Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


5 Comments

Merasa Wireless Boadband IM3 lebih baik dari Simpati?

IM3 better than Simpati?

IM3 better than Simpati?

Saat Traveling sepertisaat ini Saya ditemani ThinkPad, Modem (ZTE HSDPA MF 620, BandLux HSDPA R11) plus Camera Canon EOS 400D. Awalnya Saya gunakan Mentari (pra bayar) … bagus, setelah koneksi langsung bisa browsing, sayang sekali taak ada fasilitas monitor pulasa, shg Saya tak tahu saat pulsa menipis bahkan masa berlaku tak termonitor karena tak bisa cek by SMS atau ada menu di layanannya.

Kemudian Saya beralih ke Simpati, bagus … ada fasilitas monitor pulsa di telkom flash, sayang sekali tak bisa langsung browsing setelah konek dengan modem, masih harus memilih menu layanan di telkom flas … dan yang menyebalkan aksesnya putus-putus. Awalnya Saya kira karena posisi Saya di bagian tengah agak ke utara pulau yang berbentuk “K” sementara kartu yang Saya gunakan simcard Jakarta … Saya mencoba mengerti jika terputus-putus, termasuk saat Saya di bagian Timur Pulau Jawa.
Saya makin tak nyaman, ternyata ketika tak jauh dari JaKarta, tepatnya di Cisarua … bahkan, saat meeting di Pusat Ibukota aksesnya tus outus tiada henti. Anak Saya Dhea, menawarkan gunakan kartu berwarna hijau, IM3 … wah ternyata ajeg booo … ga tus putus, seperti saat ini di posisi Cirebon sebelah Utara.

Saya sedang berfikir pindah ke lain kartu.
Bagaimana dengan Anda?


Leave a comment

Mendukung Kak Seto; ttg Anak & Sepeda Motor

Lebaran kian dekat. Jutaan pemudik mulai cemas menghadapi transportasi
yang dari tahun ke tahun tidak pernah tertangani dengan lebih baik.

Ribuan penumpang akan kembali berjejal di kapal, bus, atau kereta api.
Kemacetan di pantura dan berbagai tempat akan menjadi pemandangan
menyesakkan hati. Selain itu, konvoi ratusan ribu sepeda motor yang
dipenuhi anak-anak dan barang bawaan mewarnai aktivitas mudik, seolah
tidak peduli pada pemenuhan hak anak-anak.

Sepeda motor

Pembiaran dan pelanggaran hak anak saat mudik Lebaran amat menonjol
pada anak-anak yang harus ikut perjalanan jauh dengan sepeda motor.

Menurut data Masyarakat Transportasi Indonesia, tahun ini pemudik
dengan motor naik sekitar 18 persen, dari 2,1 juta menjadi 2,5 juta.

Padahal, sepeda motor pada dasarnya tidak dirancang untuk perjalanan
jauh. Untuk mengendarai mobil saja, dikatakan konsentrasi pengemudi
berkurang 30 persen setelah empat jam perjalanan, apalagi jika
mengendarai motor. Konsentrasi dituntut lebih tinggi karena selain
harus menempuh jarak jauh, juga harus menjaga keseimbangan motor.

Belum lagi motor ditambah kayu agar bisa menampung barang bawaan dan
anak-anak dijejalkan paksa. Perjalanan demikian berisiko tinggi.
Catatan Polres Metropolitan Kota Bekasi menunjukkan, angka kecelakaan
sepanjang tahun 2007 di wilayahnya, 80 persen di kalangan pengendara
motor. Polda Metro Jaya juga mencatat beberapa kasus anak balita
meninggal setelah ditutup jaket orangtuanya selama perjalanan beberapa
jam karena hujan di perjalanan Lebaran tahun lalu. Atau anak-anak
gegar otak karena sebagian besar kepala mereka tidak dilindungi helm
seperti orangtuanya.

Belum lagi anak-anak yang sakit karena kehujanan, menghirup polusi
asap kendaraan bermotor, atau bertabrakan atau bersenggolan hingga
terguling. Semua itu menambah panjang deretan anak yang menjadi korban
kegiatan mudik dengan motor. Semua ini tak lepas dari kelalaian dan
tanggung jawab kita, baik orangtua maupun pemangku kepentingan
perlindungan anak.

Aspek yuridis

Indonesia sudah meratifikasi Convention on the Rights of the Child
yang dicanangkan PBB tahun 1989. Kita juga telah memiliki UU No
23/2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA). Semua mengatur hak dasar
anak, seperti hak untuk hidup layak, hak untuk tumbuh dan berkembang
optimal, dan hak untuk memperoleh perlindungan.

Namun, dalam kegiatan mudik, hak-hak dasar anak tanpa sadar sering
kita, orangtua, langgar sendiri. Memaksa anak untuk pulang mudik
dengan motor yang amat melelahkan dan tidak nyaman merupakan tindak
kekerasan? Atau membiarkan anak naik motor dalam perjalanan jauh yang
penuh risiko kecelakaan dan tanpa perlindungan juga merupakan
pembiaran, penelantaran, dan perlakuan salah pada anak?

