@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Kepala Sekolah VS GENG

21 Comments

bullying.jpgSedih, miris, malu, kasihan … dan beraneka perasaan berkecamuk membaca berita Bullying/kekerasan di sekolah … sebenarnya kekerasan itu terjadi dimana-mana, masalahnya jika hal itu terjadi bertahun-tahun dan berulang-ulang ditempat yang sama berarti ada yang tak beres di tempat itu … manajemen, manajer dan yang mengangkat manajernyanya mungkin perlu dipertanyakan.

Kekerasan terjadi di SMA Negeri 34 Jakarta terungkap lewat penuturan Herry S Sirath, orangtuaFadhil. Penyiksaan itu ditengarai juga terjadi terhadap siswa kelas X (kelas I) lainnya hingga beberapa siswa juga mengalami patah tulang. Penyiksaan terhadap Fadhil dan siswa lainnya diduga dilakukan siswa kelas XII (kelas III) anggota geng itu.

Pihak korban telah melaporkan penyiksaan itu ke Kepolisian Resor Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (8/11). Korban melaporkan lima siswasenior anggota geng Gazper, yang ditengarai paling bertanggung jawabdalam peristiwa itu. Fadhil juga sudah menjalani visum untuk penyidikan lebih lanjut

Menurut Herry, sejak masuk SMA 34, anaknya sudah dipaksa seniornya untuk bergabung dengan geng Gazper. Karena menolak, Fadhil sering mendapat teror mental dan pukulan.

Karena tidak tahan, Fadhil akhirnya menerima tawaran kakak kelasnya
untuk bergabung dengan geng terbesar di sekolah unggulan itu.
Keputusan itu justru makin membuatnya mendapat siksaan fisik lebih keras.

“Pada September lalu, tulang lengan kirinya patah akibat dipaksa
berkelahi melawan dua pentolan geng yang paling jago silat. Dua minggu
lalu, di lengan kiri Fadhil juga terdapat tiga luka bekas sundutan
rokok. Saat saya tanya, dia berbohong dan mengatakan patah tulang
karena jatuh dan sundutan rokok terjadi secara tidak sengaja,” kata Herry.

Penyiksaan itu, kata Herry, terungkap setelah Fadhil membolos sekolah
pada Jumat (2/11). Setelah didesak, Fadhil mengaku terpaksa membolos
karena hari itu adalah hari penyiksaan dari senior kepada yunior.

“Saya sangat marah mendengar hal itu dan langsung menghubungi kepala
dan wakil kepala sekolah. Saya juga sempat mengumpulkan 250 siswa
anggota geng Gazper di aula sekolah dan menemui lima orang yang
menyiksa anak saya pada Selasa (6/11),” kata Herry.

Menurut Herry, berdasarkan keterangan Fadhil, geng Gazper terbentuk
sejak 10 tahun lalu dan terus melakukan kaderisasi terhadap
siswa-siswa baru. Dua tahun lalu kepala sekolah sudah mengetahui
keberadaan geng itu, tetapi belum mengambil langkah tegas untuk
membubarkannya.

Selain Fadhil, seorang siswa kelas X juga mengalami patah tulang
akibat penyiksaan. Selain itu, puluhan murid laki-laki juga sering
disiksa di dalam kamar mandi sekolah.

Pemalakan

Selain menyiksa siswa yunior, pentolan-pentolan geng Gazper juga
melakukan pemalakan terhadap seluruh siswa. Jumlah yang diminta dari
setiap angkatan bervariasi, tergantung permintaan para senior.

Cara pemalakan itu dilakukan melalui koordinator geng di setiap
angkatan, yang disebut sebagai “jenderal”. Setiap angkatan memiliki
lima sampai 10 “jenderal”, yang diambil dari siswa yang paling jago
berkelahi.

“Saya meminta ketegasan kepala sekolah dan mengeluarkan siswa yang
terlibat,” kata Herry.

