@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Yang ditegur adalah yang tak berseragam Atau tak lengkap lencana & atributnya

2 Comments

20120222-232433.jpg

seorang pejabat eselon tak rendah di negeri Paman Besut
Saat jumpa dengan relasinya ditanya alamat email kantornya
Dia kebingungan … Lalu diberinya alamat email pribadi
Mungkin mengejutkan jika didata
berapa persen pegawai disana Yang memiliki email

kebanyakan pegawai disana merasa tak perlu punya email
Karena tak pengaruhi nilai kinerja dan penghasilan
Merekapun tak ditegur atasannya
Yang ditegur adalah yang tak berseragam
Atau tak lengkap lencana & atributnya

Lucunya pemimpin negeri itu
Bermimpi lebih hebat dari negeri tetangga
Yang lalu lalang penduduk tak nampak di permukaan
Karena mereka bepergian di bawah tanah

Selamat pagi pembaca, aktif berkomunikasi lewat email?

About these ads

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building also as photografer. Please visit; https://dedidwitagama.wordpress.com, http://trainerkita.wordpress.com and http://fotodedi.wordpress.com

2 thoughts on “Yang ditegur adalah yang tak berseragam Atau tak lengkap lencana & atributnya

  1. Tulisan ini langsung mengingatkan saya pada bos baru saya, yang tertarik membasmi beberapa penyakit yang ditengarai banyak dimiliki guru maupun karyawan sekolah tempat saya mengajar, Bukan penyakit yang bisa dibasmi melalui pendekatan medis, tapi penyakit yang katanya tergolong berbahaya karena bisa menular dan merusak etos kerja, yaitu KURAP (Kurang Rapi) dan KUDIS (Kurang Disiplin). Pembasmiannya diawali melalui perbaikan penampilan dan sikap seorang guru.

    Semua guru harus menggunakan seragam yang sudah ditetapkan lengkap dengan lencana, tanda pengenal atau atribut lain yang diperlukan. Guru wanita harus menggunakan rok. Celana panjang yang khusus dibuat dari bahan seragam pun harus ditinggalkan. Beliau bahkan memiliki daftar sendiri, yang direkap setiap hari untuk melihat siapa yang hari itu atributnya tidak lengkap, siapa yang datang terlambat, bahkan siapa yang belum menerapkan 3S (senyum, sapa dan salam) ketika berpapasan dengan beliau saat datang ke sekolah setiap pagi.

    Menurut saya, ini sebuah gebrakan yang baik selama tidak dilakukan melalui pendekatan kekuasaan. Apalagi seandainya memberikan perhatian yang cukup juga bagi budaya belajar yang lebih kondusif dengan memacu setiap guru, yang nota bene merupakan ujung tombak keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. Sehingga guru dapat beradaptasi dalam perkembangan teknologi yang berkembang pesat ini, termasuk mengoptimalkan potensi. Hal Ini dapat diawali dengan pemberantasan penyakit TBC (Tidak Bisa Computer) yang menjangkiti guru-guru senior dan sepuh, yang sudah terbisa dengan paradigma lama, metode usang, dan alergi terhadap internet. Bagaimana menurut anda ?

    • Hahaha … Akuuur and satujuh …. Tapi kasihan guru2 anda terpaksa tampil berbaju robot yang dibuat tanpa filosofi … Pasti uni rasakan beda menatap pramugari beberapa airlines …. Ada filosofi dan missi dibalik seragammyg dikenakan …. Juga di militer … Ditunggu momen bernas slanjutnya :D happy deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 14,031 other followers