Blog Pendidik

Sharing ttg MEMBENTUK KARAKTER PADA MURID-MURID DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN di Forum Kepala Sekolah ASEAN-SEASPF @Bali 170512

Leave a comment

Membentuk karakter pada murid-murid Sekolah Menengah Kejuruan. Sebuah pengalaman penerapan proses pendidikan yang mendorong terbentuknya karakter di Sekolah Menengah Kejuruan, agar murid-murid siap memasuki dunia kerja, berwirausaha, melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, ada yang lebih utama adalah membentuk penduduk negeri yang baik, mandiri, percaya diri, menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab.
View more PowerPoint from Dedi DwitagamaMEMBENTUK KARAKTER PADA MURID-MURID DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Dedi Dwitagama

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar murid-murid secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan di Indonesia berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi murid-murid agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang tujuannya membentuk kepribadian murid-muridnya supaya memiliki karakter yang baik, menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab, bahkan sampai pada tingkat tanggung jawab moral integral atas kebersamaam hidup dengan warga yang lain.
Terdapat sembilan pilar karakter yaitu cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, kejujuran, amanah dan diplomatis, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama. Lalu, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai dan persatuan. Kemudian, ada pula K4 (kesehatan, kebersihan, kerapian dan keamanan).
Pendidikan Karakter di Sekolah dilakukan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang selalu bekerja membuat orang mau selalu berbuat sesuatu kebaikan. Orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan acting the good berubah menjadi kebiasaan.

Pendidikan karakter sebagai sebuah paedagogi memiliki tujuan agar setiap pribadi semakin menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab, bahkan sampai pada tingkat tanggung jawab moral integral atas kebersamaan hidup dengan warga yang lain.

Sekolah merupakan sarana yang dirancang untuk melaksanakan pendidikan, merespon berbagai perkembangan masyarakat, teknologi dan lainnya memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap perkembangan zaman. Semakin maju masyarakat, semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk kedalam proses pembangunan masyarakat itu. Sekolah membentuk manusia sosial yang berkarakter dan berkepribadian agar mampu bekerja sama dalam suasana menyenangkan, bertanggung jawab, memiliki kemampuan leadership yang baik serta berani berkompetisi raih prestasi.

Sejak tahun 2005 menjadi Kepala Sekolah di SMK 3, SMK 36 dan SMK 29 Jakarta, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi untuk pembelajaran. Proses balajar berlangsung menggunakan media sosial melalui Teknologi Informasi seperti Blog, Facebook, Twitter, Youtube, dan lainnya. Proses ini mendorong pembentukan karakter kemandirian, kejujuran, amanah, diplomatis, hormat dan santun.

2. Masa orientasi murid-murid baru dengan instruktur Tentara. Mental anak-anak saat bersekolah di Sekolah Menengah Pertama lebih cepat ditransformasikan agar lebih cepat berinteraksi dengan system belajar di Sekolah Menengah Kejuruan, untuk dipersiapkan memasuki dunia kerja, berwirausaha atau melanjutkan pendidikan ke Universitas. Melalui berbagai kegiatan seperti permainan-permainan yang menyenangkan dibimbing oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), diharapkan membentuk karakter kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama. percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, dan kepemimpinan.

3. Pengarahan di halaman sekolah pagi dan sore hari. Setiap pagi seluruh murid-murid melakukan kegiatan berkumpul dilapangan pagi sebelum masuk sekolah dan sore hari setelah pulang sekolah, menerima informasi dan motivasi berhubungan dengan prose belajar di sekolah. Diharapkan mereka disiplin datang pagi hari, melakukan pengaturan waktu dan kegiatan-kegiatan secara mandiri sehingga bisa datang tepat waktu. Melalui kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter disiplin dan kemandirian, toleransi dan persatuan.

4. GPS – Grow to be President Soekarno. Suatu program melatih murid-murid keterampilan berbicara di muka umum, saat apel pagi dan sore atau pada kegiatan lainnya, mereka berbicara dihadapan hampir seribu murid-murid dan guru. Diharapkan melalui kegiatan ini menumbuhkan karakter percaya diri, kreatif, diplomatis dan kerapihan.

5. Beasiswa untuk yang berprestasi tingkat Provinsi, Nasional dan Internasional. Sekolah menghargai prestasi yang dicapai murid-murid dalam bidang apa saja dengan memberikan beasiswa hingga tamat belajar, lewat kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter kerja keras, pantang menyerah, percaya diri, kreatif.

6. Pentas Seni Budaya yang tak biasa.
Murid-murid didorong untuk berlatih kesenian atau budaya yang asing dari daerah lain di Indonesia atau negeri lain. Melalui Taiko, suatu kesenian dari Jepang, murid-murid memiliki kesempatan untuk menyelami kehidupan lewat budaya dan bahasa Negara lain. Melalu kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter kerja sama, toleransi, cinta damai, kepemimpinan, persatuan.

