Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Satu pelajaran kenapa Korea bisa maju Penduduknya bekerja dengan semangat dan gairah yang panjang

Sekitar Pukul 9 pagi empat orang meeting di sudut restoran
Mereka berbicara hampir dua jam
Beberapa teman datang silih berganti
Menunjukkan sesuatu yang jadi bahan rapat

Sekitar pukul 9 malam empat orang tadi menunggu tamu di lobby
Mereka menyambut dan mengantar tamu ke lantai atas
Wajah-wajah mereka tetap segar seperti saat rapat pagi hari
Saya menikmati mereka sambil browsing di Courtyard Marriott Seoul

Terus saya instrospeksi
Pagi ini saya berbusana serapih yang saya bisa dan akan tetap rapih hingga malam
Satu pelajaran kenapa Korea bisa maju
Penduduknya bekerja dengan semangat dan gairah yang panjang

Selamat pagi pembaca
Semoga anda dalam sehat dan sukses selalu


Leave a comment

hingga anda meninggal dan jadi tulang belulang, tetap saja tak berhenti merokok

TAK HENTI

Saat ini anda merokok?
walau tahu betapa bahayanya rokok?
ah, nanti saya mudah saja menghentikannya

ternyata tak mudah berhenti merokok
hingga anda meninggal dan jadi tulang belulang
tetap saja tak berhenti merokok
lihat foto di atas
atau, berkunjunglah ke Tana Toraja

Foto lain dan cerita bisa disimak disana.


Leave a comment

Pemuda yang Rajin demonstrasi dan masuk koran suarakan Reformasi & kesejahteraan rakyat terdengar dia jadi anggota Parpol baru yang melejit pemilihnya Parpol yang mengusung bersih dari korupsi dan peduli rakyat kecil Sekarang ikut serta lakukan KORUPSI, “Saya telah gagal mendidik Pemuda itu …”

Seorang Pemuda
Ketika sekolah di SLTA dia jadi aktifis hingga jadi Ketua OSIS
Rajin berkumpul di ruang ibadah sekolah
Ketika kuliah dia masih aktif hingga jadi Ketua BEM sebuah PTN
Rajin demonstrasi dan masuk koran suarakan Reformasi & kesejahteraan rakyat
terdengar dia jadi anggota Parpol baru yang melejit pemilihnya
Parpol yang mengusung bersih dari korupsi dan peduli rakyat kecil
Terpilih jadi anggota DPRD tak jauh dari Ibukota Negeri Paman Besut

Dia masih kontak dengan Guru saat di SLTA
Guru Pemuda itu punya usaha lain selain mengajar
Jadi Event Organizer berbagai kegiatan dijalani Guru Pemuda itu
Bertemulah Pemuda itu dengan Guru saat SLTA
Menawarkan sejumlah proyek di wilayah kerjanya
Dengan berbagai potongan untuk berbagai alasan yang tak sedikit

Guru Pemuda itu sangat terkejut
Ada apa dengan Pemuda anak didiknya dulu
Yang Ketika sekolah di SLTA dia jadi aktifis hingga jadi Ketua OSIS
Rajin berkumpul di ruang ibadah sekolah
Ketika kuliah dia masih aktif hingga jadi Ketua BEM sebuah PTN
Rajin demonstrasi dan masuk koran suarakan Reformasi & kesejahteraan rakyat
terdengar dia jadi anggota Parpol baru yang melejit pemilihnya
Parpol yang mengusung bersih dari korupsi dan peduli rakyat kecil
Sekarang ikut serta lakukan KORUPSI
“Saya telah gagal mendidik Pemuda itu …”


Leave a comment

Surat buat Kapolda Metrojaya yang baru agar Tawuran berkurang di Jakarta

Selamat kepada Bapak Irjen Putut Eko Bayuseno yang dilantik jadi Kapolda Metrojaya baru, saya yakin Pak Putut sudah faham tentang Jakarta dan tawuran pelajar di Jakarta.

