@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Promosi Sekolah ala TOTAL FOOTBALL

buku-teleponZaman dulu jika kita ingin mencari informasi tentang sekolah atau institusi, kita bisa gunakan buku telepon, Buku telepon adalah buku berisi nama, alamat, dan nomor telepon milik pelanggan telepon dalam wilayah tertentu. Penerbit buku telepon adalah perusahaan jasa telekomunikasi atau penyedia layanan informasi telepon.

Zaman berganti, orang tak lagi membuka buku telepon, tetapi menghubungi no telepon 108, sebuah layanan perusahaan yang dapat memberikan informasi tentang alamat, no telepon sekolah atau institusi.

Sekarang, orang mencari informasi, no telepon sekolah atau institusi hingga lokasi atau route ke sekolah dengan mengunakan telepon genggam dibantu mesin pencari Google, Pada Agustus 2007, Google merupakan mesin pencari di web yang paling sering digunakan dengan pangsa pasar sebanyak 53,6%, kemudian Yahoo! (19,9%) dan Live Search (12,9%).[28] Google memiliki miliaran halaman web, sehingga pengguna dapat mencari informasi yang mereka inginkan, melalui penggunaan kata kunci dan operator. Google juga telah menggunakan teknologi Pencarian Web pada layanan pencarian lainnya, termasuk, Pencarian Gambar, Google News, dsb.

Jika dulu orang atau institusi yang ingin mempublikasikan diri harus membayar biaya agar tercantum pada buku telepon, kini secara gratis orang atau lembaga bisa mempromosikan keberadaannya lewat jejaring google denga menggunakan website, blog, instagram, twitter, facebook, path, steller, dsb.

Total Football” (Belanda: totaalvoetbal) adalah taktik permainan yang memungkinkan semua pemain bertukar posisi (permutasi posisi) secara konstan sambil menekan pemain lawan yang menguasai bola. Dengan demikina taktik ini mengharuskan tim berisi para peamin yang mempunyai skill menyerang dan bertahan yang sama bagusnya.

Seluruh warga sekolah yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Karyawan Tata Usaha, Murid, Orang Tua murid, mitra, dsb sudah menjadi keharusan selalu menjaga nama baik dan berusaha melakukan yang terbaik di sekolah, itu konsep bertahan pada total football.

Selain menjaga nama baik setip unit di sekolah, semua warga sekolah harus meyerang jagat google dengan mengabakan berbagai kegiatan dan kebaikan yang ada di sekolah.

  • Kepala Sekolah membuat tim yang mengelola website, blog, media sosial sekolah dan mewajibkan tim itu mengunggah minimal satu berita atau satu posting setiap hari. Secara rutin Kepala Sekolah juga harus memanfaatkan gadget untuk memotret hal-hal menarik di sekolah dan mengunggah di facebook, twitter, blog, instagram, youtube, wattpad, dsb.

Apakah sulit posting satu artikel satu hari? TIDAK, misalnya murid sekolah anda 100 orang dengan jumlah guru dan tata usaha 20 orang, ceritakan hal-hal baik, kelebihan, prestasi atau apa saja semua warga sekolah dilengkapi dengan fotonya, maka publikasi sekolah anda sudah punya materi 120 posting atau artikel. Saat upacara, perayaan hari besar, dsb. Dari setiap kegiatan sekolah anda bisa posting 10 artikel, anda ada 7 kegiatan sepanjang tahun, maka tersedia 70 posting artikel. Amati suasana gedung sekolah, pasti banyak hal-hal menarik dan unik yang pantas dikabarkan, termasuk dengan suasana murid yang sedang berkegiatan di lingkungan sekolah, setiap hari bisa satu posting, sepanjang tahun  sekolah anda punya sedikitnya 200 posting, sehingga total posting yang bisa diunggah oleh tim publikasi totalnya 120 + 70 + 200 = 390 posting, artinya setip hari selalu ada berita baru di website, blog sekolah dan sosial media, karen satu berita atau foto bisa dishare ke semua platform.

Andai sekolah memiliki lima akun, masing-masing di website, blog, facebook,                 instagram, twitter, maka 390 posting di atas menyebar menjadi 390 x 5 = 1.950             posting atau artikel yang terhubung dengan google.

  • Wakil Kepala Sekolah, mengabarkan berbagai kegiatan dalam tanggung jawabnya di facebook, twitter, blog, instagram, youtube, dsb, ini juga bisa sebagai bahan laporan pelaksanaan kegiatan kepada kepala sekolah, Dinas Pendidikan, Orang Tua Murid, dsb.
  • Guru, memberi tugas kepada murid tak lagi menggunakan media kertas, harus di cetak atau di foto kopi sehingga meja guru penuh dengan berkas tugas murid. Murid mengerjakan tugas dan posting di facebook, twitter, blog, instagram, youtube, dsb lalu guru memeriksanya secara online dan memberi nilai.

Di bawah ini beberapa contoh penugasana berbasis teknologi informasi untuk                 beberapa mata pelajaran:

  • Pendidikan agama: murid dinilai kemampuan sholatnya dan penguasaan bacaannya tidak di kelas atau di musholla, tetapi lewat tugas membuat video peragaan sholat dan bacaannya dan diunggah di youtube, beri judul tugas mata pelajaran dan nama sekolah, guru menilai dengan melihat video yang diunggah murid.
  • Penjaskes: murid dinilai kemampuan servis volly, passing, smash, dsb dengan menugaskan murid membuat peragaan kompetensi di atas dan diunggah ke youtube, guru menilai lewat youtube. Apakah hal itu sulit? TIDAK, banyak anak Sekolah Dasar yang bisa mengunggah video ke youtube, sangat mudah.
  • Bahasa Indonesia: Guru menilai tugas karya tulis murid dan diunggah di blog, wattpad, dsb, hingga tugas itu tak perlu dicetak dan memenuhi meja guru yang berujung jadi sampah, sementara tulisan di blog murid bakal bisa dinikmati seumur hidup, bahkan hingga murid itu menjadi kakek, nenek, seumur hdup deh.
  • Jika misalnya dari 17 guru di sekolah anda semuanya memberi tiga tugas berbasis  IT  kepada 100 murid setiap semester, maka selama setahun akan terdapat jumlah posting 17 x 3 x 100 x 2 = 10.200 poating artikel terhuning dengan google.

Andai wakil kepala sekolah bisa posting 1 artikel setiap minggu, maka darinya akan terkumpul minimal 30 posting, sehingga seluruh posting yang dihasilkan oleh warga sekolah menjadi: 1.950 + 10.200 + 30 = 12.180 posting artikel yang terhubung dengan google, belum termasuk posting yang dihasilkan oleh kepala sekolah, semua itu gratis, hanya bermodal niat dan kemauan.

Silahkan search sekolah Anda di google, berpa banyak info yang ada, atau search nama Anda di google, adakah jejak perjalanan sekolah dan diri anda di dunia maya?


Leave a comment

Selamat Ulang Tahun Jakarta; ini puisi buat kamu

kemacetan-jakarta

jutaan yang berharap padamu
tapi mereka terlalu nafsu sama kamu
hingga sering memaksamu
menyakitimu sambil bilang sayang kamu

Belum banyak yang asli setia sama kamu
merawatmu, membaguskanmu
memaksamu bersolek mencerahkanmu
harusnya yang ngurus kamu liat ke kota dekatmu

yang dibuatkan banyak jalur angkutan wargamu
taman-taman yang hijaukan kamu
aparat yang amankan dan lancarkan nadimu
perbanyak kereta bawah tanahmu
sedikitkan motor dan mobil di jalanmu

seperti ini, aku tahu kamu tak mau
tapi kamu tak bisa bicara pada yang mau
yang belum mau masih slalu memenangkanmu
sementara yang mau seolah menjauhimu

jayalah selalu jakartaku


Leave a comment

Rakyat yang lemah kalah oleh asap

image

Pake celana buntung, tshirt merokok,
Pake celana panjang, kemeja, mukanya gelap merokok,
Pake seragam ijo online merokok,
Pedagang gorengan merokok,
Pake celana jeans, tahirt, topi merokok

Supir bajaj biru merokok,
Anak pake baju pramuka merokok,
Pemulung merokok,
Tukang pulsa merokok,
Pake putih item plus dasi merokok,
Ojek pangkalan merokok,
Belasan menit berhenti dekat stasiun tebet,
Sekian banyak orang terlihat merokok,
Hebat sekali asap itu menaklukan banyak orang,
Kalo kamu?


Leave a comment

Membelai anak dengan asap

image

#Repost @dutacilikantirokok

Berikut beberapa efek buruk jika orangtua sering merokok di depan anak seperti yang dilansir oleh kompas.com pada Jumat (28-08-2015) diantaranya adalah :

1. Sindrom kematian mendadak pada bayi
Merokok di dekat anak Anda bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi atau SDIS ( sudden death infant syndrome). SDIS biasanya terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Asap rokok dikhawatirkan mengganggu jalan napas anak.

