Blog Pendidik


2 Comments

Anak kita jadi PEMADAM?


Berjuang pertaruhkan nyawa … semoga Allah melindungimu … Anda mau jadi pemadam, atau apakah anda izinkan anak anda jadi pemadam?

Advertisements


2 Comments

KTSP Kulon Progo Jogjakarta


Sejak Kamis 22 Maret 2007 Saya berada di Kulon Progo Jogjakarta untuk melaksanakan
tugas pendampingan Penyusunan KTSP yang diberikan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas RI, menemani Ibu Veronica dan Ibu Hadiyati, yang diharapkan proses penyusunan KTSP di seluruh Indonesia bisa segera tuntas dan menjaring masukan serta aspirasi di lapangan.


Tiba di stasiun Wates, Kami dijemput oleh Pak Drs. Harminto, MM … langsung menuju Dinas Pendidikan Kulon Progo karena telah ditunggu oleh kepala dinas kecamatan dan beberapa kepala sekolah yang menjadi panitia. Hampir magrib acara tuntas … diakhiri dengan jamuan dan ramah tamah

Jumat Pagi Kulon Progo diguyur hujan cukup lebat yang tak henti sejak sore kemarin … tetapi hal ini tak mengurangi motivasi stakeholder pendidikan Kulon Progo untuk hadir di acara kami …. Selesai pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo, Drs. Muhammad Mastur, BA … tim Pusat Kurikulum memberikan sedikit pengantar, dilanjutkan dengan dialog interaktif. Seru sekali lalu lintas dialog, menunjukkan keseriusan guru, kepala sekolah dan dinas pendidikan Kulon Progo menyikapi perubahan paradigma pendidikan di negeri ini.


Setelah istirahat Sholat Jumat dan makan siang, kegiatan pemdampingan dilakukan kerja kelompok berdasarkan jenjang pendidikan … karena sebagian besar SMA dan SMK di Kulon Progo telah menyusun KTSP maka, kegiatan difokuskan pada inventarisasi kendala-kendala dan aspirasi di setiap kelompok pendidikan.

Saya membagi SMK menjadi enam kelompok dan SMA 3 kelompok … setelah mereka berdiskusi dengan kelompoknya, hasil nya dipaparkan untuk diketahui anggota kelompok lainnya … menggairahkan … indikasi dasi sebuah proses perubahan yang berlangsung.


Secara umum teman-teman mengemukakan kekurangan sarana dan prasarana, penambahan jam belajar, alokasi waktu per mata diklat, jam praktek di sekolah, dan industri … acara berakhir hampir pukul empat sore.


1 Comment

Situs SBY "Hacked"


Membaca posting di Blog Vavai, situs SBY kena Hacked … sekitar pk 07.15 WIB saya kunjungi dah normal lagi … yang menarik pesan dari Hacker nya (Komunita Underground) sangat merakyat, beberapa hal yang diungkap adalah:
1. Turunkan harga bandwith
2. Dukung penerapan IGOS
3. Berantas KKN

Selengkapnya silahkan klik disini


Leave a comment

E learning by design


Tulisan ini Saya Copy dari blog Pak Deni Triwardana
Komputer dalam photo itu masih baru, semula hanya ada tiga unit di ruang guru dengan model lama, sekarang diganti dan di tambah menjadi lima unit semuanya masih baru (seperti tampak pada photo). Apa maksudnya ?

Maksud dari judul di atas adalah berhubungan dengan gambar photonya. Yaitu untuk memancing kreativitas guru agar lebih banyak menggunakan komputer dalam bekerja, Rincian dari Lima komputer itu adalah 1 untuk Para Guru di Program Studi Akuntansi,1 Untuk Program Studi Administrasi Perkantoran, 1 Untuk Program Studi Penjualan, 1 Untuk Program Studi Umum dan 1 yang terakhir untuk Para Staff. Digolongkan begitu agar para guru dari setiap program studi hanya boleh memakai komputer yang diperuntukkan bagi program studinya saja.

