@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

membayangkan DPR

3 Comments

awalnya Saya enggan

untuk ikut pemilu
karena bagaimanapun
hebatnya calon
pilihan saya
jika jumlah suaranya
tak memenuhi
akan diganti
dengan orang yang berada
pada urutan sebelumnya
walau lebih sedikit
suara yang diperolehnya

penentuan nomor urut
ada di partai
orang yang dekat partai
akan berada di nomor kecil

Mahkamah Konstitusi
keluarkan putusan
bahwa suara terbanyak
kini menentukan
penduduk DPR

nanti DPR
akan penuh berisi
figur celebritis,
aktifis partai yang sering
berkunjung menyapa dengan program
dan ulama atau pendeta
yang dikenal rakyat
atau … ?

Saat ini
saya sedang menimbang
siapa yang akan saya pilih

Selamat malam pembaca, Anda mau memilih siapa?

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; https://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

3 thoughts on “membayangkan DPR

  1. Trims atas supoport yang Bapak berikan di salah satu tulisan saya. Untuk tulisan di atas ada persoalan baru, yaitu jika ternyata yang dipilih paling banyak hanya parpolnya saja, bukan orangnya. Misal si A dapat 1000 suara, B, C dsb tidak dapat. Sementara perolehan partai 10.000 suara, nah siapa yang harus menentukan ? Partaikah ? Atau berdasar nomor urut ?


    Itu jadi isu media hari ini … presiden sedang persiapkan perpu … kita tunggu kaya apa isinya, thx dah komment

  2. Saya pilih indomie Pak

    kata bisa menipu tapi rasa tidak akan pernah bisa menipu

    ha ha ha … Saya terpingkal hingga terjungkal :D
    sayang makanan itu tak bagus buat lambung … Saya memilih makanan yang sehat :D thx dah komment

  3. wah kalo melihat para kandidat memang sangat sulit pak …

    belom lagi kasus2 suap di DPR yang banyak melibatkan anggota DPR … mungkin kita bisa menentukan pilihan menurut hati nurani kita, demi kemajuan bangsa dan negara dan BUKAN KEMAJUAN PARTAI ATAU GOLONGAN. hehehe

    salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,017 other followers