2. Menghambat pertumbuhan paru-paru
Anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang harus dijaga kesehatannya. Jika Anda sering merokok di dekat anak, maka itu bisa menghambat pertumbuhan paru-parunya. Zat-zat berbahaya dari rokok akan mudah masuk ke dalam paru-paru  melalui saluran pernapasan anak.

Catatan bagi orangtua yang harus diinga-ingat!!! setelah merokok Anda harus wajib mengganti pakaian jika ingin menggendong bayi Anda. Sebab, kandungan berbahaya dari rokok melekat pada pakaian. Bahkan juga menempel di sofa jika Anda merokok dalam rumah

3. Masalah pernapasan ketika dewasa
Anak yang sering terpapar asap rokok akan lebih sering batuk-batuk. Anak juga lebih berisiko terserang asma. Dampak buruknya mungkin tak selalu terlihat saat anak masih kecil. Saat dewasa nanti, anak bisa memiliki masalah pada pernapasannya jika lingkungan sekitarnya adalah perokok.

4. Infeksi telinga
Infeksi telinga tak hanya berisiko tinggi bagi para perokok, tetapi juga bagi anak Anda yang merupakan perokok pasif. Risiko infeksi telinga pada anak-anak dapat meningkat jika orangtua mengisi udara di rumah dengan asap rokok.

5. Anak jadi perokok
Yang paling terakhir dan paling menyedihkan dari efek dari merokok di depan anak adalah anak jadi ikut-ikutan merokok. Dampak negatif jika Anda selalu merokok di depan anak adalah kemungkinan besar mereka akan menjadi perokok saat mereka beranjak dewasa. Masalah kesehatan akan lebih buruk terjadi jika usia perokok semakin muda.

Untuk menghindari risiko efek yang berbahaya akibat dampak merokok di depan atau di dekat Anak tersebut, langkah terbaik yang harus Anda lakukan bukan tidak merokok di depan atau dekat Anak, melainkan berhentilah aktivitas merokok mulai dari sekarang!!!

#dutacilikantirokok


2 Comments

Kegiatan Sekolah yang Heboh Luar Biasa

Gerakan tarinya mudah
formasi barisannya tak sulit
nikmatnya sampai ke otot paling dalam
bikin badan berkeringat
bikin kompak satu sekolah

abadikan dari berbagai sudut
upload di instagram dan youtube
pasti bikin sekolah kamu terkenal se dunia
ga percaya?

coba deh latihan
trus kerjakan
ekspos lewat smua platform sosial media
nikmati sehat dan terkenalmu
happy deh


Leave a comment

1 hari jumpa 2 angka 9: SMKN 39 dan SMAN 109 Jakarta, 020616

image

image

Foto atas di SMKN 39 Jakarta Saya memotivasi anak” muda yang baru saja lulus untuk berani berkarir, menjauh dari orang tua & bekerja dalam bidang apa saja, prinsipnya menjemput sukses bukan menunggu.

Foto bawah di SMAN 109 Jakarta Saya mendiskusikan tentang Cyberbullying dan bagaimana menyikapinya, pertanyaannya banyak dan diskusinya seru, karena Saya bertemu dengan anak” muda pilihan dari setiap kelas di SMAN 109 Jakarta.

Berita-berita dan foto-foto training Saya lainnya bisa dinikmati disini.


Leave a comment

JUARA, berawal di hati

champions_believe_in_themselves

Kamu pernah jadi juara?
dalam bidang apa?
sedikit orang yang pernah jadi juara
cuma orang hebat yang pernah jadi juara

karena sang juara
bisa meyakinkan diri sendiri
bahwa dia mampu berprestasi
dan itu tak banyak

coba tanya teman terdekatmu
siapa yang pernah jadi juara
gimana rasanya jadi juara
pasti amat sangat nikmat
dan itu jadi candu
ingin diulangi lagi

tekuni bidang apa saja yang kamu suka
jalani dengan suka cita
jadi juara cuma tinggal tunggu saatnya
yuuuuuuk


Leave a comment

RW 03 Cipinang Muara mengadakan kegiatan donor darah & pemeriksaan kesehatan

image

image

image

image

Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, Pengurus Rukun Warga 03 Cipinang Muara Jakarta Timur menggelar Bakti Sosial pengobatan gratis dan donor darah, Kegiatan yang akan rutin digelar tiga bulan sekali ini dilakukan untuk membantu warga yang memerlukan darah.

Ketua RW 03 Aripin mengatakan, kegiatan donor darah ini sangat membantu bagi ketersediaan stok darah di PMI. “Jelas sangat membantu terutama menghadapi momen bulan puasa,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (28/5/16)

Biasanya pada momen bulan puasa jumlah pendonor mengalami penurunan. Sementara di sisi lain jumlah permintaan darah untuk pengobatan masih tetap.

Aripin menambahkan acara ini dilakukan untuk mengajak kepedulian masyarakat khususnya warga Cipinang muara untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup yang modern. Targetnya, pendonor baik pemula maupun aktif dapat secara bersama-sama mendukung acara kemanusiaan tersebut.

“Dalam kegiatan sosial ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah menyumbangkan darahnya yang nantinya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, ” jelas Aripin.

Petugas PMI menyebutkan, jumlah darah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut berhasil mendapatkan 150 kantong lebih. “dalam bakti sosial ini kami mendapatkan 150 kantong darah, kami juga berterima kasih kepada warga Cipinang muara yang telah sukarela mendonorkan darah nya, Jika tak didukung oleh masyarakat, PMI selalu kesulitan memenuhi kebutuhan darah,” ujarnya.

Sumber:
http://nusantarapos.co.id/rukun-warga-03-cipinang-muara-jakarta-timur-menggelar-bakti-sosial-pengobatan-gratis-dan-donor-darah/

Foto: Dedi Dwitagama


Leave a comment

Sangsi pelanggaran tata tertib di Sekolah

Setiap sekolah pasti punya tata tertib,
ketika ada murid yang melanggar,
sangsinya telah diatur,
jika murid itu mengulang dan melanggar lagi,
sangsi selanjutnya telah diatur

Misalnya, ada murid yang merokok di sekolah,
sangsi apa yang diberikan padanya?
jika murid itu sudah kecanduan
dan dia ulangi merokok lagi di sekolah hingga berkali-kali,
sangsi apalagi yang diberikan

jika orang tuanya tak sanggup mendidik anaknya,
masyarakat tak peduli terhadap kelakuan menyimpang di sekitarnya,
apakah sekolah bisa mendidik muridnya jadi baik?
jika murid itu merokok setiap hari di sekolah,
karena dia tak mampu menahan kecanduannya,
apakah sekolah boleh mengeluarkan murid itu?

Menurut kamu?


Leave a comment

Sekolah Narkoba

image

#Repost @bnn_indonesiabergegas:

PENCEGAHAN NARKOBA BERBASIS SEKOLAH

Sekolah mempunyai peranan penting selain hal mendidik, namun juga peran dalam pencegahan narkoba. Selain guru di sekolahan, orang tua juga mempunyai peranan penting dalam pencegahan narkoba, antara lain:
1. Mengasuh anak/anak didik dengan baik
2. Mampu memberikan dorongan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak/anak didik
3. Membangun komunikasi yang baik kepada anak/anak didik
4. Penanaman disiplin sejak Usia dini.
5. Mengawasi lingkungan anak/anak didik baik itu pergaulan maupun tempat dimana anak sering beraktivitas.

Detail : http://indonesiabergegas.bnn.go.id/index.php/en/component/k2/item/805-peranan-sekolah-dalam-pencegahan-narkoba


Leave a comment

Guru terjepit antara Gubernur dan Menteri, Pelaku Tawuran & Bully bergembira

Kompak,
mudah diucapkan tapi sulit diterapkan,
Gubernur bilang pelaku bully & tawuran harus dikeluarkan dari sekolah,
Menteri Pendidikan bilang pelaku bully & tawuran tak boleh dikeluarkan dari sekolah.

Di Sekolah,
Guru & Kepala Sekolah bingung,
Jika ada murid yang melakukan Bully atau Tawuran
Sesuai perintah Gubernur harus dikeluarkan,
Sementara perintah Menteri tak boleh dikeluarkan.

Jika ada murid yang gemar bawa senjata tajam,
gemar melakukan tawuran diperjalanan pulang dari sekolah,
guru-guru kerja keras hingga menemukan senjata tajam & pemiliknya,
mungkin sebaiknya diserahkan kepada Polisi karena itu kriminal,

berdasarkan Undang-undang, membawa celurit untuk berjaga-jaga dalam perjalanan,
adalah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Drt. No. 12/1951
atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk,
dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Si pelaku tetap melanggar pasal tersebut
sekalipun menyimpan atau menyembunyikan celuritnya di dalam tas.
Perbuatan tersebut adalah kejahatan (lihat Pasal 3 UU Drt. No. 12/1951).

