Blog Pendidik

Pengendalian Pemanasan Global

6 Comments

bayiedt.jpgKonsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan.

Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.

Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.

Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

Menghilangkan karbon

Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

Gas karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbondioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

Salah satu sumber penyumbang karbondioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbondioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbondioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbondioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbondioksida sama sekali.

Jika Anda sayang anak cucu … kurangi konsumsi BBM

Sumber: Wikipedia

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetisi, silahkan mampir ke; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan https://dedidwitagama.wordpress.com

6 thoughts on “Pengendalian Pemanasan Global

  1. Aduh lucu Banget anak itu?

    Yup … bening dalam berbagai aspek, thx 4 comment

  2. Iya pak saya setuju banget kalau penggunaan BBM dikurangi! Apa lagi kalau lihat anak yang ada di foto itu, ….iiihh lucu banget?

    Thx 4 comming sir

  3. isu pemanasan global sudah cukup lama di dengar, namun kenapa ya baru-baru ini saja wacana tersebut membumi, meski demikian masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu pemanasan global (global warming), ya,.. cukup mengerikan bila membaca artikel** maupun menonton film “an inconvinient truth” karya mantan wapres USA “Al Gore”. kita semua boleh ngeri dan marah terhadap kerusakan alam,
    permasalahannya meskikah kita marah ??? bukannya kerusakan alam ini juga sebagian besar karena ketidak ramahan umat manusia terhadap alam???
    sudah waktunya buat kita semua sadar dam memulai untuk sadar dan ramah terhadap lingkungan, mari bergerak bersama dan memberikan penyadaran kepada masyarakat, keluarga dan teman untuk hal tersebut.
    setidaknya kita semua bisa melakukan salah satunya:
    1. hemat energi
    2. gunakan produk ramah lingkungan
    3. stop penebangan hutan
    4. buang sampah pada tempatnya
    5. tanam pohon kembali
    6. hemat air
    7. and many more,….
    dengan melakukan salah satu dari di atas maka kita semua sudah dapat menyelamatkan bumi dari kehancuran, stop global warming sangat tidak mungkin, mengurangi dampak pemanasan global adalaha jawaban yang mungkin..
    melalui milist ini semoga menjadi forum komunikasi dan bergerak bersama untuk menyelamatkan bumi…
    salam untuk semua,….
    boyke walfredo
    jakarta

    Yes Boyke, absolutely agree .. trm ksh atas banyak tambahan info … mengamati situasi spt yang anda ungkap, ,aka Saya tergerak untuk lebih mempelajari tentang pemanasan global, thx 4 dropping

  4. Mmm..BeTuL!!kasian beRuang kuTub.. Hewan itu pada dasarnya ga suka beRenang,tapi dia terpaksa berenang karena es-es di kutub udah mulai mencair.. Ayo!!HemaT LisTrik,mandi pake air dingin ajah!jangan manja! muLai dari yang keciL..semangaT!!!

    Sa7, thx for comment

  5. pokoknya semua orang harus sadar kalau masing2 orang mempunyai peranan penting untuk mengurangi global warming ini….
    semisal kita tanam seribu pohon masih nunggu lima tahun untuk besar tetapi dalam waktu kurang dari satu jam pohon-pohon berumur ratusan tahun dibabat habis bahkan sampai berhektar-hektar………
    kita mengurangi menggunakan bahan bakar tetapi asap-asap pembakaran dari pabrik masih tidak terkontrol……….
    kita mendaur ulang sampah dedaunan tetapi sampah-sampah plastik berkeliaran dimana-mana………
    semuanya harus dilakukan serentak dari segala aspek kehidupan sesegera mungkin………OK!!!!
    tetapi apakah itu mungkin?????

    Kita kerjakan aja yang mungkin kita lakukan, thx 4 comment

  6. Indonesia itu selalu telat, mau bertindak klo sudah terjadi. tapi no problem sih….dari pada tidak sama sekali mending terlambat, walaupun itu suatu kebiasaan yang sehaarusnya di buang jauh-jauh. bukannya begitu…..??? SBY jangan dipilih lagi deh….

    Betuul … kita sering tak mengantisipasi … lalu kita pilih siapa donk … Anda punya calon?? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.