7. Jurnalistik.
Murid-murid dan Guru-guru ikut serta mengelola media informasi berbentuk majalah dinding dan majalah cetak dengan tugas mewawancarai target liputan dan menuliskannya, dari kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter mandiri, jujur, amanah, diplomasi, hormat dan santun.

Berbagai kegiatan di atas memang belum cukup, tetapi paling tidak kami sudah memulai, semoga bermanfaat.

SHAPING THE CHARACTER OF THE STUDENTS IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL

Dedi Dwitagama

Abstract.
An experience of application of the educational process that encourages the formation of character in Vocational High School, so students are ready to get a job, entrepreneurship, continue learning to higher education, more money than da principal inhabitants of the land is well established, independent, confident, appreciate individuality, and freedom of its reach, so he can further grow as individuals and citizens of a free and responsible.

SHAPING THE CHARACTER OF THE STUDENTS IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL

Dedi Dwitagama

Education is a conscious and deliberate effort to create an atmosphere of learning and the learning process so students are actively developing the potential for him to have a religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and the skills needed themselves, society, nation and state.

Education in Indonesia works to develop skills and form the character and civilization of the nation’s dignity in the context of the intellectual life of the nation, aimed at the development potential of the students in order to become a man of faith and fear of God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative , independent, and become citizens of a democratic and responsible.

Character education is the goal of education shaping the personality of the students in order to have good character, appreciate individuality, and freedom of its reach, so he can further grow as individuals and citizens of a free and responsible, even to the level of moral responsibility integral the kebersamaam live with other people.
There are nine pillars of character that is the love of God and all His creation, responsibility, discipline and self-reliance, honesty, trust and diplomatic, respectful and courteous, affectionate, caring, and cooperation. Then, confident, creative, hard working and never give up, justice and leadership, good and humility, tolerance, love peace and unity. Then, there is also K4 (health, cleanliness, neatness and safety).

Character education in schools carried out systematically in a model of holistic education using the method of knowing the good, the good feeling, and acting the good. Knowing the good can easily be taught because of cognitive knowledge only. After knowing the good must be grown feeling loving the good, ie, how to feel and love of virtue into the engine is always working to get people to always do something good. People want to make good behavior because he’s in love with virtue behavior. Once accustomed to the good do good acting turns into a habit.

Paedagogi character education as an end that every individual has increasingly appreciate individuality, and freedom of its reach, so he can further grow as individuals and citizens of a free and responsible, even to the level of moral responsibility for togetherness integral with the residents who live other.

Education process in schools is designed to carry out education, responding to a variety of community development, and other technologies to meet all the needs and aspirations of young people to the times. The more advanced society, an increasingly important role of schools in preparing young people prior to entry into the community development process. School of the human form of social character and personality to be able to work together in an atmosphere of fun, responsible, have good leadership skills and achievements in competitions won.

Since 2005 became Principal at three Jakarta Vocational High School; (SMK) SMK 3, SMK 36 and SMK 29 Jakarta, the activities that have been made are as follows:

1. Optimizing the use of information technology for learning.
Study abroad ongoing process through the use of social media such as Information Technology Blog, Facebook, Twitter, Youtube, and others. This process encourages the formation of the character of self-reliance, honesty, trustworthy, tactful, respectful and courteous.

2. The orientation of new students by Army instructors.
Children’s mental currently attending secondary school more quickly transformed in order to more quickly interact with the system studied at the Vocational High School, to be prepared to enter the world of work, self-employed or continuing education to the University. Through various activities such as fun games that are guided by the Indonesian military (TNI), expected to shape the character of compassion, caring, and cooperation. confident, creative, work hard, never give up, and leadership.

3. Briefing on the schoolyardin the morning and afternoon.
Every morning all the students gathered in the field conducting the morning before school and afternoons after school, receive information and motivation associated with procedural learning in school. They are expected to come early days of discipline, time management and independent activities so they can arrive on time. Through these activities are expected to foster character and self discipline, tolerance and unity.

4. GPS – Grow to be President Soekarno. A program to train students in public speaking skills, while the apple in the morning and afternoon or in other activities, they spoke in front of nearly a thousand students and teachers. Hopefully, through this activity the characters grow confident, creative, diplomatic and tidiness.

5. Scholarships for high achievers Provincial, National and International.
Schools appreciate the achievements the students in any field by providing scholarships to graduation, through this activity expected to grow the characters work hard, never give up, believe self-creative.

6. Culture Performing Arts unusual.
Pupils are encouraged to practice the arts or a foreign culture from other parts of Indonesia or other countries. Through Taiko, a Japanese art, students have the opportunity to explore life through culture and language of another country. This activity is expected to grow through the character of cooperation, tolerance, love of peace, leadership, unity.

7. Journalism.
Students and teachers participated manage media information bulletin form and print magazine with coverage of the target task of interviewing and writing, of this activity is expected to grow through the character of honest, trustworthy, diplomatic, respectful and courteous.
A variety of activities above is not enough, but at least we’ve started, may be useful.

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetisi, silahkan mampir ke; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s