Kepala Sekolah SMA 34 Ahmad Mukri mengatakan, kelima siswa yang
dilaporkan ke polisi itu kini sedang dalam pertimbangan untuk diberi
sanksi. “Masih dalam proses (pemberian sanksi). Kalau membahayakan,
paling maksimal mereka dikembalikan ke orangtua (dikeluarkan),” kata
Ahmad.

Soal laporan pihak korban ke kepolisian, Ahmad berpendapat kasus itu
sebaiknya diselesaikan secara internal saja. “Mengingat yang terlibat
masih usia sekolah. Jangan sampai masa depannya hancur,” ujar Ahmad.

Peristiwa bullying atau kekerasan di sekolah yang terakhir kali
mencuat di media massa adalah kasus di SMA Pangudi Luhur (PL), Jakarta
Selatan. Korbannya adalah Blasius Adi Saputra (18), siswa kelas I.
Kasus itu dilaporkan ke Kepolisian Resor Jakarta Selatan, tetapi
hingga kini tidak jelas kelanjutannya. Pihak sekolah telah
mengeluarkan empat dari 12 siswa yang dilaporkan ke polisi. Adi
sendiri akhirnya keluar dari PL dan memilih mengikuti homeschool.

Ivan Wibowo, pengacara yang pernah menangani kasus bullying
mengatakan, kasus bullying bisa semakin merebak jika proses penegakan
hukum tidak dijalankan secara tegas, termasuk kepada anak-anak.

“Karena sering kali kasus kekerasan selalu diselesaikan dengan damai,
akhirnya tercipta pemahaman pukul-memukul itu tidak masalah, mental
masyarakat jadi rusak,” kata Ivan.

Tindakan melapor ke polisi kerap kali menjadi pelik bagi korban.
Sebab, tekanan dari sesama siswa di sekolah terhadap si korban sangat
kuat. Hal tersebut juga dialami Adi, yang sebagian besar temannya
tidak setuju atas tindakannya melapor ke kepolisian. Para siswa yunior
terbelenggu dalam ketakutan masif.

Sumber: Kompas

Image: alcaraz.files.wordpress.com

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; https://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

21 thoughts on “Kepala Sekolah VS GENG

  1. wah….ternyata bukan hanya geng motor aja yang lagi ngetrend …disekolah juga ada…… pecat aja kepala sekolahnya….masa dibiarkan saja….. di smun (ccc)( maaf disamarkan ) di bilangan jakarta pusat juga pernah terjadi hal demikian waktu saya masih sekolah oleh salah satu ekskulll…cuma pihak sekolah tegas …langsung dibubarkan secara paksa dan sekretariatnya langsung di obrak – abrik oleh pihak sekolah… ….. yang ironisnya kok terjadi di sekolah unggulan yah….TANYA KENAPA??????

    Kawan coba dengar apa jawabnya … !!! :D ketika ia kutanya MENGAPA???? :D

  2. ga nyangka ya.. kirain plonco2an ato mapras2an udh ga jaman deh. tp koq msh ada aja ya yg kpikiran bwt mlonco2 ade kelasnya sekejam itu.. gunanya bwt apaan siy sebenernya.. mndingan belajar yg bae.. biar pinter.. ngebanggain orang tua.. trs cari cewe yg cakep… cari duit yg banyak.. kawin.. punya anak.. udh kan enak… koq malah nambah2 mslh.. klo dah gini.. bayangin coba perasaan orang tuanya.. dah ngegedein anaknya cape2.. dimasukin ke sekolah yg bgs.. eh malah disiksa.. weleh weleh….

    betul rommy … bikin hidup yang susah ini lebih susah …. thx 4 comment

  3. maaaaaaaaaaaak…….!!!!!!!!
    aku g mau sekolah.
    takut ma kakak2 senior

    Wah … jangan smpe ga sekolah dong … masih banyak koq sekolah yang baik, atau home schooling aza

  4. jadi inget jaman smp, klo di bdg, dulu, ada xtc, brigez, dkk. ga ga da tuch yang namanya diajakin masuk geng. ga tau jg klo mank ada kriteria anak yg gmn aja yg diajak msk geng. tp yang saya tau geng adalah tempat beredarnya narkoba dan sumber dari segala masalah. pernah satu waktu smp saya diserang smp lain. komplek saya diserang sampai 2 kali. KARENA PERANG ANTAR GENG. dari dulu dan hingga sekarang saya percaya ama yang namanya PENGENDALIAN DIRI dan GENG=MASA DEPAN SURAM.

