Blog Pendidik

Fahmy, seorang pelajar SMKN 36 Jakarta yang sadar betapa pentingnya skill untuk bisa bersaing merebut hidup sukses, luph u maaan #pendidikankarakter

2 Comments

Teringat akan keadaan sebagian besar generasi Muda Indonesia dan Gaza Palestina.

Di Pagi hari apalagi dihari libur, pemuda Indonesia masih meringkuk dikasurnya yang hangat, dibuai selimut dan dimanjakan Bantal sampai Matahari terpancar Panaskan Bumi.

Hampir setiap Pagi para pemuda Palestina sama sekali belum memejamkan mata mereka, mereka berjaga dari serangan Israel kePalestina dimalam hari.

Pemuda Indonesia sarapan dengan menu sarapan yang enak dan mudah didapatkan.

Pemuda Palestina memilih untuk berpuasa karena Yahudi Israel masih menutup jalur masuknya bantuan pangan.

Sebagian besar Pemuda Indonesia mudah berpergian dan bila ditanya hendak kemana oleh Orangtua, mereka menjawab: “Biasa Pah-Mah ada acara Anak Muda” yang intinya adalah hura-hura dan poya ria.

Pemuda Palestina mencium tangan ibunya, meminta restu dan doanya untuk pergi berjihad di jalan Allah hari ini.

Pemuda Indonesia mnyanyikan lagu-lagu cinta, galau dan cengeng.

Pemuda Palestina tak henti-hentinya berdoa dan mngulang hafalan Al Qur’an.

Banyak Pemuda Indonesia suka berkata: “Gue empet bgt ama bokap nyokap gue”.

Pemuda Palestina memeluk jasad bapak, ibu, dan adiknya yang berlumuran darah. Mereka tak lagi bernyawa terkena serangan udara Israel.

Kebanyakan Pemuda Indonesia berantem beraninya keroyokan bawa ring dan samurai.

Pemuda Palestina seorang diri menghadang tank-tank Israel dengan sebongkah batu.

Pemuda Indonesia menghabiskan uang orangtuanya di kafe, restoran, salon, mall, dan konser musik.

Pemuda Palestine menatap puing-puing rumahnya yang hancur berantakan. Harta bendanya berubah menjadi abu.

Kami sangat meyakini tidak setiap Pemuda Indonesia seperti tadi.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kalimat2 di atas.

Sangat berat, tapi dlm stiap zaman, mgerti ttg pelajaran bhw ujian terberat hny mampu disandang org2 yg kuat, spt di Gaza

Hal paling menyedihkan adalah ketika kita hanya sebatas sedih melihat kesedihan mereka. Ayo lakukan sesuatu.

Pray For Gaza, atau menulislah sesuatu ttg Palestina.

Anda baru saja membaa SMS berseri dari Senior saya di jurusan Matematika UNJ yang kini jadi Kepala Sekolah di SMKN 28 Jakarta, Ibu Hj. Nurhasanah, Saya biasa memanggilnya Ibu Ana.

Sebuah keprihatinan pada generasi penerus … beruntung saya pernah mengenal seorang Pelajar SMKN 36 Jakarta yang menulis di twitternya begini:

20121118-203018.jpg

20121118-203055.jpg

Fahmy, seorang pelajar SMKN 36 Jakarta yang sadar betapa pentingnya skill untuk bisa bersaing merebut hidup sukses, luph u maaan.

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Fahmy, seorang pelajar SMKN 36 Jakarta yang sadar betapa pentingnya skill untuk bisa bersaing merebut hidup sukses, luph u maaan #pendidikankarakter

  1. Cool! dari sekian banyak pemuda yang tergambar oleh tulisan Ibu Hj. Nurhasanah ada fahmy yang bersemangat menyambut masa depan..semoga ada banyak fahmy lain di luar sana

    *wih fahmy punya blog, kesana ah :))

  2. alhamdulillah … silahkan berkunjung ke blog fahmy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s