“Membawa” oleh-oleh Lebaran; Kura-kura Belawa

Makin langka
Makin langka

Jumlah kura-kura di obyek wisata Cikuya, Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terus berkurang dari tahun ke tahun. Padahal, kura-kura Belawa (Tryonix cartilegineus) merupakan satwa langka yang dilindungi sekaligus daya tarik utama di tempat ini. Yayat, pengurus obyek wisata Cikuya mengungkapkan, jumlah kura-kura yang tinggal di kolam Cikuya hanya tujuh ekor. Jumlah ini sangat jauh dibandingkan dengan tahun 1980-an. Menurut Yayat, jumlah kura- kura mulai terasa berkurang drastis sejak tahun 1990-an, tetapi ia tidak menyebut penyebab pastinya. Ia menduga kondisi air yang tidak sebagus dulu menjadi salah satu faktor pemicu tidak berkembangnya kura-kura Belawa. Yang Saya bawa hanya fotonya.

Foto-foto oleh-oleh lainnya bisa dilihat disana
Sumber: Kompas

13 thoughts on ““Membawa” oleh-oleh Lebaran; Kura-kura Belawa

  1. kanjengragil

    Apa terpikirkan untuk pem-budidayakan Kura-kura Belawa ?
    Kalau memang tinggal 7 ekor itu sih sudah masuk SOS dan harus segera dicari jalan untuk meng-kembang biakan.

    Like

  2. surohapi

    sebaiknya masyarakat luar yang datang untuk berwisata ke belawa lebih memperhatikan kebersihan dan agar jumlah kura2 di tempat tsb tidak berkurang lagi justru malah bertambah karena itu semua adalah salah satu asset di cirebon

    Like

  3. egi

    punahnya kuya belawa lebih disebabkan oleh masyarakat desa belawa sendiri yang kurang peduli akan kelestarian satwa langka kebanggaan desa mereka tersebut.mencuri dan memperjualbelikan telur sudah menjadi hal yang lumrah.

    Like

  4. tapi sekarang kelestarian objek wisata cikuya belawa sudah jauh lebih baik,adanya fasilitas pembiakkan,perlindungan telur dan anak kuya sudah diberdayakan.syukurlah,pemerintahan desa belawa yang sekarang sudah lebih memperhatikan aset desa mereka sendiri.maju terus belawa ku!!!!!!!!!

    Like

    1. sugiarto

      Dengan kerja keras dan kerja ikhlas, kegiatan penangkaran kura-kura belawa dipenghujung tahun 2009 telah berhasil menetaskan 100 ekor tukik dan sekarang sudah ditampung di kolam penampungan khusus. Insya Allah Tukik kura-kura akan makin bertambah mengingat di tempat penangkaran masih terdapat sekitar 180 butir telur lagi yang belum menetas. Telur tersebut berhasil dikumpulkan dari kolam kura-kura dewasa/produktif dan ditetaskan secara alamiah dengan media pasir dalam bak dibantu dengan lampu bohlam agar diperoleh suhu yang tetap.Dengan cara yang sangat sederhana ternyata membuahkan hasil (90% telur menetas).Terima kasih atas kepeduliannya.

      Like

    1. sugiarto

      catat apa yang akan dilaksanakan, laksanakan apa yang dicatat, catat apa yang telah dilaksanakan. Lebih cepat lebih baik. Kita pasti bisa lestarikan kura-kura belawa.

      Like

  5. Ahmad Waluyo

    Walaupun tinggal beberapa ekor kuya..tapi masih lumayan bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kami di SD Negeri
    1 Belawa untuk penelitian sederhana.

    Like

  6. Galih

    @Dedi: btw cuma oleh2 fotonya ajah mas.. Kira2 klo bawa kuyanya bisa ga yah?? Heuheu
    soalnya kami generasi muda turut prihatin & ingin coba ikut melestarikannya..
    @Sugiarto: semangat terus ya mas! smoga proyek penangkaraanya berhasil.. Kalo boleh tanya, koq bayi/tukik belawa mirip banget ama bayi bulus biasa yah??!
    Makasih sebelumnya bwat mas dedi dwitagama..
    best regards

    Like

  7. Galih

    Oya! Klo urusin perijinan bwat bantu nangkarin kuya belawa, kira2 saya mesti ke siapa yah??
    Mas, ada CP nya ga??
    Mohon pencerahan mas dedi.. Mksh

    Like

  8. bara

    Peduli saja tidak cukup.

    Harus tahu seluk beluk tentangb species ini dan ilmu cara pelestarinnya

    Ini bukan Kura-Kura, tapi BULUS atau Kuya Lemes, dari jenis Pelochelys bibroni, beda dengan bulus pada umumnya Amyda\Tryonix cartilagenea. P. bibroni emang di Pulau Jawa sudah agak jarang, lebih rentan dan tidak tahan panas, gampang mati.

    Harusnya Dinas…Perikanan,dan ariwisata lebih tahu masalahnya, yang jelas menurut saya perubahan kondisi lingkungan perairan (habitat)….akibat tingkah manusia lah yang menyebabkan, kasihan…para Kuya Belawa, padahal mereka di sana sudah ratusan tahun

    Parawisata boleh …saja, namun harus berorientasi tidak mengganggu lingkungan dan kelestarian flora dan fauna sekitarnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.