    SMP nya dimana? … kalimat terakhir anda sangat saya se7i … thx

  5. oh ya … satu lagi … PINTAR-PINTAR … pintar-pintar aja dech …

    Maksudnya … ???

  6. Good comment on that, sir.
    I’m still learning how to do bloging as you did.
    Keep up the good work.

    wassalaam,
    bayu waspodo

    I am so proud that U come 2 my blog, tq sir

  7. Tergantung anak nya sih pak kalo itumah, dulu saya rangkin di atas 3,2,1 terus pas smp sampe smu, tapi saya sukanya nongkrong sama anak anak geng gitu, jadi lebih dekat sama anak anak itu di sekolah ketimbang ama anak anak di kelas…

    jadi, saya alim di kelas, di luar kelas saya nongkrong bareng yang bandel bandel, karna mereka suka nongkrong ngeliatin cewe cewe lewat, siul siulin, dan kadang mereka maen bola, berantem ( saya ikutan juga… ) whuahauhuhaha

    wahahahaha…

    tergantung orang nya….

    Betul … Saya juga bergaul dg anak geng … tapi tetap bisa kontrol diri … untungnya geng teman sy ga suka menghajar adik kelasnya

  8. Kalau saya melihat ini adalah akumulasi dari sikap sekolah (dalam hal ini kepala sekolah) yang telah membiarkan kehidupan premanisme yang terjadi di lingkungan sekolah. Kalau dilihat dari usia geng gasper ini sudah 10 tahun mustahil guru, staff sekolah bahkan kepala sekolah sendiri tidak terlambat mengetahui kondisi ini. Mesti diselidiki dari siswa yang terlibat secara langsung hingga kepala sekolah yang mencoba cuci tangan dengan mengatakan baru mengetahui kegiatan tersebut 2 tahun belakangan. Hentikan Premanisme di lingkungan sekolah !!!

    Yo ayo …. ju sa7 …. !!!

  9. Kalau saya melihat ini adalah akumulasi dari sikap sekolah (dalam hal ini kepala sekolah) yang telah membiarkan kehidupan premanisme yang terjadi di lingkungan sekolah. Kalau dilihat dari usia geng gasper ini sudah 10 tahun mustahil guru, staff sekolah bahkan kepala sekolah sendiri tidak / terlambat mengetahui kondisi ini. Mesti diselidiki dari siswa yang terlibat secara langsung hingga kepala sekolah yang mencoba cuci tangan dengan mengatakan baru mengetahui kegiatan tersebut 2 tahun belakangan. Hentikan Premanisme di lingkungan sekolah !!!

    Ayo … hentikan!!!

  10. Sumpah
    Thank You bgt bwt Blasius
    Dia udah bantuin hidup gw lebih ringan
    Kalahkan bullying!!!!

    Blasius hebat !!! siapakah dia??

  11. wah kl negri kita dilanda kekerasan terus menerus (kekerasan secara global baik dlm RT, sekolah dll) bagaimana mau maju SDM negri ini.Apa kata dunia coba???

    Kalau kekerasan dalam hukum untuk maju … spt negeri tetangga kita mungkin bagus ya … :)

  12. karena memang mentalitas bangsa kita itu plagiator banyak meniru budaya luar yang notabene sarat dengan kekerasan, baik cara berpakaian, bergaul dan banyak gaya hidup lainnya yang ditiru, hasilnya……… tau sendiri kan..

    kurikulum diubah lah, coba porsi pendidikan agama dan akhlaknya diperbanyak, jgn sampai pelajaran yg berorientasi agama dan akhlak sangat minim.

    bagi para “petinggi” pendidikan hendaknya tegas dalam menghukum para oknum kekerasan di sekolahnya.

