Rasakan Kepedihan Buruh Perempuan

kesulitan ekonomi
kesulitan ekonomi
Seorang perempuan
usianya belum dua puluh tahun
tubuhnya tak tinggi
gunakal sendal jepit, celana jeans lusuh,
barkaus dengan sedikit lengan,
rambut hanya disisir dengan tangan,
didikat dengan karet gelang

Duduk di angkot route Cikole – Lembang
resah meninta supir angkot tambah kecepatan
karena dia harus kembali kerja,
yang pintunya akan ditutup jika terlambat,
di jam Saya terlihat hampir jam 2 siang

“Dulu kami dibayar mingguan, kini jadi harian, Rp. 15.000 upah kami setiap hari”, curhat dia pada rekan bicaranya, yang merespon dengan anggukan
“Kemarin, hingga pulang kerja, Saya membeli makanan hingga Rp. 8.000, untuk ongkos Rp. 2.000 sehingga hanya bersisa Rp. 5.000”

Hati Saya teriris
……..

Selamat sore pembaca, berapa upah Anda perhari?

One thought on “Rasakan Kepedihan Buruh Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.