@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Terjepit antara guru senior dan guru yunior

13 Comments

Guru Senior berucap begini:
“dulu kami terpaksa jadi guru, karena kami tak bisa masuk profesi lain … Kami terpaksa jalani profesi guru walau pemerintah tak peduli pada nasib guru, membayar kami dengan kesejahteraaan yang tak mencukupi … Kami terlanjur tak biasa kembangkan diri …. Walau kini pemerintah kasih banyak macam tunjangan buat kami …. Kami terlanjur mentoooooooook dan tak bisa berkembang, biarlah para guru muda kini yang berkarya ….”

Guru muda bilang gini:
“enak aja para guru senior cuma omong besar tapi tak berisi dan tak mau kerja …. Mereka terima penghasilan banyak dari negara, kenapa mereka tak mau kerja banyak … Kami yg masih honor hanya terima sedikit tapi harus kerja ini itu … Apa kata duniaaa?”

Laluuu …

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; https://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

13 thoughts on “Terjepit antara guru senior dan guru yunior

  1. bukan apa kata dunia pak!
    tapi ” apa kata muridnya???”

    • Hahahaha bang fadli napsu, langsung komment … Posting itu lom selesai bang …. Berlanjut dengan pandangan muridnya … Saya akan kembali setelah komen-komen berikut ini :)

  2. Susah komennya. Mau ikut jadi guru senior apa guru muda, ya?

  3. laluuu…

    Yang dirasakan baik senior dan junior tergantung bagaimana menyikapinya, kalau ikhlas memberi insya allah ga’ harus mengharap diberi oleh pemerintah, malah akan diberi melalui pihak lain yang kemungkinan bisa lebih dari yang diharapkan.

    Kalau tidak ikhlas malah akan merasa kurang walau sudah diberi (baik lebih / kurang)..

    Gitu deh menurut ajaran yang diajarkan waktu kecil oleh orangtua & guru saya disekolah dulu.

    • Bueneeeeeeeeer tenan pak koes, persoalannya sy kira bukan ikhlas, tapi emang dasar pada ga mau kerja bener aja …. Kalo smua pada mau kerja bener … Yg tua bakal mau blajar ini itu … Yg muda juga ga peduli sniornya gmn … Dia tetep aja kerja srius, krn rejeki dah ada alamatnya … Bener banget yg anda tulis ttg rejeki yg tak hanya datang dr pemerintah … Krn Allah maha kuasa, dia liat apa yg kita kerjakan dan pasti akan membalasnya …

  4. yaaah, kami yang murid nasibnya gimana ?
    kalau guru berkata seperti itu terkesan tidak ikhlas mengajar.
    namun saya percaya tidak semua guru seperti itu.

    fyi pak, saya dan beberapa teman saya belakangan ini juga sering berdiskusi tentang guru dan cara mereka mengajari kami.

    membedakan mereka yang berprofesi guru dan bergelar guru di hati kami.

    • Ullan sayang …

      Kamu ga usah takut ttg nasibmu, belajar dan lakukan aja smuanya dg serius, seoptimal yg kamu bisa … Bukankah kamu sudah mulai membuktikan hasilnya?

      Betul, tak smua guru begitu … Yg baik lebih banyak … Bagus kalo kamu suka diskusi … Lakukan utk topik apa aja yg menarik …. Di dunia kerja, selalu ada TIGA MACAM PEKERJA, yaitu:

      Pertama, org yg bekerja sekedar cari nafkah.
      Kedua, org yg bekerja karena ikut-ikutan orang lain bekerja atau budaya org dewasa.
      Ketiga, org yg bekerja karena dia menyukai pekerjaannya.

      Di tempat kerja, kebanyakan kelompok kedua … Mereka tergantung arah angin atau kondisi institusinya … Kal ga ada tuntutan dia santai, kalo disuru serius dia juga bisa …. Penampilannya sering mengecoh, mereka seolah serba tahu dan serba bisa.

      Org kelompok pertama biasanya pendiam, umumnya senang menunggu diperintah dan enggan berinsiatif.

      Yg terbaik dan jarang adalah org kerja krn senang dengan profesinya … Ciri kelompok ini adalah mereka yang selalu sibuk atau menyibukkan diri bekerja dibidang apa saja di institusinya, tak banyak menuntut, suka tantangan, jarang ngobrol sana sini … Mereka cenderung pendiam … Yg seperti ini tak menghitung uang yang bakal diterima, tapi mereka kerjakan dulu apa yg hrs dikerjakan …. Faktanya, orang-orang seperti ini rejekinya mengalir deras karena Allah membalas energi atau perbuatan baik yg telah dilakukan.

      Salam buat teman diskusimu … Juga buat mama, papa …. Fokus yg terbaik hingga kembali dari Jerman, take foto yg buanyaaaaaaaaak ya …. Posting di blog kamu, thx lan

  5. Setuju dengan pak Dedi ….
    Tapi ada pepatah “yang tua memberi contoh kepada yang muda” kalo pepatah itu diterapkan kepada para guru …. maka rusaklah Negeri ini, karena para senior (yang lebih tua) memberi contoh yang tidak baik …..

    • Aloooo pak sur …. Smg guru mcm ini tinggal sedikit dan diberi kesadaran segera, agar mereka pensiun dan berpulang dalam keadaan yg baik dan dikenang muridnya sbg guru yg profesional, salam buat man teman di SMPN 40 Jakarta

  6. Okesip pak :)

    I’m making the presentation for tomorrow

  7. ha ha ha ha,…..rame nih guru2 pada coment,……….sesama guru jangan saling sikut,……senior atau junior sama aja,yang membedakan adalah isi hati anda terhadap profesi yg anda jalani saat ini,

  8. Ha….ha…..yg senior nih pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,017 other followers