo memberi tugas menulis cerpen, puisi, prosa, resensi dan meminta kepada muridnya untuk posting di blog pribadi murid dengan teknis membuat judul yang sama dengan di atas, maka dari satu guru yang bernama Pak Ucahyo, M.Pd akan tayang ribuan input yang menuliskan nama murid, sekolah dan dirinya, sebuah promosi yang dahsyat buat murid, Pak Ucahyo dan Sekolahnya.

Pelajaran Olahraga, biasanya ada materi basket, volley, sepakbola, renang, dsb.  Guru sebaiknya memberi tugas kepada murid untuk membuat video rekaman adegan cara mendribel bola basket, cara sevis volly, cara berenang gaya dada dan mengupload di youtube, pengambilan adegan bisa dilakukan di lapangan sekolah, halaman sekolah, rumah, kolam renang atau dimana saja, judul video di youtubenya disarankan seperti ini:

TUGAS OLAHRAGA NURSELIA SMKN 50 JAKARTA, 011216, GURU: HARIADI, MM.

Nama atau judul tugas video di youtube seperti di atas, mencakup nama murid, nama sekolah, tanggal unggah video, dan nama guru yang mengajar.

Andaikan Bapak Hariadi sebagai guru Olahraga memberikan tugas basket, volley, sepakbola, renang, softbol, artinya ada 5 tugas yang bisa diberikan kepada murid untuk menggunggah video dengan cara di atas, maka dalam satu semester jika Pak Hariadi mengajar 200 murid, maka ada 1.000 video di youtube yang mencantumkan nama murid, sekolah dan dirinya, dalam waktu setahun terdapat 2.000 video di youtube, Pak Hariadi mengamati penampilan muridnya di youtube dan memberi nilai untuk kompetensi yang dimaksud. Belum lagi jika Pak Hariadi memberi tugas menulis tentang peraturan permainan basket, sejarah pencak silat di Indonesia, olahraga tradisional  dan meminta kepada muridnya untuk posting di blog pribadi murid dengan teknis membuat judul yang sama dengan di atas, maka dari satu guru yang bernama Pak Hariadi, MM akan tayang ribuan input yang menuliskan nama murid, sekolah dan dirinya, sebuah promosi yang dahsyat buat murid, Pak Hariadi dan Sekolahnya.

Ada penanaman dan penerapan beberapa karakter sekaligus dari tugas-tugas di atas, yaitu: karakter orientasi masa depan atau perencanaan, kerjasama, saling menghormati saling tolong menolong, percaya diri, kepemimpinan, dsb. karena tugas-tugas diatas harus dikerjakan bersama-sama dengan teman atau orang lain yang perlu perencanaan, kerja sama, saling menghormati saling tolong menolong, percaya diri, kepemimpinan, dsb.

Salah satu contoh video tugas murid sekolah yang tayang di youtube. Hampir semua mata pelajaran di kelas-kelas atas Sekolah Dasar, SLTP dan SLTA hingga perguruan tinggi bisa menerapkan cara ini.

Jika dari tugas dua guru diatas sebagai contoh, bisa menghasilkan 4.000 tayangan di chanel youtube murid dan ribuan lainnya di blog murid, maka andai semua guru di sekolah anda yang berjumlah 40 orang melakukan hal itu, paling tidak ada 80.000 entri di dunia maya yang bisa dilacak dengan mesin pencari google berisi promosi kegiatan belajar di sekolah Anda, selanjutnya … terserah anda.


Leave a comment

Percakapan orang lapar

lapar-dan-berpuasa

A: eh, paspormu masih hidup?
B: wah enak tuh nasgor pagi-pagi
A: wah, budeg trus lapar jadi gawat deh
B: sayur lodeh juga gapapa
A: anjaaas, makanan melulu di otakmu
B: otak-otak juga mauuu
A: wah otaknya udah rusak parah
B: nah, setelah makan es blewah bikin seger
A: cairan otaknya udah pekat kali ya?
B: alpukat juga saya doyan
A: minta ditimpuk kali ni orang
B: kamu tahu aja kalo saya suka kerupuk
A: sue banget dah
B: eh, ikan cue itu kalo ditumis pedes pake cabe ijo enak tauuu
A: kampret dasar
B: kamu tahu orang yang bisa masak kampret?
A: tewas dah
B: yawdah, teh panas saya juga doyan


