Setelah Sertifikasi, LALU APA?

Saat ini isu yang masih hangat dibicarakan antar Guru di seluruh Indonesia adalah mengenai Sertifikasi
– Apa saja yang harus dipersiapkan?
– Bagaimana menghitung skornya?
– Siapa yang menilai?
– Siapa yang mengeluarkan sertifikat?
– Bagaimana untuk yang tidak lulus sertifikasi?
– Apakah harus ikut DPG (Diklat Pelatihan Guru)?
– Berapa lama DPG dilangsungkan?
– Dimana DPG diadakan?
– Kapan sertifikat dikeluarkan?
– Kapan tunjangan yang lulus sertifikasi diterima?
Mungkin Anda masih bisa menambahkan atau punya pertanyaan lainnya seputar sertifikasi.

Menurut petinggi di Ditjen PMPTK, proses sertifikasi guru di Indonesia yang direncanakan berlangsung 10 tahun akan bisa diselesaikan dalam waktu lima tahun, mengingat komposisi guru yang berijazah S1. Oleh sebab itu Anda tak perlu khawatir akan terlalu lama menunggu untuk sertifikasi, santai Saja … jika persyaratan terpenuhi anda pasti lulus, kalupun tidak … ikut pelatihan, dan lulus juga akhirnya, karena pada dasarnya ini bagian udaha pemerintah menaikkan tingkat kesejahteraan pendidik di negeri ini agar lebih jadi warga terhormat dan terdorong untuk mampu bekerja lebih profesional.

Apakah Anda termasuk kelompok yang sudah lulus sertifikasi? Selamat … !

Setelah sertifikasi, lalu apa? Menurut Drs. Karnadi, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ mengungkapkan beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas guru, diantaranya:

1. Pendidikan Profesi.

Masih banyak guru di Indonesia yang mengajar materi pelajaran tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, atau guru yang masih lemah dalam penguasaan materi yang diajarkan. Oleh sebeb itu perlu terus diupayakan peningkatan penguasaan guru terhadap materi yang diajarkan, disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi di dunia.Pelatihan, workshop atau up grading harus dilakukan oleh Dinas Pendidikan, PKG, Sanggar, MGMP dan lembaga lainnya.

2. Pendidikan Ketenagaan.

Guru harus didorong untuk berinteraksi dengan teman se profesi atau fihak-fihak lain agar saling bertukar pengalaman praktis yang dilakukan sehingga terjadi sosialisasi metode atau cara serta pengalaman dan mendapatkan umpan baik untuk lebih menyempurnakan pengalaman yang sudah dilakukan.Kegiatan ini dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan, PKG, Sanggar, MGMP dan lembaga lainnya.

3. Peningkatan Kesejahteraan.

Kesejahteraan guru tak hanya berupa gaji, insentif dan lainnya yang bersifat materi. Tatapi mencakup pemberian penghargaan profesi guru, misalnya jaminan kesehatan, jaminan hari tua, atau pemberian penghargaan dan fasilitas kepada guru. Mungkin Anda ingat Garuda pernah memberikan discount untuk pembeli tiket penerbangan kepada anggota PGRI, kedepan Pemerintah akan mendorong mitra atau perusahaan swasta untuk memberiakan apresiasi atau penghargaan terhadap guru; misalnya discount belanja buku atau alat-alat IT dan lainnya.

Nah … setelah Anda lulus sertifikasi … LALU? … Selamat berjuang saudaraku.

Wawancara dengan Drs. Karnadi, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ dilakukan saat berlangsung Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, FIP UNJ, di Pusat Bahasa Rawa Mangun Jakarta, Selasa 20 Mei 2008.

6 thoughts on “Setelah Sertifikasi, LALU APA?

  1. agusampurno

    Wah wawancara yang menarik,
    lebih menarik lagi bila dijadikan podcast.

    Supaya banyak orang yang bisa mengambil manfaat, sambil mendengarkan serunya perbincangan mengenai sertifikasi.

  2. Pak Dedi mo tanya donk, bagaimana caranya agar guru dari sebuah lembaga, yang ditempatkan mengajar di sebuah sekolah dapat diakui menjadi guru dan diangkat sebagai guru bantu di sekolah tersebut? Thks.

  3. Ada kesempatan rekruitmen dari Pemda setempat, jadwalnya ada pada bagian kepegawaian atau dinas pendidikan … lengkapi berkas, ikuti prosedur, tepati waktunya, insya Allah akan diangkat

  4. He…he..he…
    Sertifikasi guru yang melelahkan, itulah tulisan yang saya buat dalam blog saya. Nampaknya pemerintah harus mencari cara yg lebih menyenangkan semua pihak agar sertifikasi guru benar-benar bermanfaat untuk semua.
    Sertifikasi guru itu adalah JUJUR, guru harus jujur memberikan datanya, bukan copy paste dari orang lain.
    Sertifikasi guru itu adalah CITRA, jangan biarkan citra guru tercoreng hanya untuk sekedar mendapat duit sedikit.
    Sertifikasi guru adalah DISIPLIN, guru harus disiplin menyimpan data-datanya dengan baik

  5. Junaidi

    Lulus sertifikasi hasil perjuangan berat
    Meraih sebuah sertifikat pendidik adalah amanah
    Menerima tunjangan sertifikasipun amanah
    Mari para guru bersertifikat
    jadilah teladan bagi sesama
    jadilah teladan bagi peserta didik kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.