Proses hukum di negeri ini biasanya berlangsung lama,
murid pembawa senjata tajam akan ditahan dan tak bisa sekolah,
saat kenaikan dia tak memenuhi syarat buat naik,
atau si murid enggan ke sekolah karena lama bermalam di penjara,
akhirnya dia keluar dari sekolah.

Menurut kamu?


Leave a comment

Dan itu BEDA, kalo kamu?

image

Mereka berseragam?
Tidak, mereka tak berseragam
di pundaknya ada strip beda jumlah
di pangkal lengan ada logo sesuai jurusan
di dada ada tulisan nama berbeda
Ada wing & penghargaan berbeda
di bahu ada tali kur beda warna

Sesungguhnya seragam itu tak mungkin
Karena manusia tak pernah sama
Jika dipaksakan pun, mukanya berbeda
Andai berhasil sama maka tak ada yang beda
Artinya tak ada yang lebih, tak ada juara

Karena sang juara harus berani
Tampil tidak seragam
Lebih baik dari semua orang
Dan itu BEDA

Kalo Kamu?

Keterangan foto: gaya berbaris SMKN 36 Jakarta


Leave a comment

Teacher Competency Development Program (TCDP) Djalaludin Pane Foundation di Labuhan Batu Utara Sumatera Utara

image

Bersiap berbagi.

#Repost @laburaku, @rizki.ardhani – 

Yuk manfaatkan momen HARI KEBANGKITAN NASIONAL dengan mengikuti acara inspiratif dari @djalaluddinpane yang dipersembahkan bagi GURU-GURU SMA/SMK/MA di Aekanopan, Labuhanbatu Utara – Sumatera Utara

Hadir pembicara luar biasa, ada Mas @dwitagama (Guru Era Baru, Jakarta), ada Mas Bambang F Wibowo @bengmedan Prioritas Medan, dipandu moderator yang luar biasa Kakanda @nasutionrizky
Info lebih lanjut:

Chairul Nasution +62 853 6116 2654

Muhammad Rizky Aulia +62 823 6567 9019

Buruan ya Bapak/Ibu Guru.
Terbatas untuk 200 GURU

#laburaku #indonesiaterdidiktik
#melektik
#djalaluddinpanefoundation
#djalaluddinpane
#TCDP #DPF #ATTIKSUMUT
#butahurufabad21
#laburalahirbathin
#labura #Regrann


Leave a comment

Sekolah harus berani keluarkan murid yang bullying, berkelahi atau tawuran

tawuran

Jika Gubernurnya sudah mengatakan hal itu, kenapa pula Kepala Sekolah atau Guru-guru di Jakarta takut mengeluarkan murid yang terlibat bullying, berkelahi atau tawuran?.  Orang tua kadang berusaha membela anaknya agar tidak dikeluarkan dengan berbagai upaha bahkan bersedia membayar pengacara untuk membela anaknya.

Bagaimana strategi sekolah agar percaya diri menangani masalah bullying, berkelahi atau tawuran di sekolahnya?

  1. Pada saat awal tahun pelajaran setia[ murid harus memuat perjanjian, pernyataan atau komitmen untuk tidak melakukan bullying, berkelahi atau tawuran, mungkin bisa juga ditambahkan dengan mencuri, hamil, dsb. Perjanjian di buat setiap awal tahun pelajaran dimaksudkan untuk kembali mengingatkan tentang hal-hal penting yang harus dipatuhi di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter murid. Tuliskan pada perjanjian atau komitmen itu bahwa jika dilanggar, sangsinya adalah dikeluarkan atau dikembalikan kepada orang tua.
  2. Penandatangan perjanjian atau komitmen pada awal tahun ajaran dilakukan sambil melakukan rapat atau perkenalan wali kelas dengan murid dan orang tuanya. Orang tua dan wali kelas harus saling bertukar nomor handphone agar mudah dalam hal berkoordinasi untuk keperluan pembinaan murid selama proses belajar berlangsung.
  3. Jika terjadi peristiwa bullying, berkelahi atau tawuran, dsb, wali kelas membuat berita acara kejadian berisi kronologis kejadian, tanggal, waktu, peristiwa, penyebab, saksi-saksi, dsb, disertai foto-foto pelaku, korban, saksi, dsb.
  4. Murid membuat surat pernyataan berisi tentang kronologis kejadian, tanggal, waktu, peristiwa, penyebab, saksi-saksi, dsb, ditandatangani oleh murid dan orang tua dengan dibubuhi materai.
  5. Segera eksekusi. Jika terjadi peristiwa yang sudah dirinci dalam perjanjian atau komitmen di awal tahun pelajaran, sekolah harus segera mengambil tindakan dengan memanggil orang tua, menuliskan berita acara kejadian dan memutuskan tindakan sesuai perjanjian atau komitmen yang sudah ditandatangani. Kepala Sekolah membuat surat keputusan memberhentikan atau mengembalikan anak ke orang tua disebabkan pelanggaran terhadap perjanjian atau komitmen yang dibuat setiap awal tahun ajaran
  6. Orang tua murid biasanya mencoba menawar atau berupaya agar anaknya tidak dikeluarkan. Manajemen sekolah harus konsisten pada perjanjian atau komitmen yang telah dibuat, bahwa murid harus meninggalkan sekolah. Oran tua bisa diberi penawaran surat keputusan sekolah yang menuliskan peristiwa ullying, berkelahi atau tawuran memang bisa mengakibatkan murid susah pindah atau mencari sekolah baru. Alternatif penyelesainya bisa dilakukan dengan cara orang tua murid mengajukan surat permohonan pindah sekolah untuk anaknya dengan alasan tertentu, misalnya untuk lebih mendekatkan dengan rumah atau mengikuti orang tua, dsb. Sehingga sekolah mengeluarkan surat keterangan pindah karena permintaan orang tua bukan surat keputusan mengeluarkan murid karena melakukan bullying, berkelahi atau tawuran, dsb.

Menghukum murid memang sebaiknya dihindarkan, dan cuma bisa jadi jalan terakhir, oleh sebab itu berbagai upaya perlu dilakukan agar murid merasa nyaman di sekolah dan tak melakukan tindakan bullying, berkelahi atau tawuran serta hal-hal lain yang melanggar perjanjian atau komitmen.

Sekolah yang peduli pada pembinaan karakter murid akan sangat disukai dan diminati orang tua, ada sekolah yang biaya masuknya puluhan juta rupiah dan iuran bulanannya jutaan rupiah selalu diminati orang tua hingga harus berebut masuk dan seleksi sejak bulan Januari setiap tahun, sekolah seperti itu tak pernah kekurangan murid bahkan selalu menolak banyak sekali calon murid yang hasil tesnya tidak memenuhi syarat.

Ada sekolah yang gratis tak ada pungutan kepada murid selama murid bersekolah disana, tetapi masyarakat tak menu mendaftarkan anaknya di sekolah itu sehingga membuat sekolah gratis itu digabung dengan sekolah gratis terdekat, penyebabnya bisa berbagai hal, yang utamanya adalah kepedulian guru dan warga sekolah terhadap pendidikan karakter muridnya, bagaimana di sekolah kamu?

Simak berita selengkapnya disini.


2 Comments

Lihat wajah perokok ini

image

Berapa umur Anda? Jika Anda sudah dewasa dan masih merokok, mungkin sebaiknya hentikan saja kebiasaan merokok Anda.

Apakah Anda mau disamakan dengan anak SD di atas, yang seperti orang bexx ga punya otxx?

Mungkin jadi masalah umum di negeri yang penduduknya miskin dan bodoh sulit membiasakan hidup sehat, negara sepertinya tak berdaya untuk menekan laju pertambahan penduduk yang kecanduan rokok.

image

Sementara negeri tetangga melakukan tindakan menaikkan pajak rokok sehingga harganya menjadi sangat mahal, per bungkusnya bisa lebih dari 200 ribu kepeng, tak bisa membeli per batang dan membuat orang miskin tak kuat membeli rokok, serta terpaksa menghentikan kebiasaan merokoknya.

Kalo kamu?