Ini melanggar UU Perlindungan Anak antara lain Pasal 63, ”Setiap orang
dilarang… membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa”. Pasal 77 Ayat 2,
”Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh
melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran…”.
Pasal 77 Ayat b menegaskan, ”Penelantaran anak yang mengakibatkan anak
mengalami sakit atau penderitaan, baik fisik, mental, maupun sosial,
dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah)”.

Makna utama Konvensi Hak Anak maupun UU Perlindungan Anak bukan hanya
bertumpu aspek yuridis yang mengandung unsur punishment, tetapi yang
terpenting adalah menyadarkan kita untuk mengedepankan kepentingan
terbaik bagi anak.

Paradigma baru

Semua pihak perlu berperan, baik pemerintah, lembaga swadaya
masyarakat, tokoh masyarakat, maupun media. Pemerintah perlu segera
mengumumkan aneka peraturan dan perundang-undangan yang melarang
membawa anak dengan motor dalam sebuah perjalanan jauh antarkota.
Aparat keamanan dapat terjun di berbagai titik untuk menghentikan
kendaraan roda dua yang membawa anak-anak untuk tidak meneruskan
perjalanan, dengan memberi bimbingan dan panduan simpatik. Tokoh
masyarakat dan selebriti bersama media dapat mengimbau masyarakat luas
tentang berbagai bahaya dan risiko yang dapat membahayakan jiwa anak-anak.

Tidak kalah penting, kampanye untuk mengubah paradigma tentang mudik.
Mudik dengan berbagai risiko mengorbankan keselamatan jiwa anak-anak
dengan motor adalah tindakan tidak tepat. Kegiatan mudik dapat
dilakukan kapan saja, termasuk setelah Lebaran. Dan, merayakan Lebaran
dapat dilakukan di mana saja, termasuk tidak harus di kampung halaman.

Memang semula terasa berat. Namun, dengan selalu mengedepankan
kepentingan terbaik bagi anak dan menjunjung tinggi hak anak,
paradigma yang menganggap bahwa saat Lebaran harus selalu mudik dapat
diubah bertahap dan dengan jiwa besar.

Seto Mulyadi Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Sumber: Kompas
Judul: Mudik dan Hak Anak


1 Comment

Ingatkan; Jangan lewat Tol Kanci

Menjumpai cinta yang tak terasa di Jakarta

Menjumpai cinta yang tak terasa di Jakarta


Kamis sore kami masuk tol Kanci dari pintu tol Ciperna, menghabiskan waktu 2 setengah jam untuk jarak 11 km. Pagi ini Saya lihat kemacetan makin parah, di km 22 menuju Kanci kendaraan merayap, jalan yang hanya dua lajur … jadi seperti yang Anda lihat di atas.

Dimana posisi Anda saat ini?


Leave a comment

Mencoba memahami Mereka (Pemudig Goblig)

Sabtu, 27 September 3008, dikabarkan pintu tol cikampek padat, jalur pantura penuh dengan pemudik yang berkendara roda dua sehingga polantas mengarahkan pemudik roda empat menuju Sadang ke jalur Cikamurang. Kami sejak di tol Cikampek … melihat gejala padatnya jymlah pengendara telah memutuskan keluar tol Sadang menuju Cikamurang … disekitar perkebunan karet jalur Kalijati Subang Jawa Barat cuaca panas, kiri kanan berdebu … jalur jalan hanya dua arah, dari Jakarta kendaraan berbaris panjang berjalan beriringan (X).

Banyak pengendara yang tak sabar gunakan jalur tanah berdebu sebelah kiri jalan (t), sehingga awan merah partikel debu beterbangan menutup pandangan, saat tak ada kendaraan dari arah Cikamurang banyak pengendara tak sabar masuk ke jalur kanan (g) yang seharusnya untuk mereka dari arah Cikamurang dan makin gila … di tanah berdebu sisi kanan badan jalan juga jadi ajang mendahului antrian (s).

tak disiplin

tak disiplin

.XY.
.XY.
.XY.
.XY.
.XY.
.XY.
.XY.
tXgs
tXgs
tXgs
tXgs
tXgs
tXgs

Ketika ada kendaraan dari arah berlawanan (Y) terjadilah MAMPET, terutama saat yang lewat itu BIS atau TRUK BESAR, karena (g) dan (s) tak bisa bergerak dan harus masuk ke jalur (X) … hal ini terjadi beberapa kali hingga ke Pasar Kalijati Subang … karena di pertigaan sebelum Pasar ada dua Polantas. Memang setelah Pom Bensin Sadang hingga Kalijati tak ada pria berseragam dengan pliutnya.

Saya sedang mencoba memahami pola fikir kelompok (t), (g) dan (s), karena dari gejala merek mobil, dan asesorisnya, mereka bukan hanya terdiri dari kaum marjinal … kenapa pola berkendara mereka seperti orang goblig yang tak tahu aturan.

