Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Terima Kasih Ibu Leila Ch Budiman

Sejak SMA Saya membaca tulisan Ibu … membuat diri lebih aware terhadap berbagai persoalan hidup … terima kasih atas apa yang sudah Ibu tulis, semoga Ibu dalam sehat sejahtera senantiasa ….

25 tahun

Sudah nyaris 25 tahun saya mengasuh rubrik Konsultasi Psikologi ini,
lumayan lamanya. Kalau saat itu melahirkan bayi, maka setelah 25 tahun
bayi itu sudah jadi sarjana dan mungkin sudah menikah pula.

Continue reading


Leave a comment

Berniatlah, SISANYA ALLAH yang atur

Pagi ini Saya kembali mendapat pembuktian bahwa berniatlah dengan serius dan sisanya Allah yang atur.

This is the story:

Beberapa minggu yll Saya mengikuti kegiatan Sosialisasi Penerimaan Siswa Baru di Jakarta Pusat, dimana Ibu Walikota memberi arahan, Saya sangat bersyukur punya walikota yang memberi perhatian sangat besar terhadap perkembangan IT, beliau memberi gambaran betapa beliau sangat mendorong staf dan mitranya untuk terbiasa dengan IT, sehari sebelum kegiatan  itu beliau barus saja resmikan hotspot di Monas.

Muncul niat untuk bersurat via email, tetapi tak sempat Saya tanyakan padanya … niat Saya sangat serius ingin berkomunikasi …

Ternyata … pagi ini, di Bandara Soekarno Hatta, … Kasudin Dikdas Jakarta Pusat, Ibu Istariningtiyas meminta bantuan Saya utk kirim file kepadanya dan beri alamat email Ibu Walikota tanpa diminta.

So … Berniatlah, SISANYA ALLAH yang atur


2 Comments

[LKS Makasar 2008-3] Guru JUARA

Di satu sudut balik panggung, secara sembunyi Sang Guru perbaiki penampilan Peragawati … he he … 😀 Guru yang Lomba dan kalau Juara berarti Guru yang ……… Ibu Guru yang baik … lain kali jangan gitu ya 😀 biarkan anak didik kita berlomba secara jujur dan mermartabat


Leave a comment

Wajah-wajah BERTEBARAN di JALAN

Perjalana ke Makkasar hingga ke Toraja banyak memberi kesempatan pada Saya untuk tertegun, berfikir banyak … karena Saya melihat ribuan foto WAJAH-WAJAH tokoh yang berebut kekuasaan, jadi walikota, gubernur atau lainnya bertebaran di jalan, perempatan dan gedung-gedung.

Dulu, sebelum reformasi Gubernur, Walikota, Bupati dan lainnya, untuk jadi pejabat publik tak harus kampanye sedemikian rupa, cukup dekati pengambil keputusan di Jakarta atau daerah dengan tambahan “amunisi” 😀 seseorang bisa diangkat jadi gubernur atau lainnya. Bahkan seperti ada pola, bahwa Gubernur merupakan jatah untuk seseorang yang “berbintang sekian” … dst.

Kini mereka mendekati rakyat lewat baliho, poster, spanduk dll untuk dipilih, bahkan tak sedikit yang beriklan di TV … “bintang” atau bukan bisa saja terpilih … Jawa Barat menjadi fakta yang menarik di Pilkada bahwa seorang masyrakat sipil yang tanpa bintang bisa kalahkan orang yang “berbintang banyak”. Majulah terus Indonesiaku.


Leave a comment

Terima Kasih TEMAN-TEMAN

Sejak Senin hingga Kamis, 23 – 26 Juni 2008 Saya berada di Makkasar untuk menghadiri kegiatan LKS (Lomba Keterampilan Siswa) SMK tingkat Nasional ke-18. Saat Saya tinggalkan SMK Negeri 3 Jakarta sedang berlangsung berbagai kegiatan, kami berkoordinasi dengan staf lewat SMS, telepon, dan email. Terima kasih Bu Masnur, Pak Deni, Pak Haji Bustamam, Ibu Dwi, Ibu Hj. Darwati, Pak Sarwono, Mba Dwi, Bang Omen dan semua guru dan karyawan yang sangat support untuk pelayanan peserta didik dalam siapkan mereka menjadi tenaga kerja bermutu.


1 Comment

Sukses UN tanpa BIMBEL

SEJAK lama Syaeful Bahri tidak puas dengan metodologi persiapan Ujian Nasional (UN) di sekolah yang dipimpinnya, SMP Negeri 14 Balikpapan. Setiap menyambut UN maupun ujian akhir sekolah, selalu diadakan bimbingan belajar (bimbel). Seolah-olah jika sekolah yang tak selenggarakan bimbel, maka dianggap tidak sukses. Padahal kesuksesan UN dapat tercapai tanpa harus ada bimbel.

Pria yang sudah puluhan tahun menekuni profesi guru ini akhirnya membuat terobosan baru yang disebut 10 program sukses ujian nasional dan ujian sekolah.  Konsep brilian itulah yang mengantarkan pria kelahiran Kebumen 16 Oktober 1960 ini sebagai juara I kepala sekolah berprestasi tingkat Kota Balikpapan tahun 2008.

Konsep ini sudah diterapkan di SMPN 14.  Yang menarik, ada kontrak kerja akademik bagi guru yang matapelajarannya diujikan pada UN.  Masing-masing guru menentukan sendiri target pencapaian nilai UN yang dicapai anak didiknya.  Kontrak itu dituangkan secara tertulis. Setelah hasil UN diumumkan, kontrak kerja guru itu dievaluasi.

Guru juga diwajibkan melakukan penelitian untuk evaluasi metode mengajar dan pembelajaran yang tepat. Penelitian tentang metode mengajar guna meningkatkan kualitas pencapaian nilai pelajar. Di sekolah ini, disediakan pula hadiah bagi guru berprestasi.  Guru yang meraih prestasi tingkat kota disediakan Rp 1,5 juta per orang, tingkat provinsi Rp 2 juta,  dan tingkat nasional Rp 2,5 juta.

Metode ini juga merekomendasikan orangtua untuk mengawasi pembelajaran anak di rumah. Secara berkala pelajar meminta tandatangan dari orangtua masing-masing mengenai aktivitas belajar di rumah yang diawasi orang tuanya. Persiapan UN itu juga dipadukan dengan pembinaan mental spiritual.

Source: Tribun Kaltim