Leave a comment

Selamat Hari Pendidikan Nasional buat Warga Negeri Penggemar Asap

20120601Konsumsi-Rokok-Indonesia-310512-MAR-2

Pada suatu pagi di Negeri Paman Besut
Pemulung bersiap dengan karung di punggung, menghisap asap,
Anak Sekolah berseragam merah, menghisap asap,
Anak Sekolah berseragam biru, menghisap asap,
Anak Sekolah berseragam abu-abu, menghisap asap

Orang tua mengantar anaknya ke sekolah, menghisap asap,
Guru-guru berangkat mengajar, menghisap asap,
Para dosen bergelar profesor, menghisap asap,
Pembela negara yang dilatih berperang, menghisap asap,

Udara dingin terbawa embun pagi
Sekelompok orang di depan gerobak, menghisap asap,
Penambal ban di tepi jalan, menghisap asap,
Penjual ban bekas, menghisap asap,
Pedagang nasi uduk, menghisap asap,

Burung bercicit terbang mencari makan dibangunkan mentari
Pegawai Negeri berpacu waktu di jalan, menghisap asap,
Pegawai Swasta memulai usaha, menghisap asap,
tukang sapu jalan, menghisap asap,
pengatur lalu lintas berseragam sarapan, menghisap asap,

Mahasiswa mengejar jadwal kuliah, menghisap asap,
Tukang ojek menunggu penumpang, menghisap asap,
Supir angkot beredar di jalan, menghisap asap,
Pak Ustadz pulang dari Masjid, menghisap asap,

Anak sekolah menjepit benda putih, menghisap asap,
belajar olah raga dan kesehatan, menghisap asap,
supaya terlihat gaul dan jantan, menghisap asap,
katanya cuma banci yang tidak menghisap asap,

sudah pernah ketemu dengan komunitas banci?
perhatikan bibir mereka, menghisap asap,
komunitas penggemar olah raga, menghisap asap,
komunitas seni budaya, menghisap asap,
komunitas pengemis, menghisap asap,

fb24a-pengemis_udud

sekolah jadi tempat menitipkan anak, saat orang tua sibuk menghisap asap,
anak-anak pun sebelum ke sekolah, di sekolah, pulang sekolah, menghisap asap,
hampir semua orang, di semua tempat, menghisap asap,
bahkan dokter pun menghisap asap,
seolah sudah jadi budaya negeri kebiasaan menghisap asap,

Saat upacara pagi di sekolah
kepala sekolah berpidato tentang pelestarian budaya
apakah menghisap asap sudah jadi budaya sehingga harus dilestarikan?
sementara belum ada instruksi hentikan budaya menghisap asap,
satu persatu para penghisap asap lenyap di telan bumi
karena paru dan jantung letih bekerja menghisap asap,
generasi pengganti yang makin muda menghisap asap

Pendidikan seharusnya bisa membuat warga negara
lebih bisa merawat kesehatan diri sendiri & keluarganya
tak hanya menuntut biaya pengobatan gratis
tapi menjalankan pola hidup yang tak sehat, menghisap asap

bagaimana dengan kamu?


Leave a comment

Coba Search atau cari di Google nama Guru Anda atau sahabat Guru yang HEBAT

Sebuah catatan kecil dari salah satu Training Saya: 

 Coba Search atau cari di Google nama Guru Anda atau sahabat Guru yang menurut Anda termasuk punya prestasi luar biasa atau masuk kategori Guru Hebat, teman-teman Guru peserta pelatihan menyebut banyak nama, beberapa langsung dicari dan ditayangkan di layar, dengan hasil yang minim.

SEARCH 1

“Jarang sekali infonya di Google, mungkin mereka Guru-guru Tua.”
“Mungkin mereka tak pernah diberitakan mass media.”
“Mereka tak terbiasa dengan Teknologi Informasi.”
….
Berbagai alasan mereka ungkapkan merespon fakta hasil pencarian di Google.

Saya persilahkan mereka search “IBU EEN”

SEARCH 2

Banyak sekali info dan foto-foto yang mengekspose Ibu Een, Guru yang mengabdikan dirinya walau dalam keadaan lumpuh, Beliau Guru Hebat, yang aktifitasnya diberitakan oleh banyak fihak sehingga bertebaran infonya saat kita search di Google.

Saya persilahkan peserta search “DEDI DWITAGAMA” dan ini hasilnya:

SEARCH 3

Kenapa bisa begitu?
Di era smartphone, dimana teknologi informasi digital dalam genggaman setiap orang lewat aplikasi android, semua orang bisa memberitakan apa saja yang dia lakukan untuk bisa diketahui dan dimanfaatkan orang lain, atau sekedar jadi dokumentasi perjalanan hidup atau karier seseorang, medianya bisa Website, Blog, Twitter, Facebook, Instagram, dan sebagainya, coba deh.


Leave a comment

Kamu Hobbi Tawuran tapi Takut Hujan?

  

Saya nulis di twitter begini: 

 “Skolah gratis, ortu sengsara doyan tawuran, mati.
Mungkin ortunya seneng ga ada lagi anak yg suka ngebentak-bentak minta beliin motor,
minta bensin tiap hari …” 

 ternyata ada yang membalas begini: 

 “Mungkin jadi hobi anak anak itu.” 

Adakah anak yang hobinya tawuran?
Kalau saat melakukan hobinya dia mati,
apa kira-kira hobi baru dia di alam sana?

Saya perhatikan,
hampir tak pernah terjadi tawuran saat hujan lebat
mungkin para pelaku sadar badannya ringkih mudah sakit
mungkin jika terjadi tawuran bisa minta tolong teman-teman Petugas Pemadam Kebakaran
untuk menyemprotkan air ke kerumunan pelaku tawuran
polisi dan satpol bisa menunggu di ring dua (agak jauh)
jika ada anak sekolah yang basah kuyup segera ditanggkap
karena dia pelaku tawuran
atau saat dikumpulkan di kantor polisi siram aja terus
pasti dia kedinginan dan sakit flu
bukankah itu lebih baik daripada dia mati?

tapi apakah dia bakal kapok dan berganti hobbi?


Leave a comment

Negeri yang Selalu Berawan

image

Anak kecil itu cuma meniru
Ingin tahu rasa asap yang diisap orang
Remaja itu cuma ikut bergaya
Ketika teman-temannya bersama isap asap

Saat jadi pemuda
Rokok sudah seperti teman
Diisap saat bersama teman
Diisap saat sendiri seolah jadi teman

Orang tua tak melarang merokok
Karena mereka juga perokok
Walau kadang ada perasaan tak nyaman
Mereka bergantian merokok di rumah
Jika setelah makan, anak & orang tua merokok bareng
Mungkin hal itu membuat makanan yang disantap lebih terasa nikmatnya

Sekolah sudah, bekerja belum tetapi asap selalu diisap
Orang tua tak keberatan memberi uang untuk membeli rokok

Anak muda itu sering bengong pagi hari
Sambil menghisap & menghembuskan asap dari mulutnya
Hari beranjak siang, makin banyak rokok yang dihisap
Pergi dari rumah menemui teman sambil merokok
Berharap ada yang mengajaknya bekerja untuk bisa membeli rokok
Karena kebutuhan rokoknya kini semakin banyak

Saat menganggur, merokok jadi seperti bekerja
Mereka yang bekerja, merokok jadi seperti penambah daya
Mereka tak tahu bahaya rokok?
Mereka tahu, tetapi sensasi & kenikmatan asap mengalahkan logika
Dokter merokok,
Tentara merokok,
Guru merokok,
Ulama merokok,
Menteri merokok,
Artis merokok,
Pilot merokok,
Arsitek merokok,
Profesor merokok,
Satpol PP merokok,
Satpam merokok,
Pemulung merokok,
Lelaki merokok,
Perempuan merokok,
Dewasa merokok,
Remaja merokok,
Anak-anak merokok,
Hampir semua orang di negeri ini merokok

Hebat sekali asap itu
Apakah yang dikandung rokok
Sehingga jutaan orang menyukainya
Berapa untung yang diperoleh pemilik pabrik asap setiap harinya?

Hebatnya lagi, rokok itu seperti bumbu masak
Yang bikin lezat apapun makanannya
Karena setelah selesai bersantap mereka isap asap
Mungkin itu sebabnya negeri ini selalu berawan di langitnya

Sekolah seolah tak peduli tentang asap
Razia murid yang membawa rokok cuma kadang-kadang
Hukuman buat pelanggar makin tak jelas, takut melanggar HAM
Warung depan sekolah menjual rokok tak peduli
Dinas kasih target Lulus UN 100 %
Tak ada pendataan berapa murid yang merokok
Ternyata Kepala Sekolahnya perokok,
Guru-gurunya perokok,
Karyawan sekolahnya perokok,
Mungkin itu sebabnya kenapa negeri ini selalu berawan


Leave a comment

Anak sekolah mati lagi, tawuran masih jalan?

image

Ada lagi anak sekolah mati, kenapa negeri yang katanya gemar bersatu, saling sayang dan berketuhanan anak sekolahnya gemar saling bunuh? Bagaimana bisa anak sekolah berbekal.pedang yang merupakan senjata tajam dan bisa dihukum berat walau cuma sekedar membawa?.

Pembajak, teeoris aja bisa ditaklukan, kalo cuma pelajar pembunuh temannya mah gampang buat Polisi” hebat negeri ini, yg masih doyan tawuran sgera banyakin ibadah & beramal supaya masuk sorga kalo mati, udah miskin, skolah gratis eh ekskulnya tawuran, bersiaplah menyusul temen kamu itu, mau?