Saya di jalur (X), Anda dimana?
Selamat berjumpa dengan orang-orang yang Anda cintai, semoga selamat hingga kembali ke rumah Anda lagi


Leave a comment

Merespon Kartu Lebaran dg tulisan Narkoba, Rokok dan Sepeda Motor

Seperti biasa, Saya menerima banyak kartu lebaran … semua berbentuk kartu, Saya merasa sayang berkirim hanya beberapa kalimat yang sangat umum bertebaran … beberapa hari terakhir ini, Sekretaris Saya Mba Dwi Aryanti membantu Saya mengirim selambar tulisan seperti di bawah ini:

Selamat Hari Raya, selamat berbahagia. Mudah-mudahan Bapak/Ibu setiap tahun selalu dalam kebaikan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan memberikan restunya kepada kita semua untuk cerahkan masa depan anak bangsa.

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum, Ja’alanaallaahu wa iyyaakum
Minal ‘aaidina wal faaiziina, Kullu ‘aamin wa antum bi khoirin

Hopefully Allah will receive good deeds all of us. Hopefully Allah give His blessing to all of us Happy Great Day, Happy Happiness. Hopefully you will always be good every year

Saatnya Peduli

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Salah satu ciri orang bertakwa adalah tidak melakukan perzinaan dan tidak mengonsumsi Madat, Narkoba/Naza (narkotika, alkohol, dan zat adiktif – termasuk Rokok).

Allah berfirman, ”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’ [17]: 32).

”Setiap zat, bahan atau minuman yang dapat memabukkan dan melemahkan akal sehat adalah khamar (alkohol), dan setiap khamar adalah haram.” (HR Abdullah bin Umar RA).

Karena kedua hal ini termasuk perbuatan keji dan mungkar.

Dengan berpuasa kedua hal tersebut dapat dicegah sebagaimana Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya menyatakan, ”Puasa bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum. Namun, sesungguhnya puasa itu mencegah diri dari segala perbuatan yang sia-sia serta menjauhi perbuatan-perbuatan kotor dan keji (mungkar).” (HR Al Hakim).

Juga, ”Sesungguhnya peperangan terbesar (di muka bumi ini) adalah peperangan melawan hawa nafsu dirinya sendiri.” (HR Thabrani dan Baihaqi).

Puasa menunjukkan keimanan seseorang untuk melawan hawa nafsu dirinya sendiri. Perzinaan dan mengonsumsi narkoba/naza/rokok adalah salah satu bujukan nafsu. Andai kata pun sudah telanjur segeralah berobat, shalat, berdoa dan berzikir, serta puasa untuk memperoleh ampunan Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW, ”Barang siapa yang telah menjalankan ibadah puasa dengan sempurna serta ikhlas karena Allah semata, maka Allah mengampuni dosa-dosa tahun sebelumnya.” (HR Bukhari Muslim).

Hikmah Republika Rabu, 19 September 2007

Ada masalah lain yang perlu mendapat perhatian kita, yaitu tentang penggunaan Sepeda Motor dikalangan Remaja. Mereka belum memiliki SIM, pengendalian emosi dan kewaspadaan diri belum matang, sehingga kecelakaan hanya tinggal menunggu waktu, kematian jadi hal yang biasa untuk pengendara sepeda motor dan sangat tinggi jumlahnya.

Sebagai Kepala Sekolah atau Pimpinan Institusi, pernahkan Bapak/Ibu mengamati atau melalui Satpam memeriksa pelajar atau remaja yang membawa sepeda motor, apakah mereka memiliki SIM. Hal itu akan melindungi anak bangsa dari kecelakaan dan mendidik generasi penerus mematuhi Peraturan dan Perundang-undangan

Saatnya kita peduli terhadap Narkoba, Rokok dan Sepeda Motor

Its Me

Its Me

https://dedidwitagama.wordpress.com

SMK Negeri 3 Jakarta

http://smk3jakarta.net

Jl. Garuda 63 Kemayoran Jakarta Pusat 10610 – Tel/Fax: (021) 4209629

Siapkan Tenaga Kerja Bermutu


7 Comments

Mengucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin

Dear Pengunjung
Jari kadang salah menyentuh keyboard. Mata kadang salah melihat. Mulut kadang salah berucap. Hati kadang salah menduga. Maafkan segala kekhilafan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1429H. Semoga Anda dan orang-orang yang Anda cintai dalam sehat, sejahtera senantiasa.


2 Comments

Mempertimbangkan Sholat Dinas

Anda pernah sholat karena Dinas?

Saya menerima SMS ini:

Ass, Yth Ka SMK Negeri, himbauan Dinas bahwa saat libur iedul fitri mohon keamanan sekolah dikondisikan agar terhindar dari kebakaran dan pencurian.

Mohon dikirim (3 atau 5 orang yang tidak mudik) perwakilan sekolah untuk sholat Ied di Dinas Dikmenti.

Siapa berkenan sholat di Dinas?