Blog Penv4x3333didikc g

@dwitagama: ter tumbuh dar i pemgt6. Vgbiasaan

Raport Murid, apa manfaatnya?

8 Comments

20121221-083231.jpg
Selama anda sekolah, berapa kali pernah menerima Raport?
Apa manfaat tang anda rasakan setelah menerima Raport?

Nilai Raport anda sudah bagus, dan anda tak mengubah cara belajar setelah menerima Raport
Nilai Raport anda biasa saja padahal anda sudah berusaha keras, sehebat yang anda bisa
Nilai Raport anda menurun, memang karena anda kurang serius belajar semester ini
Nilai Raport anda meningkat, dan anda makin semangat belajar karena senang peroleh prestasi

Raport seharusnya bisa mendorong murid untuk belajar lebih serius
Murid bangga menerima imbalan atas kerja keras belajar selama satu semester
Murid sedih jika merasa hasil ujian selama belajar bagus, tapi nilainya jelek di Raport

Anda bisa bayangkan apa yang murid rasakan
Jika nilai murid satu kelas hampir sama semua,
Jika tak pernah ulangan atau ujian, di Raport ada nilainya
Jika ulangan harian, atau ujian nilainya jelek, di Raport nilainya bagus

Eh, apakah masih ada Guru yang memberi nilai seperti menembak?
Bahkan, dulu ada cerita lucu, ada Guru yang kasih nilai padahal muridnya sudah meninggal
Bagaimana anda?
Semoga semester depan kita bisa lebih baik

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

8 thoughts on “Raport Murid, apa manfaatnya?

  1. Reblogged this on Just Share and commented:
    Main tembak-tembakan ala guru hehehe

  2. Menurut saya rapot tidak ada fungsinya. Hahaha… extreme yah.

  3. semua hanya ditentukan pada hasil, tidak dilihat dari prosesnya

  4. Di sekolah saya ada juga rapor buat guru. Sama “lucu” kar’na nilai yang ada terkadang tidak sesuai fakta. Guru yang bisa berbahasa asing (Bahasa Inggris) ‘n bahkan mengajar pelajaran tersebut, diberi nilai kecil, lebih kecil dari mereka yang tidak mengajar bahkan tidak bisa… nilai bagi yang sudah membuat buku untuk murid-murid lebih kecil dari mereka yang tidak / belum pernah membuat buku… Aneh tapi nyata….
    1 hal yang “paliiing lucu” anak dari salah satu penilai rapor adalah murid dari guru yang diberi nilai aneh tersebut! Mengajari anaknya Bahasa Inggris dan membuat buku yang dipelajari oleh anaknya!!
    Menurut pendapat Pak Dedi, bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s