Bupati Purwakarta krearif & berani terapkan aturan yang tak biasa, melarang sekolah yang muridnya tawuran untuk menerima murid baru, sama artinya dengan menutup sekolah itu. Hal ini bisa membuat sekolah lain berusaha lebih keras mengendalikan anak didiknya. Andai makin banyak pemda yang peduli …


2 Comments

Sepeda Motor: Media pendidikan melanggar hukum warga negara paman besut

image

Orang tua mengajarkan anak anaknya melanggar hukum sejak masih sangat kecil, padahal negara mengatur bahwa pengendara motor harus memiliki SIM,  sudah berusia 17 tahun.

Anak merasa bahwa melanggar hukum jadi tak masalah, termasuk sekolah yang masih membiarkan mengetahui muridnya membawa motor ke sekolah walaupun dinas pendidikan atau pemda melarang murid membawa motor ke sekokah.

Angkutan kota yang buruk pengelolaannya seolah bukan masalah dan rakyat tak menuntut kepada presiden, gubernur, bupati yang tak mampu menyediakan transformasi yang baik buat rakyatnya. Rakyat miskin dengan terpaksa mengkredit motor dengan harga mahal supaya bisa bepergian kemana-mana.

Korban mati disebabkan kecelakaan motor khususnya dikalangan remaja seolah tak dihitung, padahal banyak skali yang mati atau cacat karena kecelakaan lalu lintas. Polisi seolah membiarkan anak kecil atau anak sekolah melanggar peraturan lalu lintas & tak memberi hukuman yang mendidik.

Pernah mengajarkan anak kecil di keluarga anda mengendarai motor?


Leave a comment

Arman Maulana, Johan Cruyff dan Rokok

image

image

Apakah Armand Maulana yang penyanyi group band GIGI kenal dengan Johan Cruyff yang pemain sepakbola terkenal dunia asal Belanda?

Dua foto di atas perlihatkan mereka seolah terhubung dengan benda yang sama, yaitu ROKOK.

Arman awet muda karena tak merokok, sememtata Cruyff meninggalkan dunia karena rokok, kalo kamu?


Leave a comment

Pencitraan Sekolah (School Branding) itu harus, atau sekolah Anda bakal tak ada peminat

image

Pencitraan Sekolah atau School Branding adalah suatu cara seseorang membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya, adalah citra visual dan pesan yang masuk atau terekam di memori seseorang ketika mendengar nama sebuah sekolah disebut dalam percaturan sekolah yang massal, banyak sekali. Jika Adalah Guru atau karyawan sekolah, ini adalah janji apa yang menawarkan sekolah Anda. Ini adalah harapan yang ada di benak pelanggan utama, orang tua murid Sekolah Anda. Ini adalah kesempatan untuk terhubung secara emosional dengan orang tua murid Sekolah Anda.

Pencitraan Sekolah serupa dengan Pencitraan Manusia, ada sekolah yang dibangun di tepi jalan utama kota sehingga sejak pertama kali menerima murid baru sudah menjadi rebutan masyarakat sehingga yang diterima di sekolah itu memiliki nilai bagus dan dengan pembinaan yang biasa-biasa saja, alumni sekolah itu bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau merebut peluang kerja.

Sekolah di atas seperti seorang bayi yang dilahirkan sebagai keturunan keluarga bergenetik unggul, penampilannya bagus, intelegensinya bagus sehingga orang-orang disekitarnya tertarik padanya.

Bagaimana sekolah Anda? Apakah bergenetik baik disebabkan berbagai faktor seperti lokasi, konsep pendirian sejak awal (ada sekolah yang dibangun untuk jadi unggulan)?

Apakah sekolah Anda mewah? Sehingga orang-orang kaya senang bersekolah di tempat Anda, atau letak sekolah Anda mepet sawah (di pinggir sawah), mungkin sekolah Anda di perkampungan atau pedalaman yang tak bisa dicapai kendaraan selain berjalan kaki.

Apakah citra sekolah bisa dibentuk? Bagaimana membentuk citra sekolah?, bagaimana merubah citra sekolah?

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Setiap jenjang pendidikan memiliki tujuan yang khas, misalnya tujuan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, sbb:

Tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan adalah sebagai berikut: (a) menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya; (b) menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya; (c) membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi; dan (d) membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

Sekolah yang punya citra bagus secara genetika hanya butuh perawatan, memelihara tradisi baik dan terus menunjukkan citra baik sesuai tuntutan masyarakat, jika hanya berdiam diri dan puas dengan keunggulan yang given, misalnya letak sekolah di tepi jalan utama, suatu saat bakal ditinggalkan masyarakat karena perkembangan wilayah pemukiman yang cenderung melebar ke pinggir kota.

Ada sekolah yang terletak di pusat kota, nomor sekolahnya sangat kecil, dahulu mendapat tambahan teladan atau bertaraf internasional kini makin tak diminati, hal ini terlihat dari jumlah dan level nilai murid yang masuk ke sekolah itu, makin menurun.

Anda bekerja di Sekolah Negeri?, merasa tak peduli dengan pencitraan? Karena walau semua guru bekerja santai, asal-asalan tanpa motivasi ke arah tujuan pendidikan, murid baru tak pernah berkurang, bahkan selalu berlebih karena gratis tak berbiaya dan semua fasilitas dipenuhi oleh Pemerintah.

Perhatikan banyak Sekolah Dasar di Negeri ini yang mengalami kesulitan sehingga melakukan berbagai cara agar masyarakat mau menyekolahkan anaknya di sekolahnya, bahkan ada sekolah yang guru-gurunya merelakan sebagian tunjangan sertifikasinya dikumpulkan untuk dibelikan seragam sekolah yang akan dihadiahkan kepada murid baru yang mendaftar di sekolah itu, karena masyarakat enggan menyekolahkan anaknya di sekolah itu.

Tak sedikit pula sekolah yang tak memperoleh murid baru sehingga sekolahnya dimerger atau digabung dengan sekolah lain yang masih ada peminat, ada yang bilang Program Keluarga Berencana (KB) berhasil sehingga jumlah penduduk berkurang, faktanya sekolah tetangga tetap banyak muridnya.

Bagaimana langkah-langkah melakukan pencitraan sekolah atau school branding?

1. Buatlah Logo atau Seragam Sekolah yang paling menarik, keren atau eye catching istilah anak sekarang, jika logo atau seragam sekolah anda yang sekarang dirasa sudah ketinggalam zaman, libatkan murid dalam bentuk sayembara untuk mendisain logo atau seragam sekolah dengan berbagai filosofi sesuai dengan misi sekolah. Logo atau seragam yang lama menjadi dokumentasi yang bisa dilihat, dikenang lewat display di dinding-dinding sekolah, kelas, website, blog, cerita sejarah sekolah, dsb.

2. Fokus pada tujuan pendidikan nasional & tujuan yang sesuai dengan jenjang pendidikan sekolah anda, usahakan semua sumberdaya berjalan ke arah tujuan, jika ada warga sekolah seperti kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua dan murid.

Ada contoh sekolah yang menyatakan Ketuhanan dan Kejujuran adalah nilai-nilai yang diterapkan sekolah, ketika ada murid yang menyontek saat ulangan harian atau diketahui mencuri di sekolah mendapat sangsi dikeluarkan dari sekolah. Sekolah-sekolah seperti itu selalu banyak yang berminat walau harus membayar biaya yang mahal untuk diterima di sekolah itu.

3. Pembeda atau Ciri Khas. Orang tua memasukkan anaknya ke sekolah yang punya kelebihan atau pembeda dari sekolah lain, pembeda itu bisa berupa nilai-nilai atau skill yang diajar atau terus dilaksanakan selama murid bersekolah disana. Terlalu berat untuk melaksanakan atau memperlihatkan output semua tujuan pendidikan di Sekolah, pilih saja satu atau sedikit karakter unggulan sebagai pembeda yang bisa dilihat orang tua murid.

Sebagai contoh sekolah yang menyatakan menanamkan nilai ketaqwaan melakukan berbagai kegiatan yang pada akhirnya memperlihatkan sikap taqwa murid sekolah itu lebih baik dari murid sekolah lain, hal ini membuat masyarakat senang menyekolahkan anaknya disana karena merasakan perbedaan tingkah laku anaknya sebelum dan setelah bersekolah disana.

Ada contoh sebaliknya, sekolah yang menyatakan menanamkan nilai KOMPETITIF, tetapi kenyataannya murid di sekolah itu tak dibiasakan menekuni bidang-bidang tertentu yang bisa membuat nurid memiliki skill tertentu untuk memenangkan kompetisi, murid jarang diikutkan kompetisi di berbagai bidang, sehingga jarang menjadi juara memenangkan kompetisi, penekanan proses belajar hanya berfokus pada kompetisi mendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) yang terbaik, hal ini tak cukup karena banyak orang tua yang sudah menyadari bahwa nilai UN saja tak cukup buat persiapan anaknya menghadapi masa depan.

4. Menyenangkan. Suasana sekolah harus memberi rasa senang dan membuat betah semua warganya, tak ada rasa takut atau cemas. Menjadikan murid, orang tua, guru & karyawan betah berada di sekolah karena teduh, nyaman serta keramahan warga sekolah.