  13. kekerasan sudah benar2 meng-internal dalam diri manusia indonesia. kasihan benar bangsa ini..

    ikut prihatin pak!

  14. Nice posting pak…..
    saya saat SMP dan SMA juga mengalami fenomena gank ini…tetapi skalanya masih di kota kecil (Jember)…biasalah namanya anak-anak yang rame-rame gitu pasti suka…..

    kalo di sekolah sih gak ikutan pak…karena lebih suka naek gunung atau maen bal-balan…genk di SMA ada tapi anggotanya yang emang gak pada mau sekolah…anehnya beberapa ex anak gank ini saat ini jauh lebih sukses daripada yang alim-alim…( karena daya survivalnya tinggi kali yak..)

    sebenarnya kalo Pihak sekolah (Kepala sekolah dan aparatnya) berani melawanmereka sih aman aja pak…lha wong senekat-nekatnya mereka tetap takut ama polisi kok…tapi yang terjadi sekarang banyak kepala sekolah yang takut menyelesaikan masalah gank ini …dan berpura-pura gak tau ..contoh Achmad Mukri. (SMA 34)…masak enteng aja bilang gak tau kalo ada Gazper disekolahnya…dengan alasan itu kegiatan diluar sekolah….wah..wah..wah…lha wong anak-anak gazper punya friendster…jaket gank…coret moret di tembok…terus bilang kagak tau..untuk gank setua gazper (10 tahun) terus kepala sekolah bilang gak tau?…aha..jelas pak Mukri bohong…terus apa yang bisa diharapkan dari seorang kepala sekolah penakut dan berani bohong?…mungkin pak Mukri takut kali…ama Gazper dan backingnya…
    salut untuk Fadhil dan Ortunya….prihatin ama nasib Blasius Adi (PL)….you’re still a hero my man….
    untuk korban bullying lainnya…Speak up dong….
    ngomong-ngomong…SMK 3 namanya ganknya apa pak?…
    wkk..wkkk…wkk…

    Saya bekerja sama dg guru dan TU terus pantau kalo ada gang … setiap indikasi ke arah itu selalu kita respon serius … thx 4 long comment-nya

  15. Wah dah lama jg ga ktemu Pak Ded (dahulu saya&temans&the gank) lebih suka memanggilnya ‘Pak Bewok’ hidup Pak Bewok)..kena lu..haa
    dunia sempit yah Pak..kita malah ketemu lagi di jalur bebas nih..(tetep aja kekerasan juga banyak disini Pak)..

    Kenalkan saya Sinyo (akrab) alumni 98 STMN 8 ( sekarang SMKN 39) dari jurusan Mesin Produksi..hee..tau donk pak D di jurusan MP saya populer..dan juga jurusannya terkenal dari masa ke masa atas kekompakkannya serta kenakalannya..

    Sayang pak D, topiknya cuma kutipan dari kompas..padahal saya kepingin juga tau pendapat dari anda langsung Pak! Saya pasti serius menanggapinya..(dahulu anda juga ringan tangan!..dasar pengecut!..jago kandang..beraninya di kelas..hahaha..)

    Kekerasan adalah hal biasa saja..memang pasti ada dari jaman ke jaman. Saya sendiri pernah melakukan dan juga merasakan kekerasan itu sendiri.

    La wong setiap Muslim (kalau anda merasa Muslim) juga tahu (dalam Qur’an) sudah diikrarkan oleh iblis (musuh yg paling keras bagi manusia) sejak jaman adam hidup dibumi, bahwa iblis akan menghasut seluruh anak cucu adam sampai akhir dunia (untuk berbuat sesat, keras, brutal, sadis, apapun lah yang penting manusianya rusak).

