Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


2 Comments

Anak, bapak, ibu dan gurunya

Anak itu merokok ikutin bapaknya.
Anak itu mengemis ikutin bapaknya.
Anak itu malas ikutin bapaknya.
Anak itu memancing ikutin bapaknya.
Anak itu cerewet ikutin ibunya.
Anak itu tak mau belajar ikutin bapak ibunya.
Anak itu ga peduli pada sekitarnya ikutin gurunya.

Karena gurunya ngajar aja yang dia suka, tak peduli perkembangan sekitar. Para guru yang ngajar materi ujian nasional cuma fokus lulus 100 %, sementara lainnya tak pernah ganti buka pegangan dan cara ngajar sejak mulai ngajar hingga pensiun.

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.


Leave a comment

Wisuda yang tak biasa di SMKN 36 Jakarta

GLADI RESIK

MENGHIBUR KAKAK KELAS

THE BEST TEN SMKN 36 JAKARTA

PAK DUR MEWAKILI GURU, MEMOTIVASI

SARAPAN BARENG TERAKHIR BERSAMA

FORMASI CINTA

CIPRATAN TERAKHIR

MELEPAS KEKANAK-KANAKAN

Kami beri penghargaan untuk 10 lulusan terbaik semua mata pelajaran, 3 terbaik setiap mata pelajaran dan pamit pada laut di dekat sekolah sambil bergembira dengan teman sekolah untuk kenangan terindah … love u all …. semoga sukses semua ….

Hampir 800 foto yang diabadikan oleh Achmad Alamsyah dan Supri Zaki bisa dinikmadi di Facebook Saya Dedi D Dwitagama.


Leave a comment

Jalam raya cermin hasil pendidikan kita

Macet ….., ketaknyamanan di jalan raya bukan hanya karena banyak truk atau banyak kendaraan lainnya.

Diawali kepemilikkan Surat Izin Mengemudi (SIM), Pembiasaan antri, tak lewati trotoar, tak melawan arus, berhenti di tempat semestinya dan mematuhi aturan lalu lintas lainnya.

Sekolah sering tak peduli masalah berlalu lintas.
Satpam bilang itu urusan para guru
Para guru bilang itu urusan guru pembina OSIS.
Pembina OSIS bilang itu urusan wakil kepala bidang kesiswaan.
Wakil kepala sekolah bilang itu urrusan kepala sekolah.
Kepala sekolah bilang itu urusan Polisi.
Polisi bilang itu urusan Satpam Sekolah.

Bahkan beberapa kali saya mendengar polisi bilang jika pelanggaran lalulintas dilakukan peserta didik yang berseragam, maka yang bersangkutan tidak ditilang ….

Artinya tak ada yang peduli mendidik penduduk negeri tertib berlalu lintas. Sekolah fokus pada UJIAN NASIONAL agar lulus 100 %. Sangat wajar jika jalan raya menjadi rimba belantara adu kekuatan dimana para pengguna tak tertib, tak peduli pada pengguna lain.

Berharap pada Presiden? Ah ….. Saya kasihan beliau terlalu sibuk dengan partai dan partai koalisi yang terus menata aturan berkoalisi hingga akhir masa kerja, sebenarnya malu juga kalau saya bilang, kondisi itu memotret perebutan kekuasaan tak pernah usai.

Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan keponakan saya, “Kenapa Om berhenti, sementara kendaraan di depan kita jalan terus?”.
Dan kejadian barusan, seorang guru yang hentikan kendaraannya di tengah jalan lalu lakukan interaksi dengan temannya sementara di belakangnya beberapa kendaraan tak bisa lewati jalan itu … Guru kencing berdiri murid kencing berlari … membuat kita makin lama nikmati kondisi jalan yg nyaman.

Karena saya bukan presiden yg sibuk urus partai, maka saya menerapkan aturan berlalu lintas yang baik di sekolah. Pendidik dan peserta didik harus memiliki SIM yang kami data, pelanggaran itu bisa akibatkan SP … Faktanya saya temukan ada guru yang tak punya SIM padahal dia berkendara.

Selamat sore pembaca, saya yakin anda termasuk pengendara yang baik.

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.


1 Comment

Tak nerokok lebih keren kok

Tengok cowok yang ga ngrokok di pojok, keren abis kok, apalagi dengan kumis tipis dan brewok … Banyak hati yang kepentok mabok asmara

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.