Para Kepala Program Studi -pun sudah dibekali laptop dinas begitu juga para staff pimpinan, juga para staff ahli Kepsek. dengan demikian harapan Kepala Sekolah agar para guru terpancing dengan sarana yang diberikan.

Sampai tulisan ini dibuat saya masih mengamati keterpakaian, dan keterpancingan kreativitas para guru di sekolah tempat saya mengajar dengan adanya sarana ini. walaupun masih ada yang keberatan banget dengan adanya sarana ini (aneh juga ya…) tapi guru seperti itupun tidak banyak (diberikan sarana malah tidak mau memakai).

Setiap guru sudah diberikan usb flash disk demikian juga para staff karyawan tata usaha.
Akses internetpun sudah sampai juga di ruang guru dan ruang tata usaha, juga hotspot area bagi laptop yang ber-wifi sudah dapat langsung berinternet ria di sekolah.

Keadaan yang terbaca oleh saya kepada rekan guru yang tidak mau memakai sarana ini adalah tidak terbiasa, takut dibilang bodoh, malas belajar menggunakan komputer, dan ada juga yang bebal ! artinya sarana sudah di tangan tapi benar-benar hanya sebagai asesories, tidak digunakan. (aneh juga ya…) malah dimanfaatkan oleh pihak lain.

Ada juga beberapa rekan guru yang sudah sepuh bahkan yang akan pensiun masih semangat belajar menggunakan komputer dengan pertemuan rutin setiap hari Rabu, dan sekarang telah terbiasa menggunakan komputer bahkan untuk mengisi nilai siswa untuk Kartu Hasil Studi Siswanya.

Kira-kira itulah gambaran para guru di sekolah tempat saya mengajar dengan adanya sarana komputer dan akses internet, bagaimana dengan yang di tempat Anda ?

5 Komentar sejauh ini
Tinggalkan sebuah komentar

Ditempat saya cukup parah pak, yang pakai hanya itu2 saja. saya berencana melakukan kegiatan rutin untuk pemakaian internet, disela2 jam gak ngajar. Barang kali ada yang tertarik. ICT gimana kabarnya pak sudah cair dananya sehingga beli komputer itu yah?
Komentar oleh Helgeduelbek b.31.3108 @ 8:52 adalah

Alhamdulillah Pak, Dananya sudah cair sejak Januari, Kegiatannya masih memperlengkapi peralatan, Komputer yang saya ceritakan di atas adalah limpahan akibat dari Bantuan Revitalisasi alat dari Direktorat.Kiat dari sekolah kami adalah tiap guru wajib membuat laporan secara softcopy, sehingga mau tidak mau harus berkomputer walaupun masih ada yang masih melalui pihak kedua (dibuatkan oleh teman, atau anaknya atau siswanya)
Komentar oleh Deni Triwardana b.31.3102 @ 2:34 adalah

Makin oke aja nih smk nya pak Deni, Ada yang mau saya tanyakan mengenai tambahan subsisdi bandtwith dari telkom. saya tadinya pake wan DKI tapi udah 2 kali kena petir. jadi sekarang pake speedy. Gimana caranya tuk dapet subsidi bandwith
Thanks ya pak Deni!
Komentar oleh Nurhayati b.31.3106 @ 6:55 adalah

Keadaan yang terbaca oleh saya kepada rekan guru yang tidak mau memakai sarana ini adalah tidak terbiasa, takut dibilang bodoh, malas belajar menggunakan komputer, dan ada juga yang bebal ! artinya sarana sudah di tangan tapi benar-benar hanya sebagai asesories, tidak digunakan. (aneh juga ya…) malah dimanfaatkan oleh pihak lain.

Kutipan itu sama persis dengan di sekolah saya.
Kenalan, Pak Guru.
Komentar oleh willyedi b.31.3102 @ 2:50 pm


Leave a comment

Enterpreuneur & Percaya Diri


Salah satu strategi mempersiapkan siswa SMK Negeri 3 Jakarta memasuki dunia kerja adalah melatih mental entrepreneur dan percaya diri melalui kegiatan Bazaar yang dikaitkan dengan uji kompetensi

Sejak awal peserta didik dilibatkan agar mereka lebih banyak berperan dibanding guru, lihatlah sebagai pembawa acara, siswa melakukannya dengan penuh percaya diri dengan kekonyolan khas remaja, sehingga kami tertawa merespon ucapan dan tingkah MC.