5. Tak punya pembeda atau Ciri Khas. Sekolah yang biasa-biasa saja tanpa ciri khas mungkin masih banyak muridnya karena terletak di pemukiman, tapi coba perhatikan murid di sekolah itu, apakah berasal dari pemukiman terdekat atau dari luar lingkungan.

Saya pernah menjumpai sebuah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang berada di sebuah kompleks pemukiman kelas atas dengan mayoritas penduduknya dari golongan tertentu, ternyata murid sekolah itu yang berasal dari lingkungan terdekat hanya sedikit sekali, mayoritas berasal dari luar kompleks dalam kategori latar belakang sosial ekonomi yang jauh lebih rendah.

Manusia itu unik, dan manusia menyukai hal-hal unik yang berbeda yang bisa memberi nilai lebih, jika hal itu sesuai dengan harapan mereka, maka masyarakat bersedia membayar biaya walau mahal sekalipun secara sukarela, karena yakin bakal mendapat nilai tambah keunggulan yang khas pada anaknya.

Membiarkan Sekolah Anda tak memiliki Pembeda atau Ciri Khas akan membuat fihak luar memberi tekanan-tekanan sesuai kepentingan dan menjadikan manajemen Sekolah Anda semakin gagal fokus menuju kebesaran sekolah dan hanya sibuk menyelesaikan target-target rutin yang diminta lingkungan, tunggu saja saat sekolah Anda makin sepi peminat atau dipilih oleh murid-murid yang dekat tempat tinggalnya atau dengan level nilai rendah dan tak diterima di tempat lain.

6. Mengabarkan. Sekolah harus secara sadar merekam atau mendokumentasikan berbagai aktifitas sekolah, keunikan peserta didik, guru, karyawan, prestasi, proses latihan dan semua hal yang ada di Sekolah dalam bentuk Foto, Video dan menyeleksi foto-foto dan video terbaik untuk dipublikasikan dalam bentuk brosur, website, blog, instagram, youtube dan berbagai platform media sosial.

Guru bisa memberikan tugas belajar, yang pada zaman dulu harus di cetak, kini bisa dirubah dengan meminta murid mempublikasikan di blog, youtube atau media sosial lainnya yang bisa menjadi memory atau kenangan serta materi promosi pencitraan yang alami tentang apa yang dilakukan di dalam Sekolah Anda.

7. ATM sekolah yang bagus. Amati berbagai hal dari sekolah yang bagus memurut Anda, Tiru hal-hal bagus, Modifikasi cara melakukan hal-hal bagus disesuaikan dengan kondisi sekolah Anda.

Melakukan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) bisa dilakukan dengan berkunjung ke sekokah bagus yang terdekat, tak perlu studi banding hingga naik pesawat.

8. Budaya menghargai prestasi. Prestasi apapun yang diperoleh murid, guru, karyawan sekolah harus selalu mendapat apresiasi dari semua warga sekolah, sehingga muncul semangat berprestasi dan budaya membicarakan prestasi di sekolah jadi kebahagian bersama.

Jika sekolah tak terbiasa dengan budaya prestasi maka yang terjadi adalah pembiasaan membicarakan keburukan, kelemahan, kecelakaan fihak lain. Akhirnya, sekolah jadi terbiasa dengan keributan antar murid, antar guru, tawuran dengan sekolah lain, bolos, hamil di luar nikah, urusan polisi, dsb.

9. Pembiasaan evaluasi, introspeksi dan berubah.

Salah, keliru, gagal, benar, dan sukses adalah proses hidup yang selalu kita jumpai, apapun yang diperoleh harus dievaluasi, untuk jadi bahan perbaikan yang akan dilakukan di masa depan, sehingga perubahan selalu tak bisa dihindari, agar bisa terus bertahan di dunia yang terus berubah.

Di Negeri Paman Besut ada sekolah yang melakukan berbagai rekayasa, dari yang positif seperti mamotivasi murid agar serius belajar, memberi pengayaan materi, latihan soal-soal hingga memberi strategi menyontek atau bekerja sama saat ujian, memberi kunci jawaban, dsb …. sekolah-sekolah itu hanya jadi statistik negara, bahwa sekolah itu ada, tapi guru-guru & murid tak bangga pada sekolahnya hingga makin sepi peminatnya dan ditutup, dimerger atau dialih fungsikan gedungnya untuk keperluan lain, walau sekolah itu tak memungut biaya atau gratis.

Sementara, ada sekolah yang menyeleksi murid baru sangat ketat, menerapkan nilai karakter baik di sekolah, murid yang menyontek saat ulangan harian dikeluarkan dari sekolah, dsb …. umur sekolahnya hampir seratus tahun, tak pernah kekurangan murid, bahkan selalu menolak murid walau orang tua harus membayar uang masuk puluhan juta kepeng dan iuran bulanan jutaan kepeng.

Bagaimana citra sekolahmu?


Leave a comment

Kabarkan semua kebaikan walau satu kata atau satu foto, liat deh efeknya

KPK

USB-Active-Facebook-Cover

SOSIAL-MEDIA

Apa hubungan ketiga gambar di atas?
KPK bisa dijadikan contoh bagaimana mengelola kerja dan mengabarkan, ditengah berbagai pendapat keraguan, optimis, cemooh, dsb, KPK terus bekerja menyemangati anggotanya, penyidiknya terus bergembira bekerja hingga membuahkan Operasi Tangkap Tangan, setelah berhasil menangkap pelaku korupsi lalu mengabarkan kepada masyarakat lewat media, kerja lagi, menangkap lagi, mengabarkan lagi … terus bekerja menyemangati anggotanya, penyidiknya terus bergembira bekerja hingga membuahkan Operasi Tangkap Tangan, setelah berhasil menangkap pelaku korupsi lalu mengabarkan kepada masyarakat lewat media, kerja lagi, menangkap lagi, mengabarkan lagi …

Anda bekerja atau menjadi anggota di organisasi apa? kerja aja dalam suka cita, bergembira bekerja bersama teman kerja, kabarkan setiap kerja anda, jika tak punya akses ke wartawan, kabarkan saja secara mandiri lewat sema platform media sosial, yang pada saatnya nanti akan tercium oleh wartawan media mainstream yang akan datang menjumpai anda untuk mengkonfirmasi dan mengabarkan kerja anda di mass media catak dan elektronik.

Kabarkan semua kebaikan walau satu kata atau satu foto, liat deh efeknya.


Leave a comment

Sepeda Motor: Media pendidikan melanggar hukum warga negatmraź

image

Orang tua mengajarkan anak anaknya melanggar hukum sejak masih sangat kecil, padahal negara mengatur bahwa pengendara motor harus memiliki SIM,  sudah berusia 17 tahun.

Anak merasa bahwa melanggar hukum jadi tak masalah, termasuk sekolah yang masih membiarkan mengetahui muridnya membawa motor ke sekolah walaupun dinas pendidikan atau pemda melarang murid membawa motor ke sekokah.

Angkutan kota yang buruk pengelolaannya seolah bukan masalah dan rakyat tak menuntut kepada presiden, gubernur, bupati yang tak mampu menyediakan transformasi yang baik buat rakyatnya. Rakyat miskin dengan terpaksa mengkredit motor dengan harga mahal supaya bisa bepergian kemana-mana.

Korban mati disebabkan kecelakaan motor khususnya dikalangan remaja seolah tak dihitung, padahal banyak skali yang mati atau cacat karena kecelakaan lalu lintas. Polisi seolah membiarkan anak kecil atau anak sekolah melanggar peraturan lalu lintas & tak memberi hukuman yang mendidik.

Pernah mengajarkan anak kecil di keluarga anda mengendarai motor?


Leave a comment

Endang Sukamti dan Sekolah Kita, LEBIH NGETOP MANA?

we-are-kamtis-and-support-endank-soekamti-1.jpg

Kenal Endang Sukamti?
Search deh di Google,
apa yang kita temukan?
walau kita mengetik nama yang salah
banyak sekali info tentang Band itu
yang didirikan orang-orang kreatif dari Jogjakarta
Group band itu berdiri tahun 2001

Berapa tahun kamu bersekolah?
search deh sekolahmu di Google,
apa yang kamu temukan?
berapa banyak tulisan, foto, video sekolahmu?
tahukah kamu tahun berapa sekolahmu didirikan?
sudah berapa alumni yang lulus dari sekolahmu?
sudah menghasilkan apa saja sekolahmu?
ada apa saja di sekolahmu?

mungkin tak ada yang menuliskan sejarah sekolahmu,
mungkin tak ada yang mendokumentasikan dalam bentuk website
mungkin foto-foto dokumentasi sekolahmu ada di album foto
yang disimpan kepala sekolah di lemarinya
mungkin arsip video-video kegiatan sekolahmu ada di harddisk
tersimpan di komputer sekolah

Kenapa sekolahmu yang lebih tua dari sukamti tak terkenal?
Apakah kamu,
guru-gurumu,
keryawan sekolahmu,
kepala sekolahmu,
alumni sekolahmu,
dan pemerintah daerahmu
tak mensupport sekolahmu?