    Wajar sajalah..jaman saya saja guru (dulu anda juga masih guru) seenaknya menghukum siswanya, sampai2 tamparan bisa mendarat dipipi kanan atau yang kiri..orangtua saya saja tidak pernah melakukan hal yang demikian di rumah..walaupun memang saya salah dan nge-bandel.

    Jangan2 guru2 tersebut juga belum mendapatkan pendidikan yang baik pula sewaktu di kampus?..atau memang faktor individunya yang mengalami gangguan mental? (sering jam mengajar ditinggal tanpa alasan yang jelas atau memang lebih penting nyabet tawaran mengajar di sekolah/kampus bonafit dengan honor yang menggoda)..sehingga karakter siswa pun mencontoh sifat guru mereka..memiliki guru2 yang sakit, tak pandai mengarahkan, susah berdisiplin, apalagi tidak mencontohkan sikap yang baik dan cerdas sangat biasa terlihat di jaman saya..(apakah masih sampai sekarang?).

    Jadi jangan2 guru2 tersebut masih ada? dan merupakan faktor pemicu, sehingga ekspresi siswa yang terlontar merupakan contoh gurunya yang negatif di sekolahnya?..

    Mudah2an siswa tidak selalu dipojokkan, (namanya juga anak muda..hee..) tetapi guru2 juga harus melakukan aspek2 penting yang harus dilaksanakan, sehingga hal tersebut bisa meredam reaksi2 negatif di sekolah. Berikan contoh2 yang terbaik untuk mereka..anggaplah mereka seperti anak2 dirumah..

    Saya, teman2, kakak2 senior ataupun adik2 disana, masih panjang berjuang..mutu SDM kita tertinggal puluhan tahun dari negara2 lain yang lebih dulu maju!..kalau pola yang seperti saya ceritakan masih saja ada..mungkin cerita Indonesia Runtuh bisa saja tinggal menunggu tahun saja..

    • Hi Sinyo … terima kasih sudah berkunjung … komentarmu puanjang sekali, Saya yakin saat ini Anda sudah jadi orang hebat dan punya anak istri yang baik.

      Hidup adalah sebuah perjalanan yang mengharuskan kita belajar, mencari strategi untuk pencapaian tujuan … dan harus selalu berubah perbaiki diri … metode yg saya lakukan dulu adalah strategi yg sy kira tepat bersasarkan situasi saat itu … didasari akan niat yang serius jadikan anak didik saya sebagai orang yang berdisiplin, rapih, bertanggung jawab, beretika … berkualitas yang pada akhirnya diterima di dunia kerja dan peroleh karier yang mensejahterakan diri dan keluarganya. Karena tak ada kantor, instansi atau perusahaan yang mau menerima calon pegawai nakal, urakan, tak bertanggung jawab, penampilannya tak sedap dilihat, cara bicaranya tak sopan, berpakaian tak rapih … atau lainnya … karena hidup memang keras dan tak mudah … orang tua tak mampu melakukan segalanya di rumah … makanya mereka menyekolahkan anaknya, agar kehidupan mereka lebih baik dari orang tuanya, apalagi notebene murid STM itu myoritas Orang Miskin, Saya concern untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan yang menjerat dengan masuk dunia kerja dan bermental baik, … selamat berjuang Sinyo :) :)

  16. kok pihak sekolah cuek sama masalah ini??? harus ditindak tegas nih anak2 yang melakukan bullying. menurut gw, gak papa deh di penjara. biz emang udah punya bibit penjahat…hehehehehehe. bcanda deng..

    Dikabarkan, lima orang siswa telah ditahan … smg berakhir baik

  17. biasa nya sih krn takut malak sepantaran nya. ..

    Bisa jadi, thx 4 comment

  18. udah, mukri, lo ke laut aje

  19. nyet yasudahlah terimalah daripada 08 kan kan kancut

    Apa maksud komentar Anda, bisa diperjelas?

  20. yg miris, banyak kepsek yang berpolah seakan2 raja2 kecil di lembaga yg dipimpinnya.. sehingga melahirkn kepemimpinan absolut yg korup..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,047 other followers