Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

terbangun tahun baru

 

dari balkon

dari balkon

Buah hati
menarik tangan saya
meminta dongeng sebelum tidur
dia terlelap
juga ayahnya

 

tiba-tiba terbangun
oleh letupan langit jakarta
sahut menyahut di berbagai sudut
berwarna, menyala

memotret dari balkon
menyapa sahabat di fesbuk
menulis blog
seraya berucap

“Selamat tahun baru sahabat
semoga tahun ini tak ada ledakkan
biarkan warna-warni ada disekitar,
tapi jangan ledakkan seperti di Palestina”

Selamat pagi pembaca, masih berkubang di kemacetan tahun baru, maaf … saya kembali terlelap bersama orang-orang yang saya cintai


7 Comments

nikmati FESBUK

silahkan add Saya

silahkan add Saya

Percakapan sebelum seminar Green IT yang diadakan detikcom di Kembang Gula Restoran Jl. Sudirman bulan lalu dengan Ibu Onno dan Bp Onno W. Purbo mengantar Saya belajar menikmati fesbuk, terima kasih … menyenangkan sekali ternyata.

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriah, belajar apa Anda pagi ini?


1 Comment

pertanyakan leher, lengan dan kaki

perhatikan leher, lengan dan kaki
teman-teman kita
ada untaian benda putih atau berwarna
kadang berbentuk batu, metal, dll
dirangkai seperti kalung dan gelang

kabarnya itu untuk pengobatan
suatu ketika terdengar teman bicara
“Ketika terasa sakit Saya pakai di tangan, …”

harganya
mulai puluhan ribu
hingga jutaan, bahkan ratusan juta rupiah
dijual secara langsung maupun MLM

tampaknya ada efek
peningkatan status sosial
bagi yang memakainya
sehingga sering sengaja diperlihatkan
agar mendapat perhatian orang lain

saya ingat
sekitar tiga puluh tahun lalu
fenomena akar bahar
membuatku yang belasan tahun usinya
sempat memilih dan punya
tapi tak terasa efeknya

ratusan tahun lalu
banyak orang tua pakai “issim” (?)
untuk penangkal bala dan penyakit
biasanya berbentuk tali
yang dipasang di pinggang
tak nampak dari luar

jika sakit
saya memilih ke dokter
mereka sekolahnya puluhan tahun
ilmunya dikembangkan
ratusan tahun

Selamat malam pembaca, sehatkan Anda saat ini, pakai benda apa?


3 Comments

membayangkan DPR

awalnya Saya enggan

untuk ikut pemilu
karena bagaimanapun
hebatnya calon
pilihan saya
jika jumlah suaranya
tak memenuhi
akan diganti
dengan orang yang berada
pada urutan sebelumnya
walau lebih sedikit
suara yang diperolehnya

penentuan nomor urut
ada di partai
orang yang dekat partai
akan berada di nomor kecil

Mahkamah Konstitusi
keluarkan putusan
bahwa suara terbanyak
kini menentukan
penduduk DPR

nanti DPR
akan penuh berisi
figur celebritis,
aktifis partai yang sering
berkunjung menyapa dengan program
dan ulama atau pendeta
yang dikenal rakyat
atau … ?

Saat ini
saya sedang menimbang
siapa yang akan saya pilih

Selamat malam pembaca, Anda mau memilih siapa?


5 Comments

dulumentasikan tulisan M. Suja’i Anhar; GURU HANYA SALAH SATU KALI

Ketika semua orang bangga akan profesinya, sehingga hampir seluruh profesi memiliki kesatuan dan persatuan untuk saling membanggakan.

hebat

hebat


Tidak ada lagi kerendahan hati untuk memberikan kesempatan kepada yang lain, atau mau duduk sama tinggi untuk membahas suatu masalah dengan sama-sama terbuka.

Di tengah semakin terkotaknya kita dengan kesibukan dan keahlian kita, seharusnya kita makin membuka diri kepada orang lain untuk berpendapat, bukan malah mengarahkan seluruh tatapan mata kita dengan curiga akan pendapat pihak lain. Ya, kita tidak boleh semakin terbenam dengan kesombongan yang kita ciptakan sendiri.

Continue reading