membayangkan sekolah sbg keluarga

Pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa sekolah dimana tempat kita bekerja mendedikasikan diri pada pendidikan anak bangsa adalah sebuah keluarga? Pikiran ini sangat menggelitik saya sehingga muncul keinginan yang kuat untuk menulis ini.

Dibanyak sesi sering sekali dibahas masalah konsep keluarga. Di majelis keagamaan, seminar, talkshow di TV media cetak maupun elektronik lainnya. Namun apakah kita sudah benar-benar memahami konsep sebuah keluarga dengan jelas sehingga pada akhirnya kita dapat menerapkan konsep tersebut dalam kehidupan kita sehari hari. Bagaimana dengan sebuah sekolah, silahkan mengikuti lebih lanjut hasil perenungan saya.

Oleh karena itu saya menganalogikan komponen yang ada di lembaga sekolah sebagai anggota keluarga dengan perannya masing-masing. Sebagaimana layaknya sebuah keluarga maka struktur yang ada disebuah sekolah didalamnya akan terlihat seperti dibawah ini:

1. Adanya figur pemimpin yang mengarahkan mengayomi, berjuang keras untuk memastikan keberlangsungan keluarga, kesejahteraan, keharmonisan, membangun semangat dan menghargai setiap anggotanya. Figur pemimpin ini bisa diibaratkan sebagai yayasan dan kepala sekolah.

2. Figur Ibu, dalam hal ini saya identikkan dengan peran guru, yang bertugas menididk untuk menumbuhkan semua potensi yang dimiliki anak didiknya. Memberi nutrisi untuk kesehatan lahir dan batin yang baik serta sanggup menjadi mitra yang baik bagi pemimpinnya dengan memberi semangat sang pemimpin agar dapat bekerja secara maksimal.

3. Peran anak yang membutuhkan bimbingan, kasih sayang, motivasi, sarana untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya serta bimbingan untuk memiliki sikap moral positif dan mandiri. Budaya saling menghargai gotong royong dan kebersamaan dapat ditanamkan sejak dini pada diri anak agar dapat berinteraksi secara sehat.

4. Peran orang lain diluar anggota inti yang bertugas membantu keluarga mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata dan terorganisir dengan baik, tentunya dengan kerjasama bersama anggota keluarga inti lainnya. Peran ini bisa diibaratkan sebagai peran komunitas yang ada di sekeliling sekolah.

5. Selain keluarga inti dan peran support tim yang ada, keluarga juga perlu menggandeng pihak lain yang dapat dijadikan mitra agar mendapat dukungan dalam menjalankan roda kehidupannya. Disinilah peran pinpinan dan guru menjaga hubungan baik dengan mereka agar segala program yang telah direncanakan dapat terselenggara dengan baik.

Setelah kita mengetahui struktur dan peran masing-masing maka pertanyaan selanjutnya apakah keluarga tersebut akan menjadi sebuah keluarga yang harmonis dengan ke kompakkan serta keselarasan dalam berpikir dan bertindak.

Keluarga yang mempunyai visi, misi dan tujuan yang jelas tentunya akan menghantarkan anak-anaknya memasuki setiap tahapan dalam kehidupan untuk masa depan mereka yang cerah.

Semoga tulisan ini dapat menjadi renngan dan motivasi bagi kita dalam memperjuangkan pendidikan bagi negara kita tercinta.

Sumber: Nurhasanah Sampurno di Majulah Sekolahku

3 thoughts on “membayangkan sekolah sbg keluarga

  1. suasana kekeluargaan dalam sekolah memang perlu dibangun. Namun tantangannya adalah bila sekolah tak membuat penelitian yang komprehensif tentang kondisi latar belakang siswa-siswanya, maka akan terjadi bentrokan-bentrokan nilai-nilai kekeluargaan antara sekolah dan keluarga atau bahkan ketidaksinambungan tujuan pendidikan yang ditetapkan orang tua dan yang ditetapkan sekolah.

    artikel yang bagus pak, baik sekali untuk bahan diskusi lanjutan…

    try to visit: http://catatan-guru.blogaspot.com
    please enjoy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.