Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


5 Comments

selamat untuk teman-teman Guru PTT

siang ini saya jumpai wajah saudara saya
yang gembira, sumringah
memeluk dan ucapkan terima kasih
beliau menerima SK CPNS Pemda DKI Jakarta

hampir 500 guru PTT Jakarta
hari ini menerima kejelasan
sesuatu yang telah lama dinanti

selamat …, sy ikut bahagia
semoga setelah jelas statusnya
semangat anda lebih menyala
jangan malah redup tak bersinar
malas tak mau kembangkan diri

untuk yang belum selesai pemberkasan
bersabar ya …
tetaplah bekerja optimal
karena jumlah yang banyak itu
tak bisa diselesaikan sekaligus

selamat siang pembaca, anda termasuk yang gelombang pertama?


Leave a comment

mada bintal SMK Negeri 36 Jakarta, they r happy

di halaman SMK Negeri 36 Jakarta

di halaman SMK Negeri 36 Jakarta


menikmati lingkungan

menikmati lingkungan


kerja sama

kerja sama


terima kasih pak tentara

terima kasih pak tentara


pembinaan mental

pembinaan mental


bersama

bersama


laut lingkungan kami

laut lingkungan kami


siswa/i kelas XI SMK Negeri 36 Jakarta mendapat pembinaan mental dan disiplin dari guru-guru dan dibantu personil TNI dari Angkatan Darat … terima kasih kepada Bapak Haji Tuan dan teman-teman, juga bapak-bapak tentara, diantaranya suami Ibu Nastiti … semoga peserta didik kita makin siap masuki dunia kerja


3 Comments

MBAH SURIP dan keseriusan kita

kapanlagi.com

kapanlagi.com

berapa tahun anda jalani kerja?
sering merasa frustasi?
penghasilan pas-pasan
karir tak kembang
relasi terbatas
ingin beralih profesi?

sering saya ke Taman Ismail Marzuki Jakarta
jumpai pria setengah baya
dengan tampilan eksentrik
senyum pada setiap orang
gembira di kesendiriannya
kadang jajakan sesuatu
sambil selalu tersenyum

belasan tahun
mungkin puluhan tahun beliau jalani
serius dalam kekhasannya
kini di jadi terkenal
Ring Back Tone nya dikabarkan milyaran rupiah

serius jalani karir
jangan banyak keluh
tak boleh cepat lelah
buah nikmat akan anda peroleh
karena Allah Maha Baik

selamat pagi pembaca, sedang serius apa anda saat ini?


Leave a comment

sejahterakan peserta didik agar tak jadi TERORIS


tahun ajaran
kembali berawal
satu tahun terakhir
dievaluasi
ada prestasi
dan kekurangan
upaya lebih baik
banyak membaca
sering menulis
bicarakan hal-hal konstruktif
langganan berbagai media

karena umur terus bertambah
kalau tahun ini sama dengan kemarin
berarti saya tak berubah
jalan menuju kematian jadi makin dekat

masyarakat terus berkembang
tuntutan kerja tak maskin sedikit
perkembangan teknologi harus disikapi

peserta didik menanti
disiapkan masuki dunia kerja
agar bisa masuk ke pasar kerja
tak jadi penganggur
hidup lebih sejahtera
mereka punya biaya untuk kuliah
atau belajar skill lain sehingga handal di tempat kerja

agar tak mudah dihasut
dan jadi teroris

selamat siang pembaca, mari tebarkan damai di sekitar, mau3x?


2 Comments

KARAKTER sekolah yang BAGuS

Pernah mendengar orang tua siswa berkata ‘anak saya bersekolah ditempat yang bagus’. Bagus menurut orang tua belum tentu bagus menurut guru atau siswa. Indikasinya adalah pada beberapa pelatihan yang saya fasilitasi, jarang sekali saya mendengar ada rekan guru yang mengatakan ‘Saya mengajar di sekolah yang baik’, mudah-mudahan ini terjadi karena rekan saya tersebut terlampau rendah hati. Walaupun memang kata bagus dan baik punya banyak dimensi dan standar yang berbeda-beda.