Siswa/i mempersiapkan berbagai hal melalui penyusunan proposal, penataan arena bazar, hingga laporan. Endingnya semoga mereka tak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
Terima kasih Pak Puji, Bu Yanti, Pak Haji Bustamam, Bu Haji Darwati, Bu Masnur, Pak Bahar dan semua fihak yang telah mensukseskan kegiatan uji kompetensi. Terima kasih juga untuk para sponsor dan orang tua siswa atas supportnya.


Leave a comment

Lumpurindo

Dua warna
Indonesia kita
Lumpur di atas
Bekas lumpur di bawah

Lumpur di Sidoarjo
Tak kunjung usai
Di Sumatra longsoran lumpur
Terus menggempur

Pasir lumpur
Pergi ke Singapur
Indonesia berlubang
Jadi sarang nyamuk
Demam berdarah meradang
Rakyat banyak yang terbang

Para elit
Ributkan syarat jadi Presiden
Standar pendidikan SLTA
Diamanatkan Undang-undang

Padahal
Jadi camat
Ijazahnya harus sarjana
Jadi Kepala Sekolah
Harus kuliah dulu

Mungkin benar
Jika para kepala desa demo
Mungkin mereka merasa
Lebih pintar
Karena persyaratan untuk mereka
Lebih tinggi dari presiden

Cepatlah pulih Indonesia kita


3 Comments

Sistem Administrasi Sekolah


Senin pagi Saya mengundang teman-taman Wakil, Ketua Program, Tim IT dan Tata Usaha untuk berkumppul di ruang Saya membahas Sistem Administrasi Sekolah melalui komputerisasi data sekolah, dengan mendatangkan teman dari SMK Negeri 39 Jakarta yang telah menerapkan komputerisasi data murid dan guru, (Pak Supriyono dan Pak Doni yang datang).

Komputerisasi yang dimaksud adalah pengelolaan data kehadiran guru, karyawan, murid dengan menggunakan kartu (barcode), sehingga data kehadiran guru dapat dilihat dalam hitungan detik. Selain itu, pengolahan nilai hingga penyusunan KHS dilakukan secara komputerisasi. Ini bukan tujuan akhir dari proses pendidikan SMK … upaya ini hanya meningkatkan speed untuk penyempurnaan pelayanan agar SMK Negeri 3 Jakarta tidak ketinggalan zaman. Alhamdulillah … mayoritas guru di SMK Negeri 3 Jakarta sudah terbiasa dengan IT … teman-teman wakil kepala sekolah hingga ketua program dan beberapa tenagi inti di SMK Negeri 3 Jakarta (sejumlah 11 orang) telah dibekali dengan Notebook.

Suasananya seru sekali banyak pertanyaaan, antisipasi masalah di kemudian hari dan joke-joke berhubungan dengan sistem yang akan dikembangkan … thx fiends … Bismillahirohmanirrohim … semoga Allah memberkati.


1 Comment

Nice Inspection

dwitagama rationoAt 14 PM Head of Subdis Tendik Dinas DIkmenti DKI Jakarta, unit who manage teacher in Midle School Jakarta came to SMK Negeri 3 Jakarta with out information before … I am so suprise … thx sir …

We re talking about teacher school management and many ideas …  this is not for the first time … thx again sir


2 Comments

Kunjungan Kasubdis Tendik


Kamis, 8 Maret 2007, Pk 16.00 WIB

Pak Sudiono (guru SMK Negeri 3 Jakarta yang sebentar lagi jadi Kepala Sekolah) mengetuk pintu ruang Saya dan kabarkan ada Pak Rationo datang … saat itu Saya sedang simak email yang masuk … wow kunjungan pejabat yang mengejutkan, ini bukan yang pertama beliau ketampat kami … sebelumnya,, beberapa bulan lalu… pagi hari sebelum ke kantor beliau juga berkunjung ke SMK Negeri 3 Jakarta.

