Blog GURU SMK 3 Jakarta

web-smk3.JPGMungkin Anda pernah berkunjung ke website SMK Negeri 3 Jakarta, pada bagian kiri bawah terdapat link ke banyak blog guru kami … total guru kami semua 39 orang, sehingga hampir 30 % guru kami sudah memiliki blog, diluar itu ada teman lain yang sudah memiliki blog tapi belum aktif posting, sehingga belum di listing di web kami.

Awalnya sangat sulit mendorong teman-teman guru untuk mulai ngeblog … tapi perjalanan waktu memperlihatkan beberapa guru jadi kecanduan, silahkan kunjungi Blog Pak Deni Triwardana, yang padat dan bermakna … juga Blog Pak Haji Bustamam Ismail, guru Pendidikan Agama Islam yang selalu berkotbahke seantero negeri … ada juga Blog Pak Parjono yang banyak rumus matematika dan tugas-tugas siswa … Pak Haryanto banyak sentuhan kemanusiaan, Blog Ibu Umi Umairoh, pakar akuntansi di sekolah kami banyak puisi, Blog Pak Parjono banyak rumus Matematika … dan masih banyak blog lain.

Mulai tahun ini kami alokasikan budget untuk insentif para blogger sebagai upaya memberi penghargaan kepada mereka yang terus mengupdate diri dan sebarkan ilmu kepada dunia, serta mendorong anak didik lebih canggih dalam IT … keep fight friends

10 thoughts on “Blog GURU SMK 3 Jakarta

  1. willy 31

    subhanallah,,pemikiran yang realistik ………pak dedi memang oke selalu melakukan terobosan untuk kesejahteraan guru-gurunya……. wah pak dedi kapan bisa bergabung dengan team pak dedi……. ,,,denagn insentif memberikan semangat baru untuk para blogger dalam menumbuhkembangkan kreatifitas tulisan dalam blog nya… keep your work

    Alhamdulillah … Anda bisa gabung kapan aja… semoga insentif itu bisa bermakna, endingnya makin banyak guru yang melek IT

    Like

  2. Pasti asyik punya kepala sekolah kaya Bapak. Bagaimana caranya mengajak rekan guru untuk mau ngeblog Pak? Saya kesulitan mengajak mereka untuk ngeblog. Rata-rata alasan yang dikemukakan sama, entah karena tidak tahu apa yang mau ditulis dan juga karena merasa tidak berbakat untuk menulis. Padahal, justru dengan ngeblog lah ketrampilan menulis kita dapat diasah ‘kan Pak?

    Ya … itulah fakta pendidik kita … Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) masih dianggap sulit, mereka lebih suka mengajar hanya dengan bicara … terima kasih anda datang ke program kami

    Like

  3. Suatu hari saya sempat ngobrol ngalor ngidul dengan rekan sejawat tapi beda profesi. Dia seorang Supervisor di Perusahaan BUMN Penjual Pupuk. Dari obrolan ringan, berlanjut menjadi obrolan sedikit serius seputar honor yang kami terima,

    “Denger-denger kamu ngajar ya, Di?” Tanya Haris membuka obrolan.

    “Iya, nih! Cuma ngajar 12 jam per minggu doang kok!” Jawabku agak seret.

    “Mayan dong, sebulan bisa 48 jam dikali berapa? Rp.15K,-? Jadi Rp.720K ya?” Kata temenku menganalisa.

    “Ngawur kamu!! Kalo gitu itungannya, enak gua Ris!! Gajiku itu cuma RP.180.000,-!!” Kataku menjelaskan. “Tadinya aku pikir begitu, tapi ternyata 12 jam itu itungan sebulan, meski pada kenyataannya kita tiap hari mengerjakan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan profesi kita, tetep aja gajiku segitu…”

    “Murah banget! Katanya jadi guru kesejahteraannya udah meningkat?”

    “Itu Guru PNS, Ris. Guru Honor mah jadi kuli!! Yah, jangan salahkan kalo guru honor kerjanya setengah hati. Yang PNS aja banyak yang males-malesan. Gimana gak setengah hati Ris? Dia harus ngebut cari objekan lain, termasuk aku. Makanya aku masih mo nerima job ‘kan Ris, meski statusku disebut Guru..” Jelasku panjang lebar.

    “Wah, susah juga ya? Tapi kenapa guru honor sepertimu gak langsung ciao aja, cari kerjaan lain kek, apa kek, yang lebih menghargai skill kamu? ” Tanya Haris memancing opini.

    “Banyak faktor Ris yang menyebabkan guru atau tenaga honorer lainnya tetep begini. Pertama, mungkin karena gak ada kerjaan lain, kedua, bisa jadi gak punya keahlian lain buat ngobjek, terakhir bisa jadi karena hutang budi karena disekolahkan ke jenjang lebih tinggi..” kataku, “Untuk kasusku, masih mending Ris, aku masih memiliki pekerjaan sampingan, memiliki keahlian yang bisa aku manfaatkan jadi duit, sehingga profesi guru dengan gaji kecilpun tetep aku jabanin..”

    “Di, untuk kasusmu mungkin pengecualian, tapi gak semua guru bisa seperti kamu ‘kan?” tanya Haris sambil menyeruput Kopinya.

    “Bener Ris, oleh sebab itu jadi guru itu butuh keiklasan. Tapi harga sebuah keiklasan dan pengabdian ternyata murah sekali. Padahal guru itu memiliki tanggungjawab yang sangat besar, dipundak mereka dipikul harapan banyak orang, banyak orang Ris..!! harga yang tak sepadan dengan beban yang harus ditanggung!” Jelasku panjang lebar kembali.

    “Kamu udah berapa lama jadi guru honor Di?” Tanya Haris.

    “Baru 4 bulan Ris. Mungkin aku gak lama lagi jugs ciao..Mo ngumpulin duit dulu. Entar kalo memang nasibnya jadi guru, pasti jadi guru ‘kan Ris. Tapi guru yang PNS. Minimal ngobjeknya dikurangi kalo dah PNS” Jawabku diplomatis.

    “Yang penting, gimana caranya dapur tetap ngebul, ngajar tetep jalan, meski gak optimal. Kalo gitu kapan dung pendidikan kita mo maju kalo begini..?” kata haris seperti bertanya pada diri sendiri.

    “Kapan-kapan Ris, kapan-kapan..” Jawabku enteng.

    Dengan ngeblogpun, kita tahu bahwa guru itu manusia juga…

    Bung …. keikhlasan, ternyata membuat kita bisa kerja optimal dan duit datang dengan sendirinya, Saya telah meyakini dan alami hal itu, thx 4 comming and long comment

    Like

  4. Kami di SMKN 39 Jakarta juga sudah banyak guru yang buat blog pak Dedi.

    Informasi sekolah dan blog guru kami tampilkan di blog sekolah http://smkn39jkt.wordpress.com.

    Target saya sampai dengan Semester ini 50% guru punya blog masing2. dan semoga semester ganjil tahun depan target bisa ditingkatkan lagi.

    thank,s for the suport

    Brafo … hebat euy 😀

    Like

  5. david

    salam SUPER Pak DEDI! Sungguh sebuah motivasi dan pemikiran yang membangun jika para guru bisa membuat blog dan ber internet ria sehingga kualitas guru semakin melek teknologi informasi…BRAVO TERUS

    salam super Bung David … sy hanya mengisi detik-detik berharga dengan berbuat yang terbaik yang saya bisa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.