Tawuran umumnya terjadi saat pelajar pergi atau pulang dari sekolah, berawal dari segerombolan anak suatu sekolah yang pergi bersama karena tinggal di rumah yang berdekatan. Polisi lalu lintas atau polisi lain di Polsek yang dilewati gerombola pelajar itu pasti tahu … Gerak-geriknya juga mudah terbaca, apakah pelajar itu sekedar akan pergi atau pulang sekolah atau punya niat lain seperti hendak tawuran, karena Polisi sudah dididik Psikologi dan faham gejala-gejala sebelum peristiwa kriminal terjadi.

Pertemuan dengan gerombolan lain yang sedang berniat tak baik sangat mudah dicegah lewat sistemkomunikasi radio yang canggih milik polisi dan brigade motor yang sangat lincah bergerak … Anak-anak yang berniat tak baik biasanya langsung pergi atau urungkan niat tawuranjika melihat aparat ada di lokasi.

Jika terlanjur terjadi peristiwa tawuran, Polisi bisa mengamankan beberapa pelaku … Biasanya setelah ada yang diamankan atau ditangkap, maka teman-teman yang lain hentikan perbuatannya dan cerai berai selamatkan diri … Anak yang tertangkap sebaiknya langsung saja diproses dengan pasal mengganggu ketertiban umum, memprovokasi atau undang-undang darurat karena membawa senjata tajam.

Sekolah mungkin tak perlu jadi pahlawan dengan terus menerus mendidik dengan membiarkan anak yang mengisi tasnya bukan dengan buku pelajaran, tetapi dengan clurit, pisau, belati, pedang, roda gir atau bom molotov, …. Mereka tak ingin sekolah, mereka cuma ingin punya status anak sekolah tapi gemar berbuat onar dan membunuh …. Sekolah sering tak mampu mendeteksi anak macam ini karena jumlah murid yang menddkati atau lebih dari seribu orang dan luas area sekolahnya sekoan hektar … Atau meski sekolahnya kecil, budaya mendidiknya tak ada lagi, hanya mengejar Lulus Ujian Nasional dan naikkan jumlah muridnya tahun depan agar ongkos operasional sekolah tertutupi …. Anak-anak yang tak mengisi tasnya dengan buku sebaiknya tak diizinkan berada di sekolah lagi …

20121027-102848.jpg
Jika Polisi tegas tegakkan aturan hukum, seperti ketika menangkap puluhan anak SMK Bhakti Jakarta yang hendak menyerang sekolah lain dan anak SMK Boedoet yang bergerombol memalak anak sekolah lain di Kota … Akan membuat anak-anak lainnya jadi enggan lakukan onar, semoga tak ada yang mati lagi sia-sia saat muda akibat korban tawuran … Selamat datang kembali di Jakarta Pak Kapolda … Kami siap membantumu.


Leave a comment

maaf, saya kira anggota parlemen itu bakal memberi uang

Seorang rakyat di Negeri Paman Besut
Datang berkeluh kesah pada anggota partai
Yang jadi anggota parlemen di ibukota Negeri Paman Besut
Rakyat itu cerita Ijazah anaknya belum diambil
Karena masih ada tunggakan kewajiban sekolah yang belum dilunasi

Seperti Dokter yang tuliskan resep
Aggota parlemen itu menulis memo
Yang harus diantar ke Kepala Sekolah anaknya
Isi memo itu meminta kepala sekolah memutihkan tunggakan
Dan beri ijazah anaknya

Kepala sekolah meminta stafnya untuk survey
Kerumah orang pembawa memo dan memotretnya
Ternyata keluarga itu termasuk mampu
Anaknya yang belum mengambil ijazah itu
Ternyata sudah kerja, disalurkan oleh sekolah
Dan berpenghasilan sekitar lima juta kepeng per bulan

Pada pertemuan orang tua berikutnya
Kepala sekolah perlihatkan foto rumah orang tua mampu itu
Disandingkan foto rumah keluarga lain di daerah kumuh pinggir kali
Keluarga miskin itu sudah lunasi semua kewajiban sekolahnya
Ijazah sudah diambil dan kini sudah bekerja

Orang tua mampu itu senyum kecut, malu
Dia bilang gini: “maaf, saya kira anggota parlemen itu bakal memberi uang … Ternaya hanya kertas memo …”

Apakah anggota partai macam itu bakal dipilih lagi oleh rakyat?

20120929-170221.jpg