Kami membicarakan banyak hal disekitar kegiatan yang libatkan saya di Dinas Dikmenti DKI Jakarta dan seputar pembinaan tenaga kependidikan, beliau juga kabarkan tentang berita mengenai SMK Negeri 3 Jakarta yang dimuat di Majalah Gema Widyakara (terbitan PGRI PD DKI Jakarta) … wow … pembelajaran yang tak terduga … terima kasih Pak Rationo … kami sangat senang Bapak datang, maaf kami tak bisa suguhkan apa-apa karena Bapak sedang Puasa … semoga Allah beri pahala yang setimpal.

Gaya yang baik … pejabat datang ke sekolah tanpa pemberitahuan lebih dulu … pembinaan yang manis … terima kasih Pak, juga untuk Pak Deni Triwardana yang temani kami berbincang … walau sebenarnya datang ke ruang Saya untuk pamitan … cepat pulih dan jangan jatuh lagi ya … terima kasih juga untuk Pak Suparjo yang masih awasi teman yang lakukan perawatan gedung hingga sore hari …


5 Comments

Guruku Sayang Guruku Malang


Saya sedih sekali membaca berita ini:

Solok – Selasa, 6 Maret merupakan hari yang sulit dilupakan bagi keluarga besar Taman Kanak-Kanak (TK) Islam Simpang Dempal, Kecamatan Tanjung Harapan, kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Bagaimana tidak, pada hari itu, 3 anggota keluarga besar mereka meninggal akibat gempa.

Ibu guru Muspa Rina (28) serta dua murid Gea (5) dan Bayu (5) meninggal dunia seketika akibat tertimpa dinding gedung sebelah yang runtuh. Rina dikenal sebagai guru yang baik, disenangi oleh rekan kerja dan disayangi murid-muridnya.

“Kami sangat kehilangan. Kami tidak menyangka dia akan pergi demikian cepat. Seharusnya, pada 17 Maret mendatang ia sudah menjadi sarjana karena akan diwisuda di Sekolah Tinggi Agama Islam. Seharusnya minggu depan ia juga akan mendampingi murid-muridnya mengikuti lomba menari antar TK se kota Solok,” ujar
Desli Fitrianova (23), rekan mengajar Muspa Rina kepada detikcom di depan TK Islam Simpang Dempal, Rabu (7/3/2006).

Beberapa saat sebelum gempa terjadi, belasan murid yang diasuh Muspa Rina sedang melakukan latihan menari untuk mengikuti lomba tersebut. Sedang asyik berlatih, sekitar pukul 11.00 WIB, gempa terjadi dan membuat panik seluruh penghuni kelas.

“Muspa Rina mengarahkan anak-anak yang menangis dan berteriak ketakutan untuk keluar kelas melalui pintu keluar yang terletak di samping kanan sekolah. Seharusnya mereka semua selamat karena berhasil keluar dari ruangan. Namun, apa daya, begitu sampai di luar, ruko yang berada persis di samping sekolah runtuh bagian sampingnya dan menimpa mereka,” tuturnya.

Reruntuhan beton dengan berat ratusan kilogram langsung membuat Muspa Rina serta dua muridnya Gea dan Bayu tewas di tempat. Guru baik beserta 2 murid yang dicintainya pergi untuk selama-lamanya.