Padahal,
mendokumentasikan sejarah,
foto,
video,
di blog,
instagram,
dan youtube
semuanya gratis.


Leave a comment

Menemani Gerhana Matahari Total, mendokumentasikan perjalanan belasan tahun

Jika Gerhana Matahari Total hari ini, Rabu 9 Maret 2016 membuat banyak orang sibuk mendokumentasikan wajah matahari yang terjadi ratusan tahun sekali, hingga Indonesia kedatangan banyak pakar Astronomi yang tertarik meneliti dan mendokumentasikan peristiwa langka di dunia. Saya menyibukkan diri mendokumenasikan perjalanan training dan seminar Saya sejak tahun 2005 hingga kini, alhamdulillah ternyata sudah banyak sekali saya bertemu dengan berbagai situasi dan membuat saya berkeliling Indonesia dan beberapa negara di Dunia, lebih dari seribu yang tercatat, foto-foto di atas adalah sebagian dari ribuan foto di album facebook Saya, semoga bermanfaat, ini rekap kehadiran Saya:

Dokumentasi/Jejak Training/Seminar

• 66 Training sepanjang tahun 2015 bisa disimak disini.
• 114 Training sepanjang tahun 2014 bisa disimak disini.
• 107 Training sepanjang tahun 2013 bisa disimak disini.
• 125 Training sepanjang tahun 2012 bisa disimak disini.
• 97 Training sepanjang tahun 2011 bisa disimak disini.
• 109 Training sepanjang tahun 2010 bisa disimak disini.
• 57 Training sepanjang tahun 2009 bisa disimak disini.
• 181 Training sepanjang tahun 2008 bisa disimak disini.
• 75 Training sepanjang tahun 2007 bisa disimak disini.
• 107 Training sepanjang tahun 2006 bisa disimak disini.
• Training sepanjang tahun 2005 dan sebelumnya bisa disimak disini.

Dokumentasi training, seminar, workshop Saya yang terbaru ada disini.


8 Comments

Seragam sekolah buat Murid yang hamil, siapa yang mau membuat disainnya?

image

Di sebuah sekolah di Negeri Paman Besut, seorang murid perempuan beberapa hari tak masuk sekolah, walikelasnya memanggil orang tua murid untuk mencari tahu kenapa murid itu tak masuk sekolah.

Orang tua murid datang memenuhi panggilan, diterima oleh wali kelas dan guru BK, orang tua murid menceritakan sambil menangis bahwa anak gadisnya yang berusia 16 tahun tak lagi mau bersekolah karena sudah hamil, menikah dan tinggal bersama suaminya di luar kota. Orang tua itu terlihat sangat terpukul oleh kejadian yang menimpa anak perempuannya, bliau marah hingga tak mau menghadiri acara pernikahan anaknya, kemudian orang tua murid itu membuat surat pernyataan bahwa putrinya keluar atau berhenti dari sekolah.

Masalahnya seperti selesai dengan keluarnya murid perempuan itu, ada peristiwa lain dimana murid yang hamil saat menjelang ujian, dan murid itu berkeras untuk mengikuti ujian dengan perut buncitnya yang tak bisa disembunyikan lagi
karena orang tua murid itu juga meminta agar anaknya bisa menyelesaikan ujian di sekolahnya.

Remaja umur belasan tahun, masih sekolah, hamil di luar nikah …
Sispa yang salah?
Orang tua?
Teman lelakinya?
Tetangga?
Sekolah?
Guru?
Teman sekolahnya?
Sosial media?
Televisi?

Jika murid kelas sepuluh hamil, dan dia berkeras hati tetap ingin sekolah, menurut Anda, apakah murid itu dibiarkan sekolah dengan perut buncit?, bagaimana ketika jadwal pelajaran olah raga?, apakah perlu ada disain khusus baju seragam untuk pelajar putri yang hamil?, setelah melahirkan bolehkah murid itu cuti melahirkan seperti karyawati di perusahaan?, artinya perlu dibuat peraturan baru tentang hak pelajar wanita yang hamil?.

Bagaimana dengan lelaki yang menghamili?
Jika dia bertanggung jawab, masihkan boleh bersekolah?
Jika dia tak mau bertanggung jawab, sementara si wanita yakin bahwa dia pelakunya?
Jika dinikahkan, lalu mereka berumah tangga, masih boleh sekolah?

Kenapa saya menulis ini? Kabarnya penduduk negeri Paman Besut itu sedang gemar mengagungkan hak azasi manusia, ketika ada guru yang mencukur anak muridnya untuk merapihkan dan mendisiplinkan, guru itu dilaporkan oleh orang tua murid ke polisi hingga divonis bersalah, walaupun vonis itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung negeri itu beberapa tahun kemudian.

Ada peristiwa murid membawa senjata tajam, melakukan tawuran, saat dikeluarkan oleh sekolah, orangtuanya menggugat mengunakan pengacara, berlandaskan hukum bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan, melaporkan ke Polisi, membuat warga sekolah bertambah pekerjaan menghadapi kasus hukum, diliput media, dipanggil oleh Dinas Pendidikan atau Pemda, dalam rentang waktu yang panjang itu sangat melelahkan menguras energi dan biaya, sehingga membiarkan murid pembawa clurit, pelaku tawuran yang sudah dikeluarkan itu kembali bersekolah.

Bagaiamana sekolah di negeri kamu?


2 Comments

Dahsyatnya dokumentasi di era digital

  

Ketika Saya mengamati statistik blog ini, Saya menjumpai tagline  MOTIVATOR PENDIDIKAN, dan ketika Saya search di Google bertemu dengan dokumentasi REPUBLIKA ONLINE yang mewawancarai Saya beberapa tahun lalu, ternyata dokumentasi itu masih terus bisa dinikmati hingga kini, berapa banyak dokumentasi diri Anda, Sekolah atau Institusi tempat Anda bekerja yang bisa dinikmati hingga kini bahkan oleh orang-orang sedunia, di Youtube Saya menitipkan ratusan kenangan aktifitas Saya, silahkan dinikmati.


1 Comment

Adakah sekolah yang mendidik muridnya jadi orang tua yang baik?

broken home

Pernah perhatikan murid yang bermasalah di sekolah?
Bapak, Ibunya bercerai beberapa tahun yang lalu,
Bapaknya menikah lagi dan memiliki anak baru,
Ibunya juga menikah lagi dan memiliki anak baru juga,

anak itu kadang tinggal bersama ibu kandungnya
saat tertentu dia tinggal bersama ayah kandungnya
entah apa yang dia rasakan
sepertinya dia marah dan tak terima pada keadaannya

mulai sering tidak masuk sekolah
alasannya beragam, mulai kesiangan hingga tak cocok dengan teman sekelas,
seolah kehancuran keluarganya direspon dengan menghancurkan dirinya
mungkin anak itu berharap orang tuanya jadi lebih peduli dengan dirinya

sayang kedua orang uanya sibuk dengan keluarga barunya
si anak seperti melayang diantara sedih, marah, kecewa, menderita
si anak lupa bahwa hidupnya adalah milik dirinya sendiri
andai orangtuanya mesra hingga akhir hidup, anak harus mandiri
walau orangtuanya saling benci saat anaknya masih kecil, anak harus mandiri

adakah sekolah yang mendidik muridnya jadi orang tua yang baik?
adalah sekolah yang mendidik muridnya jadi anak yang baik?
Coba simak saat upacara bendera, amanat apa yang paling serring terucap?
Lulus Ujian Nasional 100 %, Bela Negara, jaga nama baik sekolah, …

Menurut kamu?


Leave a comment

Ngobrol sama teknisi Garuda: GMF yang alumni SMKN 29 Penerbangan Jakarta

image

“Sy dah duga Om @agus_rahmansaleh bakal datang, sy kangen gus, juga buat mirga, bagus, yuni & smua yg di foto itu, andai bisa kita janjian ke kapal trus kasih motivasi bwat adik” mu spt pak rivai lakukan itu bwat kamu, bakal warbyasah deh anak” kapal, cc: Ibu @lelaaurjaman”

Demikian cuplikan dialog saya dg alumni Kapal yg bekerja di GMF di instagram, bangganya warbyasah bahwa Saya pernah mengenal mereka & tahu betapa beratnya perjuangan mereka buat memberi arti pada kehidupannya & berbakti pada orang tua, love you and proud of you banggets guys.


Leave a comment

Orang yg miskin banget perokok, orang yg kaya banget tak merokok, kamu?

image

#Repost @indozone:

Pemilik PT. Gudang Garam Susilo Wonowidjojo memiliki kekayaan senilai 5,3 miliar dolar amerika yang dalam mata uang Indonesia 58,3 triliun rupiah dengan kurs 11 ribu rupiah per dolarnya.