3 Comments

Guru Desa eksis mendunia, Guru Kota takut dipenjara

Seorang Guru honor di sebuah sekolah dasar di kaki gunung yang berjarak hampir seribu kilometer dari ibukota negeri, menulis cerita tentang sekolahnya, tentang kegiatannya, tentang anak murid-muridnya, tentang lingkungan tempat tinggalnya, beliau juga mendokumentasikan pelajaran, soal-soal ulangan, ujian dan foto-foto serta video yang ingin dikenangnya di blog pribadinya.

Dia tak mengeluh saat akses internet sedang berhenti, disimpannya bahan tulisan untuk posting blognya, dan saat mendapat akses internet yang bagus guru itu memposting tulisannya sehingga guru di pinggir gunung itu dikenal oleh banyak orang seantero negeri.

Melalui mesin pencari google, guru-guru seluruh negeri bahkan yang berada di luar negeri mencari materi belajar, soal-soal, dan hal-hal lain untuk proses belajar di Sekolah Dasar. Guru pemilik blog yang tak berbayar jadi sering diundang ke berbagai forum di daerah lain hingga ke ibukota negeri dan kerap mendapat kiriman tiket pesawat dan fasilitas akomodasi di hotel berbintang, sebuah anugerah luar biasa untuk seorang guru honor di daerah terpencil. Dia menjadi narasumber pada berbagai kegiatan seminar dan pelatihan di berbagai kota di negerinya. Guru itu juga mendorong murid-murid SD nya untuk memanfaatkan teknologi informasi memberitakan kegiatan di sekolahnya.

sd-jambekumbu

Murid SDN Jambekumbu 01

Seorang guru di ibukota negeri berpenghasilan belasan juta rupiah sebulan, tak memiliki blog, tak berani menuliskan sesuatu karena takut dipenjara, dia senang berselancar membaca berbagai informasi, dia seperti berkubang di lobang yang sama puluhan tahun dan semakin tenggelam, dilupakan murid-muridnya, tak dikenal teman guru sekecamatan, apalagi dicari oleh guru di kota lain, keikutsertaannya dalam seminar-seminar atau pelatihan sebagai peserta atas undangan dinas pendidikan di kota dan profinsinya.

Betapa sia-sia fasilitas di sekolah guru yang terletak di ibukota negeri dan akses internet yang berlimpah … bahkan nama guru ibukota itu tak terlacak di mesin pencari google, nama sekolahnya pun hanya sedikit jejaknya di google.

Bagaimana dengan anda dan guru-guru di sekolah anda?


Leave a comment

Teacher Writing Camp 6 di Kampus UNJ — Labschool Jakarta

Kepada Yth Ibu dan bapak guru. Di – Tempat Terimakasih sudah mendaftar dalam acara Teacher Writing Camp Batch 6, sebuah acara yang akan mempertemukan para guru dari seluruh Indonesia yang ingin mengembangkan potensinya menjadi guru yang menginspirasi, menggerkan dan meneladani melalui tulisan-tulisan kreatifnya. Kegiatan ini rencana akan dilaksankan di Wisma UNJ Jakarta pada tanggal 29-31 […]

via Teacher Writing Camp 6 di Kampus UNJ — Labschool Jakarta


Leave a comment

Pagi ini saya minum teh tawar panas, kalo kamu?

Saya mencoba memahami fikiran orang-orang yang membeli minuman yang tak jelas kandungannya, menelan cairan yang rasanya tak jelas, dan mati dengan cara yang tak jelas juga. Kenapa mereka mau minum sesuatu dengan alasan solidaritas, kekompakan, pertemanan atau apapun yang berujung pada kematian.

Apakah di dalam kubur mereka tetap bisa bertemu dan membeli minuman oplosan lagi buat dinikmati bersama hingga mati kedua kalinya?

Pagi ini saya minum teh tawar panas, kalo kamu?