Jadi sebenarnya seperti apa sih kriteria sekolah yang bagus dan baik itu? Silahkan melihat kriteria dibawah ini, mudah-mudahan membuat kita berpikir untuk menjadi lebih baik dari masa ke masa.

Sekolah yang kepemimpinannya jelas dan positif

Sang pemimpin memperlakukan semuanya dengan adil. Mendengarkan dan memperhatikan keluhan orang tua sambil meningkatkan diri dan sekolah yang dipimpinnya. Memperbaiki guru lewat pelatihan sambil mencari terus hal apa yang bisa membuat guru betah dan kerasan mengajar di sekolahnya.

Ada di posisi paling depan ketika guru membutuhkan bantuan atau tempat untuk curhat, dan pikirannya tidak pernah berhenti untuk mencari jalan demi kebaikan sekolah yang dipimpinnya. Sabar terhadap perubahan, berbicara di depan guru dan orang tua dalam nuansa yang positif di manapun dan kapan pun.

Sekolah yang bagus ada pemimpin formal dan informal.

Mereka bersama-sama menghasilkan budaya yang positif. Tanpa direncanakan pun pemimpin informal akan selalu ada di setiap sekolah. Seorang yang didengarkan suara dan pendapatnya dikarenakan kadang lebih bijak dan mau mendengar. Daripada bersaing, ada baiknya pemimpin formal merangkul dan berusaha bersama-sama menciptakan perubahan yang baik di sekolah.

Sekolah yang baik harus aman

Banyak sekolah yang baru berbuat sesuatu setelah ada kejadian atau ketika semuanya terlambat. Untuk lebih jelasnya, sudahkan sekolah anda berlatih evakuasi bahaya kebakaran (bedakan dengan memadamkan api), apabila ada gempa atau ada serangan orang yang jahat. Bagaimanakah anda mengatur arus keluar masuk penjemput, orang tua siswa dan tamu sekolah. Jadikan satpam di sekolah tidak hanya duduk bermain catur menghabiskan waktu, gunakan semaksimal mungkin kebisaan serta potensi mereka agar tamu yang datang merasa terlindungi dan terlayani dan bukan malah dicurigai.

Sudahkan guru-guru di kelas kita menghargai perbedaan fisik dan hal yang berkaitan dengan kenyamanan secara emosional. Lupakan sekolah yang aman, jika di kelas masih ada siswa yang dilabel dengan sebutan fisik atau cap yang negativf, hanya karena kapasitas intelektual atau kecerdasan yang berbeda.


Sekolah yang bagus adalah sekolah bersih.

Bersih bukan berarti mahal, intinya dibutuhkan kerja sama untuk menjaga lingkungan dan kebersihan semua tempat. Di salah satu sekolah di Jawa timur saya pernah melihat kamar mandi sekolah yang bertuliskan nama seorang guru sebagai penanggung jawab. Jadi tanpa harus menyewa perusahaan pembersih yang mahal, kebersihan tetap kita bisa jaga.

Sekolah yang baik menghargai ‘pendatang baru’ dan mereka para ‘pendahulu’

Banyak cara setiap sekolah dalam menghargai dan menerima pendatang baru, baik mereka adalah guru atau siswa. Yang terbaik dari semua cara adalah menerima dengan tangan terbuka dan memberikan kesempatan sesuai dengan minat dan bakat mereka. Jadi lupakan MOS jika hanya membuat siswa baru trauma atau bahkan jatuh korban.

Saya ingat, saat musim kelulusan sarjana ada sebuah universitas di Bandung yang repot beriklan hanya untuk memberi ucapan selamat bagi para mahasiswa nya yang lulus di wisuda dan uniknya saat yang sama memberikan ucapan terima kasih pada guru-guru SMA yang telah mendidik mahasiswa nya tersebut. Sebuah langkah yang memberikan perspektif lain, yaitu sebuah penghargaan tulus bagi para pendahulu.

Sumber: blog Guru Kreatif Agus Sampurno