“Saya yakin, baik rekan-rekan kerja maupun seluruh murid di TK ini merasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Muspa Rina. Kami betul-betul merasa kehilangan,” ujar Desli sambil menitikkan air mata.(yon/djo)

Sumber: Yonda Sisko – detikcom


2 Comments

Kelas Kompetensi, Tingkatkan Pelayanan

Kamis, 1 Maret 2007 Kepala Sudin Dikmenti Jakarta Pusat, Bapak Andri Kunarso berkunjung ke SMK Negeri 3 Jakarta … beliau baru dilantik beberapa minggu yang lalu, didampingi beberapa stafnya beliau melihat sarana SMK Negeri 3 Jakarta berkaitan dengan rencana rehabilitasi ruang kelas kompetensi berlantai dua terdiri dari enam ruang kompetensidan ruang pertemuan/aula yang berdampingan dengan ruang Unit Produksi. Terima kasih Pak, semoga kita bisa lebih tingkatkan pelayanan kepada anak bangsa, untuk mengantarkan mereka ke kehidupan yang lebih baik.

Maaf, beberapa kali saya menulis kelas kompetensi, yang dimaksud dengan kelas kompetensi adalah ruang belajar yang disetting khusus untuk kompetensi-kompetensi tertentu. Misalnya ruang kompetensi Bahasa Indonesia, dikelas itu terdapat daftar kompetensi yang harus diperoleh peserta didik selama tiga tahun, dengan display pendukung pencapaian kompetensi dan hasil-hasil pekerjaan yang mendorong anak didik meraih kompetensi yang ditargetkan kurikulum … ada teman yang menyebutnya sebagai kelas kompetensi, tapi kami tak hanya fokus pada perpindahan siswa, sasaran utamanya adalah pencapaian kompetensi yang bermuara pada penyiapan tenaga kerja bermutu.
KELAS KOMPETENSI ini merupakan bagian dari grand strategi kami MENYIAPKAN TENAGA KERJA BERMUTU.


Halangan bukan tak ada, tapi kami minimalkan … suatu kesempatan saat berlangsung dengar pendapat dengan siswa kelas XII dalam persiapan Ujian Nasional seorang siswa mengusulkan kelas kompetensi ditiadakan karena menurutnya “merepotkan & menyita waktu”.

Saya katakan, bahwa dengan sistem lama peserta didik datang ke kelas yang sama setiap hari … sehingga tak sedikit siswa yang tak belajar dirumah, tak bikin persiapan ke sekolah, datang tanpa persiapan ke kelas yang sama dengan kondisi ruang yang sama … selama beberapa bulan dia akan jadi bosan dan kehilangan motivasi untuk belajar … dengan sistem kelas kompetensi siswa yang tak mempersiapkan buku belajar hari itu akan KESASAR masuk kelas (dan itu banyak kejadian – mereka tertawa karena beberapa temannya kesasar masuk kelas lain) akhirnya mereka selalu siap dan motivasi selalu terbaharui setiap hari.

Kedua, saat belajar berlangsung … mungkin siswa/i mengantuk … pada pola lama, waktu-waktu selanjutnya dia akan makin mengantuk walau guru berganti (kecuali gurunya ok benget) … dia terus mengantuk karena duduk di kursi ruang, dan dekat teman yang sama, akhirnya selama hari itu pada waktu yang tersisa dia akan tidur … zzzzzzzzzz … dengan kelas kompetensi jam ke tiga siswa/i akan berpindah ke kelas lain, komposisi duduk berubah, suasana kelas berganti, gurunya beda … para “pengantuk” akan terbangun dan motivasi berubah karena mereka bergerak, berkeringat … seperti ICE BREAKING saat saya presentasi … ha ha

Ketiga, salah satu syarat sekolah nasional adalah MOVING CLASS, … saya tanya siswa dan guru-guru yang ada di ruang itu, apakah kita ga jadi masuk ke tahapan sekolah nasional??? mereka bilang tidak …. so, kelas kompetensi harus kita jalankan dengan mengatasi hambatan yang ada … bersama kita bisa … walllah seperti jargon sebuah partai yang baru saja Munas

Terima kasih buat pengertian siswa/i dan guru, juga karyawan tata usaha yang mau berubah … karena tak ada yang tetap kecual perubahan (Saya teringat ucapan senior kami di SMK Negeri 3 Jakarta Pak Aston Toruan, dihari pertama upacara bersama keluarga SMK Negeri 3 Jakarta) … keep fight