Kekayaan itu diperoleh dari Grup Gudang Garam yang sangat terkenal dengan produk rokoknya. Ada yang menarik dari pribadi beliau, karena meskipun pemilik salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia, namun ternyata beliau tidak merokok.

Benar atau Tidak, Beginilah Herannya Pegawai pabrik rokok tersebut, karena teryata owner Gudang Garam yang sangat kaya raya malah tidak merokok sama sekali.

Pegawai : “Bapak, kenapa kok Bapak tidak merokok sama sekali?”

Owner : “Lhoh, memangnya kenapa?”

Pegawai : “Kan bapak pemilik Gudang Garam, kenapa malah tidak merokok?”

Owner : “Itu di bungkus rokok kan ada tulisannya: Merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Ngapain saya merokok kalo bisa jadi penyakitan.”

Pegawai : “Maksud Bapak….?”

Owner : “Percuma jadi orang kaya kalo kena kanker, penyakit jantung, apalagi impotensi.”

Pegawai : “Lhah, kenapa bapak bikin pabrik rokok?”

Owner : “Rokok itu dibikin hanya untuk orang orang yang NGGAK BISA BACA saja..!”.

(Source KamasTop)

Semoga bisa jadi inspirasi untuk kalian.. Tag teman kamu yang perokok guys! 😄😄😄

Follow, like, komentar dan tag temanmu untuk ikut bersama kita guys:) #kamuharustau #indozone


Leave a comment

Fenomena Siswa dan Motor

Silahkan simak apa pendapat anak sekolah tentang anak kecil yang membawa motor ke sekolah

wulanhari

Guys guys guys gue mau cerita nih tapi sebelumnya gue mau salam dulu

Assaalamualaikum

Nah gue mulai nih ye. Udah pada tau kan fenomena jaman sekarang, yaelah bahasa gue fenomena tidur aja masih merem haha. Oke abaikan kegajeanku tapi sekarang serius nih kita tapi jangan serius – serius banget dah bawa rilex aja bro.

Menurut lo pada nih apasih tuh yang namanya peraturan atau tata tertib ? ya kalo menurut yang gue dengar dari orang – orang nih ye, peraturan itu adalah aturan yang harus dilakukan atau dilaksanakan yang dibuat untuk mengatur dan menertibkan kehidupan dan lingkungan sekitar.

Tapi, yang gue bingung nih udah tau tuh peraturan dibuat untuk dilaksanain masih aje pada pada melanggar peraturan. Yang paling gue kesel nih ye udah tau melanggar masih aja  pada banyak alasan, alasan inilah, alasan itulah, basi bro basi.

Ngomong – ngomong tentang peraturan nih, gue kan masih sekolah pastinya di sekolah…

View original post 549 more words


2 Comments

Pak Guru, Bu Guru: Silahkan cukur rambut muridmu

rambut

ilustrasi

Di Negeri Paman Besut Guru-guru semakin takut untuk menegakkan disiplin kepada murid-muridnya disebabkan perubahan paradigma pandangan orang tua terhadap kekerasan dan Hak Azasi Manusia (HAM). Seolah kini Guru-guru tak peduli terhadap disiplin anak dalam hal kehadiran di sekolah, anak yang sering tak masuk sekolah pun Kepala Sekolah tak berani memberikan sangsi dikeluarkan dari sekolah karena takut berhadapan dengan orang tua murid, pengacara, atau tekanan pejabat PEMDA yang punya hubungan dengan murid yang tak disiplin masuk sekolahnya, bahkan ada sekolah yang menugaskan Gurunya untuk menjemput murid yang sering tak masuk sekolah untuk mengikikuti Ujian Akhir Sekolah.

Kalau dahulu sering ada kerja bakti membersihkan sekolah yang melibatkan guru, karyawan dan semua murid, sekarang banyak Guru yang tak percaya diri meminta bantuan murid untuk ikut serta membersihkan sekolah, takut ada anak yang bilang pada orang tuanya bahwa dia disuruh mengerjakan pekerjaan yang tak pernah dilakukan di rumah, sehingga orang tua protes hingga ke Dinas Pendidikan atau PEMDA yang berbuntut panjang dan melelahkan.

Lihat juga penampilan rambut murid-murid Lelaki yang sering panjang dan tak dipedulikan Guru-gurunya karena takut diperkarakan ke polisi hingga ke pengadilan seperti yang terjadi di Negeri tetangga.

Peradilan sesat di Negeri tetangga telah menjatuhkan hukuman kepada Guru yang mencukur rambut muridnya pada tahun 2012, yang dilaporkan oleh orang tua murid ke Polisi, tetapi Hakim yang tak sesat di Mahkamah Agung membebaskan Guru itu pada tahun 2015. Hakim-hakim yang bermutu kemudian menghukum Orang Tua Murid yang melaporkan Guru di atas dan membalas mencukur rambut Guru itu, sehingga orang tua yang terlalu sayang dengan anaknya itu harus dipenjara.

Di sekolah-sekolah gratis guru makin takut terapkan disiplin kepada muridnya, yang dalam jangka panjang membuat sekolahnya tak diminati masyarakat, kecuali mereka yang terpaksa tak punya nilai yang bagus atau tinggal tak jauh dari sekolah itu.

Sementara ada sekolah yang muridnya membayar puluhan juta kepeng untuk masuk serta iuran bulanan jutaan kepeng, menerapkan disiplin super ketat, murid yang menyontek saat ulangan harian di kelas jadi pelanggaran disiplin sangat serius dan diberi sangsi dikeluarkan dari sekolah yang didirikan hampir seratus tahun yang lalu.

Bagaimana di sekolah Anda?

 

 


Leave a comment

Menikmati dua yang pertama & dua yang terakhir

dwitagama tunas harapan

dwitagama smkn 36

Foto pertama adalah suasana workshop Guru-guru Sekolah Tunas Harapan Bekasi yang menjadi memory Training Saya yang pertama di tahun 2015, berlangsung pada tgl 10 Januari 2015.

Foto kedua adalah memory melepas kerinduan di Apel Pagi SMKN 36 Jakarta, 26 Januari 2015 sebagai presentasi saya yang kedua di tahun 2015.

dwitagama-bsn-bppt-1

dwitagama-twc-5

Foto ketiga di atas adalah presentasi saya yang ke 65 tgl 17 Desember 2015 di Badan Standarisasi Nasional, BPPT RI, Jl. MH Thamrin Jakarta, sharing tentang Komunikasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, kegiatan yang diselenggarakan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional, BNN RI.

Foto terakhir adalah presentasi terakhir Saya 24 Desember 2015 yang ke 66 sepanjang tahun itu, bersinergi dengan KOMUNITAS SEJUTA GURU BLOGGER INDONESIA – KSGBI. IKATAN PROFESI GURU INDONESIA – IPGI, METRO TV, dsb.

Ratusan foto-foto training saya yang saya dokumentasikan di Blog TRAINER KITA

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada ratusan bisa dinikmati disini.


Leave a comment

Pencinta Rosululloh seharusnya tak merokok?

image

Saya senang sekali menemukan foto di atas pada timeline instagram saya, karena sejak lama saya prihatin dengan jumlah perokok di Negeri Paman Besut yang makin banyak dan makin banyak anak muda yang kecanduan rokok, pendidikan, agama seolah tak berpengaruh, orang tua sepertinya membiarkan anak-anaknya yang masih belia merokok di hadapannya.

Andai para pemuka agama di Negeri Paman Besut bersepakat menyatakan bahwa rokok itu haram lebih dari sekedar makruh (yang disepakati saat ini) mungkin para pencinta Rosul dengan senang hati taat tak merokok.

Jika Rosululloh SAW masih ada hingga kini dan dimintakan pendapat Beliau tentang rokok, apakah beliau membiarkan umatnya membeli benda yang berisi zat-zat pembunuh.

Pemerintah  di Negeri Paman Besut perlu diingatkan  jika rokok dinyatakan sebagai pembunuh & mengharuskan perusahaan rokok mencetak peringatan bahwa rokok itu pembunuh manusia, kenapa rokok dibiarkan dijual bebas, dibeli oleh siapa saja, dijual secara eceran per batang.

Saya membayangkan, para pencinta Rosululloh SAW  di Negeri Paman Besut  menuju ke lokasi Maulid dengan seragam putih & jaket hitam berstrip silver, dengan logo kubah masjid, wangi farfum sorgawi, tak merokok selama diperjalanan ke lokasi maulid, selama maulid berlangsung hingga pulang ke rumah masih tetap wangi sorga & bertambah cintanya pada Rosul, tak merokok karena mencintai organ tubuh yang diberi oleh Allah SWT untuk dimanfaatkan bagi kebaikan sesama manusia.

Kamu Pencinta Rosul? Tak merokok? Atau akrab dengan pembunuhmu? Berbonus bau asep plus baju koko jadi bolong-bolong kerana asap?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,398 other followers