Kali Jakarta

Ada yang butuh dirinya
ada yang benci dirinya
ada yang berlutut memintanya
ada pula yang kejam cemari dirinya …

Seorang penduduk Jakarta melamun
fikirkan strategi apa hari itu
untuk dapat makan sesuap nasi
dihadapan sampah dan air kali
yang tak jernih lagi

Penduduk lain mulai beraksi
siapkan dagangan
untuk dijajakan hari itu


4 thoughts on “Kali Jakarta

  1. etinbedjo

    dosakah yang dia kerjakansucikah mereka yang datangkadang dia menangis dalam senyumkadang dia tersenyum dalam tangisankemiskinan apakah nasib merekaatau salah merekadalam buku rusdinya sich udah ada dari zaman bahela padahal mereka sudah begitu bekerja keras tuk merubah nasib namun ….siapa sich yang salahkesempatan kah yang tidak ada tuk mereka tuk jadi orang yang tidak miskin..kayaknya saya punya rumah begitu besar sebesar negeri inisaya punya bapak dan ibu sekaya negeri ini tapi apa mereka kenal saya dan mau bantu saya dan temen2 saya yang mungikn hampir 50% nasib mereka sama seperti saya mereka kenal saya ketika pilpres…pilkada….pilkades…dlltapi setelah itu apakah mereka masih kenal saya kenal merekayang ada dalam benak pikirannya modal kembaliapakah ada program yang pertama dalam benak bapak2 ibu yang besaradalah program mensejahterakan masyarakat/mengentaskan kemiskinandan mengurangi pengangguran.ditambah harga sembako tidak naik/mahaljadi jumlah orang miskin seperti saya hanya 10% dari jumlah penduduk negeri ini.pernah aku dengar yang namanya JPSsaya tak pernah kenal apalagi dapat eh.. tahu2 ujug-ujug bosnya JPS diperiksa oleh bapak pulisitahu sampe sekarang gemanadah dipenjara atau masih berkeliaranlier lah mikiranana.prinsip bagi orang seperti saya mahhanya live to eat bukan sebaliknya.habis buat makan aja susah

    Like

    Reply
  2. Dedi Dwitagama

    Nuhun komentarnyaKomentar yang terpanjang sepanjang Sy ngeblogMereka tak salah … kompleks dan amat sulit mengurai benang kusut, tetapi sy yakin selalu ada jalan keluarKita coba lakukan dari yang kita bisa, paling tidak menjadi teman buat mereka, termasuk memahami bahwa mereka ada … tetangga kita, penduduk negeri kita … semoga mereka dikuatkan …

    Like

    Reply
  3. Raffaell

    Hua, aku kalo jadi mereka mending aku di kirim jadi transmigran, dapat tanah, dapat rumah, olah sendiri….zzz

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.